1,721,242 research outputs found

    Pembelajaran Quran Hadis Pada Siswa Kelas VII Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah 3 Al-Furqan Banjarmasin

    Full text link
    Misnawati. 2016. Pembelajaran Quran Hadis Pada Siswa Kelas VII Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah 3 Al-Furqan Banjarmasin. Skripsi, Jurusan Pendidikan Agama Islam. Pembimbing M. Noor Fuady, M. Ag. Karya tulis ini mengemukakan tentang pembelajaran Quran Hadis pada siswa kelas VII Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah 3 Al-Furqan Banjarmasin yang rumusan masalahnya adalah (1) bagaimana pembelajaran Quran Hadis pada siswa kelas VII Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah 3 Al-Furqan Banjarmasin dan (2) kendala-kendala yang mempengaruhi pembelajaran tersebut. Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pembelajaran Quran Hadis pada siswa kelas VII Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah 3 Al-Furqan Banjarmasin. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah 3 Al-Furqan Banjarmasin Tahun ajaran 2015/2016. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui teknik observasi, angket (Skala Likert), wawancara dan dokumentasi. Setelah itu semua data di analisis dengan teknik deskripstif kualitatif dan disimpulkan melalui metode induktif. Penelitian tentang pembelajaran Quran Hadis ini meliputi persiapan guru dalam pembelajaran Quran Hadis, pelaksanaan Pembelajaran Quran Hadis, intensitas penggunaan metode mengajar, metode menghafal Quran Hadis, motivasi pembelajaran, penggunaan media serta kesiapan dan kemampuan siswa dalam menghafal, tempat siswa menghafal, hasil yang diperoleh siswa dan pelaksaan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Quran Hadis sudah cukup baik. Kendala-kendala yang mempengaruhi pembelajaran Quran Hadis ini meliputi latar belakang, pengalaman mengajar dan kemampuan serta pengetahuan guru tentang metode-metode pengajaran yang sudah cukup baik, Kendala minat dan motivasi siswa dalam menghafal ayat-ayat atau hadis yang dikategorikan tinggi atau cukup baik

    Kata Sapaan Pada Masyarakat Ujuang Batuang Tinjauan sosiolinguistik

    No full text
    Misnawati. 2014. Kata Sapaan Pada Masyarakat Ujuang Batuang Tinjauan Sosiolinguistik. Skripsi S1 Jurusan Sastra Daerah. Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas. Padang. Pembimbing I Dr. Lindawati, M.Hum, Pembimbing II Bahren, S. S., M. A. Penelitian ini menjelaskan jenis kata sapaan yang digunakan masyarakat Ujuang Batuang dan bagaimana kata sapaan itu digunakan. Dalam penelitian ini teori yang digunakan adalah teori sosiolinguistik. Dalam penelitian ini metode yang digunakan ada tiga tahap, yaitu : (1) tahap penyedian data, (2) tahap analisis data, dan (3) tahap penyajian hasil analisis data. Metode penyedian data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simak, teknik dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik sadap, sedangkan teknik lanjutan yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik simak libat cakap (SLC) dan teknik simak bebas libat cakap (SBLC), dilanjutkan dengan teknik catat. Dalam penyajian hasil analisis data diterapkan metode formal dan informal. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini ditemukan tiga golongan kata sapaan yang digunakan masyarakat Ujuang Batuang, yaitu: (1) kata sapaan umum, (2) kata sapaan adat, dan (3) kata sapaan agama. Selanjutnya penggunaannya oleh masyarakat Ujuang Batuang. Kata kunci: Bahasa, Kata Sapaan, Sosiolinguisti

    PERAN SPESIALISASI INDUSTRI AUDITOR DALAM MEMODERASI PENGARUH AUDIT TENURE DAN UKURAN KAP TERHADAP AUDIT REPORT LAG

    Full text link
    ABSTRAK MISNAWATI. Peran Spesialisasi Industri Auditor dalam Memoderasi Pengaruh Audit Tenure dan Ukuran KAP terhadap Audit Report Lag. Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Jakarta, 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran spesialisasi industri auditor dalam memoderasi pengaruh audit tenure dan ukuran Kantor Akuntan Publik terhadap audit report lag. Penelitian ini menjadikan perusahaan sektor energi yang terdaftar secara konsisten di Bursa Efek Indonesia periode 2021-2023 sebagai populasi. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan purposive sampling, sehingga diperoleh 90 data observasi. Teknik analisis yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah analisis regresi data panel. Berdasarkan penelitian, hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa audit tenure dan spesialisasi industri auditor berpengaruh signifikan terhadap audit report lag, sedangkan ukuran KAP tidak berpengaruh terhadap audit report lag. Selain itu, spesialisasi industri auditor memoderasi pengaruh audit tenure terhadap audit report lag, Namun, Spesialisasi industri auditor tidak memoderasi pengaruh ukuran Kantor Akuntan Publik terhadap audit report lag. Kata Kunci: Audit Report Lag, Audit Tenure, Ukuran KAP, Spesialisasi Industri Audito

    STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MEMPERTAHANKAN PERINGKAT AKREDITASI DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 4 KERITANG KABUPATEN INDRAGIRI HILIR

    Full text link
    ABSTRAK Misnawati (2024) : Strategi Kepala Sekolah dalam Mempertahankan Hasil Akreditasi di Sekolah Menengah Pertama 4 Keritang. Strategi merupakan suatu rangkaian aktivitas terhadap pengambilan keputusan yang bersifat mendasar yang dibuat oleh pimpinan dan dilaksanakan oleh seluruh pihak yang terlibat di dalam suatu organisasi. Tujuan pada penelitian ini adalah Untuk mengetahui strategi kepala sekolah dalam mempertahankan hasil akreditasi di sekolah menengah pertama 4 keritang dan apa factor penghambat dan pendukung dalam memeprtahankan akreditasi sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Informan utama dalam penelitian ini adalah kepala sekolah dan informan tambahan Kepala Tata Usaha, Guru, Siswa. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah dan objek yang akan diteliti adalah strategi mempertahankan hasil akreditasi di sekolah menengah pertama 4 keritang. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian di lapangan diperoleh temuan bahwa: 1). Starategi yang diterapkan di sekolah untuk mempertahankan akreditasi yaitu pengelolaan sumber daya sekolah termasuk mengalokasikan dana, kemudian menggunakan strategi pendukung yaitu dengan melakukan pemeliharaan dan peningkatan fasilitas dan pengembangan kurikulum untuk mencapai tujuan yaitu yaitu mempertahankan akreditasi unggul dengan baik. 2). Faktor pendukung dalam mempertahankan hasil akreditasi di sekolah menengah pertama 4 keritang adalah adanya pengelolaan sumber daya yang baik dengan mengalokasikan dana, adanya program pemeliharaan dan peningkatan fasilitas serta pengembangan kurikulum yang tepat waktu. Faktor penghambat dalam mempertahankan akreditasi adalah masih kurangnya fasilitas yang memadai. Kata Kunci: Strategi Kepala Sekolah, Akreditas

    Penggunaan Metode Demonstrasi Dalam Meningkatkan Keterampilan Berwudhu Pada Siswa Kelas I Sekolah Dasar Negeri Sungai Miai I Banjarmasin Utara

    Full text link
    Misnawati, 2009. Penggunaan Metode Demonstrasi Dalam Meningkatkan Keterampilan Berwudhu Pada Siswa Kelas I Sekolah Dasar Negeri Sungai Miai I Banjarmasin Utara. Skripsi, Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah. Pembimbing: (I) Dra. Rusdiana Husaini, M.Ag., (II) Drs. Syaifullah, M.Ag.. Penelitian ini bertujuan untuk untuk menerapkan metode demonstrasi pada pembelajaran mata pelajaran agama Islam dengan kerja kelompok, sebagai suatu upaya untuk meningkatkan keterampilan berwudhu. Subjek penelitian adalah siswa kelas I Sekolah Dasar Negeri Sungai Miai I Banjarmasin Utara, semester II tahun pelajaran 2008/2009 dengan jumlah siswa sebanyak 32 orang, terdiri dari 16 siswa laki-laki dan 16 siswa perempuan. Penelitian terarah pada materi kelima tentang ”Wudhu”. Standar kompetensi yang ingin dicapai setelah pembelajaran adalah siswa mampu mempraktekkan wudhu dengan benar, dengan kompetensi dasar siswa mampu memahami syarat, rukun, sunat dan larangan (hal yang membatalkan) wudhu. Metode penelitian menggunakan prosedur penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dengan mengikuti prinsip Kemmis S, MC Toggar R (1988) yang mencakup kegiatan perencanaan (planning), tindakan (action), observasi (observation), refleksi (reflection) atau evaluasi. Keempat kegiatan ini berlangsung secara berulang dalam bentuk siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Penerapan metode demonstrasi dalam rangka meningkatkan keterampilan berwudhu dilaksanakan melalui kerja kelompok dalam tiga siklus, masing-masing satu kali pertemuan (2 x 35 menit). Siswa mendapatkan tugas untuk mendalami dan mempraktekkan tata cara berwudhu secara tertib dan benar. 2) Keterampilan berwudhu siswa meningkat. Pada siklus I sebesar 7.33; siswa belum mampu mempraktekkan wudhu secara tertib dan benar. Pada siklus II sebesar 80.95; siswa hanya melaksanakan rukun dan hal-hal yang membatalkan wudhu. Pada siklus III mencapai rata-rata 100; siswa mampu mempraktekkan rukun, sunat dan hal-hal yang membatalkannya secara baik dan benar. Keterampilan berwudhu siswa ini sejalan dengan meningkatnya: (a) kualitas pembelajaran. Pada siklus pertama mencapai 72.5, kedua mencapai 89.5, dan siklus ketiga mencapai 92. Guru mampu membangun suasana belajar yang kondusif, efektif dan menyenangkan bagi siswa, (b) aktivitas belajar siswa. Rata-rata siklus I sebesar 76, siklus II mencapai dan siklus III mencapai 92. Siswa mampu berpartisipasi secara aktif, antusias dan apresiatif dalam pembelajaran (c) Hasil tes belajar. Pada siklus I sebesar 6.37; belum mancapai ketuntasan. Pada siklus II meningkat mencapai 7.06 dan siklus III mencapai 8.03. Hasil belajar siswa meningkat secara signifikan dan berada di atas persyaratan ketuntasan yang ditetapkan sekolah sebesar 6.50. 3) Sikap siswa terhadap penggunaan metode demonstrasi menunjukkan apresiasi positif, dengan jawaban sangat setuju 52.18 % dan setuju 47.82 %

