1,726,369 research outputs found

    Konsep Wasathiyyah M. Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Misbah (Analisis Hermeneutika Hans-Georg Gadamer)

    No full text
    The Islamic world, especially Indonesia, is increasingly experiencing moral and mental decline so that life is increasingly far from Islamic values. The emergence of extreme ideas and deviating from the truth also added to the atmosphere. It is wasaṭhiyyah, a moderate attitude in various aspects of life that is slowly being echoed by Muslim scholars in various parts of the world and is used as a powerful formula in dealing with the above problems. This research tries to discuss the concept of wasaṭhiyyah according to M. Quraish Shihab in Tafsir Al-Misbah. This research is classified as library research. The researcher used Hans-Georg Gadamer's hermeneutic analysis. With this analysis knife, the researcher found that the Tafsir Al-Misbah was written as a response to M. Quraish Shihab's response to the phenomena and conflicts that occurred at that time. The fusion between Shihab's understanding of wasaṭhiyyah with various horizons; text and society produces a concept of wasaṭhiyyah which is a fair, balanced and tolerant attitude in life, both in world and in the hereafte

    PANDANGAN KIAI PESANTREN TERHADAP KEDUDUKAN PEREMPUAN DALAM ISLAM (Telaah Hermeneutis terhadap Pemikiran Tafsir Kiai Misbah Mustafa)

    Full text link
    Abstract The position of women is an interesting topic. In Islamic history, several perspectives view and place women differently. There are still many who state that women's roles are limited to the home, the main task of a woman is to look after her husband and children or take care of the household. In addition to the teachings of Islam, religion interprets women today by facing great challenges, especially in Indonesia. So far, women are looked down on according to Islamic law. Yet according to the Koran, humans as caliphs on earth (consisting of men and women) have an equal element of humanity. This study draws on the thoughts of Kiai Misbah Mustafa about the position of women who are a kiai in an al-Balagh boarding school, Tuban. Kiai Misbah Mustafa also wrote a book that discusses specifically women apart from interpretations of his work, both of which will be carefully examined here. The results that the authors get from this study are, first, the author focuses on several problems in examining the position of women according to the kiai of Misbah Mustafa, namely polygamy, divorce, and inheritance. The author finds that Kiai Misbah Mustafa's thought in polygamy does not indicate that women and men get the same rights. Where Kiai Misbah Mustafa always talks about her husband's rights that are not fulfilled because of being corrupted by his wife every month. It is different from the opinion of Kiai Misbah Mustafa in divorce and the distribution of inheritance. The author agrees that the rights and obligations between husband and wife are balanced. Secondly, the implications of the thought of Kiai Misbah Mustafa in his interpretation book, Tafīsr Tᾱj al-Muslimīn Min Kalᾱmi Rabb al-īlamīn, al-Iklīl Fī Ma'ᾱnī at-Tanzīl, and to some extent helped the community in understanding the religion of Islam. Keywords: Position of Women, Kiai Misbah Mustafa Abstrak Kedudukan perempuan merupakan salah satu topik yang menarik. Dalam sejarah Islam terdapat beberapa perspektif yang memandang dan menempatkan perempuan secara berbeda. Masih banyak yang menyatakan bahwa peranan perempuan dibatasi di rumah saja, tugas utama seorang perempuan yaitu menjaga suami dan anak-anaknya atau mengurusi rumah tangga. Selain ajaran Islam agama menafsirkan tentang perempuan yang ada sekarang ini dengan menghadapi tantangan besar, khususnya di Indonesia. Selama ini perempuan dipandang rendah menurut hukum Islam. Padahal menurut Alquran, manusia sebagai khalifah di bumi (terdiri dari laki-laki dan perempuan) mempunyai unsur kemanusiaan yang setara. Penelitian ini mengambil pemikiran dari Kiai Misbah Mustafa tentang kedudukan perempuan yang merupakan seorang kiai di sebuah pondok pesantren al-Balagh, Tuban. Kiai Misbah Mustafa juga menulis kitab yang membahas khusus mengeni perempuan selain dari tafsir karyanya sendiri yang keduanya akan penulis teliti disini. Hasil yang penulis dapatkan dari penelitian ini yaitu, pertama, penulis fokuskan pada beberapa masalah dalam mengkaji kedudukan perempuan menurut kiai Misbah Mustafa, yaitu poligami, talak dan pembagian waris. Penulis menemukan bahwa pemikiran Kiai Misbah Mustafa dalam pologami tidaklah menunjukkan bahwa perempuan dan laki-laki mendapatkan hak yang sama. Dimana Kiai Misbah Mustafa selalu membicrakan masalah hak suami yang tidak dipenuhi karena dikorupsi oleh istri setiap bulannya. Berbeda dengan pendapat Kiai Misbah Mustafa dalam talak dan pembagian harta waris. Penulis sepakat, bahwa hak dan kewajiban antara suami dan istri berimbang. Kedua, implikasi dari pemikiran Kiai Misbah Mustafa dalam kitab tafsirnya yaitu Tafīsr Tᾱj al-Muslimīn Min Kalᾱmi Rabb al-‘Ālamīn, al-Iklīl Fī Ma’ᾱnī at-Tanzīl, dan sedikit banyaknya telah membantu masyarakat dalam memahami agama Islam. Kata Kunci: Kedudukan Perempuan, Kiai Misbah Mustaf

