1,721,024 research outputs found
Konstruksi bangunan Masjid
Masjid berkembang mulai dari semenanjung Arab menyebar ke seluruh penjuru dunia seiring dengan penyebaran dakwah Islam. Setiap masjid memiliki keunikan tersendiri di berbagai negara termasuk masjid di Indonesia. Masjid mulai berkembang dari unsur model, bentuk, tipe, teknis material, dan sistem konstruksi bangunannya. Perkembangan masjid dipengaruhi oleh peradaban Timur Tengah, serta banyak dipengaruhi faktor kondisi sosial, ekonomi, politik, budaya, dan geografis lokal setempat. Buku ini menyajikan pekembangan masjid mulai dari awal berdiri di semenanjung Arab menyebar ke Spanyol hingga masuk ke Indonesia. Sejarah singkat tentang masjid dan konstruksi bangunan yang unik diulas di dalam buku ini sebagai media kajian keunggulan dan keandalan bangunan masjid. Kajian keandalan konstruksi bangunan masjid menggunakan program Autodesk Robot Structural Analysis Professional (RSA Pro). Bahasan dalam buku ini meliputi bab Sekilas Tentang Masjid, Sistem Struktur, Masjidil Haram Mekkah, Masjidil Aqsha Palestina, Masjid Quba Madinah, Masjid Nabawi Madinah, Masjid Cordoba Spanyol, Masjid Ampel Surabaya, Masjid Agung Demak, Masjid Menara Kudus, Masjid Mataram Kotagede Yogyakarta, dan Masjid Jami’ Kota Malang
Mahrus Evolusi Nilai dan Orientasi Pesantren: Upaya Menghidupkan Kembali Hakikat Tujuan Pesantren
Pesantren layaknya rumah sakit, yang banyak menampung orang ‘sakit’. Begitu banyak orang yang butuh ketenangan jiwa. Untuk itu, pesantren sangat pas dan cocok mengobati tipe-tipe penyakit yang seperti itu. Inilah tujuan awal dibangunnya pesantren, pada masa "Wali Songo". Nuansa sufistik tidak akan pernah terlepas di dunia pesntren selama pola hidup santri tatap dalam kepatuhan dan kesederhanaan. Seiring perkembangan zaman, pesantren tidak hanya mengajarkan hal-hal vertikal (hubungannya dengan Tuhan), tapi juga mengajarkan ilmu sosial, sastra, dan budaya. Pesantren mulai terbuka dengan ilmu-ilmu modern. Hal ini dapat merusak tradisi keilmuan pesantren, jika tidak segera diantisipasi dan dicarikan solusinya. Terbukti, ketertarikan santri terhadap ilmu keagamaan mulai menurun. Tulisan sederhana ini akan membahas problematika yang muncul di dunia pesantren, dan dapat diambil benang merahnya sehingga pesantren tidak hanya sebatas nama, tapi tetap sesuai dengan tujuan dan rute operasionalnya
Peran Kepemimpinan Kyai dalam Proses Pembelajaran dan Pembekalan Kecakapan Hidup bagi Santri di Pondok Pesantren Putra-putri Al Mustofa – Daaruddzakirot Pidodowetan Patebon Kendal
Eksitensi pondok pesantren dalam konstalasi pembangunan bangsa dihadapkan kepada tantangan dan harapan yang makin menuntut kesiapan dan kesanggupan para pemimpin (kyai), sebagai pengelola pondok pesantren untuk mampu dan tanggap terhadap perubahan serta kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks.
Pembangunan dan peningkatan kualitas SDM yang memiliki kepribadian muslim yang seutuhnya, hendaknya dilakukan secara stimulan dan terpadu dalam lingkungan pesantren melalui kepemimpinan kyai, sebab kyai merupakan kunci sentral yang memiliki pengaruh yang sangat kuat dalam pembentukan kualitas pribadi muslim yang seutuhnya.
Dalam konteks sosial kemasyarakatan di Indonesia, khususnya di wilayah Jawa. Budaya pengajian tidak bisa terlepas dari salah satu kegiatan yang ada di pondok pesantren bukan hal yang asing. Budaya atau tradisi ini hidup subur di desa, bahkan di dusun ataupun di kampung. Lebih spesifik ia hidup elegan dan simpatik di masjid-masjid, musholla atau di langgar (Jawa).
