1,720,998 research outputs found
Aktualisasi Peran dan Tantangan Perguruan Tinggi Islam dalam Pencerahan dan Pencerdasan
This article elaborates the actualisation and challenges of Islamic Higher Education (PTAI). This study shows that PTAIs are not only a transfer or transfer of knowledge institution, but they are also able to support the students and the community in developing its potential. In the case of the FKTK of UIN Alauddin, this study shows that the faculty's response to social change with the effort to build intelligence and broaden the horizons, build a work ethic and apply a positive-active curriculum, and perform scientific integrations. It thus becomes crucial effort in order to prepare learners to become human resources with high academic ability and social sensitivity. The study, hence, recommends that the PTAIs should orient themselves to the future by applying the pillars of true education, namely: learning to know, learning to do, learning to be, and learning to live together.</jats:p
Manajemen sarana dan prasarana pendidkan di MIN 4 Kapuas
Manajemen Sarana prasarana merupakan faktor penting dalam pendidikan, tak terkecuali di MIN 4 Kapuas Kecamatan Tamban Catur. Pengelola sangat konsen terhadap pemenuhan sarana prasarana. Pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mendiskripsikan Perencanaan, Pengadaan, Penggunaan, Pemeliharaan, Inventarisasi, dan Penghapusan sarana prasarana pendidikan di MIN 4 Kapus.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subyek penelitian ini adalah kepala madrasah, guru, staf tata usaha dan siswa. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode pengamatan atau observasi, wawancara dan dokumentasi. .Teknik pemeriksaan keabsahan data dengan teknik trianggulasi sumber.Teknik analisis data dengan reduksi data, penyajian data dan verifikasi (menarik kesimpulan).
Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah Pertama perencanaan, diawali dengan menyebarkan angket kebutuhan alat-alat atau media yang diperlukan kepada guru, selanjutnya memusyawarahkannya bersama kepala sekolah, kepala tata usaha, bendahara dan juga seluruh dewan guru.Kedua, pengadaan sarana dan prasarana pendidikan di MIN 4 Kapuas meliputi : dropping dari pemerintah, membeli baik secara langsung maupun pemesanan, meminta sumbangan dari wali murid dengan memusyawarahkan dengan komite sekolah, dengan menyewa atau meminjam ke tempat lain jika membutuhkan dan dengan menukar barang yang dimiliki yang sudah tidak terpakai dengan barang yang dibutuhkan. Ketiga, penggunaan sarana dan prasarana di MIN 4 Kapuas meliputi : membuat jadwal penggunaan agar tidak terbentur dalam hal penggunaan, walaupun terkadang pengguna belum bertanggungjawab secara penuh setelah selesai digunakan, dan belum mengembalikan ke tempat masing-masing, Keempat pemeliharaan barang MIN 4 Kapuas melakukan secara kontinu setiap hari atau berkala melalui pengecekan setiap hari, bulanan ataupun enam bulan sekali.Kelima inventarisasi di MIN 4 Kapuas meliputi : mencatat seluruh barang inventaris yang diterima didalam buku induk inventaris, kemudian setelah selesai dicatat dengan memberi kode barang tersebut.Keenam Penghapusan sarana dan prasaran di MIN 4 Kapuas meliputi : mengumpulkan atau mendata barang yang sudah tidak layak atau rusak atau barang sudah tidak bisa dipakai lagi, atau barang yang jumlahnya kelebihan, kemudian diputuskan lewat musyawarah untuk melakukan penghapusan, prosesnya yaitu dengan cara membuatkan berita acara penghapusan dan penyingkiran barang dengan cara membakar atau menguburnya, dengan tujuan untuk memudahkan dalam administrasi. oleh karena itu dengan adanya manajemen sarana dan prasarana pendidikan ini sangatlah memberikan kontribusi terhadap kelancaran proses belajar mengajar yang pada akhirnya akan meningkatkan mutu pendidikan di MIN 4 Kapuas.