    Kekhasan Pemikiran Misbah Musthofa dalam Tafsir Al-Iklīl Fī Ma'ānī Al-Tanzīl dan Contoh Teks Penafsirannya

    No full text
    Tafsir Al-Iklil Fī Ma'āni Al-Tanzīl is the work of Misbah Musthofa (1916-1994 ). Written using pegon script with the aim of writing to carry out Islamic law as much as possible and its contents ,the understand the quran and its contents. This interpretation is used as a medium for preaching. Misbah Mustafa wrote Tafsir Al-Iklil Fī Ma'āni Al-Tanzīl for 8 years starting from 1977 to 1985 AD. In his book of commentaries, Misbah Mustafa studies a lot about the phenomena of problems that arise in society. This book consists of 30 volumes, each volume contains 1 juz of Quran. The method used by Misbah Mustafa in writing his tafsir is the tahlili method. The author uses the library method in finding data related to this paper

    ANTISIPASI ABORSI PERSPEKTIF TAFSIR AL-MISBAH

    Full text link
    Skripsi ini meneliti tentang "Antisipasi Aborsi Perspektif Al-Misbah". Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya kasus aborsi di Indonesia dengan berbagai penyebab, seperti takut akan kemiskinan, kehamilan di luar nikah, dan kurangnya kesadaran masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk memahami Tafsir al-Misbah dalam menafsirkan ayat-ayat Al-Quran terkait aborsi dan mengidentifikasi langkah-langkah antisipasi aborsi dalam Tafsir Al-Misbah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (Library Research) kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis yang didasarkan pada analisis teks. Data primer diperoleh dari kitab Tafsir al-Misbah, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku-buku tafsir, jurnal, dan sumber-sumber terkait lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aborsi menurut tafsir al-Misbah yang dirujuk pada QS. Al-Isra (1): 31-33 dan QS. Al-An’am (6): 151, aborsi tidak dibenarkan, khususnya apabila dilakukan atas dasar ketakutan terhadap kemiskinan, tekanan sosial atau aib seperti masyarakat jahiliyah dahulu, atau sebagai konsekuensi dari hubungan di luar nikah. Aborsi dikategorikan pembunuhan jika janin sudah berusia 120 hari atau sudah ditiupkan ruh. Namun Tafsir al-Misbah memberikan pengecualian jika ada ‘al-ḥaqq yaitu keadaan darurat seperti mengancam nyawa ibu (berdasarkan prinsip: darurat membolehkan yang terlarang). Kemudian Tafsir al-Misbah memberikan langkah-langkah antisipasi untuk mencegah aborsi. Antisipasi tersebut meliputi: larangan berzina dan mendekati zina dengan edukasi seksual dan etika pergaulan, larangan membunuh anak karena takut miskin dengan dukungan sosial dan ekonomi terhadap ibu hamil, penguatan nilai akidah dan tawakkal terhadap jaminan rezeki dari Allah, serta Pendidikan moral tentang fahisyah (perbuatan keji). Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi untuk pemahaman terhadap isu aborsi dalam perspektif Islam, khususnya dari sudut Tafsir al-Misbah. Diharapkan juga dapat menjadi bahan pemikiran bagi para akademisi, praktisi, dan masyarakat umum dalam upaya mencegah aborsi

