1,721,071 research outputs found
Pengaruh Penerimaan Pajak Hotel Dan Pajak Restoran Terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Cirebon Tahun 2014 – 2018
ABSTRAK
Muhamad Irfan. NIM: 1608203041. “PENGARUH PENERIMAAN PAJAK
HOTEL DAN PAJAK RESTORAN TERHADAP PENDAPATAN ASLI
DAERAH KABUPATEN CIREBON TAHUN 2014-2018”, Tahun 2020.
Pajak hotel dan pajak restoran merupakan dua jenis pajak daerah yang
potensinya semakin berkembang seiring dengan semakin diperhatikan adanya
kompenen pendukung yaitu sektor jasa, pembangunan maupun pariwisata dalam
kebijakan pembangunan daerah. Setiap tahun pemerintah Kabupaten Cirebon
selalu menaikkan target penerimaan pajak hotel dan restoran. Meskipun realisasi
pajak hotel dan pajak restoran selalu melampaui target yang ditetapkan, tetapi
dalam kenyataannya pajak hotel dan pajak restoran ini hanya memberikan
kontribusi beberapa persen saja dalam pendapatan asli daerah.
Penelitian ini menggunakan desain asosiatif kausal, yaitu berguna untuk
mengukur hubungan antara variabel riset berguna untuk menganalisis bagaimana
suatu variabel mempengaruhi variabel lain. Pengambilan sampel dalam penelitian
ini menggunakan sampling jenuh dengan dijadikan sampel yaitu semua data
realisasi penerimaan pajak hotel dan pajak restoran di kabupaten Cirebon
periode tahun 2014-2018. Data penelitian ini dianalisis dan diuji dengan uji
statistik yaitu statistik desktiptif, uji asumsi klasik, dan analisis regresi untuk
pengujian hipotesis penelitian dengan menggunakan aplikasi SPSS versi 23.
Adapun hasil penelitian ini adalah berdasarkan tabel uji t coefficients
diperoleh untuk pajak hotel adalah thitung (5,620) > ttabel (2,001) dan Sighitung (0,000)
ttabel (2,001) dan
Sighitung (0,001) < 0,05, maka pajak hotel dan pajak restoran secara parsial
memiliki pengaruh signifikan terhadap pendapatan asli daerah. Berdasarkan uji F
anova diperoleh nilai Fhitung (44,202) > nilai Ftabel (3,26) dan Sighitung (0,000) <
0,05, maka Pajak Hotel dan Pajak Restoran secara simultan mempengaruhi
variabel Pendapatan Asli Daerah.
Kata kunci: Pajak Hotel, Pajak Restoran, Pendapatan Asli Daera
Design and fabrication of mounted wall iron board / Muhamad Irfan Hanif Mohd Rozaly Mee
Nowadays, many people able to fabricate their own product by their self. However, to fabricate a product need to design the product first. Only experienced experts have the knowledge and design skills needed to build the product's complexity. This is because designing an object that can be manufactured entails more than just designing its shape. Everything is all about how the product to be connected and joint? How stable the product is? how to obtain every part of the product and how the product functioning to the community. We offer a data-driven method in this paper that tackles these and other design issues, allowing non-experts to design and build complicated products. Designing has previously been made easier and more accessible to non-experts using data-driven methods. In the context “example based-modelling”(1) , the components of existing items in a database are assembled to create new objects. However, when it comes to generating fabricable designs, there are a few issues that haven't been addressed in earlier studies. To begin, the sample database's components must all be fabricable. Second, any alteration of these components must maintain their structural integrity and manufacturability. Third, mesh mixing and other typical computer graphics techniques cannot be used to connect and build components. To join elements together, they must be precisely positioned and real connectors such as screws or hinges must be used. The best connectors will be determined by the object's geometric, functional, and material qualities. Finally, the model must be structurally sound so that it does not topple or collapse once completed
PENGELOLAAN DANA ZIS DI MASJID JOGOKARIYAN
