142 research outputs found
Pembentukan Identitas Sosial Perempuan pada Zaman Orde Baru dalam Novel Saman Karya Ayu Utami
This paper discusses the formation of women's identity in the novel Saman. Lately, women's social identity has changed in meaning with the times, so the author wants to analyze the identity of women in this novel. This novel has a background in the New Order era, the author wants to analyze how the formation of women's identity at that time. This paperis a qualitative approach with descriptive study by the writer reading the novel. The author uses Henri Tajfel's Theory of identity which explains that social identity is part of the concept of each individual who comes from his membership and is in a social group where the social group has the same values and emotional significance in the membership. The results of the analysis show that there is a strong influence from the socialization stage of parents to children because parents are the first and foremost people who carry out social interactions with children. In addition, in the novel, during the New Order era, there was a state policy towards women or mothers/parents with the five dharma program so that it had an influence on the formation of women's identity, besides that the influence of the environment and policies in the New Order era had a strong influence on the formation of women's identity.Tulisan ini membahas tentang pembentukan identitas perempuan dalam novel Saman. Akhir akhir ini identitas sosial perempuan menjadi berubah arti seiring berkembangnya zaman, oleh sebab itu penulis ingin menganalisis tentang identitas perempuan pada novel ini. Novel ini berlatar belakang waktu pada zaman orde baru, penulis ingin menganalisis bagaimana pembentukan identitas perempuan pada zaman itu. Tulisan ini merupakan penelitian kualitatif dengan studi deskriptif dengan cara penulis membaca novel tersebut. Penulis menggunakan Teori identitas Henri Tajfel menjelaskan terkait identitas sosial yaitu sebagai sebuah konsep pada setiap individu yang asal muasalnya dari keanggotaan komunitas dan berada dalam komunitas sosial tersebut, komunitas tersebut merupakan kelompok sosial yang memiliki kesamaan nilai serta kesamaan emosional dalam keanggotaan komunitas tersebut. Hasil analisis menunjukkan adanya pengaruh kuat dari tahap sosialisasi orang tua pada anak dikarenakan orang tua adalah orang pertama dan utama yang melakukan interaksi sosial dengan anak. Selain itu, dalam novel itu di masa orde baru ada kebijakan negara terhadap para perempuan atau ibu/orang tua dengan programnya panca dharma sehingga memberikan pengaruh pada pembentukan identitas perempuan, selain itu pengaruh lingkungan dan kebijakan pada zaman orde baru memberi pengaruh kuat dalam pembentukan identitas perempuan
Healthcare Activism, Marketization, and the Collective Good
This chapter engages with three key dynamics of contemporary healthcare - digitalization, marketization and individualization. It draws on several theoretical frameworks to conceptualize the notion of collective good and to consider how healthcare activism may play into defining and defending the collective good when faced with the outlined societal, economic, and scientific dynamics. Presenting contemporary examples from the Covid-19 pandemic, the chapter argues that the way activists define and defend the collective good can only fully be understood by grasping how this good is shaped by other, often more dominant, stakeholders in healthcare: governmental institutions, professional experts, scientists, and private industry – the latter being a focal point of concern for this current volume.European Commission Horizon 2020Check for published version during checkdate report - AC2021-04-28 JG: PDF replaced at author's request2021-06-04 JG: embargo removed following documentation from author/publishe
KEUNIKAN ANTROPONIM RUSIA KAJIAN ANTROPONIMIKA
Antroponimika di Indonesia masih jarang diteliti. Antroponimika adalah cabang ilmu lingustik yang
mengkaji nama-nama orang. Kajian ini dekat sekali dengan budaya.
Antroponim Rusia unik. Keunikan ini terletak pada strukturnya (yang terdiri atas nama keluarga -
nama diri - nama ayah) dan pembentukannya dengan cara penambahan sufiks-sufiks tertentu pada nama
keluarga - nama diri - nama ayah. Penambahan sufiks-sufiks ini akan menentukan gender penyandang
nama, hubungan antarpersonal, status soasial di antara mitra tutur, situasi komunikasi. Selain itu
penggunaan antroponim Rusia ini juga sangat unik karena untuk menyapa orang yang dihormati dalam
situasi resmi dan tidak resmi selalu digunakan sapaan nama diri dan nama ayah, contoh: nama lengkap
Putin Vladimir Vladimirovich, maka orang akan menyapanya dengan sapaan Vladimir Vladimirovich.
