1,722,016 research outputs found
Analisis Sistem Kompensasi Karyawan UD. Mahrus Bangkalan
Tujuan dari penelitian ini yaitu : Untuk mengetahui sistem kompensasi karyawan UD. Mahrus Bangkalan. Pendekatan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif-deskriptif. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah 5 orang dari jumlah keseluruhan 50 karyawan UD. Mahrus Bangkalan. Analisis yang digunakan yaitu analisis data menurut Bogdan dan Biklen. Pengambila data menggunaan wawancara. Hasil penelitian kompensasi langsung yang diberikan oleh UD. Mahrus Bangkalan berupa gaji pokok merupakan gaji dasar (base pay) yang dibayarkan kepada karyawan berdasarkan jenjang jabatan tertentu yang telah ditetapkan. Selain itu kompensasi yang diberikan kepada karyawan yaitu kompensasi secara tidak langsung yang diberikan oleh UD. Mahrus Bangkalan kepada karyawannya yang meliputi: (1) Tunjangan makan, (2) Tunjangan Transportasi, (3) Tunjangan BPJS Ketenagakerjaan, (4) Bonus, dan (5) Fasilitas. Data tersebut diambil dari beberapa sumber informan yang berbeda dengan jawaban wawancara yang hampir memiliki kesamaan. Data dari semua sumber dilakukan pemaparan data untuk mendapatkan data yang kredibel
biografi KH. Mahrus Aly 1907-1985
ABSTRAK KH. Mahrus Aly is one of the most prominent religious figures at Pondok Pesantren Lirboyo. Derived from the wandering Cirebon regency studying religion from one boarding school to another boarding school. Pondok Pesantren Lirboyo is the last for KH. Mahrus Aly boarding school in the journey to study religion. His intelligence and authority make a kiai respected by kiai and other santri. There are several organizations that he participated, namely PBNU, Hizbullah, and certainly in the pondok pesantren. This is done not only for the benefit of pondok pesantren or for its own benefit but for the welfare of society. His love for religion and homeland is one reason KH. Mahrus Aly trained the santri in pencak silat to protect themselves from the invaders at that time. The situation and condition of the nation that is still in this colonial make KH. Mahrus Aly spirit in performing jihad which is manifested in its participation in war to defend independence. This is what makes the role of KH. Mahrus Aly in the war to maintain independence (1945-1946) in Surabaya was chosen for further investigation. This research is conducted to find answers to the following questions how the background of life KH. Mahrus Aly? (2) how KH. Mahrus Aly in the struggle to maintain independence (1945-1946) in Surabaya? (3) how is the influence of KH struggle. Mahrus Aly in the struggle to maintain independence (1945-1946) in Surabaya? The research method used is a historical method consists of title selection, heuristics, criticism, interpretation, and historiography. The selection of the title of this paper is done with an origin and ability intellectual approach, which will facilitate the collection of data sources. These data sources also have criticism both internally and externally. The data has been obtained from various sources of data that have been through this criticism will be interpreted into a main idea which will then be compiled into historiographic. The result is, KH. Mahrus Aly son of KH. Aly and Hashinah who live in Gedongan Village, Cirebon Regency. Last son of 9 brothers who have his little name Rusydi. Finally KH. Mahrus Aly until married daughter Zaenab from his teacher at Pondok Pesantren Lirboyo named KH. Abdul Karim. KH. Mahrus Aly also follows several other organizations known as NU and Hizbullah as one of the semi-military groups. His ability in martial arts is not only also channeled to his santri to train him directly in the preparation of war to maintain independence 1945-1946 in Surabaya. The strategy and use of the tools are presented by KH. Mahrus Aly to his troops as well as prayers that can help them in battle. The influence of KH. Mahrus Aly in the war to maintain independence in Surabaya is more emphasis on good preparation by equipping troops with a tool of bamboo pointed with the teachings of how to use it, guerrilla strategy and also some prayers that can be used to achieve victory by maintaining Surabaya is not occupied by the invaders. History has not taken sides to the fighters until finally the independence of Indonesia was only recognized at the KMB in Den Haag 1949