Muhamad Irfan Romadhon. "Pengelolaan Dana ZIS di Masjid Jogokariyan Yogyakarta". Skripsi, Yogyakarta: Jurusan Manajemen Dakwah, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2017. Pembahasan tentang fungsi Masjid sebagai sarana syiar agama islam menjadi semakin penting. Hal ini dikarenakan kebanyakan Masjid sekarang lebih mengedepankan pembangunan fisik Masjid semata daripada fungsi sosialnya. Berbeda dengan Masjid Jogokariyan kecamatan Mantrijeron Yogyakarta. Melihat perkembangan Masjid Jogokariyan dalam mensyiarkan dakwah Islam semakin membaik dari setiap tahunnya, bahkan mendapat predikat Masjid percontohan nasional. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah bagaimana pengelolaan dana zakat, infak, dan sodakoh Masjid. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui cara pengelolaan dana ZIS Masjid Jogokariyan Kecamatan Mantrijeron Kota Yogyakarta. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek dari penelitian ini adalah bendahara masjid, pengurus harian takmir, dan Jamaah Masjid Jogokariyan. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan beberapa tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: Pengelolaan dana ZIS Masjid Jogokariyan Kecamatan Mantrijeron Yogyakarta menggunakan sistem Manajemen yang baik. Hal ini terlihat dari fungsi-fungsi manajemen yang berjalan dan berhasil mencapai tujuan organisasi yang mulai dari perencanaan program, pengorganisasian lembaga-lembaga atau biro-biro, pengarahan melalui kajian-kajian dan pengajian, serta pengawasan yang melibatkan masyarakat untuk memantau kinerja para Takmir dalam mengelola keuangan Masjid sebagai bahan masukan, saran, dan koreksi
MAKNA FRASE KHOTBAH SI BISU DALAM KUMPULAN PUISI KHOTBAH SI BISU KARYA DEDDY ARSYA (TINJAUAN SEMIOTIK RIFFATERRE)
Muhamad Irfan, 1510722020. Makna Frase Khotbah Si Bisu Dalam Kumpulan Puisi Khotbah Si Bisu Karya Deddy Arsya, Tinjauan Semiotik Riffaterre. Skripsi. Padang. Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, 2022. Pembimbing I: Dr. Syafril, M.Si. Pembimbing II: Dra. Armini Arbain, M.Hum.
Penelitian ini dilakukan untuk menjelaskan makna frase khotbah si bisu dengan mengambil lima sampel puisi yang terdapat dalam kumpulan puisi Khotbah Si Bisu karya Deddy Arsya. Puisi yang dianalisis yaitu “Jalak di Punggung Kerbau”, “Dari Naskah Tuanku Imam”, “Perang LimaTahun”, “Jami’an Menarik Tali Pancing”, dan “Kisah yang Agak Sedih”.
Analisis makna dalam penelitian ini menggunakan teori dan kerangka analisis semiotik Riffaterre yang terdiri dari dua tahapan pembacaan analisis yaitu heuristik dan hermeneutik. Analisis pertama dilakukan untuk memahami puisi secara gramatikal dan analisis yang kedua untuk memahami makna puisi secara semiotik. Sedangkan dalam hal metode, penelitian ini mengaplikasikan metode penelitian kualitatif-deskriptif dengan tahap-tahap analisis yang terdiri dari empat tahapan yaitu tahap pembacaan heuristik dan hermeneutik, tahap ketidaklangsungan ekspresi, tahap matrik, model, dan varian, dan tahap hipogram.
Dari penelitian yang dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa lima puisi sampel penelitian ini merupakan teks-teks yang merepresentasikan sejarah yang melekat utuh di Indonesia, seperti kearifan lokal yang tidak dapat dipisahkan dari ingatan masyarakatnya, meskipun sejarah terkadang dibungkam oleh kaum pemenang, sehingga menciptakan sejarah sendiri. Representasi tersebut dikonkretkan dalam wujud reka ulang sejarah menurut perspektif Deddy Arsya atau merawat ingatan dengan menghadirkan dokumentasi kilas balik kepada masa-masa bersejarah di Indonesia melalui tafsiran Deddy Arsya. Makna frase khotbah si bisu yaitu sejarah yang hanya diam terpaku, orang-orang tidak lagi mementingkan atau tidak berkeinginan mengenal sejarah itu sendiri, sehingga sejarah yang dianggap penting menjadi sesuatu yang diam atau bisu. Kekuatan sejarah yang dilupakan oleh orang-orang membuat sejarah itu melemah sendirinya. Kumpulan puisi Khotbah Si Bisu merupakan sindiran yang dihadirkan yaitu menuliskan sejarah melalui karya sastra (puisi) untuk mengingatkan kita kembali bahwa mengenal sejarah itu merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan sebagai makhluk sosial.
Kata kunci: makna, frase khotbah si bisu, kumpulan puisi Khotbah Si Bisu, Deddy Arsya semiotik Riffaterre, heuristik, hermeneutik
Hubungan antara kekuatan otot tungkai dan kelentukan togok terhadap kemampuan menendang bola pada mahasiswa putra semester IIIA PKLO FIK UNNES tahun 2005.
