Idea Nursing Journal
Not a member yet
    388 research outputs found

    Gambaran Budaya Keselamatan Pasien di Rumah Sakit Umum Meutia Banda Aceh

    No full text
    Budaya keselamatan pasien dirumah sakit diterapkan untuk meningkatkan kesadaran dalam mencegah terjadinya insiden dan menciptakan rumah sakit tempat yang aman untuk kesembuhan pasien. Jenis penelitian ini descriptive research dengan desain cross sectional study. Sampel penelitian dengan jumlah 47 responden, dengan teknik accidental sampling dan data penelitian diperoleh dari kuesioner yang dibagikan kepada responden. Alat pengumpulan data yang digunakan berupa kuesioner baku (HSPSC) yang dikembangkan oleh Agency for Healthcare Research and Quality (AHRQ, 2019). Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran budaya keselamatan pasien berada pada kategori baik (76,08%) yang terbagi dalam 10 dimensi, yaitu kerjasama tim berada pada kategori baik (88,14% ); kepegawaian dan kecepatan kerja berada pada kategori sedang (63,55 %); pembelajaran organisasi untuk perbaikan berkelanjutan berada pada kategori baik (88,08%); respon ketika terjadi kesalahan berada pada kategori baik (66,23%); supervisor mendukung keselamatan pasien berada pada kategori baik (80,77%); komunikasi tentang terjadinya kesalahan berada pada kategori baik (86,01%); keterbukaan komunikasi berada pada kategori baik (85,67%); jumlah laporan insiden berada pada kategori sedang (52,67%); manajemen rumah sakit mendukung keselamatan pasien berada pada kategori baik (80,50%); pergantian tugas dan pertukaran informasi berada pada kategori baik (69.26%). Dengan ini diharapkan pihak manajemen rumah sakit dapat mempertahankan budaya keselamatan pasien dan meningkatkan motivasi pegawai dalam melaporkan setiap insiden dengan membuat sistem pelaporan yang mudah diakses dan aman

    ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN COMMUNITY ACQUIRED PNEUMONIA DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH

    No full text
    Community acquured pneumonia tetap menjadi salah satu penyakit menular yang paling umum, yang menyebabkan tingkat kematian dan morbiditas yang cukup besar. Pneumonia yang didapatkan di komunitas sangat penting memerlukan penanganan yang efektif untuk mencapai hasil klinis yang menguntungkan. Oleh karena itu tujuan dari penulisan karya ilmiah akhir ini adalah memberikan asuhan keperawatan pada pasien dengan penyakit community acquured pneumo di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Hasil pengkajian pasien mengalami dispnea, nyeri dada saat batuk, demam, penurunan nafsu makan, penurunan berat badan, keringat malam. Masalah keperawatan yang didapatkan berupa bersihan jalan napas tidak efektif, gangguan pertukaran gas, defisit nutrisi. Intervensi utama yang diberikan adalah mengajarkan batuk efektif, melakukan fisioterapi dada, pemberian posisi semifowler, pemberian teknik relakasi benson, pemberian makanan tinggi kalori dan tinggi protein dan pemberian terapi farmakologi. Dari intervensi yang sudah diberikan didapatkan pasien dapat melakukan teknik batuk efektif, pasien dapat mempraktekan fisioterapi dada dibantu keluarga, pasien merasa nyaman ketika diberikan posisi semifowler, pasien dapat menerapkan teknik relaksasi benson dan nafsu makan pasien bertambah. Diharapkan pasien dengan pneumonia dapat rutin menerapkan teknik batuk efektif, melakukan fisioterapi dada dan menjalani terapi pengobatan

