1,725,172 research outputs found
Review report: Al-Miftah
This report reviews the organisational performance of the Palestinian NGO Al-Miftah over a three period (2011–13). The report is based on field interviews in Ramallah with staff, stakeholders and beneficiaries and includes main findings, recommendations and annexes. The report was commissioned by Norad under CMI’s general framework agreement on human rights
Retorika Gus Miftah dalam dakwah : Analisis deskriptif dakwah Gus Miftah pada Media Sosial Youtube @ Gus Miftah Official
INDONESIA:
Retorika adalah modal utama bagi seorang da‟i, dengan menggunakan retorika yang baik sesuai dengan kaidah, maka proses kegiatan dakwah akan berjalan sesuai dengan harapan. Seperti Gus Miftah, ia merupakan seorang ulama dan da‟i yang berasal dari Indonesia. Gus Miftah juga merupakan Pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji yang berada di Sleman Yogyakarta. Dalam dakwahnya, Gus Miftah mempunyai ciri khas gaya bahasa dakwah, sehingga dakwahnya selalu mendapatkan respon positif.
Peneliti memiliki tujuan dalam melakukan penelitian ini, yaitu untuk mencari tahu jenis gaya bahasa dakwah Gus Miftah yang terdapat pada video youtube di channel Gus Miftah Offcial, bagaiamana Gus Miftah menggunakan jenis gaya bahasa berdasarkan pilihan kata, struktur kalimat, dan jenis gaya bahasa yang paling dominan digunakan Gus Miftah saat berdakwah.
Metode penelitian yang digunakan, yaitu menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penliti menggunakan dua jenis sumber data, yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Adapun teknik dalam pengumpulan data yaitu, peneliti melakukan observasi dengan cara menonton video youtube dari channel Gus Miftah Official, dengan mengumpulkan kata-kata dan kalimat. Lalu peneliti melakukan studi dokumentasi dengan mengambil tangkap layar profile youtube Gus Miftah Official. Lalu melakukan studi kepustakaan dengan cara mencari berbagai macam sumber.
Teori dalam penelitian ini adalah teori Retorika Aristoteles dan teori Gaya Bahasa Gorys Keraf. Retorika menurut Aristoteles adalah kemampuan untuk memilih dan menggunakan bahasa dalam situasi tertentu secara efektif untuk mempersuasi orang lain. Dan teori Gaya Bahasa Gorys Keraf, gaya bahasa adalah cara penyampaian gagasan tertentu melalui bahasa yang mencerminkan watak atau kepribadian pengarang.
Hasil dari penelitian yang telah dilakukan, berdasarkan pilihan kata, Gus Miftah dalam berdakwah menggunakan beragam macam kata, mulai dari gaya bahasa resmi, tak resmi, dan juga percakapan. Gus Miftah lebih sering menggunakan gaya bahasa tak resmi. Gus Miftah menggunakan struktur kalimat yang beragam, antara lain paralelisme, antitesis, dan repetisi, dimulai dengan kalimat klimaks atau gradasi. Gus Miftah sering menggunakan struktur kalimat gradasi atau klimaks. bahwa Gus Miftah lebih sering menggunakan gaya bahasa tidak resmi untuk pilihan kata, struktur kalimat, klimaks, dan gradasi saat berdakwah di YouTube dan media sosial.
ENGLISH:
Rhetoric is the main capital for a da'i, by using it Good rhetoric is in accordance with the rules, then the process of da'wah activities will be successful went according to expectations. Like Gus Miftah, he is a scholar and da'i who came from Indonesia. Gus Miftah is also the Head of the Lodge Ora Aji Islamic Boarding School in Sleman Yogyakarta. In his preaching, Gus Miftah has a characteristic preaching language style, so his preaching is always preaching get a positive response.
Researchers have a goal in conducting this research, namely to Find out what type of language style Gus Miftah's preaching is in the video YouTube on the Gus Miftah Offcial channel, how Gus Miftah uses types language style based on word choice, sentence structure, and type of language style Gus Miftah uses it most dominantly when preaching.