    Shalat & tata krama

    No full text

    Epistemology of the Interpretation of Tajul Muslimin Min al-Kalam al-Rabb al-‘Alamiin by Misbah Mustafa

    Full text link
    This article attempts to examine the epistemological dimension of a local interpretation by a Nusantara scholar, namely Tafsir Tajul Muslimin Min al-Kalam al-Rabb al-\u27Alamiin by Misbah Mustafa. Misbah Mustafa\u27s interpretation in his work is strongly influenced by the scientific background and socio-political dynamics of Javanese Islamic society at that time. This study employs a historical-philosophical approach, utilising a qualitative research method that involves descriptive analysis. The data used are derived from literature studies, particularly those related to the interpretation of Tajul Muslimin and other relevant literature that support this research. The results of this study are that Misbah Mustafa\u27s interpretation in his work is influenced by at least two factors: internal factors, such as the scientific background of traditional Islamic boarding schools that tend towards socio-community studies, and external factors, namely the cultural and political situation at the time of writing. Regarding the epistemological structure of Tajul Muslimin\u27s interpretation, in terms of the sources of interpretation used, it is classified as tafsir bi al-ra\u27yi al-Mahmud or also called burhani epistemology. Meanwhile, the interpretive method used by Misbah is generally classified as at-tahlili (analysis), and specifically, the author identified at least 10 distinct steps employed by Misbah in his interpretation. Then, regarding the validity of Misbah Mustafa\u27s interpretation in his interpretation, the author concluded that his interpretation contains elements of three theories of truth in philosophy: coherence, correspondence, and pragmatism

    Kompetensi Pedagogik Dalam Tafsir Al-Misbah

    Full text link
    Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan ayat-ayat Alquran yang berhubungan dengan kompetensi pedagogik. Dalam hal ini penulis melakukan penelitian dan pengkajian lebih dalam tentang ayat-ayat Alquran yang berkaitan dengan kompetensi pedagogik di dalam tafsir Al-Misbah untuk menggali informasi dari dalam Alquran terkait kompetensi pedagogik agar dapat menjadi pegangan bagi guru dalam melaksanakan proses pengajaran, sehingga tercipta suasana pembelajaran yang aktif, inofatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan. Jenis penelitian ini termasuk penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan pendidikan dan ilmu tafsir. Kemudian dianalisis dengan menggunakan metode analisis isi (content analysis). Sumber data yang digunakan adalah Tafsir Al-Misbah sebagai sumber data primer dan buku-buku pendukung lainnya yang berhubungan dengan kompetensi pedagogik sebagai sumber data sekunder. Metode yang digunakan adalah metode tahlili. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Pertama, terdapat ayat-ayat yang berhubungan dengan kompetensi pedagogik dalam tafsir Al-Misbah (Q.S AlBaqarah ayat 31-32), yaitu: Dimana Allah Swt mengajarkan kepada Nabi Adam untuk mengenal nama-nama benda. Kedua, menunjukkan indikator kompetensi pedagogik dalam Tafsir Al-Misbah diantaranya adalah: Kompetensi pemahamanpeserta didik, pemahaman wawasan atau landasan kependidikan, kompetensi pedagogik tentang penguasaan materi ajar dalam Tafsir Al-Misbah, kompetensi pedagogik tentang penguasaan metode pengajaran dalam Tafsir Al-Misbah, kompetensi pemahaman teknologi pembelajaran, kompetensi pengembangan potensi peserta didik untuk aktualisasinya, kompetensi dalam memberikan evaluasi dan hasil belajar, dan kompetensi pedagogik sebagai metode untuk menyampaikan muatan materi terhadap guru

