Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Not a member yet
153 research outputs found
Sort by
MODEL EVALUASI KETIMPANGAN DALAM PEMBELAJARAN TEKS CERITA FANTASI DI SMP PGRI 4 BAGOREJO
Penelitian ini memiliki tujuan (1) mendeskripsikan kualitas RPP Bahasa Indonesia Materi Teks Cerita Fantasi di SMP mengacu pada standar kurikulum 2013, (2) mendeskripsikan kesesuaian pelaksanaan pembelajaran dengan RPP yyang telah dibuat, (3) mendeskripsikan penilaian dalam pembelajaran, dan (4) mendeskripsikan penerapan evaluasi ketimpangan dalam proses pembelajaran. Metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan strategi studi kasus digunakan dalam penelitian ini. Guru Bahasa Indonesia di SMP PGRI 4 Bagorejo menjadi sumber data penelitian. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi, wawancaran dan dokumentasi. Data dianalisis dengan mereduksi data, menyajikan data, dan penarikan simpulan. Hasil dari penelitian ini yaitu (1) RPP yang disusun oleh guru sesuai dengan standar kurikulum 2013, (2) pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan RPP yang dibuat namun terdapat beberapa yang belum terpenuhi, (3) penilaian yang dilakukan oleh guru meliputi tiga penilaian yaitu sikap, kognitif, dan psikomotorik, dan (4) evaluasi ketimpangan dilakukan pada tiga proses yaitu input, procces, dan output, dan ditemukan ketimpangan pada input dan procces yang berdampak juga pada ketimpangan output
ANALISIS KASUS UJARAN KEBENCIAN BERDASAR SARA OLEH FERDINAND HUTAHAEAN: KAJIAN LINGUISTIK FORENSIK
Abstract: This study aims to reveal forensic linguistic analysis using semantic theory from the Ferdinand Hutahean case in the form of a tweet upload that caused trouble in the community. This type of research is qualitative descriptive research. The research step is divided into three stages, namely data collection, data analysis, and presentation of the results of data analysis. Data collection is carried out by refer method and note technique. Data analysis uses distributional methods, while the presentation of data analysis results uses informal methods. Research results in conclusions that based on the analysis of lexical and grammatical meaning Tweet FH presents the meaning of comparison by mentioning the contrast of the differences in ‘my God’ and ‘your God’. He confirmed both with the opposite nature. According to him, your God is weak and needs to be defended, while Allah is extraordinary, all of everything and he puts my God as his appointment. FH also conveyed his satire to certain parties who carried out acts of defense against God. Tweet FH has the potential to cause trouble in the community, especially among Muslims and is related to SARA elements. In terms of legal responsibility, Tweet FH is related to ‘Pasal 14 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana’.Keywords: Linguistics, Semantic Analysis, Ferdinand Hutahaean Cases
Narasi Komodifikasi dan Relasi Kuasa pada Kumpulan Cerpen “Nelayan Itu Berhenti Melaut” Karya Safar Banggai
Semenjak digaungkannya kebijakan “kembali ke laut”, ada banyak hal yang menjadi perhatian pemerintah Indonesia untuk mendulang pendapatan dari sumber daya laut Indonesia, termasuk potensi pariwisatanya. Dalam pelaksanaan program tersebut, ada beberapa isu yang muncul terkait kesejahteraan dari masyarakat maritim/laut itu sendiri. Dalam kumpulan cerpen “Nelayan itu Berhenti Melaut” karya Safar Banggai, isu-isu tersebut diangkat sebagai narasi utama. Isu tentang objektifikasi masyarakat laut yang berkait dengan komodifikasi laut dan perkampungannya disampaikan dengan penyajian yang menarik, dengan menempatkan masyarakat pada relasi kuasa yang ironis. Oleh karena itu, artikel ini akan mencoba untuk membedah isu tentang narasi komodifikasi dan relasi kuasa dalam beberapa cerpen di kumpulan cerpen tersebut. Analisis dalam artikel ini akan menggunakan pendekatan sosiologis, dengan meminjam teori-teori kritis yang berpusat pada konsep komodifikasi dan relasi-kuasa. Hasil dari analisis ini menunjukkan bahwa masyarakat laut yang dinarasikan pada beberapa cerpen terikat pada relasi kuasa yang membuat suara-suara mereka redup dan membuat mereka tereifikasi sebagai objek. Bentuk komodifikasi tersebut tidak hanya terbaca pada bentuk objektifikasi masyarakat dan perkampungannya yang dianggap eksotik saja, tetapi juga praktik-praktik sosial budaya yang berubah karena tradisi masyarakat yang tergadaikan.
