1,953 research outputs found

    KOMUNIKASI INTERPERSONAL JANDA YANG BEKERJA DI SURABAYA

    No full text
    Ada dua persoalan tersebut hendak dikaji dalam skripsi ini, yaitu (1) Bagaimana proses komunikasi interpersonal janda yang bekerja di Surabaya, (2) Bagaimana hambatan-hambatan dalam proses komunikasi interpersonal janda yang bekerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif sedangkan tipe penelitian ini menggunakan fenomenologi, Dimana fenomenologi merupakan pandangan berfikir yang lebih berfokus pada pengalaman subyektif yang dimiliki manusia, Subjek penelitian adalah janda yang bekerja berusia sekitar 27-31 tahun di Surabaya. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa (1) Proses komunikasi interpersonal janda yang bekerja dengan masyarakat lingkungan tempat tinggal berlangsung secara tatap muka. (2) Janda kurang bisa membagi waktu antara pekerjaan dan lingkungan sekitar sehingga komunikasi dengan masyarakat sekitar tidak berjalan dengan lancar.(3) Janda mengalami beberapa hambatan dalam proses komunikasinya dengan masyarakat sekitar.Pertama,Faktor waktu, Kedua perbedaan latar belakang, Ketiga perbedaan watak setiap individu,dan Keempat Letak tempat tinggal janda.(4) Janda memiliki cara sendiri untuk mengatasi hambatan yang terjadi dalam proses komunikasinya seperti memberi kesempatan untuk berkomunikasi dengan individu lain. Bertititik tolak dari penelitian ini, beberapa saran yang diperkirakan dapat dijadikan bahan pertimbangan bagi janda yang bekerja khususnya di Surabaya adalah (1) Kesadaran bahwa masyarakat itu majemuk antara satu dengan yang lainnya pasti mempunyai pandangan dan tingkah laku yang berbeda terhadap janda yang bekerja,(2) Cara berkomunikasi dan bergaul yang baik adalah terus mengasah pengalaman berkomunikasi dengan bermacam-macam orang dan terus mengutamakan prinsip saling menghormati, toleransi dan mementingkan kepentingan bersama. Untuk penelitian selanjutnya peneliti menyarankan agar dalam melakukan penelitian yang perlu dibangun adalah kedekatan peneliti dengan subyek penelitian sehingga didapat informasi yang menyeluruh dan terpercaya

    JANDA DAN DUDA: GENEALOGI PENGETAHUAN DAN KULTUR MASYARAKAT TENTANG JANDA SEBAGAI PELANGGENGAN KUASA PATRIARKI

    No full text
    Marital status is a cultural benchmark in assuming that a person is an adult. Similarly, Janda or Duda. For Janda, the community still considers one eye when compared to Duda. Events that cause a Janda for the community (village, especially) will usually be seen by women as the guilty party. Furthermore, when the status of the Janda is officially assumed, the community will observe its activities. For example, coming home late, not working, not socializing, or anything else. The discussion will be drawn to the discourse of the body and mind of a Janda has been executed and controlled by the mind in a patriarchal culture. This condition does not occur in Duda. For any Duda, the community considers it normal. In the divorce process widowers tend not to be seen as guilty parties. This research is a qualitative study with a phenomenological method in Central Java and Yogyakarta. The results of this study indicate that from the beginning until today the condition of women (Janda) has not changed much, The rights attached to Janda are reproduced by the public which gave rise to marginalization and stereotypes; The social space for Janda has shifted to the imbalance of power relations; myths and symbolic violence experienced by Janda because culturally the behavior of Janda is a public concern; Symbolic violence is experienced by Janda due to negative assumptions about their activities; patriarchal power always shackles women into a space of injustice; A public dominated by patriarchal culture eventually forms an unequal power discourse

    An Analysis of the Cost of the Supporting and Guarantee Agricultural and Forestry Fund (SGAFF) in the Czech Republic