    GAMBARAN TINGKAT STRES PADA LANSIA HIPERTENSI DI KOTA BANDA ACEH

    No full text
    Stres merupakan hal yang sangat berpengaruh terhadap peningkatan tekanan darah serta merupakan faktor terjadinya hipertensi. Hubungan antara stres dan hipertensi primer oleh aktivitas saraf simpatis yang dapat meningkatkan tekanan darah yang intermitten . Adanya masalah ini, maka penggunaan strategi koping Problem Focused Coping (PFC) maupun Emotional Focused Coping (EFC) diperlukan untuk mengurangi stress. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat stresss dan mengidentifikasi gambaran manajemen stress pada lansia dengan hipertensi di kota Banda Aceh. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Responden berjumlah 192 orang yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Depression Anxienty Stress Scale (DASS) dan The Ways of Coping Questionnaire Revised (WOCQ). Analisa data menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan gambaran tingkat stress pada lansia hipertensi di kota Banda Aceh berada pada kategori normal yaitu 186 responden (96,9%) dan hasil manajemen stres (85,9%) lansia menggunakan Problem Focused Coping (PFC) dengan domain yang paling sering digunakan yaitu planful problem dan (14,1%) lansia menggunakan EFC dengan domain yang sering digunakan seeking social support,accepting responsibility dan positive reappraisal. Direkomendasikan kepada masyarakat dan tenaga kesehatan untuk meningkatkan upaya manajemen stres kepada lanjut usia seperti melakukan aktivitas fisik yang cukup seperti senam lansia

    EFEKTIFITAS TERAPI RANGE OF MOTION (ROM) UNTUK MENINGKATKAN KEKUATAN OTOT PADA LANSIA POST STROKE

    No full text
    Stroke disebabkan oleh penurunan suplai darah dan oksigen ke otak yang dapat menyebabkan sistem saraf terhenti, rusak, bahkan mengalami kematian sehingga organ tubuh yang terkait dengan sistem saraf tersebut akan sulit digerakkan. Tujuan dari case study ini adalah untuk mengetahui efektifitas ROM (Range of Motion) terhadap kekuatan otot pada klien post stroke. Berdasarkan pengkajian yang dilakukan pada Tn. R selama 3 hari didapatkan bahwa Tn. R mengalami stroke berulang pada 2019 dan April 2024.Tn. R berbicara pelo, mengalami kelemahan pada anggota gerak bagian kiri. Diagnosa keperawatan pada Tn. R adalah gangguan mobilitas fisik. Implementasi keperawatan yang diberikan pada Tn. R adalah latihan rentang gerak atau ROM (Range of Motion) selama 10 hari. Hasil evaluasi yang dilakukan pada tanggal 14 Mei 2024 didapatkan Tn. R mengatakan sudah bisa menggerakkan tangan dan kaki kirinya, kekakuan pada anggota geraknya sudah berkurang dan keluarga mengatakan terjadi peningkatan kemampuan pada anggota gerak bagian kiri setelah diberikan latihan rentang geraka atau ROM (Range of Motion). Hasil evaluasi skala kekuatan otot Tn.R juga memiliki peningkatan yang sebelumnya adalah 1 pada seluruh anggota ekstremitas kiri menjadi 3321 pada ektremitas kiri Tn. R. Disarankan kepada keluarga dan klien agar dapat melanjutkan intervensi keperawatan yang sudah diberikan secara mandiri. Kata Kunci : Lansia, stroke, gangguan mobilitas fisikStroke is caused by a decrease in the supply of blood and oxygen to the brain, which can lead to the cessation, damage, or even death of the nervous system, resulting in difficulty moving body parts associated with the affected nervous system. The purpose of this study was to determine the effectiveness of ROM (ramge of motion) on muscle strength in stroke patien. The aim of this final scientific work is to report nursing care for the elderly with stroke problems using a case study method. Based on the assessment conducted on Mr. R over three days, it was found that Mr. R experienced recurrent strokes in 2019 and April 2024. Mr. R had slurred speech and weakness in his left limbs. The nursing diagnosis for Mr. R was physical mobility impairment. The nursing intervention provided to Mr. R was Range of Motion (ROM) exercises for 10 days. The evaluation on May 14, 2024, showed that Mr. R reported being able to move his left hand and foot, with reduced stiffness in his limbs. His family also noted an improvement in the movement of his left limbs after the ROM exercises. The evaluation of Mr. R's muscle strength scale also showed an improvement from 1 in all left extremities to 3, 3, 2, and 1 in the left extremities. It is recommended for the family and the client to continue the nursing interventions independently. Keyword : Elderly, stroke, physical mobility impairmen

