Idea Nursing Journal
Not a member yet
    388 research outputs found

    Gambaran Kesulitan Makan Pada Anak Balita Di Wilayah Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar

    No full text
    Kesulitan Nafsu Makan merupakan prilaku yang sering di jumpai pada anak terutama pada balita hal ini mempengaruhi status nutrisi, pertumbuhan dan perkembangan anak. Ketidakcukupan nutrisi dan ketidakseimbangan gizi dapat berdampak terhadap penurunan berat badan, gangguan tumbuh kembang, penurunan tingkat kecerdasan, berat badan kurang dan rentan terhadap penyakit. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran gangguan kesulitan makan anak balita di pukesmas Krueng Barona Jaya Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif menggunakan cross sectional study. Populasi penelitian ini adalah ibu yang mempunyai balita berjumlah 505 dengan sampel sebanyak 91 responden. Tekhnik pengambilan sampel dengan metode purposive sampling yaitu simple random sampling. Instrumen yang di gunakan adalah kuesioner yang di susun oleh peneliti untuk melihat gambaran gangguan kesulitan makan pada anak balita. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gangguan kesulitan makan balita pada kategori tinggi sebanyak 59 orang (64,8%), dan gangguan kesulitan makan balita pada kategori rendah sebanyak 32 orang (35,2%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah mayoritas balita di wilayah kerja puskesmas Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar memiliki gangguan kesulitan makan yang tinggi. Perlu upaya peningkatan pemahaman atau pengetahuan orang tua tentang gangguan gangguan yang membuat anak sulit makan

    GAMBARAN KESEHATAN MENTAL PADA LANSIA DENGAN NYERI KRONIS DI KOTA BANDA ACEH

    No full text
    Nyeri kronis merupakan salah satu gejala yang muncul akibat dari proses penuaan. Rasa nyeri yang terjadi pada lansia akan berpengaruh terhadap kesehatan mental. Lansia dengan nyeri kronik tidak mampu melakukan aktivitas sehari-hari dengan baik, kurangnya interaksi sosial, keterbatasan dalam melakukan pekerjaan disebabkan nyeri yang dirasakan, nyeri kronik pada lansia akan mempengaruhi hidup si penderita. Lansia dengan dengan nyeri kronis akan merasa lebih kesepian, sedih, dan mudah lelah dibandingkan lansia tanpa nyeri kronis. Nyeri kronis yang mengganggu dalam melakukan aktivitas, gerak dan kerja dalam kehidupan sehari-hari akan menimbulkan frustasi yang berkaitan dengan kesehatan mental seseorang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kesehatan mental pada lansia dengan nyeri kronis di Kota Banda Aceh. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan menggunakan metode pendekatan pendekatan cross sectional study. Teknik pengambilan sample adalah non probability sampling menggunakan teknik proposional purposive sampling dengan jumlah sample sebanyak 389 lansia dengan nyeri kroni di Kota Banda Aceh. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner General Health Questionnaire-12 (GHQ-12). Hasil penelitian diperoleh kesehatan mental pada lansia nyeri kronis berada pada tekanan psikologik yang cukup yaitu 135 lansia (34%). Diharapkan kepada lansia untuk lebih aktif dalam melakukan kegiatan-kegiatan untuk menghindari akan kesepian sehingga kesehatan mental dapat membaik, dan diharapkan pula untuk petugas kesehatan dapat lebih mendukung para lansia dalam mengatasi masalah-masalah kesehatan lansia

    Asuhan Keperawatan pada Ny. M dengan Post Partum Sectio Caesarea dengan Indikasi Pre-Eklampsia Berat (PEB)