    No full text
    The paper analyzes the cost to the Czech state budget of the Supporting and Guarantee Agricultural and Forestry Fund (SGAFF). In the empirical part of the paper, the author shows that the SGAFF portfolio has sufficient value to cover the expected costs of the credit guarantees and subsidies offered by the fund. The theoretical model looks at government interventions designed to decrease the credit rationing of farmers with high probability of success. The theoretical model shows that, with uniform non-targeted supports, the Czech government unambiguously prefers lump-sum guarantees to interest-rate subsidies. With support targeted wholly to disadvantaged farmers, the cost of lump-sum guarantees, proportional guarantees, and interest-rates subsidies are all equal.credit; guarantees; subsidies; transition

    Literary Inheritance of Josef Janda (1877-1954)

    No full text
    Bakalářská práce pojednává o Josefu Jandovi a o jeho pověsťové tvorbě. Cílem práce je představit život a dílo kronikáře a písmáka Josefa Jandy. Teoretická část představuje autora Josefa Jandu z Horní Branné a jeho fond, který je zajímavý především z hlediska folkloristického a etnografického. Praktická část analyzuje pověsti, které pomocí metody komparace porovnávám s dalšími pověstmi od různých autorů, kteří dané pověsti také zpracovali.The bachelor thesis is about Josef Janda and his legend creation. The aim of this thesis is to present the life and work of a scribe and chronicler Josef Janda. The theoretical part presents author Josef Janda from Horni Branná and its fund, which is particularly interesting in terms of folkloric and ethnographic. The practical part analyses the legends, that with using the methods of comparison, I compare with other legends from various authors that wrote the particular legends as well

    MAKNA STATUS JANDA PADA MASYARAKAT JAWA DI PASAMAN BARAT (Studi Perempuan Janda Di Nagari Persiapan Koto Gadang Jaya, Nagari Kinali, Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat)

    No full text
    Setiap perempuan pada hakikatnya ingin pernikahan dan rumah tangganya bertahan lama. Namun pada kenyataannya hal tersebut tidak selamanya terjadi. Bercerai dan menyandang status sebagai seorang janda adalah hal yang tidak diinginkan oleh setiap perempuan. Status janda sering diidentikkan dengan perilaku dan penampilan yang buruk, serta status janda seringkali mendapat pandangan buruk dari masyarakat. Perempuan berstatus janda memiliki pemaknaan tersendiri atas kondisi yang terjadi pada dirinya. Penelitian ini membahas mengenai makna status janda pada masyarakat jawa di Jorong Koto Gadang Jaya, Nagari Kinali, Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat. Tujuan dari penelitian ini yaitu 1) Mendeskripsikan label status janda pada masyarakat jawa di Jorong Koto Gadang Jaya. 2) Menggali makna status janda dalam pandangan aktor (janda) pada masyarakat jawa di Jorong Koto Gadang Jaya. Dalam menjelaskan makna dan label status janda pada masyarakat jawa ini, peneliti menggunakan teori Labelling Edwin M. Lemert. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan tipe pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah purposive sampling yaitu dengan menentukan kriteria-kriteria informan yang dibutuhkan untuk mendapatkan informasi yang benar dan valid. Hasil temuan dari penelitian ini menunjukkan adanya label yang diterima oleh janda terkait dengan statusnya juga berbeda-beda yaitu label rondo mentel, pelakor (perebut laki orang), dan rondo anyaran. Selain label negatif, ada juga label positif yang diterima oleh janda, yaitu label sebagai perempuan mandiri, perempuan terhormat, dan ramah dan tidak sombong. Sementara itu makna status janda dalam pandangan aktor (janda) pada masyarakat jawa ialah janda dimaknai sebagai kebebasan : kebebasan dari KDRT dan pernikahan yang tidak harmonis, kebebasan dalam menentukan kebahagiaanya sendiri, janda dimaknai sebagai bentuk evaluasi diri, dan janda dimaknai sebagai kemandirian. Dalam penelitian ini, informan berusaha meyakinkan masyarakat bahwa dirinya tidak seperti yang dikatakan oleh teori labeling. Penelitian ini dijelaskan menggunakan teori interaksionisme simbolik dimana mereka memaknai status jandanya dengan cara yang berbeda berdasarkan situasi dan pengalamannya ditengah masyarakat

    Cherchez la femme! Cherchez Laura A. Janda!

