2,410 research outputs found

    PERWATAKAN TOKOH DALAM NOVEL MARIPOSA KARYA LULUK HF

    No full text
    AbstractThis study examines the characters in the novel Mariposa by Luluk HF, and to describe character analytically, character dramatically; and thatis to decribe implementation of the results into the Indonesian intructions at school. The benefit of this study are devide into two categories: practical and theoritical. This psychological analysis study was conducted by referring to Albertine Minderop's theory. This study using descriptive methods and psychoanalysis approach. The data sources in this research is Mariposa novel, while the data are words, phrases and expressions. The data collection in this study uses documentary study technique. Data collections tool in this study is direct research as a key instrument. The analysis shows that 1) the analytic character of the Mariposa novel by Luluk HF. 2) Mariposa's dramatic character novel by Luluk HF. 3) The results are implemented into Indonesian language and art subject matter in basic competencies 3,9 and 4,9 from third grade in high school. Keywords: Character, Psychology, nove

    Ekranisasi Novel Mariposa Karya Luluk HF ke Bentuk Film Mariposa Karya Fajar Bustomi

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) proses ekranisasi yang muncul pada alur dalam novel Mariposa karya Luluk HF ke film Mariposa karya Fajar Bustomi (2) proses ekranisasi yang muncul pada tokoh dalam novel Mariposa karya Luluk HF ke film Mariposa karya Fajar Bustomi, dan (3) proses ekranisasi yang muncul pada latar dalam novel Mariposa karya Luluk HF ke film Mariposa karya Fajar Bustomi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Mariposa karya Luluk HF dan film Mariposa karya Fajar Bustomi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini melalui teknik dokumentasi.  Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) penyimpulan dan verification. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan tiga proses ekranisasi pada unsur instrinsik dalam novel Mariposa karya Luluk HF ke bentuk film Mariposa karya Fajar Bustomi, yakni (1) alur, (2) tokoh, dan (3) latar

    KAJIAN PSIKOLOGI HUMANISTIK ABRAHAM MASLOW TOKOH UTAMA NOVEL CERITA GLEN ANGGARA KARYA LULUK HF DAN NILAI PENDIDIKAN KARAKTER

    No full text
    ABSTRAK Tresya Wida Aprilya. 2022, Kajian Psikologi Humanistik Abraham Maslow Tokoh Utama Novel Cerita Glen Anggara Karya Luluk Hf Dan Nilai Pendidikan Karakter. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Islam Majapahit-Mojokerto. Pembimbing (1) Dr. wawan Hermawan, M.Pd. dan (2) Rani Jayanti, M.Hum. Kata Kunci: psikologi humanistik, pendidikan karakter, novel. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan 1) Psikologi humanistik tokoh utama novel Cerita Glen Anggara karya Luluk HF 2) Nilai pendidikan karakter tokoh utama novel Cerita Glen Anggara Karya Luluk HF. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif, dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dalam penelitian. Sumber penelitian berasal novel Cerita Glen Anggara karya Luluk HF. Subjek penelitian ini yaitu kepribadian serta konflik batin tokoh utama Glen dalam novel Cerita Glen Anggara Karya Luluk HF dengan pendekatan psikologi sastra yang dikhususkan pada teori psikologi humanistik Abraham Maslow dan Pendidikan karakter dari Kemendiknas. Data yang dihasilkan dari penelitian dikumpulkan dengan metode baca dan catat. Membaca novel dilakukan berulang-ulang dan mencatat data-data yang didapat dari hasil membaca secara cermat. Hasil penelitian ini menemukan 3 hirarki kebutuhan Abraham Maslow dalam tokoh utama novel Cerita Glen Anggara karya Luluk HF terdiri dari kebutuhan fisiologi, kebutuhan akan rasa aman, kebutuhan memiliki dan dimiliki. Data-data tersebut didapat dengan melihat dari tidakan dan dialog tokoh utama novel cerita Glen Anggara, peneliti menemukan 3 data pada kebutuhan fisiologi tokoh utama novel, Cerita Glen Anggara, 1 data pada kebutuhan akana rasa aman tokoh utama novel Cerita Glen Anggara, 15 data kebutuhan memiliki dan dimiliki tokoh utama novel Cerita Glen Anggara, dan menemukan 3 nilai pendidikan karakter dari 18 nilai pendidikan karakter dalam kemendiknas (2010) antara lain yaitu: peduli sosial, rasa ingin tahu, dan jujur. Data-data tersebut didapat dengan melihat dari tindakan dan dialog-dialog tokoh utama novel Cerita Glen Anggara, peneliti menemukan 10 data nilai peduli sosial tokoh utama novel Cerita Glen Anggara, 46 data nilai jujur tokoh utama novel Cerita Glen Anggara, 41 data nilai rasa ingin tahu tokoh utama novel Cerita Glen Anggara

    Perbandingan Gaya Bahasa Novel Kata Karya Rintik Sedu Dengan Novel Mariposa Karya Luluk HF

