5,055 research outputs found
Interview with Manaf Agha
لقاء مع نائب سفير أذربيجان في موسكو مناف أغا حول عدد المسلمين الذين جاءوا لأداء فريضة الحج من جمهورية أذربيجان هذا العام. أجرى هذا اللقاء إبراهيم عابدين.An interview with the Deputy Ambassador of Azerbaijan in Moscow Manaf Agha about the number of Muslims who came to perform Hajj from the Republic of Azerbaijan this year. Interview conducted by Ibrahim Abdeen
Kepemimpinan Hashim Ibn ‘Abd Manaf Terhadap Bangsa Quraysh
This article discusses the figure of Hashim ibn ‘Abd Manaf as the leader of the Quraish nation. He is the ancestor of Rasulullah Saw, who was the first to open a new trade route outside the city of Mecca twice a year. By using literature research, this article finds historical information that the success of the Quraish nation was pioneered by one of the traders, who later became known as a leader and trading figure among them. Hashim ibn ‘Abd Manaf's character can be seen from his expertise in seeing opportunities to change the trade route (silk route) in the northern region, which was often disrupted by wars between Rome and PersIa. With his diplomatic techniques, Hashim ibn ‘Abd Manaf succeeded in proposing a change in the trade route from the north to the south that crossed Mecca. This path became known as the rihlat al-shita wa al-sayf path and was immortalized in the Koran with the revelation of the Quraish letter. The findings of this article provide an illustration that the success of a nation can be built through the nation's ability to seize opportunities. Hashim ibn 'Abd Manaf was a leader who was able to see these opportunities and apply them to leading the Quraish nation.
Artikel ini membahas tentang sosok Hashim ibn ‘Abd Manaf sebagai pemimpin bangsa Quraish. Ia adalah nenek moyang Rasulullah Saw, yang merupakan orang yang pertama kali membuka rute baru perjalanan dagang ke luar kota Makkah sebanyak dua kali dalam setahun. Dengan menggunakan studi pustaka, artikel ini menemukan informasi historis bahwa keberhasilan bangsa Quraish dipelopori oleh salah seorang pelaku dagang yang di kemudIan hari dikenal menjadi pemimpin dan tokoh dagang di kalangan mereka. Ketokohan Hashim ibn ‘Abd Manaf terlihat dari kepIawaIannya dalam melihat peluang perubahan jalur dagang (jalur sutera) wilayah utara yang seringkali terganggu oleh peperangan antara Romawi dan PersIa. Dengan teknik diplomasinya, Hashim ibn ‘Abd Manaf, berhasil mengusulkan perubahan jalur dagang wilayah utara ke wilayah selatan yang melintasi Makkah. Jalur ini kemudIan dikenal sebagai jalur rihlat al-shita wa al-sayf dan dIabadikan dalam al-Quran dengan diturunkannya surat Quraish. Temuan artikel ini memberikan gambaran bahwa keberhasilan suatu bangsa, dapat dibangun melalui kepIawaIan meraih peluang yang dilakukan oleh bangsa itu sendiri. Hashim ibn ‘Abd Manaf merupakan seorang pemimpin yang mampu melihat peluang tersebut dan menerapkannya dalam memimpin bangsa Quraish.
