3,152 research outputs found

    Pioneers of Library Movement in Pakistan

    No full text
    The paper aims to describe in brief the contribution of seven leaders of Pakistan librarianship, viz. K.B. Khalifa M. Asadullah, Prof. Dr. Abdul Moid, Dr. Abdus Subuh Qasimi, Muhammad Shafi, Fazal Elahi, Khawaja Nur Elahi and S. V. Hussain. The early library developments are given for better understanding of the role of these leaders

    Book Talk with Author: Puan Faza Fayza Mohd Fawzy

    No full text
    Penerbit UiTM dengan kerjasama Perpustakaan Tun Abdul Razak (PTAR) menjemput seluruh warga kampus dan masyarakat untuk menyertai secara langsung program Book Talk with Author, sebuah inisiatif kolaboratif dalam usaha membudayakan ilmu melalui pembacaan dan perbincangan buku

    Shaykh Abdul Qadir Bin Abdul Rahim Bukit Bayas Dan kitabnya risalah fi Bayan Hukm Al-Bay? Wa Al-Riba: satu sorotan

    No full text
    In the past, Malay Muslims contributed by enriching the collection of writings. Among them is Shaykh ‘Abdul Qadir bin ‘Abdul Rahim Bukit Bayas. His book, entitled Risalah Fi Bayan Hukm Al-Bay’ Wa Al-Riba is an essential reference, particularly in discussingFiqh al- Mu’amalat. This study will attempt to highlight the author’s biodata and the history of the book, how the manuscript is tracked, as well as analysing the content of his book. The data were collected from library research, documentation method and interviews. Then, they were analysed by analysis content method. The study found that Shaykh is one of the Malay scholars who played a role in delivering the Fiqh al-Mu’amalat in the local mould. In conclusion, the author is considered to be an influential scholar in Terengganu although he is not so famous. The book should be consulted in order to gain benefit therefrom

    ANALISIS WACANA KRITIS DI MEDIA SOSIAL (STUDI PADA FENOMENA PRO-KONTRA PENOLAKAN DAKWAH USTADZ ABDUL SOMAD)

    No full text
    Da'wah and technological development are inseparable, this is based on the concept of contemporary da'wah that is easily accepted by the present, various new phenomena such as the case of rejection of clerics in several regions arise along with the rise of activity on social media, which incidentally is full of information which is not necessarily true (Tornberg & Tornberg, 2016: 132-134). The news of the pros and cons of rejecting the da'wah experienced by Ustadz Abdul Somad was forwarded freely on social media, one of the social media is twitter. In analyzing discourse on social media, especially Twitter, the author uses analysis technic of critical discourse analysis theory by Norman Fairclough to dismantle discourse practices (Eriyanto, 2015: 285), and includes Antonio Gramsci's theory of hegemony to see discourse battles (Ives, 2004: 63 ) in the phenomenon of Ustadz Abdul Somad's rejection. The results of this study include: (1) The issue of the affiliation of Ustadz Abdul Somad can be mediated with tabayyun and clarification through the media, both traditional and social. However, the issue of khilafah is growing until it displays a process of mutual accusation between the parties involved in the discourse of the khilafah revival; 2) The discourse of Ustadz Abdul Somad's rejection on social media in this study contains trends from two different ideologies namely Nahdlatul Ulama (NU), and Hisbut Tahrir Indonesia (HTI (3) The other tendencies are also influenced by political interests; 4) Between HTI and Banser has an impact on the image of Prabowo's and Jokowi's strongholds with the issue of the fight. HTI was identified as part of opposition supporters, while the impact on the Jokowi camp with anti-Islamic issues, because it was deemed not to show an attitude to clean up the chaos caused by burning the flag at the commemoration of the “Hari Santri Nasional

    Toleransi beragama dalam Al qur'an: Analisis Deskriptif pada Tafsir Fath al-Qadir karya Imam As-Syaukani

