471 research outputs found

    Tafsir audiovisual: Analisis epistemologi penafsiran Ustaz Adi Hidayat pada Channel YouTube Adi Hidayat Official

    Full text link
    ABSTRAK Skripsi ini berawal dari fenomena penyebaran kajian tafsir al-Qur’an melalui platform media sosial. Salah satu media sosial yang secara konsisten mengunggah video kajian tafsir al-Qur’an adalah channel YouTube Adi Hidayat Official. Tafsir tersebut disampaikan oleh Dr. Adi Hidayat, Lc. M.A., seorang ulama dari Pandeglang, Banten. Melalui video-video kajian tafsirnya, Ustaz Adi Hidayat berupaya mengarahkan masyarakat kembali kepada petunjuk al-Qur’an dan hadis Nabi Saw, serta menginspirasi kecintaan kepada keduanya. Mengingat bahwa sebuah karya tafsir tidak lepas dari berbagai kecenderungan mufasir, baik itu akibat kondisi sosial budaya, pengaruh politik, ilmu pengetahuan, konteks kelahiran tafsir tersebut, dan lainnya, kajian epistemologi tafsir menjadi isu keilmuan yang penting untuk dikaji guna memahami sebuah penafsiran. Artikel ini hadir untuk mengungkap secara mendalam bagaimana epistemologi pemikiran Ustaz Adi Hidayat dalam proses penafsirannya di media YouTube. Fokus kajian ini adalah membahas mengenai sumber dan metode penafsiran Ustaz Adi Hidayat dalam menjelaskan tafsir al-Qur’an, serta validitas Ustaz Adi Hidayat dalam menafsirkan al-Qur’an. Metode penelitian dalam kajian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif yang bersifat etnografi virtual, yaitu mengumpulkan berbagai data dan informasi yang terdapat di lingkungan online serta video-video penafsiran yang diunggah di channel YouTube Adi Hidayat Official. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan metode deskriptif-analitis untuk menghasilkan penjelasan yang detail, lengkap, dan sistematis. Untuk memahami sumber, metode, dan validitas penafsiran Ustaz Adi Hidayat, penulis menggunakan pendekatan filsafat, yaitu epistemologi. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa penafsiran Ustaz Adi Hidayat termasuk dalam kategori tafsir bi al-ma’tsur dan tafsir bi al-ra’yi. Ia menggunakan sumber penafsiran berupa riwayat yang sahih dan kuat, baik dari al-Qur’an maupun hadis. Ustaz Adi Hidayat juga merujuk pada hasil ijtihad dan pemikiran mufasir terdahulu dalam kitab tafsir, kaidah bahasa Arab, serta ilmu yang ditekuni olehnya. Dalam menyampaikan penafsirannya, Ustaz Adi Hidayat cenderung menggabungkan dua metode, yaitu metode mauḍhui (tematik) dan metode tahlili (analitis). Penafsiran Ustaz Adi Hidayat dinilai benar karena sesuai dengan tiga teori kebenaran dalam filsafat ilmu, yaitu teori koherensi, teori korespondensi, dan teori pragmatis. ABSTRACT This thesis begins with the phenomenon of spreading the study of the interpretation of the Qur'an through social media platforms. One of the social media that consistently uploads videos of the study of the interpretation of the Qur'an is the Adi Hidayat Official YouTube channel. The interpretation was delivered by Dr. Adi Hidayat, Lc. M.A., a scholar from Pandeglang, Banten. Through his tafsir study videos, Ustaz Adi Hidayat seeks to direct people back to the guidance of the Qur'an and the Prophet's hadith, and inspire love for both. Given that a work of tafsir cannot be separated from the various tendencies of the mufasir, whether it is due to socio-cultural conditions, political influences, science, the context of the birth of the tafsir, and others, the study of tafsir epistemology becomes an important scientific issue to be studied in order to understand an interpretation. This article is here to reveal in depth how the epistemology of Ustaz Adi Hidayat's thoughts in the process of interpretation on YouTube