Kyai entreprneur: social entrepreneurship berbasis nilai-nilai agama
Buku ini berisi kisah yang bercerita tentang perjuangan Ustadz Mahrus membesarkan Darunnajah dari nol sampai sekaran, lengkap dengan kisi-kisi karakter Ustadz Mahrus yang berhasil dipotret oleh para penuli
Dakwah dan politik: kiprah dan pemikiran K.H Mahrus Amin
DAKWAH DAN POLITIK KIPRAH DAN PEMIKIRAN K.H. MAHRUS AMIN Elite agama Islam, yang oleh kalangan masyarakat Jawa khususnya disebut kyai, seringkali dijadikan bahan perbicangan para pengamat dan bahkan oleh kyai sendiri, menyangkut layak tidaknya mereka terjun dalam politik praktis. Sebagian kalangan berpendapat bahwa kyai seharusnya berperan saja sebagai pengayom umat terutama dalam kehidupan beragama, dan karena itu lebih tepat jika menghindarkan diri dari kegiatan politik. Sebaliknya, terdapat pendapat lain yang mengatakan bahwa tidak ada alasan kyai harus meninggalkan politik praktis, sebab berpolitik merupakan bagian kehidupan agama itu sendiri. Saat ini, dari sekian banyak tokoh agama Islam atau kyai di Indonesia yang menjadikan politik sebagai sarana atau media dakwah ialah K.H. Mahrus Amin. Dalam penelitian ini penyusun mengajukan rumusan masalah sebagai berikut: Konsep dakwah menurut K.H Mahrus Amin? Konsep politik menurut K.H. Mahrus Amin? Bagaimana kiprah dakwah dan politik menurut K.H. Mahrus Amin? Sedangkan metodelogi dalam pembahasan skripsi ini menggunakan metodelogi kualitatif yaitu, melakukan wawancara langsung dengan K.H. Mahrus Amin, kemudian mengumpulkan data dari beberapa artikel di internet dan karya-karya berupa tulisan K.H. Mahrus amin serta buku-buku yang terkait dengan permasalahan. Teori yag digunakan dalam pembahasan ini adalah teori global communitarianism, geographical mobility dan teori cult./lang./ competence/inheritance. teori global communitarianism yang berarti dapat menerima siapa saja untuk menjadi bagian dalam komunitasnya sebagaimana objek dalam berdakwah yang tidak dipilih-pilih. Teori geographical mobility yang artinya berpindah dari wilayah aslinya dan tersebar, sebagaimana agama Islam yang berasal dari Arab menyebar ke seluruh dunia. Teori cult./lang./competence/acquisition yang mempunyai makna dapat mengadopsi dan berakulturasi dengan budaya lain, sebagai contoh Indonesia adalah Indonesia akan tetapi tidak dapat dilepaskan dari pengaruh Islam baik dari segi sosial, budaya, ekonomi maupun politik. Dari pembahasan di atas, dapat sekiranya saya simpulkan bahwa dakwah dan politik memiliki keterkaitan, di mana politik dapat dijadikan sebagai salah satu media untuk berdakwah, dan tidak ada salah seandainya seorang kyai terjun ke dunia politik selama mempunyai niat dan tujuan yang baik untuk kemaslahatan umat, tanpa harus terkontaminasi kotornya politik yang menodai kemurnian dakwah Islam
Metode dakwah KH. Mahrus Amin di Pondok Pesantren Darunnajah Ulujami Jakarta Selatan
