71 research outputs found

    TARI REJANG MUANI DI PURA PUSEH DESA PAKRAMAN LUMBUAN KABUPATEN BANGLI

    No full text
    ABSTRAK TARI REJANG MUANI DI PURA PUSEH DESA PAKRAMAN LUMBUAN KABUPATEN BANGLI Tari Rejang Muani adalah sebuah tari upacara yang sering dipentaskan dalam rangkaian upacara Dewa Yadnya di Pura Puseh Desa Pakraman Lumbuan, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli. Tarian ini dipentaskan setiap 6 bulan sekali (210 hari) yaitu pada Hari Raya Galungan Nadi atau Kuningan Nadi, serta pada Ngusaba kepitu. Tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk dan fungsi pertunjukan tari Rejang Muani bagi masyarakat setempat. Penelitian tentang tari Rejang Muani merupakan penelitian kualitatif yang dianalisis dengan menggunakan teori estetika dan teori fungsional. Semua data yang disajikan dalam penelitian ini diperoleh melalui langkah observasi, wawancara, dokumentasi, serta studi kepustakaan yaitu membaca buku-buku yang terkait dengan objek penelitian. Hasil pengamatan menunjukkan tari Rejang Muani diperkirakan berasal dari sebuah desa yang bernama Desa Darmaji, Karangasem. Diperkirakan tari Rejang Muani sudah ada di Pura Puseh Desa Pakraman Lumbuan sekitar 350 tahun yang lalu. Tarian ini ditarikan oleh penari laki-laki atau sekaa truna (belum menikah atau beristri). Tarian ini memiliki penyajian yang sangat sederhana yaitu penari tidak memakai riasan wajah serta hanya menggunakan pakaian adat ke pura, dan ragam gerak tarinya juga sederhana, yaitu dilakukan secara berulang-ulang ke arah pojok kanan dan kiri. Gerak tersebut dilakukan hanya sembilan kali, hal tersebut karena sangat terkait dengan penjor Nawa Sanga yang juga hanya terdiri dari sembilan cabang. Penjor tersebut merupakan salah satu syarat dan harus ada pada setiap pementasan tari Rejang Muani, karena merupakan simbol dari Dewata Nawa Sanga (lambang para dewa disembilan arah mata angin). Fungsi tari Rejang Muani adalah sebagai sarana upacara atau tari wali serta sebagai pengikat solidaritas masyarakat setempat. Sebagai sarana ritual, tari Rejang Muani selalu dipentaskan hanya dalam kaitannya dengan upacara Dewa Yadnya di Pura Puseh Desa Pakraman Lumbuan. Fungsi kedua yaitu sebagai pengikat solidaritas masyarakat, dapat dilihat dari kegiatan masyarakat dalam mempersiapkan kebutuhan upacara maupun perlengkapan dalam pementasan tari Rejang Muani. Kata Kunci: tari Rejang Muani, Bentuk, Fungs

    TRANSFORMASI ESTETIK DRAMATARI ARJA MUANI AKAH CANGING DI BALI

    No full text
    Kehadiran Dramatari Arja Muani Akah Canging di Bali merupakan bentuk baru dari Arja Tradisional yang telah ada sebelumnya. Pertunjukan arja ini melakukan transformasi terhadap struktur dan elemen pada pertunjukan Arja Tradisional. Tujuan penelitian untuk menemukan transformasi estetik pada pertunjukan Arja Muani Akah Canging di Bali. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Data dianalisis dengan menggunakan teori transformasi, dengan penekanan pada perubahan yang dilakukan pada pertunjukan Arja Muani Akah Canging. Pengumpulan data dilaksanakan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Selanjutnya, teknik analisis data didasarkan pada tekstualitas yang meliputi tahap kondensasi, penyajian data, dan mengambil simpulan. Penyajian data bersifat deskriptif kualitatif. Hasil penelitian dapat dijabarkan sebagai berikut. 1) Tranformasi bentuk estetik yang dilakukan grup Arja Muani Akah Canging dengan cara mengubah struktur dan elemen-elemen pada pertunjukan Arja Tradisional dan memasukkan unsur-unsur seni lain ke dalam pertunjukan arja tersebut. 2) Perubahan sosial budaya di masyarakat Bali kini menghadirkan warna baru dalam pertunjukan Arja Muani Akah Canging. Perubahan ini merupakan upaya pelestarian dan pertahanan budaya Bali yang menjadikan Arja tampil dalam bentuk baru. 3) Proses perubahan dilakukan dengan cara mempertahankan, menghilangkan, dan memperbaharui struktur dan elemen pada Arja Tradisional. Bagian yang menjadi identitas Arja tetap dipertahankan, sedangkan bagian yang dianggap sudah tidak relevan dengan kondisi zaman dihilangkan. Adapun pembaharuan dilakukan dengan memasukkan unsur-unsur seni lain yang dirasa mampu meningkatkan daya tarik penonton. Temuan penelitian, yaitu pertunjukan Arja yang singkat, padat, dan fleksibel mengutamakan segi hiburan