Memang, tak bisa dinaifkan budaya pengajian terkait erat dengan religiusitas (keberagaman) Islam karena disebabkan muatan pengajian yang agamis, mengupas persoalan sosial melalui pendekatan agama atau mengupas persoalan keamanan, politik, ekonomi, pendidikan, budaya dan sebagainya dengan poendekatan agama.
Pondok pesantren pada dasarnya merupakan suatu lembaga pendidikan yang mendalami dan mengkaji berbagai ajaran dan ilmu pengetahuan agama Islam, namun permasalahan yang dihadapi sangat rumit dan komplek sekali untuk diamati dikarenakan problematikanya sangat luas. Di antara mengenai masalah kepemimpinan yang sifatnya masih tradisionalisme dan figure paternalistik. Di samping itu di dalam melaksanakan mamajemennya yang serba alami dan proses pembelajaran yang bersandar pada kitab yang dipelajari, itupun hanya sebatas kitab-kitab klasik, sedangkan pimpinan di dalam menggerakkan organisasi belum optimal, justru lebih condong otoriter karena memang beliau satu-satunya orang yang mendirikan dan memimpin pondok pesantren secara sendirian.
Tujuan dan kegunaan dalam penelitian ini diharapkan dari informasi yang diperoleh pada penelitian ini dapat dijadikan sebagai kontribusi bagi pondok pesantren yaang lain, untuk menuju perkembangan yang lebih maju dan lebih baik, apalagi dalam menghadapi perkembangan zaman yang penuh dengan berbagai macam tantangan dalam kemajuan zaman yang semakin tidak karuan ini.
Dalam penelitian ini, penulis mengambil sampel pondok pesantren Putra-Putri Al Mustofa-Daruuzakirot Desa Pidodowetan Kecamatan Patebon Kabupaten Kendal Provinsi Jawa Tengah, penulis langsung terjun ke lapangan mengambil informasi sebagai sumber data yang bersifat kualitatif dari pesantren tersebut untuk di analisis.
Dengan penelian ini setelah dianalisis bahwa peranan kepemimpinan kyai di dalam mengelola pondok pesantren Putra-putri Al Mustofa-Daruuzakirot Pidodowetan Patebon Kendal, sangat menyentuh sendi perjuangan Islam, di samping itu kyai sebagai pemimpin dan pelindung masyarakat, baik pelindung di dunia maupun di akhirat, sehingga masyarakat lebih memilih berlindung kepada kyai, karena menjamin kehidupan yang tenteram. Adapun keberhasilan di dalam kegiatan belajar dan mengajar kyai mampu mencetak kader yang jujur, mempunyai amanah yang tinggi, kritis terhadap dedensi moral, mau dan mampu dalam mensiarkan Islam, mempunyai jiwa yang tabah, sebagai keteladanan, mempunyai rasa ikhlas, jiwa yang pemaaf, dan apabila melakukan hal-hal yang tidak baik takut pada Allah SWT dan malu terhadap masyarakat serta membimbing pada santri tentang berbagai macam keterampilan hidup bagi santri apabila nanti sudah selesai belajar di pondok pesantren.
Dalam rangka untuk lebih dapat meningkatkan kualitas santri di pondok pesantren tersebut di atas, perlu ditangani yang serius. Diantaranya pemahaman terhadap manajemen. Mengoptimalkan peran organisasi, menerapkaan kurikulum, yang sesuai dngan perkembangan zaman, sehingga nantinya akan terwujud kader Islam yang tangguh, berwawasan luas, mampu menghadapi tantangan zaman yang sedemikian hebatnya
Meningkatkan kemampuan membaca kitab kuning melalui metode sorogan semester gasal di pondok pesantren Nurul Huda Simbangkulon Buaran Pekalongan tahun pelajaran 2010/2011
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menerapkan model pembelajaran model sorogan dalam pembelajaran Kitab Kuning materi pokok membaca bab kalam. (2) meningkatkan prestasi kemampuan membaca serta memahami isi kandungan bab kalam meliputi kalimah yang menyusun kalami dan identifikasi kalimah isim pada santri Pondok Pesantren Nurul Huda Simbangkulon Buaran Pekalongan .
Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yang terdiri dari tiga siklus. Setiap siklus meliputi empat tahapan kegiatan yaitu: (1) Perencanaan (planneng), (2) Pelaksanaan (acting), (3) Pengamatan (observing) dan (4) Refleksi (reflecting). Penelitian Tindakan Kelas ini dipilih sebagai upaya untuk meningkatkan prestasi belajar santri pondok pesantren Nurul Huda Simbangkulon Buaran Pekalongan materi pokok membaca serta memahami isi kandungan bab kalam dan kalimah yang menyusun kalam dengan penerapan model pembelajaran sorogan.