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perbandingan gaya bahasa novel Kata Karya Rintik Sedu dengan novel Mariposa karya Luluk HF. Fokus kajian dalam penelitian ini meliputi gaya bahasa perbandingan, pertentangan, pertautan, dan perulangan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini berupa novel Kata karya Rintik Sedu dan novel Mariposa karya Luluk HF. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik baca dan teknik catat. Teknik analisis data meliputi empat tahapan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian terdapat 10 gaya bahasa perumpamaan, 10 gaya bahasa metafora, 9 gaya bahasa personifikasi, 19 gaya bahasa hiperbola, 11 gaya bahasa sarkasme, 5 gaya bahasa epizeukis, dan 2 gaya bahasa anafora.Kata Kunci: Gaya Bahasa, Sastra, Novel

    Analysis of Humor in the Novel "12 Stories of Glen Anggara" by Luluk HF and Its Relevance to Literature Learning in High School

    No full text
    The aims of this study were (1) to describe the humor contained in the novel “12 Stories of Glen Anggara” by Luluk HF and (2) to describe the relevance of the results of the analysis of humor in the novel “12 Stories of Glen Anggara” by Luluk HF with literature learning in high school. The method used in the study is a qualitative descriptive method. The source of  research data is a novel entitled “12 Stories of Glen Anggara” by Luluk HF. To collect data the technique used is documentation technique. To analyze the technical data used is content analysis technique. The results of the study show 1. The humor contained in the story 12 Glen Anggara Stories by Luluk HF are: 1) Playful humor 2) Self-deprecating humor 3) Physical humor 4) Observational humor 5) Improvised humor

    KAJIAN INTERTEKSTUAL PADA NOVEL KATA KARYA RINTIK SEDU DAN MARIPOSA KARYA LULUK HF

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan intertekstual pada novel Kata karya Rintik Sedu dan Mariposa karya Luluk Hf. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif berbentuk kualitatif dengan pendekatan struktural. Hasil analisis data adalah bahwa tema yang diangkat di kedua novel memiliki kesamaan yaitu tema percintaan yang melibatkan dinamika kompleks dalam hubungan antara individu, mencakup perasaan, konflik, dan pertumbuhan pribadi. Tokoh dan penokohan kedua cerita ini juga memiliki persamaan yaitu tokoh ini menonjol dalam penokohan mereka karena sama-sama mengejar cinta dengan penuh semangat dan tekad. Mereka menghadapi tantangan, tumbuh dalam prosesnya, dan menunjukkan karakteristik yang kuat serta penuh dedikasi dalam perjalanan mencapai hubungan yang mereka impikan. Begitupun alur kedua cerita ini juga memiliki persamaan yaitu sama-sama menggunakan alur campuran, untuk latar pada kedua novel memiliki perbedaan, novel Kata karya Rintik Sedu mengambil latar tempat di lingkungan Universitas sedangkan novel Mariposa karya Luluk Hf mengambil latar tempat di Sekolah Menengah Akhir. Kesimpulannya novel Kata karya Rintik Sendu sebagai hipogram dan novel Mariposa sebagai teks transformasinya

    Analisis Wacana Kritis Model Teun A. Van Dijk pada Tokoh Utama Novel "12 Cerita Glen Anggara" Karya Luluk HF

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya korelasi sekuel atau lanjutan cerita pada novel sebelumnya dilihat dari latar belakang tokoh utama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan struktur mikro, struktur makro dan kognisi sosial tokoh utama pada novel. Analisis wacana kritis merupakan sebuah upaya memberi penjelasan dari sebuah realitas sosial yang sedang atau akan dikaji pada sebuah teks. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah hasil analisis dari penggalan dialog tokoh utama pada novel. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah teknik baca catat. Penelitian ini menggunakan analisis wacana kritis model Teun A. Van Dijk. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Struktur mikro analisis wacana kritis model Teun A. Van Dijk pada tokoh utama novel 12 Cerita Glen Anggara karya Luluk HF: (2) Struktur makro analisis wacana kritis model Teun A. Van Dijk pada tokoh utama novel 12 Cerita Glen Anggara karya Luluk HF: (3) Kognisi sosial analisis wacana kritis model Teun A. Van Dijk pada tokoh utama novel 12 Cerita Glen Anggara karya Luluk HF. Berdasarkan uraian tersebut, analisis wacana kritis dapat digunakan dalam menganalisis sebuah struktur tertentu pada pesan yang ingin disampaikan oleh pengarang kepada khalayak umum