    Kajian Pemasaran Beras Merah Di Wilayah Perbatasan (Entikong) Kabupaten Sanggau Provinsi Kalimantan Barat

    No full text
    Enna Dardanella “Brown Rice Marketing Studi within the Border Region (Entikong) in Sanggau Regency, West Kalimantan Province”, under the guidence of Ir. Ani Muani, MS and Imelda, SP. M.Sc. This study aims to (1) understand the marketing functions performed by each marketing agencies, (2) determine how many pattern of brown rice marketing channels exist (3) determine which channels is the most efficient marketing channels (4) understand the marketing structure of brown rice in the border region. The results showed (1) exchange function (sales and purchases) and physical function (packaging, transportation, and storage) is done by the producers (farmers), collectors, retailers. At the facility function, brown rice producers only perform two functions, the risk and cost functions, while collectors and retailers perform all the existing functions. (2) there are two types of brown rice marketing patterns, the first pattern is domestic pattern and the second pattern is of trans-border marketing pattern. (3) the most efficient brown rice marketing channel is channel I which consist of Brown Rice Producers - Consumers with 100 % farmer's share and 40.67 % profitability index. (4) the marketing structure occurred in the domestic pattern and trans-border marketing pattern of brown rice is also a monopolistic market. Keywords:  Brown Rice, Marketing Function, Marketing Margin, Farmer’s Share, and Profitability Index

    Communication in the Dramatari Performance of Arja Muani Akah Canging in Bali: An Aesthetic and Educational Exploration

    No full text
    This article examines the verbal and nonverbal communication patterns ingrained in the traditional Balinese dramatist Arja Muani Akah Canging. Through interpretive analysis and direct observation, this study uses a qualitative descriptive method to identify important communicative features expressed through vocal modulation, gestures, facial expressions, costume symbolism, and narrative structure. The results show that the performance of Arja Muani Akah Canging exhibits a complex interaction between cultural messaging and performative aesthetics, with nonverbal clues originating from Balinese performative traditions supporting and frequently enhancing verbal conversation. In addition to being artistic mediums, these communication techniques are also means of disseminating social criticism and cultural values. Beyond its cultural value, this study emphasizes how traditional performances can be used as inclusive teaching tools, especially in vocational tourism education, where cultural competency and multimodal communication are crucial

    The Influence of Fathers’ Knowledge and Readiness on the Success of Early Breastfeeding Initiation Implementation Through Arja Muani-Based Health Education in Buleleng Regency, Bali

    No full text
    Background: Early breastfeeding initiation (EBI) is the process of allowing a newborn to nurse immediately after birth, during which the baby is placed on the mother’s chest to find and latch onto the nipple within the first hour of life without external assistance. The success of EBI is greatly influenced by the father’s level of knowledge and readiness to support EBI, particularly with the backing of close family members. This study aims to determine the success rate of EBI implementation based on the father’s knowledge and readiness through health education using the traditional Arja Muani performing arts in Buleleng Regency, Bali.Methods: This was a quantitative study using a quasi-experimental design with a post-test-only approach. A total of 60 respondents were selected using multistage random sampling based on sample size calculations. Data collection was conducted between February and March 2025 using structured questionnaires and observation sheets. Data were analyzed using SPSS software. Due to non-normal data distribution, Spearman’s Rank Bivariate Correlation Test was used, followed by multiple linear regression analysis at p<0,05 to assess the relationship between knowledge, readiness, and EBI success.Results: There was a significant correlation between fathers’ knowledge and readiness regarding EBI after receiving Arja Muani-based health education. Linear regression results (r=0,600; R²=0,360; p=0,000) were all statistically significant.Conclusion: There is a combined multiple correlation between the father’s knowledge and readiness in supporting EBI and the successful implementation of EBI through Arja Muani-based health education

