318 research outputs found

    Dataset of low rank coal pyrolysis

    No full text
    This dataset of liquid fuel yield obtained from low rank coal pyrolysis to liquid fuel. And dataset of Proximate analysis, XRD data, FTIR data anad GC-MS data of low rank coal and pyrolysis products

    A, Mahfud, Mahfud PENGARUH PIMPINAN SEBAGAI MANAJER, JAMINAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA TERHADAP MOTIVASI KERJA RSUD PANTURA M.A SENTOT PATROL KAB. INDRAMAYU

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai pengaruh antara variabel bebas yaitu; Pimpinan Sebagai Manajer (X1) , Jaminan Kesehatan (X2), Keselamatan Kerja (X3) atas variabel terikat yakni Motivasi Kerja (Y) pada RSUD Pantura M.A. Sentot Patrol  Kabupaten Indramayu, baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan metode korelasional. Adapun Populasi untuk penelitian ini adalah  pegawai RSUD Pantura  M.A Sentot Patrol Kab. Indramayu jumlah seluruhnya 322 orang. Adapun total keseluruhan sampel dalam penelitian ini berjumlah 90 orang. Dalam penelitian ini terdapat empat kesimpulan pokok, yaitu (1) Terdapat pengaruh Pimpinan sebagai Manajer (X1) terhadap Motivasi Kerja (Y). Besarnya pengaruh Pimpinan sebagai Manajer atas Motivasi Kerja ialah sebesar 75,8%. (2) Terdapat pengaruh Jaminan Kesehatan Kerja  (X2) terhadap Motivasi Kerja (Y). Besarnya pengaruh Jaminan Kesehatan Kerja  terhadap Motivasi Kerja adalah sebesar 74,8%. (3) Terdapat pengaruh variabel Jaminan Keselamatan Kerja  (X3) atas variabel Motivasi Kerja (Y). Besarnya pengaruh Jaminan Keselamatan Kerja  terhadap Motivasi Kerja adalah sebesar 75,8%. (4) Terdapat pengaruh Pimpinan sebagai Manajer, Jaminan Kesehatan Kerja, dan Jaminan Keselamatan Kerja terhadap Motivasi Kerja. Besarnya pengaruh Pimpinan sebagai Manajer, Jaminan Kesehatan Kerja, dan Jaminan Keselamatan Kerja  terhadap Motivasi Kerja adalah sebesar 81,7%

    Hubungan Islam dan Negara dalam Negara Hukum: Analisis Pemikiran Moh. Mahfud MD

    No full text
    The battle between Islam and the state is well-known, as it began during the process of establishing the Indonesian state, resulting in the division of the country into two groups: Islamic nationalists and secular nationalists. Pancasila, according to Mahfud MD, is a collection of factors aimed at resolving divisions. The purpose of this study is to describe how Moh. Mahfud MD views the link between Islam and the state, what his background is, and how the relationship between Islam and the state functions in a state of law. The author compares the viewpoints of many figures on this subject using a qualitative method with a normative approach. According to the study\u27s findings, Moh. Mahfud MD believes that while religion does not rule the state, the state\u27s structure is a creation rather than a product of political science. The reason for Moh. Mahfud MD\u27s ideas is that they bear a resemblance to Nahdatul Ulama, as Mahfud is involved in alumni activities and was formerly a member. Islam and the state in a state of law share a shared goal: both maintain the democratic system in order to protect human rights.Keywords: Islam; State; State of Law; Pancasila AbstrakPerdebatan Islam dan negara sudah tidak asing lagi, mengingat konflik ini dimulai ketika menentukan dasar negara Indonesia yang mengakibatkan perpecahan menjadi dua golongan antara nasionalis Islam dan nasionalis sekuler. Mahfud MD menyatakan bahwa Pancasila merupakan gabungan aspek yang bertujuan untuk mendamaikan perpecahan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana pandangan Moh. Mahfud MD tentang hubungan Islam dan negara, apa yang melatar belakangi pemikiran Moh. Mahfud MD, serta bagaimana hubungan Islam dan negara dalam negara hukum? Penulis menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan normatif untuk membandingkan pendapat para tokoh terkait hal ini. Hasil penelitian menyatakan bahwa Moh. Mahfud MD memandang agama tidak mengatur negara akan tetapi bentuk negara merupakan ciptaan daripada ilmu politik. Hal yang melatar belakangi pemikiran Moh. Mahfud MD yaitu adanya kemiripan dengan Nahdatul Ulama dikarenakan Mahfud aktif dalam kegiatan alumni sekaligus pernah menjadi anggotanya. Adapun hubungan Islam dan negara dalam negara hukum mempunyai persamaan yaitu sama-sama menjunjung tinggi sistem demokrasi guna menjunjung tinggi hak asasi manusia.Kata Kunci: Islam, Negara, Negara Hukum, Pancasila