Sapaan ini merupakan sapaan yang sopan dapat digunakan oleh anak-anak sampai orang dewasa untuk
menyapa orang yang dihormati. Sapaan ini sepadan dengan sapaan Pa/Bapak + nama depan atau Ibu /Bu +
nama depan di Indonesia.
Hal semacam ini belum banyak diketahui orang terutama di Indonesia. Kebanyak orang Indonesia
tidak mengetahui bagaimana cara menyapa orang Rusia yang sesuai dengan etiket orang Rusia. Hal
semacam ini penting diketahui mengingat salah dalam menyapa maka akan mengurangi keakraban bahkan
akan mengecilkan hati lawan tutur dan akibatnya komunikasi yang akrab tidak akan tercapai
The Correlation between the Proper Name and Social Status in Russian and Indonesian Society
AbstractThis article analyzes the structure of the greetings addressed to a person in Russia and Indonesia, particularly in Minangkabau (West Sumatera) to reveal the correlation between the name and social status of a person. The dependence of the social status on a number of factors including age, marital status, responsibilities, etc. finds its expression in the calls the communicants use while addressing each other, and the analysis of the ways people address each other in different societies helps to state the factors affecting the social status of a person
The Terms Usage of Family Relationships in Russian and Indonesian (Bali) Societies as a Reflection of the Culture of the Two Nations
AbstractThis article discusses the use of Russian and Indonesian (Bali) terms for family relationships in the societies of the two countries. Family relationship terms reflect the culture of the nation. They have certain characteristics. In Russian – one of them is the term of papa and its abridged and diminutive forms. The abridged and diminutive forms of papa are formed with different suffixes and they have different nuances. On the other hand, the Bali's family relationship terms do not have any nuances like the Russian ones. They have their own system in their society, such as: Aji “папа”, Ratu Aji “папа”, Ratu Ibu “мама”
PENGALAMAN DIASPORAN PEREMPUAN INDONESIA DALAM NOVEL METROPOP WANDER WOMAN KARYA NINA ADDISON DKK
Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan pengalaman dan identitas diaspora perempuan Indonesia dalam novel metropop berjudul Wander Woman(2016) yang ditulis oleh Nina Addison dan tiga penulis perempuan lain. Landasan teoretis yang digunakan dalam penelitian ini di antaranya berasal dari Cohen, Clifford, dan Bhabha. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan kajian budaya. Penelitian ini mengapropriasi Model Alir dari Miles dan Hubberman, yaitu pengolahan data dengan tiga tahap alur yang berlangsung secara bersamaan, yaitu tahap reduksi data, tahap penyajian data, dan tahap penarikan simpulan dan verifikasi data.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam membangun identitas diasporan dan mengatasi gegar budaya, para tokoh perempuan dalam novel tersebut menggunakan penguatan akar etnis dengan mempertahankan aspek budaya asal, membangun jejaring dengan komunitas asal, dan menguatkan relasi sosial dengan masyarakat setempat. Mereka juga bernegosiasi dengan menerima budaya baru dengan tetap mempertahankan budaya sebelumnya. Dengan negosiasi, mereka dapat hidup dengan lebih baik di tempat baru
Hilkka Punainen & Susi : mediakasvatuksellisen iPad-kirjan suunnittelu
Opinnäytetyön tavoitteena oli tehdä mediakasvatuksellinen iPad-kirja "Hilkka Punainen & Susi", jota voitaisiin käyttää kirjastoissa, kouluissa ja kotona mediakasvatuksen apuvälineenä. Mediakasvatus ei ole ainoastaan medioiden ja välineiden käyttötaidon opettelua, vaan myös sellaisten turvataitojen opettelua, joiden tarkoituksena on parantaa lasten taitoja selviytyä uhkaavissa tilanteissa ja ohjata heitä turvautumaan luotettaviin aikuisiin. Teoksella on useita mediakasvatuksellisia tasoja. Teoksen avulla voi opettaa suojakeinoja internetin ongelmia vastaan, mutta sillä voi myös esitellä iPadin sekä iBooks Authorin ominaisuuksia.