Sebagai indikator meningkatnya hasil belajar santri dalam materi pokok membaca serta memahami isi kandungan bab kalam dan kalimah yang menyusun kalimah adalah meningkatnya hasil belajar peserta didik yang tuntas belajarnya dari KKM yang ditetapkan 70, 80% dari jumlah peserta yang tuntas belajar. Data yang didapatkan adalah data kualitatif yang terdiri dari hasil observasi terhadap hasil belajar peserta didik melalui tes.
Hasil analisis menunjukkan bahwa model pembelajaran Sorogan dapat meningkatkan hasil belajar santri pondok pesantren Nurul Huda Simbangkulon Buaran Pekalongan materi pokok membaca serta memahami isi kandungan bab kalam meliputi kalimah yang menyusun kalam dan identifikasi kalimah isim dengan penerapan model pembelajaran sorogan. terbukti dengan meningkatnya hasil belajar peserta didik saat menjawab soal tes pada setiap siklusnya.
Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan akan menjadi informasi dan masukan bagi mahasiswa, para tenaga pendidik, para peneliti dan semua pihak yang membutuhkan di lingkungan Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semaran
TRANSFORMASI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS KESADARAN EKOLOGIS PADA SISWA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi dalam mengintegrasikan pendidikan agama islam dengan kesadaran ekologis serta dampak yang ditumbulkan dari proses tersebut. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah studi kepustakaan dengan analisis data menggunakan analisis konten. Hasil penelitian menunjukan bahwasanya strategi integrasi pendidikan agama Islam dengan kesadaran ekologis melalui berbagai metode inovatif. Metode tersebut meliputi kurikulum interdisipliner, yang menggabungkan ajaran agama dengan ilmu lingkungan; pengalaman praktis, melalui kegiatan langsung di alam; pembelajaran partisipatif, yang melibatkan siswa dalam pengambilan keputusan terkait isu lingkungan; keterlibatan komunitas, yang melibatkan keluarga dan masyarakat dalam menjaga lingkungan; serta evaluasi berbasis proyek, di mana siswa mengekspresikan pemahaman ekologis melalui proyek nyata. Pendekatan ini bertujuan membentuk generasi yang tidak hanya religius, tetapi juga memiliki tanggung jawab mendalam dalam menjaga lingkungan sesuai dengan ajaran Islam. Serta, Pendidikan berbasis kesadaran ekologis secara signifikan mempengaruhi sikap dan perilaku siswa dalam berbagai aspek. Program pendidikan ini meningkatkan kesadaran siswa terhadap isu-isu lingkungan, menanamkan perilaku ramah lingkungan melalui tindakan nyata, menanamkan rasa tanggung jawab dan etika lingkungan, dan meningkatkan kemampuan berpikir kritis dalam menghadapi tantangan lingkungan yang kompleks
Upaya Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Peserta Didik dengan Model Pembelajaran Discovery Learning pada Mata Pelajaran IPA SMP Kelas IX
Tujuan penelitian meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik pada Mata Pelajaran IPA SMP kelas IX. Penelitian dilakukan pada Semester Genap Tahun Pelajaran 2021/2022 dengan 2 siklus, dan setiap siklus dilaksanakan dalam 2 kali pertemuan. Subjek penelitian 32 peserta didik kelas IX.D UPT SMP Negeri 1 Kademangan. Metode analisis data menggunakan deskriptif dengan alat pengumpulan data lembar observasi aktivitas belajar peserta didik dan hasil ulangan belajar peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan aktivitas dan hasil belajar peserta didik dari kondisi awal 14 (43,75%) peserta didik yang tuntas menjadi 22 peserta didik (68,75%) di siklus pertama, dan 31 (96,87%) peserta didik di siklus kedua, hal tersebut didukung dengan peningkatan. Hasil belajar pada kondisi awal 14 (43,75%) peserta didik tuntas, naik menjadi 20 peserta didik (62,50%) tuntas peserta didik di siklus pertama. Siklus kedua hasil belajar naik menjadidan dan 30 peserta didik (93,75%) tuntas di siklus kedua. peserta didik dan dinyatakan tuntas. Penerapan model pembelajaran discovery learning untuk mata pelajaran IPA Kelas IX.D UPT SMP Negeri 1 Kademangan Semester Genap