1,061 research outputs found

    Strategi Dakwah Islam Awal di Nusantara Perspektif Ahmad Mansur Suryanegara

    No full text
    Penelitian ini menganalisis strategi dakwah Islam awal di Nusantara berdasarkan perspektif Ahmad Mansur Suryanegara. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pandangan Suryanegara mengenai awal masuknya Islam ke Nusantara, mengkaji strategi dakwah yang digunakan dalam proses Islamisasi, dan menyebarkan relevansi strategi dakwah tersebut terhadap masyarakat pada masanya. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan kualitatif, fokus pada analisis konten dari karya-karya Ahmad Mansur Suryanegara, khususnya buku Api Sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ahmad Mansur Suryanegara berpendapat Islam masuk ke Nusantara jauh lebih awal dari teori-teori sebelumnya, yaitu sejak abad ke-7 Masehi, dibawa langsung oleh para pedagang dan ulama dari Arab. Strategi dakwah yang dominan adalah dakwah kultural yang adaptif dan persuasif, melalui jalur perdagangan, perkawinan, pendidikan, kesenian (seperti wayang), dan tasawuf. Pendekatan ini memungkinkan Islam diterima secara damai dan bertahap, tanpa konfrontasi, serta mampu berasimilasi dengan budaya lokal yang sudah ada. Relevansi strategi dakwah ini sangat tinggi karena mampu menciptakan masyarakat yang harmonis dan menerima Islam sebagai bagian integral dari identitas mereka, menunjukkan bahwa pendekatan yang mengedepankan kearifan lokal dan dialog budaya adalah kunci keberhasilan Islamisasi di Nusantara

    Analisis Pemikiran Muhammad Mansur Dalam Hisab Awal Bulan Kamariah

    Get PDF
    Hasil perhitungan awal bulan kamariah, idealnya harus sama atau mirip, karena benda yang dihitung adalah sama. Namun realitanya, hasil hitungan dari beberapa metode yang ada menunjukkan adanya perbedaan. Masing-masing pengguna metode tersebut mengamalkan hasil hitungannya sehingga hal ini memicu perbedaan hari raya di Indonesia. Jika hal ini dibiarkan, maka akan sulit mewujudkan hari raya secara bersama-sama. Penelitian ini difokuskan kepada pemikiran Muhammad Mansur dalam hisab awal bulan kamariah yang tertuang dalam karya monumentalnya, Sullam al-Nayyirain. Kata Kunci: Hisab Awal Bulan, Kitab Sullam al-Nayyirain

    Dinamika Politik Muhammadiyah pada masa Kepemimpinan KH. Mas Mansur (1937-1942 M)

    Get PDF
    Skripsi berjudul “Dinamika Politik Muhammadiyah Pada Masa Kepemimpinan KH. Mas Mansur (1937-1942 M)” ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis: (1). Bagaimana awal masuk KH. Mas Mansur dan kiprahnya dalam organisasi Muhammadiyah? (2). Apa saja kemajuan Muhammadiyah pada era KH. Mas Mansur? (3). Bagaimana politik Muhammadiyah pada masa KH. Mas Mansur? Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian sejarah yang meliputi: heuristik, verifikasi, interpretasi dan historiografi. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan historis yang bertujuan mendeskripsikan peristiwa di masa lampau. Sedangkan landasan teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori gerakan sosial politik, teori behavioralisme, dan teori kepemimpinan kharismatik. Hasil penelitian ini menunjukkan, bahwa: (1). Awal masuknya KH. Mas Mansur dalam Muhammadiyah tidak lepas dari pertemuannya dengan pendiri Muhammadiyah yaitu KH. Ahmad Dahlan. Pertemuan mereka terjadi sebanyak tiga kali sebelum KH. Mas Mansur bergabung dalam Muhmmadiyah. Pertemuan yang terakhir membuat KH. Mas Mansur bergabung dalam Muhammadiyah. Karir beliau di Muhammadiyah cukup penting, hingga puncaknya adalah menjadi Ketua Pengurus Besar Muhammadiyah pada 1937-1942. (2). Peran KH. Mas Mansur dalam Muhammadiyah selama kepemimpinannya juga mengalami kemajuan dalam bidang sosial, ekonomi, pendidikan, dan juga keagamaan. (3). Pada masa kepemimpinan KH. Mas Mansur, Muhammadiyah turut berpartisipasi dalam dunia politik, sehingga menimbulkan dinamika politik dalam organisasi. Partisipasi Muhammadiyah dalam politik terlihat dalam MIAI, PII, dan GAPI