    Peran Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Dalam Membentuk Sikap Sosial Siswa Madrasah

    No full text
    Penelitian ini membicarakan tentang Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam membentuk sikap sosial siswa Madrasah. kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana Implementasi membentuk sikap sosial siswa dalam Pembelajaran PAI di Madrasah. Instrument penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan wawancara, observasi, dokumentasi wawancara dilakukan terhadap guru Pendidikan Agama Islam, Kepala Sekolah, Siswa, Komite, Tokoh Masyarakat. Observasi dilakukan dengan melihat tindakan siswa ketika berada di dalam maupun diluar kelas, dan mengamati kondisi sekolah dan segala objek penelitian di sekolah. Teknik analisa data dilakukan dengan cara pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian disimpulkan bahwa guru Pendidikan Agama Islam (PAI) mengimplementasikan sikap sosial siswa dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Sikap sosial yang diterapkan antara lain: religius, jujur, toleransi, disiplin, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat, peduli lingkungan dan peduli sesama

    ANALISIS KEUNGGULAN KOMPARATIF KOMODITAS KELAPA SAWIT RAKYAT DI KECAMATAN SEKADAU HILIR

    No full text
    Comparative Advantage Analysis Commodities Palm Oil In Sekadau (A Case Study of Rural Ensalang Sekadau Hilir Subdistrict)  (Haswen Saragih, under the guidance of Ir. Ani Muani, MS, and DR. Ir. H. Sutarman Gafur, M.Sc)  Regional economic growth is basically influenced by an area of comparative advantage, specialization area,  as well as the economic potential possessed by the area. Therefore, the utilization and development of all the economic potential is a top priority that must be explored and developed in  implementing sustainable local economic development. This study aims to: Analyze the competitiveness of farming folk palm oil (competitive and comparative advantage) and Domestic Resource Cost (BSD) and the Foreign Cost Components. Analyzing the impact of government policies on output and input in oil palm farming. Analyze the competitiveness of the sensitivity to changes in the oil palm farming output and input with the approach in terms of production (GDP per capita). This study used a simple random sampling method the farmer of 50 respondents with purposive. From the analysis of comparative advantage show the coefficient of BSD (Cost Resources Domestic) ˂ 1, which means that the business activity of commodity production of oil palm in the study area has been economically efficient in the utilization of domestic resources, thereby fulfilling the domestic demand is more favorable with increased domestic production. With a coefficient of 0.4 with 95% Confident Interval and standard deviation of 5%, using t  two-tail test directions. Analysis sensitivity palm oil commodity standards conversions factor = 0.73; which means the factors of production BSD ˂ 1; Oil palm business activity economically efficient in the utilization of BSD, so that the activities of oil palm economic activities beneficial to the export activity.  The results are expected to sectoral policy makers in agriculture subsectors palm plantations to optimize domestic production factors (BSD) in order to increase the GDP per capita

