1,721,627 research outputs found

    Muflih Mursalin's Quick Files

    No full text
    The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity

    Muflih Mursalin's Quick Files

    No full text
    The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity

    HUKUM DARAH IKAN MENURUT IMAM AN-NAWAWI DAN IMAM IBNU MUFLIH AL-MAQDISI

    Get PDF
    Penelitian ini mengkaji perbedaan pendapat antara Imam An-Nawawi dan Imam Ibnu Muflih Al-Maqdisi mengenai hukum status darah ikan dalam perspektif fiqh muqaran. Latar belakang penelitian ini adalah adanya perbedaan interpretasi terhadap nash-nash syariat yang berkaitan dengan kehalalan makanan laut, khususnya darah ikan. Rumusan masalah penelitian mencakup pendapat dan argumentasi kedua imam, analisis terhadap pendapat mereka, serta analisa fiqh muqaran atas perbedaan pendapat tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hukum status darah ikan menurut Imam An-Nawawi dan Imam Ibnu Muflih Al-Maqdisi, memahami landasan hukum yang mereka gunakan, serta menganalisis perbedaan pemikiran antara keduanya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif berbasis kepustakaan (library research), dengan menggunakan sumber primer berupa kitab Al-Majmu' Syarah al Muhadzab karya Imam An-Nawawi dan kitab Al Furu' karya Imam Ibnu Muflih Al-Maqdisi, serta sumber-sumber sekunder lainnya yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Imam An-Nawawi berpendapat darah ikan adalah haram jika dikonsumsi dan najis jika tersentuh, berdasarkan interpretasi umum terhadap ayat Al-Qur'an Surah Al-Maidah ayat 3 yang mengharamkan darah dan prinsip kehati-hatian dalam hukum Islam. Sementara itu, Imam Ibnu Muflih Al-Maqdisi berpendapat bahwa darah ikan adalah halal maupun suci, berdasarkan keumuman ayat yang menghalalkan makanan laut dan prinsip kemudahan dalam syariat Islam. Analisis terhadap kedua pendapat ini mengungkapkan perbedaan metodologi istinbath hukum, di mana An-Nawawi cenderung menggunakan pendekatan tekstual dan lebih berhati-hati, sedangkan Ibnu Muflih menggunakan pendekatan kontekstual dan lebih mempertimbangkan aspek kemudahan bagi umat. Kata Kunci : Imam An-Nawawi, Imam Ibnu Muflih, Hukum Darah Ikan

    Muflih Mursalin's Quick Files

    No full text
    The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity

    Dasar penetapan mahru mitsli menurut Ali Al-Qari al-Hanafiy dan Burhanudin Ibn Muflih al-Hanbaliy

    Get PDF
    Penelitian ini berawal dari sebuah pemikiran ulama yaitu Ali Al-Qori bermadzhab Hanafi dan Burhanudin Ibn Muflih yang bermadzhab Hanbali ,keduanya memiliki metode berbeda-beda dalam berijtihad untuk menentukan suatu Hukum.Ali al-Qari menggunakan metode yang bercorak madzhab Hanafi yaitu metode pengkajian terhadapAl-Qur’an, as-sunah dan atsar-atsar yang shohih dan masyhur dianatara para ulama yang ahli, fatwa-fatwa sahabat, Ijma,Qiyas,Istihsan,al-‘Urf. Sedangkan Burhanudin ibn Muflih menggunakan metode pengkajian Nushus (Al-Qur’an, As-Sunnah, dan Nash ijma), fatwa-fatwa sahabat,hadits-hadits mrsal dan dhoif, qiyas,istihsan, sadd adz-dzarai,istihsab,al-mashlahat al-mursalahat. Peneliti mengasumsikan bahwa perbedaan yang muncul dari Ali Al-Qori dan Burhanuddin ibn Muflih ini dilatarbelakangi oleh metode istimbath hukumnya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pendapat Ali Al-qari Al-Hanafi dan Burhanudin Ibn Muflih Al-hanbaliy tentang mahar mitsil dan dasar hukum yang digunakannya dalam suatu pernikahan. Kerangka pemikiran dalam penenlitian ini yaitu menggunakan teori Perbandingan madzhab (Muqaranatul Mazhabi), membandingan anatara dua tokoh islam yang berbeda pendapat untuk dicari pendapat mana yang lebih kuat, disamping itu penulis menggunakan kaidah ushul fiqh mashlahah al-urf, yaitu ditinjau dari segi kemasalahatannya suatu kebiasaan dan kemadharatannya. Jenis penelitian dalam penulisan ini yaitu penelitian kualitatif. Metode yang dipakai adalah deskripsitf analitik dengan pendekatan komparatif. Penelitian ini merupakan penlitian kepustakaan dengan data primernya kitab Al-Mirqat mafatih dan Al-Mubdi fi syarh Muqni, data sekundernya itu dari kitab-kitab,buku-buku dan tulisan-tulisan yang berhubungan dengan penelitian ini, setelahh terkumpul dianalisis. Analisis ini dilakukan untuk membandingakan persamaan dan perbedaan dalam konsep mahar mitsil kemudian dibandingkan dengan istimbath hukum yang mereka gunakan. Hasil analisis menunjukkan bahwa permasalahan mahar khususnya mahar mitsil dalam pernikahan, Ali Al-Qori Al-Hanafi dan Burhanudin Ibn Mulih Al-Hanbaliy berbeda pendaapat dalam hal itu, Ali Al-Qori Al-Hanafi berpendapat bahwa mahar mitsil itu diserupakan kepada saudara-saudara perempuan dari pihak ayah tidak dari ibu,jika tidak ditemukan dari pihak ayah, maka diserupakan dengan perempuan yang sama dari segi kekayaannya,kecantikannya,status sosialnya. Berbeda dengan pendapat Burhanudin Ibn Muflih yang berpendapat bahwa mahar mitsil ini diserupakan dengan saudara-saudara dari pihak ayah,seperti bibi,dan seterusnya jika tidak ada maka cari dari pihak ibu, jika masih tidak ada maka cari di sekitar yang dekat dan menyerupai dari segi kekayaan ,kecerdasan, kecandikan, kegadisanny