    PERANAN K.H. MAS MUHAJIR MANSUR DALAM MENGEMBANGKAN PONDOK PESANTREN AN-NAJIYAH SIDOSERMO SURABAYA TAHUN 1942-1989

    Get PDF
    Abstrak Pondok pesantren sebagai salah satu lembaga pendidikan, diakui mempunyai andil yang cukup besar di dalam membesarkan dan mengembangkan dunia pendidikan. Salah satu pondok pesantren yang mengembangkan sistem pendidikannya yaitu pondok pesantren An-Najiyah yang terletak di Sidosermo Surabaya. Pondok pesantren An-Najiyah Sidosermo Surabaya mulai mengalami kemajuan yang sangat pesat pada masa periode K.H. Mas Muhajir Mansur sebagai penerus K.H. Mas Mansur. Pondok pesantren An-Najiyah dalam menghadapi perubahan sosial di masyarakat membenahi diri dengan mengadakan perubahan-perubahan dalam sistem pendidikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan pondok  pesantren An-Najiyah dan menganalisis peran serta perjuangan K.H. Mas Muhajir Mansur dalam mengembangkan pondok  pesantren An-Najiyah. Adapun metode yang digunakan untuk memberikan penjelasan dalam pencapaian tujuan tersebut adalah dengan melakukan analisis terhadap data-data dan sumber-sumber yang didapatkan melalui tahapan metode penelitian sejarah yang meliputi heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Berdasarkan hasil analisis terhadap data dan sumber-sumber yang didapatkan, diperoleh hasil perkembangan pondok pesantren An-Najiyah 1942-1989 terbagi atas tiga periode kepemimpinan. Periode awal dipimpin K.H. Mas Mansur bin Thoha dan waktu itu belum ada nama resmi pondok pesantren An-Najiyah. Periode kedua dipimpin K.H. Mas Muhajir Mansur yang merupakan perintis lembaga pendidikan formal di An-Najiyah. Periode ketiga dipimpin K.H. Mas Yusuf Muhajir yang mengelola pondok pesantren putra-putri An-Najiyah Barat dengan dibantu kakaknya Nyai Hj. Mas Fatimah Muhajir yang mengelola pondok putri. Peran K.H. Mas Muhajir Mansur dalam mengembangkan pondok pesantren An-Najiyah. Pada masa awal pendudukan Jepang, keadaan pendidikan di pondok pesantren belum berjalan secara maksimal. Pada tahap kedua masa Revolusi Kemerdekaan, K.H. Mas Muhajir Mansur mengungsikan keluarganya ke Mojokerto dan terjadi kekosongan di pondok pesantren An-Najiyah. Pada tahap akhir masa kemerdekaan, terjadi pengembangan dan pembentukan kembali pendidikan pondok pesantren,  komunitas santri kalong menjadi santri mukim,  terjadi penyeimbangan antara pendidikan agama Islam yang identik dengan kitab klasiknya dan pendidikan umum melalui pendidikan formal dan non formal. Perjuangan K.H. Mas Muhajir Mansur dalam bidang keagamaan melalui pengajian kitab-kitab harian dan mingguan, bidang pendidikan menyeimbangkan pendidikan agama dan pendidikan umum melalui pendidikan formal dan non formal, dan bidang sosial pondok pesantren menyelengarakan kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler.     Kata kunci: K.H. Mas Muhajir Mansur, Pondok pesantren, An-Najiya

    Peranan K.H Mas Mansur Dalam Perkembangan Muhammadiyah (1937-1942)