The research method used is using research methods descriptive with a qualitative approach. Researchers use two types of sources data, namely primary data sources and secondary data sources. As for internal techniques data collection, namely, researchers make observations by watching YouTube video from the Gus Miftah Official channel, by collecting words and sentences. Then the researcher carried out a documentation study by taking screenshot of Gus Miftah Official's YouTube profile. Then do a study literature by searching various sources.
The theories in this research are Aristotle's Rhetoric theory and Style theory Gorys Keraf language. Rhetoric according to Aristotle is the ability to selecting and using language in certain situations effectively to persuade others. And Gorys Keraf's theory of language style, language style is a way of conveying certain ideas through language that reflects character or author's personality.
The results of the research that has been carried out, based on word choice, Gus Miftah uses various kinds of words in his preaching, starting from style official, unofficial and conversational language. Gus Miftah more often use informal language styles. Gus Miftah uses sentence structure various types, including parallelism, antithesis, and repetition, starting with climax sentence or gradation. Gus Miftah often uses sentence structure gradation or climax. that Gus Miftah uses language styles more often informal for word choice, sentence structure, climax, and moment gradation preaching on YouTube and social media.
إن البلاغة هي العاصمة الرئيسية للداعي من خلال استخدامها
والبلاغة الجيدة تكون وفق القواعد، وبذلك تكون عملية الدعوة ناجحة
ذهب وفقا للتوقعات. فهو، مثل جوس مفتاح، عالم
والداعي الذي جاء من إندونيسيا. جوس مفتاح هو أيضًا رئيس المحفل
مدرسة أورا آجي الإسلامية الداخلية في سليمان يوجياكرتا. في وعظه جوس
يتميز مفتاح بأسلوب لغة وعظية مميزة، فوعظه دائمًا وعظ
الحصول على رد إيجابي.
للباحثين هدف في إجراء هذا البحث، وهو
تعرف على نوع أسلوب اللغة الذي يستخدمه جوس مفتاح في وعظه في الفيديو
يوتيوب على قناة جوس مفتاح الرسمية، كيف يستخدم جوس مفتاح الأنواع
يعتمد أسلوب اللغة على اختيار الكلمات وبنية الجملة ونوع أسلوب اللغة
يستخدمها جوس مفتاح في الغالب عند الوعظ.
طريقة البحث المستخدمة هي استخدام طرق البحث
وصفية مع النهج النوعي. يستخدم الباحثون نوعين من المصادر
البيانات، وهي مصادر البيانات الأولية ومصادر البيانات الثانوية. أما بالنسبة للتقنيات الداخلية
جمع البيانات، أي قيام الباحثين بإبداء الملاحظات من خلال المشاهدة
فيديو يوتيوب من قناة جوس مفتاح الرسمية بجمع الكلمات
والجمل. ومن ثم قامت الباحثة بإجراء دراسة توثيقية من خلال أخذ
لقطة شاشة للملف الشخصي لـ Gus Miftah Official على YouTube. ثم قم بإجراء دراسة
الأدب من خلال البحث في مصادر مختلفة.
النظريات في هذا البحث هي نظرية البلاغة لأرسطو ونظرية الأسلوب
لغة جوريس كيراف. البلاغة عند أرسطو هي القدرة على
اختيار واستخدام اللغة في مواقف معينة بشكل فعال
إقناع الآخرين. ونظرية جوريس كيراف في أسلوب اللغة هي أسلوب اللغة
طريقة لنقل أفكار معينة من خلال اللغة التي تعكس الشخصية أو
شخصية المؤلف.
