49 research outputs found
Pendidikan Karakter: Analisis Pemikiran Ibnu Miskawaih
ABSTRACT. Character Building is so important to discuss after the moral crisis that has happened a lot lately. In addition to, Indonesia lacks figures who can be used as a role model. That done because many public figures commited the crimes such as corruption, collusion, prostitution, and so on. Ibnu Miskawaih is one of the Islamic philosophers who touches on the concept of character education in his book tahzib al-akhlak wa tahir al-a'raf. By literature studies, this paper attempts to describe the concept of character education offered by Ibnu Maskawaih, namely The Golden (The Doctrin of The Mean). He stated that human character is built from four foundations, namely restraint, courage, wisdom, and justice. Ibnu Miskawaih views education as a means of instilling noble character, humanizing humans, individual socialization, and instilling shame. So, the thought of Ibn Miskawaih is suitable for this era of morality crisis like today.
ABSTRAK. Pendidikan Karakter merupakan hal yang sangat penting untuk dibahas mengingat krisis moral marak yang terjadi belakangan ini. Selain itu, Indonesia juga kekurangan tokoh-tokoh yang dapat dijadikan teladan. Hal ini disebabkan para figure pablik sekarang banyak yang melakukan kriminalitas seperti korupsi, kolusi, prostitusi, dan lain sebagainya. Ibnu Miskawaih adalah salah satu tokoh filsafat Islam yang menyentuh konsep tentang pendidikan karakter dalam bukunya tahzib al-akhlak wa tahir al-a’raf. Dengan menggunakan studi literature, tulisan ini berusaha untuk memaparkan konsep pendidikan karakter yang ditawarkan oleh Ibnu Maskawaih yang dikenal dengan jalan tengah. Ia mengungkapkan bahwa karakter manusia terbangun dari empat landasan yaitu menahan diri, keberanian, kebijaksanaan, dan keadilan. Ibnu Miskawaih memandang pendidikan sebagai sarana menanamkan akhlak mulia, memanusiakan manusia, sosialisasi individu, dan menanamkan rasa malu. Sehingga, pemikiran ibnu Miskawaih ini sangat cocok digunakan di era krisis moralitas seperti sekarang ini.
 
PERAN PONDOK PESANTREN DALAM PENGEMBANGAN KARAKTER SANTRI DI PONDOK PESANTREN TAHFIZHUL QUR'AN NURUL JANNAH BANAWA KABUPATEN LUWU
ABSTRAK
Reski Setiawan, 2024. “Peran Pondok Pesantren Dalam Pengembangan Karakter
Santri di Pondok Pesantren Tahfizhul Qur'an Nurul Jannah Banawa
Kabupaten Luwu”. Skripsi Program Studi Manajemen Pendidikan Islam
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Palopo.
Dibimbing oleh Taqwa dan Firman Patawari
Skripsi ini membahas tentang Peran Pondok Pesantren Dalam Pengembangan
Karakter Santri di Pondok Pesantren Tahfizhul Qur'an Nurul Jannah Banawa
Kabupaten Luwu. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui Untuk peran Pondok
Pesantren dalam pembentukan karakter santri di Pondok Pesantren Tahfizhul
Qur'an Nurul Jannah Banawa, Strategi yang digunakan oleh Pondok Pesantren
dalam mengembangkan karakter santri di Pondok Pesantren Tahfizhul Qur'an
Nurul Jannah Banawa, Kabupaten Luwu dan faktor Internal dan faktor eksternal
yang mempengaruhi pembentukan karakter santri di Pondok Pesantren Tahfizhul
Qur'an Nurul Jannah Banawa, Kabupaten Luwu. Jenis penelitian yang digunakan
dalam penelitin ini yaitu penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini adalah kepala
sekolah, Wakil Kepala Sekolah dan Guru. Data diperoleh dari wawancara, dan studi
dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan Tiga hal. Pertama, Pondok
Pesantren Tahfizhul Qur'an Nurul Jannah Banawa Kabupaten Luwu memainkan
peran sentral dalam pembentukan karakter santri melalui pendidikan agama,
pembiasaan ibadah, dan pengembangan karakter kepemimpinan. Pengajaran Al-
Qur'an, hadis, dan praktik ibadah membentuk akhlak mulia dan integritas tinggi,
sementara ibadah rutin menanamkan kedisiplinan, tanggung jawab, dan
spiritualitas. Aktivitas kepemimpinan dan organisasi seperti OSIM melatih santri
menjadi pemimpin yang berakhlak mulia dan bertanggung jawab, serta program
pelatihan dan workshop mempersiapkan mereka untuk menjalankan tugas di
masyarakat dengan disiplin dan inisiatif tinggi. Kedua, Strategi Pondok Pesantren
Tahfizhul Qur'an Nurul Jannah Banawa meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan
evaluasi terstruktur untuk mengembangkan karakter santri. Program komprehensif
seperti latihan kepemimpinan, organisasi OSIM, dan pembiasaan ibadah, didukung
oleh pengajaran harian dan evaluasi rutin, membentuk santri yang berakhlak mulia,
disiplin, dan bertanggung jawab. Ketiga, Faktor internal dan eksternal di Pondok
Pesantren Tahfizhul Qur'an Nurul Jannah Banawa sinergis membentuk karakter
Islami santri. Faktor internal mencakup kultur pesantren, kepemimpinan kyai,
kurikulum Islami, dan pemantauan harian, sementara faktor eksternal melibatkan
pengaruh keluarga, masyarakat, serta media dan teknologi, dengan komunikasi
rutin dan program khusus memperkuat nilai-nilai positif.