    No full text
    Skripsi ini berjudul "Peranan K.H Mas Mansur Dalam Perkembangan Muhammadiyah (1937-1942). Latar belakang permasalahan ini karena peneliti melihat sisi menarik dalam salah satu pucuk kepemimpinan Muhammadiyah yang berkharisma dan cakap dalam pemikiran-pemikirannya dan juga sebagai salah satu pimpinan yang membawa Muhammadiyah pertama kali terjun dalam dunia politik. Masalah utama yang diangkat dalam skripsi ini adalah “Apa peranan K.H Mas Mansur dalam Perkembangan Muhammadiyah (1937-1942)”. Kemudian dibagi menjadi empat pertanyaan penelitian, yaitu (1) Bagaimana pergerakan Muhammadiyah pada awal abad ke-20? (2) Apa yang melatarbelakangi K.H Mas Mansur masuk dalam organisasi Muhammadiyah? (3) Bagaimana usaha yang dilakukan K.H Mas Mansur dalam mengembangkan Muhammadiyah (1937-1942)? (4) Bagaimana dampak aktivitas politik Mas Mansur terhadap perkembangan Muhammadiyah? Metode yang digunakan adalah metode historis dengan empat langkah penelitian yaitu, heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan interdisipliner dengan memakai disiplin ilmu sosial dan agama. Berdasarkan hasil penelitian, dapat dijelaskan: Pertama, Muhammadiyah adalah salah satu organisasi keagamaan pertama yang ada di Indonesia, dalam perkembangannya organisasi ini tidak terlepas dari pengaruh gerakan pembaharu yang ada dibelahan dunia Islam. Awal berdirinya organisasi mendapat tantangan dari masyarakat tradisional namun lambat laun organisasi ini dapat diterima oleh masyarakat luas dengan baik dan dapat mendirikan cabang Muhammadiyah di daerah-daerah lain. Kedua, K.H Mas Mansur masuk ke dalam organisasi Muhammadiyah merupakan salah satu keinginannya untuk menjadikan umat Islam bangkit dalam mendorong pembaharuan agama Islam yang berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Ketiga, Peranan K.H Mas Mansur di Muhammadiyah yang menonjol adalah sebagai berikut: terlibat dalam Ordonansi Perkawinan Tercatat, Ordonansi Guru, dan Penyelenggaraan Perangko Amal Muhammadiyah. Keempat, berdasarkan yang ditemukan dengan K.H Mas Mansur masuk dalam politik MIAI, Poetra, PII, membawa Muhammadiyah dan kader-kadernya ikut berperan dalam politik. Sebagai rekomendasi, penelitian mengenai tokoh keagamaan dan pergerakan nasional masih belum banyak di bahas dan diketahui oleh sebagian masyarakat lain, sehingga dapat dijadikan penelitian selanjutnya. Kata-kata kunci : Muhammadiyah, K.H Mas Mansur The study is entitled "The role of K.H Mas Mansur in Muhammadiyah growth (1937-1942)”. The study is based on an interesting side of Mas Masnur’s good leadership and brilliant thoughts that make Muhammadiyah involved in political world. The main issue discussed in the study is the role of “K.H Mas Mansur in Muhammadiyah’s growth (1937-1942). It is then formulated into four research questions, there are (1) How was the Muhammadiyah’s movement in the early twentieth century? (2) What is the motivation of K.H Mas Mansur masuk dalam to join Muhammadiyah? (3) What are the efforts put by K.H Mas Mansur to develop Muhammadiyah (1937-1942)? (4) What are the political impacts of Mas Mansur toward Muhammadiyah’s growth? The method used in this study is the historical method which is realized into four research steps, they are heuristic, critic, interpretation and historiography. Meanwhile, the approach used in this study is the interdisciplinary approach through the knowledge of social science and religion. Based on the result of the study, it can be concluded that: first, Muhammadiyah is the first religious organization in Indonesia, which its movement is influenced by the revolutionary movement in Islamic world. At the beginning of its establishment, the organization faced the challenge from the traditional society, however, eventually this organization can be widely well-accepted and able to establish other branches in other regions. Second, the joining of K.H Mas Mansur due to the willingness of K.H Mas Mansur to raise and encourage the Islamic followers based on Al-Qur’an dan As-Sunnah. Third, the role of K.H Mas Mansur in Muhammadiyah as a figure involved in noted Ordinance of Marriage, Ordinance of Teacher and the collection of Muhammadiyah charity. Fourth, based on the discovery, the joining of K.H Mas Mansur in political organization such as, MIAI, Poetra, PII, brings Muhammadiyah and its cadres actively involved in political world. As a recommendation, the studies concerning religious figures and national movement are not discussed and known by most of the society, therefore it can be used as the topic for further research. Keywords : Muhammadiyah, K.H Mas Mansu

    PENERAPAN PENDIDIKAN INKLUSI (Studi Kasus RA Al Mansur Bojonegoro)

