96 research outputs found
ASUHAN KEPERAWATAN GANGGUAN HIPERTERMI PADA PASIEN ANAK DENGAN KEJANG DEMAM
ABSTRAKAsuhan Keperawatan Gangguan Hipertermi Pada Pasien Anak Dengan Kejang Demam Anggi Febrianti (2021) Program Studi DIII Keperawatan Pekalongan Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Semarang Yuniske Penyami, S. Kep., Ns., M. Kep, Mardi Hartono, S.Kep,Ns,M.Kes, Tri Anonim, SST, M.KesKata Kunci : Keperawatan Anak, Post Kejang Demam, Penatalaksanaan Demam Post Kejang Demam merupakan kondisi seseorang setelah mengalami kejang tetapi masih dalam suhu yang tinggi, jika tidak segera ditangani dengan benar akan menimbulkan terjadinya kejang berulang/masalah yang lebih serius bahkan bisa menyebabkan kematian. KTI ini bertujuan agar penulis mampu melaksanakan Asuhan Keperawatan gangguan hipertermi pada pasien anak dengan kejang demam. Metode, penelitian deskriptif dalam bentuk studi kasus, Peneliti menggunakan dua anak dengan kejang demam yang dirawat di RSUD Bendan Pekalongan. Pengambilan data dilakukan selama 3 hari. Hasil, pengkajian dilakukan secara Aloanamnesa pada 2 anak penderita kejang demam dengan Hipertermi. Intervensi masalah tersebut menggunakan pentalaksaan kejang demam yang dibutuhkan pasien dan implementasi dilakukan selama 3 hari dengan tujuan yang dibuat, lalu dilakukan evaluasi dengan hasil masalah teratasi. Kesimpulan, anak kejang demam dengan fokus studi hipertermi dapat diberikan asuhan keperawatan dengan penatalaksanaan demam pada anak. ABSTRACT Nursing care of hyperthermic disorders in pediatric patients with febrile seizures Anggi Febrianti (2021)DIII Nursing Study Program in PekalonganHealth Polytechnic Semarang Ministry of HealthYuniske Penyami, S. Kep., Ns., M. Kep, Mardi Hartono, S.Kep, Ns, M.Kes, Tri Anonim, SST, M.KesKeywords: Child Nursing, Post Fever Seizure, Fever Management Post Seizures Fever is a condition of a person after having a seizure but still in a high temperature, if not treated immediately will cause repeated seizures / more serious problems can even cause death. This KTI aims to enable the author to carry out nursing care for hyperthermic disorders in pediatric patients with febrile seizures. Methods, descriptive research in the form of case studies, researchers used two children with febrile seizures who were treated at the Bendan Pekalongan Hospital. Data collection was carried out for 3 days. The results, the study was carried out using an anamnesa on 2 children with febrile seizures with hyperthermia. The problem intervention uses the management of febrile seizures that the patient needs and the implementation is carried out for 3 days with the objectives made, then an evaluation is carried out with the results of the problem being resolved. In conclusion, children with febrile seizures with a focus on hyperthermia studies can be given nursing care with fever management in children
OPTIMALISASI PEMUATAN BATU BARA DI KAPAL MV. ENERGY PROSPERITY MENGGUNAKAN FLOATING CRANE
ABSTRAKSI
Anggi Yunanta, 2019, NIT : 52155645 N, “ Optimalisasi Pemuatan Batu Bara Di
Kapal MV. Energy Prosperity Menggunakan Floating Crane ”, Politeknik
Ilmu Pelayaran Semarang. Pembimbing I: Capt. Dwi Antoro, MM, M.Mar,
Pembimbing II: Sri Murdiwati, S.Sos, M.Si
Untuk mencapai pelaksanaan memuat batu bara yang optimal dengan
menggunakan floating crane. Maka dalam penulisan skripsi ini, penulis menjabarkan
teori tentang pelaksanaan persiapan dan penataan muatan batu bara. Muatan batu bara
mempunyai karakter khusus dalam pemuatannya, sehingga dalam memuat batu bara
harus memperhatikan bahaya yang dimiliki oleh muatan ketika kegiatan memuat
dilaksanakan oleh floating crane.
Metode yang digunakan oleh penulis adalah metode deskriptif kualitatif,
sedangkan metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode wawancara,
observasi dan kepustakaan yang berhubungan dengan penanganan muatan terutama
pada saat bongkar muat.