media. The focus of this study is to discuss the sources and methods of Ustaz Adi Hidayat's interpretation in explaining the interpretation of the Qur'an, as well as the validity of Ustaz Adi Hidayat in interpreting the Qur'an. The research method in this study is library research with a qualitative approach that is virtual ethnography, namely collecting various data and information contained in the online environment as well as interpretation videos uploaded on the Adi Hidayat Official YouTube channel. The data collected is then analyzed using descriptive-analytical methods to produce detailed, complete, and systematic explanations. To understand the sources, methods, and validity of Ustaz Adi Hidayat's interpretation, the author uses a philosophical approach, namely epistemology. The results of this study show that the interpretation of Ustaz Adi Hidayat is included in the category of tafsir bi al-ma'tsur and tafsir bi al-ra'yi. He uses sources of interpretation in the form of valid and strong narrations, both from the Qur'an and hadith. Ustaz Adi Hidayat also refers to the results of ijtihad and the thoughts of previous mufasirs in the book of interpretation, the rules of Arabic, and the science he is engaged in. In delivering his interpretation, Ustaz Adi Hidayat tends to combine two methods, namely the mauḍhui (thematic) method and the tahlili (analytical) method. Ustaz Adi Hidayat's interpretation is considered correct because it is in accordance with the three theories of truth in the philosophy of science, namely coherence theory, correspondence theory, and pragmatic theory. مستخلص البحث تنطلق هذه الورقة من ظاهرة نشر دراسة تفسير القرآن عبر فضاء وسائل التواصل الاجتماعي. ومن بين وسائل التواصل الاجتماعي التي دأبت على رفع مقاطع فيديو لدراسات تفسير القرآن الكريم قناة عدي هدايات الرسمية على اليوتيوب. وقد قام بتقديم التفسير الدكتور عدي هدايت، ماجستير. M.A. وهو عالم من بانديغلانغ، بانتن. ويحاول الأستاذ عدي هدايات من خلال فيديوهاته التفسيرية أن يعيد المجتمع إلى هدي القرآن والحديث النبوي الشريف، ويحاول أن يكون محبًا لهما معًا. معتبراً أن العمل التفسيري لا ينفصل عن الميول المختلفة للمفسر، سواء أكان ذلك ناتجاً عن الظروف الاجتماعية والثقافية، أو المؤثرات السياسية، أو العلمية، أو السياق الذي ولد فيه التفسير، وغيرها. لذا، فإن دراسة علم التفسير بالمأثور تصبح إشكالية علمية ملحة لا بد من معالجتها من أجل معرفة التفسير. وفي هذا البحث نحاول في هذا البحث أن نكشف بشكل كبير عن كيفية إبيستمولوجيا فكر الأستاذ عدي هداية في عملية التفسير على اليوتيوب. ويناقش محور الإشكال في الدراسة مصادر ومناهج تفسير الأستاذ عدي هداية في تفسير القرآن الكريم، وكذلك معايير صحة تفسير الأستاذ عدي هداية في تفسير القرآن الكريم. منهج البحث في هذه الدراسة هو البحث المكتبي ذو المنهج الكيفي الذي يتسم بطبيعة إثنوغرافية افتراضية، أي جمع البيانات والمعلومات المختلفة الموجودة في البيئة الإلكترونية بالإضافة إلى مقاطع الفيديو التفسيرية التي تم تحميلها من قبل قناة عدي هدايات الرسمية على اليوتيوب. وعلاوةً على ذلك، يتم تحليل البيانات باستخدام المنهج الوصفي التحليلي من أجل إنتاج تفسير مفصل وكامل ومنهجي. ولمعرفة مصدر تفسير الأستاذ عدي هدايات وطريقته وصحة تفسيره، يستخدم المؤلف منهجًا فلسفيًا وهو نظرية المعرفة. ومن خلال هذه الدراسة يتبين لنا أن تفسير الأستاذ عدي هداية يدخل في باب التفسير بالمأثور والتفسير بالرأي. فهو يستخدم مصادر التفسير في شكل روايات صحيحة وقوية، سواء من القرآن أو الحديث. كما يرجع الأستاذ عدي هداية إلى نتائج الاجتهاد وأفكار المفسرين السابقين في كتاب التفسير، وقواعد العربية، والعلم الذي يشتغل به. ويميل الأستاذ عدي هداية في تقديم تفسيره إلى الجمع بين طريقتين، هما الطريقة الموضوعية والطريقة التحليلية. ويُقال إن تفسير الأستاذ عدي هدايت صحيح لأنه يتوافق مع نظريات الحقيقة الثلاث في فلسفة العلم، وهي نظرية التماسك ونظرية التطابق والنظرية التطابقية والنظرية البراغماتية