Abstract
Infrastructure management is an important factor in education, not least in MIN 4 Kapuas, Tamban Catur District. Managers are very concerned about the fulfillment of infrastructure. Meeting the needs of facilities and infrastructure of this study aims to: Describe the Planning, Procurement, Use, Maintenance, Inventory, and Elimination of educational infrastructure in MIN 4 Regency.
This research uses a qualitative method with a descriptive approach. The subjects of this study were the headmaster of madrasas, teachers, administrative staff and students. Data collection methods in this study are the method of observation or observation, interviews and documentation. Data validation checking technique with source triangulation technique. Data analysis technique with data reduction, data presentation and verification (drawing conclusions).
The results obtained from this study are the first planning, starting with distributing the questionnaire needs for the tools or media needed to teachers, then discussing it with the school principal, head of administration, treasurer and also the entire teacher council. Second, procurement of educational facilities and infrastructure in MIN 4 Kapuas includes: dropping from the government, buying both directly and ordering, asking for donations from student guardians by consulting with school committees, by renting or borrowing to other places if needed and by exchanging owned goods that are not used for items needed . Third, the use of facilities and infrastructure in MIN 4 Kapuas includes: make a schedule of use so as not to be bumped in terms of use, although sometimes the user has not been fully responsible after being used, and has not returned to their respective places. continuous every day or periodically through checking every day, monthly or six months. The five inventories at MIN 4 Kapuas include: recording all inventory items received in the inventory master book, then after completion is recorded by giving the item code. in MIN 4 Kapuas includes: collecting or recording items that are not feasible or damaged or goods that can no longer be used, or goods with excess quantities, then decide through deliberation to do the removal, the process is by making the minutes of removal and removal of goods by burning or burying it, with the aim to facilitate administration. Therefore, the management of educational facilities and infrastructure really contributes to the smooth teaching and learning process which will ultimately improve the quality of education in MIN 4 Kapuas
THE TRANSFORMATION OF ISLAMIC EDUCATION AND THE GLOBAL FUTURE CHALLENGES OF ISLAMIC HIGHER EDUCATION IN INDONESIA
This study aims to reveal the global challenges encountered by Islamic higher education in Indonesia and the transformation of Islamic Education in the era of globalization, namely the digital era and the industrial revolution 4.0. This research employs a qualitative method using a sociological approach. The data were obtained through interviews with lecturers and practitioners of Islamic Education at the Faculty of Education and Teacher Training at Alauddin State Islamic University of Makassar (UIN Alauddin Makassar). The findings of this study revealed that Islamic Education is urgently needed by the community in the midst of advances in science and technology. Islamic Education is viewed as an educational paradigm that can prevent modern society from being trapped in a value shock or culture shock. Transforming Islamic Education's principles and values is critical in countering the current and future global challenges. This study gives insights on the development of Islamic knowledge and the development of community-based human resources, particularly on the integration of Islamic teachings into general studies.