Kata Kunci : Pondok Pesantren, Pengembangan Karakter, Akhlakul Karima
Gender dan Orientasi Seksual Waria: Faktor Pembentukannya pada Lingkungan Keluarga
This paper specifically explores the role of the family in shaping the gender identity of shemale and how the gender of shemale refers to their sexual orientation. This research conduct in Yogyakarta with a qualitative research method. Data obtained by using interviews, observation, and documentation. The subjects in this study were six transgender people. The research data was then analyzed by referring to Miles and Huberman's opinion, namely data reduction, data presentation, and conclusions. This study shows that the family has a role in shaping the identity of transgender women, both indirectly and indirectly, namely by giving toys that are not by gender, providing bullying with the call of transgender. The family's direct role is to direct children to become transgender women because "Banci" people perceive them as sacred people in some cultures. This study also shows that sexually transgender women are men, while their sexual orientation likes men. Transgender women are categorized as homo because they understand that they have a female soul to carry out roles as women in all respects, including sexual relations
MOTIVASI BELAJAR SISWA DI MADRASAH ALIYAH ANNUR NUSA KECAMATAN KAHU KABUPATEN BONE
Peneitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi belajar siswa pada Madrasah Aliyah Annur Nusa Kecamatan Kahu Kabupaten Bone. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian ini sebanyak 173 siswa dan jumlah sampel sebanyak 44 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, angket, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif.
Hasil penelitian menujukkan bahwa motivasi belajar siswa di Madrasah
Aliyah Annur Nusa kecamatan Kahu Kabupaten Bone tergolong tinggi. Dilihat dari
hasrat dan keinginan berhasil tergolong sangat tinggi, dorongan dan kebutuhan
dalam belajar tergolong tinggi, harapan dan cita-cita tergolong sangat tinggi,
penghargaan tergolong tinggi, kegiatan yang menarik dalam belajar tergolong
tinggi dan lingkungan belajar yang kondusif tergolong tinggi
Formulasi sediaan hair tonic kombinasi ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera Lam) dan ekstrak etanol daun pandan wangi (Padanus amaryllifolius Roxb) serta uji efektivitas terhadap pertumbuhan rambut tikus putih jantan
Rambut adalah mahkota bagi semua orang karena rambut berfungsi selain untuk memberikan kehangatan, perlindungan, rambut juga untuk keindahan dan penunjang penampilan. Kerontokan rambut yang dapat mengakibatkan kebotakan merupakan salah satu problema yang paling dikhawatirkan setiap orang. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas sediaan Hair Tonic kombinasi ekstrak daun kelor (Moringa oleifera Lam) dan ekstrak daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb) terhadap pertumbuhan rambut tikus dibandingkan penggunaan tunggal.
Penelitian diawali dengan dengan proses maserasi ekstrak etanol daun kelor dan ekstrak etanol daun pandan wangi, karakterisasi ekstrak (parameter spesifik dan non spesifik), pengujian kandungan kimia ekstrak dan formulasi sediaan hairtonic yang terdiri dari F1 (kontrol positif), F2 (ekstrak daun kelor 6%), F3 (ekstrak etanol pandan wangi 6%), F4 (kombinasi ekstrak daun kelor 2% dengan ekstrak etanol pandan wangi 4%), F5 (ekstrak etanol daun kelor 3% dan ekstrak etanol daun pandan wangi 3%), F6 (kombinasi ekstrak etanol daun kelor 4% dan ekstrak etanol daun pandan wangi 2%). Pengujian aktivitas pertumbuhan rambut tikus dibagi menjadi 8 kelompok, masingmasing punggung tikus dicukur dengan ukuran 4x4 cm, tikus didiamkan selama 24 jam kemudiaan dilakukan pengujian dengan cara sediaan masing-masing formula
disemprotkan, dan pengamatan pertumbuhan rambut dilakukan selama 28 hari.