Kata kunci: komodifikasi, masyarakat laut, objektifikasi, relasi kuasa.
INTEGRASI KESANTUNAN SOSIOLINGUISTIK DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH DASAR
Kesantunan berbahasa di kalangan pelajar pada saat ini mengalami reduksi berbahasa secara santun. Fenomena reduksi santun berbahasa siswa di lingkungan pendidikan ini perlu mendapatkan perhatian dan sentuhan. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi reduksi kesantunan berbahasa di lingkungan pendidikan dapat dilakukan dengan cara mengintegrasikan kesantunan berbahasa dalam kegiatan belajar mengajar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan kombinasi analisis konten dan literatur reviu. Data dan sumber data pada penelitian ini diambil dari dokumen kurikulum merdeka yang diterbitkan dalam bentuk regulasi peraturan Mendikbudristek. Selain itu, literatur buku dan jurnal terkait kesantunan sosiolinguistik juga menjadi sumber data dalam penelitian ini. Teknik validasi dalam penelitian menggunakan triangulasi sumber data dan teori. Data dalam penelitian ini dianalisis secara induktif berdasarkan teknik analisis Miller dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi kesantunan dalam pembelajaran bahasa dapat diterapkan secara sistematis melalui tiga tahapan kegiatan belajar mengajar: kegiatan awal, inti, dan penutup. Ketiga tahapan ini mendukung pembentukan kompetensi komunikatif dan kesadaran sosial siswa. Selain itu, pembelajaran kesantunan berbahasa juga dapat dinilai melalui instrumen seperti tes esai, observasi perilaku verbal, dan tes objektif berbasis konteks. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa kesantunan sosiolinguistik dapat diintegrasikan secara praktis dan efektif dalam pembelajaran untuk membentuk budaya komunikasi santun di lingkungan sekolah dasar
ANALISIS WACANA POLARISASI DI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM DAN TWITTER (X) PADA PEMILU 2024
Polarisasi yang terjadi di media sosial Intagram dan Twitter (X) pada pemilu 2024 mengarah pada pembatasan konten setiap calon. Akan tetapi, polarisasi tidak hanya berbentuk positif, ada yang juga berbentuk negatif. Hal itu terjadi dalam pemilu 2024 yaitu isu-isu dari setiap capres dan cawapres diangkat melalui konten-konten dan ditayangkan dalam bentuk narasi, audio, maupun visual bahkan mengarah pada hoaks. Pola-pola diksi dan narasi yang digunakan dalam media sosial Instagram dan Twitter (X) mampu menggiring opini masyarakat, sehingga penulis tertarik dan merasa perlu untuk melakukan penelitian ini dengan harapan mampu membawa sebuah kebaruan perspektif melalui analisis wacana terhadap polarisasi di media sosial pada pemilu 2024. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan secara faktual dan sistematis mengenai fakta-fakta serta hubungannya dengan fenomena yang diamati. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi content analysis dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan dua hal, pertama, narasi/teks berita yang digunakan oleh pengguna media sosial Twitter tidak hanya sekadar teks berita, tetapi bernuansa argumentasi dan deskripsi yang menjelaskan isu pemberitaan terhadap pemirsa tentang isu negatif pada pemilu 2024. Kedua, wacana media sosial khususnya Instagram cenderung mengangkat isu-isu kontroversial yang ada di Indonesia
KONTESTASI IDENTITAS PERISTIWA “KEMBALI” DALAM NOVEL RAPIJALI KARYA DEE LESTARI
Returning as the title of the third series of novels, Rapijali by Dee Lestari is the primary key in understanding this novel in psychology and sociology. For this reason, this research was conducted to find and explain the events of Rapijali\u27s identity contestation in a personal and social context so that the meaning of the philosophy conveyed through Rapijali can be understood from a psychological and sociological perspective. The method used is qualitative-textual research that examines the novel Rapjali: Kembali by Dee Lestari by looking at the psychological and sociological aspects using content analysis. Content analysis is related to reviewing aspects of the contestation of the events of Rapijali\u27s return from the personal and social aspects of the characters and correlating them with psychological and sociological contexts. The result of the findings is the contestation of events in Rapijali: Again, it is built on a collective (sociological) consciousness that positions the Rapijali band as a home and family that can lead its members to find achievement and existence. From here, Rapijali is essentially home and a place for members to return to find their real (psychological) family and love. After returning to Rapijali, the end of love and family leads its members to find happiness in love and family in a personal and social context