    Karakteristik Kitab Nadoman Nurul Hikmah Karya Hidayat Suryalaga

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kitab Nadoman Nurul Hikmah beserta alasan penggunaannya. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode deskriptif analisis dan metode hermeneutik berdasarkan hubungan triadik (teks-reader/author-audience). Adapun sifat penelitian ini adalah penelitian pustaka (library research). Dalam prosesnya, penulis menggunakan dua kategori sumber data, sumber data primer dan sekunder. Dalam penelitian ini penulis menemukan beberapa hal mengenai karakteristik kitab Nadoman Nurul Hikmah. Karakter khas kitab Nadoman Nurul Hikmah tercermin pada dua aspek: Pertama, postur nadhomannya yang sederhana. Nadoman Nurul Hikmah cenderung lebih longgar dalam menerjemahkan bahasa sumber, Hidayat Suryalaga tidak menjadikan redaksi ayat sebagai sumber, tetapi ia berusaha menuangkan interpretasinya sendiri. Kedua, struktur dan gaya bahasa dalam Nadoman Nurul Hikmah Hidayat Suryalaga menggunakan struktur dan gaya bahasa yang sederhana, ia menggunakan bahasa Sunda yang populer dan kontekstual. Nadoman Nurul Hikmah jauh lebih tepat disebut sebagai terjemah tafsiriyah al-Qur’an daripada disebut sebagai sebuah kitab tafsir. Dalam kitabnya Nadoman Nurul Hikmah Hidayat Suryalaga menyertakan nilai-nilai kesundaan, hal tersebut tidak lepas dari tujuan ditulisnya kitab Nadoman Nurul Hikmah ini. Adapun nilai-nilai yang terdapat dalam kitab Nadoman Nurul Hikmah ini diantaranya adalah nilai kesundaan Silih Asih – Silih Asah – Silih Asuh, nilai kesundaan Rawayan Jati dan nilai kesundaan Sabilulungan

    Kemampuan Membaca Teks Nonfiksi Berbasis TaksonomiProgress in Internastional Reading Literacy Study (PIRLS) Siswa Kelas V SDN Bareng 2 Kecamatan Klojen Kota Malang

    No full text
    ABSTRAK Pembelajaran yang dilaksanakan di sekolah dasar dengan menggunakan kurikulum 2013 menekankan pada pembelajaran yang berbasis teks, sehingga diperlukan keterampilan membaca dalam pelaksanaannya. Dalam pembelajaran pada kelas tinggi teks nonfiksi banyak digunakan sehingga diperlukan kemampuan membaca teks nonfiksi yang memadai, darihasilstudiinternasionalProgress in Internastional Reading Literacy Study(PIRLS) menggambarkankemampuansiswa Indonesia dalammembacamasihtergolongdibawahstandarinternasional.Dengan melihat hal tersebut perlu dideskripsikan sejauh mana kemampuan membaca teks nonfiksi siswa SDN Bareng 2 Kecamatan Klojen Kota Malang.Tujuan penelitian ini, yaitu untukmendeskrispsikan kemampuan siswa dalam memahami teks nonfiksi berdasarkan tingkat pemahaman PIRLS, meliputi. Tingkat pemahaman rendah (Low), Tingkat pemahaman sedang (Intermediate), Tingkat pemahaman tinggi (High), dan Tingkat pemahaman sempurna (Advanced)pada siswa kelas V SDN Bareng 2Kecamatan Klojen Kota Malang.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kuantitatif. Sedangkan rancangan penelitiannya adalah penelitian deskriptif. Subjek dari penelitian ini yakni siswa kelas VA,VB, dan VC SDN Bareng 2Kecamatan Klojen Kota Malang yang berjumlah 86 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembarteksbacaannonfiksiberjudul “misteri Gigi Raksasa” yang diambildanditerjemahkandariPIRLSsertasoaldengankategoriPemahamanPIRLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-ratakemampuansiswadalammembacateksnonfiksiberbasisPIRLSpadakategorirendah (Low) adalah 73,75%, padakategorisedang (Intermediate) adalah 32,5%, padakategoritinggi (High) adalah 21,56%, danpadakategorisempurna (Advanced) adalah 16,25%. SedangkansecarakeseluruhankemampuansiswadalammembacateksnonfiksiberbasisPIRLSadalah 36% dengankategorikurang. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwakemampuansiswadalammemahamiteksnonfiksimasihrendahsesuaidenganhasiltes yang dilakukanPIRLS. Oleh karena itu, disarankan kepada guru dalam melaksanakan pembelajaran membaca untuk menggunakan tingkat pemahaman PIRLS dalam membuat soal agar dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca pemahaman

    ANALISIS SENI GRAFIS KARYA SENIMAN HIDAYAT PERIODE BERKARYA TAHUN 1991 - 1995 : Biografi dan karyanya