Dari hasil penelitian yang dilakukan Penulis selama praktek di kapal MV.
Energy Prosperity mengenai pelaksanaan memuat batu bara dengan menggunakan
floating crane ditemukan kendala-kendala dalam persiapan dan pelaksanaan memuat
batu bara di kapal MV. Energy Prosperity, yaitu dalam persiapan terdapat kendala
seperti terbatasnya bahan untuk perawatan palka di atas kapal, sehingga palka sering
tidak bisa terbuka dan tertutup. Kendala selama pemuatan adalah operator crane yang
kurang terampil, tidak tersedianya loader vehicle, komunikasi yang kurang baik
antara kapal dan operator crane.
Dalam hal ini dapat disimpulkan bahwa kurangnya persiapan pada saat
sebelum melaksanakan pemuatan dan kurangnya pengawasan dari personil di kapal
pada saat pelaksanaan memuat mengakibatkan pelaksanaan memuat batu bara tidak
optimal, saran Penulis adalah agar perusahaan dapat lebih memperhatikan terhadap
permintaan kapal, agar dapat meningkatkan perawatan di kapal dalam persiapan
memuat, kemudian setiap crew lebih meningkatkan pengawasan terhadap kerja
floating crane pada saat proses pemuatan berlangsung.
ABSTRACTION
Anggi Yunanta , 2019 , NIT : 52155645 N Optimization of Coal Loading In
MV. Energy Prosperity by Floating Crane , Merchant Marine polytecnic
Semarang. Preceptors I: Capt . Dwi Antoro, MM, M.Mar, Preceptors II: Sri
Murdiwati, S.Sos, M.Si
To achieve the implementation of the coal load with optimal by floating crane.
Then in writing this thessis the author describes a theory about the preparation and
implementation load of the coal. Coal cargo has special characters inside are loaded
,so the load should pay attention to the dangers of coal owned when the loading
carried out by a floating crane.
The method used by the author is descriptive qualitative method , while the
data collection methods used were interviews , observation and literature relating to
cargo handling especially during loading and unloading .
The results of research conducted during practice at the author MV . Energy
Prosperity coal load on the implementation by using a floating crane found obstacles
in the preparation and implementation of the coal load in the MV . Energy Prosperity
, is there are constraints such as the limited preparation of materials for maintenance
hatch on the boat , hatch cover not able to open and closed. Constraints during
loading is less skilled crane operator , loader vehicle unavailability , poor
communication between the ship and the crane operator .
In this case it can be concluded that the lack of preparation at the time before
carrying out loading and lack of supervision of the personnel on board at the time of
loading resulted in the implementation of the load coal can not be optimal , author
advice is for the company to pay more attention to the request of the ship , in order to
improve care on board in preparation to load , then each crew further improve the
supervision of floating crane work during the loading procces take place
EFEKTIVITAS MEDIA IKLAN KOREA DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYIMAK BAHASA KOREA (Eksperimen pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Korea Tingkat III)
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan menyimak menggunakan
pembelajaran media iklan terhadap sampel penelitian sebanyak 30 orang Mahasiswa
Program Studi Pendidikan Bahasa Korea Tingkat III Universitas Pendidikan Indonesia
Tahun Akademik 2020/2021 yang dibagi menjadi dua kelas, yaitu kelas eksperimen 1 dan
kelas eksperimen 2 dengan masing-masing sampel sebanyak 15 sampel. Metode penelitian
menggunakan penelitian kuantitatif eksperimen kuasi, dengan pengujian validitas
menggunakan Uji t-test dari hasil hitungan pre-test dan post-test. Hasil penelitian
membuktikan bahwa kemampuan menyimak mahasiswa sebelum treatment menggunakan
media iklan baik di kelas eksperimen 1 maupun kelas eksperimen 2 tidak ada perbedaan
yang signifikan, hal ini dibuktikan dengan thitung hasil pre-test diperoleh angka sebesar
1,19 lebih rendah dari ttabel 2,05 (5%) dan 2,76 (1%). Sedangkan kemampuan menyimak
sampel setelah treatment menggunakan pembelajaran media iklan audio visual untuk kelas
eksperimen 1 dan media iklan audio untuk kelas eksperimen 2, hasil rata-rata nilai posttest membuktikan bahwa di kelas eksperimen 1 lebih tinggi dibandingkan kelas eksperimen
2. Tingkat signifikansi terhadap peningkatan kemampuan menyimak dengan menggunakan
media iklan berbahasa Korea sebesar 4,74 lebih besar dari ttabel 2,05 (5%) dan 2,76 (1%),
menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan terhadap treatment pembelajaran
melalui media iklan. Adapun hasil pengisian angket menyatakan bahwa sebagian besar
responden lebih mampu menyimak bahasa Korea dengan adanya bantuan penggunaan
media iklan. Penelitian ini dapat disimpulkan, bahwa media iklan berbahasa Korea efektif
untuk meningkatkan kemampuan menyimak bahasa Korea dan peningkatan kemampuan
menyimak terbaik melalui media iklan audio visual dibandingkan dengan media iklan
audio.