Tutkimusongelmana oli: ”Miten iPad-kirjat ja sovellukset tukevat oppimista ja kasvatusta perinteisestä kirjasta poikkeavilla tavoilla?” Benchmarking-menetelmällä saatiin tulokseksi, että eroavia tekijöitä olivat tietojen päivitettävyys, erilaisten multimedioiden yhdistämismahdollisuus, vuorovaikutteisuus, mahdollisuus syventää oppimista erilaisten sisäänrakennettujen lisälaitteiden avulla, mahdollisuus lisätä kokemuksellisuutta jatketulla todellisuudella, tiedonsaannin nopeus sekä mahdollisuus pakata valtavat määrät tietoa pieneen tilaan.The aim of the thesis was to make a media educational iPad book called "Hilkka Punainen & Susi". The book can be used as a media educational tool in libraries, schools and at home. Media education is not only about how to use different media, but it is also about giving means to children to manage threatening situations and guiding them to trust reliable adults. The book teaches media education on different levels. It can teach precautions against Internet problems but it can also be used to introduce iPad and iBooks Author.
The research problem was: "How can iPad books and applications support learning and education in different ways than traditional books?" The result was achieved by using benchmarking. The result was that iPad books and applications differ from traditional books by being updatable, by combining different kinds of multimedia, by being interactive, by having a possibility to deepen learning experiences by using inbuilt equipment and by being more experimental by using augmented reality. The fastness of getting information and the possibility to pack enormous amount of knowledge in small package are the also features of iPad
PERIBAHASA THAI YANG TERKANDUNG UNSUR HEWAN: KAJIAN ETNOLINGUISTIK
Penelitian ini berjudul Peribahasa Thai yang Terkandung Unsur Hewan: Kajian Etnolinguistik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk, makna serta pesan budaya yang mengandung unsur hewan dalam peribahasa Thai. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka dengan menggunakan kajian etnolinguistik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data utama yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah buku สำนวนสุภาษิต สุภาษิต และคำพำเพย (buku peribahasa Thai). Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik deskriptif. Sementara teori yang diutamakan dalam penelitian ini adalah teori tentang peribahasa menurut Kridalaksana H. (2008) Berdasarkan hasil penelitian terdapat 8 data peribahasa yang mengandung unsur hewan yang dapat dibagi berdasarkan 4 pesanan terhadap masyarakat Thai, yaitu; 3 data pada peribahasa yang mengandung unsur hewan sebagai pesan terhadap hasil kerugian, 2 data pada peribahasa yang mengandung unsur hewan sebagai pesan terhadap karakter manusia, 2 data pada peribahasa yang mengandung unsur hewan sebagai pesan terhadap bahaya dan 1 data pada peribahasa yang mengandung unsur hewan sebagai pesan terhadap hubungan antara manusia.
INVENTARISASI POTENSI OBJEK PEMAJUAN KEBUDAYAAN DI JAWA BARAT
Abstrak: Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) menjadi kata kunci yang dapat digunakan untuk mengukur pemajuan kebudayaan. Hal tersebut secara tegas dijelaskan dalam Undang-undang Nomor 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Dengan demikian, pemajuan kebudayaan suatu daerah pada kabupaten, kota, provinsi, atau pada wilayah administratif lainnya yang berada di bawah kabupaten dan kota, baik itu kecamatan, desa atau kelurahan, dapat diukur atau didekati dari profil OPK yang dimilikinya, termasuk jenis aktivitas pemajuan kebudayaan yang dimilikinya, baik itu berkenaan dengan pelestarian, pengembangan, pemanfaatan maupun pembinaan. Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk inventarisasi Objek Pemajuan Kebudayaan di Desa Cimekar Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung. Metode dilakukan mulai tahap persiapan, inventarisasi kemudian dilakukan pendokumentasian, dan evaluasi atas kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan. Mitra kegiatan ini adalah Desa Cimekar. Masyarakat yang terlibat dalam kegiatan ini adalah orang-orang yang tergabung di dalam sanggar kesenian, orang-orang yang perduli pada OPK di daerahnya. Hasil dari kegiatan inventarisasi tersebut tidak saja memberi penjelasan tentang kekayaan Objek Pemajuan Kebudayaan Desa Cimekar, tetapi yang jauh lebih penting dari itu, mampu mendorong tampilnya Desa Cimekar sebagai Desa Pemajuan Kebudayaan, tidak hanya di Kecamatan Cileunyi akan tetapi juga pada tingkat Kabupaten dan Provinsi. Peluang ini cukup terbuka luas bila mengingat kekayaan Objek Pemajuan Kebudayaan yang dimiliki Kecamatan Cimekar. Dari 10 Objek Pemajuan Kebudayaan, Desa Cimekar memiliki kekayaan berupa delapan Objek Pemajuan Kebudayaan ditambah dengan cagar budaya.Abstract: The Object for the Advancement of Culture (OPK) is a keyword