1,727,808 research outputs found

    Pear story by Marzuki

    No full text
    This a recording of a man, Marzuki at Zahrah's house, his neighbor in the village of Pondok Perasi. Marzuki is 42 years old, born in Kampung Melayu, a neighboring village. He moved to Pondok Prasi when he was eight years old. He works as a van driver whose route is around western Lombok. He ever worked in Malaysia for a few years. Marzuki usually parks his van in Zahrah's yard. Marzuki is doing the pear story. The video was played twice before he told the story. Video recorded on Canon VIXIA HFG40, audio on Marantz PMD561 with an Audio Technica AT8022 Stereo Microphone.Ampenan, Lombok, West Nusa Tenggara province, Indonesi

    Learning Session Marzuki 2018

    Full text link
    Learning Session Marzuki 201

    Surat Tugas Pengabdian Marzuki dkk 2019

    Full text link
    Surat Tugas Pengabdian Marzuki dkk 201

    Tafsir Al-Muzammil (Kajian Metodologis atas Tafsir Kiai Ahmad Marzuki Hasan)

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap metodologi penafsiran Kiyai Ahmad Marzuki Hasan terkait metode, sumber dan corak penafsirannya didalam Tafsir Surah Al-Muzzammil. Rumusan masalahnya ada tiga yaitu apa hakikat Metode penafsiran Kiayi Ahmad Marzuki Hasan dalam Tafsir Surah al-Muzzammil?, bagaimana Bentuk Penafsirannya?, dan bagaimana Corak Penafsirannya?. Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan sumber data premiernya adalah Kitab Tafsir Surah al-Muzzammil Karya Kiayi Ahmad Marzuki Hasan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pertama, Metode penafsiran yang digunakan oleh Kiayai Ahmad Marzuki Hasan adalah metode Ijmali, hal tersebut dapat dilihat dari penjelasan terhadap ayat secara garis besar, menggunakan sub bahasan dalam rangkaian ayat-ayat, penjelasan singkat, dan tidak berpanjang lebar menjelaskan kata demi kata dari berbagai aspek keilmuan seperti kata dari aspek Bahasa, balaghah, nahwu serta perbandingan tafsir-tafsir sebagaimana metode muqaran, hal ini dikarenakan focus penafsirnnya adalah nilai dakwah dan implikasinya dalam kehidupan pendengarnya, mengingat tafsir ini adalah kitab yang ditransformasikan dari rekaman ceramah dalam bentuk kaset. Kedua, bentuk penafsirannya berbentuk Tafsir bi al-Ma’sur, hal tersebut tergambar dan sesuai dengan metodologi tafsir bi al-Ma’sur yang terlah disepakati, sebagai contoh dalam menafsirkan QS al-Muzzammil: 5-8 diawali dengan menafsirkan dengan ayat lain dalam QS al-Isra’ 79. Selain itu, penafsiran Surah al-Muzzammil ini dikaithubungkan dengan hadis-hadis nabi saw. Ketiga, dengan menganalisis tafsir surah al-Muzzammil karya Kiayai Ahmad Marzuki Hasan, peneliti menyimpulkan bahwa dominasi corak yang mewarnai tafsir ini adalah corak al-Adab al-ijtima’i oleh karena penafsirannya yang selalu dikait hubungkan dengan isu factual dan terkini dalam masyarakat dimasa beliau menafsirkan surah ini. Hal ini tentu tidak lepas dari pengaruh orang tua dan gurunya Darwis Zakaria yang menekankan Pendidikannya pada hukum dan dakwah