    PERBANDINGAN UNSUR INTRINSIK DALAM NOVEL MARIPOSA KARYA LULUK HF DAN FILM MARIPOSA SUTRADARA FAJAR BUSTOMI

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan unsur intrinsik dalam novel Mariposa karya Luluk HF dan film Mariposa sutradara Fajar Bustomi. Novel Mariposa diterbitkan oleh Coconut Books pada Desember 2018 dengan tebal buku 482 halaman dan film Mariposa dengan produser Frederica dan Chand Parwez Servia, rumah produksi Falcon Pictures dan Starvision Plus tanggal rilis 12 Maret 2020 dengan durasi film 118 menit. Masalah yang diangkat di dalam penelitian ini adalah perbandingan unsur intrinsik pada novel dan film Mariposa. Penelitian ini menggunakan pendekatan intertekstual yaitu membandingkan persamaan dan perbedaan terhadap unsur intrinsik berupa tema, alur, tokoh dan penokohan, sudut pandang, dan amanat. Dalam penelitian ini digunakan metode deskriptif, Bentuk penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah bentuk kualitatif karena penelitian ini berupa kutipan kata-kata, frasa, kalimat dan bukan angka. Sumber data berupa novel Mariposa karya Luluk HF dan film Mariposa sutradara Fajar Bustomi. Teknik pengumpulan data menggunakan studi pustaka atau studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan intertekstual yaitu membandingkan unsur intrinsik pada novel dan film Mariposa berupa persamaan dan perbedaan bervariasi pada tema, alur, tokoh dan penokohan, latar, sudut pandang dan amanat. Secara keseluruhan persamaan yang dilakukan pada tema, sudut pandang dan amanat masih relevan secara keseluruhan. Adapun perbedaan peristiwa pada tokoh dan penokohan, latar dan alur telah mengalami perubahan yang dianggap tidak mempengaruhi cerita yang dituliskan dalam novel.Kata Kunci: unsur intrinsik, novel, film, intertekstua

    EKRANISASI NOVEL 12 CERITA GLEN ANGGARA KARYA LULUK HF TERHADAP FILM 12 CERITA GLEN ANGGARA KARYA ALIM SUDIO DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA

    No full text
    AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis ekranisasi alur, ekranisasi latar, dan ekranisasi tokoh pada novel 12 Cerita Glen Anggara karya Luluk HF terhadap film 12 Cerita Glen Anggara karya Alim Sudio. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik simak dan catat. Proses ekranisasi yang mendominasi novel 12 Cerita Glen Anggara karya Luluk HF terhadap film 12 Cerita Glen Anggara karya Alim Sudio adalah penambahan alur dengan 72 temuan dari total 152 temuan atau 48% dari total 100%, perubahan bervariasi alur dengan 55 temuan dari total 152 temuan atau 37% dari total 100%, penambahan latar dengan 19 temuan dari total 152 temuan atau 13% dari total 100%, penambahan tokoh dengan 5 temuan dari total 152 temuan atau 4% dari total 100%, dan perubahan bervariasi dengan 1 temuan dari total 152 temuan atau 1% dari total 100%. Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa proses ekranisasi sangat berperan penting dalam peralihan suatu karya sastra ke dalam bentuk kesenian lainnya, khususnya pada ekranisasi novel 12 Cerita Glen Anggara karya Luluk HF terhadap film 12 Cerita Glen Anggara karya Alim Sudio.Kata Kunci: Ekranisasi, Novel, FilmAbstractThis study aims to identify and analyze plot, setting, and character ecranization in Luluk HF's novel 12 Cerita Glen Anggara against the film 12 Cerita Glen Anggara by Alim Sudio. The method used in this study is a qualitative descriptive method with observing and note-taking techniques. The ecranization process that dominates the novel 12 Cerita Glen Anggara by Luluk HF towards the film 12 Cerita Glen Anggara by Alim Sudio is the addition of plots with 72 findings out of a total of 152 findings or 48% of the total 100%, changes in varied plots with 55 findings out of a total of 152 findings or 37% of the total 100%, addition of background with 19 findings out of a total of 152 findings or 13% of the total 100%, addition of characters with 5 findings out of a total of 152 findings or 4% of the total 100%, and changes vary with 1 finding out of a total of 152 findings or 1% of the total 100%. From these results it can be seen that the ecranization process plays an important role in the transition of a literary work into another form of art, especially in the ecranization of the novel 12 Cerita Glen Anggara by Luluk HF to the film 12 Cerita Glen Anggara by Alim Sudio.Keywords: Ecranization, Novel, Movi

    Humanitarian facts in the novel 'El' by Luluk HF based on the perspective of Lucien Goldman

    No full text
    This paper analyzes humanitarian aspects in the literary work titled "EL" by Luluk HF. This study aims to describe humanitarian facts related to individual and social facts based on the genetic structuralism theory proposed by Lucien Goldmann. A qualitative method is used in this research to explore the humanitarian facts present in the novel "EL." The conclusion is that the novel "EL" contains three types of humanitarian facts: individual humanitarian facts, humanitarian facts related to society, and social humanitarian facts related to the economy. Further research will utilize the genetic structuralism method more extensively, as it provides a more comprehensive approach to viewing and analyzing literary works from various perspectives
    corecore