42 research outputs found
PERSEPSI PASIEN STROKE TENTANG DUKUNGAN PASANGAN DI BANDA ACEH
ABSTRAKStroke merupakan penyakit yang berpengaruh pada seluruh tubuh seperti kelumpuhan, defisit fungsi kognitif, kesulitan bicara, kesulitan emosional, kesakitan, dan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Untuk proses pemulihan/rehabilitasi pasca stroke membutuhkan waktu yang lama dan dukungan sosial. Salah satu sumber dukungan sosial yang utama bagi penderita stroke yang telah menikah adalah pasangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan pasien stroke tentang dukungan pasangan di Banda Aceh. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik penentuan terhadap 6 orang informan ditentukan secara purposive dengan kriteria pasien stroke yang mempunyai pasangan yang merawat. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam menggunakan panduan wawancara yang berisi pertanyaanpertanyaan terbuka. Hasil penelitian menunjukkan pasangan sudah memberikan dukungan terhadap penderita stroke baik dukungan penghargaan, dukungan informasi, dukungan instrumental maupun dukungan emosional. Hal tersebut didapatkan dari pasangan yang perhatian, memberi motivasi dan pengharapan untuk sembuh, selain itu juga dengan membantu saat latihan, mengantar berobat, serta memenuhi segala kebutuhan. Namun keterbatasan pengetahuan dan penerimaan diri yang maladaptif sering membuat dukungan yang diterima tidak optimal terutama terhadap rehabilitasi fungsi seksual. Kepada pasangan diharapkan dapat mencari informasi lebih banyak tentang perawatan stroke di rumah, dan kepada tim pemberi pelayanan kesehatan dapat memberikan informasi yang komprehensif baik kepada penderita maupun pasangan.Kata kunci: Pasien stroke, dukungan, pasanganABSTRACTStroke can affect the whole body such as paralysis, cognitive deficits, speech difficulties, emotional difficulties, pain, and problems in daily life. The recovery process in post-stroke patients take a long time and also require social support because they are not able to solve their own problems. One of the main sources of social support for stroke survivors who had married was their spouse. This study aimed to determine the perception of stroke patients to the spousal support. Research Methods was Qualitative research with a phenomenology approach. Six informants were determined purposively who meet the criteria which is stroke patients who have a spouse who cared for. The method of data collection was done by in-depth interviews. The analysis used was content analysis. This study found that the stroke patient spouses already provide good support in term of appraisal support, informasional support, instrumental support, and emosional support . However the lack of knowledge and maladaptive self acceptance made their support was not optimal, especially for the rehabilitation of sexual function. Conclusion: To the stroke patient spouses are expected to seek more information about home care for stroke patients and to the team of health care providers should provide comprehensive information to both the patient and the spouse. Keywords: stroke patients, support, spausa
PENERAPAN PENDEKATAN PROBLEM POSING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA DI SMPN 19 BANDA ACEH
Salah satu kecenderungan yang menyebabkan siswa gagal memecahkan masalah matematika karena kurangnya kemampuan penalaran matematis. Siswa juga perlu dibiasakan untuk menyelesaikan permasalahan yang dibuatnya sendiri. Penerapan pendekatan problem posing pada siswa sekolah menengah pertama diharapkan menjadi salah satu solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Penelitian ini dilakukan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan penalaran matematis siswa dengan memperhatikan aktivitas dan respon siswa terhadap pembelajaran dengan menggunakan pendekatan problem posing juga diperhatikan sebagai data pendukung. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yang dilakukan selama empat kali pertemuan dan terdiri atas dua siklus dengan subjek penelitian yaitu siswa kelas VII SMP Negeri 19 Banda Aceh. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes kemampuan penalaran matematis, lembar observasi aktivitas siswa, dan angket. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan penalaran matematis siswa dapat ditingkatkan melalui pendekatan problem posing. Hal ini ditunjukkan oleh terjadinya peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa. Pada siklus-I 50% siswa telah memiliki kemampuan penalaran matematis yang baik dan meningkat menjadi 95,83% pada siklus-II. Peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa juga didukung oleh aktivitas siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan pendekatan problem posing yang aktif dan efektif serta respon siswa terhadap pembelajaran yang sangat positi
PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN IRASIONAL MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN THE POWER OF TWO SISWA KELAS X MIA 2 SMAN 1 BUKIT SEMESTER 1 TAHUN PELAJARAN 2019/2020
This research is an attempt to increase students' motivation and learning outcomes using The Power of Two method. The type of research is classroom action research (Classroom Action Research). Subjects totaled 22 students. Data collection was carried out using observation, test and documentation techniques. The data validation in this action research is democratic, process, and dialogic validity. The data obtained were analyzed descriptively. The results showed that learning motivation increased from 7 students (31.82%) in the initial condition to 54.55% or 12 students in the first cycle and 20 or 90.91% in the last cycle. The explanation of mastery learning before the improvement of learning is 22.73% or 5 students, increased in the first cycle 12 students or 54.55% and in the last cycle to 19 students or 86.36% with an average value of learning outcomes of 63 .18 to 73.18 and in the last cycle to 82.7
Perbedaan Kadar Feritin Dan Brain Derived Neurotropic Factor pada Neonatus dari Ibu Hamil Normal dan Ibu Hamil Anemia Defisiensi Besi
Perbedaan Kadar Feritin Dan Brain Derived Neurotropic Factor pada Neonatus dari Ibu Hamil Normal dan Ibu Hamil Anemia Defisiensi Besi
85 Halaman + 5 Tabel + 9 Lampiran
ABSTRAK
Anemia defisiensi besi adalah anemia yang disebabkan karena kekurangan zat besi dalam darah. Defisiensi besi maternal berdampak pada rendahnya cadangan besi pada neonatus dan menunjukkan dampak yang dalam terhadap ekspresi Brain Derived Neurotropic Factor (BDNF) yang berpengaruh pada fungsi kognitif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan rerata kadar Feritin dan BDNF pada neonatus dari ibu hamil normal dan ibu hamil defisiensi besi.
Desain penelitian ini adalah Cross Sectional. Penelitian dilakukan diwilayah kerja Puskesmas Lubuk Buaya, Puskesmas Ambacang, Puskesmas Ikur Koto dan Laboratorium Biomedik Universitas Andalas pada bulan Februari 2017 ā July 2018. Sampel Penelitian adalah ibu hamil sebanyak 42 orang yang dipilih secara Consecutive Sampling, sampel dibagi menjadi dua kelompok yaitu ibu hamil normal dan ibu hamil anemia defisiensi besi. Feritin dan BDNF diperiksa dengan metode ELISA. Data dianalisa menggunakan uji T test.
Kadar feritin neonatus pada kelompok ibu normal adalah 2,46±0,20(ng/ml) dan kelompok ibu anemia 1,35±0,34(ng/ml) (p<0,05). Kadar BDNF neonatus pada ibu kelompok normal adalah 3,65(ng/ml) dan kelompok ibu anemia adalah 1,74(ng/ml) (p<0,05).
Secara statistik terdapat perbedaan bermakna kadar Feritin dan BDNF pada neonatus dari ibu hamil normal dan ibu anemia defisiensi besi. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat perbedaan rerata kadar Feritin dan BDNF pada neonatus dari ibu hamil normal dan ibu hamil defisiensi besi.