Tahun Pelajaran 2021/2022 dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik.Tujuan penelitian meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik pada Mata Pelajaran IPA SMP kelas IX. Penelitian dilakukan pada Semester Genap Tahun Pelajaran 2021/2022 dengan 2 siklus, dan setiap siklus dilaksanakan dalam 2 kali pertemuan. Subjek penelitian 32 peserta didik kelas IX.D UPT SMP Negeri 1 Kademangan. Metode analisis data menggunakan deskriptif dengan alat pengumpulan data lembar observasi aktivitas belajar peserta didik dan hasil ulangan belajar peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan aktivitas dan hasil belajar peserta didik dari kondisi awal 14 (43,75%) peserta didik yang tuntas menjadi 22 peserta didik (68,75%) di siklus pertama, dan 31 (96,87%) peserta didik di siklus kedua, hal tersebut didukung dengan peningkatan. Hasil belajar pada kondisi awal 14 (43,75%) peserta didik tuntas, naik menjadi 20 peserta didik (62,50%) tuntas peserta didik di siklus pertama. Siklus kedua hasil belajar naik menjadidan dan 30 peserta didik (93,75%) tuntas di siklus kedua. peserta didik dan dinyatakan tuntas. Penerapan model pembelajaran discovery learning untuk mata pelajaran IPA Kelas IX.D UPT SMP Negeri 1 Kademangan Semester Genap Tahun Pelajaran 2021/2022 dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik
Model Pendidikan Agama Anak bagi Wanita Karir Keluarga Muslim di Kota Malang
Peran wanita sebagai Ibu rumah tangga ataupun wanita yang berkarir memiliki kewajiban yang sama untuk memberikan pendidikan agama bagi anak. Setiap Ibu memiliki tujuan pendidikan mewujudkan yang ingin diraih oleh anaknya agar dapat menjadi pribadi yang baik. Berangkat dari keinginan ini para ibu yang juga berkarir sebagai pegawai pabrik rokok, pegawai bank dan guru tersebut melakukan berbagai upaya untuk memberikan pendidikan agama bagi anaknya sebagai pengganti ketiadaannya selama berkarir melalui beberapa kegiatan seperti TPQ, dititipkan pada tetangga dan di masukkan ke lembaga pedidikan yang memberikan porsil lebih pada aspek keagamaan seperti Playgroup Qurrotun A’yun, TK Permata Iman, TK Insan Amanah, TK Muslimat, MIN 1 Malang dan lain sebagainya. Hasil yang didapat dari berbagai upaya tersebut adalah anak terbiasa melakukan sholat 5 waktu sejak kecil, bersopan santun pada orang tua, berperilaku baik kepada tetangga dan lain sebagainya
Efektivitas kegiatan Ekstrakurikuler keagamaan melalui Tilawatil Qur’an di Madrasah Aliyah AlMa’arif Singosari Malang
ABSTRAK
Pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler keagamaan sangat membantu dalam meningkatkan pengetahuan siswa khususnya dalam bidang pendidikan agama islam. Dengan adanya pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler keagamaan sebagai kegiatan tambahan, maka siswa mempunyai bekal yang cukup untuk menghadapi tuntutan agama dan membentengi dirinya dari berbagai pengaruh negatif.
Kekurangan jam pelajaran serta terbatasnya materi pendidikan agam islam yang diberikan dianggap sebagai penyebab utama timbulnya para pelajar dalam memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran agama islam.
Pada dasarnya kegiatan ekstrakurikuler keagamaan dalam dunia sekolah ditujukan untuk menggali dan memotivasi siswa dalam bidang tertentu yang berkaitan dengan agama. Dalam hal ini kegiatan ekstrakurikuler keagamaan melalui tilawatil Qur’an yang bertujuan untuk membantu dan meningkatkan pengembangan wawasan anak didik khusus dalam bidang seni baca AlQuran.
Disamping itu, pembahasan skripsi ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sedangkan untuk memperoleh data dengan menggunakan pengumpulan data yang meliputi metode observasi, interview, dokumentasi dengan jumlah sampel 23 orang siswa, yang sebagian aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler keagamaan ditambah Kepala Sekolah, Wakasek Kurikulum, Guru Bidang Studi Pendidikan Agama Islam, Pengurus Kegiatan Ekstrakurikuler Keagamaan, Pembina Kegiatan Ekstra Kurikuler Keagamaan, sehingga berjumlah 28 orang.
