21 research outputs found

    Pengembangan Panduan Pelatihan Keterampilan Asertif bagi Siswa Sekolah Menengah Pertama dengan model Structured Learning Approach

    No full text
    ABSTRAK   Djamaluddin, Mawardi. 2015. Pengembangan Panduan Pelatihan Keterampilan Asertif bagi Siswa Sekolah Menengah Pertama dengan model Structured Learning Approach. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Dany Moenindyah Handarini, M.A, (II) Dr. Carolina Ligya Radjah, M. Kes.   Kata Kunci: pengembangan, panduan pelatihan, keterampilan asertif, structured learning approach.   Keterampilan asertif merupakan salah satu jenis keterampilan sosial yang perlu dimiliki oleh siswa SMP untuk menunjuang terbinanya hubungan interpersonal yang berkualitas dengan orang-orang disekitarnya. Keterampilan asertif sangat penting untuk memberikan dampak ikutan bagi siswa SMP dalam mengembangkan perilaku yang terintegrasi dengan keterampilan asertif, misalnya perilaku jujur dan mempedulian hak-hak yang melekat pada orang lain dalam kontek hubungan interpersonal. Mengembangkan keterampilan asertif bagi siswa SMP memerlukan sebuah panduan pelatihan yang dapat digunakan sebagai pedoman dalam mengembangkan keterampilan asertif siswa. Berdasarkan hasil studi literatur terhadap hasil penelitian sebelumnya yang terkait dengan peningkatan keterampilan asertif, maka panduan pelatihan keterampilan asertif yang dikembangkan ini bertujuan untuk melengkapi panduan sejenis yang telah dikembangkan sebelumnya. Berkaitan dengan itu, maka diperlukan panduan pelatihan keterampilan asertif bagi siswa SMP. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengembangkan keterampilan asertif bagi siswa SMP yang terdiri dari lima komponen keterampilan asertif yaitu keterampilan meminta izin, keterampilan negosiasi, keterampilan membantu orang lain, keterampilan menggunakan kontrol diri, dan keterampilan berbagi sesuatu. Penelitian pengembangan ini menggunakan model Borg dan Gall (2003) sebagai acuannya, secara prosedural pengembangan panduan pelatihan keterampilan asertif bagi siswa SMP melalui tiga tahapan, yaitu tahap pra pengembangan, tahap pengembangan, dan tahap pasca pengembangan. Data penelitian yang diperoleh berupa analisis data kuantitatif dan paparan data kualitatif berupa saran dan masukan dari ahli BK dan calon pengguna produk. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala penilaian akseptabilitas yaitu angket penilaian yang meliputi aspek kegunaan, kelayakan, ketepatan, dan kepatutan panduan pelatihan keterampilan asertif.   Data penelitian yang dipaparkan berupa data kuantitatif dan data kualitatif, data kuantitatif berupa hasil penilaian dari ahli bimbingan dan konseling serta penilaian calon pengguna produk melalui skala penilaian akseptabilitas dengan menggunakan teknik analisis data Inter-Rater Agreement Model. Sementara itu, untuk data kualitatif diperoleh dari hasil wawancara dan penilaian berupa lembar saran dan perbaikan pada skala penilaian akseptabilitas panduan dari ahli bimbingan dan konseling serta calon pengguna produk. Penelitian ini mengembangkan panduan pelatihan keterampilan asertif bagi siswa SMP sebagai instrumen panduan pelatihan dengan berbasis pada model Structured Learning Approach yang dapat memfasilitasi konselor dan siswa secara mandiri dalam mengembangkan keterampilan asertif. Panduan ini telah melalui serangkaian tahapan uji validasi untuk mengukur tingkat akseptabilitas dari panduan. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh dua simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, masalah sistematika dalam panduan pelatihan keterampilan asertif bagi siswa SMP yang relevan dengan kebutuhan dan karakterisrik siswa serta konselor. Ragam bahasa yang digunakan dalam langkah-langkah pelatihan dan buku materi pada umumnya perlu dilakukan adaptasi sehingga mudah dipahami oleh konselor dan siswa. Kedua, masalah tahapan-tahapan yang perlu terlebih dahulu dilakukan oleh konselor sebelum mengimplementasikan langkah-langkah pelatihan. Instrumen need assement yang representatif sehingga dapat secara objektif menjaring siswa sebagai subyek pelatihan pengembangan keterampilan asertif. Instrumen need assement berperan untuk mengidentifikasi siswa-siswa yang benar-benar membutuhkan pelatihan tersebut.