 
BIBLIOGRAFI NASKAH SEJARAH LOKAL: Naskah Riwayat Hidup Abdul Manaf
This writing explains the life history manuscript of Abdul Manaf or Imam Maulana Abdul Manaf Amin Al-Khatib, who is one of the clerics who adheres to the Syatariyah Order in Koto Tangah, Padang City, and is known for several of his works. Then he wrote and even copied these manuscripts as many as 22 manuscripts, all of which he wrote using Jawi and Arabic script with various texts, such as teaching, history and saga
PERSEPSIMAHASISWAILMU POLITIK UNIVERSITAS SYIAH KUALA TERHADAP PENCALONAN MUZAKIR MANAF SEBAGAI CALON GUBERNUR ACEH PADAPILKADA TAHUN2017
Pemilihan gubernur dan wakil gubernur Aceh tahun 2017 menghadirkan kontestan politik yang bervariasi, mulai dari kalangan pengusaha, politisi, dan sebagainya. Hal menarik pada pilkada tahun 2017 mendatan ialah kembali bertarungnya calon gubernur yang sebelumnya adalah wakil gubernur dari Zaini Abdullah yaitu Muzakir Manaf (Mualem) mantan panglima kombatan GAM dari partai Aceh (PA), Mualem merupakan calon kandidat yang begitu populer dibandingkan calon kandidat-kandidat yang lainnya, hal ini memunculkan pendapat atau pandangan pro dan kontra dikalangan mahasiswa, khususnya mahasiswa ilmu politik Universitas Syiah Kuala.Tujuan penulisan ini untuk mengetahui pandangan atau persepsi mahasiswa ilmu politik terhadap calon gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) disebabkan oleh faktor isu-isu di media massa, track record Mualem, dan pengaruh koalisi partai pengusung, serta daya tarik atau minat mahasiswa ilmu politik terhadap Mualem sebagai calon gubernur Aceh pada pemilihan kepala daerah tahun 2017.Metode yang digunakan dalam penulisan skripsi ini menggunakan metode penelitian campuran (mixed methodology) dengan menggunakan teknik purposive sampling yang didapatkan melalui penelitian kepustakaan dan lapangan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa terhadap calon gubernur Muzakir Manaf di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Syiah Kuala berpendapat negatif terhadap pencalonan Muzakir Manaf sebagai calon gubernur Aceh pada pilkada tahun 2017. Mahasiswa ilmu politik juga tidak menaruh minat atau tertarik dengan pencalonan Muzakir Manaf sebagai gubernur Aceh apalagi dengan memberikan pilihannya pada pilkada tahun 2017. Mahasiswa ilmu politik juga memandang kegagalan-kegagalan Muzakir Manaf selama menjabat sebagai wakil gubernur periode tahun 2012-2017, serta tingkat kemampuan Mualem dalam bidang pemerintahan.Disarankan kepada elit politik pengusung Muzakir Manaf untuk membangun simpatik masyarakat terutama membangun simpatik dari kalangan mahasiswa pada pemilihan kepala daerah tahun 2017. Disarankan juga untuk tim pemenangan Rakan Mualem harus berusaha menjelaskan dan mengklarifikasi tentang isu-isu negatif terhadap Mualem sendiri.Kata kunci: persepsi mahasiswa, Muzakir Manaf, Pemilihan kepala daerah
Aktivitas Mubaligh Syeikh Abdul Manaf Dalam Penyebaran Agama Islam Di Kawasan Bandung Raya Pada Abad Ke 17-18 M
This study examines how the activities of Mubaligh Syeikh Abdul Manaf in the Spread of Islam in the Greater Bandung Area in the 17th-18th Century AD. This research aims to examine the spread of Islam in the Greater Bandung area by Syeikh Abdul Manaf, Mahmud Village, and Cultural Heritage of Syeikh Abdul Manaf. The process of collecting sources was carried out by searching for various books, journals, theses, articles and interviews with key caretakers in Mahmud Village. The method used in this research is to use qualitative methods that are descriptive analysis. Syeikh Abdul Manaf spread his Islam throughout West Java, namely through his students who were scattered to various districts or cities in West Java, for the dissemination carried out by Syeikh Abdul Manaf, namely through various ways, especially through Islamic da\u27wah. Syeikh Abdul Manaf was the first spreader of Islam in the Bandung Raya area (priangan) in the 17th to 18th century AD. In spreading Islam in the Bandung area and its surroundings, Syeikh Abdul Manaf was assisted by two students, namely Eyang Agung Zaenal Arif and Eyang Abdullah Gedug. It can be concluded, the results of this study indicate that the activities of Syeikh Abdul Manaf in spreading Islam, especially in the Greater Bandung area in the 17-18 century AD were using various methods, especially the Islamic Da\u27wah method
NASKAH RIWAYAT HIDUP ABDUL MANAF: Pengantar dan Suntingan Teks
Di antara para penyalin dan penulis naskah dari ulama terakhir Minangkabau, ialah Imam Maulana Abdul Manaf Amin Al Khatib, yang oleh penduduk Koto Tangah, Padang disebut dengan Buya Manaf adalah penulis dan penyalin naskah yang produktif sampai akhir hidupnya. Ia adalah seorang buya dari golongan tarekat Syattariyah. Hingga akhir hayatnya, ia telah menulis dan menyalin naskah sebanyak 22 karya (naskah) yang seluruhnya ditulis dengan menggunakan aksara Jawi dan Arab dengan beragam teks, seperti pengajaran, sejarah, dan hikayat. 