Hasil yang diperoleh dari penelitian yang dilakukan di Madrasah Aliyah Al Ma’arif dalam pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler keagamaan melalui tilawatil Qur’an ini ada tiga metode yang digunakan yaitu sorogan, bendongan dan muroja’ah.
Berpijak dari hal diatas, maka skripsi ini mengkaji tentang “Efektivitas Kegiatan Ekstrakurikuler Keagamaan Melalui Tilawatil Qur’an di Madrasah Aliyah AlMa’arif Singosari Malang” dengan tujuan untuk mengetahui tentang perencanaa, pelaksanaan dan efektivitas dari kegiatan ekstrakurikuler keagamaan melalui tilawatil Qur’an di Madrasah Aliyah AlMa’arif Singosari Malang.
Hasil penelitian dan didukung oleh beberapa kajian teori dalam penulisan skiripsi ini, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa kegiatan ekstrakurikuler keagamaan melalui tilawatil Qur’an banyak memberikan dampak kualitas keberagamaan terhadap civitas sekolah, terlebih dengan pembelajaran tilawatil Qur’an. Siswa secara aktif mengikuti kegiatan tilawatil Qur’an yang ditujukan agar siswa mampu membaca AlQur’an dengan baik dan lagu yang indah dan dapat mengikuti kegiatan MTQ (musabaqoh tilawatil Qur'an).
Skripsi ini disimpulkan bahwa pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler keagamaan melalui tilawatil Qu'ran adalah agar siswa mampu membaca AlQur'an dengan lagu yag baik dan indah sesuai dengan standar tajwidnya dan dapat mengikuti kegiatan MTQ (musabaqoh tilawatil Qur'an)
Kemampuan Mengubah Teks Wawancara Bahasa Bugis Menjadi Narasi Bahasa Bugis Siswa Kelas VII Di SMP Negeri 4 Gantarang Kabupaten Bulukumba
ABSTRAK
Mahrus, 2016. “Kemampuan Mengubah Teks Wawancara Bahasa Bugis Menjadi Narasi Bahasa Bugis Siswa Kelas VII Di SMP Negeri 4 Gantarang Kabupaten Bulukumba”. Skripsi. Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah, Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Sastra, Universitas Negeri Makassar, Dibimbing oleh H. Muhammad Taufik dan Baharman.
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan mengubah teks wawancara bahasa bugis menjadi narasi bahasa bugis siswa kelas VII di SMP Negeri 4 Gantarang Kabupaten Bulukumba. Penelitian ini bersifat deskripstif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan siswa kelas VII SMP Negeri 4 Gantarang Kabupaten Bulukumba yang berjumlah 128 siswa terbagi dalam 4 kelas. Sampel yang ditetapkan dalam penelitian ini adalah sebanyak 30 orang. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah teknik tes berupa tes tertulis dalam bentuk essai yang terdiri dari 3 aspek penilaian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan mengubah teks wawancara bahasa bugis menjadi narasi bahasa bugis siswa kelas VII Di SMP Negeri 4 Gantarang Kabupaten Bulukumba berdasarkan hasil tes kemampuan siswa hanya 15 siswa ½ (50%) yang mampu mendapat nilai >75. dan, sebanyak 15 siswa ½ (50%) yang mendapat nilai <75. Berdasarkan nilai yang diperoleh dari hasil analisis data, dinyatakan bahwa Kemampuan Mengubah Teks Wawancara Bahasa Bugis Menjadi Narasi Bahasa Bugis Siswa Kelas VII Di SMP Negeri 4 Gantarang Kabupaten Bulukumba dikategorikan tidak mampu karena tingkat penguasaan siswa tidak mencapai kriteria yang telah ditetapkan, yaitu 85%
Implementasi metode pembelajaran Kitab Kuning di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Gondang Legi Malang
ABSTRAK
Kegiatan pembelajaran di pondok pesantren akan berlangsung dengan baik manakala guru memahami berbagai metode atau cara bagaimana materi itu harus disampaikan pada sasaran anak didik atau murid. Begitu pula halnya dengan kegiatan pembelajaran yang ada di pondok pesantren, yang selama ini banyak dilakukan oleh wakil kyai . Sedemikian pentingnya metode dalam proses belajar mengajar ini, maka proses pembelajaran tidak akan berhasil dengan baik manakala guru tidak menguasai metode pembelajaran atau tidak cermat memilih dan menetapkan metode apa yang sekiranya tepat digunakan untuk menyampaikan materi pelajaran kepada peserta didik.