    Exploratory studies on fast pyrolysis oil upgrading

    No full text
    Pyrolysis oil is a dark brown liquid which can be produced in high yield from different kind of biomass sources by means of fast pyrolysis. Pyrolysis oil is considered as a promising second generation energy carrier and may play an important role in the future of "biobased economies". The energy content of pyrolysis oil is approximately half of fossil crude. Just like for crude oil, further reprocessing is necessary to arranged pyrolysis oil as fuel in e.g. combustion engines. This thesis describes the results of exploratory research of pyrolysis oil upgrading for biofuel production. For that purpose two promising options have been examined. The first route includes the treatment of pyrolysis oil with hydrogen at elevated temperatures and presses in the presence of metal catalysts. It appears that the properties of oil improved considerably by using solid catalysts based on ruthenium. Moreover a mild treatment using homogeneous metal catalysts also shows a promising option. The Second part of the research has an objective on improving pyrolysis oil properties by mixing with alcohol as a reagent. It appears that reactive distillation using butanol leads to a considerable improvement of important product properties such as viscosity, acid quality and energy contents.

    PERILAKU SUFISME PADA PENOKOHAN NOVEL KAMBING DAN HUJANKARYA MAHFUD IKHWAN

    No full text
    ABSTRAK   Panatagama, M. Syakkaruddin. 2017. Perilaku Sufisme pada penokohan Novel Kambing dan Hujan Karya Mahfud Ikhwan, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. Heri Suwignyo, M.Pd.   Kata kunci: sufisme, novel, kambing dan hujan   Novel Kambing dan Hujan adalah novel karya Mahfud Ikhwan yang berkisah tentang kisah cinta dua tokoh, Fauzia dan Mif. Novel ini mengambil tema kehidupan becorak Islam, dengan fokus utama perbedaan-perbedaan akidah antara Islam tradisional dengan Islam modern. Latar belakang ini membuat novel ini memiliki banyak unsur perilaku sufisme di dalamnya. Rumusan masalah dalam penelitian ini yakni 1) wujud pengakuan ketergantungan manusia pada Tuhan dalam novel Kambing dan Hujan karya Mahfud Ikhwan, 2) wujud pengakuan adanya perbedaan yang mutlak antara manusia dan Tuhan dalam novel Kambing dan Hujan karya Mahfud Ikhwan, dan 3) wujud pengakuan adanya norma-norma mutlak dari Tuhan dalam novel Kambing dan Hujan karya Mahfud Ikhwan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berdasarkan konsep sufisme, yang terdiri atas wujud pengakuan ketergantungan manusia pada Tuhan, wujud pengakuan adanya perbedaan yang mutlak antara manusia dan Tuhan, dan wujud pengakuan adanya norma-norma mutlak dari Tuhan. Data kajian ini berupa kutipan monolog, dialog, dan narasi yang mengandung perilaku sufisme yang berasal dari sumber data novel Kambing dan Hujan karya Mahfud Ikhwan. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan studi teks berdasarkan teori profetik sastra, yakni transendensi atau sufisme, dengan tahapan identifikasi, klasifikasi, serta kodifikasi data. Analisis data penelitian ini dilakukan dengan proses klasifikasi data berdasarkan rumusan masalah, interpretasi data berdasarkan teori profetik sastra, dan penarikan simpulan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat diidentifikasi perilaku sufisme dalam novel Kambing dan Hujan karya Mahfud Ikhwan. Pertama, wujud pengakuan ketergantungan manusia pada Tuhan, yang terdiri atas tiga aspek yakni fakir, takwa, dan tawakal. Fakir adalah salah satu wujud ketergantungan manusia kepada Tuhan berupaperbuatan yang tidak membutuhkan apa pun selain Tuhan. Takwa adalah terpeliharanya diri untuk tetap melaksanakan perintah Tuhan serta menjauhi laranganNya. Tawakal adalah memercayakan atau menyerahkan segenap masalah dan menyandarkan penanganan berbagai masalah yang dihadapikepada Tuhan. Kedua, wujud pengakuan adanya perbedaan yang mutlak antara manusia dan Tuhan, yang