24 research outputs found
PENGARUH ROA, DER, CR, INFLASI DAN KURS TERHADAP RETURN SAHAM (STUDI KASUS INDUSTRI MAKANAN DAN MINUMAN YANG TERDAFTAR DI BEI PERIODE 2008-2012)
The objectives of this research to analyze the influence of ROA, DER, CR, inflation and exchange rate to stock return on Food and Baverage industry that listed on Indonesian Stock Exchange in the period of 2008-2012.The number of population is 19 companiesand eligablesample is 16 companies. Analyze technique that use to analyze data is multiple linier regression. Analyses result showed that the partial results of Return On Asset (ROA), inflation and exchange rate variables has significant influence to stock return in other hand DER and CR has insignificantinfluenced to stock return on Food and Baverage industry.Keywords : On Asset (ROA), Debt to Equity Ratio (DER), Current Ratio (CR), Inflation, exchange rate, stock Retur
PENGARUH ROA, DER, CR, INFLASI DAN KURS TERHADAP RETURN SAHAM (STUDI KASUS INDUSTRI MAKANAN DAN MINUMAN YANG TERDAFTAR DI BEI PERIODE 2008-2012)
ABSTRACT The objectives of this research is to analyze the influence of Return On Asset (ROA), Debt to Equity Ratio (DER), Current Ratio (CR), inflation and exchange rate to the stock return of Food and Baverage industry that listed on Indonesian Stock Exchange in the period of 2008-2012.The number of population are 19 companies but the elligable unit to be sample is  16 companies. Analyze technique to describe the varibles relationships used Multiple Linier Regression. Based on the data processing, it is known that simmultaneously the effect of independent variables are significant. Furthermore,  partially it is known that the effect of  Return On Asset (ROA), inflation, and exchange rate variables are  significant,  otherwise varieables  Debt to Equity Ratio (DER) and Current Ratio (CR) have insignificant effect. Keywords : On Asset (ROA), Debt to Equity Ratio (DER), Current Ratio (CR), Inflation, exchange rate, stock retur
Perbandingan Pembobotan Kata Menggunakan Naïve Bayes Classifier Terhadap Analisa Sentimen Permendikbud No 30 Tahun 2021
Kekerasan seksual di lingkungan Pendidikan mengalami peningkatan kasus dari tahun ke tahun. Menurut data dari Komnas Perempuan periode 2015-2020 kasus kekerasan seksual di lingkungan Pendidikan menunjukkan bahwa lingkungan Pendidikan sudah tidak menjadi tempat yang aman bagi peserta didik. Berdasarkan data kasus yang diadukan kepada komnas perempuan pada tahun 2015-2020 kasus kekerasan seksual tertinggi terjadi di lingkungan Universitas sebanyak 27%, lalu diikuti oleh Pesantren atau Pendidikan berbasis agama sebanyak 19% dan sisanya terjadi di tingkat SMU/SMK sebanyak 15%, SMP 7%, di tingkat TK,SD,SLB dan Pendidikan berbasis Kristen masing-masing sebanyak 3%. Bentuk kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan Pendidikan tersebut berupa pemerkosaan, pencabulan, dan pelecehan seksual serta kekerasan psikis dan diskriminasi dengan mengeluarkan siswa dari sekolah. Berbagai kasus tersebut mendorong pihak Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia membuat Peraturan Menteri No 30 Tahun 2021 dengan tujuan untuk menangani berbagai kekerasan seksual yang selama ini masih terjadi di lingkungan Pendidikan. Namun setelah diterbitkannya Peraturan Menteri nomor 30 Tahun 2021 tersebut memunculkan beragam sentimen positif dan negatif dari masyarakat baik itu dari organisasi HAM dan organisasi keagamaan. Opini dari masyarakat tersebut dapat dijadikan bahan evaluasi bagi pemerintah untuk menilai kebijakan yang telah dibuat. Dalam penelitian ini membahas mengenai analisa sentimen Permendikbud no 30 tahun 2021 dengan melakukan perbandingan pembobotan kata menggunakan metode Naïve Bayes Classifier. Langkah awal yang penulis lakukan yaitu pengumpulan data dari media sosial Twitter sebanyak 468 data, kemudian memberikan pelabelan kelas data yang terdiri dari positif, negatif, dan netral lalu melakukan proses pembobotan menggunakan TF-IDF dan TF-RF yang bertujuan untuk melihat perbandingan proses pembobotan kedua metode tersebut. Berdasarkan dari proses dan hasil pengujian Confusion Matrix didapatkan akurasi terbaik dengan rasio 70:30 sebesar 73,94% dengan pembobotan TF-IDF.
