Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Not a member yet
153 research outputs found
Sort by
Argumentasi Saksi Ahli dalam Sidang Penistaan Agama oleh Basuki Tjahaja Purnama di Kepulauan Seribu
Ahok\u27s controversial statements on the Thousand Islands seem not only led to massive and repeated demonstrations, but also linguistic debates in the courtroom. This study aims to examine the arguments of linguists who give statements in the courtroom in response to Ahok\u27s statement. As a qualitative study using discourse analysis as a method of analysis, this study uses a critical argumentation approach developed by Walton (2002 and 2006) to examine how the argument was constructed and evaluate the quality of the argument. The analysis in this study indicates that the opinion of linguists presented by public prosecutors is often inconsistent and not based on adequate linguistic evidence, not only inconsistent with other expert statements, but also with his own statement as a scientist. Conversely, the linguist presented by Ahok\u27s counsel is more consistent and more able to present linguistic evidence more adequately
REKOGNISI KOMPETENSI BERPIKIR KRITIS DAN KREATIF GURU DALAM PELAKSANAAN PEMBELAJARAN DI MASA PANDEMI COVID 19
Pembelajaran daring dimasa pandemi menyebabkan hilangnya tradisi berpikir kritis dan rendahnya kreativitas siswa. Hilangya tradisi tersebut disebabkan karena siswa kurang distimulasi dan dievaluasi oleh pihak sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan rekognisi kompetensi berpikir kritis dan kreatif yang dimiliki oleh guru Bahasa Indonesia SMA/MA di Kota Tangerang Selatan. Subjek dalam penelitian ini adalah guru Bahasa Indonesia di 20 SMA/MA Negeri dan Swasta di Kota Tangerang Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah 1) Rekognisi Guru Bahasa Indonesia di kota Tangerang Selatan dalam pembelajaran daring di masa pandemi covid 19 adalah laku kognitif secara sadar akan ancaman dari luar berupa tantangan abad 21 yang bermuara pada revolusi industri 4.0. 2) Berdasarkan analisis soal MCR (Multiple-Choise with Reason) tampak dari hasil rerata skor yang diperoleh bahwa guru SMA di Tangsel sudah menstimulasi siswa untuk berpikir kritis. SMAN 1 Ciputa skor 93.2, SMA Kharisma Bangsa skor 91.6, MAN 1 Serpong skor 90.6, MA Islamiyah Ciputat skor 89.2. SMKN 7 Tangsel skor 93,0 dan SMK Kesehatan Nusantara skor 84.2. 3) Guru Bahasa Indonesia sudah menstimulasi siswa untuk berpikir kreatif ditunjukkan dengan sisitem evaluasi yang diberikan melalui pembuatan soal esay. Secara keseluruhan dari 6 sekolah yang diteliti 3 sekolah yakni SMAN 1 Ciputat, SMA Kharisma Bangsa, dan SMKN 7 Tangsel memperoleh skor 100. Sementara itu, tiga sekolah lainnya yakni MAN 1 Serpong skor 95, MA Islamiyah Ciputat skor 95 dan SMK Kesehatan Nusantara skor 90
MODERASI BERAGAMA DENGAN LITERASI SASTRA INDONESIA OLEH SANTRI PONDOK PESANTREN DI PURWOKERTO
Tujuan penulisan ini untuk mengungkapkan praktik moderasi beragama melalui literasi sastra Indonesia oleh santri pondok pesntren di Purwokerto. Penelitian dilakukan di Pondok Pesantren An-Najah, Kutasari-Purwokerto, (b) Pondok Pesantren Fatul Huda, Kauman Purwokerto, (c) Pondok Pesantren Darussalam, Dukuhwaluh Kembaran-Purwokerto, dan (d) Pondok Pesantren Al-Amien, Pabuwaran Purwokerto. Data dikumpulkan melalui observasi, studi dokumen, dan wawancara. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa praktik moderasi beragama melalui literasi sastra Indonesia oleh santri pondok pesantren di Pondok Pesantren An-Najah, Kutasari-Purwokerto,) Pondok Pesantren Fatul Huda, Kauman Purwokerto, Pondok Pesantren Darussalam, Dukuhwaluh Kembaran-Purwokerto, dan Pondok Pesantren Al-Amien, Pabuwaran Purwokertoberangkat dari pembacaan kitab yang dilaksanakan secara bandongan, selain sorogan. Sastra sangat penting untuk diajarkan di pesantren karena sastra sama halnya dengan tasawuf, mendekatkan hati manusia kepada Allah. Kemampuan bersastra dalam diri santri mampu melembutkan hati dan perilaku. Hati dan perilaku yang lembut itulah pangkal dari sikap keberagamaan yang moderat (tengah). Sikap moderat ini adalah sikapnya Nabi Muhammad Saw, karena beliau adalah sosok yang adil bagi kaumnya dan bagi orang lain. Karena pengetahuan agama dan sastra yang mendalam, santri memiliki kepekaan dan sikap egaliter yang kuat
Pemanfaatan Facebook untuk Penyebaran dan Pelestarian Bahasa Daerah
Bahasa Jawa sebagai salah satu bahasa daerah yang ada di Indonesia telah masuk sebagai muatan lokal di sekolah di berbagai tingkat. Guru dapat memanfaatkan facebook untuk menyebarkan bahasa Jawa sekaligus melestarikan bahasa Jawa melalui unggahannya. Unggahan ini juga dapat memicu pembaca untuk memberikan komentar dengan menggunakan bahasa Jawa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan upaya guru dalam melakukan penyebaran dan pelestarian bahasa Jawa melalui facebook. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada satu akun facebook guru Bahasa Jawa. Guru Bahasa Jawa yang menjadi subyek penelitian adalah guru di SMPN 2 Plaosan Magetan. Guru Bahasa Jawa di sekolah tersebut selalu menggunakan bahasa Jawa dalam mengunggah atau melakukan update status. Berdasarkan pengamatan, dengan unggahan-unggahan berbahasa Jawa tersebut banyak pembaca yang memberikan komentar dengan menggunakan bahasa Jawa juga. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa media sosial facebook dapat dimanfaatkan sebagai saran penyebaran dan pelestarian bahasa dareah, khususnya bahasa Jawa.