PENULISAN JURNAL HARIAN SEBAGAI ALTERNATIF TUGAS PEMBELAJAR BIPA (BAHASA INDONESIA BAGI PENUTUR ASING) TINGKAT PEMULA: STUDI KASUS DI LEMBAGA BAHASA UNIVERSITAS SANATA DHARMA
Abstract In accordance with SKL BIPA Permendikbud number 27 of 2017, BIPA students in beginner level are expected to be able to use Indonesian language to self introducing and fulfillment of concrete daily needs with simple way, such as asking direction, order food, shopping in the market, and ect. That abality can be mastered by students with varying fluency on every students. That things is influenced by lack of language structure of the learner and there is interference mother tongue to Indonesian language. Teacher need prepare task activities that support students to achieve expected abilities and help students more fluent Indonesian language. One of task form that can be given is daily journal writing. This research is qualitative descriptive research. Reseacher use participant observation method. Reseacher also documenting students daily journal. Subject in this research is BIPA students in the beginner level in Language Institute of Sanata Dharma University. The purpose of this research is to describe daily journal assignment form and what are the assignment step using daily journal for BIPA learner in the beginner level. Based on the research result, the form of daily journal assignment are two activities, that is outdoor activity and in door activity. Both of activities covers authentic assignment. The assignment can be done with three activities, that is (1) daily journal prewriting activity, (2) daily journal writing process, and (3) post writing daily journal. Key word: BIPA, beginner level, authentic task, daily journal Abstrak Sesuai dengan SKL BIPA Permendikbud nomor 27 tahun 2017, pemelajar BIPA tingkat pemula diharapkan mampu menggunakan bahasa Indonesia untuk perkenalkan diri dan pemenuhan kebutuhan konkret sehari-hari dengan cara sederhana, seperti bertanya arah, memesan makanan, berbelanja di pasar, dan sebagainya. Kemampuan tersebut dapat dikuasai oleh pemelajar dengan kelancaran yang berbeda-beda pada setiap pemelajar. Hal tersebut dipengaruhi oleh masih minimnya pengetahuan struktur kebahasaan pemelajar dan adanya interferensi bahasa ibu terhadap bahasa Indonesia. Pengajar perlu menyiapkan aktivitas-aktivitas tugas yang mendukung pemelajar untuk mencapai kemampuan yang diharapkan dan membantu pemelajar semakin lancar berbahasa Indonesia. Salah satu bentuk tugas yang dapat diberikan adalah penulisan jurnal harian. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif kualitatif. Peneliti menggunakan metode observasi partisipan. Peneliti juga mendokumentasi hasil tulisan jurnal harian pemelajar. Subjek dalam penelitian ini adalah pemelajar BIPA tingkat pemula di Lembaga Bahasa Universitas Sanata Dharma. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk penugasan jurnal harian dan bagaimana langkah penugasan dengan jurnal harian bagi pemelajar BIPA tingkat pemula. Berdasarkan hasil penelitian, tugas penulisan jurnal harian berbentuk dua aktivitas, yaitu aktivitas di luar kelas dan di dalam kelas. Kedua aktivitas tersebut mencakup tugas-tugas bersifat autentik. Penugasannya dapat dilakukan dengan langkah (1) aktivitas pramenulis jurnal harian (2) proses menulis jurnal harian dan (3) pascamenulis jurnal harian. Kata kunci: BIPA, tingkat pemula, tugas autentik, jurnal harian
KONSTRUKSI MAKNA PROFESIONALISME DOSEN MELALUI PRAKTIK EVALUASI PEMBELAJARAN BAHASA
Abstract: This study investigates how English language lecturers construct the meaning of professionalism through their assessment practices in higher education. Amid growing emphasis on standardized and technology-based evaluation systems, the role of assessment as a site of ethical decision-making and pedagogical reflection remains underexplored. Drawing from a descriptive qualitative design with an interpretive paradigm, the study involved in-depth interviews with five English lecturers from two universities in Indonesia, supported by documentation analysis and thematic coding. The findings reveal that assessment functions not only as a technical procedure but also as a medium through which lecturers express