    Full text link
    oai:jurnal.usk.ac.id:article/40825Pre-eklampsia adalah gangguan multisistem yang biasanya mempengaruhi ibu dan secara global merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas ibu. Estimasi WHO menyatakan pre-eklampsia lebih banyak terjadi di negara-negara berkembang. Prevalensi pre-eklampsia di negara berkembang berkisar antara 1,8-16,7% setiap tahun. Pre-eklampsia dapat menyebabkan kematian pada ibu saat persalinan komplikasi yang terjadi mulai periode kehamilan sampai pasca persalinan. Tujuan studi kasus ini untuk menerapkan asuhan keperawatan pada Ny. M dengan post-partum section caesarea dengan indikasi pre-eklampsia. Metode yang digunakan pada studi kasus ini yaitu case report yang dilakukan melalui rangkaian proses asuhan keperawatan berupa pengkajian, perumusan masalah keperawatan, merencanakan intervensi, mengimplementasikan intervensi, dan yang terakhir melakukan evaluasi keperawatan. Subjek studi pada studi kasus ini yaitu pasien post partum sectio caesarea dengan indikasi pre-eklampsia berat (PEB) yang dirawat di RSUD dr. Zainoel Abidin. Risiko perfusi serebral tidak efektif, nyeri akut, ansietas, menyusui tidak efektif, defisit pengetahuan, dan risiko infeksi merupakan diagnosa keperawatan yang diangkat. Pemantauan TTV dan pemberian elevasi 30 pada risiko perfusi serebral tidak efektif, relaksasi Benson (terapi tarik napas dalam dengan spiritual) pada nyeri akut dan terapi murrotal Al-Quran pada ansietas, pijat oksitosin pada menyusui tidak efektif, memberikan edukasi kesehatan pijat oksitosin pada defisit pengetahuan, dan mengajarkan tentang luka pasca SC pada risiko infeksi. Hasil evalusi asuhan keperawatan selama 3 hari menunjukkan tekanan darah membaik, edema menurun, akral hangat, kesadaran pasien juga membaik, pasien masih merasakan nyeri skala nyeri 4, pasien tampak lebih tenang, pasien sudah memahami pijat oksitosin, pasien sudah mengeluarkan ASI dan keluarga mampu mempraktikkan pijat oksitosin, kondisi bekas operasi pasien yang masih dalam balutan perban, tidak ada tanda infeksi dan leukosit : 11,73 10/mm. Proses keperawatan yang tepat dapat berkontribusi dalam perbaikan tanda-tanda vital, penurunan derajat edema, serta perbaikan kondisi umum pasien.Kata kunci : Asuhan Keperawatan, Post-partum sectio caesarea, Pre-eklampsia berat (PEB)ABSTRACTPre-eclampsia is a multisystem disorder that usually affects the mother and globally is one of the leading causes of maternal morbidity and mortality. WHO estimates suggest pre-eclampsia is more prevalent in developing countries. The prevalence of pre-eclampsia in developing countries ranges from 1.8-16.7% annually. Pre-eclampsia can cause maternal death during labor complications that occur from pregnancy to postpartum period. The purpose of this case study is to apply nursing care to Mrs. M with post-partum section caesarea with indications of pre-eclampsia. The method used in this case study is a case report which is carried out through a series of nursing care processes in the form of assessment, formulation of nursing problems, planning interventions, implementing interventions, and finally conducting nursing evaluations. The study subjects in this case study were post partum sectio caesarea patients with indications of severe pre-eclampsia (PEB) who were treated at Dr. Zainoel Abidin Hospital. The risk of ineffective cerebral perfusion, acute pain, anxiety, ineffective breastfeeding, knowledge deficit, and risk of infection are the nursing diagnoses raised. Monitoring TTV and giving 30 elevation at the risk of ineffective cerebral perfusion, Benson relaxation (deep breath therapy with spirituality) in acute pain and Al-Quran murrotal therapy in anxiety, oxytocin massage in ineffective breastfeeding, providing oxytocin massage health education in knowledge deficits, and teaching about post-SC wounds at the risk of infection. The results of the evaluation of nursing care for 3 days showed that blood pressure improved, edema decreased, the acral was warm, the patient's consciousness also improved, the patient still felt pain on a pain scale of 4, the patient looked calmer, the patient had understood oxytocin massage, the patient had expressed breast milk and the family was able to practice oxytocin massage, the condition of the patient's scar which was still in a bandage, there were no signs of infection and leukocytes. 11.73 10/mm. The right nursing process can contribute to improving vital signs, reducing the degree of edema, and improving the patient's general condition.Keywords : Nursing Care, Post partum sectio caesarea, Severe Pre-eclampsi

    ASUHAN KEPERAWATAN POST SECTIO CAESAREA PADA NY. A DENGAN INDIKASI MACROSOMIA DI RUANG ARAFAH 2 RUMAH SAKIT UMUM DAERAH dr. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH

    No full text
    Bayi yang terlalu besar dengan berat lahir lebih dari 4000 gram atau macrosomia jika dipaksakan untuk persalinan secara pervaginam akan membahayakan ibu dan bayi yang akan menimbulkan berbagai kompikasi. Metode penelitian ini ialah studi kasus. Tujuan dari studi kasus ini adalah mengetahui penerapan asuhan keperawatan pada pasien dengan persalinan sectio caesarea dengan macrosomia di Ruang Arafah 2 RSUDZA Banda Aceh. Diagnosa keperawatan yang diangkat adalah perfusi perifer tidak efektif, nyeri akut, risiko infeksi dan gangguan pola tidur. Intervensi yang diterapkan berdasarkan evidence based practices seperti nyeri akut dengan edukasi latihan pernafasan, pijat tengkuk yang bisa mengurangi insomnia, perfusi perifer tidak efektif dengan pemberian terapi nutrisi yaitu kurma, susu kedelai, dan kacang merah yang mengandung zat besi untuk meningkatkan hemoglobin, perawatan luka untuk gangguan integritas kulit kemudian pendidikan kesehatan mengenai post SC dan edukasi pentingnya protein tinggi untuk mempercepat keringnya luka post SC. Kesimpulan dan hasil evaluasi selama dilakukan perawatan yaitu nyeri akut berkurang dengan teknik napas dalam dan kolaborasi kaltrofensupp, pasien masih terlihat pucat, luka terbalut dan tampak bersih, insomnia berkurang.Kata kunci : Sectio caesarea, Macrosomia, Asuhan keperawatanNewborns with a birth weight over 4000 grammes, classified as macrosomia, may pose risks to both mother and child if subjected to vaginal delivery, potentially resulting in numerous difficulties. In this study, a case study was employed. This case study aimed to evaluate the implementation of nursing care for patients having undergone caesarean section delivery due to macrosomia at Arafah Ward 2 RSUDZA Banda Aceh. The identified nursing diagnoses included acute pain, ineffective peripheral perfusion, risk of infection and sleep pattern disorders. Interventions implemented according to evidence-based practices include education on breathing exercises for acute pain, nutritional therapy involving dates, soy milk, and red beans to address ineffective peripheral perfusion and enhance haemoglobin levels, wound care for compromised skin integrity, health education on post-caesarean section recovery, and the significance of high protein intake to expedite wound healing, followed by neck massage to alleviate insomnia. The conclusion and results of the evaluation during the treatment indicated that acute pain was reduced with deep breathing techniques and kaltrofen supp collaboration, the patient seemed pale, the wound was bandaged and clean, insomnia was reduced.Keywords : Sectio caesarea, Macrosomia, Nursing Car

    HUBUNGAN PENGETAHUAN ANTENATAL CARE IBU HAMIL DENGAN PERILAKU KUNJUNGAN PEMERIKSAAN KEHAMILAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KRUENG BARONA JAYA ACEH BESAR

    No full text
    Rendahnya pengetahuan ibu tentang Antanatal Care (ANC) menyebabkan rendahnya partisipasi ibu dalam melakukan kunjungan ANC sehingga dapat mengakibatkan tingginya angka kematian ibu dan anak yang disebabkan komplikasi selama kehamilan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan Antenatal Care ibu hamil dengan perilaku kunjungan pemeriksaan kehamilan di wilayah kerja Puskesmas Krueng Barona Jaya Aceh Besar. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan metode total sampling dengan jumlah sampel sebesar 85 ibu hamil trimester III. Pengambilan data melalui kuesioner yang terdiri dari 26 soal pengetahuan ANC yang telah dilakukan uji validitas dengan nilai r 0,444 dan nilai reliabilitas 0,918 pada 20 responden. Analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan pengujian statistik melalui uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan 62,4% responden memiliki pengetahuan baik tentang ANC dan 77,6% responden memiliki perilaku yang baik dalam melakukan kunjungan kehamilan. Berdasarkan hasil uji korelasi menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan Antenatal Care ibu hamil dengan perilaku kunjungan pemeriksaan kehamilan di wilayah kerja Puskesmas Krueng Barona Jaya dengan p-value 0,000. Diharapkan kepada ibu hamil tetap teratur melakukan kunjungan ANC untuk memantau kesehatan serta tenaga kesehatan dapat lebih memantau kunjungan ibu hamil untuk memastikan apakah sudah sesuai standar yang ditetapkan