نتائج البحث الذي تم إجراؤه، بناءً على اختيار الكلمات، جوس
يستخدم مفتاح أنواعًا مختلفة من الكلمات في وعظه، بدءًا من الأسلوب
اللغة الرسمية وغير الرسمية والمحادثة. جوس مفتاح في كثير من الأحيان
استخدام أساليب اللغة غير الرسمية. يستخدم جوس مفتاح بنية الجملة
أنواع مختلفة، بما في ذلك التوازي، والنقيض، والتكرار، بدءا من
ذروة الجملة أو التدرج. غالبًا ما يستخدم جوس مفتاح بنية الجملة
التدرج أو الذروة. أن جوس مفتاح يستخدم أساليب اللغة في كثير من الأحيان
غير رسمي لاختيار الكلمات، وبنية الجملة، والذروة، وتدرج اللحظة
الوعظ على اليوتيوب ووسائل التواصل الاجتماعي
PENGARUH PEMBERITAAN TENTANG GUS MIFTAH DAN PENJUAL ES TEH DI MEDIA SOSIAL TERHADAP CITRA GUS MIFTAH SEBAGAI PENDAKWAH
Desember 2024, media sosial diramaikan dengan pemberitaan Gus Miftah yang sedang bertemu dengan penjual es the dimana Gus Miftah memberikan pernyataan kepada penjual es teh. “Es tehmu sek okeh ra? Masih? Yo kono di dol Goblok. Dol en disik engko lek ga payu yauwes takdir” dengan tertawa terbahak-bahak. Potongan video tersebut terjadi pada saat acara tabligh akbar Magelang bersholawat. Kejadian tersebut menjadi viral dan banyak diperbincangkan oleh Masyarakat serta mempengaruhi citra Gus Miftah sebagai pendakwah yang popular pada saat ini. Peneliti tertarik untuk menganalisis tentang sejauh mana pengaruh pemberitaan Gus Miftah tentang penjual es teh terhadap citra Gus Miftah sebagai pendakwah. Adapun penelitian ini menggunakann teori S-O-R untuk diteliti menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survey. Berdasarkan hasil nilai regresi linier sederhana diperoleh hasil tingkat nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 maka ada pengaruh variabel (X) pemberitaan Gus Miftah terhadap variabel (Y) citra pendakwah. Pada uji koefisiensi determinasi menunjukkan besarnya nilai diperoleh koefisiensi determinasi (R square) yaitu sebesar 0,341. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberitaan tentang Gus Miftah tentang penjual es teh mempengaruhi citra Gus Miftah sebagai pendakwah sebanyak 34% Sehingga, penelitian ini juga memiliki kontribusi untuk memberikan pemahaman mengenai bagaimana pemberitaan di media dapat membentuk citra tokoh di mata publik
RETORIKA DAKWAH GUS MIFTAH MELALUI YOUTUBE
Dakwah mempunyai arti yaitu mengajak kepada kebaikan yang pelakunya ialah Allah SWT, para Nabi dan Rosul serta orang-orang yang telah beriman dan beramal sholeh. Dakwah juga merupakan aktifitas yang sangat penting dalam Islam. Dengan dakwah, Islam dapat tersebar dan diterima oleh manusia. Sebaliknya, tanpa dakwah Islam akan semakin jauh dari masyarakat dan selanjutnya akan lenyap dari permukaan bumi. Agar aktivitas dakwah cepat tersampaikan maka dibutuhkan retorika. Retorika adalah suatu ilmu yang mempelajari atau mempersoalkan tentang bagaimana cara berbicara yang mempunyai daya tarik yang mempesona sehingga orang yang mendengarkannya dapat mengerti dan tergugah perasaannya. Ada banyak da’i yang memiliki gaya retorika sendiri, sehingga dapat menarik perhatian mad’u. Miftah Habiburahman atau sering dikenal Gus Miftah adalah salah satu pendakwah yang terkenal berdakwah di klub malam dan memiliki gaya bicara yang khas, sekaligus mempunyai channel youtube khusus yang berisi konten-konten ceramah beliau. Oleh karena itu peneliti tertarik melakukan penelitian tentang Retorika Dakwah Gus Miftah Melalui Youtube.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Di mana hasilnya berupa data deskripsi berupa pernyataan analisis yang diamati. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini berupa sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data primer dalam penelitian ini didapat dari video youtube ceramah Gus Miftah. Sumber data sekunder didapat dari internet, artikel, dokumen dan literature lainnya yang berkaitan dengan penelitian ini.