    PENGGUNAAN SMARTPHONE DAN INTERAKSI SOSIAL PADA REMAJA DI SMA NEGERI I KALASAN SLEMAN YOGYAKARTA

    Get PDF
    ABSTRAKPenggunaan smartphone yang lama berakibat ketergantungan dan berdampak pada interaksi sosial yang kurang. Wawancara 6 siswa SMA N 1 Kalasan Sleman Yogyakarta mengatakan lebih senang menggunakan smartphone dari pada mengobrol dengan teman-temannya, menggunakan saat jam istirahat selama 10 menit untuk membuka sosial media dan game, saat dirumah menggunakan smartphone lebih sering durasi 2-3 jam. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui adanya hubungan antara penggunaan smartphone dengan tingkat ketergantungan smartphone dan adanya hubungan antara tingkat ketergantungan smartphone dengan interaksi sosial pada remaja di SMA Negeri 1 Kalasan Sleman Yogyakarta. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan metode crossectional. Data diambil pada tanggal 1-31 Mei 2015 dengan responden penelitian remaja kelas 1 dan 2 sejumlah 207 siswa di SMAN 1 Kalasan Sleman Yogyakarta. Analisis bivariat menggunakan chi-square. Hasil penelitian didapatkan bahwa penggunaan smartphone sebagian besar kurang baik sebanyak 121 (58,5%), tingkat ketergantungan sebagian besar rendah sebanyak 112 (54,1%), interasi sosial sebagian besar baik sebanyak 107 (51,7%). Penggunaan smartphone berhubungan signifikan terjadinya tingkat ketergantungan pada remaja (p value 0,004) dan tingkat ketergantungan smartphone berhubungan signifikan dengan interaksi sosial pada remaja (p value 0,000; OR 2,838). Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan signifkan antara penggunaan smartphone dengan tingkat ketergantungan smartphone dan adanya hubungan signifikan antara tingkat ketergantungan smartphone dengan interaksi sosial pada remaja di SMA Negeri 1 Kalasan Sleman Yogyakarta.Kata Kunci: Interaksi sosial, Smartphone, Remaja.ABSTRACTThe prolonged use of smartphones may cause addiction and lead to negative social interaction. Interview with 6 students of SMAN I Kalasan sleman revealed that they preferred to engage with smartphones to hanging out with their friends. They used the 10-minute break time to access social media and games, and spend 2-3 hours a day at home using smartphones. Objective this reseach is to investigate the correlation between students use and dependence on smartphones and than the correlation between students dependence on smartphones and social interaction in SMAN I Kalasan Sleman Yogyakarta. The research was a quantitative research with cross sectional method. Data was taken from 1 to 31 May 2015 and the respondents were 207 first and second grade students of SMAN I Kalasan Sleman Yogyakarta. The bivariate analysis was done using Chi-square. The results of this research found that the use of smartphones in 121 teenagers (58.5%) was categorized as not good. Most of the students had low dependency on smartphones, found in 112 students (54.1%), while the social interaction was considered as good, i.e. 107 (51.7%). The correlation between the students use and dependence on smartphones (p value 0.004) and than The correlation between the students dependence on smartphones and social interaction in SMAN I Kalasan Sleman Yogyakarta (p value 0.000; OR 2.838). The conclusion of this research found that there was a significant correlation between students use and dependence on smartphones and than there was a significant correlation between students dependence on smartphones and social interaction in SMAN I Kalasan Sleman Yogyakarta.Keywords: Social Interaction, Smartphone, Students