    SIKAP PERAWAT TERHADAP END OF LIFE DI INTENSIVE CARE UNIT RSUD dr. ZAINOEL ABIDIN

    No full text
    Perawat memiliki peran signifikan dalam merawat pasien end of life. Sikap perawat berkontribusi sangat besar dalam mempertahankan kualitas asuhan pada pasien end of life. Banyak hal yang dialami perawat saat memberikan perawatan end of life diantaranya, tekanan mental dan perasaan tidak nyaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sikap perawat terhadap end of life di intensive care unit RSUD dr. Zainoel Abidin. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain descriptive survey. Metode pengumpulan data Cross sectional. Sampel penelitian 111 perawat intensive care diperoleh dengan teknik consecutive sampling. Alat ukur adalah kuesioner form A Frommelt Attitude Toward Careof the Dying Scale (FATCOD). Hasil penelitian menjelaskan bahwa 95 (85,6%) perawat memiliki sikap positif dan 16 (14,4 %) perawat memiliki sikap negatif dalam menghadapi pasien end of life. Data penelitian ini dapat menjadi data dasar untuk pengembangan kualitas perawat di intensive care unit khususnya pada perawatan end of life.Kata Kunci : End of life, FATCOT form A, ICU, Sika

    INISIASI PENGEMBANGAN APLIKASI PEMESANAN LAYANAN KEPERAWATAN BERBASIS WEBSITE

    No full text
    Institusi layanan kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas tidak memperbolehkan pasien untuk tinggal selamanya dan harus dipulangkan saat kondisi sudah mulai membaik atau masa rawat sudah habis. Pasien dengan kondisi penyakit yang kronis atau butuh perawatan jangka panjang akan memerlukan perawatan lanjutan di rumah. Dengan kebutuhan akan perawatan lanjutan, pasien dan keluarga akan mencari informasi mengenai institusi yang menyediakan layanan kesehatan di rumah seperti di internet. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas aplikasi pemesana layanan kesehatan berbasiswebsite. Desain penelitian ini menggunakan desain Deskriptif Kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah Penambahan populas504 mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala dengan sampel berjumlag 223 orang dengan metode insidental sampling. Penelitan ini menggunakan kuesioner USE(Usefulness, Satisfaction, and Ease of use)dikembangkan oleh Lund 2001 yang terdiri dari 4 subvariabel 1)Usefulness2) Ease of Use3)Ease of Learning4)Satisfaction. Data penelitian dianalisis menggunakan software komputer. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwawebsitepemesanan layanan kesehatan dikategorikan Sangat Layak dengan persentase 53,4% untuk digunakan. Diharapkan kepada peneliti selanjutnya agar dapat meneliti lebih lanjut lanjut mengenai aplikasi pemesanan layanan kesehatan berbasiswebsiteagarwebsiteini dapat disempurnakan

    HUBUNGAN PENGETAHUN DAN STATUS PEKERJAAN IBU DENGAN MOTIVASI PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI PUSKESMAS KOTA BANDA ACEH

    No full text
    Pengetahuan danstatus pekerjaan ibu menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi ibu dalam memberikan ASI Eksklusif. motivasi ibu yang rendah merupakan salah satu faktor ibu tidak memberikan ASI secara Eksklusif kepada bayinya. Status pekerjaan ibu juga menjadi salah satu faktor penghambat ASI eksklusif karena ibu yang berkerja memiliki tantangan tersendiri dalam memberikan ASI Eksklusif terutama terkait dengan masa cuti kerja. Sedangkan ibu yang tidak bekerja juga memiliki kendala lain dalam memberikan ASI yang di pengaruhi oleh pengetahuan dan motivasi. Tujuan umum hubungan pengetahuan dan status pekerjaan ibu dengan motivasi pemberin ASI Eksklusif di puskesmas kota banda aceh. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional study.Dengan populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi usia 6 -11 bulan Sebanyak 101 orang. Dengan total sampe yang di ambil dengan tehnik total samplingsebanyak 101 orang instumen dalam penelitian ini adalah dengan membagikan kuesioner pengetahuan dengan 17 pernyataan dengan nilai validitas 0,378 dan kuesioner motivasi dengan 11 pernyataan dengan nilai validitas 0,378 yang dibagikan kepada responden. Hasil penelitian menujukan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan motivasi ibu dengan nilai p-value 0,000 dan juga hubungan antara status pekerjaan ibu dengan motivasi dengan inilai p-value0,009.Rekomendasi penelitian diharapkan kepada ibu untuk meningkatkan pengetahuan tentang ASI Eksklusi

    ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY.K DENGAN KETUBAN PECAH DINI (KPD) DAN JANIN INTRA UTERINE FETAL DEATH (IUFD) DI RUANG BERSALIN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH

    No full text
    Ketuban pecah dini (KPD) terjadi antara 5-10% pada seluruh kehamilan. KPD mempersulit 8-10% kehamilan dan berakibat buruk pada ibu serta bayi. Pasien yang mengalami KPD berpotensi mengalami infeksi yang berat bahkan fetus/neonatus akan berada pada resiko morbiditas dan mortilitas yang lebih besar dibanding ibunya hingga 47,9%, salah satu permasalahan yang terjadi akibat KPD yang tidak ditangani lama adalah Intrauterine Fetal Death (IUFD) adalah kematian janin yang terjadi setelah usia kehamilan 20 minggu dan janin sudah mencapai ukuran 50gram atau lebih. Tujuan studi kasus ini untuk menerapkan asuhan keperawatan pada Ny. K dengan KPD dan janin IUFD. Metode yang digunakan dalam karya ilmiah ini adalah study kasus pada Ny. K dengan KPD dan janin IUFD di ruang bersalin RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Diagnosa keperawatan yang muncul pada kasus diatas antara lain risiko cedera pada ibu, gangguan rasa nyaman, nyeri melahirkan, risiko perdarahan, ketidak nyamanan pascapartum dan risiko infeksi. Intervensi sesuai Evidence Based Practice (EBP) yang diberikan yaitu memberikan edukasi mengenai terapi relaksasi napas dalam dan pemberian aromaterapi lavender, memberikan Pendidikan Kesehatan mengenai perawatan perineal hygiene dan edukasi nutrisi yang mengandung protein untuk mempercepat penyembuhan luka. Hasil evaluasi selama 1 hari rawatan menunjukkan bahwa nyeri yang dirasakan hilang, tidak terdapat tanda dan gejala perdarahan yang abnormal, dan tidak terdapat tanda-tanda terjadinya infeksi pada luka episiotomy. Disarankan kepada perawat untuk meningkatkan pelayanan antenatal care kepada pasien untuk mendeteksi komplikasi yang terjadi dari prenatal hingga postpartum khususnya pada pasien KPD.Kata kunci : Asuhan Keperawatan, Ketuban Pecah Dini (KPD), Intra Uterine Fetal Death (IUFD)Premature rupture of membranes (PROM) regularly occurs between 5-10% of all pregnancies. PROM complicates 8-10% of pregnancies and has adverse effects on both mother and baby. A patient having PROM has the potential to be infected and even the fetus/neonate will be at greater risk of morbidity and mortality than the mother up to 47.9%. One of the problems occurring due to PROM which is not treated for a long time is Intrauterine Fetal Death (IUFD) which means the death of a fetus that occurs after 20 weeks of pregnancy and the fetus has reached a size of 50 grams or more. In this case study, it aimed to administer nursing care to Mrs. K with PROM and an IUFD fetus. The method used was a case study on Mrs. K with PROM and an IUFD fetus in the delivery room of Dr. Zainoel Abidin Hospital Banda Aceh. Nursing diagnoses emerged in the case included the risk of injury to the mother, impaired comfort, labor pain, risk of bleeding, postpartum discomfort and risk of infection. The interventions according to Evidence Based Practice (EBP) provided include educating on deep breathing relaxation therapy and lavender aromatherapy, providing Health Education on perineal hygiene care and nutrition education containing protein to accelerate wound healing. The results of the evaluation during 1 day of treatment showed that the pain felt disappeared, there were no signs and symptoms of abnormal bleeding, and there were no signs of infection in the episiotomy wound. It is recommended that nurses improve antenatal care services to patients to detect complications that occur from prenatal to postpartum, particularly in PROM patients.Keywords: Nursing Care, Premature Rupture of Membranes (PROM), IUFDReading List: 9 textbooks + 27 Journal Articles + 10 Online Sources (2013-2023