    No full text
    Toleransi merupakan sebuah persoalan yang belum selesai dari waktu ke waktu, apalagi di Indonesia yang sangat beragam agama dan keyakinannya. Perlakuan Intoleransi selalu terjadi terhadap kaum minoritas, adapun isu toleransi yang belum selesai dari zaman dulu adalah terkait penodaan agama, pendirian rumah ibadah, dan penyiaran agama. Masalah harus menjadi kajian yang selalu disuarakan oleh siapapun, terutama oleh para cendikiawan dan pemuka agama sehinga terciptanya suatu konsep toleransi yang bisa dijadikan acuan oleh masyarakat banyak. Walaupun kajian tentang toleransi sudah banyak yang dibahas akan tetapi dari waktu kewaktu selalu ada perubahan, maka dengan itu setiap kajianpun harus terus dikembangkan terutama dalam pembahasan toleransi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan pemahaman terkait toleransi bergama yang terdapat didalam alquran dengan merujuk kepada ayat-ayat yang berkaitan dengan toleransi serta diperjelas dengan penafsiran salah seorang mufasir yang moderat dan menjadi bahan referensi banyak Ulama pada zaman dahulu dan sekarang. Sehinga bisa menjadi acuan semua masyarakat untuk menciptakan rasa perdamaian, karena salah satu tujuan manusia adalah hidup damai dan tentram tanpa ada paksaan baik lahir maupun batin. Metode yang digunakan oleh penulis dalam penelitian ini adalah metode Kualitatif deskriptif. Metode kualitatif adalah jenis penelitian yang menghasilakn penemuan-penemuan yang tidak bisa dicapai menggunakan prosedur-prosedur statistik. Secara umum metode kualitatif biasanya digunakan untuk meneliti kehidupan suatu masyarakat, sejarah,tingkah laku, aktivitas sosial dan lain-lainnya. Sedang deskriptif merupakan sebuah metode untuk menjelaskan sistematis fakta, atau karakteristik populasi tertentu atau bidang tertentu secara faktual dan cermat. Adapun teori yang dipakai adalah teori toleransi yang diungkapkan oleh Umar Hasyim yakni toleransi adalah pemberian kebebasan kepada sesama manusia atau kepada warga masyarakat untuk menjalankan keyakinannya atau aturan hidupnya dalam menentukan nasibnya masing-masing, selama didalam menjalankan dan menentukan sikapnya tidak melanggar dan tidak bertentangan dengan syarat-syarat atas terciptanya ketertiban dan perdamaian. Hasil yang dicapai oleh penulis dalam penelitian ini adalah konsep toleransi yang terdapat dalam alquran, bagaimana alquran memandang sikap toleransi terhadap orang yang berlainan agama dan juga bagaimana penafsiran salah seorang mufasir moderat dalam memandang ayat-ayat toleransi beragama dan manfaat dari sikap toleransi. Adapun pandangan alquran terhadap orang non muslim yaitu memberikan keleluasan untuk memeluk agama yang diyaninya, dan beribadah sesuai dengan anjuran agamanya masing-masing. Alquran menghendaki perdamaian diseluruh penjuru dunia karena semuanya merupan atas kehendak sangpencipta

    Partisipasi masyarakat dalam penyusunan analisis mengenai dampak lingkungan dihubungkan dengan pasal 22 Undang-Undang nomor 6 tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang nomor 2 tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang

    No full text
    Lahirnya UU Cipta Kerja mendapat kritik dari berbagai pihak karena kecenderungannya terhadap kepentingan pengusaha dan mengabaikan hak-hak masyarakat khususnya ditinjau dari aspek pengelolaan dan perlindungan lingkungan hidup. UU Cipta Kerja telah menghapus izin lingkungan menjadi persetujuan lingkungan serta pemangkasan hak-hak masyarakat khsusunya dalam proses penyusunan Amdal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis politik hukum UU Cipta Kerja terhadap kebijakan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup di Indonesia dan menganalisis konsekuensi perubahan partisipasi masyarakat dalam penyusunan Amdal dihubungkan dengan Pasal 22 UU Cipta Kerja. Penelitian ini menggunakan Teori Negara Kesejahteraan sebagai Grand theory, Teori Partisipasi Masyarakat (Partisipasi Masyarakat dalam Penyusunan Undang-Undang dan Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan) sebagai Middle theory dan Teori Pengelolaan dan Perlindungan Lingkungan Hidup yang meliput Teori Pembangunan Berkelanjutan dan teori Analisis Mengenai Dampak Lingkungan sebagai Applied theory. Teori dalam penelitian bertujuan untuk mengkaji perubahan partisipasi masyarakat dalam proses penyusunan Amdal pasca lahirnya UU No. 6 Tahun 2023. Penelitian menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan metode Library Research. Penelitian ini menggunakan tiga jenis bahan sumber hukum yaitu bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Data diperoleh melalui studi kepustakaan (dokumen) yang berasal dari bahan penelitian yang berkaitan dengan partisipasi masyarakat dalam proses penerbitan Amdal pasca UU Cipta Kerja. Analisis data menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Politik hukum UU Cipta Kerja mengarah pada penyederhanaan izin berusaha dan mendorong kemudahan investor dalam memperoleh persetujuan lingkungan yang mengubah lima kebijakan penyusunan Amdal yang meliputi: 1) kemudahan izin berusaha melalui persetujuan lingkungan; 2) pelonggaran tanggung jawab mutlak (strict liability) pemrakarsa dalam menyusun Amdal, 3) pembatasan prinsip transparansi informasi dalam penerbitan persetujuan lingkungan, 4) penghapusan gugatan administratif terhadap persetujuan lingkungan; dan 5) penghapusan sanksi pidana terhadap penyusun UU Cipta kerja mereduksi pertisipasi masyarakat dalam proses penyusunan Amdal. Saat ini hanya masyarakat yang terdampak langsung yang dapat berpartisipasi dalam proses penyusunan Amdal

    DEFORESTASI DAN KELEMBAGAAN PENGELOLAAN HUTAN DI WILAYAH KERJA KESATUAN PENGELOLAAN HUTAN PRODUKSI (KPHP) DHARMASRAYA,SUMATRA BARAT