    Full text link
    Seni grafis adalah cabang dari seni rupa kelompok karya seni murni yang proses pembuatan karyanya menggunakan teknik cetak mencetak. Istilah seni grafis termasuk kedalam bentuk reproduksi atau penggandaan menggunakan mesin fotografi atau penggambaran pada plat. Pada awalnya pengertian seni grafis sama sekali tidak ada kaitannya dengan cetak mencetak. Dalam penelitian ini penulis akan meneliti tentang bagaimana tema dari karya Hidayat dan bentuk visualisasi, serta ingin mengetahui tentang media yang digunakan, teknik yang sering digunakan oleh Hidayat dan proses berkarya Grafis dari makna karyanya. Dari beberapa macan tentang Seni Grafis, maka akan dianalisis yaitu karya seni grafis karya Hidayat dari periode tahun 1991-1995, sekaligus dengan Biografi dan Karyanya. Hidayat sering menghasilkan karya-karya grafis yang cukup menarik. Oleh karena itu penulis sangat antusias sekali untuk meneliti karya-karya seni grafis Hidayat. Bagi penulis sendiri ini termasuk orang pertama meneliti karya Hidayat periode tahun 1991-1995. Dari pemecahan masalahnya penulis mengambil metode kualitatif deskriptif, permasalahan yang menarik untuk dikaji dari topik penelitian ini, yaitu tentang tema, bentuk visualisasi, media, teknik, proses dan makna seni grafis karya Hidayat periode tahun 1991-1995, menjadi sebuah masalah yang perlu dirumuskan dan dipecahkan. Secara umum kesimpulan seni grafis karya Hidayat, seni grafis Hidayat sangat besar pengaruhnya terhadap suatu karya, khususnya seni grafis periode tahun 1991-1995 memiliki keterkaitan yang mempengaruhi satu sama lain. Dalam pembuatan tema kebanyaka dari periode 1991-1995 menggunakan tema tentang keagamaan yang berceritakan tentang kisah nabi. Karya Hidayat menggunakan media pisau cukil, tinta hitam, hardboard, gosokan yang terbuat dari tambang. Dalam berkarya seni Grafis Hidayat juga sering menggunakan cetak tinggi (Relief print), dan sering menggunakan obyek hewan ikan yang digunakan dalam karyanya. Makna dari seni grafis Hidayat banyak mengangkat tentang kisah nabi, dan hewan ikan yang memiliki kesucian, cerita tentang alam, karya Hidayat banyak mengambil dari alam seperti gambaran hewan-hewan yang dibuat dalam karyanya. Abstract Printmaking is a branch of the fine arts group that pure artwork creation process using the technique of printing his work. The term of art in the form of graphics including reproduction or multiplication using photography or drawing machine at the flat. At first the definition of printmaking has absolutely nothing to do with print print . In this study the authors will examine how the theme of the work Hidayat and shape visualization , and want to know about the media used , a technique often used by Hidayat and the Graphics of the meaning of his work . Of some sort of Graphic Arts , it will be analyzed , namely graphic art works from the period 1991-1995 Hidayat , once with Biography and His work . Hidayat often produce graphic works are quite interesting . Therefore, the authors are very enthusiastic to examine the works of graphic art Hidayat . For the author 's own works include the first examining Hidayat year period from 1991 to 1995 . Of solving the problem the authors take a qualitative descriptive method , which is interesting to study the problems of this research topic , which is about the theme , shape visualization , tools, techniques , processes and meaning of works of graphic art Hidayat -year period 1991-1995 , became a problem that needs to be formulated and solved . General conclusions Hidayat works of graphic art , graphic arts Hidayat very large influence on the work , especially printmaking year period 1991-1995 has linkages that affect each other . Most Comforta theme in the making of the period 1991-1995 using the theme of religion which tells the story of the prophet . Hidayat works using the media blade woodcut, black ink, hardboard, rub made of mine. In the Graphic art work Hidayat also often use high print (relief print), and frequent use of animal objects used fish in his work. The significance of the graphic arts Hidayat much about the story of the prophet raised, and the significance of the animal fish that has sanctity, stories about nature, Hidayat works much like a picture taken from nature animals made in his work. There are also about the nature of the differences