Kata kunci: Media Iklan, Bahasa Korea, Keterampilan Menyimak.
ABSTRACK
This study is conducted to identify the listening skills of 30 students of Korean Language
Education Program Universitas Pendidikan Indonesia in third semester from the 2020-2021
academic year by using advertising media learning. The sample of this study is divided into
two classes, namely, experimental class 1 and experimental class 2 consisting of 15 samples
in each class. This study employs a quasi-experimental quantitative design with validity
testing by using t-test from the calculation of pre-test and post-test. The result of this study
shows that there is no significant difference in the students’ listening skill before using
advertising media either in experimental class 1 or experimental class 2. The t-value of pretest is 1.19 lower than t-table 2.05 (5%) and 2.76 (1%). Meanwhile, after using advertising
media learning in the form of audio visual for experimental class 1 and audio only for
experimental class 2, the average post-test score is higher in the experimental class 1 than
the experimental class 2. The significant level of the improvement of listening skill by using
Korean advertising media is 4.74 higher than t-table 2.05 (5%) and 2.76 (1%). Thus, it can
be concluded that there is a significant difference in the use of advertising media in
learning. As for the questionnaire result, it shows that most of the respondents are able to
listen to Korean language better with the help of advertising media. This study found that
advertising media in Korean language effectively improves the Korean listening skill and
the best enhancement in listening skill is through advertising media in the form of audio
visual compared to advertising media in the form of audio only.
Keywords: advertising media; korean language; listening skill
Iklim Komunikasi Organisasi Di Bagian Master Control Room Pt. Riau Media Televisi Pekanbaru
Organizational Communication Climate in the Master Control Room Section PT. Riau Media Television Pekanbaru Anggi Alfando 179110164 The title of this research is the organizational communication climate in the master control room of PT. Riau Media Televisi Pekanbaru. The results of presurvey interviews with temporary researchers in the Master Control Room of PT. Riau Media Televisi Pekanbaru that the author sees a communication gap between superiors and subordinates at MCR where superiors reduce employees due to the pandemic carried out by MCR which has an impact on a lack of Human Resources (HR) in the MCR section which can consequently affect implementation. The location of this research is at PT. Riau Media Televisi Pekanbaru. The purpose of this study was to determine the organizational communication climate in the master control room of PT. Riau Pekanbaru television media. The research subjects were Ms. Ifur as the head of the RTV section, Mr. Yudi as the Manager of the MCR section, Jo as the senior master control room (MCR), Riski as the junior master control room (MCR), and Usman as the crew, staff or employees outside the MCR. Data collection techniques in this study were interviews, observation and documentation. Organizational Communication Climate Master Control Room Section PT. Riau Media Televisi Pekanbaru is measured using indicators of Support (supportiveness), Decision Making, Trust, Openness, and High Performance Goals that have not run optimally such as lack of trust and openness from superiors to subordinates and lack of support given in completing a given job
PENGARUH KOMUNIKASI TERHADAP KUALITAS PELAYANAN (Studi pada Nasabah Bank Perkreditan Rakyat Karyajatnika Sadaya (BPRKS) Kantor Cabang Jln. Kopo Bihbul No. 166 Bandung)
Kualitas pelayanan merupakan hal penting pada perusahaan karena kualitas
pelayanan adalah semacam tingkat kemampuan suatu jasa dengan segala atributnya
yang secara riil disajikan sesuai dengan harapan pelanggan. Permasalahan yang
dihadapi Bank Perkreditan Rakyat Karyajatnika Sadaya Kantor Cabang Kopo Bihbul
adalah kurang baiknya kualitas pelayanan diduga dikarenakan komunikasi karyawan
dengan nasabah yang kurang baik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian
deskriptif, pengambilan jumlah sampel berdasarkan rumus slovin sehingga
didapatkan jumlah responden yaitu sebanyak 76 nasabah, analisis data yang
dilakukan adalah analisis deskriptif, pengujian validitas, pengujian reliabilitas,