Kata Kunci : Anemia Defisiensi Besi, Feritin, Brain Derived Neurotropic Factor
POSTGRADUATE PROGRAM AND
Peran lurah dalam penanggulangan dekadensi moral remaja (suatu penelitian pada lurah kecamatan Kuta Alam)
viii+58hlm.;29c
FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MANDIANGIN KOTABUKITTINGGI
One of the highest causes of maternal death in Bukittinggi City is anemia. Mandiangin Health Center is the second highest Public Health Center with anemia, from 56 pregnant women as many as 29 pregnant women have anemia. The purpose of this study was to determine the relationship of economic status, education, employment, age, parity, and nutritional status with anemia of pregnant women in the working area of the Mandiangin Community Health Center in Bukittinggi City. This type of research is analytic descriptive with cross sectional approach. Samples amounted to 29 pregnant women, with sampling techniques with purposive samplingĀ The results showed that there was a significant relationship between the incidence of anemia with economic status (p = 0.03), education (p = 0.02), employment (p = 0.04), age (p = 0.00), parity (p = 0.00) and nutritional status (p = 0.001). The conclusion of this study is that there is a relationship between economic status, education, employment, age, parity and nutritional status with anemia in pregnant women. It is recommended for pregnant women to be active in prenatal care so that anemia in pregnant women can be detected earl
Strategi dan Sikap Masyarakat Terhadap Program Corporate Social Responsibility (CSR) Pelindo I di Provinsi Sumatera Utara
Corporate Social Responsibility (CSR) commitment companies to participate in economy development continues to increase alive quality and that environment both for companies also communities with society as a whole. Pass program partner and build environment, company to realize the social responsibility with carry out various that program. Therefore, this watchfulness aim is to (a) analyzes program influence CSR Pelindo I towards society culture social condition, (b) analyze attitude or society perception about activity existence CSR Pelindo I, (c) existence impact CSR Pelindo I towards society around company, (d) analyze program development strategy CSR Pelindo I forwards. Data that used primary data. Analysis model that used analysis deskriptif and analysis model SWOT. Watchfulness result shows that program CSR Pelindo I give which are positive influence towards society social condition, sosiety perception/attitude about program CSR Pelindo I in general has positive, program CSR Pelindo I give positive impact for society income enhanced around area CSR, strategy that development draft CSR strength enhanced and existing opportunity utilization in order to small industry enableness forwards.Corporate Sosial Responsibility (CSR) adalah komitmen perusahaan untuk berpartisipasi pada pembangunan ekonomi berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas hidup dan lingkungan yang bermanfaat baik bagi perusahaan maupun komunitas serta masyarakat secara keseluruhan. Melalui program kemitraan dan bina lingkungan, perusahaan mewujudkan tanggung jawab sosialnya dengan melaksanakan berbagai program yang berkelanjutan. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini untuk (a) menganalisis pengaruh program CSR Pelindo I terhadap kondisi sosial budaya masyarakat, (b) menganalisis sikap atau persepsi masyarakat tentang adanya kegiatan CSR Pelindo I, (c) dampak keberadaan CSR Pelindo I terhadap masyarakat sekitar perusahaan, (d) menganalisis strategi pengembangan program CSR Pelindo I ke depan. Data yang digunakan adalah data primer. Model analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan model analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program CSR Pelindo I memberikan pengaruh yang positif terhadap kondisi sosial masyarakat, persepsi/sikap masyarakat tentang program CSR Pelindo I pada umumnya bersifat positif, program CSR Pelindo I memberikan dampak positif bagi peningkatan pendapatan masyarakat di sekitar wilayah CSR tersebut, strategi yang dilakukan dalam rangka pengembangan CSR adalah peningkatan kekuatan dan pemanfaatan peluang yang ada dalam rangka pemberdayaan usaha kecil ke depan.193 HalamanTesis Magiste
