571 research outputs found
Peran k.h. machfud romli dalam pengembangan pondok pesantren minhajut thalibin pungangan, subang tahun (2000-2014)
Sebagai pemimpin K.H., Machfud Romli berjuang keras untuk mendirikan Pesantren meskipun kondisi ekonomi saat itu sulit. Sebagai pendiri, Kiai Machfud telah berupaya mengembangkan pesantren di bidang pendidikan, termasuk kurikulum, sarana dan prasarana. Kiai Machfud memadukan dari dua sistem pendidikan, Salafi dan khalafi. Tujuan penulisan ini adalah untuk memberikan gambaran tentang perkembangan Pondok Pesantren Minhajut Thalibin. Karena belum ada yang menulis tentang perkembangan Pondok Pesantren Minhajut Thalibin. Pesantren dikembangkan dengan memadukan kurikulum DIKNAS dan Depag serta mempertahankan pembelajaran Kitab Kuning. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali sejarah berdirinya Pondok Pesantren Minhajut Thalibin dan K.H. Machfud dalam perkembangan Pondok Pesantren Minhajut Thalibin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode historis, dan metode penelitian melalui empat tahapan yaitu heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Di sisi lain, teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah melalui studi pustaka dan wawancara. Hasil penelitian ini K.H. Machfud memiliki pengaruh yang besar terhadap perkembangan Pondok Pesantren Minhajut Thalibin. Kemajuan besar telah dibuat. Salah satu perkembangan yang terlihat adalah modernisasi pendidikan di Pesantren Minhajut Thalibin dengan mendirikan sekolah formalx, 30 hlm, ilusi; 25 c
Metode Dakwah KH. Machfud Ma’sum dalam Membentuk Leadership Santri di Pondok Pesantren Ihyaul Ulum Dukun Gresik
Masalah yang diteliti dalam sekripsi ini adalah Bagaimana metode dakwah KH. Machfud Ma’sum dalam membentuk leadership santri di pondok pesantren Ihyaul Ulum Dukun Gresik.
Untuk mengidentifikasi permasalahan tersebut penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi (pengamatan), wawancara dan dokumentasi. Kesimpulan dari penelitian adalah metode dakwah yang di gunakan oleh K.H.Mahfud Ma’shum adalah metode dakwah bil lisan dan metode dakwah bil hal. Proses dakwah KH. Macfud Ma’shum dalam membentuk leadership santri adalah untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan (leadership) dalam diri santri Ihyaul Ulum, dan supaya santri dapat menjadi panutan atau leader di kalangan masyarakat . Mengaji kitab sehabis shalat magrib yang dilaksankan seminggu 3 kali menjadi sebuah kegiatan untuk menyampaikan pesan dakwahnya. K.H. Machfud Ma’shum selaku da’i terlebih dahulu mengenal tingkat strata mad’u yang punya karakter berbeda-beda. Dikarenakan perbedaan watak, karakter, kepribadian dan umur santri yang berbeda-beda. KH. Machfud Ma’shum dalam menyampaikan dakwahnya selalu memberikan motivasi terhadap santri-santrinya untuk dapat terjun ditengah-tengah masyarakat dan menjadi seorang pemimpin (leadership) serta dapat mengamalkan ilmu yang mereka punya, KH. Machfud Ma’shum dalam dakwahnya juga menyampaikan kepada santrinya bagaimana bisa berbuat baik kepada dirinya dan juga kita kaderkan jadi pimpinan orang islam seperti doa yang sering dibaca setiap kali beliau memimpin ngaji “ya Allah jadikanlah pemimpin yang muttaqin”. Sebaik baik manusia adalah yang berbuat baik kepada orang lain.