Berdasarkan hasil penelitian dari dakwah Gus Miftah. Ia menggunakan unsur-unsur dari retorika seperti, kontak visual dan kontak mental dengan khalayak, vokal, gerak tubuh. Pada saat berdakwah, kontak visual dan kontal mental yang dilakukan Gus Miftah dengan mad’u melihat langsung dan menyapu pandangan kesemua khalayak dengan penuh perhatian.Vokal yang dilakukan Gus Miftah sangat memperhatikan irama atau nada suara, serta Gus Miftah mampu memberikan jeda-jeda pada bagian tertentu kalimat yang disampaikan, sehingga dapat mempermudah mad’u dalam memahami isi materi. Gerak tubuh Gus Miftah dalam berdakwah dengan sikap badan duduk di atas kursi dengan posisi badan tegap dengan tenang. Saat berdiri pun Gus Miftah dengan posisi badan tegap tenang. Dengan ekspresi wajah tersenyum untuk memberikan suasana tenang. Berjalan ke kiri dan kekanan untuk menguasai panggung dan untuk memperkuat bunyi dan vokal. Menggerakkan tangannya supaya memperkuat isi materi yang disampaikan. Menggunakan pakaian kemeja rapi dan santai sesuai dengan mad’u saat menyampaikan dakwahnya
Dakwah Gus Miftah dalam Bingkai Media Daring
This article explores the mass media's framing of the preaching of Miftah Maulana Habiburrahman or better known as Gus Miftah who is considered different by the public because he preaches in a club and a nightclub. This has attracted the attention of several parties such as the Majelis Ulama Indonesia (MUI) and some politicians. The focus of this research is to uncover and compare Gus Miftah's coverage by Detik.com and JPNN.com in the framework of Robert N. Entman's framing analysis and qualitative approaches. The results of this study indicate that the two media are framing different news. Detik.com looks more neutral by presenting Gus Miftah's missionary journey and some pro and contra responses. Meanwhile, JPNN.com featured many parties who disagreed with Gus Miftah's preaching that was carried out in nightclubs.Tulisan ini meneroka pembingkaian media massa atas dakwah Miftah Maulana Habiburrahman atau yang lebih dikenal dengan sapaan Gus Miftah yang dianggap berbeda oleh khalayak karena berdakwah di sebuah klub dan tempat hiburan malam. Hal ini mengundang perhatian beberapa pihak seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan beberapa kalangan politisi. Fokus penelitian ini menyingkap dan membandingkan pemberitaan Gus Miftah yang dilakukan oleh Detik.com dan JPNN.com dalam kerangka analisis framing Robert N. Entman dan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kedua media tersebut melakukan pembingkaian berita yang berbeda. Detik.com terlihat lebih netral dengan menampilkan perjalanan dakwah Gus Miftah dan beberapa tanggapan yang pro dan yang kontra. Sementara itu, JPNN.com banyak menampilkan pihak-pihak yang tidak setuju dengan dakwah gaya Gus Miftah yang dilakukan di tempat hiburan malam
A DAKWAH GUS MIFTAH DISEBUAH KELAB MALAM DISARKEM YOGYAKARTA: Kelab malam, Dakwah, Gus Miftah, Semiotika.
Dunia kelam menawarkan keindahan, serta kenikmatan sesaat bagi orang yang tergoda dengan indahnya dunia, tanpa disadari orang terperosok kedalam jurang, dan sulit untuk kembali kejalan yang benar, banyak orang yang sering melakukan maksiat dan mengakibatkan tertutup hatinya, butuh proses untuk tidak melakukan hal yang negatif tersebut, dunia kelam masih banyak digemari kaum pria berhidung belang, hanya untuk sekedar melepas gundah, frustasi, atau menyalurkan hawa nafsunya.