KEPEMIMPINAN ZAINI ABDULLAH-MUZAKIR MANAF DALAM PEMERINTAHAN ACEH
Proses penyelenggaraan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur periode 2012-2017 merupakan harapan baru bagi masyarakat Aceh untuk memilih pemimpin yang memperhatikan rakyat. Pasangan Zaini Abdullah-Muzakir Manaf dianggap paling cocok untuk memimpin Aceh. Namun, setelah tiga tahun memimpin Aceh, pasangan ini masih belum maksimal dalam menjalankan roda pemerintahan Aceh. Terlebih lagi dengan munculnya konflik internal antara Zaini Abdullah dengan Muzakir Manaf sehingga terjadinya ekspresi pertentangan yang disebabkan adanya perbedaan kepentingan diantara mereka. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui terjadinya dualisme kepemimpinan Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf dalam pengambilan kebijakan serta dampak dualisme kepemimpinan terhadap pembangunan Aceh?Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu penelitian lapangan dan penelitian kepustakaan. Studi lapangan untuk memperoleh data primer yaitu dengan wawancara. Sedangkan penelitian kepustakaan untuk memperoleh data sekunder berdasarkan buku-buku dan bacaan terkait. Hasil penelitian ini menunjukkan terjadinya dualisme kepemimpinan disebabkan karena adanya pengaruh dari luar partai pengusung, pro Muzakir Manaf Mayoritas di DPRA, terjadinya disharmonisasi dan tidak ada pembagian wewenang yang jelas. Dampak dualisme mengakibatkan progres pembangunan Aceh sangat rendah serta penyusunan program tidak sesuai dengan keinginan masyarakat. Disarankan Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur sebaiknya lebih fokus memprioritaskan dan memperhatikan kondisi Aceh saat ini. Dan juga mereka harus menyampingkan ego-ego, kepentingan pribadi maupun partainya. Diharapkan kedua belah pihak untuk dapat menyelesaikan konflik yang terjadi diantara mereka karena ini sangat merugikan bagi masyarakat dan tentu dengan adanya konflik ini maka pembangunan yang direncanakan selama ini telah terhambat
A woman in her own write
An interview of Siti Zainon Ismail by Prof Nor Faridah Abd Manaf
Warisan kultural Syekh Eyang Abdul Manaf : studi sejarah budaya di Kampung Mahmud, Bandung
Peran Syekh Eyang Abdul Manaf pada saat itu hingga sampai sekarang sebagai tokoh dan Ulama yang sangat dihormati. Tidak saja oleh masyarakat sekitar tetapi hampir di seluruh Tatar Sunda. Adapun mengenai tatacara kehidupan masyarakat Kampung Mahmud, baik yang berhubungan dengan adat istiadat maupun dengan keyakinan akan agama, tidak banyak perbedaan dengan masyarakat lainnya. Oleh karena masyarakatnya selain tidak banyak dipengaruhi oleh dunia luar, taat juga dalam menjalankan ajaran agamanya, yakni agama Islam Hal itu jelas beralasan, karena di Kampung Mahmud tersebut, dahulunya memiliki tokoh agama yang kuat, bahkan sampai sekarang makamnya selalu banyak diziarahi oleh orang, baik oleh masyarakat disekitarnya, maupun masyarakat luar. Sebagai pedoman hidup dan sistem nilai dalam kehidupan masyarakat Kampung Mahmud adalah ajaran Islam. Norma-norma keislamanlah yang dijadikan patokan dalam menentukan hidup mereka, hal ini terlihat dari kebiasaan sehari-hari yang selalu dilakukannya.
Berdasarkan uraian di atas, terdapat beberapa rumusan masalah sebagai berikut : pertama, Mengetahui Riwayat Singkat Syekh Eyang Abdul Manaf ? Kedua, Mengetahui Warisan Kultural Syekh Eyang Abdul Manaf ( Studi Sejarah Budaya di Kampung Mahmud, Bandung ). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Mengetahui Riwayat Singkat Syekh Eyang Abdul Manaf dan Warisan Kultural Syekh Eyang Abdul Manaf. Adapun metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah dengan melakukan wawancara, yaitu model penelitian yang mempelajari peristiwa atau kejadian di masa lampau berdasarkan jejak jejak yang ditinggalkan. Metode penelitian ini dilakukan melalui empat tahapan, yaitu heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Berdasarkan penelitian disimpulkan bahwa : Warisan Kultural Syekh Eyang Abdul Manaf ( Studi Sejarah Budaya di Kampung Mahmud, Bandung ) tidak terlepas dari peranan Syekh Eyang Abdul Manaf sendiri pada masa lalu
- …