Dakwah Islamiyah merupakan kewajiban yang harus dijalankan setiap umat Islam, dakwah pada hakikatnya adalah ajaran atau seruan kepada umat manusia untuk menuju kepada kebahagiaan di dunia dan akhirat sesuai dengan pedoman Al-Qur?an dan Hadist. Aktivitas dakwah akan berjalan dengan baik apabila para da?i atau da?iyah memenuhi semua unsur-unsur dakwah baik dari subjek dakwah, maupun objek dakwahnya seiring dengan perkembangan zaman dan masyarakat atau mad?u yang heterogen. Maka seorang da?i harus pandaipandai memilih metode yang baik dan tepat untuk digunakan dalam penyampaian dakwahnya, salah satunya KH. Mahrus Amin sebagai pendiri dan pimpinan di Pondok Pesantren Darunnajah. Berdasarkan peryataan di atas timbullah pertanyaan a. Bagaimana metode dakwah yang dilakukan KH. Mahrus Amin di Pondok Pesantren Darunnajah ? b. Apa hambatan dalam Metode Dakwah KH. Mahrus Amin serta bagaimana solusinya ? Dalam penelitian ini, penulis menggunakan pendekatan kualitatif yaitu sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis lisan dari orang-orang dan prilaku yang dapat diamati. Dengan menggunakan metodologi deskriptif analisis yaitu bahwa data dikumpulkan berupa kata-kata, gambar, dan bukan angka-angka. Yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara mendalam dengan narasumber dan dokumentasi yang akan menghasilkan penafsiran penulis. KH. Mahrus Amin adalah da?i dan ulama yang cukup berpengaruh di jakarta. Dalam metode pembinaan dakwah, beliau menggunakan bentuk dakwah bil Lisan melalui metode ceramah, metode halaqoh, metode tanya jawab. bentuk dakwah bil Hal dalam berbagai bidang diantaranya : bidang keagamaan dan pendidikan, bidang kesejahteraan, bidang perdagangan. bentuk dakwah bil Qalam menggunakan media tulisan seperti menulis buku. Penulis menganalisis Metode Dakwah KH. Mahrus Amin di Pondok Pesantren melalui pengamatan dan penelitian bahwa kesimpulannya dengan keilmuan keagamaan yang tinggi, istiqomah dan contoh amal perbuatan beliau menerapkan metode dakwahnya dengan bai
Problematika Pembinaan Akhlak Siswa di MTs Al Mahrus Mabar Hilir Medan
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembinaan akhlak kepada siswa di MTs Al Mahrus Mabar Hilir, untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pembinaan akhlak, masalah-masalah apa saja yang di tuntaskan melalui pembinaan akhlak serta hambatan apa saja yang terjadi dalam melaksanakan pembinaan akhlak di MTs Al Mahrus Mabar Hilir. Adapun metode penelitian adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan secara reduksi data (pengumpulan data), penyajian data, dan kesimpulan. Sedangkan teknik keabsahan data dilakukan dengan kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas dan konfirmabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan akhlak siswa di MTs Al Mahrus Mabar Hilir berjalan dengan baik, efektif dan memberikan dampak yang positif pada perkembangan siswa. Cara pembinaan akhlak siswa di MTs Al Mahrus Mabar Hilir melalui beberapa tahap yaitu identifikasi masalah, identifikasi penyebab masalah, pemanggilan siswa untuk di bimbing dan dibina serta memantau perkembangan siswa. Selain itu pembinaan akhlak di terapkan dengan beberapa pendekatan yaitu pendekatan nasehat, bilhikmah, memberikan bimbingan dan peringatan. Dalam pelaksanaannya juga menerapkan tiga teknik yaitu teknik latihan spiritual, menjalin kasih sayang dan cerminan alqudwah alhasanah. Kata Kunci: Problematika, pembinaan, akhlak
Mahrus Evolusi Nilai dan Orientasi Pesantren: Upaya Menghidupkan Kembali Hakikat Tujuan Pesantren
Pesantren layaknya rumah sakit, yang banyak menampung orang ‘sakit’. Begitu banyak orang yang butuh ketenangan jiwa. Untuk itu, pesantren sangat pas dan cocok mengobati tipe-tipe penyakit yang seperti itu. Inilah tujuan awal dibangunnya pesantren, pada masa "Wali Songo". Nuansa sufistik tidak akan pernah terlepas di dunia pesntren selama pola hidup santri tatap dalam kepatuhan dan kesederhanaan. Seiring perkembangan zaman, pesantren tidak hanya mengajarkan hal-hal vertikal (hubungannya dengan Tuhan), tapi juga mengajarkan ilmu sosial, sastra, dan budaya. Pesantren mulai terbuka dengan ilmu-ilmu modern. Hal ini dapat merusak tradisi keilmuan pesantren, jika tidak segera diantisipasi dan dicarikan solusinya. Terbukti, ketertarikan santri terhadap ilmu keagamaan mulai menurun. Tulisan sederhana ini akan membahas problematika yang muncul di dunia pesantren, dan dapat diambil benang merahnya sehingga pesantren tidak hanya sebatas nama, tapi tetap sesuai dengan tujuan dan rute operasionalnya