    RETORIKA DAKWAH USTADZ ADI HIDAYAT DALAM AKUN YOUTUBE

    Full text link
    ABSTRAK Retorika sangat penting bagi seorang dai dalam menyampaikan pesan dakwahnya kepada masyarakat/mad’u, terlepas dari latar belakang masing – masing setiap dai itu sendiri. bagi seorang dai, yang senantiasa menyampaikan dakwah kepada masyarakat/mad’u, Karena itu apa yang disampaikan harus bisa mengambil hati mad‟u dan menyentuhnya. Ustadz Adi Hidayat memiliki kemampuan untuk menggunakan teknik-teknik retorika yang efektif. Misalnya, dia dapat menggunakan gaya berbicara yang emosional, seperti penggunaan intonasi suara yang kuat atau perubahan tempo dalam pidatonya untuk menarik perhatian dan menekankan poin-poin penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Bagaimana Gaya Retorika Dakwah Ust Adi Hidayat dalam video tentang “[Klik Adi] Menjawab Argumen Semua Agama sama di channel youtube Adi Hidayat Officiall”. Adapun jenis penelitian yang penelitian gunakan adalah penelitian kualitatif dan sifat penelitian bersifat penelitian deskriptif, Metode yang digunakan untuk melengkapi penelitian ini digunakan metode dokumentasi dan observasi. hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam video yang diamati penulis mulai bulan maret 2022 - Oktober 2023, retorika dakwah ustadz adi hidayat dalam akun youtube terdapat, Gaya bahasa yang terdiri dari gaya bahasa berdasarkan pilihan kata yaitu gaya bahasa resmi, gaya bahasa tidak resmi, gaya bahasa percakapan, gaya bahasa berdasarkan nada, Gaya bahasa berdasarkan struktur kalimat yaitu gaya bahasa klimaks, Paralelisme, Antitesis, gaya bahasa repetisi yaitu Tautotes. Gaya suara Ustadz Adi Hidayat dalam menyampaikan dakwahnya memperhatikan irama suara yakni pitch dan pause. Serta mampu meletakkan jeda pada bagian tertentu sehingga mad‟u memahami isi ceramah apa saja yang disampaikan oleh Ustadz Adi Hidayat dengan tempo yang pas, santai. Tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat. Dan Gaya gerak tubuh Ustadz Adi Hidayat selain menggunakan bahasa verbal, ustadz Adi Hidayat juga menggunakan bahasa non verbal, mulai dari pakaian berpakaian rapi dan sopan menggunakan baju batik lengkap dengan peci berwarna putih , Memberikan senyuman disaat menyampaikan ceramahnya. Dia mengerakkan tangan, jari, dan sorotan mata sebagai komunikasi non verbal yang mana untuk memperteguh, menekankan komunikasi verbalnya. Kata kunci : Retorika Dakwah, Youtube, Ustadz Adi Hidayat iii ABSTRACT Rhetoric is very important for a preacher in conveying his da'wah message to the community / mad'u, regardless of the background of each preacher himself. For a preacher, who always delivers da'wah to the community / mad'u, therefore what is conveyed must be able to take mad'u heart and touch it. Ustadz Adi Hidayat had the ability to use effective rhetorical techniques. For example, he may use an emotional speaking style, such as the use of strong intonation of voice or a change in tempo in his speech to attract attention and emphasize key points. This study aims to find out how Ust Adi Hidayat's Da'wah Rhetoric Style in the video about "[Klik Adi] Answering the Arguments of All Religions is the same on Adi Hidayat Officiall's youtube channel". The type of research that the research uses is qualitative research and the nature of the research is descriptive research, the method used to complement this research is used documentation and observation methods. The results showed that in the video observed by the author from March 2022 - October 2023, Ustad Adi Hidayat's da'wah rhetoric on the YouTube account contained, Language style consisting of language style based on word choice, namely official language style, unofficial language style, conversational language style, language style based on tone, Language style based on sentence structure, namely climax language style, Parallelism, Antithesis, repetition style i.e. Tautotes. Ustadz Adi Hidayat's voice style in delivering his da'wah pays attention to the rhythm of the sound, namely pitch and pause. As well as being able to put pauses in certain parts so that mad‟u understand the content of any lecture delivered by Ustadz Adi Hidayat with the right tempo, relaxed. Not too fast and not too slow. And Ustad Adi Hidayat's gestures style in addition to using verbal language, Ustadz Adi Hidayat also uses non-verbal language, ranging from neatly dressed and polite clothes using batik clothes complete with white peci, giving a smile when delivering his lecture. He moves his hands, fingers, and eyes as nonverbal communication whic h is to reinforce, emphasizing his verbal communication. keywords: Retorika Dakwah, YouTube, Ustadz Adi Hidaya