Muhamad Irfan (2007). Hubungan antara kekuatan otot tungkai dan kelentukan
togok terhadap kemampuan menendang bola pada mahasiswa putra semester IIIA
PKLO FIK UNNES tahun 2005.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah : 1). apakah ada hubungan
antara kekuatan otot tungkai dengan kemampuan menendang bola pada
mahasiswa putra semester IIIA PKLO FIK UNNES tahun 2005.? . 2). apakah
ada hubungan antara kelentukan togok dengan kemampuan menendang bola pada
mahasiswa putra semester IIIA PKLO FIK UNNES tahun 2005.? 3). apakah
ada hubungan antara kekuatan otot tungkai dan kelentukan togok dengan
kemampuan menendang bola pada mahasiswa putra semester IIIA PKLO FIK
UNNES tahun 2005.? Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui 1). Hubungan
antara kekuatan otot tungkai kemampuan menendang bola pada mahasiswa putra
semester IIIA PKLO FIK UNNES tahun 2005.? . 2). Hubungan antara
kelentukan togok dengan kemampuan menendang bola pada mahasiswa putra
semester IIIA PKLO FIK UNNES tahun 2005. ? 3). Hubungan antara kekuatan
otot tungkai dan kelentukan togok dengan kemampuan menendang bola pada
mahasiswa putra semester IIIA PKLO FIK UNNES tahun 2005.?
Populasi pada penelitian ini mahasiswa putra semester III A PKLO FIK
UNNES tahun 2005 yang berjumlah 45 orang, dan tehnik pengambilan sampel
dengan total sampling Variabel bebas dalam penelitian ini adalah kekuatan otot
tungkai dan kelentukan togok dan variabel terikat adalah kemampuan
menendang bola. Data di ambil melalui pendekatan yang menggunakan satu kali
pengumpulan data pada suatu saat. Analisis data menggunakan komputerisasi
SPSS versi 13
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Ada hubungan yang signifikan
antara kekuatan otot tungkai dengan kemampuan menendang bola , t hitung / t (p)
sebesar 0,015 kurang dari taraf signifikan � = 0,05. 2) Ada hubungan yang
signifikan antara kelentukan togok dengan kemampuan menendang bola , t hitung
/ t (p) sebesar 0,000 kurang dari taraf signifikan � = 0,05. , 3) Ada hubungan
yang signifikan secara simultan kekuatan otot tungkai dan kelentukan togok
dengan hasil servis bawah, t hitung / t (p) sebesar 0,000 kurang dari taraf
signifikan � = 0,05.
Dari hasil penelitian dapat di simpulkan bahwa 1) Ada hubungan yang
signifikan antara kekuatan otot tungkai dengan kemampuan menendang bola, 2)
Ada hubungan yang signifikan antara kelentukan togok terhadap kemampuan
menendang bola, 3) Ada hubungan yang signifikan secara simultan kekuatan otot
tungkai dan kelentukan togok dengan kemampuan menendang bola. Saran untuk
meningkatkan kemampuan bermain sepak bola dalam hal ini menendang
diperlukan latihan kekuatan otot kaki dan kelentukan togok secara rutin dan
intensif
KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SOAL TIPE HOTS PADA MATERI ALJABAR DITINJAU DARI KEMAMPUAN MATEMATIKA PADA SISWA KELAS VII MTSN 8 TULUNGAGUNG
Skripsi dengan judul “Kemampuan Pemecahan Masalah Soal Tipe HOTS Pada Materi Aljabar Ditinjau Dari Kemampuan Matematika Pada Siswa Kelas VII MTsN 8 Tulungagung” ini ditulis oleh Muhamad Irfan Avandi, NIM 126204212092, Pembimbing Dr. Musrikah, S.Pd.I., M.Pd.
Kata Kunci : Kemampuan Pemecahan Masalah, HOTS, Aljabar, Kemampuan Matematika
Kemampuan pemecahan masalah merupakan suatu cara untuk mengatasi permasalahan yang mengutamakan proses dan strategi. Dalam pembelajaran matematika, kemampuan pemecahan masalah ini dirasa sangat penting. Siswa dilatih bukan hanya untuk memahami, tetapi juga dilatih agar bisa memecahkan suatu masalah tingkat tinggi yaitu HOTS. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah siswa dalam menyelesaikan soal tipe HOTS pada materi aljabar ditinjau dari siswa yang berkemampuan matematika tinggi, berkemampuan matematika sedang, dan berkemampuan matematika rendah.
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus yang dilaksanakan di MTsN 8 Tulungagung. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Subjek penelitian ini adalah enam siswa kelas VII D MTsN 8 Tulungagung. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara berbasis tugas. Hasil data wawancara berbasis tugas selanjutnya dipaparkan dan dianalisis berdasarkan indikator pemecahan masalah dari Krulik and Rudnick.