values such as fairness, empathy, and integrity. These values are negotiated within the tensions between institutional policy and personal ethical convictions. The study highlights how lecturers engage in ongoing reflection, balance objectivity with contextual judgment, and navigate evaluative dilemmas to sustain their professional identity. Assessment is thus understood as a dynamic and dialogical process that contributes to the construction of a humanistic and ethically grounded professionalism. This research contributes to the growing discourse on reflective assessment and provides implications for policy development, professional development programs, and institutional support mechanisms that promote meaningful and context-sensitive evaluation practices
TIPE HUMOR DALAM CERITA-CERITA PENDEK GUNAWAN TRI ATMODJO
Gunawan Tri Atmodjo\u27s short stories are considered by many readers present humour. Many impressions are written by readers on the humorous aspect, but there is still no study that describes the humour aspect in these stories. Therefore, this study examines the types of humour in Atmodjo\u27s stories based on a number of humour theories in literary works as presented by Louis Hasley and Matthew Kotzen. From the results of the study, it was found that there are three types of humour in Atmodjo\u27s short stories, namely play, the formation of new words and expressions, and irony in the story. In compiling the story Atmodjo often uses the principle of deviation in normal situations. This can be seen from how he punctuates the names of the characters and the title of the work, the formation of words and expressions, and the irony in the story. These three things are built in conditions that are far from normal, both in terms of ethics (names and titles are messy and irony in the stories) and grammatical (on how words and expressions are formed). In this way, Atmodjo managed to free his readers from the emotional aspect that had been limited by ethics and grammar. Atmodjo thus consciously carried out the selection process (choosing characters and titles to play on), arranging (forming new words and expressions and arranging ironic plots), and using style (in summarizing these three things) so that the humour can be experienced and enjoyed by the reader. without leaving a message to be conveyed. The three types of humour in Atmodjo\u27s short stories are not separate, but they support each other to build humour in the minds of the readers
PILIHAN BAHASA DAN SIKAP BAHASA DALAM SITUASI INFORMAL PADA SISWA SMA DAN SMK DI KABUPATEN KARANGASEM
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pilihan dan sikap bahasa yang digunakan oleh siswa SMA dan SMK di Kabupaten Karangasem ketika berkomunikasi dalam situasi informal, baik di lingkungan sekolah maupun lingkungan keluarga di rumah. Analisis meliputi pilihan bahasa ketika berbicara dengan orang tua, saudara, dan teman sebaya. Selain itu, penelitian ini juga mengkaji sikap bahasa mereka terhadap penggunaan bahasa Bali dalam situasi informal tersebut. Dengan menggunakan teknik cluster sampling, 262 siswa kelas XI SMA dan SMK di Kecamatan Karangasem, Bebandem, dan Manggis dilibatkan. Penelitian ini dirancang dalam bentuk deskriptif kualitatif dan kualitatif. Data yang telah dikumpulkan dengan menggunakan instrumen kuesioner terbuka, wawancara, dan observasi lapangan kemudian dianalisis dengan menggunakan proses kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan (1) pilihan bahasa siswa ketika berkomunikasi dengan orang tua hanya sebagian kecil yang menggunakan bahasa Bali yaitu rata-rata 30% yang disebabkan oleh adanya tingkatan bahasa atau tatwaning anggah-ungguh bahasa Bali yang membuat siswa merasa takut salah, pilihan bahasa siswa berbeda ketika berkomunikasi dengan saudara kandung yaitu rata-rata 90% menggunakan bahasa Bali yang disebabkan oleh adanya hubungan horisontal yang ditandai dengan kedudukan yang setara, pilihan bahasa siswa ketika berkomunikasi dengan teman sebaya yaitu bahasa Bali. Bahasa Bali menjadi pilihan utama sebagai bahasa sehari-hari karena memudahkan untuk mencapai tujuan komunikasi. (2) Sikap siswa terhadap keberadaan bahasa Bali adalah positif. Hal ini ditandai dengan rasa bangga siswa terhadap keterlibatan menggunakan bahasa Bali dalam kategori selalu dan sering, semangat yang mencapai 70% untuk melestarikan bahasa Bali, dan meningkatkan keterlibatan menggunakan bahasa Bali di rumah untuk memperkuat identitas sebagai orang Bali.