Kata Kunci: PERMENDIKBUD No 30 Tahun 2021, Kekerasan Seksual, Analisa Sentimen, Twitter, Naïve Bayes Classifier
Improving the accuracy of rainfall forecasting using multivariate transfer function and resilient backpropagation neural network
PEMANFAATAN ARANG SABUT KELAPA DAN KULIT PINANG MENJADI BIOBRIKET UNTUK MENINGKATKAN NILAI TAMBAH
Areca nut coir contains several chemical compounds, i.e., cellulose (34,18%), hemicellulose (20.83%), and lignin (31.6%). These chemical compounds are a source of carbon in the manufacture of activated charcoal or adsorbents and coconut coir is a material containing lignicellulose which can be used as a substitute for fuel. One way to use areca nut and coconut coir is to make biobriquettes. Processing of areca and coconut coir into biobriquettes deals with numerous production factors, starting from additional materials, labor, production equipment, and other materials. Processing costs are conducted to obtain higher prices and higher profits than without a production process, so value added analysis is needed. The purpose of this research is to find out the added value generated from processing areca nut shells and coconut coir into biobriquettes. Data were obtained from primary and secondary data. The methods used in this research are descriptive and quantitative methods. Based on the results of the research, processing of areca shell charcoal and coconut coir into biobriquettes starts from ordering raw materials, maintenance and storage of raw materials. The production process is conducted by weighing the raw materials, carbonizing, milling, sieving, mixing charcoal flour with tapioca flour, moulding, drying and packaging. and added value analysis shows that the business plan for processing areca shell charcoal and coconut coir into biobriquettes obtains an added value of Rp. 3,077/kg of raw materials. A large added value of zero (Rp. 3,077> 0) means that the utilization of areca nut shells and coconut husks into biobriquettes generates added value
PHYSICOCHEMICAL PROPERTIES OF TEA (Camellia sinensis) SEED OIL AND ITS APPLICATIONS
Tea (Camellia sinensis) is widely grown for its leave sand is commercialized as black tea. Product diversification and value addition are currently are of great interest. This study provides data on the physicochemical properties of tea seed oil from Kayu Aro, Jambi Province. Extraction using-hexane was employed to obtain tea seed oil followed by physical-chemical analysis to assess its properties. Physicochemical properties, namely oil yield, density, refractive index, viscosity, turbidity, color, and melting point, as well as free fatty acid, iodine value, peroxide value, and saponification were determined. The oil yield is up to 14% (dB), density is 882.5±5.5kg/m3, refractive index is 1.48±0.20, viscosity is 64.1±0.2 Pa.s, turbidity is 0.88, color 47.0 (L),34.6 (C) and 95.3 (h) as well as free fatty acid 0.39-0.92%, iodine value 29.63-30.87gI2/100g, peroxide value 0.019-0.417 meq O2/100g, and saponification 127.721-168.382. Tea seed oil is stable and can be a potential source of edible and non-edible applications, such as natural nutraceutical, pharmaceutical, and cosmetic product
KAJIAN PENERAPAN PRODUKSI BERSIH PADA PT. X KOTA JAMBI
Kegiatan suatu industri selain menghasilkan produk utama juga menghasilkan produk samping berupa limbah. Limbah yang tidak termanfaatkan erat kaitannya dengan potensi pencemaran lingkungan. Produksi bersih merupakan salah satu cara atau strategi untuk meminimasi adanya pencemaran lingkungan akibat hasil dari produksi oleh industri dengan mengurangi adanya limbah dari proses produksi yang dilakukan secara terus menerus dengan menerapkan pengelolaan limbah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses produksi keripik pangsit ubi ungu, mengidentifikasi jenis dan banyaknya limbah yang dihasilkan serta menganalisis kelayakan teknis dan finansial terhadap peluang penerapan produksi bersih di PT.X. Metode yang digunakan yaitu metode analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Produksi bersih yang ditawarkan kepada PT. X dari hasil penelitian ini yaitu ; (1)pengolahan kulit ubi ungu menjadi pakan ternak yang dapat dijual dan menghasilkan keuntungan sebesar Rp. 11.089.136/tahun, NPV (i=9%) sebesar Rp. 18.197.369, Ratio (i=9%) sebesar 1,16, dengan payback period selama 2 tahun 4 bulan (2)penghematan air sebanyak 110 liter/hari, NPV (i=9%) sebesar Rp. 3. 