357 research outputs found
ANADOLU BEJİ MERMERİNİN FİZİKO-MEKANİK ÖZELLİKLERİNİN ARAŞTIRILMASI
Zengin mermer yataklarına ve işletme endüstrisine sahip Kırşehir yöresinden alınan “Anadolu Beji” mermerine ait numuneler, laboratuvarda deney standartlarına uygun (5x5x5 cm) getirilmiş ve laboratuvarda yapılan deneyler ile basınç dayanım özellikleri tespit edilmiştir. Çalışmada farklı yükleme hızlarında mermer numunelerinin tek eksenli basınç dayanımlarında meydana gelen değişiklikler belirlenmiştir. Anadolu Beji mermerinin ortalama özgül ağırlık değeri 2,7, ağırlıkça su emme değeri en çok %0,25 ve don sonrası ağırlık kaybı değeri en çok %0,3 olarak belirlenmiştir. Bu değerler TS 2513’ deki sınır değerleri sağlayarak Anadolu Beji mermerinin doğal yapı taşı ve kaplama taşı olarak kullanılabileceğini göstermektedi
Program Potensi Desa dan Pengolahan Hasil Bumi Desa Beji, Kapanewon Patuk, Kabupaten Gunung Kidul
Beji Village is one of the villages located in Patuk District, Gunungkidul Regency, the Special Region of Yogyakarta. This paper aims to propose programs to develop the unique potency by using the service method. The village potency consists of the potency of agricultural products such as plantations, agriculture, and tourist attractions. From the results of data collection on the potential of the village, so the author makes an output in the form of an interactive e-book and video that explains the potential of Beji village. In addition, the author also identified the potential and potential of agricultural products as a material for discussion in a pocket book regarding processing agricultural products from mangoes which was then made in the form of an e-book, pocket book and interactive video. Mango fruit is processed into candied fruit which can later provide other options to be used as souvenirs from Beji Village. The results are expected to be useful and become new innovations for Beji Village in developing village innovation
ANALISIS PENERAPAN STANDAR SARANA PRASARANA DI SDN BEJI 01 KECAMATAN UNGARAN TIMUR
Educational facilities and infrastructure are very important components in supporting the optimal implementation of the educational process. According to Barnawi, educational facilities and infrastructure are "all basic equipment that indirectly supports the implementation of the educational process in schools. "Therefore, educational facilities and infrastructure are a unit that supports the implementation of the learning and teaching process well and optimally." The problem to be studied focuses on the availability and management of facilities and infrastructure at SD Negeri Beji 01, East Ungaran District. The aim that is expected to be achieved in this research is to find out how the availability and management of facilities and infrastructure is at SD Negeri Beji 01, East Ungaran District. In this research, the author used qualitative research methods. The research method uses qualitative methods and a descriptive approach. Based on the results of field research and data analysis that the author has carried out, it can be concluded that the condition of the facilities and infrastructure at SD Negeri Beji 01 can be categorized as adequate but require maximum maintenance and optimal use
Perbedaan Manajemen Pemberian Pakan Konsentrat SG 801 Terhadap Respon Sapi Potong Di Desa Beji dan Desa Kucur Provinsi Jawa Timur
Penelitian ini bertujuan untuk menguji kualitas pakan
konsentrat SG 801 yang diproduksi oleh PT. Sreeya Sewu untuk
sapi potong dan dilakukan di dua desa yaitu Desa Kucur dan
Desa Beji. Delapan belas ekor sapi potong persilangan
campuran mempunyai bobot rata-rata 359,11 ± 82,48 di Desa
Kucur dan 433,44 ± 113,6 di Desa Beji. Sapi potong dibagi rata
di dua lokasi tersebut dan pengamatan berlangsung selama 90
hari. Sapi yang berlokasi di Desa Kucur diberikan konsentrat
SG 801 sesuai anjuran PT. Sreeya Sewu. Konsumsi BK di
kedua lokasi ini tidak sama, di Desa Kucur di uji dengan
pemberian Konsumsi BK sebanyak 2,5% dari bobot badan.
Sementara peternak di Desa Beji diberikan uji coba konsumsi
BK sebanyak 2% dari bobot badan sesuai dengan kebiasaan
peternak di Desa Beji memberikan pakan kepada ternaknya.