    İbrahim Opijac al-Mostari and critical edition of his work named sharh al-Misbah

    No full text
    Bu çalışmada Osmanlı döneminde Mostar'da yaşamış İbrahim Opijač el-Mostari (ö. 1137/1724-25)'nin hayatı ve eserleri ile nahiv alanında el-Mutarrizi (ö. 610/1213)'nin te'lif ettiği el-Misbah adlı muhtasar eseri üzerine yazdığı Şerhu'l-Misbah adlı eseri incelendi. Çalışma giriş ve üç bölümden oluşmaktadır. Giriş bölümünde İbrahim Opijač el-Mostari'nin yaşadığı Bosna Hersek'in Osmanlılar dönemindeki siyasi, sosyal ve ilmi durumu ile Osmanlılar döneminde Bosna Hersek'te Arap grameri üzerine yapılan çalışmalar ele alındı. Birinci bölümde Şerhu'l-Misbâh'ın temel metnini oluşturan el-Misbah adlı eserin musannifi el-Mutarrizi'nin hayatı, eserleri ve Harezmşahlar dönemindeki siyasi ve ilmi duruma genel bakış ile el-Misbâh'ın içeriği ve üzerine yapılan şerh ve haşiyeler hakkında bilgi verildi. İkinci bölümde ilk olarak İbrahim Opijač el-Mostari'nin adı, lakabı, nisbesi, ünvanları, doğumu, çocukları, vazifeleri, hocaları, ilmi ve edebi kişiliği ile eserleri hakkında detaylı bilgi verildi. Ardından Şerhu'l-Misbah'ın adı, müellife aidiyeti, ilim dünyasındaki yeri ve yazma nüshaların tavsifi ele alındı. Daha sonra İbrahim Opijač el-Mostari'nin şerhte takip ettiği metot incelendi. Son olarak Şerhu'l-Misbah'ın metin tesisinde takip edilen yoldan bahsedildi. Üçüncü bölümde Şerhu'l-Misbah'ın tahkik edilmiş metni verildi. Metnin sonuna ayet, hadis, şiir, mesel, dil ekolleri, Arap lehçeleri, şahıs, eser ve yer adları, tahkik işleminde faydalanılan kaynaklar ve konu başlıklarının fihristleri eklendi. Sonuç bölümünde İbrahim Opijač el-Mostari ve eseri Şerhu'l-Misbah'ın incelenmesi sonucu elde edilen bulgular paylaşıldı.In this study the life and the works of İbrahim Opijac al-Mostari (d. 1137/1724-25) who lived in Ottoman era in Mostar along with his work named Sharh al-Misbah which he wrote as a commentary on a abridged work called al-Misbah composed on syntax by al-Mutarrizi (d. 610/1213) were examined. The study consists of three part with the introductory part. In the introductory part political, social and scientific status of Bosnia and Hercegovina in Ottoman era which İbrahim Opijac al-Mostari lived in and the works done on Arabic grammer in Bosnia and Hercegovina in Ottoman era were handled. In the first part information about the life, the works of al-Mutarrizi the author of the work al-Misbah which is a base text of Sharh al-Misbah, general overview of the political and scientific status in Khwarazmshah period along with the context of al-Misbah and the comentaries and the glosses composed on al-Misbah was given. In the second part firstly, detailed information about Ibrahim Opijac al-Mostari's name, nickname, relational name, titles, birth, children, duties, teachers, scientific and literal personality and works were revealed. Then Sharh al-Misbah's title, belongingness to the author, place in the science world and manuscript copies were dealt with. Thereafter the method pursued by İbrahim Opijac al-Mostari in the commentary was examined. Finally the way followed in critical edition of the text of Sharh al-Misbah was mentioned. In the third part edited text of Sharh al-Misbah was revealed. Indexes of Quranic verses, bayts, hadiths, mathals, grammer schools, Arabic dialects, person, works, place names, sources used in critical edition and topics were added at the end. In conlcusion the findings acquired by studying İbrahim Opijac al-Mostari and his work Sharh al-Misbah were shared
    corecore