    Komunikasi Organisasi (Studi Kasus Gaya Komunikasi Ketua Humanikom Muh Fauzi Muflih)

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Gaya Komunikasi Ketua HUMANIKOM Muh Fauzi Muflih. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara terhadap sejumlah informan dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gaya Komunikasi Ketua HUMANIKOM Muh Fauzi Muflih dalam pelaksanaannya dikatakan sudah baik. Hal tersebut dikarenakan beberapa indikator yang digunakan yaitu (1) The Controlling Style (Gaya Pengontrol), gaya kepemimpinan yang diterapkan ketua Umum sangat aktif dalam melakukan pengontrolan serta pengawasan. (2) The Equalitarian Style (Gaya Persamaan), menerapkan agar lebih mengakrabkan semua pengurus dengan cara merangkul seperti halnya saudara dan keluarga. (3) The Structuring Style (Gaya Penataan), Ketua Umum bersifat transparan terhadap pengurus karena didalam kepengurusan HUMANIKOM memiliki agenda rapat rutin. (4) The relinguishing style (Gaya Pelepasan), Ketua Umum lebih bersifat demokratis. (5) The Dynamic Style (Gaya Dinamis), Ketua Umum selalu mengingatkan dalam mengemban jabatan yang diberikan untuk bertanggungjawab. (6) The Withdrawal Style (Gaya Penarikan), Gaya komunikasi yang diterapkan oleh ketua HUMANIKOM saat menyelesaikan konflik adalah dengan menggunakan gaya komunikasi yang sedikit manipulatif untuk merangkul

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Pengaruh Keharmonisan Keluarga terhadap Moralitas Remaja di kota Makassar

    Get PDF
    ABSTRAK Muflih Wahid Hamid. 2015. Pengaruh Keharmonisan Keluarga terhadap Moralitas Remaja di kota Makassar. Skripsi Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keharmonisan keluarga terhadap moralitas remaja di kota Makassar. Subyek penelitian ini adalah siswa SMAN 5 Makassar, dengan jumlah 67 orang, namun yang sesuai dengan karakteristik penelitian hanya 45 subjek. Pengambilan sampel menggunakan teknik incidental sampling dengan karakteristik subyek (1) remaja berusia 16-18 tahun, (2) memiliki orangtua yang masih lengkap (keduanya masih hidup atau tidak bercerai). Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala keharmonisan keluarga dan skala moralitas. Kedua skala ini menggunakan model skala Likert yang terdiri dari 4 alternatif jawaban, sedangkan model analisis data yang digunakan menggunakan analisis regresi. Berdasarkan hasil analisis regresi tersebut maka hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini dapat diterima, yakni ada pengaruh keharmonisan keluarga terhadap moralitas remaja di kota Makassar. Nilai r adalah 0,461 dengan taraf signifikasi atau (p) sebesar 0,001. Sedangkan sumbangan efektif keharmonisan keluarga terhadap moralitas remaja di kota Makassar yaitu sebesar 21,2%. Kata kunci: remaja, moralitas, keharmonisan keluarga   ABSTRACT Muflih Wahid Hamid. 2015. The Influence of Family Harmony towards Adolescent Morality in Makassar City. Thesis – Faculty of Psychology, The State University of Makassar. Supervisors (1) Eva Meizara Puspita Dewi., (2) Faradilah Firdaus. This research aimed at finding out the influence of family harmony towards adolescent morality in Makassar city. The subject of this research is the students of SMAN 5 Makassar consisted of 65 students, but the scales which are suitable with determined characters are only 45 students. This research applied incidental sampling technique whose subject characters (1) adolescent aged 16 to 18 years old, (2) having complete parents (both still alive or not divorce). To collect the data, the researcher used family harmony scale and morality scale. Both scale used Likert scale consisted 4 alternative options, while data analysis model used regression analysis. Based on the result of regression analysis, proposed hypothesis in this research is accepted, meaning that there is influence of family harmony towards adolescent morality in Makassar city. R value is 0,461 with level of significance or (p) is 0,001. While effective contribution of family harmony towards adolescent morality in Makassar city is 21.2%. Key words: adolescent, morality, family harmony
    corecore