Berdasarkan masalah dan kesimpulan tersebut, maka skripsi dengan judul metode dakwah KH. Machfud Ma’shum dalam membentuk leadership santri di Pondok Pesantren Ihyaul Ulum Dukun Gresik masih belum mendalam, maka dari itu peneliti berharap ada keberlanjutan pembahasan lebih mendalam tentang metode dakwah KH. Machfud Ma’shum dalam membentuk leadership santri di Pondok Pesantren Ihyaul Ulum Dukun Gresik oleh penelitian berikutnya agar tercipta kesinambungan dakwah Isla
Motivasi Pembentukan Koalisi Mayoritas Pengusung Pasangan Calon Machfud Arifin dan Mujiaman dalam Pilkada Kota Surabaya Tahun 2020
Pembentukan koalisi partai politik dalam ajang pemilihan kepala daerah merupakan suatu fenomena yang menarik diteliti, seperti halnya pada Pilkada Kota Surabaya tahun 2020. Proses pembentukan koalisi partai politik mayoritas pendukung Machfud Arifin – Mujiaaman. Dengan demikian, penelitian ini menganalisis proses pembentukan koalisi partai politik pada Pilkada Kota Surabaya tahun 2020. Penelitian ini menggunakan teori motivasional pembentukan koalisi Geoffrey Pridham mengenai faktor-faktor yang dapat memengaruhi pembentukan koalisi partai politik dan teori pilihan rasional (rational choice) untuk melihat kepentingan dasar para aktor dalam menentukan koalisi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data wawancara dan studi dokumentasi. Temuan penelitian ini menunjukan bahwa proses pembentukan koalisi pendukung Machfud Arifin – Mujiaman diawali dengan wacana strategis antara Gerindra, PKB, PAN, NasDem, PPP, Golkar, Demokrat dan PKS yang berorientasi pada orientasi taktis untuk menumbangkan dominasi kekuasaan PDIP di Surabaya. Partai-partai tersebut pada dasarnya memiliki spirit yang sama karena Surabaya pasca reformasi selalu dikuasai oleh pemimpin dari PDIP. Machfud Arifin dianggap sebagai kandidat potensial karena memiliki kekuatan finansial, jejaring politik dan lobi antar-parpol dalam membangun mitra koalisi. Machfud Arifin menjadi trigger dalam proses pembentukan koalisi tersebut. Pada prosesnya terjadi dinamika horizontal-vertikal, karena masing-masing partai mendorong kadernya untuk menjadi pendamping Machfud Arifin. Dengan demikian, secara teori proses pembentukan koalisi pendukung Machfud Arifin – Mujiaman dipengaruhi oleh tiga hal mendasar, yakni faktor ideologis yang merupakan pikiran awal partai mayoritas yang menekankan pada pembaharuan kepemimpinan, kemudian historis partai yang telah terjalin sejak sebelum pilkada 2020 digelar dan terakhir faktor pragmatis dengan ambisi untuk meraih kekuasaan dengan penggabungan delapan partai politik. Selain itu, para aktor politik mengusung Machfud Arifin dengan pilihan rasional, bahwa pertama angka survei elektabilitas, modal finansial dan jejaring politik yang dimiliki kandidat. Koalisi tersebut bersifat dinamis, sehingga diperlukan komitmen dan visi yang sama, serta mekanisme pengatur konflik dalam menjaga keutuhan koalisi Parpol
Fermentor : petunjuk laboratorium/ Machfud; (E. Gumbira Said
xiv, 186 hal.: ill, tab.; 21 cm
Fermentor : petunjuk laboratorium/ Machfud; (E. Gumbira Said
xiv, 186 hal.: ill, tab.; 21 cm
Fermentor : petunjuk laboratorium/ Machfud; (E. Gumbira Said
xiv, 186 hal.: ill, tab.; 21 cm
Motivations to Form A Majority Coalition of Candidates Machfud Arifin and Mujiman in the Surabaya City Election in 2020
The formation of a coalition of political parties in the regional head election is an interesting phenomenon to be studied, as was the case in the 2020 Surabaya City Election. The process of forming a coalition of political parties with the majority supporters of Machfud Arifin – Mujiaaman. Thus, this study analyzes the process of forming political party coalitions in the 2020 Surabaya City Election. This study uses Geoffrey Pridham's motivational theory of coalition formation regarding the factors that can influence the formation of political party coalitions, political coalition theory by William Riker which emphasizes (minimum winning) coalition) and rational choice theory to see the basic interests of the actors in determining the coalition. This study uses a qualitative approach, with interview data collection techniques and documentation studies. The findings of this study indicate that the process of forming a coalition supporting Machfud Arifin – Mujiaman begins with a strategic discourse between Gerindra, PKB, PAN, NasDem, PPP, Golkar, Democrats, and PKS