APPLICATION OF AUGMENTED REALITY TECHNOLOGY AS A LEARNING MEDIA
Augmented Reality (AR) is a concept of combining virtual reality with world reality. The benefits of technology at this time have greatly influenced human life, with the creation of sophisticated machines or tools that humans use to achieve human needs. Augmented Reality is an environment that incorporates virtual 3D objects into a real environment. Augmented Reality is growing very rapidly so that it supports the development of this application in various fields including learning media. Elementary school students find it difficult to understand the material of geometry, because without teaching aids students are only able to imagine or imagine the object of the geometry. Because this requires a learning application for geometry by applying Android-based Augmented Reality technology that can display 3d space shapes along with elements and formulas that apply to the material. Seeing these objectives, the researcher took the type of Research and Development Method or what in English is called R&D (Research and Development), which is a method used to produce a certain product and test the effectiveness of the product (Sugiyono, 2009: 297). The calculation method uses the one-way ANOVA method. The trial was carried out at SD Islam Pasuruan. It was tested on students in grades VI A and B and 18 participants were taken randomly and divided into 3 groups consisting of 6 students in each group. The results obtained from the calculation analysis using one-way Anova with F_count = 4.68 greater than F table = 3.68 with a significant level of 5% (0.05). Furthermore, the Scheffe test was performed to compare the values between groups. With the results, the first group (5.30) has a greater value than the second (2.65) and third (2.652) groups. This application can be installed and running on all types of android used in testing, and the recommended best distance between mobile devices to detect markers is 40 cm - 90 cm for all marker sizes, namely 10 cm, 15 cm and 20 cm in size
Kemampuan Mengubah Teks Wawancara Bahasa Bugis Menjadi Narasi Bahasa Bugis Siswa Kelas VII Di SMP Negeri 4 Gantarang Kabupaten Bulukumba
ABSTRAK
Mahrus, 2016. “Kemampuan Mengubah Teks Wawancara Bahasa Bugis Menjadi Narasi Bahasa Bugis Siswa Kelas VII Di SMP Negeri 4 Gantarang Kabupaten Bulukumba”. Skripsi. Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah, Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Sastra, Universitas Negeri Makassar, Dibimbing oleh H. Muhammad Taufik dan Baharman.
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan mengubah teks wawancara bahasa bugis menjadi narasi bahasa bugis siswa kelas VII di SMP Negeri 4 Gantarang Kabupaten Bulukumba. Penelitian ini bersifat deskripstif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan siswa kelas VII SMP Negeri 4 Gantarang Kabupaten Bulukumba yang berjumlah 128 siswa terbagi dalam 4 kelas. Sampel yang ditetapkan dalam penelitian ini adalah sebanyak 30 orang. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah teknik tes berupa tes tertulis dalam bentuk essai yang terdiri dari 3 aspek penilaian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan mengubah teks wawancara bahasa bugis menjadi narasi bahasa bugis siswa kelas VII Di SMP Negeri 4 Gantarang Kabupaten Bulukumba berdasarkan hasil tes kemampuan siswa hanya 15 siswa ½ (50%) yang mampu mendapat nilai >75. dan, sebanyak 15 siswa ½ (50%) yang mendapat nilai <75. Berdasarkan nilai yang diperoleh dari hasil analisis data, dinyatakan bahwa Kemampuan Mengubah Teks Wawancara Bahasa Bugis Menjadi Narasi Bahasa Bugis Siswa Kelas VII Di SMP Negeri 4 Gantarang Kabupaten Bulukumba dikategorikan tidak mampu karena tingkat penguasaan siswa tidak mencapai kriteria yang telah ditetapkan, yaitu 85%
- …