    Karakteristik tafsir dalam kitab Nadoman Nurul Hikmah karya Hidayat Suryalaga

    Full text link
    INDONESIA : Tesis ini berjudul “Karakteristik Tafsir dalam Kitab Nadoman Nurul Hikmah karya Hidayat Suryalaga”. Fokus pembahasan dalam penelitian ini adalah persoalan karakteristik (teknis, gaya bahasa, sistematika, metode, sumber dan corak) Nadoman Nurul Hikmah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kitab Nadoman Nurul Hikmah beserta alasan penggunaannya. Guna menjawab permasalahan dan mencapai tujuan yang dimaksud, dalam penelitian ini penulis menggunakan metode: Pertama, metode deskriptif analisis. Metode ini dilakukan untuk mengulas wilayah ‘bagaimana’ teknis dan sistematika penyusunan, metode, sumber dan corak penafsirannya. Kedua, metode hermeneutik berdasarkan hubungan triadik (teks-reader/author-audience). Metode ini ditunjukkan untuk mengulas wilayah ‘mengapa’ Hidayat suryalaga menggunakan teknis dan sistematika penyusunan kitabnya seperti itu. Adapun sifat penelitian ini adalah penelitian pustaka (library research). Dalam prosesnya, penulis menggunakan dua kategori sumber data, sumber data primer dan sekunder. Sumber data primer adalah kitab Nadoman Nurul Hikmah itu sendiri, sedangkan sumber data sekunder terdiri dari buku-buku penelitian sebelumnya tentang Hidayat Suryalaga, kemudian buku-buku sejarah tafsir Nusantara yang digunakan penulis untuk mengembangkan landasan teori, dan buku-buku lain yang terkait dengan penelitian ini. Menjawab persoalan di atas, penulis menemukan beberapa hal mengenai karakteristik kitab Nadoman Nurul Hikmah. Karakter khas kitab Nadoman Nurul Hikmah tercermin pada dua aspek: (1) Postur nadhomannya yang sederhana. Nadoman Nurul Hikmah cenderung lebih longgar dalam menerjemahkan bahasa sumber, Hidayat Suryalaga tidak menjadikan redaksi ayat sebagai sumber, tetapi ia berusaha menuangkan interpretasinya sendiri. (2) Struktur dan gaya bahasa dalam Nadoman Nurul Hikmah Hidayat Suryalaga menggunakan struktur dan gaya bahasa yang sederhana, ia menggunakan bahasa Sunda yang populer dan kontekstual. Dalam penulisan nadhomannya Hidayat Suryalaga menggunakan 4 baris seperti halnya puisi Arab. Sedangkan jumlah suku kata pada umumnya menggunakan 8 suku kata. Nadoman Nurul Hikmah jauh lebih tepat disebut sebagai terjemah tafsiriyah al-Qur’an daripada disebut sebagai sebuah kitab tafsir. Karena dalam setiap bait nadhomannya, beliau memberikan penjelasan suatu ayat berdasarkan pemahamannya. Dalam kitabnya Nadoman Nurul Hikmah Hidayat Suryalaga menyertakan nilai-nilai kesundaan, hal tersebut tidak lepas dari tujuan ditulisnya kitab Nadoman Nurul Hikmah ini. Adapun nilai-nilai yang terdapat dalam kitab Nadoman Nurul Hikmah ini diantaranya adalah nilai kesundaan Silih Asih – Silih Asah – Silih Asuh, nilai kesundaan Rawayan Jati dan nilai kesundaan Sabilulungan. ENGLISH : This thesis is entitled “Characteristics of Interpretation in the Book of Nadoman Nurul Hikmah by Hidayat Suryalaga”. The focus of discussion in this study is the problem of characteristics (technical, style of language, systematics, methods, sources and style) of Nadoman Nurul Hikmah. This study aims to determine the characteristics of the Nadoman Nurul Hikmah book and the reasons for its use. In order to answer the problems and achieve the intended goals, in this research method the authors use the method: First, descriptive analysis. This method is carried out to review the technical and systematic ‘how’ areas of preparation, methods, sources and patterns of interpretation. Second, the hermeneutic method is based on a triadic relationship (text-reader/writer-audience). This method is shown to review the area of 'why' Hidayat Suryalaga uses the techniques and systematics of preparing his book like that. The nature of this research is library