    Pelaksanaan Bimbingan Agama Terhadap Klien Anak Pembebasan Bersyarat di Balai Pemasyarakatan Klas I Banjarmasin

    Full text link
    Misnawati, 2015. Pelaksanaan Bimbingan Agama Terhadap Klien Anak Pembebasan Bersyarat di Balai Pemasyarakatan Klas I Banjarmasin. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Penyuluhan Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Pembimbing (I) Drs. H. Syarifuddin, M.Ag., (II) Dra. Siti Rahmah, M.Ag. Penelitian ini dilaksanakan atas dasar perlunya bimbingan agama bagi manusia terutama anak, sebagai generasi penerus masa mendatang agar dapat menjalani hidup di era modern ini sesuai dengan petunjuk dan ajaran Islam sehingga mendapatkan kebahagian hidup di dunia dan di akhirat, tidak terkecuali bagi individu yang bermasalah dengan hukum. Balai Pemasyarakatan merupakan salah satu tempat untuk melaksanakan bimbingan, pengawasan dan pendampingan terhadap warga binaan yang memperoleh pembinaan luar lembaga yang diberikan kewenangan kepada Pembimbing Kemasyarakatan. Masalah yang diteliti adalah bagaimana pelaksanaan bimbingan agama, apa saja kendalanya, dan apa saja upaya Bapas dalam mengatasi kendala pelaksanaan bimbingan agama terhadap klien anak Pembebasan Bersyarat di Balai Pemasyarakatan Klas I Banjarmasin. Lokasi penelitian ini adalah Balai Pemasyarakatan Klas I Banjarmasin di Jalan Jend. A. Yani Km 5,5 No. 39 Kota Banjarmasin. Subjek dalam penelitian ini adalah Kasi, Kasubsi, petugas Pembimbing Kemasyarakatan, dan Staf Bimbingan Klien Anak. Adapun objejk penelitian adalah bagaimana pelaksanaan bimbingan agama, apa saja kendala-kendalanya, dan upaya Bapas mengatasi kendala-kendala yang terjadi. Metode penelitian ini adalah field research method. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan serta verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan bimbingan agama yang diberikan oleh BAPAS terhadap klien anak Pembebasan Bersyarat dilakukan dengan dua bentuk, yaitu: (1) Bimbingan individual, menggunakan teknik face to face atau percakapan langsung dengan tatap muka dan home visit atau dialog dengan kunjungan ke rumah untuk mengamati keadaan rumah klien dan lingkungannya; (2) Bimbingan kelompok, menggunakan teknik group teaching yaitu pemberian meteri bimbingan dengan ceramah, tanya jawab, dan diskusi kelompok. Kendala dari internalnya adalah dana dan sarana prasarana, minimnya kualitas dan kuantitas sumber daya manusia, luasnya wilayah. Sedangkan eksternalnya adalah lokasi tempat tinggal klien yang jauh dan terpencil dan kurangnya pemahaman Klien Anak terhadap materi bimbingan yang disampaikan. Upaya BAPAS untuk mengatasinya adalah meningkatkan pengetahuan dan menambah referensi, menempatkan petugas Pembimbing Kemasyarakatan di salah satu wilayah kerja BAPAS, menyampaikan materi dengan kata-kata yang ringan dan sederhana, dan mencatat alamat klien sejelas dan selengkap mungkin