Oleh karena itu, setiap lokasi penelitian menerima pakan yang
berbeda, namun di beri konsentrat yang sama. Perbedaan
performans di uji dengan uji-t, hasil menunjukkan bahwa Desa
Kucur mempunyai hasil yang lebih baik dibandingkan Desa
Beji. Berdasarkan rata-rata Pertambahan Bobot Badan Harian
Desa Kucur menunjukkan angka 1,14kg sedangkan Desa Beji
0,71kg, untuk hasil Income Overfeed Cost sebesar 21,92 untuk
Desa Kucur dan Desi Beji sebesar-12,43
ISLAMIC PARENTING DALAM MENANGGULANGI PERGAULAN BEBAS DI DESA BEJI KECAMATAN BOYOLANGU KABUPATEN TULUNGAGUNG
Tesis dengan judul ”Islamic Parenting dalam Menanggulangi Pergaulan Bebas di Desa Beji Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung” ini di tulis oleh Rachmat Arhanif, NIM. 12506194053, dengan promotor Prof. Dr. Sokip, S.Ag., M.Pd.I. dan Dr. H. Zaini Fasya, M.Pd.I.
Kata kunci : Islamic Parenting, pola asuh anak, pergaulan bebas.
Latar belakang penelitian ini karena maraknya pergaulan bebas yang terjadi di lingkungan masyarakat. Pergaulan bebas terjadi kepada remaja yang belum siap dalam bergaul di lingkungan masyarakat. Remaja sebagai insan penerus bangsa harus meneruskan tombak estafet para pemimpin-pemimpin kita. Pergaulan bebas menjadi sumber dari kenakalan remaja yang terjadi sekarang ini. Orang tua sebagai pendidik pertama dan utama, harus memberikan bimbingan dan mengawal proses pertumbuhan anak dengan parenting yang baik, agar anak tidak terjerumus kepada pergaulan bebas.
Fokus penelitian ini adalah: (1) Bagaimana bentuk aktualisasi Islamic parenting dalam menanggulangi pergaulan bebas di Desa Beji Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung?; (2) Bagaimana metode penerapan Islamic parenting dalam menanggulangi pergaulan bebas di Desa Beji Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung?; dan (3) Bagaimana dampak penerapan Islamic parenting dalam menanggulangi pergaulan bebas di Desa Beji Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung?.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk aktualisasi Islamic parenting dalam menanggulangi pergaulan bebas di Desa Beji Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung, metode penerapan Islamic parenting dalam menanggulangi pergaulan bebas di Desa Beji Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung, dan dampak penerapan Islamic parenting dalam menanggulangi pergaulan bebas di Desa Beji Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung
Metode dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang di gunakan meliputi, observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Pada saat pengumpulan data, data yang telah diperoleh diuji dengan menggunakan metode triangulasi. Metode triangulasi yang di gunakan oleh peneliti menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode.
Hasil penelitian ini adalah (1) bentuk aktualisasi Islamic parenting dalam menanggulangi pergaulan bebas di Desa Beji Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung adalah tidak memisahkan anak dengan orang tuanya terutama pada ibunya, berlaku adil dan tidak pilih kasih, mendidik dengan kebaikan dan kasih sayang, memperkenalkan dasar-dasar Islam sejak dini, memberikan contoh yang baik, mengajarkan anak mendirikan sholat dan belajar berpuasa sejak dini, mengajarkan anak berkahlak mulia dan berbakti kepada orang tua. (2) Metode penerapan m Islamic parenting dalam menanggulangi pergaulan bebas di Desa Beji Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung adalah metode keteladanan, metode pembiasaan, metode cerita, metode nasihat, metode praktek, metode penghargaan dan hukuman. (3) Dampak penerapan Islamic parenting dalam menanggulangi pergaulan bebas di Desa Beji Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung adalah orang tua merasakan dampak positif, anak lebih menyibukkan dengan kegiatan yang lebih positif, anak lebih terbuka dan menceritakan permasalahannya kepada orang tua, orang tua lebih percaya kepada anak, anak dapat memilih pergaulan yang baik untuk dirinya, masyarkat merasa lebih aman
Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa Kelas XI IPA MA Al-Ikhsan Beji Kedungbanteng Banyumas