    Diplommatina azlani Marzuki 2019, new species

    No full text
    Diplommatina azlani, new species Material examined. Holotype (SH 3.38 mm, SW 1.50 mm) (MZU.MOL.17.91), Malaysia, Sarawak, West side of Santubong National Park, approximately 20 kilometers north of Kuching, Kuching Division, 1°44′31.04″N, 110°19′32.20″E, coll. Mohammad Effendi bin Marzuki, 14 April 2017. Paratypes: 2 ex. (MZU.MOL.17.92), 3 ex. (ME0008720), same data as holotype; 2 ex. (ZRC. MOL.13770), 4 ex. (ME0009801), same locality as holotype, coll. Mohammad Effendi bin Marzuki, 25 February 2018. 1 Department of Zoology, Faculty of Resource Science and Technology, Universiti Malaysia Sarawak, Malaysia; Email: [email protected] 2 Institute for Tropical Biology and Conservation, Universiti Malaysia Sabah, Malaysia 3102, Jalan Muut, Kampung Sekaan Besar, 96250 Matu, Sarawak, Malaysia ) Description. Shell sinistral, fusiform to moderately conical, dark ruby red, moderately shiny and translucent (SH 3.23– 3.68 mm, SW 1.83–1.90 mm; AH 0.87 mm). Six whorls, last whorl widest, top whorls almost flat, others convex, well rounded. Suture impressed. Protoconch with 1½ whorls, punctate with small pits, without radial and spiral lines. Constriction level with angular edge of peristome, with one long transversal palatalis and one columellaris. Tuba approximately ¾ whorl. Radial ribs oblique, inconspicuous, not sinuous, and rather densely placed (6-8 ribs/0.5 mm on the penultimate whorl). Spiral striation present, inconspicuous (visible only under 40x magnification). Aperture tilted about 45° relative to the coiling axis. Columellaris distinct, slightly directed downwards. Peristome double, thickened, expanding; palatal side sinuous, without edge; basal side sinuous with sharp edge. Umbilicus closed. Living animal observed with creamy white head and a pair of black tentacles. Cross diagnosis. The main shell characters differentiating Diplommatina azlani, new species, from other sinistral Bornean Diplommatina species are the lack of parietalis and longitudinal palatalis in the shell constriction, and its dark ruby red shell colour. In addition, this species differs from Diplommatina riedeli Maassen, 2007, Diplommatina mongondowensis Maassen, 2007, and Diplommatina soputensis Sarasin & Sarasin, 1899, from Sulawesi, and Diplommatina kakenca Nurinsiyah & Hausdorf, 2017, from Java by the lack of longitudinal palatalis in shell constriction and by the presence of inconspicuous radial ribs on the body whorl. This new species has more densely placed radial ribs compared to Diplommatina tardigrada Benthem-Jutting, 1959, Diplommatina strophosa Benthem-Jutting, 1959, and Diplommatina tweediei Laidlaw, 1949, from Sumatra, Diplommatina laidlawi Sykes, 1903 from Peninsular Malaysia, and Diplommatina busanensis Godwin-Austen, 1889 from Sarawak. Etymology. The specific epithet honours the zoologist Mohd. Azlan Jayasilan of Universiti Malaysia Sarawak (UNIMAS) for his contributions to Bornean wildlife conservation and his interest in ecological studies of the terrestrial snails of Sarawak. Geographic distribution and habitat. Diplommatina azlani, new species, is thus far known only from the type locality (Fig. 2). The animals were observed living among leaf litter and plant debris near a rocky stream in lowland mixed dipterocarp forest.Published as part of Marzuki, Mohammad Effendi bin, 2019, Diplommatina azlani, a new land snail species from Sarawak (Gastropoda: Cyclophoroidea: Diplommatinidae), pp. 56-59 in Raffles Bulletin Of Zoology 67 on pages 56-58, DOI: 10.26107/RBZ-2019-0004, http://zenodo.org/record/367705

    Intonasi Ceramah Ustadz Marzuki Imron

    Full text link
    Dalam skripsi ini masalah yang diteliti ialah bagaimana intonasi ceramah ustadz Marzuki Imron dapat diambil rincian masalah sebagai berikut: Bagaimana Pitch suara ceramah ustadz Marzuki Imron dalam berceramah, bagaimana Volume suara ustadz Marzuki Imron dalam berceramah, bagaimana rate suara ustadz Marzuki Imron dalam berceramah, bagaimana pause ustadz Marzuki Imron dalam berceramah. Untuk menjawab permasalahan tersebut, dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dalam menganalisa hasil observasi yang dilakukan dengan ustadz Marzuki Imron, dan menggali beberapa informasi terhadap informan yakni istrinya. Sesuai dengan permasalahan tersebut maka data yang digunakan berasal dari observasi, kemudian ditranskip dan selanjutnya dianalisis dan data yang diambil dari pengamatan peneliti ketika mengikuti kegiatan ceramah ustadz Marzuki Imron. Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan pitch (tinggi rendahnya nada) suara ustadz marzuki imron dalam berceramah yakni lebih banyak menggunakan pitch dengan simbol P.3 otot leher keluar sedikit dan P.4 yakni menggunakan nada suara tegas. Sedangkan dalam volume (keras dan pelannya suara) suara ustadz Marzuki Imron dalam berceramah ialah didominasi menggunakan volume suara keras yang disimbolkan dengan Vol 3. Selanjutnya penggunaan rate (cepat lambatnya suara) yang digunakan ustadz Marzuki Imron ketika berceramah tergolong ideal karena dalam 1 menit berbicara beliau dapat menggunakan 50-150 kata yang diucapkan dan rate suara yang digunakan ada dua simbol yang mendominasi yakni R.3 (ucapan suara sedang tapi cepat) dan R.4 (ucapan suara lebih lambat). Lalu yang terakhir yakni penggunaan pause (jeda), penggunaan pause dalam ceramah Ustadz Marzuki Imron paling banyak menggunakan jeda selama 3 detik yang disimbolkan dengan (J 3.). Dalam penelitian ini dapat diperhatikan bahwa dalam penyampaian ceramah seorang mubalig tidak hanya materi saja yang perlu disiapkan dengan matang tetapi intonasi dalam penyampaiannya juga penting untuk diperhatikan agar suara enak didengar dan dapat diterima serta dipahami dengan baik oleh mad’u yang mendengarkan ceramahnya, dengan itu mad’u tidak akan bosan mendengarkan ceramah yang disampaikan oleh seorang mubalig