terdiri atas perilaku zuhud dan sabar. Zuhud adalah sikap tidak tamak atau tidak mengutamakan kesenangan duniawi yang bisa menjauhkan diri dari Tuhan. Sabar adalah sikap tabah dan tahan menghadapi cobaan. Ketiga,  wujud pengakuan adanya norma-norma mutlak dari Tuhan, yang terdiri atas taubatan nasuha, wara’, dan rida.Taubatan nasuha adalah sadar dan menyesal akan dosa dan berniat akan memperbaiki tingkah laku dan perbuatan. Perilaku wara’ dapat diartikan menahan diri dengan cara menjauhi atau meninggalkan segala hal yang belum jelas halal atau haramnya. Rida adalah hasil penerimaan seseorang atas segala sesuatu yang dialami baik lahir maupun batin

    PEMIKIRAN HUKUM KELUARGA ISLAM KONTEMPORER MUHAMMAD HASBI ASH-SHIDDIEQY DAN KH. M. SAHAL MAHFUD

    No full text
    Islamic law, which is faced with current conditions and situations, must be able to answer it. If there is no evidence for the activities of a Muslim in the Al-Qur'an and Al-Hadith, a contemporary scholar must creatively and responsively seek answers. Fatwa as an important element in Islamic law is a media liaison to answer various problems of Muslims. Unfortunately, many of the answers to the ummah's problems that are produced are still problematic and lack solutions. Researchers offer the thoughts of moderate scholars from Indonesia, Muhammad Hasbi Ash Shidiqy and KH. M. Sahal Mahfud. These two figures who are recognized for their scientific integrity are trying to contribute their thoughts in the field of thought in Indonesian Islamic family law. They offer a new methodology for reading and understanding sacred texts. As well as breaking established traditions of thought that have existed for hundreds of years.Abstrak Setiap aktivitas seorang muslim dalam kehidupannya harus sesuai dengan petunjuk syariat. Kehidupan masyarakat yang selalu berubah dari waktu ke waktu, apalagi kini hidup di era kemajuan informasi dan tekhnologi. Hukum Islam yang dihadapkan dengan kondisi dan situasi kekinian harus mampu menjawabnya. Jika ditemukan dalam aktivitas seorang muslim tidak ada dalilnya didalam Al Qur’an dan Al Hadis seorang ulama kontemporer harus secara kreatif dan responsif mencarikan jawabannya. Fatwa sebagai elemen penting dalam hukum Islam menjadi  media penghubung untuk menjawab beragam persoalan umat Islam. Sayangnya, banyak jawaban persoalan umat yang dihasilkan masih mengandung problematis dan kurang solutif. Dalam penelitian ini, peneliti menawarkan pemikiran ulama moderat dari Indonesia, Muhammad Hasbi Ash Shidiqy dan KH. M. Sahal Mahfud. Kedua tokoh yang diakui intregritas keilmuannya ini berusaha mengeluarkan kontribusi pemikirannya dalam bidang pemikiran hukum keluarga Islam Indonesia. Mereka menawarkan metodologi yang baru untuk membaca dan memahami teks-teks suci. Serta mendobrak tradisi pemikiran yang mapan yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Muhammad Hasbi Ash Shidiqy dengan Fiqh Indonesia. Ide dan gagasannya ini merupakan bentuk dari satu keyakinan akan prinsip-prinsip hukum Islam dalam memberikan ruang gerak yang lebar bagi pengembangan  atau pembaharuassn ijtihad baru. landasan hukum Islam yang lama dan  mapan, seperti ijma’, maslahah mursalah, qiyas, ‘urf, dan prinsip. Terjadinya perubahan hukum karena adanya perubahan masa dan tempat”, justru akan menemui ketidaksesuaian ketika tidak adanya pembaharuan ijtihad baru. Maka haruslah berpegang pada paradigma itu, dalam konteks pembangunan semesta sekarang ini, gerakan penutupan pintu ijtihad (insidad bab al-ijtihad) merupakan isu usang yang harus segera ditinggalkan. Sedangkan KH. M. Sahal Mahfud dengan Fikih Sosialnya mengenalkan sebuah metodologi yang proporsional untuk mencapai kontekstual dan pemahaman yang memenuhi kebutuhan realitas sosial. dengan merumuskan kerangka teoritik berfikih yang lebih produktif dan sesuai dengan perkembangan zaman penting dilakukan. Kata kunci : Ulama; Fatwa, Ulama, Moderat; Hukum Keluarga Islam Indonesia   &nbsp