that can be used to measure the advancement of culture. This is explicitly explained in Law number 5 of 2017 concerning the Advancement of Culture. Thus, the promotion of the culture of an area in the district, city, province, or in other administrative areas that are under the regency and city, be it sub-districts, villages or sub-districts, can be measured or approached from the OPK profile they have, including the types of cultural promotion activities. owned, both with regard to preservation, development, utilization and development. This Community Service aims to inventory objects for the Advancement of Culture in Cimekar Village, Cileunyi District, Bandung Regency. The method is carried out from the preparation and inventory stages. The partner of this activity is Cimekar Village. The results of the inventory activity not only provides an explanation of the wealth of Cimekar Village Culture Advancement Objects, but far more important than that, it is able to encourage the appearance of Cimekar Village as a Cultural Advancement Village, not only in Cileunyi District but also at the District and Provincial levels. This opportunity is quite wide open when considering the wealth of Cultural Advancement Objects owned by the Cimekar District. Of the 10 objects for the promotion of culture, Cimekar Village has wealth in the form of eight objects for the promotion of culture plus cultural heritage
Pelatihan Bahasa Rusia Untuk Meningkatkan Kinerja TNI AD Dalam Bidang Helikopter Seri MI
In the present year, the helicopter MI belongs to ‘Indonesian National Armed Force’ (TNI-AD) is an advanced helicopter produced by Russia. In Indonesia, it is operated not only for guarding the Indonesian’s areas, but also as a shuttle for sending and fetching people from/to the remote areas in the country. Other usage of the helicopter are as the transportation to send the logistic to the remote areas, to evacuate injured people by working-accident or by having an accident in difficult areas. The helicopter is also able to carry, at least, 12 passengers in lying position. This helicopter has many benefits to implement the duty around the remote places of Indonesia, especially the places that are difficult to reach by the ordinary transportation. Since all the guide books are written in Russian language, the officers who are going to operate the helicopter should learn Russian language. While the base Camp of the helicopters are in two places, Jakarta (the capital city) and Semarang (in West Java). Therefore, the language training is conducted in Cimahi, West Java. The participants who learn the Russian language are 12 officers, 2 officers are pilots, another 2 officers are co-pilots, 6 officers mechanics, and 2 other officers are the mechanics for spare-part services. This method uses descriptive method with grammar translation method, oral approach, and lexical approach. The results from the language training are about 8 officers are able to communicate, to write and to read fluency in Russian language, other 2 officers are able but not fluency in talking, writing and reading Russian. Unfortunately, other 2 officers still have difficulties in learning the Russian language.TNI AD memiliki helikopter seri MI yang diproduksi di Rusia. Helikopter ini digunakan untuk kepentingan pengiriman logistik, pengantaran dan penjemputan anggota TNI AD yang bertugas di Indonesia bagian Timur, transportasi bagi orang-orang yang mengalami kecelakaan baik kecelakaan kerja maupun yang terkena musibah. Helikopter ini merupakan helikopter tercanggih di kelasnya karena bisa mengangkut pasien-pasien dalam posisi berbaring sebanyak 12 orang. Helikopter ini sangat membantu TNI AD dalam melaksanakan tugas-tugas yang berada di daerah-daerah terpencil khususnya daerah-daerah yang sulit dijangkau alat transportasi lain, seperti Papua. Semua keterangan yang terdapat baik di dalam helikopter maupun buku-buku manual ditulis dalam Bahasa Rusia. Oleh karena itu anggota TNI AD yang bekerja di bidang helikopter ini wajib mempelajari bahasa Rusia. Base camp helikopter ini terdapat di Semarang dan di Jakarta. Dengan demikian kesatuan yang menangani helikopter ini selalu mengirim para anggotanya untuk mempelajari bahasa Rusia. Pelatihan diadakan di pusat pendidikan yang bertempat di Cimahi. Peserta pelatihan sebanyak 12 orang yang terdiri dari 2 orang pilot 2 orang co-pilot, 6 orang teknisi, dan 2 orang dari bagian pemeriksa suku cadang. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan Grammar translation method, oral approach, lexical approach. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah sebanyak 8 orang mampu berkomunikasi, menulis, serta membaca dan paham bahasa Rusia, 2 orang hanya mampu berkomunikasi secara terbata-bata dan membaca memahami teks memerlukan waktu yang lebih lama, dan 2 orang lainnya tidak berhasil sama sekali
- …