    PENERAPAN SENAM KAKI PADA ULKUS DIABETIC

    Full text link
    Diabetes merupakan gangguan metabolisme kronis dengan tingginya kadar glukosa darah akibat defisiensi insulin absolut atau relatif, dalam konteks disfungsi sel, resistensi insulin atau keduanya. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Peneliti melakukan intervensi senam kaki dalam 3 minggu untuk mengetahui pengaruh senam kaki terhadap penyembuhan luka diabetes. Intervensi senam kaki menggunakan penelitian menurut Bates Jensen terdiri dari 13 item penilaian meliputi ukuran luka, kedalaman, tepi luka, lubang luka, tipe jaringan nekrosis, jumlah jaringan nekrosis, tipe eksudate, jumlah eksudate, warna kulit sekitar luka, jaringan edema, pengerasan jaringan tepi, jaringan granulasi dan epitelisasi. Penelitian melibatkan 2 partisipan penderita diabetes melitus tipe 2. Partisipan menjalani senam kaki 2 kali seminggu selama 3 minggu sesuaistandar perawatan luka. Hasil penelitian menunjukan, pada klien 1 luka di metatarsal kiri pada minggu pertama didapat skor bates-jansen 28 dan di minggu ketiga intervensi senam kaki mengalami penurunan 8 skor. Pada luka metatarsal kiri klien 2, di minggu pertama didapat skor bates-jansen yaitu 26 dan mengalami penurunan 5 skor di minggu ketiga intervensi senam kaki. Hal ini membuktikan bahwa luka kedua klien mengalami regenerasi sehingga senam kaki efektif untuk dilakukan pada pasien dengan ulkus diabetic selama 6 kali dalam 3 minggu untuk membantu memperbaiki jaringan luka karena senam kaki diabetes dapat merangsang saraf-saraf tepi dan memperlancar peredaran darah sehingga mempercepat penyembuhan luka.Kata kunci : Diabetes Melitus Tipe 2, Senam kaki, Ulku

    PENERAPAN PRINSIP PEMBERIAN OBAT ENAM BENAR DAN KEPUASAN PASIEN PADA PELAYANAN KEPERAWATAN

    No full text
    Dalam memberikan obat harus memperhatikan prinsip enam benar yaitu: benar pasien, benar obat, benar dosis, benar cara, benar waktu, benar dokumentasi. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan di ruang inap interne RST Bukittinggi terdapat enam perawat yang memberikan obat belum sesuai dengan Standart Operational Procedure (SOP). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan penerapan SOP pemberian obat prinsip enam benar oleh perawat dengan kepuasan pasien. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi 130 dan jumlah sampel yang digunakan sebanyak 30 orang responden diambil secara accidental sampling. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari 2017. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan observasi dengan uji analisis Chi-Square. Diketahui dari 30 orang responden yang memiliki penerapan SOP prinsip enam benar yang baik sebanyak 50% dan responden yang puas sebanyak 50%. Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan signifikan antara penerapan (SOP) pemberian obat prinsip enam benar terhadap tingkat kepuasan pasien (p =0,003). Dari hasil analisis didapatkan Odds Ratio OR sebesar 16,000. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan penerapan SOP pemberian obat prinsip enam benar oleh perawat dengan kepuasan pasien, semakin benar perawat dalam menerapakan SOP pemberian obat prinsip enam benar, maka akan semakin tinggi kepuasan pasien. Diharapakan perawat dapat melakukan prinsip enam benar dalam setiap pemberian obat pada pasien.Kata Kunci : kepuasan pasien, prinsip enam benar pemberian oba

    ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN POLA NAPAS TIDAK EFEKTIF PADA BAYI PREMATUR DENGAN PEMBERIAN POSISI SUPINASI DI RUANG PERINATOLOGI