ANALISIS PELAKSANAAN PERAWATAN TALI PUSAT TERBUKA PADA BAYI BARU LAHIR DI PUSKESMAS SILAPING KABUPATEN PASAMAN BARAT TAHUN 2020
ABSTRACTThe incidence of infection has the largest contribution to the infant mortality rate in Indonesia after low birth weight (LBW). The number of mothers giving birth in 2020 were 383 mothers, with 8 neonatal deaths. The umbilical cord is the main route of entry for systemic infection in the newborn.The purpose of this study was to analyze The Implementation of Open Umbilical Cord Care in Newborns at Silaping Community Health Center, Ranah Batahan District, West Pasaman Regency in 2020. It was qualitative with a in-depth interviews design. The informants were 1 coordinating midwife, 1 child program holder, 2 implementing midwives and 2 mothers. The instrument used in in-depth interviews with a voice recorder, observation sheets and documentation. The results of in-depth interviews found that there was no written policy regarding the implementation of open umbilical cord care, but open umbilical cord care had been carried out to every newborn by midwives and socializing to new mothers when they return home. The existence of umbilical cord care opened properly and it was useful for babies to minimize the risk of infection from umbilical cord injuries but there were still people or mothers who have given birth to wrap the umbilical cord because they were still in doubt afraid of infection. This research is expected to provide information and as a monitoring of the implementation of the implementation of open umbilical cord care in newborn
Analisis Implementasi Program Pencegahan dan Penanggulangan Anemia pada Ibu Hamil di Kelurahan Koto Baru Nan XX Desa Binaan FKM Unand Kota Padang tahun 2019
Tujuan
Penyebabterbesarkematianibuadalahpendarahan.Pendarahanpadasaatpersalinandapatberujungkematianapabilapendarahan yang terjadiakutdanproduksisertapersediaandarah yang tidakcukuppadamasakehamilan.Tujuanpenelitianiniuntukmelakukananalisisimplementasi program pencegahandanpenanggulangan anemia padaibuhamil di Kelurahan Koto Barunan XX desabinaan FKM UnandTahun 2019.
Metode
Penelitianinimenggunakanmetodekualitatifdenganpendekatansistem, informanpenelitianberjumlah 11 orang, informanditentukandenganteknikpurposive sampling.Metodepengumpulan data melaluiwawancaramendalam, Focus Group Discussion, danstudidokumentasi.Analisis data dengancaratriangulasisumberdantriangulasimetode.
Hasil
Hasilpenelitiandidapatkanuntukkomponen input: petugaskesehatanmasihkurangdanbelummencapaiseluruh target sasaran. Biayasudahmencukupi, saranadanprasarana program sudahmemadaidanmetodepelaksanaansudahsesuaipedoman/SOP.Komponen proses: program pencegahandanpenanggulangan anemia ibuhamilbelumterlaksanadenganbaik. Output: pelaksanaan program kelasibuhamil di Kelurahan Koto BaruTahun 2019 sudahmencapai target, namun program kunjunganibuhamildanpemberian TTD ibuhamil di Kelurahan Koto BaruTahun 2019 belummencapai target.
Kesimpulan
Pelaksanaan program pencegahandanpenanggulangan anemia padaibuhamil di Kelurahan Koto BaruTahun 2019 belumberjalandenganbaik.DiharapkanPuskesmasLubukBegalungdanPuskesmasPembantu Koto Baruuntukmemaksimalkanpelaksanaan program tersebut, mencukupikebutuhantenaga, saranaprasaranasertamemberikanpendidikangizibagimasyarakat agar pengetahuanmasyarakatmeningkatdanmerubahperilakumasyarakatmenjadilebihbaik.
DaftarPustaka : 47 (2004-2019)
Kata Kunci : Pencegahan, penanggulangan, anemia, danibuhami
Tinjauan Pelaksanaan Contractor Safety Management System (CSMS) Terhadap Kontraktor pada Pembangunan Tanki Timbun di Terminal BBM Medan Group Tahun 2016
Contractor Safety Management System (CSMS) adalah system yang dikelola
untuk memastikan bahwa kontraktor yang bermitra dengan PT. Pertamina (Persero)
telah memiliki manajemen HSE dan telah memenuhi persyaratan HSE yang berlaku
di PT.Pertamina (Persero) serta mampu menerapkan persyaratan HSE dalam
pekerjaan kontrak yang dilaksanakan.