    MODERASI BERAGAMA DALAM NOVEL "KAMBING DAN HUJAN" KARYA MAHFUD IKHWAN

    No full text
    This study examines the form of religious moderation in the novel Kambing dan Hujan (KH) by Mahfud Ikhwan. This type of research is qualitative, which utilizes descriptive and analytical methods. The approach used is the sociology of literature which prioritizes literary texts as the study material. The results showed that the social setting of the novel KH includes people's living habits, traditions, and religious views. Meanwhile, the author's social background includes the place of birth, residence, and profession that influenced the publication of the novel KH. The social setting of the novel depicts an extreme and fanatical society in religion. However, there is also a picture of people who view everything as normal, not excessive, moderate, and do not feel superior to other parties on the opposite side. From the author's social background, it can be seen that Mahfud Ikhwan as a writer positions himself as a neutral party. Although the novel KH has a big theme, namely about two very important differences in ideology, opinions, and worship practices between NU and Muhammadiyah, the author is able to reach the two largest Islamic organizations in Indonesia's point of view by being in the middle of the two.Keywords: Sociology of Literature, Religious Moderation, The Novel Kambing dan Hujan.

    INONESIA DALAM RELASI AGAMA DAN NEGARA (STUDI PERBANDINGAN PEMIKIRAN MOH. MAHFUD M,D S.H., SU. DAN JIMLY ASSHIDDIQIE S.H., MH.)