research. In the process, the authors use two categories of data sources, primary and secondary data sources. The primary data source is the Nadoman Nurul Hikmah book itself, while the secondary data sources consist of previous research books on Hidayat Suryalaga, then books on the history of interpretation of the Archipelago which the author uses to develop theoretical foundations, and other books related to research this. Answering the questions above, the writer found several things about the haracteristics of the book Nadoman Nurul Hikmah. The distinctive character of the Nadoman Nurul Hikmah book is reflected in two aspects: (1) Its simple nadhom posture. Nadoman Nurul Hikmah tends to be more loose in translating the source language. Hidayat Suryalaga does not use the editorial verse as a source, but he tries to put his own interpretation into it. (2) The structure and style of language in Nadoman Nurul Hikmah Hidayat Suryalaga uses a simple structure and style of language, he uses popular and contextual Sundanese. In writing his nadhom, Hidayat Suryalaga uses 4 lines like Arabic poetry. While the number of syllables generally uses 8 syllables. Nadoman Nurul Hikmah is far more accurately described as a translation of the tafsiriyah of the Qur'an than as a book of interpretation. Because in each of his nadhoms, he gives an explanation of a verse based on his understanding. In his book Nadoman Nurul Hikmah Hidayat Suryalaga contains Sundanese values, this cannot be separated from the purpose of writing this book Nadoman Nurul Hikmah. The values contained in the book Nadoman Nurul Hikmah include the Sundanese values of Silih Asih – Silih Asah – Silih Asuh, the Sundanese values of Rawayan Jati and the Sundanese values of Sabilulungan. ARAB : تحمل هذه الأطروحة عنوان "خصائص التفسير في كتاب نادومان نور الحكمة لهداية سوريالاغا". محور المناقشة في هذه الدراسة هو مشكلة الخصائص (التقنية، أسلوب اللغة، النظاميات، الأساليب، المصادر والأسلوب) لنادومان نور الحكمة. تهدف هذه الدراسة إلى تحديد خصائص كتاب نادومان نور الحكمة وأسباب استخدامه. ومن أجل الإجابة على التساؤلات وتحقيق الأهداف المنشودة، استخدم الباحث في هذه الدراسة الأساليب التالية: أولاً، المنهج الوصفي التحليلي. يتم تنفيذ هذه الطريقة لمراجعة مجالات "كيفية" الإعداد الفنية والمنهجية والأساليب والمصادر وأنماط التفسير. ثانياً، يعتمد المنهج التأويلي على العلاقات الثلاثية (النص-القارئ/المؤلف-الجمهور). يتم عرض هذه الطريقة لمراجعة مجال "لماذا" يستخدم هداية سوريالاغا التقنيات والمنهجيات لإعداد كتابه بهذه الطريقة. وطبيعة هذا البحث هي البحث المكتبي. في هذه العملية، يستخدم المؤلف فئتين من مصادر البيانات، مصادر البيانات الأولية والثانوية. مصدر البيانات الأساسي هو كتاب نادومان نور الحكمة نفسه، أما مصادر البيانات الثانوية فتتكون من كتب بحثية سابقة عن هداية سوريالاغا، ثم كتب تاريخ تفسير الأرخبيل التي يستخدمها المؤلف لوضع الأسس النظرية، وغيرها من الكتب المتعلقة بهذا البحث. وفي الإجابة على الأسئلة أعلاه يجد الكاتب عدة أمور حول خصائص كتاب نادومان نور الحكمة. تنعكس الشخصية المميزة لكتاب نادومان نور الحكمة في جهتين: (1) وضعية النادوم البسيطة. يميل نادومان نور الحكمة إلى أن يكون أكثر مرونة في ترجمة اللغة المصدر، ولا يستخدم هداية سوريالاغا الآية الافتتاحية كمصدر، لكنه يحاول وضع تفسيره الخاص فيها. (2) بنية اللغة وأسلوبها في هداية سوريالاغا يستخدم نادومان نورالحكمة بنية وأسلوب لغة بسيطين، فهو يستخدم اللغة السوندانية المشهورة والسياقية. في كتابته، يستخدم هداية سوريالاغا أربعة أسطر مثل الشعر العربي. مع أن عدد المقاطع يستخدم ثمانية مقاطع عموما. يوصف نادومان نور الحكمة بأنه ترجمة لتفسير القرآن بشكل أكثر دقة من كونه كتاب تفسير. لأنه في كل مقطع نادومان يقدم تفسيرا للآية بناء على فهمه. في كتابه نادومان نور الحكمة لهداية سوريالاغا يتضمن القيم السوندانية، وهذا لا يمكن فصله عن الغرض من كتابة هذا الكتاب نادومان نور الحكمة. أما النتيجة الواردة في كتاب نادومان نورالحكمة تشمل على سيليه آسيه – سيليه آساه – سيليه آسوه، وروايان جاتي وسابيلولونجان