    Penguatan pola asuh orang tua dalam mengatasi kenakalan remaja di kelurahan takome kota ternate

    No full text
    Pola interaksi dan komunikasi yang tidak terbatas telah mempengaruhi perubahan pola perilaku setiap individu. Pola perilaku tersebut dapat membentuk perilaku yang adaptif maupun maladaptif, hal yang juga berpotensi terjadi pada remaja. Terutama remaja yang hidup dana menetap di Kelurahan Takome. Takome sebagai sebagai satu kelurahan di Kecamatan Ternate Barat, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara merupakan tujan wisata favorit bagi masyarakat di Kota Ternate, sehingga hal ini berdampkan pada semakin beragamnya setiap orang yang datang dan berinteraksi dengan remaja-remaja di kelurahan Takome. Berinteraksi dengan orang baru merupakan sesuatu hal yang sangat bermanfaat karena dapat memberikan pemahaman yang beru bagi setiap remaja, namun pada sisi yang lainnya dapat memberikan potensi-potensi beruk terhadap perilaku negatif remaja jika tidak mampu menyaring berbagai informasi yang berdampak negatif bagi dirinya. Oleh karena itu, diperlukan program pengembangan potensi remaja untuk mencegah potensi-potensi kenakalan yang terjadi di Kelurahan Takome. Program Pengabdian Masyrakat dibagi dalam dua tahap, yaitu: tahap sosialisasi dan tahap pelatihan

    Pembinaan Al-akhlāq al-Karīmah melalui Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Atas Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Indonesia

    Get PDF
    This paper discusses noble character instilment through Islamic education in SMA Tunas Luhur, Paiton, Probolinggo. It employs field research by using references related to the discussed topic. It argues that the instillment of noble character through Islamic Education in SMA Tunas Luhur, Paiton, Probolinggo implies the teachings of noble character to God, human beings, and the environment. Besides, it increases the learners' piety to Allah and their academic achievement. The moral instilment to God is implemented through praying Duha, Dhuhr, and Asr in the congregation at the school and in-chain phone calling to wake up the students in the early morning to pray Tahajjud. The instilment of morals to human beings is made through qur'anic gathering, social service, and granting compensation to orphans and the poor. Meanwhile, the instilment of morals to the environment is implemented through good deeds, such as preserving the environment. This school's program is successful for the students' capability to implement the right behaviors to either God, human beings, or the environment in their everyday life

    Kelayakan Finansial Fasilitas Parkir Pasar Aceh Berdasarkan Qanun Kota Banda Aceh

    Get PDF
    Off Street Parking building  in Pasar Aceh Baru is one of the parking facilities available in the area. Withthe increase of visitors to Pasar Aceh Baru, the need for parking space is also increasing. In this case the authors want to analyze the feasibility in terms of finance based on parking rates using Qanun Banda Aceh City No. 4 year 2012. The objective of the study is to calculate the number of parking vehicles, vehicles accumulation and to see the financial feasibility level of the parking facilities based on Laws Banda Aceh city regulated by Qanun No. 4 year 2012, so the results obtained when the parking facility has a period of turnover point of payback (Payback Period). This study uses 3 methods, namely NPV, BCR and IRR and discount rate of 10%, 12%, 15% and 18%. From the data processing using 3 methods, resulted in Net Present Value (NPV) largest value is Rp. -3,853,539,000, - at 10% discount rate while the Benefit Cost Ratio (BCR) is 0,809 at discount rate 10% and IRR value equal to -1,149%. This proves that with parking rates using Qanun Banda Aceh City No. 4 year 2012 the parking facilities are not feasible to be built financially. Keywords: Financial Feasibility, Parking Rates, NPV, BCR, and IR

    Penentuan Urutan Prioritas Pemeliharaan Bangunan SMA Bina Generasi Bangsa Meulaboh-Aceh Barat

    Get PDF
    Building school as a means of education for the smooth process of teaching and learning. With the maintenance of poor buildings cause the various functions of building facilities decreases and affects the quality and comfort of building users. If the damage to building components is left then slowly the service life of the building will decrease. View function of High School building Bina Generasi Bangsa Meulaboh, then it should be this building gets good maintenance for the reliability and feasibility of buildings in the architecture, structure, and utilities remain awake and function optimally. The purpose of this research is to know the priority of building maintenance. The method of analysis used statistical methods and  Analytical Hierarcy Process (AHP). The result of analysis of priority sequence of maintenance of asitektur element can be first priority that is roof covering, while second priority on structural element that is column, beam and floor plate. While the utility element gets the twelfth priority and so on. Keywords         : School Building, Order of Maintenance, Analytical Hierarcy Process (AHP)

    Rational emotional behavior: How to reduce irrational beliefs in victims post-natural disasters