    No full text
    Masyarakat adat diklaim sebagai pihak yang mampu melestarikan hutan melalui kearifan lokalnya. Keterlibatan masyarakat adat terhadap perlindungan hutan disebut sebagai suatu syarat tercapainya kelestarian hutan. Amar Putusan MK No 35 tahun 2012 menguatkan kedudukan masyarakat adat dalam kepemilikan hutan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis deforestasi dan keterlibatan masyarakat lokal dalam deforestasi di wilayah kerja KPHP Dharmasraya. Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja KPHP Dharmasraya, Sumatra Barat pada bulan Januari 2015 hingga Agustus 2016. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode multi cases study. Pengumpulan data dilakukan melalui in-depth interview, observasi lapangan, dokumentasi, dan analisis data sekunder. Penentuan informan menggunakan snowball sampling. Analisis dilakukan menggunakan konsep IAD framework dengan diagnostik ke arah belakang (backward). Pola interaksi aktor dalam deforestasi dianalisis menggunakan social network analysis. Hasil penelitian menemukan bahwa telah terjadi deforestasi sejak keluarnya IUPHHK-HA PT. Ragusa seluas 66.000 ha pada tahun 1972, IUPHHK-HTI PT. Inhutani seluas 40.000 ha pada tahun 2002, dan konversi hutan melalui HGU yang dimulai tahun 1986 seluas 19.966 ha. Pasca habisnya IUPHHK-HA pada tahun 2002, terjadi kekosongan pengelolaan hutan oleh pemegang izin HPH. Kekosongan pengelolaan hutan menyebabkan deforestasi yang diinisiasi oleh masyarakat lokal. Deforestasi disebabkan adanya pembukaan hutan menjadi perkebunan oleh masyarakat lokal yang mengklaim hutan sebagai tanah ulayat. Deforestasi didukung proses jual beli tanah ulayat oleh masyarakat lokal kepada pihak lain. Secara umum, terdapat empat aktor yang berperan dalam deforestasi, yaitu aktor lokal, non-lokal, pemerintah dan swasta. Mereka diklasifikasikan sebagai penjual tanah ulayat, pembeli, dan pendukung. Keempat aktor tersebut membentuk jaringan sosial deforestasi dan memanfaatkan struktur adat untuk memperoleh pengakuanterhadap pengalihan hak atas lahan hutan. Pasca habisnya izin HPH, terjadi deforestasi lanjutan oleh masyarakat lokal. Ini sekaligus membantah bahwa masyarakat adat mampu melestarikan hutan. KPHP Dharmasraya yang dibentuk tahun 2013 tidak mampu berbuat banyak karena belum disahkan izin operasinya. Pola pengelolaan hutan oleh pihak swasta (PT. Ragusa/IUPHHK-HTA, PT. DSL/IUPHHK-HTI), negara (Inhutani), dan masyarakat lokal tidak mampu mencegah hutan dari deforestasi. Dibutuhkan pengelolaan yang bersinergi antar aktor untuk mencegah deforestasi dan mengimplementasikan konsep perhutanan sosial dalam pengelolaan hutan di wilayah kerja KPHP Dharmasraya. Kata kunci: deforestasi, KPHP, masyarakat lokal, IAD framework, jaringan sosia

    Rancang bangun prototipe mobile robot Automatic Guided Vehicle (AGV) menggunakan sensor garis berbasis fuzzy logic control

    No full text
    Sistem kendali berkembang cukup pesat, khususnya pada bidang robotika salah satu contohnya yaitu robot pengangkut barang otomatis yang digunakan dalam bidang industri. Saat ini kebanyakan sistem robot pengangkut barang masih menggunakan kontrol manusia. Pada penelitian ini dikembangkan sebuah sistem prototipe mobile robot Automatic Guided Vehicle (AGV) menggunakan sensor garis berbasis fuzzy logic control. Salah satu tantangan dalam pengembangan sistem robot pengangkut barang adalah bagaimana robot dapat berjalan dengan stabil saat mengangkut barang. Penelitian ini memaparkan perancangan sistem robot pengangkut barang berbasis sensor garis dan kendali logika fuzzy dengan input yang digunakan yaitu sensor cahaya dan sensor berat, sedangkan outputnya yaitu PWM motor kanan dan PWM motor kiri, untuk pengujian load cell ditambahkan dengan beban yang bervariasi dari 100 gram sampai 1000 gram dengan error yang didap- atkan 0,0%. Berdasarkan hasil simulasi dengan menggunakan studi kasus diketahui beban yang dibawa sebesar 100 gram dan cahaya nya 0 dihasilkan output kecepatan motor kanan dan kecepatan motor kiri 60,0 PWM, pada perhitungan manual didap- atkan outputnya yaitu 40,0 PWM dan pada implementasi alat didapatkan 60,0 PWM dengan keadaan motor lurus. Sehingga robot tersebut bisa digunakan dalam bidang industri dalam skala kecil ataupun skala besar
    corecore