    Get PDF
    lnklusi merupakan perubahan praktis yang memberi peluang kepada anak dengan latar belakang dan kemampuan yang berbcda bisa berhasil dalam belajar. Perubahan ini tidak hanya menguntungkan anak yang ABK saja, tetapi juga bagi semua anak dan orangtuanya, semua guru dan warga sekolah, clan juga setiap anggota masyarakat. Sekolah inklusi mengikutsertakan ABK di kclas umum dengan anak-anak lainya, tanpa melihat latar belakang dari semua anak. RA Al Mansur Bojonegoro, tennasuk salah satu lembaga yang menerima sis,,1a ABK sekaligus mcnerapkan pendidikan inklusi. Penelitian ini bertujuan untuk mcngungkapkan penerapan pendidikan inklusi yang diterapkan di RA Al Mansur Bojonegoro, dengan sub fokus mencakup: (I) perencanaan pcndidikan inklusi (2) pelaksanaan pendidikan inklusi (3) evaluasi pendidikan inklusi, yang dilakukan RA Al Mansur Bojonegoro. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kcsimpulan, pengecekan keabsahan ternuan dilakukan dengan cara perpanjangan keikutsertaan peneliti; teknik trianggulasi dengan rnenggunakan bcrbagai sumber, teori, dan metode; dan ketekunan pengamatan. Informan penelitian yaitu kepala sekolah, waka kurikulum, para pendidik. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (l) perencanaan pendidikan inklusi yang dilakukan RA Al Mansur yaitu sistem penerimaan peserta didik baru hanya bcrdasarkan usia anak saja tanpa adanya tes, meliputi : observasi, pemberian formulir dan data kondisi fisik anak. Menggunakan kurikulum 20 IO yang mengacu pada Permendiknas no 58 dan di sesuaikan dengan kebutuhan anak. Komposisi kelas terdiri dari berbagai kcanekaragaman, dengan menerapkan pendekatan model inklusi penuh, dimana pcserta didik berkebutuhan khusus bersama-sama dcngan peserta didik pada wnumnya dalam kelas yang sama. Mcreka diberi kesempatan yang sama untuk mengikuti proses pembclajaran sebagai bentuk komitmen pendidikan yang tidak diskriminatif. (2) pelaksanaan pendidikan inklusi RA Al Mansur meliputi: kegiatan awal, kegiatan inti 1, kegiatan inti 11 , serta kegiatan akhir yang mengcmbangkan 6 aspek perkembangan peserta didik ( Moral, kognitif, Bahasa, fisik-motorik, sosialemosional, dan seni). (3) evaluasi pembelajaran dilakukan perminggu, sedangkan standart penilaian pencapaian hasil belajar bagi ABK di bawah peserta didik pada umumnya