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan Contractor
Safety Management System (CSMS) terhadap kontraktor pada pembangunan tangki
timbun di Terminal BBM Medan Group PT. Pertamina (Persero). Penelitian ini
menggunakan pendekatan kualitatif, dimana peneliti bermaksud memahami lebih
dalam fenomena yang terjadi dan dialami oleh subjek penelitian. Yang menjadi
informan dalam penelitian ini adalah 4 orang diambil dari asisten teknik, 2 orang
asisten HSE, operator HSE yang menangani proses CSMS.
Hasil wawancara peneliti dengan informan di Terminal BBM Medan Group
PT. Pertamina menunjukkan bahwa tinjauan pelaksanaan CSMS yang meliputi
tahapan penilaian risiko, prakualifikasi, seleksi, pra pelaksanaan, pekerjaan
berlangsung, dan penilaian akhir, sudah diterapkan oleh pertamina terhadap
kontraktor pada pembangunan tanki timbun. Kegiatan CSMS yang diterapkan di
Terminal BBM Medan Group melibatkan berbagai macam unit kerja atau fungsi,
seperti bagian teknik, staf administrasi, keuangan dan termasuk K3LL.
Penerapan CSMS yang dilakukan oleh Terminal BBM Medan Group
terhadap kontraktor sudah sesuai dengan beberapa peraturan/undang-undang
diantaranya, PP RI no. 50 tahun 2012, Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor
:05/PRT/M/2014, OHSAS 18001-2007, dan pada PP RI no. 59 tahun 2010. Hanya
saja pada tahap pekerjaan berlangsung, inspeksi yang seharusnya dilakukan secara
berkala oleh Pertamina, tidak terlaksana setiap bulannya karena terkendala dengan
jadwal kegiatan Pertamina lainnya.
Disarankan kepada Terminal BBM Medan Group Pertamina, agar
mengajukan asisten K3LL yang khusus menangani CSMS agar pelaksanaan inspeksi
pada saat pekerjaan berlangsung sesuai dengan jadwal berkala yang sudah ditentukan.Contractor Safety Management System (CSMS) is a managed system to
ensure that contractors are partnered with PT. Pertamina (Persero) has had HSE
management and has met the HSE requirements applicable in PT.Pertamina
(Persero) and be able to apply the requirements of HSE in contract work performed.
This study aims to describe the implementation of the Contractor Safety
Management System (CSMS) against the contractor in the construction of fuel
storage tanks in Terminal BBM Medan Group PT. Pertamina (Persero). This study
used a qualitative approach, which the researchers intend to understand more deeply
the phenomenon that occurs and is experienced by research subjects. Who became
informants in this study were 4 peoples taken from a technical assistant, 2 assistant
HSE, HSE operator which handles the CSMS.
The result of research interviews with the informants in Medan Fuel Terminal
Group PT. Pertamina show that the implementation reviews of CSMS covering the
steps of risk assessment, pre-qualification, selection, pre-implementation, work in
progress, and the final assessment, already implemented by Pertamina to the
contractor of storage tank contruction. CSMS activities are implemented in Medan
Fuel Terminal Group involves a wide range of work unit or function, such as
engineering section, administrative staff, including the finance and K3LL.
CSMS implementation by Termina BBM Medan Group to contractors are in
accordance with some rules / laws including, PP RI no. 50 In 2012, the Regulation of
the Minister of Public Works No. 05 / PRT / M / 2014, OHSAS 18001-2007, and on
the PP RI no. 59 in 2010. It's just that at this stage of the work in progress,
inspections should be done periodically by Pertamina, does not happen every month
because it is constrained by a schedule of Pertamina Other Activities.
It is suggested to Terminal BBM Medan Group Pertamina, to submit a special
assistant K3LL handle CSMS that the implementation of inspection when the work is
progressing corresponding the paradic schedule that pre-determied.164 HalamanSkripsi Sarjan