    Full text link
    Kelahiran prematur merupakan kelahiran bayi hidup pada usia kehamilan kurang dari 37 minggu dengan salah satu komplikasinya RDS. Developmental care yakni asuhan keperawatan untuk mendukung perkembangan bayi melalui modifikasi lingkungan perawatan bayi seperti pemberian posisi. Maka dari komplikasi yang terjadi peneliti akan melakukan asuhan keperawatan untuk mengatasi masalah pola napas tidak efektif. Bertujuan untuk mengetahui efektifitas posisi supinasi pada bayi prematur. Menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan studi kasus proses keperawatan. Sampel menggunakan teknik purposive sampling yakni By.Ny.B umur 3 hari di Ruang Perinatologi. Setelah dilakukan tindakan asuhan keperawatan 3x24 jam pola napas tidak efektif teratasi sesuai dengan kriteria hasil yakni dispnea menurun, penggunaan otot bantu pernapasan menurun, pemanjangan fase ekspirasi menurun dan frekuensi napas membaik. Sesuai dengan hasil penelitian adanya pengaruh pemberian posisi supinasi terhadap frekuensi napas dan nadi bayi prematur di Ruang Neonatologi RSUD dr Saiful Anwar Malang. Direkomenasikan kepada petugas kesehatan agar dapat mempertahankan dan meningkatkan pemberian intervensi pada bayi prematur

    Hubungan Pola Makan Ibu Post Partum dengan Penyembuhan Luka Jahitan Perineum

    No full text
    Pola makan menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi proses penyembuhan luka jahitan perineum. Pola makan yang dianjurkan pada ibu post partum yaitu terpenuhinya gizi seimbang meliputi karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral karena nutrisi tersebut sangat mempengaruhi proses penggantian jaringan dan penyembuhan luka jahitan perineum. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola makan ibu post partum dengan penyembuhan luka jahitan perineum di Praktek Mandiri Bidan Silvia Lestari S.ST Gampong Pineung Kecamatan Syiah Kuala Kota Banda Aceh. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif korelasi dengandesain cross sectional study.Populasi dalam penelitian ini adalahseluruh ibu post partum yang mengalami luka perineum pada bulan Januari-Juni tahun 2021 sebanyak 35 orang.Adapun sampel dalam penelitian ini adalah seluruh ibu post partum yaitu 35 orang melalui teknik pengambilan sampel secara total sampling.Penelitian ini dilaksanakan di Praktek Mandiri Bidan Silvia Gampong Pineung Kecamatan Syiah Kuala Kota Banda Aceh pada tanggal 28 Agustus - 10 September tahun 2021.Hasil penelitian menunjukkan bahwadari 35 responden, terdapat 21 responden yang memiliki pola makan yang kurang baik sebagian besar memiliki penyembuhan luka jahitan perineum yang lambat yaitu 15 responden (71,4%). Adapun dari 14 responden yang memiliki pola makan yang baik sebagian besar memiliki penyembuhan luka jahitan perineum yang cepat yaitu 11 responden (78,6%). Berdasarkan uji stastistik didapatkan p-value = 0,011 (p 0.05) sehingga ada hubungan pola makan ibu post partum dengan penyembuhan luka jahitan perineum. Diharapkan kepada ibu post partum untuk menjaga pola makan dengan baik sehingga akan tercukupi nutrisi selama masa nifas dan mempercepat proses penyembuhan luka jahitan perineum

    HUBUNGAN KECANDUAN GAWAI DENGAN KETAJAMAN MATA PADA ANAK USIA SEKOLAH DI DESA TEJO KECAMATAN MOJOAGUNG KABUPATEN JOMBANG

    Full text link
    Gadgets are an important need for everyone, including school-age children. Because one of the function of gadgets as entertainment media. However, when its use is not properly supervised, it will cause the risk of addiction and can endanger the eye health of children. The aim of this study was to determine the relationship between addiction and visual acuity in school-age children in Tejo Village, Mojoagung District, Jombang Regency. This study was a correlational study with a cross sectional approach. This study used a simple random sampling technique and obtained a sample of 65 respondents. The Data was collected by using a Smartphone Addiction Scale-Short Version (SAS-SV) questionnaire and eye examination using a Snellen chart card. Data were analyzed by using Spearman Rho test. The results of this study showed that 35 children (53.8%) were included in the category of not being addicted to gadgets and 23 children (35.4%) were included in the category of abnormal eye acuity. There was a significant positive relationship between the value of gadget age and eye acuity in school children, with r = 0.263 and p = 0.034. The conclusion is, the higher the value of gadget addiction, the higher the eye vision rate (myopia) in school-age children. This study suggests the importance of using gadgets wisely so that children are not addicted to gadgets and maintain normal eye acuity.Keyword: Gadget Addiction, Visual Acuity, Childre

    280

    full texts

    388

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Idea Nursing Journal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