    PERAN POLITIK K. H. MAS MANSUR PADA MASA PENJAJAHAN JEPANG DALAM PERJUANGAN KEMERDEKAAN INDONESIA 1942-1945

    Get PDF
    Kyai Mas Mansur merupakan tokoh ulama Reformis-Modernis yang terkenal pada masa itu. Ia tidak hanya aktif dalam pergerakan keagamaan, tetapi juga memiliki peranan yang penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia baik pada masa penjajahan Belanda, Jepang hingga masa kemerdekaan Republik lndonesia. Tokoh semacam Kyai Haji Mas Mansur dalam perjuangan kebangsaan Indonesia dapat disejajarkan dengan tokoh nasionalisme yang lain seperti, Soekamo, Hatta, dan Ki Hajar Dewantara. Setelah diuraikan pokok-pokok permasalahan yang menjadi kajian dalam penelitian ini, perlu kiranya diambil kesimpulan sebagai berikut: Awai kedatangan .lepang di Indonesia disambut dengan penuh antusias bukan hanya oleh umat Islam, tetapi juga oleh seluruh bangsa Indonesia. Kedatangan Jepang ini scmakin disenangi knrena Jepang mcngizinkan bcndcra mcrah putih, dan dikumandangkannya lagu Indonesia Raya. Akan tctapi kekaguma:1 dan kegembiraan bangsa Indonesia atas kedatangan bangsa Jepang tidak lama berselang scgera bcrgeser keperasaan takut, curiga, dan benci karena Jepang menjalankan pemerintahannya dengan diktator. Setelah Jepang mcngusai Indonesia, melalui kcbijakan-kcbijakan politiknya telah mernbawa perubahan bagi bangsa Indonesia pada umumnya dan umat Islam pada khususnya. Sisi negatif dari kebijakan Jepang yaitu: pada awal pemerintahan, Jepang mengeluarkan kebijakan politik yang menekan bangsa Indonesia termasuk pelarangan terhadap organisasi sosial keagamaan dan segala bentuk kegiatan politik. Kebijakan Jepang di sisi yang lain, juga membawa dampak positif bagi bangsa Indonesia. Hal itu karena para pemimpin umat lslam banyak yang direkrut untuk mendudukki adminitrasi politik dan pemerintahan. Sebelum Jepang datang ke Indonesia dengan mengalahkan tcntara Hindia Belanda, K. H. Mas Mansur, adalah sebagai tokoh yang aktif dalam bidang sosial-keagamaan dan politik. Sebagai ulama yang Modem-Reformis, Sebelum Jcpang datang, ia lebih memilih Muhammadiyah st:bagai tempat pengabdianya daripada tei:jun dalam bidang politik. Ketika Jepang datang ke Indonesia, ia mcngubah sikapnya dalam menghadapi penjajahan Jepang dan ia mengambil sikap itu dengan cara kooperatif-diplomatis. Adanya isu kolaborasi yang didengung-dcngungkan Jepang digunakan olch K. H. Mas Mansur untuk meudapatkan fasilitas-fasiiitas sebanyak-banyaknya, yang nantinya dapat digunakan untuk mcmbantu kelangsungan perjuangan kcmcrdckaan Indonesia. Untuk mcncapai tujuan itu, Mas Mansur mcrasa pcrlu mcngambil bagian dalarn kcgiatan organisasi-organisasi yang ada pada rnasa Jcpang separti MIA!, Masyumi, dan yang lebih penting lagi dalam PUTERA ia memanfaatnya untuk mcnanarnkan semangat nasionalisme Indonesia kepada rakyat Indonesia. Sambil rncnurnpang di atas kepentingan-kepcntingan politik Jepang, K. H. Mas Mansur mendapatkan kesempatan luas untuk menanarnkan nasionalisme kepada masyarakat. Tt:rbentuknya PETA pada mas penjajjahn Jepang juga digunakan tokoh-tokoh PUTERA termasuk juga Mas Mansur untuk membentuk militansi para pemuda dalar.i merebut kemerdekaan. Dengan demikian, peranan K. H. Mas Mansur sebagai seorang kyai, teiah membuka lembaran baru dalam perpolitikan Islam Indonesia. Hal ini menjadi tonggak st:jarah bagi umat Islam Indont:sia yang mt:miliki posisi dan fungsi yang stratcgis di dalam perpolitikan Indonesia

    Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran terhadap Hasil Belajar Matematika Ditinjau dari Kemampuan Awal Matematika dengan Mengontrol Motivasi Belajar Peserta Didik

    Get PDF
    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi model pembelajaran dan kemampuan awal matematika terhadap hasil belajar matematika setelah mengurangi pengaruh linear motivasi belajar peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasy experiment) dengan desain faktorial 2 × 2. Satuan eksperimen dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik MTs. swasta di Kabupaten Gowa tahun pelajaran 2016/2017 (studi pada peserta didik kelas VIII) yang dipilih secara acak bertahap 2 kelas sebagai sampel penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan Tes Kemampuan Awal, Angket Motivasi Belajar, dan Tes Hasil Belajar. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan inferensial (ANKOVA). Hasil penelitian diperoleh: 1) terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran dan kemampuan awal matematika terhadap hasil belajar matematika peserta didik setelah mengurangi pengaruh linear motivasi belajar peserta didik, 2) Untuk peserta didik yang memiliki kemampuan awal matematika tinggi, hasil belajar matematika peserta didik yang diajar dengan model problem based learning dengan pendekatan kontekstual lebih tinggi daripada hasil belajar matematika peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran ekspositori setelah mengurangi pengaruh linear motivasi belajar peserta didik, 3) Untuk peserta didik yang memiliki kemampuan awal matematika rendah, tidak benar hasil belajar matematika peserta didik yang diajar dengan model problem based learning dengan pendekatan kontekstual lebih tinggi daripada hasil belajar matematika peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran ekspositori setelah mengurangi pengaruh linear motivasi belajar peserta didik