Peneliti mengamati adanya kesenjangan-kesenjangan yang terjadi dalam proses pembelajaran kitab kuning yang ada di pesantren. Kesenjangan yang dimaksud meliputi proses pembelajaran kitab kuning, mengapa santri -mayoritas- hanya berperan pasif, dalam artian selama proses pembelajaran kitab, mereka tidak banyak mengemukakan pertanyaan-pertanyaan ataupun komentar seputar kitab yang dipelajarinya.Tanpa adanya kejelasan mengenai pemahaman mereka ataupun penguasaan tentang materi kitab kuning. Kasus inilah yang mendorong peneliti untuk mencari sebab terjadinya kesenjangan- kesenjangan tersebut. Dengan mengamati pelaksanaan metode pembelajaran kitab kuning di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Gondanglegi Malang. Mengingat pentingnya pemahaman terhadap ajaran-ajaran yang ada dalam kitab tersebut, dan apabila pemahaman para santri terhadap isi/ajaran kitab itu salah, maka dalam pensosialisasian ajaran dari kitab tersebut di tengah-tengah masyarakat akan berakibat fatal/kurang baik.
Penelitian ini bertjuan untuk Mendeskripsikan pelaksanaan metode pembelajaran kitab kuning di Pondok Pesantren Putra Miftahul Ulum Gondang legi Malang. Mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan pembelajaran kitab kuning di Pondok Pesantren Putra Miftahul Ulum Gondang legi Malang.
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan penelitian deskriptif kualitatif, yaitu untuk menggambarkan atau mendeskripsikan fenomena-fenomena yang ada di lokasi penelitian. Adapun prosedur pengumpulan data yaitu dengan menggunakan metode observasi, dokumentasi, dan wawancara. Untuk menganalisis data peneliti menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Dimana peneliti dengan analisis deskriptif berusaha memaparkan secara detail tentang hasil penelitian sesuai dengan data yang berhasil dikumpulkan.
Hasil penelitian ditemukan bahwa metode yang digunakan dalam pembelajaran kitab kuning di pondok pesantren miftahul ulum putra menggunakan metode bandongan, hafalan dan tanya jawab. Adapun yang menjadi faktor pendukung dan penghambat pembelajaran kitab kuning di ponpes mifahul ulum adalah: 1. Faktor pendukungnya ustadz, sarana prasarana, materi kitab kuning. 2. Faktor penghambatnya santri, media pembelajaran, metode pembelajaran, waktu pelaksanaan.
ABSTRACT
Learning activities will take place at the boarding school well when teachers understand the various methods or ways of how the material should be delivered on target students or disciples. Similarly, the learning activities at boarding school, which has b een mostly done by the representatives of religious scholars. So important in teaching and learning methods, then the learning process will not work well when teachers do not master the learning methods or do not carefully select and define what methods are appropriate if used to deliver course material to students.
Researchers observed the existence of gaps that occur in the yellow book learning process in schools. The gap is yellow book covers the learning process, why the students- the majority-only play a passive role, in the sense that during the learning process of the book, they are not much raised questions or comments about the book that dipelajarinya.Tanpa lack of clarity about their understanding or mastery of the material book yellow. The case is what encourages researchers to seek the causes of these disparities. By observing the implementation of learning methods in the yellow book Boarding Miftahul Ulum Gondanglegi Malang. Given the importance of understanding the teachings contained in the book, and if the students understanding of content / teaching of the book is wrong, then in pensosialisasian teachings of the book is in the midst of society would be fatal / less well
This study aims to describe the implementation of teaching methods in the yellow book Boarding Putra Malang legi Gondang Miftahul Ulum. Knowing the enabling and inhibiting factors in the implementation of learning in the yellow book Boarding Putra Malang legi Gondang Miftahul Ulum.
In this study, researchers used a qualitative descriptive study, which is to depict or describe the phenomena that exist at the sites. The data collection procedures by using the method of observation, documentation, and interviews. To analyze the data the researchers used a qualitative descriptive analysis. Where researchers with descriptive analysis sought explained in detail about the research results in accordance with the data collected.
The study found that the method used in the yellow book learning in the boarding school Miftahul ulum son bandongan method, rote and frequently asked questions. As for the factors supporting and inhibiting learning in the yellow book ponpes mifahul ulum is:
1. Factors supporting cleric, facilities, materials yellow book. 2. Factor inhibiting students, instructional media, learning methods, the execution time
- …
