121 research outputs found

    KEPRIBADIAN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL “MISI TERAKHIR RAFAEL” KARYA NUEL LUBIS

    No full text
    Karya sastra merupakan pengamatan sastrawan terhadap kehidupan yang diciptakan baik berupa novel, puisi maupun drama yang berguna untuk dinikmati, dipahami dan dimanfaatkan oleh pembaca. Novel Misi Tetakhir Rafael karya Nuel Lubis menggambarkan sisi kepribadian tokoh utama yang unik dan menarik untuk dikaji, karena cerita yang dikisahkan tentang usaha manusia untuk menyikapi sebuah persoalan cinta. Manusia tidak selamanya menjalani cinta berakhir dengan kebahagiaan. Cinta yang disangkanya dapat membahagiakan, justu membawanya terjerumus dalam permasalahan yang lain. Permasalahan dalam penelitian ini untuk mendeskripsikan 1) unsur-unsur intrinsik (tokoh, tema dan konflik) dalam novel Misi Terakhir Rafael Karya Nuel Lubis, 2) psikologi kepribadian tokoh utama pada novel Misi Terakhir Rafael Karya Nuel Lubis dengan menggunakan psikoanalisis teori Sighmund Freud. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan psikologi. Data dalam penelitian ini berupa kata-kata, kalimat-kalimat, serta paragraf yang terdapat dalam novel Misi Terakhir Rafael karya Nuel Lubis. Data diambil dengan teknik dokumentasi dengan metode membaca heuristik, reduksi data, deskripsi, interpretasi dan verifikasi data. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Misi Terakhir Rafael Karya Nuel Lubis, cetakan pertama dan diterbitkan oleh Senja pada tahun 2016

    Mempelajari Pengaruh Letak Daun dan Lama Pelayuan terhadap Kualitas Teh Daun Jeruju (Achantus Illicifolius L)

    No full text
    Indonesia is one of the largest producer of tea in the world, but limited habitat suitable for growing tea plant delayed tea development, so there’s a need to find a different source of tea. This research is conducted to know if jeruju leaves can replace the tea leaves both in quality and quantity. A research was conducted at Januari-Februari 2010 in Jaring Halus Village Langkat, North Sumatera and The Laboratory of Food Technology, Faculty Of Agriculture, North Sumatera University, Medan, using factorial complete random design with position of leave (young leave, middle, bottom) and time withering (15, 16, 17 and 18 hours). Parameter analysed water rate, ash content, tannin rate, organoleptic value of colour, organoleptic value of appearance, organoleptic value of taste, and organoleptic value of infused leaf. The result of research indicated had highly significant effect on water rate, ash content, tannin rate, orgsnoleptic value of colour, organoleptic value of appearance, organoleptic value of taste, and organoleptic value of infused leaf. A young leave and time withering for 15 hours give the best result.83 HalamanSkripsi Sarjan

    علامہ سید محمد بن جعفر کتانی: حیات و خدمات: "ALLAMA SYED MUHAMMAD BIN JA'FAR KATTANI: BIOGRAPHY AND CONTRIBUTIONS"

    No full text
    This research paper delves into the illustrious legacy of Allama Syed Muhammad bin Ja'far al-Hasani al-Kattani, a prominent figure hailing from the esteemed Kattani family residing in the city of Fes, Morocco. Renowned for their dedication to learning and piety, the Kattani lineage emerged as custodians of Islamic scholarship and culture, inheriting a significant portion of it following the downfall of Al-Andalus, migrating to Morocco and settling in Fes. Allama Syed Muhammad bin Ja'far al-Kattani, commonly known as Allama al-Kattani, was a polymath of exceptional caliber. His multifaceted expertise spanned across exegesis, jurisprudence, hadith, mysticism, historiography, and genealogy. Revered as a prolific author, Allama al-Kattani contributed extensively to the literary landscape, leaving behind a rich corpus of writings encompassing myriad subjects. This paper illuminates Allama al-Kattani's unparalleled contributions to scholarship, emphasizing his profound impact on diverse fields of knowledge. Through a comprehensive examination of his works and scholarly endeavors, this research highlights the profound intellect and erudition of Allama al-Kattani, shedding light on his enduring legacy as a beacon of knowledge and enlightenment in the city of Fes and beyond

    GOOD CORPORATE GOVERNANCE (KASUS PUTUSAN MA NOMOR 7/PID.SUS-TPK/2018/PT.DKI)