which is oriented towards a tactical orientation to subvert the dominance of PDIP power in Surabaya. These parties basically have the same spirit because post-reform Surabaya has always been dominated by leaders from the PDIP. Machfud Arifin is considered a potential candidate because he has the financial strength, political networks, and inter-party lobbying in building coalition partners. Machfud Arifin became a trigger in the process of forming the coalition. In the process, horizontal-vertical dynamics occurred, because each party encouraged its cadres to become Machfud Arifin's companion. Thus, theoretically, the process of forming a coalition supporting Machfud Arifin - Mujiaman is influenced by three basic things, namely ideological factors which are the initial thoughts of the majority party which emphasizes leadership renewal, then the historical party that has existed since before 2020 elections were held and finally pragmatic factors ambition to gain power by merging eight political parties. In addition, political actors carry Machfud Arifin with rational choices, that first is the electability survey number, financial capital, and political network owned by the candidate. The coalition is dynamic, so it requires the same commitment and vision, as well as conflict management mechanisms to maintain the integrity of the coalition of political parties
PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN, FINANCIAL DISTRESS DAN LEVERAGE TERHADAP KONSERVATISME AKUNTANSI DENGAN KEPEMILIKAN MANAJERIAL SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI
MACHFUD ROPI CAHYADI, Pengaruh Ukuran Perusahaan, Financial Distress,
Leverage Terhadap Konservatisme Akuntansi Dengan Kepemilikan Manajerial
Sebagai Variabel Pemoderasi. Skripsi. Jakarta: Fakultas Ekonomi, Universitas
Negeri Jakarta, 2025.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ukuran perusahaan, financial
distress, leverage terhadap konservatisme akuntansi dengan kepemilikan
manajerial sebagai variabel pemoderasi. Penelitian ini berfokus pada perusahaan
infrastruktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2021 sampai 2023.
Sampel penelitian dipilih menggunakan purposive sampling, dengan jumlah
observasi akhir sebanyak 69. Data diperoleh dari Laporan Keuangan Tahunan milik
perusahaan infrastruktur yang kemudian diolah dengan Eviews 12. Hasil penelitian
ini menunjukkan bahwa ukuran perusahaan, financial distress dan leverage
berdampak negatif pada konservatisme akuntansi. Kepemilikan manajerial terbukti
memoderasi hubungan ini, memperkuat penerapan praktik akuntansi konservatif.
Perusahaan yang lebih besar sering menghadapi tekanan untuk menyajikan kinerja
keuangan yang optimis, yang mengurangi konservatisme dalam pelaporan mereka.
Sebaliknya, perusahaan yang mengalami kesulitan keuangan dan mereka yang
memiliki leverage tinggi cenderung tidak mengadopsi praktik akuntansi yang lebih
konservatif untuk menjaga kredibilitas dan mengurangi risiko litigasi. Hasil ini
menyoroti interaksi antara karakteristik perusahaan dan mekanisme tata kelola
dalam mendorong transparansi dan pelaporan keuangan yang sehat. Studi ini
menawarkan wawasan praktis bagi regulator, investor, dan pemangku kepentingan
lainnya dalam mengevaluasi praktik konservatisme akuntansi, khususnya di sektor
infrastruktur.
Kata Kunci: Konservatisme Akuntansi, Financial Distress, Leverage,
Kepemilikan Manajeria
PENGARUH KONTROL DIRI DAN LITERASI KEUANGAN TERHADAP PENGELOLAAN KEUANGAN PRIBADI CLEANING SERVICE (CS) UIN SUSKA RIAU PERSPEKTIF EKONOMI SYARIAH
ABSTRAK
HAFIS MACHFUD (2024): PENGARUH KONTROL DIRI DAN LITERASI KEUANGAN TERHADAP PENGELOLAAN KEUANGAN PRIBADI CLEANING SERVICE (CS) UIN SUSKA RIAU PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM
Penelitian ini dilatar belakangi oleh petugas Cleaning Service UIN Suska Riau yang mengalami suatu masalah yang dimana pendapatan yang di peroleh mereka perbulannya lebih kecil dibanding dengan pengeluaran perbulannya. sehinggah terjadinya suatu ketidak seimbangan dalam pengelola keuangan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Apakah Kontrol Diri berpengaruh terhadap Pengelolaan Keuangan Cleaning Service, apakah literasi keuangan berpengaruh terhadap pengelolaan keuangan, apakah kontrol diri dan literasi keuangan berpengaruh terhadap pengelolaan keuangan, dan bagaimana pengelolaan keuangan Cleaning Service di UIN Suska Riau.