    No full text
    In The Mohicans of Paris (1871), Dumas’s detective concludes at some point that a woman was necessarily involved in an investigated crime, leading him to famously exclaim: “Cherchez la femme!”, which is translated to English as “Look for the woman!” (Horn, 1991). One does not need to be an actual detective to reveal the purpose of the reviewed book Each Venture a New Beginning: Studies in Honor of Laura A. Janda. Needless to say, I do not want to imply in any way that Janda has committed a crime. Still, I find the expression rather apposite because the reader can definitely feel her presence rooted in all the selected articles of the present book. Editors Anastasia Makarova, Stephen M. Dickey, and Dagmar Divjak have compiled a volume of studies informed by and proceeding from the voluminous research contributions of Janda to cognitive linguistics, Slavic linguistics, and also general linguistics

    Kedudukan Janda dalam Hukum Taurat dan Hukum Timur Dekat Kuno

    No full text
    Abstract. In Jewish society, a widow may experience a negative social stigma that puts her in a disadvantaged position. This negative stigma certainly confirms that a widow needs protection. The purpose of this paper was to outline the position of widows in the eyes of both Torah and Ancient Near Eastern law. To that purpose, the author conducted a literature review, which includes Old Testament texts as well as extra-biblical texts related to the position of widows. This study showed that widows, in both the Torah and the laws of the Ancient Near East, are entitled to protection. The difference between the two laws is that in the Torah the protection of widows is theologically reflected as initiated and guaranteed by God.Abstrak. Dalam masyarakat Yahudi, seorang janda dapat mengalami stigma sosial negatif yang memojokkan posisinya. Stigma negatif tersebut tentunya menegaskan bahwa seorang janda membutuhkan perlindungan. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk menguraikan kedudukan janda di mata hukum Taurat maupun hukum di Timur Dekat Kuno. Untuk itu, penulis akan melakukan kajian literatur, yang meliputi teks-teks Perjanjian Lama maupun teks-teks ekstra biblika terkait kedudukan janda. Hasil dari kajian ini menunjukkan bahwa janda, baik dalam hukum Taurat maupun hukum-hukum di Timur Dekat Kuno, wajib mendapatkan perlindungan. Yang membedakan di antara kedua hukum tersebut adalah bahwa dalam hukum Taurat perlindungan terhadap janda direfleksikan secara teologis sebagai diinisiasi dan dijamin oleh Tuhan

    TINGKAT KESEJAHTERAAN,POLA KEHIDUPAN DAN MEKANISME SURVIVAL WANITA JANDA (STUDI KASUS KEHIDUPAN WANlTA JANDA DI KANTONG-KANTONG KEMlSKlNAN DI KOTAMADYA SURABAYA)

    No full text
    Secara umum, tujuan penelitian ini adalah mengetahui dan menggambarkan tingkat kesejahteraan wanita Janda yang tinggal di kantong-kantong kemiskinan di perkotaan sekaligus menggambarkan tingkat kerentanan dan keterisoliran sos1al-budayanya. Penelitian ini juga bettujuan untuk menggambarkan pola kehidupan wanita janda dan strategi kelangsungan hidup (mekanisme survival) wanita Janda dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari

    Pernikahan Wanita Janda Perspektif Syafiq Riza Basalamah

    No full text
    The status of a widowed woman is a difficult and emotional challenge because they must take care of their needs and their children alone, and they also have to feel the psychological burden of the surrounding community, because society in general still views widow status negatively. Widowed women, if they decide to remarry after a divorce, are underestimated by most people and even labeled with negative things. This research was conducted with the author raising the perspective of an Ahlusunnah da'i, namely Syafiq Riza bin Hasan bin Abdul Qadir bin Salim Basalamah. He is an Ahlusunnah da'i who often discusses Islamic law and marriage based on the foundation of the Qur'an and Hadith. Hence, the purpose of this study is to provide insight and information about the law of remarriage for widowed women and the wisdom of marrying widowed women from an Islamic perspective and the perspective of Syafiq Riza Basalamah. This research was conducted using a qualitative approach method that uses content analysis where data sources are obtained from YouTube videos, books, and several scientific papers. Thus, the results of this study have found that the law of remarriage for widowed women from an Islamic perspective and the perspective of Syafiq Riza Basalamah is that it is permissible not to do so and is obligatory under certain conditions, and helping widows is not only marrying but also meeting their needs.Status wanita janda merupakan tantangan emosional yang berat dan sulit karena mereka harus mengurus kebutuhan hidupnya serta anaknya dengan seorang diri, bahkan mereka juga harus merasakan beban psikologis dari masyarakat sekitarnya, karena masyarakat pada umumnya masih memandang negatif status janda. Wanita janda pun jika memutuskan untuk menikah kembali setelah bercerai, dipandang sebelah mata oleh kebanyakan masyarakat umumnya bahkan dilabeli dengan hal-hal negatif. Penelitian ini dilakukan dengan penulis mengangkat perspektif seorang da’i Ahlusunnah yaitu Syafiq Riza bin Hasan bin Abdul Qadir bin Salim Basalamah. Beliau adalah da’i Ahlusunnah yang sering membahas hukum Islam dan pernikahan berdasarkan landasan Al-Qur’an dan Hadits. Dengan demikian maka, tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan wawasan dan informasi tentang hukum menikah kembali bagi wanita janda dan hikmah menikahi wanita janda perspektif Islam dan perspektif Syafiq Riza Basalamah. Penelitian ini dilakukan dengan memakai metode pendekatan kualitatif yang menggunakan analisis isi dimana sumber data yang didapatkan melalui dari video youtube, buku-buku, serta beberapa karya ilmiah. Dengan demikian, hasil dari penelitian ini telah diketahui bahwa hukum menikah kembali bagi wanita janda perspektif Islam dan perspektif Syafiq Riza Basalamah adalah boleh untuk tidak melakukannya dan wajib dengan syarat tertentu, serta menolong janda bukan hanya menikahi tetapi juga memenuhi kebutuhannya

    PRESENTASI DIRI PADA JANDA PENGGUNA LAYANAN ONLINE DATING

    No full text
    Penelitan ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai presentasi diri pada janda pengguna layanan online dating. Fokus penelitian ini adalah untuk memahami seperti apa gambaran presentasi diri pada janda pengguna layanan online dating. Presentasi diri mengacu pada usaha kita untuk mengontrol kesan yang ingin kita sampaikan kepada orang lain. Tujuan dasar dari presentasi diri sendiri adalah menata interaksi agar mendapat hasil yang kita inginkan (Taylor, dkk., 2009). Selain dilakukan oleh individu presentasi diri bisa juga dilakukan oleh kelompok individu/tim/organisasi (Boyer, dkk, 2006:4 dalam Luik, 2013). Penelitian ini melibatkan 3 orang partisipan penelitian yang telah berstatus janda cerai dan melakukan aktifitas online dating. Ketiga partisipan penelitian ini kemudian diwawancarai dengan menggunakan wawancara semi terstruktur untuk mengetahui gambaran presentasi diri janda pengguna layanan online dating. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). IPA memungkinkan peneliti untuk menganalisis gambaran presentasi diri janda pengguna layanan online dating melalui sudut pandang partisipan penelitian dan sudut pandang peneliti. Hasil dari penelitian ini menunjukan ketiga partisipan untuk mempresentasikan dirinya dalam melakukan aktifitas online dating cenderung menggunakan media sosial dan fasilitas yang digunakan untuk menunjang presentasi dirinya tersebut adalah status dan foto/gambar yang menarik agar lawan jenis atau pria yang disukai tertarik untuk berkomunikasi atau menjalin hubungan lebih lanjut. Selain itu hasil penelitian ini juga menunjukan hambatan yang dialami ketiga partisipan untuk mempresentasi diri dalam melakukan aktifitas online dating adalah adanya gangguan mantan suami, status janda atau single parent yang menjadi beban, penilaian negatif dari orang lain terkait status janda atau single parent yang dimiliki, komentar negatif dari orang lain atas postingan di media sosial, serta masalah keuangan atau ekonomi
    corecore