500.481, Ratio (i=9%) sebesar 2,18, dengan payback period selama 1 tahun 1 bulan (3) penjualan cangkang telur dengan keuntungan sebesar Rp. 295.200/tahun, NPV (i=9%) sebesar Rp. 951.187, Ratio (i=9%) sebesar 1,05, dengan payback period selama 8 bulan (4) penjualan kardus bekas dengan keuntungan sebesar Rp. 5.800/bulan, Ratio sebesar 6,8, dengan payback period selama 1 bulan (5) penjualan plastik bekas dengan keuntungan sebesar Rp. 1.800/bulan, Ratio sebesar 3,25, dengan payback period selama 4 bulan (6) penggunaan kembali sisa minyak sampai berwarna kecoklatan kemudian dibuang kelingkungan dengan penambahan oil solidifier
Sistem Informasi Geografis Pemetaan tempat wisata di Berastagi
Berastagi city is one of the most famous tourist city in Karo District. Karo Regency Government has promoted tourism objects through mass media such as newspapers, brochures, pamphlets and posters. However, the method is not enough to inform widespread tourism to local tourists foreign tourists. Therefore the author tries to make a new innovation for geographic information system mapping of tourist attractions in Berastagi which is fixed to all local tourists and foreign tourists. This application aims to get the public can get complete information about tourist attractions in Berastagi. And some Lodging as well as transportation close to the sights follow in order for people who are walking the easy and quick to find out. Thus the authors hope this application is useful for the entire community.111 HalamanKertas Karya Diplom
PERUBAHAN DIMENSI PIRING PELEPAH PINANG AKIBAT PERLAKUAN FISIK
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan klasifikasi piring pelepah pinang berdasarkan berat dan mengetahui perubahan dimensi piring pelepah pinang akibat perlakuan fisik. Penelitian dilaksanakan pada beberapa tahap, yaitu: Tahap 1. Klasifikasi piring pelepah pinang berdasarkan berat; Tahap 2. Pengaruh penyimpanan pada masing-masing klasifikasi piring pelepah pinang; Tahap 3. Pengaruh suhu air dan lama perendaman pada masing-masing klasifikasi piring pelepah pinang; Tahap 4. Pengaruh pemanasan pada masing-masing klasifikasi piring pelepah pinang. Parameter yang diamati adalah perubahan kadar air, tinggi dan diameter piring pelepah pinang. Piring pelepah pinang (diameter atas 15,5 cm, tinggi 2 cm) memiliki berat rata-rata 20,65 g, diklasifikasikan menjadi: kurang 18 g; 18 – 24 g; dan lebih dari 24 g. Perbedaan berat piring pelepah pinang tidak berpengaruh terhadap perubahan kadar air piring yang disimpan selama dua bulan tetapi peyimpanan piring pinang kondisi suhu ruang ruang (28 ± 1oC) dan RH 78 ± 2 % menyebabkan kenaikan kadar air piring sebesar 2,30 hingga 4,86%. Penggunaan air dengan perlakuan suhu dan waktu yang berbeda menyebabkan perubahan dimensi tinggi dan diameter pada semua klasifikasi berat piring. Pemanasan menggunakan oven suhu 100oC dengan beberapa perlakuan waktu hanya mempengaruhi perubahan dimensi tinggi piring pelepah pinang
Karakteristik Fisikokimia Teh Cascara Kopi Liberika (Coffea liberica) dengan Formulasi Suhu dan Waktu Penyeduhan
Kopi Liberika merupakan kopi yang tumbuh di dataran rendah, tepatnya di lahan gambut. Ukuran kopi yang lebih besar dan tingginya pohon bisa mencapai 9 meter membuat kopi ini berbeda dengan arabika dan robusta. Minuman penyegar teh kulit kopi sudah banyak dikembangkan di indonesia maupun di dunia, teh tersebut dinamakan teh cascara. Proses penyeduhan adalah proses ekstraksi dengan mengunakan air untuk mendapatkan komponen tertentu. Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi penyeduhan, antara lain yaitu suhu dan waktu selama penyeduhan. Penelitian menggunakan variasi penyeduhan, yaitu suhu (70, 85, 100oC) dan waktu (5, 10, 15 menit). Semakin lama waktu penyeduhan maka nilai pH semakin tinggi, warna semakin merah kecoklatan dan antioksidannya semakin menurun, dan antioksidannya semakin menurun. Berdasarkan penelitian ini didapatkan suhu dan waktu penyeduhan terbaik yaitu suhu 70oC dengan waktu 5 menit yang memiliki nilai pH 4,01, nilai L 29,2, nilai a 5,9, nilai b 20,3 dan kandungan antioksidan 81,07%.Kata kunci: Kopi Liberika; Teh Cascara; Penyeduha