    DEISLAMISASI SEJARAH INDONESIA MENURUT AHMAD MANSUR SURYANEGARA DALAM BUKU API SEJARAH DAN DAMPAKNYA TERHADAP PENDIDIKAN ISLAM

    Get PDF
    Sejarah adalah sebuah bidang studi yang nuansa kepentingannya sangatlah kental. Sebuah kelompok, rezim, atau bangsa secara sadar atau tidak sebenarnya selalu berusaha mempelajari, menyusun, mereproduksi, dan mengajarkan sejarah menurut versi dan kepentingannya masing-masing. Oleh karenanya, menyusun atau menulis sejarah hampir selalu merupakan masalah dan kerap kali menimbulkan perdebatan panjang sesudahnya, tak terkecuali tentang penulisan Sejarah Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui deislamisasi dalam penulisan Sejarah Indonesia berdasarkan perspektif Ahmad Mansur Suryanegara, serta mengetahui dampak deislamisasi Sejarah Indonesia terhadap Pendidikan Islam saat ini. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini data yang dihasilkan berupa temuan-temuan tentang teks-teks yang terdapat dalam buku Api Sejarah (Mahakarya Perjuangan Ulama dan Santri Dalam Menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia) Jilid I dan II karya Ahmad Mansur Suryanegara. Adapaun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan cara telaah dokumen atau studi dokumentasi. Sedangkan untuk analisis data yaitu dengan analisis isi (content analysis) dan analisis kritis. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa, deislamisasi dalam penulisan Sejarah Indonesia, menurut Ahmad Mansur Suryanegara terjadi sejak masa awal penulisan Sejarah Indonesia, terutama yang dimotori oleh Sejarawan Barat. Sedangkan pada masa sekarang terutama karena pengaruh hegemoni Orientalis Barat yang begitu kuat. Adapun bentuk-bentuk deislamisasi Sejarah Indonesia yaitu: Pertama, Pembelokan dan Pengaburan Sejarah (Distorsi), Kedua, Hindu�Buddha Sentrisme (Nativisasi Sejarah), dan Ketiga, yakni Sejarah ditulis berdasarkan sudut pandang dan peran Belanda (Neerlando Sentrisme). Sedangkan dampak deislamisasi dalam penulisan Sejarah Indonesia yaitu, tidak hanya mempengaruhi pola pikir masyarakat Indonesia setelahnya, namun juga berdampak pada kebijakan pemerintah terhadap pendidikan di Indonesia

    Analisa Penurunan dan Waktu Konsolidasi dengan Metode Terzaghi 1 – D dan Pemodelan Plaxis 3D: Studi Kasus Proyek Pembangunan Jalan Tol Tebing Tinggi – Indrapura STA. 103 + 200