    Ismail Marzuki : Senandung Melintas Zaman

    No full text
    Para penulis terdahulu memiliki kekaguman dan penghormatan, atau bahkan juga kritik, kepada Ismail Marzuki. Sekadar menguraikan sedikit, buku ini penulis bagi menjadi enam bab. Setelah Sekapur Sirih ini, Bab Pertama penulis mengajak pembaca mengintip pergelaran musik menjelang Seabad Kelahirannya, selain apresiasi seniman terhadap Ismail dan karyanya, termasuk yang kini banyak tersebar di era digital. Bab Kedua penulis curahkan untuk mengupas riwayat hidup Ismail. Di sinilah penulis banyak berutang pada para penulis terdahulu, khususnya H. Ahmad Naroth, Firdaus Burhan, Endang Kusumaningsih, Jajang Gunawijaya, Raras Miranti, Linda Suharso dari IK), Teguh Esha, Wasmi Alhaziri, Muhammad Fauzi, Sabu Donald W, dan Erwin R Sigarlaki yang telah melakukan studi mendalam atas Ismail Marzuki. Bab Ketiga tentang penciptaan lagu, antara teori dan ekspresi jiwa. Bab Keempat penulis khususkan untuk mengupas dan menggagas lagu-lagu Ismail, mulai dari tema perjuangan hingga kritik terhadap korupsi. Bab Kelima penulis gunakan untuk membahas kritik yang pernah dilontarkan terhadap Ismail Marzuki dan karyanya. Bab Keenam berisi kesan dan pandangan delapan tokoh tentang Ismail Marzuki dan karya- karyanya. Buku penulis akhiri dengan sebuah Epilog tentang penghormatan kita terhadap sosok Ismail Marzuki. Tentu penulis ingin berefleksi lebih banyak dan mendalam lagi tentang Ismail Marzuki, namun waktu jualah yang harus mengakhiri penulisan. Penulis yakin, masih ada banyak kekurangan dalam buku ini. Untuk itulah penulis mohon maaf sebesar-besarnya, apabila di sana-sini masih ada salah kutip atau salah tulis mengenai pelbagai hal dalam penulisan

    Conversation between a grown up and young men

    No full text
    This is a recording of two men, Marzuki and Hanafi at Zahrah's house. Marzuki is 41 years old and Hanafi is 18 years old. Marzuki was born in Kampung Melayu, Ampenan, married a woman from Kampung Banjar, Ampenan. His parents are from Central Lombok. He only ever left the island for Sumbawa for one month. Hanafi is a high school senior and his school is located in West Lombok but it is only 15 minutes drive from Ampenan. He was also born in Ampenan and never lived anywhere else. His parents are from West Lombok. The conversation revolves around life advice such as how to use time productively what should we proritize in life. The oconversation ends with Khairunnisa collecting metadata from the speakers. Muhammad Jaelani assisted with the recording. Video was recorded on Panasonic HC-V770, audio on Marantz PMD561 with an Audio Technica AT8022 Stereo Microphone.Ampenan, Lombok, West Nusa Tenggara province, Indonesi

    ISMAIL MARZUKI : KOMPONIS 3 ZAMAN (1931- 1958)