    No full text
    Negara didefinisikan sebagai suatu daerah teritorial yang rakyatnya diperintah oleh sejumlah pejabat yang berhasil menuntut dari warga negaranya ketaatan pada peraturan perundang-undangan melalui penguasaan (kontrol monopolistis) dari kekuasaan yang sah. Agama dan negara adalah dua entitas yang sama-sama berfungsi bagi kehidupan manusia. Jika negara berada pada dimensi kekinian manusia yang sekuler, memenuhi kebutuhan hidup di dunia,maka agama berperan pada dimensi religius, menyeberang dari dimensi kekinian ke alam dimasa datang. Kajian tentang negara lebih menarik lagi ketika dihubungkan dengan Islam karena ia adalah agama yang sempurna. Berkenaan dengan relasi agama (Islam) dan negara, para pemikir Islam mengkategorikan pada tiga paradigma, pertama, paradigma integralistik, kedua, paradigma simbiotik. Ketiga, paradigma sekularistik. Fakta di atas merupakan fenomena yang menarik bagi penyusun untuk meneliti secara komparatif anatara Mahfud MD dengan Jimly Asshiddiqie. Bagaimana pandangan keduanya tentang relasi Agama dan Negara serta perbedaan relasi Agama dan Negara tentang pandangan keduanya. Penelitian yang dilakukan penyusun adalah (library research) dengan pendekatan bersifat deskriptitif-analitis-komparatif, yakni mendeskripsikan atau menguraikan data-data yang berkaitan dengan relasi agama dan negara (studi perbandingan pemikiran Mahfud MD dengan Jimly Asshiddiqie). data-data yang diperoleh dari berbagai sumber diolah dan dianalisa guna mendapatkan suatu pandangan ataupun kesimpulan yang relevan dengan masalah yang diteliti. Berdasarkan pendekatan dan metode sebgaimana di atas, terungkap bahwa pandangan Mahfud MD tentang relasi Agama dan Negara adalah Indonesia bukan Negara Islam ataupun sekuler, tetapi negara kebangsaan yang berketuhanan, semua agama harus membari spirit dan bukan jadi dasar dalam penyelenggaraan pemerintahan, maka dari itu secara konstitusi, Ketuhanan yang Maha Esa bukan milik agama tertentu. Pandangan Jimly Asshiddiqie kehidupan bernegara sulit dipisahkan dari kehidupan beragama. Adapun berkenaan dengan perbedaan pendapat tentang relasi Agama dan Negara menurut Mahfud MD Ketika Mahfud MD memberikan sebuah pemikirannya tentang hubungan agama dan negara kecenderungan yang terlihat dari pemikiran tersebut mirip dengan konsepsi yang dirumuskan oleh Nahdlatul Ulama. Sedangkan Menurut Jimlyy Asshiddiqie Asshiddiqie memiliki kesesuaian dengan cara berfikir ICMI dimana Jimly Asshiddiqie sebagai ketua umumnya

    Perbedaan Praktik Pelaksanaan Ibadah dalam Novel Kambing & Hujan Karya Mahfud Ikhwan