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap tantangan global yang dihadapi perguruan tinggi Islam di Indonesia dan transformasi Pendidikan Islam di era globalisasi yaitu era digital dan revolusi industri 4.0. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan sosiologis. Data diperoleh melalui wawancara dengan dosen dan praktisi Pendidikan Agama Islam pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UIN Alauddin Makassar). Temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa Pendidikan Agama Islam sangat dibutuhkan oleh masyarakat di tengah kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pendidikan Islam dipandang sebagai paradigma pendidikan yang dapat menghindarkan masyarakat modern agar tidak terjebak dalam kejutan nilai (value shock) atau kejutan budaya (culture shock). Transformasi prinsip-prinsip dan nilai-nilai Pendidikan Islam sangat penting dalam menghadapi tantangan global saat ini dan masa depan. Penelitian ini menambah wawasan mengenai perkembangan ilmu keislaman dan perkembangan sumber daya manusia yang berbasis masyarakat khususnya dalam integrasi ajaran Islam ke dalam studi umum.Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap tantangan global yang dihadapi perguruan tinggi Islam di Indonesia dan transformasi Pendidikan Islam di era globalisasi yaitu era digital dan revolusi industri 4.0. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan sosiologis. Data diperoleh melalui wawancara dengan dosen dan praktisi Pendidikan Agama Islam pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UIN Alauddin Makassar). Temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa Pendidikan Agama Islam sangat dibutuhkan oleh masyarakat di tengah kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pendidikan Islam dipandang sebagai paradigma pendidikan yang dapat menghindarkan masyarakat modern agar tidak terjebak dalam kejutan nilai (value shock) atau kejutan budaya (culture shock). Transformasi prinsip-prinsip dan nilai-nilai Pendidikan Islam sangat penting dalam menghadapi tantangan global saat ini dan masa depan. Transformasi telah dilakukan di UIN Alauddin Makassar dengan mengintegrasikan ilmu keislaman dengan ilmu pengetahuan yang tidak hanya berfokus pada pengembangan ilmu keislaman tetapi juga pengembangan sumber daya manusia yang berbasis masyarakat. Ke depan, tantangan yang dihadapi perguruan tinggi Islam, khususnya UIN Alauddin Makassar, antara lain sumber daya manusia, penguasaan IPTEK, dan integrasi ajaran Islam ke dalam studi umum
Kajian isu-isu kebijakan pembiayaan pendidikan dan hubungannya dengan kualitas pendidikan
Isu-isu yang relatif sering diperdebatkan dalam kajian pembiayaan pendidikan adalah menyangkut sumber pembiayaan pendidikan, manfaat pembiayaan pendidikan, dan efektifitas pembiyaan pendidikan. Pembiayaan pendidikan bersumber dari dua arah, yaitu, Pemerintah dan Masyarakat.
Pembiayaan pendidikan harus dimanajemen dengan baik, mulai dari analisis potensi dan kelemahan pembiayaa pendidikan, analisis keunggulan program pendidikan dan kelemahannya, analisis evaluasi manfaat pembiayaan pendidikan dalam membiayai program pendidikan. Serta tinjauan menyeluruh
atas tingkat efektifitas dan efisiensi pembiayaan pendidikan. Pembiayaan pendidikan harus bermanfaat sebesar-besarnya untuk pencapaian tujuan-tujuan pendidikan. Meskipun pembiayaan pendidikan bukan satu-satunya instrument untuk mencapai tujuan pendidikan, namun dengan pembiayaan pendidikan yang baik, mampu mendorong pencapaian
mutu pendidikan. Analisis keuntungan (manfaat) pembiayaan pendidikan,harus dilakukan, agar sebelum penganggaran pembiayaan pendidikan, sudah diketahui, target-terget penting, sasaran utama, dan check and balance antara
biaya dan mutu pendidikan yang dihasilkan.
Terdapat dua model dalam memastikan efektifitas biaya pendidikan dan keuntungan yang diperoleh dari pembiayaan pendidikan, yaitu: Cost Effectiveness Analysis dan Cost-Benefit Analysis. Analisis keefektifan biaya membandingkan dua atau lebih program pendidikan sesuai dengan keefektifannya dan biaya dalam mencapai tujuan tertentu. Sedangkan analisis manfaat biaya, berupa hasil dari suatu alternatif pendidikan secara langsung dinyatakan dalam istilah moneter. Menganggap bahwa manfaat moneter dapat sepenuhnya diukur, mereka dapat langsung dibandingkan dengan biaya moneter yang telah diinvestasikan
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DAN IKLIM KERJA SEKOLAH TERHADAP KINERJA GURU SDN 1 TOSIBA KABUPATEN KOLAKA
FILSAFAT PENDIDIKAN PANCASILA DALAM PERSFEKTIF PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA
Pancasila dengan sistem pendidikan ditinjau dari filsafat pendidikan, bahwa Pancasila pandangan hidup bangsa yang menjiwai dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, sistem pendidikan nasional Indonesia wajar apabila dijiwai, didasari, dan mencerminkan identitas Pancasila. Cita dan karsa bangsa Indonesia diusahakan secara melembaga dalam sistem pendidikan nasioanl yang bertumpu dan dijiwai oleh suatu keyakinan, pandangan hidup dan filosofi tertentu. Inilah dasar pikiran mengapa filsafat pendidikan Pancasila merupakan tuntutan nasional dan sistem filsafat pendidikan Pancasila adalah sub sistem dari sistem negara. Pancasila. Dengan memperhatikan fungsi pendidikan dalam membangun potensi bangsa, khususnya dalam melestarikan kebudayaan dan kepribadian bangsa yang ada pada akhirnya menentukan eksistensi dan martabat bangsa, maka sistem pendidikan nasional dan filsafat pendidikan pancasila seyogyanya terbina secara optimal supaya terjamin tegaknya martabat dan kepribadian bangsa. Filsafat pendidikan Pancasila merupakan aspek rohaniah atau spiritual sistem pendidikan nasional, tiada sistem pendidikan nasional tanpa filsafat pendidikan
Multicultural Education and Interreligious Leaders Knowledge
Multicultural-education is meant to portray about the efforts that must be carried out by teachers and lecturers in the midst of a growing cultural diversity in today\u27s society. Teachers and lecturers are expected to contribute in revising the learning material as well as to reform the learning system with wider insight in the globalization process. The birth of various teachings or understandings which are not relevant with religious values, such as secularism and materialism, tends to make religion education to be helpless and even to make religion to be ruled out in various fields. This may also hit people when religion does no longer function effectively in multidimensional and multicultural life.Pendidikan berbasis multikultural dimaksudkan untuk menggambarkan tentang upaya-upaya yang harus dilakukan oleh guru dan dosen di tengah-tengah keanekaragaman budaya yang berkembang dalam masyarakat saat ini. Guru dan dosen diharapkan dapat berkonstribusi dalam merevisi materi pembelajaran serta melakukan reformasi dalam sistem pembelajaran dengan wawasan yang lebih luas dalam arus globalisasi. Lahirnya berbagai ajaran atau pemahaman yang tidak relevan dengan nilai-nilai agama, seperti aliran materialis dan sekuler, maka ada kecenderungan membuat pendidikan keagamaan menjadi tidak berdaya dan lebih lagi jika agama telah dikesampingkan dalam berbagai bidang. Hal ini mungkin juga menerpa umat bila agama tidak lagi berfungsi secara efektif dalam kehidupan multidimensi dan multikultural
Problematika Pendidikan Islam di Indonesia
The first verse was sent by Allah swt. to the Prophet Muhammad saw. is the command to learning and teaching. From this fact, it can be concluded that Islam is very concerned with teaching and learning (in the context of studying). Thus, Islam obligates its followers to learn and teach. Moreover, in the Qur’an it can be found many sentences or verses which suggest Moslems to use their intelectual capacity, such as; ya'qilun (to think), yatafakkarun (to observe), yubsirun (to delight), yasma'un (to hear) and so on. Globalization in education could be considered as one of education challenge to recent years, and nobody can avoid it. Indonesia as a nation should face this challenge and put strategies to get chances from global interactions and not only to be consuments of international market but to be a player from international communitie
Efektivitas Penggunaan Laboratorium dalam Pembelajaran Biologi Mahasiswa Prodi Biokewirausahaan Universitas Muhammadiyah Enrekang
Sebuah penelitian berjudul "Efektivitas Penggunaan Laboratorium dalam Pembelajaran Biologi mahasiswa prodi Biokewirausahaan Universitas Muhammadiyah Enrekang" telah dilaksanakan pada bulan September 2022. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi sejauh mana efektivitas penggunaan laboratorium Biologi mahasiswa prodi Biokewirausahaan Universitas Muhammadiyah Enrekang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan menggunakan dokumen serta kuesioner sebagai alat pengumpulan data. Data tentang efektivitas penggunaan laboratorium dalam pembelajaran Biologi Dasar dianalisis dengan menggunakan rumus persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan laboratorium dalam pembelajaran Biologi Dasar pada Mahasiswa Semester I Prodi Biokewirausahaan dinilai sebagai tingkat efektivitas yang tinggi
- …