    Full text link
    Skripsi ini membahas biografi Ismail Marzuki sebagai komponis sejak lahir hingga wafat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kisah perjuangan Ismail Marzuki serta kontribusi Ismail Marzuki pada perjuangan kemerdekaan Indonesia. Metode yang digunakan untuk penelitian ini yaitu metode historis yang direkonstruksi menjadi penulisan sejarah. Metode historis terdiri dari pemilihan topik penelitian, heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Pada tahap pertama, pemilihan topik didasarkan atas kedekatan emosional dan kedekatan intelektual. Setelah itu, dilakukan tahap heuristik dengan melakukan pengumpulan sumber primer berupa koran sezaman, sumber sekunder berupa buku, jurnal, dan dokumen serta melakukan wawancara kepada anak dari Ismail Marzuki. Tahap selanjutnya yaitu verifikasi dengan memeriksa keaslian serta membandingkan isi dari masing-masing sumber yang telah didapat. Selanjutnya, tahap interpretasi yaitu menafsirkan sumber agar informasi yang didapat bisa saling melengkapi. Tahap terakhir yaitu historiografi berupa penyajian peristiwa masa lalu dalam bentuk skripsi. Penelitian pada skripsi ini membahas kehidupan dari tokoh Ismail Marzuki dari kecil hingga remaja dan munculnya kesadaran nasionalisme pada diri Ismail Marzuki. Selain itu juga dibahas awal mula Ismail Marzuki menyelami dunia seni musik yang dirintis saat masuk kedalam grup musik Lief Java pada tahun 1936. Nama Ismail Marzuki mulai populer ketika mengisi siaran di radio NIROM pada tahun 1937 hingga tahun 1940. Ismail Marzuki juga turut serta terlibat pada radio VORO yang dikenal sebagai radio pemberontak pada tahun 1937. Dizaman penjajahan Jepang, juga terlibat pada dua lembaga yaitu Keimin Bunka Sidosho dan radio Hoso Kanri Kyoku. Pada masa revolusi kemerdekaan, Ismail Marzuki bekerja dan berkontribusi membesarkan kemajuan Radio Republik Indonesia yang dimulai tahun 1945, sempat berhenti ditahun 1947 sebagai bentuk sikap anti penjajahan dan bekerja kembali pada tahun 1950-1956. Skripsi ini juga membahas karya cipta lagu nasionalis dari Ismail Marzuki yang dapat menggambarkan realitas kehidupan pada 3 zaman yaitu zaman kolonialisme, penjajahan Jepang hingga revolusi keemerdekaan. Hasil karya cipta Ismail Marzuki mendapatkan berbagai piagam penghargaan dan ditahun 2004, Ismail Marzuki mendapatkan penganugerahan Pahlawan Nasional. Hasil penelitian pada skripsi ini yaitu membuktikan bahwa Ismail Marzuki merupakan seorang komponis yang mendedikasikan hidupnya untuk kemajuan musik di Indonesia dan melahirkan karya cipta berupa lagu nasionalis dan lagu hiburan. ***** This thesis discusses the biography of Ismail Marzuki as a composer from birth to death. This study aims to find out the story of Ismail Marzuki's struggle and Ismail Marzuki's contribution to the struggle for Indonesian independence. The method used for this research is the historical method which is reconstructed into historical writing. The historical method consists of selecting research topics, heuristics, verification, interpretation, and historiography. In the first stage, topic selection is based on emotional closeness and intellectual closeness. After that, the heuristic stage was carried out by collecting primary sources in the form of contemporary newspapers, secondary sources in the form of books, journals, and documents and conducting interviews with Ismail Marzuki's children. The next stage is verification by checking the authenticity and comparing the contents of each source that has been obtained. Next, the interpretation stage is interpreting the source so that the information obtained can complement each other. The last stage is historiography in the form of presenting past events in the form of a thesis. The research in this thesis discusses the life of Ismail Marzuki's character from childhood to adolescence, the emergence of nationalism awareness in Ismail Marzuki. It also discusses the beginning of Ismail Marzuki's exploration of the world of music, which was pioneered when he joined the Lief Java music group in 1936. Ismail Marzuki's name became popular when he filled broadcasts on NIROM radio from 1937 to 1940. Ismail Marzuki also participated. involved in VORO radio known as rebel radio in 1937. During the Japanese colonial era, he was also involved in two institutions, namely Keimin Bunka Sidosho and Hoso Kanri Kyoku radio. During the independence revolution, Ismail Marzuki worked and contributed to the progress of Radio Republik Indonesia which began in 1945, stopped in 1947 as a form of anti-colonial attitude and worked again in 1950-1956. This thesis also discusses the creation of a nationalist song by Ismail Marzuki which can describe the reality of life in 3 eras, namely the era of colonialism, Japanese colonialism and the independence revolution. Ismail Marzuki's creations received various award certificates and in 2004, Ismail Marzuki received the National Hero award. The results of the research ini thus thesis are proving that Ismail Marzuki is a composer who dedicates his life to the advancement of music in Indonesia and gave birth to creative works in the form of nasionalist songs and entertainment songs

    ENT 530 Social Media Portfolio : Lush and Luscious / Atikah Faizah Mohd Marzuki

    Full text link
    Lush and Luscious is my new business that established on 28 September 2018. This business is based on a sole proprietorship. This business is registered under Business Registration Act 1956 as Atikah Faizah binti Mohd Marzuki with registration name 002893481-T is a new company that operated in Malaysia. My company's name is Lush and Luscious as it fancy name and delicious if heard it. This business' product is suitable for all people. This product also easy to carry and eat in everywhere. Even children also can eat this product. In the future, Lush and Luscious wants to ensure that Lush and Luscious have competitive advantages on customers from all of my competitors. Furthermore, this company will be operating every day and 24 hours for customers to make an order and for delivery will be made once the order has been received. Then suitable time will be chosen the based on the order made by customers'
    corecore