    PENERAPAN TEKNIK REFRAMING UNTUK MENGURANGI RASA RENDAH DIRI SISWA DI SMA NEGERI 1 PATAMPANUA KABUPATEN PINRANG

    Full text link
    Misnawati, 2013. Penerapan Teknik Reframing untuk Mengurangi Rasa Rendah Diri Siswa di SMA Negeri 1 Patampanua Kabupaten Pinrang. Skripsi. Dibimbing oleh Dra.Hj.Nurbaya Kaco, M.Si dan Drs. H.Muhammad Ibrahim, M.Si, Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Makassar. Penelitian ini menelaah Penerapan Teknik Reframing untuk Mengurangi Rasa Rendah Diri Siswa di SMA Negeri 1 Patampanua Kabupaten Pinrang . Masalah penelitian ini adalah: (1) Bagaimana gambaran rasa rendah diri siswa sebelum dan setelah diterapkan teknik reframing di SMA Negeri 1 Patampanua Kabupaten Pinrang, (2) Apakah penerapan teknik reframing dapat mengurangi rasa rendah diri siswa di SMA Negeri 1 Patampanua Kabupaten Pinrang . Tujuan penelitian ini yaitu: (1) Untuk mengetahui gambaran rasa rendah diri siswa sebelum dan setelah diterapkan teknik reframing di SMA Negeri 1 Patampanua Kabupaten Pinrang, (2) Untuk mengetahui apakah penerapan teknik reframing dapat mengurangi rasa rendah diri siswa di SMA Negeri 1 Patampanua Kabupaten Pinrang. Penelitian ini menggunakan pendekaan kuantitatif dengan model Pre-Experimental Design. Desain Eksperimen yang digunakan adalah One-Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian ini adalah 10 orang siswa kelas X tahun ajaran 2012/2013, yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan instrument angket dan observasi. Analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif, analisis non parametrik, yaitu uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Rasa rendah diri siswa di SMA Negeri 1 Patampanua Kabupaten Pinrang sebelum diterapkan perlakuan teknik reframing berada pada kategori “tinggi” dan setelah diterapkan perlakuan dengan teknik reframing berkurang atau berada pada kategori “sedang”, (2) Penerapan teknik reframing dapat mengurangi rasa rendah diri siswa di SMA Negeri 1 Patampanua Kabupaten Pinrang

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    BIMBINGAN TEKNIK SELF MANAGEMENT TERHADAP KEDISIPLINAN SISWA YANG SERING TERLAMBAT DI MTS TUMBUBARA

    Full text link
    ABSTRAK Misnawati Lukman, 2024. Bimbingan Teknik Self Management Terhadap Kedisiplinan Siswa Yang Sering Terlambat Di MTs Tumbubara”. Skripsi Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam. Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah. Institut Agama Islam Negeri Palopo. Dibimbing oleh Subekti Masri dan Andi Batara Indra. Penelitian ini membahas bimbingan teknik self management terhadap kedisiplinan siswa yang sering terlambat di MTs Tumbubara. Tujuan penelitian untuk mengetahui perubahan kedisiplinan siswa melalui teknik self management. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif pre eksperiment dengan desain one group pretest postest design. Hasil menunjukkan: (1) gambaran perilaku terlambat siswa sebagian besar berada pada kategori sedang dengan persentase 80%, sedangkan dalam kategori rendah dengan persentase 10%; (2) proses penerapan bimbingan teknik self management dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang telah disusun dengan enam kali pertemuan; dan (3) hasil menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan antara teknik self management dengan perilaku terlambat siswa. Hal ini berdasarkan dari hasil uji t menggunakan Paired Sample t Tes yang menghasilkan nilai t hitung 5,990 mean 19,285, kemudian t hitung dibandingkan dengan t tabel dengan ketentuan t hitung > t tabel (5,990 > 1,894) dengan demikian kebiasaan terlambat siswa mengalami perubahan setelah diberikan perlakuan berupa bimbingan teknik self management dengan signifikan 0,02 < 0,05. Berdasarkan hal tersebut, maka H1 diterima yang artinya bimbingan teknik self management berpengaruh terhadap kedisiplinan siswa yang sering terlambat di MTs Tumbubara. Kata Kunci: Bimbingan, Self Management, Kedisiplinan, Perilaku Terlamb
    corecore