KESALAHAN BAHASA TULIS DALAM MATERI PERKENALAN PADA SISWA BIPA ADAMEESUKSAVITAYA THAILAND
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesalahan bahasa tulis dalam materi perkenalan pada siswa BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) Adameesuksavitaya asal Thailand menggunakan metode kualitatif dan pendekatan studi kasus. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen yang berfokus pada materi perkenalan yang diajarkan kepada siswa selama satu semester. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa kesalahan bahasa tulis yang umum ditemukan dalam materi perkenalan tersebut, termasuk kesalahan tata bahasa, ejaan, dan fonem. Kesalahan-kesalahan ini dapat berdampak negatif pada pemahaman dan penggunaan bahasa Indonesia oleh siswa BIPA. Penelitian ini juga mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi pada kesalahan bahasa tulis tersebut, seperti pengaruh bahasa ibu siswa dan kurangnya pemahaman tentang struktur bahasa Indonesia. Temuan penelitian ini dapat menjadi landasan bagi pengajar BIPA dalam memperbaiki materi perkenalan dan meningkatkan pemahaman bahasa Indonesia oleh siswa asing, khususnya siswa asal Thailand. Penelitian ini juga memberikan kontribusi dalam pengembangan metode pengajaran BIPA yang lebih efektif dan relevan
Keterampilan Berbicara Mahasiswa BIPA melalui Pemanfaatan Media Papan Cerita Rakyat
Pentingnya pemanfaatan media papan cerita rakyat dalam pengembangan keterampilan berbicara mahasiswa BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing). Penelitian ini menggabungkan konsep keterampilan berbicara dengan keberagaman budaya Indonesia yang tercermin dalam cerita rakyat. Metode penelitian kualitatif digunakan dengan fokus pada pengalaman belajar mahasiswa dan dampak penggunaan media papan cerita rakyat terhadap kemampuan berbicara mereka. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan media papan cerita rakyat dapat meningkatkan motivasi mahasiswa dalam belajar serta membantu mereka mengembangkan keterampilan berbicara bahasa Indonesia. Hal ini terjadi karena media tersebut memberikan konteks budaya yang nyata dan mendalam bagi mahasiswa untuk memahami dan mengaplikasikan bahasa Indonesia dalam konteks yang relevan. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya integrasi budaya lokal dalam pembelajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing serta potensi media papan cerita rakyat sebagai alat pembelajaran yang efektif dalam pengembangan keterampilan berbicara mahasiswa BIPA
ANALISIS KENDALA EKSTERNAL DALAM PENULISAN KARYA ILMIAH SISWA
In the process of learning Indonesian scientific paper materials, one of the core competencies is the ability to compile and convey complete scientific findings through written papers. However, many students face difficulties when it comes to the writing process. This study aims to understand the learning process of scientific paper writing in the classroom, analyze the factors that contribute to students\u27 struggles in developing scientific papers, and describe the challenges that students face. The research involved high school students who were studying scientific work materials. Qualitative research with descriptive analysis methods was used to gather data. The study revealed that external factors have a considerable impact on students struggling with writing scientific papers. These factors encompass a classroom atmosphere with insufficient learning support, an unsuitable learning environment for scientific paper writing, and inadequate provisions for planning and delivering appropriate learning materials
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR TEKS PROSEDUR DESAIN ACTIVE DEEP LEARNER EXPERIENCE (ADLX) PENDEKATAN TERPADU DI KELAS VII SMPIT AL USWAH BANGIL
Pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia saat ini memiliki beragam sumber belajar, namun masih kurangnya sumber belajar interaktif yang sesuai dengan kebutuhan guru dan peserta didik. Oleh karena itu, dilakukan penelitian untuk mengembangkan bahan ajar teks prosedur dengan desain pembelajaran Active Deep Learner Experience (ADLX) pendekatan terpadu di kelas VII SMPIT Al Uswah Bangil. Tujuannya adalah untuk membantu meningkatkan pembelajaran teks prosedur melalui pengembangan bahan ajar yang lebih menarik dan interaktif. Langkah-langkah pengembangan yang dilakukan terdiri dari analisis kebutuhan, pengembangan produk, uji coba kelompok kecil, dan revisi terhadap hasil uji coba produk. Prosedur pengembangan yang digunakan adalah adaptasi dari model pengembangan Borg & Gall yang terdiri dari 7 langkah. Hasil pengembangan bahan ajar tersebut sangat layak/valid digunakan untuk proses pembelajaran, yang ditunjukkan oleh hasil penilaian pada validasi ahli isi dan bahasa, serta ahli perancangan pembelajaran dan media. Begitu juga pada hasil angket peserta didik, yang menunjukkan karakteristik peserta didik dan tingkat pemahaman materi tentang teks prosedur yang sangat layak/valid. Dengan demikian, pengembangan bahan ajar teks prosedur dengan desain pembelajaran Active Deep Learner Experience (ADLX) pendekatan terpadu di kelas VII SMPIT Al Uswah Bangil dapat membantu meningkatkan pembelajaran teks prosedur yang lebih menarik dan interaktif
Perspektif Najwa Shihab dalam Tragedi Kanjuruhan: Kajian Wacana Kritis Nourman Fairclough
Tragedi Kanjuruhan yang terjadi pasca pertandingan Arema FC vs Persebaya menuai perhatian banyak masyarakat dalam dan luar negeri. Tragedi yang telah menghilangkan korban dalam jumlah yang banyak mengakibatkan beberapa tokoh ikut berbicara, salah satunya adalah Najwa Shihab, seorang news anchor dan presenter talkshow professional yang memiliki kompetensi komunikasi yang sangat baik Ketika melakukan praktik komunikkasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana persepsi Najwa Shihab dalam menanggapi tragedi Kanjuruhan yang di kemas dalam kajian wacana kritis yang dikembangkan oleh Nourman Fairclough. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dan pendekatan teoritis analisis wacana kritis Nourman Fairclough. Penelitian ini akan mengkaji melalui tiga tradisi Nourman Fairclough analisis teks discourse practice, dan sociocultural practice . Hasil penelitian menunjukkan adanya temuqn mengenai representasi masyarakat terhadap pertaaggungjawaban tragedi Kanjuruhan. Aspek kebahasaan diksi dan penggunaan kalimat yang digunakan oleh Najwa Sihab telah menempatkan representasi masyarakat Indonesia terhadap ketidakbecusan pelaksana sepak bola. Keberpihakan Najwa Sihab pada korban tragedi Kanjuruhan yang menyebabkan produksi teks yang dihasilkan menimbulkan citra negatif terhadap pihak tertentu
PEMBELAJARAN MORAL MELALUI MOVIE LEARNING “BATTLE OF SURABAYA” PADA SISWA SD
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Pembelajaran Moral Dalam Movielearning “Battle of Surabaya “Pada Siswa Kelas V SDN Plosorejo 1 Kecamatan GampengrejoKabupaten Kediri Karya Aryanto Yuniawan. Adapun secara khusus mencangkup: 1) Apa sajanilai-nilai pembelajaran moral dalam movie learning “Battle of Surabaya “dan 2) BagaimanaImplikasi movie learning “Battle of Surabaya “terhadap pembelajaran moral siswa kelas V SDNPlosorejo 1. Jenis penelitian yang dilakukan adalah studi kepustakaan (Library Reseach). Sumberdata primernya yaitu tayangan movie learning “Battle of Surabaya” sedangkan data sekundernyadiperoleh dari buku-buku, jurnal maupun artikel yang berkaitan dengan film tersebut. Teknikpengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi dan observasi. Dalam teknik keabsahandatanya, teknik ketekunan dan analisis data menggunakan analisis isi (content analysis). Hasilpenelitian menunjukkan bahwa movie learning “Battle of Surabaya” merupakan film yangmampu menjadi sumber ataupun media pembelajaran moral. Nilai pembelajaran moral dalammovie learning “Battle of Surabaya “, hal ini ditandai dengan adanya: 1) Terdapat beberapa nilaipembelajaran moral tanggung jawab, peduli, jujur dan sabar. 2) Nilai-nilai pembelajaran moralyang ada dalam movie learning “Battle of Surabaya” juga relevan dengan nilai-nilai pembelajaranmoral dalam kehidupan di sekolah. Yaitu prilaku tanggung jawab terhadap menyelesaikan tugasyang diberikan, peduli dengan teman yang sedang kesulitan, jujur dalam berbicaram dan sabardalam menghadapi ujian dan masalah yang ada