Hasil dari penelitian menunjukan organoleptis sediaan Hair Tonic ekstrak daun kelor dan daun pandan wangi berbentuk cairan dengan bau khas, warna hijau kehitaman, dan hitam kecoklatan memiliki pH secara keseluruhan berkisar antara 4,5 ± 0,00 – 5,8 ± 0,01. Nilai viskositas berkisar antara 1,64 ± 0,00 – 1,82 ± 0,01 cPs. Bobot jenis sediaan sebesar 0,97 ± 0,00- 0,99 ± 0,00 g/mL. Hasil panjang rambut tikus selama 30 hari dengan konsentrasi ekstrak daun kelor dan pandan wangi berkisar antara 2,296 ± 0,15 – 7,532 ± 0,08 mm. Bobot rambut pada tikus berkisar antara 0,644 ± 0,03- 0,904 ± 0,04 g.
Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa perbedaan variasi kombinasi ekstrak daun kelor dan daun pandan tidak menyebabkan perbedaan bermakna pada aktivitas pertumbuhan panjang rambut tikus. Panjang rambut tikus dari perlakuan formula hairtonic kombinasi lebih besar dibanding tunggal, namun tidak berbeda bermakna. Aktivitas Hair Tonic kombinasi berbeda bermakna (lebih tinggi) pada aspek pertumbuhan bobot rambut dari pada Hair Tonic yang mengandung ekstrak tunggal
HUKUM ANAK LUAR NIKAH MENJADI IMAM SHALAT STUDI KOMPARATIF MAZHAB SYAFI’I DAN MAZHAB HANBALI
ABSTRAK
Reski Suhendra Yanto (2022) : Hukum Anak Luar Nikah Menjadi Imam
Shalat Studi Komparatif Mazhab Syafi’i
dan Mazhab Hanbali
Penulisan skripsi ini dilatarbelakangi oleh adanya perbedaan pendapat
antara Mazhab Syafi‟i dan Mazhab Hanbali tentang anak luar nikah menjadi
Imam shalat. Penulis merumuskan permasalahan sebagai berikut: Pertama,
bagaimana pendapat Mazhab Syafi‟i tentang anak luar nikah menjadi Imam
shalat. Kedua, bagaimana pendapat Mazhab Hanbali tentang anak luar nikah
menjadi Imam shalat. Ketiga, bagaimana analisis Komparatif terhadap Mazhab
Syafi‟i dan Mazhab Hanbali mengenai hukum anak luar nikah menjadi Imam
shalat.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (Library Research) yaitu
mengumpulkan data dan bahan-bahan serta membaca dan membahas tulisantulisan
buku yang mengarah dengan pembahasan ini. Sumber data terdiri atas
bahan hukum primer yaitu kitab fiqh Imam Asy-Syafi‟i yakni al-Umm dan kitab
fiqh Mazhab Hanbali yang berjudul al-Mughni karya Ibnu Qudamah, bahan
hukum sekunder yaitu kitab-kitab fiqh yang berkaitan dengan penelitian, bahan
hukum tersier yaitu buku-buku yang dijadikan sebagai data pelengkap.
Hasil Penelitian penulis yakni Menurut Mazhab Syafi‟i bahwa hukum
anak luar nikah menjadi Imam shalat hukumnya adalah makruh. Karena menurut
Mazhab Syafi‟i posisi Imam adalah posisi yang mulia, sehingga jika anak luar
nikah diangkat menjadi Imam dikhawatirkan menimbulkan kebencian jamaah
serta mengurangi kualitas ibadah. Sedangkan Menurut Mazhab Hanbali bahwa
anak luar nikah menjadi Imam shalat hukumnya mubah (boleh). Ini berdasarkan
hadist Nabi yang diriwayatkan Abi Mas‟ud yang menjelaskan asas utama
pemilihan seorang Imam ialah keahliannya dalam ilmu al-Qur‟an, sehingga jika
anak luar nikah ahli dalam ilmu al-Qur‟an maka ia layak menjadi Imam shalat.
Kata Kunci: Mazhab Syafi’i, Mazhab Hanbali, Anak Luar Nikah Menjadi
Imam Shala
ADAPTASI SOSIAL REMAJA MANTAN PENGGUNA NAPZA (STUDI DI DESA BONTOALA KECAMATAN PALLANGGA KABUPATEN GOWA)
TEORI FITRAH: BASIS PENGEMBANGAN KREATIVITAS PESERTA DIDIK DALAM ISLAM
Konsep fitrah dalam Islam adalah potensi dasar manusia, potensi dasar manusia ini merupakan segala bentuk sikap baik, segala sikap baik itu telah tertanam dalam diri manusia dengan tujuan utamanya dapat menjalankan tugas yang diberikan oleh Allah kepadanya yaitu abddan khalifah. Karena ketika baru dilahirkan manusia belum mampu untuk mengembangkan potensi tersebut sehingga perlu adanya bimbingan dari pihak eksternal anak yaitu pendidikan. Pendidikan yang sesuai dengan konsep fitrah hanyalah pendidikan Islam karena tujuan pendidikan Islam adalah manusia dapat mencapai insan kamil. Pendidikan Islam juga dapat mengembangkan potensi diri manusia agar dapat berlaku kreatif yang pada akhirnya juga peserta didik dapat berlaku kreatif dalam mengembalikan dia kepada keadaan fitrah