    No full text
    Natural disasters that occur over a long period of time and the level of damage that occurs often affect the psychological condition of the individual causing individuals to experience traumatic experiences that are hard to forget. Traumatic experiences experienced as a result of natural disasters also influence one's view of the natural disaster itself. Some people may have rational views while others have irrational views. This irrational view often makes individuals feel even more traumatized by the bad experiences they have experienced. Therefore, this study aims to examine the effectiveness of rational emotive behaviour counselling in reducing irrational beliefs experienced by people experiencing natural disasters. The research method used was quantitative with an experimental design. The research subjects were earthquake victims in Tomara Village, South Halmahera Regency who had irrational beliefs in the high category based on the results of filling in data from the irrational belief scale. The results showed that rational emotive behaviour therapy counselling was effective in reducing irrational beliefs experienced by people experiencing natural disasters

    Application of the CIPP Model in Evaluation of The Inclusive Education Curriculum in Madrasah Aliyah

    Get PDF
    This research aims to measure the quality of implementation of the inclusive education curriculum using the CIPP evaluation model (context, Input, Process, and Product) at Madrasah Aliyah Negeri 1 Tidore, Madrasah Aliyah Negeri 2 Tidore, Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia West Halmahera, and Madrasah Aliyah Negeri 1 Ternate. Precisely the fulfillment of the right of all learners to an equitable education that meets their basic learning needs and understands diversity. This research was conducted at Madrasah Aliyah Negeri spread across the province of North Maluku, with the sampling technique used was Stratified Sampling because the researchers divided (stratified) the population on certain characteristics by having four schools as research locations involving the principal, one teacher and one student in each school. The data collection technique used is the implementation scale of the inclusive education curriculum as the main instrument and also a checklist sheet as a reinforcement for the information obtained. The variables in this research are only focused on the implementation of the inclusive curriculum. The result shows that the four schools studied have met the components of context, input, and process in the implementation of the inclusive education curriculum, while the product components have not been fulfilled optimally. This research is also expected to provide focus of attention on educational institutions in providing optimal educational services to students with special needs

    Experiential Learning untuk Meningkatkan Kompetensi Multikultural Mahasiswa

    Get PDF
    Abstract: The study aims at measuring the effectiveness of experiential learning model for improving the multicultural competence of non-Javanese students in the Malang City. The true-experiment type quantitative study is conducted by using the pretest-posttest control group design. The subjects were 20 non-Javanese students in several universities in Malang City that had low multicultural competence. The Wilcoxon Signed Rank Test was implemented in order to compare the score of the students before and after the treatment. In addition, Mann-Whitney U Test was also implemented in order to compare the level of effectiveness statistically between the control group and the experimental group after the provision of the treatment. The results of the study show that the experimental group has significant mean score of multicultural competence in comparison to the control group. The statement implies that the experiential learning model has been effective in improving the multicultural competence of non-Javanese students. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengukur keefektifan model experiential learning dalam meningkatkan kompetensi multikultural mahasiswa luar Jawa di Kota Malang. Penelitian kuantitatif dengan jenis true experiment ini menggunakan desain pretest-posttest control group design. Subjek penelitian adalah 20 mahasiswa luar Jawa pada beberapa Perguruan Tinggi di Kota Malang yang memiliki kategori kompetensi multikultural rendah. Teknik analisis data yang digunakan adalah Wilcoxon Signed Rank Test untuk mengukur perbandingan skor sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Analisis Mann-Whitney U Test digunakan untuk membandingkan tingkat keefektifan secara statistik antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol sesudah diberikan perlakuan. Hasil yang menunjukkan peningkatan nilai rata-rata kompetensi multikultural secara signifikan pada kelompok eksperimen dibandingkan dengan kelompok kontrol menunjukkan bahwa model experiential learning efektif untuk meningkatkan kompetensi multikultural mahasiswa luar Jawa. DOI: https://doi.org/10.17977/um001v3i32018p11

    Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Physics Mysterious Berbasis Fun Learning terhadap Minat dan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas VII Mtsn 3 Bone

    No full text
    Penelitian ini merupakan penelitian Pre-Eksperimen Design yang bertujuan untuk mengetahui: 1) minat dan hasil belajar peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran Koopeartif Physics Mysterious berbasis Fun Learning pada kelas VII MTsN 3 Bone, 2) minat dan hasil belajar peserta didik yang tidak diajar dengan model pembelajaran Koopeartif Physics Mysterious berbasis Fun Learning pada kelas VII MTsN 3 Bone, 3) pengaruh minat dan hasil belajar peserta didik antara yang diajar dan yang tidak diajar dengan dengan model pembelajaran Koopeartif Physics Mysterious berbasis Fun Learning pada kelas VII MTsN 3 Bone. Desain penelitian yang digunakan adalah The Static Group Comparison Design. Hasil penelitan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan minat dan hasil belajar peserta didik antara kelas yang diajar dan yang tidak diajar dengan model pembelajaran koopeartif physics mysterious berbasis fun learning pada kelas VII MTsN 3 Bone
    corecore