analisis rank spearman dan analisis koefisien determinasi, Penelitian ini
mengungkapkan variabel komunikasi secara keseluruhan dinilai cukup oleh
responden dengan penilaian rata-rata sebesar 3,375 serta Variabel kualitas pelayanan
secara keseluruhan dinilai cukup oleh responden dengan penilaian rata-rata sebesar
3,367. Nilai rs lebih besar dari pada 0 yaitu 0,786 serta nilai t hitung yaitu 8,60 lebih
besar dibandingkan t tabel yaitu 1,992 maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis “Jika
komunikasi efektif, maka kualitas pelayanan akan baik.” Dapat diterima. Dan
variabel kualitas pelayanan dimana, variabel komunikasi dapat menjelaskan sebesar
38,2% variabel kualitas pelayanan, dan sisanya sebesar 61,8% dijelaskan oleh
variabel yang tidak diteliti
PERLAWANAN PEREMPUAN TERHADAP PENINDASAN DALAM FILM MARLINA SI PEMBUNUH DALAM EMPAT BABAK DAN SERIAL NETFLIX 13 REASONS WHY SEASON 3; KAJIAN SASTRA BANDINGAN
Mayriska, Nadya Anggi. 2020. "Comparison of Women's Resistance To Oppression in Marlina the Killer in Four Acts Movie and 13 Reasons Why Seasons 3 Netflix Series: A Comparative Literature Study". Thesis. (S1) Faculty of Humanities Diponegoro University of Semarang.
The object of research that author use is the Marlina the Killer in Four Acts Movie and 13 Reasons Why Season 3 Netflix series. The purpose of this study is to describe (1) elements of the structure of narratology in Marlina The Killer in Four Acts movie (2) elements of the stucture of narratology 13 Reasons Why Season 3 Netflix series (3) comparison of women's resistance in Marlina The Killer in Four Acts movie and 13 Reasons Why Season 3 Netflix series. The research method that used is a comparative method with a structural approach.
Based on the research that has been done, it can be concluded that the structure of Marlina The Killer in Four Acts movie and 13 Reasons Why Season 3 Netflix series includes: (1) story and plot, (2) time sequence, (3) space, (4) characters and characterization, (5) objectives, (6) problems and conflicts, and (7) narrative structure patterns. There are similarities in women’s resistence, it is that two object are equally resistant because there is physical, psychological, and sexual violence experienced previously. The difference between these two objects is the support of the people around and the availability of facilities in women's resistance activities carried out.
Keywords: comparison, feminism, movi
A Short Highlight of Open Science Framework based on One Author
Open Science Framework is encouraged by the European Union and many other political and scientific institutions, but scientific practice is proving slow to change. We have chosen articles from one author that will provide a resource to change scientific research into open scientific research and commit to open science principles
Keragaman dan Kepadatan Populasi Burung di Kawasan Hijau Cibinong Science Center (CSC) LIPI, Jawa Barat
AbstrakBurung merupakan satwa liar yang berperan penting dalam penyusun rantai makanan, membantu penyerbukan, mengendalikan populasi serangga hama, dan agen penyebar biji yang bermanfaat untuk meregenerasi hutan secara alami. Peran penting terhadap lingkungan yang menjadikan burung sebagai indikator kualitas lingkungan. Cibinong Science Center (CSC) LIPI merupakan kawasan yang seiring waktu mengalami perubahan lanskap karena terdapat bangunan-bangunan baru yang menyebabkan area terbuka hijau menjadi berkurang. Hal tersebut menyebabkan satwa liar kehilangan tempat tinggal, berkembang biak, tempat bermain, dan sumber pakan salah satunya ialah burung. Penelitian ini bertujuan untuk monitoring keanekaragaman dan kepadatan populasi burung di Kawasan CSC LIPI sebagai dampak perkembangan suatu kawasan. Penelitian dilakukan pada Januari-Juli 2020 di Kawasan Hijau CSC LIPI dengan menggunakan metode Point Count. Hasil penelitian ini tercatat sebanyak 40 spesies burung dengan kepadatan populasi tertinggi pada spesies Lonchura punctulata (7,18 ind/ha), Pycnonotus aurigaster (6,43 ind/ha), dan Collocalia linchi (2,76 ind/ha) dan kepadatan populasi terendah pada spesies Arachnothera longirostra, Artamus leucorhynchus, Eurystomus orientalis dengan nilai masing-masing sebesar 0,03 ind/ha. Pola persebaran spesies burung di Kawasan CSC LIPI menunjukkan kategori mengelompok. Seiring berjalannya