    Understanding Confucianism in West Kalimantan

    Full text link
    What is Confucianism? What are its teachings? What is its culture? How did it grow in Indonesia? What is Confucianism like in West Kalimantan? The book, Agama Konghucu (Confucianism) written by Samsul Hidayat, was written to answer those questions. The author of this book, a lecturer at the State Institute of Islamic Studies (IAIN) of Pontianak, has long been doing a study on Confucianism in his capacity as an expert in the field of comparative religion

    KONSEP METAFISIKA DALAM SERAT WIRID HIDAYAT JATI (STUDI FALSAFAH SOPO INGSUN, SOPO GUSTINIPUN LAN SANGKAN PARANING DUMADHI)

    No full text
    The research entitled Metaphysics Built in the Philosophy of Sopo Ingsun, Sopo Gustinipun and Sangkan Paraning Dumadi on the syncretism of Islam and Ancient Java in Wirid Hidayat Jati serat, is motivated by the many understandings of the philosophy of Sangkan paraning dumadhi which leads to Manunggaling Kawulo Gusti equated with the concept of Moksa in Hindu belief. Because the focus of research on Wirid Hidayat Jati serat focuses on the concept of unification of humans with God, the researcher took the philosophy of paraning dumdahi which cannot be separated from the question of sopo Ingsun and sopo Gustinipun as material objects to study this Serat. The method of data analysis in Serat research for thesis research uses several methods including the following: First, descriptive, namely research conducted solely based on facts or existing language phenomena. Second, comparative, which is comparing data with one another by comparing the use of similar perspectives so that similarities or differences are obtained and secrets behind the choices of perspectives and material objects. Third, hermeneutics, to reveal the fiber context which includes who is the speaker (communicator), who is the speaker (communicant), the place and time it is delivered. Fourth, the philosophical theory used to capture the wisdom and moral message contained in the understanding of serat Wirid, especially in the philosophy of Sangkan paraning Dumadhi. From this study, the author found that the concept of manunggaling as the estuary of the Sangkan Paraning Dumadhi philosophy in Wirid Hidayat Jati serat is different from the Moksa concept in Hinduism as a pre-authorship teaching, because in Wirid Hidayat Jati fiber it is about maintaining the Single Roroning concept

    Penafsiran Intertekstualitas: Telaah Konsep Hermeneutika Komaruddin Hidayat

    Full text link
    Pembacaan terhadap sebuah teks tidak bisa dipahami secara mandiri. Untuk mendapatkan sebuah pemahaman yang utuh dari pesan yang hendak disampaikan oleh teks setidaknya akan melibatkan tiga komponen, yaitu penulis / pengarang (author), teks (text), dan juga pembaca (reader). Pemahaman teks secara mandiri tanpa melibatkan ketiga komponen tersebut sangat rentan terhadap kesalahan dalam proses pemahaman teks itu sendiri. Hal ini tidak lain karena pemikiran yang dituangkan oleh penulis / pengarang tidak selamanya mampu tertuang secara komprehensif dalam bentuk teks, dalam artian teks yang ada hanyalah sebagian dari pemikiran yang ada dalam otak penulis. Sehingga menghadirkan penulis dalam proses pembacaan teks menjadi sesuatu yang sangat penting. Faktor lain yang menjadi kendala dalam proses pembacaan teks adalah konteks dimana teks tersebut dilahirkan. Tidak sedikit pembacaan terhadap teks menjadi gagal karena pembaca tidak memperhatikan konteks kemunculan teks tersebut. Namun memunculkan ketiga komponen tersebut –terutama pengarang-, bukanlah sesuatu yang mudah, karena terdapat tabir tempat, jarak dan waktu antara pengarang dan pembaca. Kendala dalam mendapatkan pemahaman yang sesuai dengan pesan yang hendak disampaikan oleh teks dalam pembacaan teks ini berusaha dipecahkan oleh Komaruddin Hidayat melalui konsep hermeneutikanya yang kemudian lebih dikenal dengan penafsiran intertekstualita

    Eksperimentasi Permasalahan Teknik-teknik pada Cello Concerto No.1 Bagian Pertama “Allegretto” Karya Dmitri Shostakovich

    Full text link
    ABSTRAK Penguasaan teknik bagi seorang resitalis merupakan suatu keharusan, sesuai dengan tingkat kesulitan teknis yang ingin dicapai. Penulis mengacu pada penandaan teknis oleh pemain cello Mstislav Rostropovich untuk fingering dan bowing dalam repertoar pertama Cello Concerto No. 1 karya Dmitri Shostakovich yang kemudian ditemukan ketidakcocokan dalam preferensi pertimbangan teknis dan membuat penulis ingin mencoba bereksperimen untuk memecahkan masalah kesulitan teknis dalam repertoar tersebut. Technical Problems Experimentation in The Cello Concerto No.1, First Movement "Allegretto" by Dmitri Shostakovich ABSTRACT A recitalist's mastery of technique is a must, according to the level of desired achievements of technical difficulties. The author refers to the technical markings by cellist Mstislav Rostropovich for fingerings and bowings in the first cello concerto No.1 by Dmitri Shostakovich, which later was found discrepancies in the preferences of technical considerations, thus have made the author want to try to solve technical problems in the repertoire in a more personal way.
    corecore