    No full text
    ABSTRAK Rahma Febria Ulfa. 1210722009. Perbedaan Praktik Pelaksanaan Ibadah dalam Novel Kambing & Hujan Karya Mahfud Ikhwan. Jurusan Sastra Indonesia. Fakultas Ilmu Budaya. Universitas Andalas. 2019. Pembimbing I: Drs. M. Yusuf, M. Hum. Pembimbing II: Dr. Syafril, M.Si. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketertarikan penulis terhadap novel Kambing & Hujan karya Mahfud Ikhwan yang mengangkat persoalan perbedaan praktik pelaksanaan ibadah dalam organisasi keagamaan Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah. Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk perbedaan praktik pelaksanaan ibadah, apa konflik yang ditimbulkan serta dampak bagi masyarakat Centong dalam novel Kambing & Hujan karya Mahfud Ikhwan. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan bentuk perbedaan praktik pelaksanaan ibadah dan menjelaskan konflik yang terjadi serta dampak perbedaan praktik pelaksanaan ibadah dalam novel Kambing & Hujan Karya Mahfud Ikhwan. Penelitian ini dilakukan denganmenggunakan tinjauan Sosiologi Sastra. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang dikemukakan oleh Nyoman Kutha Ratna. Metode ini akan menghasilkan data berupa kata-kata dalam bentuk kutipan-kutipan. Teknik penelitian yang digunakan adalah teknik pengumpulan data, menganalisis data, menyajikan data, dan penarikan kesimpulan. Analisis dilakukan dengan pembahasan terhadap unsur intrinsik yang mencakup tokoh dan penokohan, latar, alur, dan tema. Setelah melakukan penelitian, dapat disimpulkan bahwa konflik berawal ketika tokoh yang bernama Cak Ali, Gus Dul dan Lik Manan dituduh menghasut para pemuda untuk tidak datang pada hajatan desa. Mereka dianggap mengganggu ketentraman karena telah menolak terlibat dalam membantu penyelenggaraan tayuban di kuburan, sehingga mereka dibawa ke kecamatan oleh polisi. Selain itu, orang-orang mulai menemukan keanehan yang dilakukan oleh Cak Ali. Cak Ali diketahui tidak membaca ushalli ketika hendak shalat, shalatnya tidak pakai niat yang diucapkan serta mereka jarang membaca doa qunut saat shalat subuh seperti yang biasa dilakukan oleh jamaah masjid Selatan. Jamaah masjid Utara juga memiliki pendapat bahwa kebiasaan orang Centong yang mengumandangkan dua kali adzan, khotbah pakai bahasa Arab yang hanya dihafal, dan khatibnya memegang tongkat seperti raja merupakan suatu kesalahan. Hal inilah yang menjadi awal terjadinya konflik antara kaum tetua dan perangkat desa dengan kelompok mengaji Cak Ali. Sehingga pada akhirnya kelompok pengajian Cak Ali memutuskan untuk membangun masjid atau mushallah sendiri. Akhirnya di Centong terbagi menjadi dua jamaah, yaitu jamaah Masjid Selatan (Nahdlatul Ulama) dan jamaah Masjid Utara (Muhammadiyah). Kata Kunci : Novel Kambing & Hujan, Sosiologi Sastra, Perbedaan Praktik Pelaksanaan Ibadah, NU & Muhammadiya

    Profil Dosen Matematika dan Komputasi Universitas Muhammadiyah Malang (studi menurut persepsi mahasiswa)

    No full text
    Kedudukan dan peranan perguruan tinggi dalam mempersiapkan SDM yang berkualitas sangatlah strategis. Untuk menghasilkan SDM tersebut tentunya ada beberapa faktor yang secara teknis mempengaruhi, faktor-faktor ini perlu dikaji ulang dalam upaya pengembangan, yang memungkinkan kita untuk menemukan faktor apa yang kurang atau bahkan mungkin tidak kita perhatikan. Mengkaji faktor pengajar/dosen adalah kurang baik pada tingkat implementasi kebijakan umum maupun pada tingkat tugas profesional secara individual. Padahal keteladanan tetap merupakan sesuatu yang sangat krusial, lebih-lebih masyarakat Indonesia yang paternalistik. Gambaran keteladanan diwujudkan dalam bentuk gambaran sosok/profil. Dalam kajian ini berusaha untuk menggambarkan profil dosen matematika dalam konteks profesional terutama profil kompetensi. Untuk memperoleh hasil seperti yang diharapkan, maka data yang dikumpulkan melalui angket, untuk mengetahui persepsi mahasiswa terhadap profil dosen matematika dalam perkuliahan. Analisis yang digunakan adalah analisis kualitatif. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa 1) Dosen matematika dalam membina mata kuliah terutama dalam perkuliahan belum semuanya menyampaikan 'rencana perkuliahan', padahal sangat membantu dosen dan mahasiswa dalam perkuliahan, 2) Dosen masih kurang menghargai waktu, artinya belum disiplin dalam memanfaatkan waktu yang telah dijadwalkan. Tetapi yang perlu disampaikan bahwa penguasaan dosen terhadap mata kuliah yang dibina sangat baik, karena memang dikondisikan spesialisasi. Demikian juga cara menyampaikannya, karena pada umumnya dosen matematika memahami masalah psikologi pendidikan dan psikologi perkembangan, 3) Dalam mengevaluasi belajar mahasiswa, Dosen matematika masih ada yang belum memperhatikan unsur-unsur evaluasi dan cara-cara mengevaluasi
    corecore