Penelitian ini dilatarbelakangi karena ingin mengetahui bagaimana kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas XI IPA MA Al-Ikhsan Beji. Kemampuan berpikir kritis matematis yaitu kemampuan berpikir dalam menyelesaikan masalah matematika yang melibatkan pengetahuan matematika, penalaran matematika, dan pembuktian matematika.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas XI IPA MA Al-Ikhsan Beji. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA MA Al-Ikhsan Beji dengan jumlah 21 siswa. Instrument yang digunakan untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis siswa menggunakan tes berbentuk uraian.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis matematis rata-rata siswa kelas XI IPA MA Al-Ikhsan Beji berdasarkan skor dan tingkat kemampuan berpikir kritisnya adalah 41.19. Pencapaian tersebut tergolong pada tingkatan kemampuan berpikir kritis yang tinggi. Secara kuantitatif, ada 95.24% siswa yakni 20 siswa tergolong pada tingkatan kemampuan berpikir kritis yang tinggi. Namun masih ada 4.76% siswa yakni 1 siswa tergolong pada tingkatan kemampuan berpikir kritis yang sedang, dan tidak terdapat siswa yang tergolong pada tingkatan kemampuan berpikir kritis yang rendah. Skor tertinggi kemampuan berpikir kritis yang didapatkan siswa kelas XI IPA adalah 50, dan skor terendah yang didapatkan siswa kelas XI IPA adalah 32
SHOLAWAT BADAR RINDING GUMBENG DI DUSUN DUREN, DESA BEJI, KECAMATAN NGAWEN, KABUPATEN GUNUNGKIDUL, YOGYAKARTA 1986-2020
Rinding Gumbeng merupakan alat musik yang terbuat dari bambu yang berasal dari budaya turun temurun di Dusun Duren, Desa Beji, Kecamatan Ngawen, Yogyakarta. Rinding Gumbeng biasanya digunakan untuk pemujaan Dewi Sri pada perayaan memanen padi atau biasa dikenal dengan mboyong Dewi Sri. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya penghormatan kepada Dewi Sri atas limpahan kesuburan dan limpahan panen yang diberikan kepada masyarakat. Seiring perkembangan zaman dan mulai masuknya dakwah Islam yang diawali oleh Jiwo Sentono secara berkesinambungan pada tahun 1970 M di Dusun Duren, alat musik ini dapat berakulturasi dengan budaya lain yaitu budaya Islam. Bentuk akulturasi yang terjadi adalah adanya Sholawat Badar Rinding Gumbeng yang dilakukan pada acara tasyakuran, pernikahan, rasulan dan acara keislaman lainnya baik di dusun maupun diluar Dusun Duren. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul Sholawat Badar Rinding Gumbeng di Dusun Duren, Desa Beji, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta tahun 1986-2020 M. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejarah Rinding Gumbeng di Dusun Duren, dan mengetahui bentuk akulturasi yang terdapat pada kesenian Rinding Gumbeng, serta mengetahui fungsi Rinding Gumbeng bagi masyarakat di Dusun Duren, Desa Beji, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta.
Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan menggunakan teori akulturasi Koentjaraningrat. Metode pengumpulan data yakni melalui wawancara, observasi dan dokumenter. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa Rinding Gumbeng setiap pertunjukannya memperlihatkan akulturasi budaya Islam, yakni seperti adanya iringan lagu sholawat dan ilir-ilir. Adapun fungsi kesenian Rinding Gumbeng bagi masyarakat adalah yang pertama sebagai sarana silaturahmi, kedua media dakwah, dan yang ketiga sebagai sarana promosi daerah wisata kesenia
Crossing frames of art and identity: Baya, Cixous, and Beji
Born in North African countries and brought up in transcultural environments, Algerian painter Baya Mahiddine, Francophone author Helene Cixous, and Tunisian writer Hele Beji produce works that challenge national, cultural, and social frames of category. This study demonstrates how the three women explore their complex sociocultural backgrounds and produce original works and ideas that undermine preset conventions.
The paper examines Baya, Cixous, and Beji in separate chapters in order to identify the commonalities and distinctions of their personal histories and works. They develop innovative techniques or ideas from a transcultural perspective that illustrates, addresses, and transcends issues concerning a complicated past: a disconnected heritage, an inaccessible homeland, and fading cultural traditions. Despite their divergent origins and motivations, they converge in the project of recreating identity through the creative activities of painting and writing. From a unique "transpective" viewpoint that crosses the boundaries of time, gender, and culture, they re-present and rewrite femininity, memory, and sociocultural realities in a way that surpasses classifications and expectations. Whether due to their sociocultural circumstance or personal conviction, they exercise a liberated creativity in order to contribute important works to the fields of visual arts and Francophone literature.