Kegiatan dakwah ditempat hiburan malam yang dilakukan oleh gus Miftah tidak semua orang bisa melakukannya, hanya orang yang mempunyai niat dan tujuan baik untuk berdakwah, dalam dakwahnya menjadi viral setelah video diunggah di akun youtube Gus Miftah Official, karena dakwah Gus Miftah unik dan jarang orang bisa melakukan kajian di tempat lokalisasi seperti di Sarkem Yogyakarta. Penulis melakukan penelitian melalui pengumpulan data dalam bentuk tanda-tanda yang gaya bahasa dan berpakaian yang digunakan dalam berdakwah Gus Miftah. Hasil analisis semiotika Ferdinand De Saussure menunjukan bahwa tanda dan simbol dan makna dalam dakwah Gus Miftah sehingga dakwahnya dapat diterima dikelab malam Sarkem Yogyakart
RETORIKA DAKWAH GUS MIFTAH MELALUI MEDIA YOUTUBE
ABSTRAK
Dakwah mempunyai arti yaitu mengajak kepada kebaikan yang
pelakunya ialah Allah SWT, para Nabi dan Rosul serta orang-orang
yang telah beriman dan beramal sholeh. Dakwah juga merupakan
aktifitas yang sangat penting dalam Islam. Dengan dakwah, Islam
dapat tersebar dan diterima oleh manusia. Sebaliknya, tanpa dakwah
Islam akan semakin jauh dari masyarakat dan selanjutnya akan lenyap
dari permukaan bumi. Agar aktivitas dakwah cepat tersampaikan
maka dibutuhkan retorika. Retorika berasal dari bahasa inggris
rethoric yang artinya ilmu bicara. Dalam perkembangannya, retotika
disebut dengan seni bicara dihadapan umum atau ucapan untuk
menciptakan kesan yang diinginkan. Ada banyak da’i yang memiliki
gaya retorika sendiri, sehingga dapat menarik perhatian mad’u. Miftah
Habiburahman atau sering dikenal Gus Miftah adalah salah satu
pendakwah yang terkenal berdakwah di klub malam dan memiliki
gaya bicara yang khas, sekaligus mempunyai channel youtube khusus
yang berisi konten-konten ceramah beliau. Oleh karena itu peneliti
tertarik melakukan penelitian tentang Retorika Dakwah Gus Miftah
Melalui Youtube.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Dimana hasilnya
berupa data deskripsi berupa pernyataan analisis yang diamati.
Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini berupa sumber data
primer dan sumber data sekunder. Sumber data primer dalam
penelitian ini didapat dari video youtube ceramah Gus Miftah. Sumber
data sekunder di dapat dari internet, artikel, dokumen dan literature
lainnya yang berkaitan dengan penelitian ini.
Berdasarkan hasil penelitian dari dakwah Gus Miftah. Ia
menggunakan unsur-unsur dari retorika seperti, kontak visual dan
kontak mental dengan khalayak, vokal, gerak tubuh. Pada saat
berdakwah, kontak visual dan kontal mental yang dilakukan Gus
Miftah dengan mad’u melihat langsung dan menyapu pandangan
kesemua khalayak dengan penuh perhatian. Vokal yang dilakukan
Gus Miftah sangat memperhatikan irama atau nada suara, serta Gus
Miftah mampu memberikan jeda-jeda pada bagian tertentu kalimat
yang disampaikan, sehingga dapat mempermudah mad’u dalam
iv
memahami isi materi. Gerak tubuh Gus Miftah dalam berdakwah
dengan sikap badan duduk diatas kursi dengan posisi badan tegap
dengan tenang. Saat berdiripun Gus Miftah dengan posisi badan tegap
tenang. Dengan ekspresi wajah tersenyum untuk memberikan suasana
tenang. Berjalan ke kiri dan ke kanan untuk menguasai panggung dan
untuk memperkuat bunti dan vokal. Menggerakkan tangannya supaya
memperkuat isi materi yang disampaikan. Menggunakan pakaian
kemeja rapi dan santai sesuai dengan mad’u saat menyampaikan
dakwahnya
Da’i Diskotik: Dakwah Gus Miftah di tempat Hiburan Malam Yogyakarta