    No full text
    Land transportation has an important role in the transportation sector. Road infrastructure is growing rapidly to meet basic human needs which increasingly require rapid movement for distribution of basic needs and other logistics. Soil has the characteristics of a relatively low bearing capacity and relatively large compression and lasts a relatively long time. One of the factors that causes soft soil to have a low bearing capacity is having a high water content. The high level of compressibility in soft soils is caused by the high void ratio. The development of preloading and vertical drainage methods is also combined with the use of horizontal drainage. Preloading works to compress the subgrade. PVD (Prefebricate Horizontal Drain) serves to accelerate the process of soil compaction. PHD (Prefebricate Horizontal Drain) works to drain pore water from the PVD in a horizontal direction to the outside of the embankment. Located on the Tebing Tinggi Toll Road Construction Project – Kisaran (Phase 1), the Tebing Tinggi Inderapura Toll Road in zone 3 Sta 103 +200. The purpose of writing this thesis is to analyze the magnitude of the settlement and consolidation time using analytical methods and using modeling in PLAXIS 3D. Analyzing the effect of the smear zone due to PVD erection using a mandrel. Analyzing the effectiveness of using PHD as horizontal drainage. Knowing the pore water pressure that occurs. Comparing the results of PLAXIS 3D modeling with data settlement in the field. The calculation of the consolidation settlement using the 1-dimensional Terzaghi method was obtained at 102,46 mm. This result is relatively close to the conditions that occur in the field, where the decrease in the SP-132 settlement plate in the field is 103 mm and the decrease in Asaoka is 102 mm. The consolidation time required when there is a decrease of 100 mm in PLAXIS 3D modeling with a smear zone effect is 243 days and without a smear zone effect is 240 days. The required consolidation time without the use of PHD is 242 days and the consolidation time from the data settlement plate 132 (SP-132) is 239 days. Calculation of settlement and consolidation time using PLAXIS 3D modeling by taking into account the effect of the smear zone gives results that are close to the situation in the field. From the results of the PLAXIS 3D modeling, it is found that the minimum pore water pressure that occurs until the end of the stockpiling activity for 248 days. The use of PVD in combination with PHD is effectively applied in the field, indicated by the minimum pore water pressure that occurs is smaller than without using PHD. From the percentage of pore water pressure that occurs in the soil, 64,4% is greater by using PHD, meaning that the percentage of water that comes out is faster by using PHD.Transportasi darat memiliki peranan penting dalam sektor perhubungan. Infrastruktur jalan berkembang pesat memenuhi kebutuhan dasar manusia yang semakin hari membutuhkan perpindahan yang cepat untuk distribusi kebutuhan pokok dan logistik lainnya. Tanah lunak mempunyai karakteristik daya dukung yang relatif rendah dan pemampatannya yang relatif besar serta berlangsung relatif lama. Salah satu faktor yang menyebabkan tanah lunak memiliki daya dukung yang rendah adalah memiliki kadar air yang tinggi. Tingginya tingkat komprebilitas pada tanah lunak disebabkan oleh angka pori yang tinggi. Perkembangan metode preloading dan drainase vertikal juga dikombinasikan lagi dengan penggunaan drainase horizontal. Preloading berfungsi untuk memampatkan tanah dasar. PVD (Prefebricate Horizontal Drain) berfungsi untuk mempercepat proses pemampatan tanah. PHD (Prefebricate Horizontal Drain) berfungsi untuk mengalirkan air pori dari PVD ke arah horisontal ke luar timbunan. Berlokasi pada Proyek Pekerjaan Pembangunan Jalan Tol Tebing Tinggi – Kisaran (Tahap 1) Ruas Tol Tebing Tinggi Inderapura pada zona 3 Sta 103 +200. Tujuan penulisan Tesis ini Menganalisis besar penurunan dan waktu konsolidasi dengan metode analisis dan pemodelan pada PLAXIS 3D. Menganalisis efek smear zone akibat pemancangan PVD menggunakan mandrel. Menganalisis efektifitas penggunaan PHD sebagai drainase horizontal. Mengetahui tekanan air pori yang terjadi. Membandingkan hasil pemodelan PLAXIS 3D dengan data setlement di lapangan. Perhitungan besar penurunan konsolidasi menggunakan metode Terzaghi 1 dimensi diperoleh sebesar 102,46 mm. Hasil ini relatif dekat dengan kondisi yang terjadi di lapangan, dimana besar penurunan setlement plate SP-132 di lapangan adalah 103 mm dan penurunan Asaoka sebesar 102 mm. Lama waktu konsolidasi yang dibutuhkan saat terjadi penurunan sebesar 100 mm pada pemodelan PLAXIS 3D dengan efek smear zone adalah 243 hari dan tanpa efek smear zone adalah 240 hari. Lama waktu konsolidasi yang dibutuhkan tanpa penggunaan PHD adalah 242 hari dan lama waktu konsolidasi dari data setlement plate 132 (SP-132) adalah 239 hari. Perhitungan penurunan dan waktu konsolidasi dengan pemodelan PLAXIS 3D dengan memperhitungkan efek smear zone memberikan hasil yang mendekati keadaaan di lapangan. Dari hasil pemodelan PLAXIS 3D didapat besar tekanan air pori minimum yang terjadi sampai dengan akhir kegiatan penimbunan selama 248 hari. Penggunaan PVD kombinasi dengan PHD efektif diaplikasikan dilapangan, ditunjukkan dengan tekanan air pori minimum yang terjadi lebih kecil dibandingkan tanpa menggunakan PHD. Dari persentase tekanan air pori yang terjadi didalam tanah sebesar 64,4% lebih besar dengan menggunakan PHD berarti bahwa presentase air yang keluar lebih cepat dengan menggunakan PHD.106 HalamanTesis Magiste
    corecore