Hasil penelitian mengenai kemampuan pemecahan masalah siswa dalam menyelesaikan soal tipe HOTS pada materi aljabar berdasarkan tingkat kemampuan matematika yaitu, siswa dengan Kemampuan Matematika Tinggi mampu memahami masalah dengan baik, menyusun rencana pemecahan masalah, dan melaksanakan rencana tersebut. Namun, mereka kesulitan dalam memeriksa kembali hasil yang diperoleh. Kemudian siswa dengan Kemampuan Matematika Sedang dapat memahami masalah dan menyusun rencana pemecahan masalah, serta melaksanakan rencana tersebut. Namun, mereka juga mengalami kesulitan dalam memeriksa kembali hasil yang diperoleh. Sedangkan siswa dengan Kemampuan Matematika Rendah, Siswa kesulitan dalam memahami masalah, menyusun rencana pemecahan masalah, dan melaksanakan rencana tersebut. Mereka juga tidak mampu memeriksa kembali hasil yang diperoleh. Secara keseluruhan, kemampuan pemecahan masalah siswa dalam menyelesaikan soal tipe HOTS pada materi aljabar masih tergolong rendah, terutama pada langkah memeriksa kembali hasil
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
UPAYA KEPOLISIAN SEKTOR BALONG DALAM MENANGGULANGI KASUS TINDAK PIDANA JUDI KARTU (REMI) DI DESA NGAMPEL KECAMATAN BALONG KABUPATEN PONOROGO
ABSTRAK Efendi, Muhamad Irfan. 2019. Upaya Kepolisian Sektor Balong Dalam Menanggulangi Kasus Tindak Pidana Judi Kartu (Remi) Di Desa Ngampel Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo. Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang, Pembimbing (1) Dr. Nuruddin Hady, S.H, M.H (2) Dr. Siti Awaliyah, S.Pd, M.Hum Kata Kunci : Upaya, Tindak Pidana, Perjudian Masyarakat melakukan perjudian untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Perjudian ini dilakukan sebagai salah satu sarana alternatif bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, meskipun berdampak negatif yang bisa merugikannya dan orang lain. Hal ini disebabkan karena adanya sifat malas dan kurangnya usaha kerja keras dari manusia tersebut. Judi merupakan kejahatan pelanggaran tindak pidana yang sangat berdampak besar bagi lingkungan sekitar. Hal tersebut tentunya membuat Kepolisian Sektor Balong untuk lebih meningkatkan perananya dalam menangkap modus perjudian yang semakin marak dan berkembang. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui: 1) Menjelaskan alasan masyarakat melakukan perjudian judi kartu di desa ngampel kecamatan balong kabupaten ponorogo. 2) Mendeskripsikan upaya kepolisian sektor balong dalam menanggulangi kasus perjudian judi kartu di desa ngampel kecamatan balong Kabupaten Ponorogo 3) Memprediksikan hambatan yang di alami oleh kepolisian sektor balong dalam menanggulangi kasus perjudian judi kartu di desa ngampel kecamatan balong kabupaten ponorogo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deksriptif.. Sumber data penelitian ini adalah: 1) AKP Haryanto selaku Kapolsek Balong, 2) AKP Susanto selaku kanit reskrim, 3) AKP Suryanto selaku Bhabinkamtibmas, 4) Siswanto selaku kepala desa Ngampel, 5) Pramono selaku sekretaris Desa Ngampel, 6) Paimin, Purwanto dan Sunarto selaku masyarakat Desa Ngampel. Data dan informasi yang didapatkan oleh peneliti menggunakan :observasi, dokumentasi, dan wawancara. Analisis data yang dilakukan dengan cara pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk pengecekan keabsahan data dengan meningkatkan ketekunan dan triangulasi. Hasil dari penelitian yang telah dilaksanakan kemudian dijabarkan sebagai berikut. Pertama. Alasan masyarakat melakukan tindak pidana perjudian yaitu 1) Hiburan, 2) Kepuasan Batin, 3) Kebiasaan atau Tradisi, 4) Rendahnya pengetahuan agama, 5) Ekonomi yang rendah. Kedua. upaya yang dilakukan Kepolisian Sektor Balong dalam menanggulangi kasus perjudian judi kartu di Desa Ngampel Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo yaitu 1) Preemtif, 2) Preventif, 3) Represif. Ketiga hambatan yang di alami oleh Kepolisian Sektor Balong dalam menanggulangi kasus perjudian judi kartu di Desa Ngampel Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo yaitu 1) sulitnya menangkap barang bukti, 2) tempat yang sulit dijangkau dan berpindah-pindah. Berdasarkan hasil penelitian maka diperoleh saran sebagai berikut: Bagi aparat Kepolisian khususnya Polsek Balong diharapkan untuk melengkapi sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh anggotanya didalam melaksanakan tugas rutinitasnya, disamping itu juga diharapkan adanya penambahan jumlah personil karena jumlah personil yang sudah ada sekarang ini sudah tidak mampu lagi untuk memback-up jumlah populasi masyarakat di wilayah Kecamatan Balong.Bagi masyarakat hendaknya lebih menyadari akan bahaya yang ditimbulkan dari bermain judi, masyrakat hendaknya juga dapat membantu, memberikan informasi mengenai adanya tindak pidana perjudian di sekitar lingkungannya kepada pihak kepolisian
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
- …