Penelitian ini adalah penelitian lapangan yang berlokasi di UIN Suska Riau dengan populasi 76 orang petugas Cleaning Service. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh.
Hasil penelitian ini diperoleh persamaan regresi sebagai berikut Y= 1,162 + 0,487 artinya bahwa variabel kontrol diri, literasi keuangan berpengaruh positif terhadap pengelolaan keuangan. Dengan bukti bahwa nilai F hitung sebesar 62,801 lebih besar dari pada F tabel sebesar 3,12 dengan tingkat signifikan sebesar 0,000 lebih kecil daro 0,05. Sedangkan, hasil nilai koefisien determinasi R Square berpengaruh sebesar 632%. artinya secara keseluruhan variabel kontrol diri, literasi keuangan terhadap pengelolaan keuangan sebesar 63,2%.
Menurut perspektif Ekonomi Syariah Cleaning Service dalam mengontrol dirinya sudah sesuai dengan prinsip syariah, karena mampu mengontrol diri untuk membeli barang yang tidak perlu, dan dalam berliterasi keuangan juga sudah sesuai prinsip syariah seperti memakai produk-produk syariah, sedangkan dalam mengelola keuangan juga berdasarkan prinsip syariah seperti menyisihkan sebagian harta untuk berinfak dan sedekah.
Kata Kunci : Kontrol Diri, Literasi Keuangan, Pengelolaan Keuangan Pribad
ANALISIS DAUR HIDUP PRODUK (PRODUCT LIFE CYCLE) TERHADAP PEMASARAN DI RUMAH MAKAN SATE AYAM H. TUKRI SOBIKUN NOLOGATEN PONOROGO
Nasucha, Machfud Shobirin. 2020. Analisis Daur Hidup Produk (Product Life Cycle)Terhadap Pemasaran di Rumah Makan Sate Ayam H. TukriSobikun Nologaten Ponorogo.Skripsi. Jurusan Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing Dr. Aji Damanuri, MEI.
Kata Kunci: Product Life Cycle, Pemasaran
Daur hidup produk (Product Life Cycle) artinya perjalanan hidup suatu produk sampai ia mati. Umur dari produk sangat tergantung dari strategi yang dijalankan perusahaan. Terkadang umur produk sangatlah singkat dan tidak sedikkit pula ang memiliki umur relatif panjang. Kehidupan suatu produk biasanya diukur dari tingkat penjualan dan laba yang diraih oleh produk tersebut.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Bagaimana analisis daurhidup produk (Product Life Cycle) terhadap produk (product) di rumah Makan Sate Ayam H. Tukri Sobikun Nologaten Ponorogo? (2) Bagaimana analisis daur hidup produk (Product Life Cycle) terhadap harga (price) di rumah Makan Sate Ayam H. Tukri Sobikun Nologaten Ponorogo? (3) Bagaimana analisis daurhidup produk (Product Life Cycle) terhadap tempat (place) di rumah Makan Sate Ayam H. Tukri Sobikun Nologaten Ponorogo? (4) Bagaimana analisis daurhidup produk (Product Life Cycle) terhadap promosi (promotion) diRumah Makan Sate Ayam H. Tukri Sobikun Nologaten Ponorogo?
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, interview dan dokumentasi. Permasalahan pada industri rumah makan sate Tukri H. Sobikun adalah produsen yang tidak melakukan pengembangan ide, inovasi dan kreativitas pada produk sate yang diproduksinya. Selain itu, produsen sate ayam yang pasif dalam melakukan pemasaran produk perlu mengetahui posisi produk sate ayamdalam mengembangkan produknya. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa posisi rumah makan sate ayam H. Tukri Sobikun berada pada tahap penurunan, karena beberapa kegiatan pemasaran belum dilakukan secara maksimal dalam mengembangkan rumah makannya, diantaranya tidak melakukan strategi produk, harga, tempat dan promosi. Sehingga, menyebabkan posisi rumah makan ini berada pada tahap penurunan
- …