    SELF EFFICACY MANAJEMEN DIABETES MELLITUS PADA PESERTA PROLANIS DI KOTA BANDA ACEH

    Full text link
    Diabetes mellitus merupakan penyakit tidak menular yang membutuhkan adanya perubahan perilaku pada penderitanya. Salah satu faktor yang dibutukan dalam perubahan perilaku adalah dengan memiliki self-efficacy yang tinggi. Self-efficacy diperlukan untuk meningkatkan hasil manajemen diabetes dalam mengontrol kadar gula darah dengan baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran self-efficacy manajemen penderita diabetes mellitus pada peserta program prolanis di Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel pada penelitian ini yaitu peserta program prolanis penderita diabetes mellitus yang berjumlah 100 penderita di salah satu Puskesmas di Kota Banda Aceh. Teknik pengambilan sampel yaitu dengan menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Diabetes Management Self-Efficacy Scale (DMSES). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 85% penderita diabetes mellitus berada pada kategori self-efficacy tinggi dan 15% penderita diabetes mellitus kategori self-efficacy rendah. Dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden sudah memiiki self-efficacy manajemen Diabetes Mellitus yang tinggi. Hal ini diasumsikan sebagai hasil dari Pendidikan kesehatan yang merupakan bagian dari program prolanis yang telah dijalankan. Diharapkan kepada Puskesmas agar dapat mempertahankan optimalisasi program prolanis guna meningkatkan self-efficacy manajemen pada penderita diabetes mellitus dalam masyarakat

    ASUHAN KEPERAWATAN PADA IBU HAMIL DENGAN KEKURANGAN ENERGI KRONIK (KEK) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KUTA BARO

    No full text
    ABSTRAKIbu hamil yang menderita Kekurangan Energi Kronik (KEK) memiliki risiko yang lebih besar untuk melahirkan bayi dengan BBLR, kematiaan saat persalinan serta pendarahan. Prevalensi masalah KEK di Indonesia cukup tinggi yaitu 17,3% yang ditandai dengan LILA 23,5 cm. Tujuan studi kasus ini untuk menerapkan asuhan keperawatan pada Ny. IF dengan Kekurangan Energi Kronik (KEK) di wilayah kerja Puskesmas Kuta Baro. Metode penelitian yang digunakan yaitu case study. Masalah keperawatan yang muncul pada kasus ini meliputi perfusi perifer tidak efektif, defisit nutrisi, gangguan rasa nyaman dan ansietas. Intervensi utama yang diberikan yaitu monitor tanda-tanda vital, identifikasi sirkulasi perifer, pendidikan kesehatan terkait makanan yang mengandung zat besi seperti buah bit dan jambu biji, edukasi terkait makanan tinggi kalori dan protein serta menganjurkan untuk makan sedikit tapi sering untuk meningkatkan frekuensi makan, edukasi dan demonstrasi massage effleurage, dan melatih teknik relaksasi melalui terapi murratal Al-Quran untuk mengurangi ansietas. Hasil evaluasi selama 4 hari rawatan didapatkan risiko perfusi perifer tidak efektif dan defisit nutrisi tidak teratasi serta gangguan rasa nyaman dan ansietas dapat teratasi. Disarankan kepada perawat untuk menjadikan laporan ini sebagai salah satu sumber rujukan dalam menerapkan asuhan keperawatan pada ibu hamil dengan KEK.Kata Kunci : Asuhan Keperawatan, Ibu Hamil, Kekurangan Energi KronikABSTRACTChronic Energy Deficiency (CED) is a condition where pregnant women experience prolonged and chronic malnutrition due to an imbalance in nutrient intake, resulting in inadequate nutrition. Pregnant women suffering from Chronic Energy Deficiency (CED) are at greater risk of giving birth to babies with Low Birth Weight (LBW), death during childbirth, and hemorrhage. The prevalence of CED issues in Indonesia is quite high at 17.3%, characterized by Mid-Upper Arm Circumference (MUAC) 23.5 cm. The aim of this case study is to apply nursing care to Mrs. IF with Chronic Energy Deficiency (CED) in the working area of Kuta Baro Health Center. Nursing problems that arise in this case include ineffective peripheral perfusion, nutritional deficit, discomfort, and anxiety. The main interventions provided are monitoring vital signs, identifying peripheral circulation, health education regarding iron-rich foods such as beets and guava seeds, education on high-calorie and protein foods, and recommending eating small but frequent meals to increase eating frequency, education and demonstration of effleurage massage, and training in relaxation techniques through Quranic recitation therapy to reduce anxiety. The evaluation results during 4 days of treatment found ineffective peripheral perfusion risk and unmet nutritional deficits and discomfort and anxiety disorders could be resolved.Keyword : Nursing Care, Pregnant Women, Chronic Energy Deficienc

    280

    full texts

    388

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Idea Nursing Journal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