    Liku

    No full text
    Cerita dalam pertunjukan Arja berasal dari Malat atau cerita Panji. Setelah sekian waktu melihat pertunjukan Arja, terlihat bahwa cerita Panji telah mengalami beragam perubahan dalam proses adaptasi. Dalam segi penokohan sangat jelas bagaimana karakter-karakter seperi Mantri Manis, Putri Manis, Liku, dan lain sebagainya yang ada dalam kisah Panji di Bali masih terlihat jelas muncul dalam pertunjukan Arja. Pada masa-masa itu di Bali muncul kelompok Arja Muani yang seluruh pemainnya berjenis kelamin laki-laki. Kelompok ini sangat populer sejak awal tahun 2000-an dan semakin menjadi pertunjukan populer di Bali dengan mengembangkan pertunjukan Arja. Proses riset dilakukan dengan pendekatan etnografi. Kemudian data lakon dikreasikan dengan analisis resepsi. Hal ini terjadi karena para pendukung Arja melakukan pembacaan ulang atas lakon tersebut dan dikontekstualisasikan dengan zamannya. Mereka juga melakukan intertekstualisasi dengan teks-teks lain yang ada dalam folklor Bali. Dengan sendirinya muatan lakon Panji yang mengetengahkan percintaan, perjalanan, dan penyamaran mengalami pergeseran. Fenomena yang menarik dengan hadirnya Arja Muani yang mengeksplorasi lakon "Panji". Di antara pendukung Arja Muani merupakan para transgender yang mencoba meresepsi lakon tersebut dan mempertunjukannya sesuai performativitas yang mereka inginkan. Skenario yang dibuat untuk film Liku lebih menitikberatkan pada imajinasi seorang transgender dalam Arja Muani atas kisah Panji di zaman ini. Seperti apakah mereka memberikan muatan atas hubungan laki-laki dan perempuan? Konsep visualisasi film Liku juga merujuk pada pertunjukan Arja. Kemudian untuk teori film yang diganakan bertumpu apada Movement Image dan Time Image, Deleuze. Kata kunci: Cerita Panji, pertunjukan Arja, Resepsi, Movement Image dan Time Image

    Automatic night lamp with morning alarm / Muhammad Izzat Aswad Sadarudin, Ahmad Syafiq Ahmad Zamzuri & Mohamad Aminuddin Muani

    No full text
    Automatic Night Lamp with Morning Alarm System is a simple yet powerful concept, which uses transistor as a switch. By using this system manual works are 100% removed. It automatically switches ON lights when the sunlight goes below the visible region of our eyes. This is done by a sensor called Light Dependent Resistor (LDR) which senses the light actually like our eyes. It automatically switches OFF lights whenever the sunlight comes, visible to our eyes and activates the morning alarm. By using this system energy consumption is also reduced because nowadays the manually operated street lights are not switched off even the sunlight comes and also switched on earlier before sunset. In this project, no need of manual operation like ON time and OFF time setting. LDR and transistor are the main components of the project. The resistance of light dependent resistor (LDR) varies according to the light falling on it. This LDR is connected as biasing resistor of the transistor. According to the light falls on the LDR, the transistor is operated in saturation and cut off region. This transistor switches the relay to switch on / off the light. This project uses regulated 12V, 750mA power supply. 7812 three terminal voltage regulator is used for voltage regulation. Bridge type full wave rectifier is used to rectify the ac output of secondary of 230/18V step down transformer

    MULTIVARIATE ANALYSIS OF BALI SALAK CULTIVARS (SALACCA ZALACCA VAR. AMBOINENSIS (BECC.) MOGEA) BASED ON LEAF MICROMORPHOLOGICAL CHARACTERS

    No full text
    Leaf micromorphology of 13 Bali salak cultivars was studied by using multivariate analysis (Principal component analysis). The results showed that the cultivars clustered into a main group consisted of nine cultivars (Boni, Bingin, Selem, Embad, Nangka, Penyalin, Maong, Nyuh, and Putih). However, two cultivars (Muani and Gondok) were distinctly separated from this main group and two the others Nanas and Gula were intermediate. The principal component analysis (PCA) revealed that the main group has highly correlated to the characters abaxial cell length and number of cross vein density. Muani cultivar generally had longer adaxial cells, wider guard cells and lower stomatal index than the other cultivars. These three characters strongly influenced the separation of Muani from the others. Similarly, Gondok cultivar generally had wider abaxial cells than the other cultivars that discriminated Gondok clearly from the others. Whereas, the intermediate cultivars (Gula and Nanas) were placed between the main group that consisted of nine cultivars and the two separated cultivars (Muani and Gondok). These cultivars (Gula and Nanas) had intermediate values, which influenced their separations
    corecore