waktu, keragaman spesies maupun kepadatan populasi akan mengalami penurunan atau peningkatan sesuai dengan ketahanan adaptasi terhadap perubahan kondisi lingkungan dan persaingan dengan organisme lain.Abstract Birds are wild animals that play an important role in building the food chain, helping pollination, controlling insect pest populations, and seed dispersal agents that are useful for natural forest regeneration. An important role in the environment that makes birds an indicator of environmental quality. Cibinong Science Center (CSC) LIPI is an area that over time experiences changes in the landscape because there are new buildings that cause the green open area to decrease. This causes wild animals to lose their homes, breeds, places to play and sources of food, one of which is birds. This study aims to monitor the diversity and density of bird populations in the LIPI CSC area as a result of the development of an area. The study was conducted in January-July 2020 in the green house of CSC-LIPI area using the Point Count method. The results of this study recorded that 40 bird species with the highest population density were Lonchura punctulata (7.18 ind/ha), Pycnonotus aurigaster (6.43 ind/ha) and Collocalia linchi (2.76 ind/ha) and the density the lowest population was Arachnothera longirostra, Artamus leucorhynchus, Eurystomus orientalis with each value of 0.03 ind/ha. The distribution pattern of bird species in the CSC-LIPI area shows clustered categories. Species diversity and population density over time will decrease or increase in accordance with the resilience of adaptation to changes in environmental conditions and competition with other organisms.Keywords: Landscape ecology; Population density; Distribution pattern
Implementasi Pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) Pada Pembelajaran Fisika Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik: Anggi Larasati, Titin Sunarti, Budiwati
This research is motivated by the low motivation of students to learn physics at SMA Negeri 1 Wonoayu. Based on the preliminary study conducted by the author in Class XI-3, it shows that 51.2% of students have low motivation to learn physics. Learning that is solely based on textbooks and not connected to the students' conditions, including their past experiences and their social and cultural backgrounds, can lead to low student participation and motivation. Therefore, efforts are needed from teachers to make physics learning more engaging, one of which is by implementing the Culturally Responsive Teaching (CRT) approach. CRT is a teaching approach that utilizes students' cultural references as a means to learn a subject matter. This research is a collaborative classroom action research conducted in two cycles. Data related to student motivation was obtained through a motivation questionnaire, while student learning outcomes in the knowledge domain were obtained through written tests. The research results show a significant improvement in physics learning motivation, starting from the initial observation, Cycle 1, and ending in Cycle 2, which are 48.8%, 70.5%, and 82.9%, respectively. Additionally, student learning outcomes also improved from Cycle 1 to Cycle 2, increasing from 61.1% to 94.4%. This indicates that the implementation of the CRT approach in physics learning is effective in enhancing student motivation and learning outcomes.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi belajar fisika peserta didik di SMA Negeri 1 Wonoayu. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan penulis di Kelas XI-3, menunjukkan bahwa 51,2% peserta didik memiliki motivasi yang rendah untuk belajar fisika. Pembelajaran yang hanya berpacu pada buku teks dan tidak dikaitkan dengan kondisi peserta didik, baik dikaitkan dengan pengalaman yang pernah dilalui maupun keadaan lingkungan, sosial, dan budayanya dapat menyebabkan tingkat partisipasi dan motivasi peserta didik menjadi rendah. Untuk itu, diperlukan suatu upaya dari guru agar dapat mengemas pembelajaran fisika menjadi lebih menarik, salah satunya dengan menerapkan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT). CRT ini merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang mengangkat referensi budaya peserta didik untuk dijadikan sebagai media dalam mempelajari suatu materi pelajaran. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas kolaboratif yang dilaksanakan dalam dua siklus. Data terkait motivasi belajar peserta didik didapatkan melalui angket motivasi belajar, sedangkan hasil belajar peserta didik pada ranah pengetahuan didapatkan melalui tes tertulis. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan motivasi belajar fisika yang cukup signifikan, mulai dari observasi awal, siklus 1 hingga akhir siklus 2, yakni masing-masing sebesar 48,8%, 70,5% dan 82,9%. Selain itu, hasil belajar peserta didik juga mengalami peningkatan ketuntasan dari siklus 1 dan siklus 2, yakni dari 61,1% menjadi 94,4%. Hal ini menunjukkan bahwa implementasi pendekatan CRT pada pembelajaran fisika efektif dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar peserta didik. Pembelajaran fisika dengan pendekatan Culturally Responsive Teaching merupakan pembelajaran inovatif yang dapat diterapkan guru guna meningkatkan motivasi belajar peserta didik
Analisis Faktor Faktor yang Mempengaruhi Loyalitas Konsumen pada Produk Minuman Sippin
52 HalamanLoyalitas konsumen merupakan komitmen seorang konsumen terhadap suatu pasar berdasarkan sikap positif dan tercermin dalam pembelian ulang secara konsisten, sehingga agar produsen tidak kehilangan konsumennya produsen perlu mengetahui faktor apa saja yang bisa mempertahankan konsumen mereka, terutama produsen yang bergerak di bidang makanan dan minuman, Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui apa saja Faktor Faktor yang mempengaruhi Loyalitas konsumen Sippin, Penelitian ini berlokasi di gerai Sippin Cabang MMTC Pancing, Penelitian ini menggunakan tipe penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif yaitu angket, Populasi yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah konsumen outlet Minuman kekinikan Sippin MMTC Pancing yang jumlahnya tidak diketahui, Teknik
sampling yang digunakan dalam peneltian ini adalah accidental sampling, dengan jumlah 120 responden yang penulis kumpulkan selama 10 hari riset penelitian, Metode analisis data yaitu pengolahan data menggunakan perhitungan statistik dan metode Borda, adapun hasil penelitian ini adalah. Adapun hasil dalam penelitian ini
adalah harga merupakan variabel yang paling dominan dalam mempengaruhi loyalitas konsumen Sippin hal ini dikarenakan nilai skor borda 4 dari 10. Dalam penelitian ini kualitas merupakan variabel dengan peringkat 3 dalam mempengaruhi loyalitas konsumen Sippin hal ini dikarenakan nilai skor borda 2 dari 10. Dalam
penelitian ini kepercayaan merupakan variabel dengan peringkat 2 dalam mempengaruhi loyalitas konsumen Sippin hal ini dikarenakan nilai skor borda 3 dari 10. Dalam penelitian ini kualitas merupakan variabel yang paling rendah dalam mempengaruhi loyalitas konsumen Sippin hal ini dikarenakan nilai skor borda 1 dari
10. Consumer loyalty is a consumer's commitment to a market based on a positive attitude and is reflected in consistent repeat purchases, so that producers do not lose their consumers. Producers need to know what factors can retain their consumers, especially producers operating in the food and beverage sector. This
research The aim is to find out what factors influence Sippin consumer loyalty. This research is located at the Sippin outlet, MMTC Pancing Branch. This research uses a quantitative research type with a descriptive approach, namely a questionnaire. The population used by researchers in this research is consumers of the
contemporary Sippin MMTC drink outlet. The number of fishing rods is unknown. The sampling technique used in this research is accidental sampling, with a total of 120 respondents which the author collected during 10 days of research research. The data analysis method is data processing using statistical calculations and the Borda method. The results of this research are. The results in this research are that price is the most dominant variable in influencing Sippin consumer loyalty, this is because the Borda score is 4 out of 10. In this research, quality is the variable with the 3rd rank in influencing Sippin consumer loyalty, this is because the Borda score is 2 out of 10. In this research, trust is the variable with rank 2 in influencing Sippin consumer loyalty, this is because the Borda score is 3 out of 10. In this research, quality is the lowest variable in influencing Sippin consumer loyalty, this is because the Borda score is 1 out of 10
- …