Masyarakat objek dakwah bukanlah masyarakat homogen melainkan masyarakat pluralis yang terdiri dari perbedaan suku, agama, rasa dan budaya. Fenomena yang terjadi saat ini adalah munculnya Gus Miftah yang berani tampil berdakwah ditempat yang bisa dikatakan tidak lazim dilakukan oleh kebanyakan da‟i, yaitu berdakwah ditempat hiburan malam seperti diskotik, café, bar, dan sebagainya. Penelitian ini dimaksudkan untuk mencari jawaban tentang bagaimana Gus Miftah beradaptasi, berinteraksi, dan memaknai realitas sosial para pekerja diskotik sebagai objek dakwah. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan teori konstruksi sosial Berger dan Luckmann. Menurutnya, konstruksi sosial terhadap realitas dapat terjadi melalui tiga proses simultan, yaitu eksternalisasi, obyektivasi dan internalisasi. Adapun teknik pengumpulan data penelitian ini dilakukan dengan cara observasi, dokumentasi dan wawancara mendalam terhadap informan. Hasil penelitian menemukan bahwa, konstruksi sosial dakwah Gus Miftah terdapat 3 temuan: (1) Eksternalisasi atau Adaptasi Diri terdiri dari dua tahap: a. Gus Miftah mulai mengawali dakwahnya dan beradaptasi di lokalisasi Pasar Kembang di Yogyakarta. b. Proses adaptasi dakwah di diskotik yang tidak membutuhkan waktu lama karena Gus Miftah sudah terkenal dikalangan pekerja hiburan malam dan preman di Yogyakarta. (2) Objektivasi atau interaksi sosial terdiri dari tiga tahap a. sosialisasi yaitu dengan meminta izin kepada pihak manajemen diskotik, selain itu sepak terjang dakwah Gus Miftah yang sering keluar masuk ditempat hiburan malam. b. legitimasi atau pengakuan dari pihak manajemen serta para pekerja hiburan malam menyatakan bahwa Gus Miftah adalah sosok da‟i diskotik yang mampu memahami kondisi mereka. c. institutionalized atau proses kelembagaan fungsi dalam masyarakat, yaitu terjadi kesepakatan bahwa kedatangan Gus Miftah bukan sebagai penceramah atau pendakwah sehingga istilahnya bukan dakwah tetapi mengaji bersama. (3) Gus Miftah memaknai realitas sosial para pekerja hiburan malam bukan untuk dihindari dan dijauhi akan tetapi sebagai objek dakwah yang membutuhkan pengarahan dan ajaran agama, hal ini tentunya tidak lepas dari ajaran Sunan Drajat yaitu berikanlah baju kepada orang yang telanjang, berikanlah tongkat kepada orang buta, menyapu itu ditempat yang kotor, menyalakan lampu itu ditempat yang gelap
Gender-Based Analysis of Public Health Sector Services: A Beneficiary-Based StudyMuhammed Abu Zeinah
OSInternational audienceSponsored by the United Nations Entity for Gender Equality and the Empowerment of Women & published by MIFTAH - Initiative for the promotion of Global Dialogue and Democracy, Ramallah, Palestine
Dakwah humanis Gus Miftah di Youtube
Dakwah Humanis Gus Miftah di Youtube skripsi Sulistyo Waningsih (1601026067) Komunikasi dan Penyiaran Islam konsentrasi Televisi Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikai UIN Walisongo Semarang.
Dakwah saat ini tidak hanya dilakukan melalui tatap muka melainkan dengan media sosial seperti Youtube. Maraknya dakwah Islam di Youtube, ada beberapa orang yang memanfaatkan untuk menyebarkan ajaran yang radikal atau bisa disebut dakwah radikal. Kanal Youtube yang menyebarkan dakwah radikal di antaranya Media Dakwah Sunnah TV, Cahaya Islam dan Cahaya Tuhid. Dengan adanya dakwah radikal, Gus Miftah hadir sebagai da’i untuk memberikan contoh dakwah yang harus diterapkan yaitu dengan dakwah humanis. Dimana sesame manusia harus bisa memanusiakan manusia.
Penelitian ini bertujuan untuk menjawab rumusan masalah mengenai bagaimana dakwah humanis Gus Miftah di Youtube. Analisis ini dilakukan dengan cara mengkategorikan video-video Gus Miftah di Youtube yang sudah ditentukan oleh penulis berdasarkan nilai dakwah humanis atau humanism Islam.
Jenis penelitian ini adalah kualitatif, dengan pendekatan analisis semiotika Charles Sanders Peirce yaitu dengan konsep triadic yang terdiri dari representamen (sesuatu yang berfungsi sebagai tanda), object (sesuatu yang merujuk pada tanda) dan interpretant (sesuatu yang merujuk pada makna dari tanda).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gus Miftah telah menerapkan nilai-nilai dakwah huamanis yang terdiri dari nilai kebebasan, persamaan, dan persaudaraan. Gus Miftah menerapkannya dengan memberikan contoh langsung melalui video youtube-nya seperti cara berdoa kepada Allah yang benar, saling membantu sesama, menjaga keharmonisan dalam berkeluarga, sikap gotong royong, sikap menghargai orang yang lebih tua dan bersedekah, serta cara menghargai dengan tidak melukai perasaan
- …