In the process of investigating the significant and original accomplishments of Baya, Cixous, and Beji, this study reveals the location of "truth" of each woman's transcultural identity. Their plural subjectivity lies beyond the confines of a frame and resides in an undesignated "passe-partout," or interstitial, region. Within the spaces of art and literature, the three women discover a place of illusion, a "Ka'aba," where they can enjoy a liberated creativity and express their singularity. As the twenty-first century heads towards an increasingly transnational future, individuals globally must similarly embrace a transpective vision in order to maintain cross-cultural understanding and solidarity
Implementasi Kurikulum K13 dengan Pendekatan Saintifik pada Pelajaran Pai di SMP Negeri I Beji
Dalam proses pembelajaran, peserta didik menjadi subjek dan objek dari kegiatan pembelajaran. Pendekatan pembelajaran itu mampu memberikan kebutuhan peserta didik aktif dan pendekatan itu juga dapat menarik peserta didik pasif supaya berubah menjadi aktif di pembelajaran. Pendekatan saintifik ialah pendekatan pembelajaran yang dilaksanakan dengan tahapan mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan mengkomunikasikan. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Subyek penelitiannya adalah Kepala Sekolah, Waka Kurikulum, dan Guru Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri I Beji. Tehnik pengumpulan data yang digunakan berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan untuk tehnik analisis dan interpretasi data yang digunakan ini sesuai dengan konsep Mules and Hubermen yaitu reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Kesimpulan yang dapat diambil adalah implementasi K13 dengan pendekatan saintifik pada pelajaran PAI kelas VII di SMP Negeri I Beji yaitu memerlukan beberapa tahap yang dilakukan guru dan siswa di dalam kelas agar proses belajar dapat dikatakan berbasis ilmiah dan sesuai dengan kebutuhan kehidupan sehari-hari. Tahapan tersebut adalah mengamati, menanya, mengeksplorasi, mengasosiasi, dan mengkomunikasikan. Sedangkan untuk Hambatan dalam melaksakan pendekatan saintifik di SMPN 1 Beji pada pelajaran Pendidikan Agama Islam, yakni peserta didik masih malu untuk maju ke depan kelas dan Fasilitas pendukung yang masih terbatas
Peningkatan hasil belajar mata pelajaran fiqih materi puasa Ramadhan melalui metode talking stick pada siswa kelas III MI Salafiyah Beji Tulis Batang tahun pelajaran 2015/2016
Skripsi ini membahas bagaimana upaya meningkatkan keaktifan dan hasil belajar mata pelajaran fiqih pada kelas IV MI Salafiyah Beji Kecamatan Tulis Kabupaten Batang tahun pelajaran 2015/2016. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena rendahnya keaktifan belajar siswa dan hasil belajar yang rendah. Dalam penelitian ini ditawarkan penggunaan metode talking stick dalam pembelajaran fiqih materi pokok puasa Ramadhan.
Rumusan permasalahan yang dimunculkan dalam penelitian ini yaitu, 1) Apakah metode talking stick dapat meningkatkan keaktifan belajar Fiqih pada materi zakat pada kelas IV MI Salafiyah Beji Kecamatan Tulis Kabupaten Batang tahun pelajaran 2015/2016? 2) Apakah metode talking stick dapat meningkatkan hasil belajar zakat pada kelas IV MI Salafiyah Beji Kecamatan Tulis Kabupaten Batang tahun pelajaran 2015/2016?
Permasalahan tersebut dikaji dengan menggunakan metode penelitian tindakan kelas (classroom action research). Metode pengumpulan data memakai teknik dokumentasi, observasi, dan tes.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) talking stick dalam pembelajaran mata pelajaran fiqih dapat meningkatkan keaktifan siswa pada materi zakat pada kelas IV MI Salafiyah Beji Kecamatan Tulis Kabupaten Batang tahun pelajaran 2015/2016. Pada tahapan pra siklus rata-rata keaktifan yaitu, 57,06% dan pada siklus I ditemukan nilai rata-rata keaktifan siswa yaitu 63.47%. Pada siklus II yaitu meningkat menjadi 87.81%. 2) Metode talking stick dalam pembelajaran mata pelajaran fiqih juga dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada kelas IV MI Salafiyah Beji Kecamatan Tulis Kabupaten Batang tahun pelajaran 2015/2016. Berikut adalah data tentang hasil belajar. Pada pra siklus siswa yang tuntas sebanyak 10 anak, pada siklus I bertambah menjadi 21 siswa, dan pada siklus II meningkat lagi menjadi 26 siswa. KKM yang ditentukan yaitu 70. Dengan demikian penggunaan metode talking stick dalam kegiatan pembelajaran mata pelajaran fiqih dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa
- …