    No full text
    Ketika pasar lebih terbuka dan mendunia, serta bisnis menjadi lebih dan kompleks Good Corporate Governance (GCG) merupakan isu yang semakin berkembang di dunia dan juga di Indonesia terutama 10 tahun terakhir ini.Penerapan GCG menjadi suatu aspek penting dalam upaya mempertahankan kelangsungan jalannya perusahna tersebut telah mematuhi prinsip-prinsip GCG yaitu fairness, transparency, accountability, indenpendency, dan responsibility.Kelima prinsip tersebut mencerminkan niat baik perusahaan dalam menjalankan usahannya kepada stakeholders-nya, baik yang langsung maupun yang tidak langsung. Setiap perusahaan harus memastikan bahwa asas GCG diterapkan pada setiap aspek bisnis dan di semua jajaran perusahaan.Asas GCG yaitu transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi serta kesetaraan dan kewajaran diperlukan untuk mencapai kinerja yang berkesinambungan dengan tetap memperhatikan pemangku kepentingan.Penerapan prinsip GCG seharusnya mempunyai pengaruh positif yang signifikan terhadap kualitas laporan keuangan. Metode pendekatan dalam penulisan ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan meneliti data sekunder secara deskriptif dan dianalisi secara kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, Akibat dari pembelian saham tanpa sepengetahuan direksi lainnya yang dilakukan oleh Muhammad Helmi Kamal Lubis selaku Presiden Direktur Dana Pensiun Pertamina, yaitu dapat merugikan perusahaan dan merusak struktur organisasi dalam perusahaan tersebut, dengan adanya perbuatan tersebut Muhammad Helmi Kamal Lubis telah melanggar prinsip Good Corporate Governance. Pelanggaran dalam kasus ini tidak hanya merugikan dalam perusahaan namun dapat berdampak merugikan juga dari luar perusahaan

    Pengaruh Tiga Jenis Amelioran terhadap Perubahan Aldd, pH, dan Ptersedia pada Latosol Dramaga dan Podsolik Jasinga.

    No full text
    Latosol dan Podsolik terbentuk dari proses pelapukan dan pencucian intensif, sehingga memiliki kendala untuk digunakan sebagai lahan pertanian. Kendala pemanfaatan Latosol diantaranya adalah pH, kadar bahan organik, dan kejenuhan basa rendah. Kendala pada Podsolik diantaranya adalah kejenuhan Al dan erapan fosfor tinggi, serta pH, ketersediaan P, dan kejenuhan basa rendah. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya untuk mengatasi kendala tersebut, diantaranya dengan pemberian amelioran. Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh ameliorasi dolomit, kompos, dan arang sekam terhadap perubahan Aldd, pH, dan Ptersedia pada Latosol Dramaga dan Podsolik Jasinga. Penelitan ini menggunakan tiga contoh tanah, yaitu Latosol Dramaga dengan kadar Aldd 4.79 me/100g, Podsolik Jasinga 1 dengan kadar Aldd 13.75 me/100g, dan Podsolik Jasinga 2 dengan kadar Aldd 20.7 me/100g. Perlakuan ameliorasi yang dicobakan adalah pemberian dolomit, kompos, dan arang sekam. Penelitian dilakukan di rumah kaca menggunakan rancangan acak lengkap dengan 11 taraf ameliorasi dan 3 ulangan, sehingga terdapat 3x3x11x3 = 297 satuan percobaan. Setiap satuan percobaan berupa polybag berisi 500 g (BKM) tanah. Inkubasi perlakuan dilakukan selama 1 bulan. Selama masa inkubasi, kadar air tanah dipertahankan pada kondisi kapasitas lapang. Setelah itu dilakukan analisis tanah terhadap pH (H2O) 1:5, Aldd, dan Ptersedia (Bray 1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian dolomit hingga taraf 2 x Aldd meningkatkan pH dan menurunkan Aldd ketiga tanah (Latosol Dramaga, Podsolik Jasinga 1, dan Podsolik Jasinga 2). Pemberian dolomit hingga taraf 0.8 x Aldd pada Latosol Dramaga menurunkan Ptersedia; namun pada Podsolik Jasinga 1 dan Podsolik Jasinga 2 meningkatkan Ptersedia, sedangkan pada taraf lebih tinggi menurunkan Ptersedia. Pemberian kompos dan arang sekam berpengaruh sama terhadap ketiga tanah, yaitu meningkatkan pH, menurunkan Aldd, dan meningkatkan Ptersedia

    ANALISA DAN SIMULASI TRAFFIC MONITORING KENDARAAN BERMOTOR MENGGUNAKAN MULTISTATIC RADAR

    No full text
    ABSTRAKSI: Seiring dengan tingkat mobilisasi masyarakat yang semakin tinggi, transportasi merupakan kebutuhan primer untuk mengatasi jarak dan waktu yang sangat berharga. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut para produsen kendaraan bermotor pun meningkatkan jumlah produksinya. Seiring dengan peningkatan daya beli masyarakat dan banyaknya kemudahan untuk kredit kendaraan bermotor tanpa didukung dengan penambahan sarana transportasi yang memadai, maka volume kendaran bermotor tiap hari semakin meningkat. Volume kendaran bermotor yang tinggi ini menyebabkan angka kemacetan semakin meningkat.Solusi yang dapat ditawarkan adalah dengan memperlebar jalan atau dengan pengoptimalisasian jalan. Untuk memperlebar jalan dibutuhkan dana yang tidak sedikit jumlahnya, sedangkan optimalisasi akan lebih efisien daripada memperlebar jalan. Optimalisasi ini akan memerlukan suatu alat yang dapat memonitor volume trafik terutama pada jalan-jalan yang volume trafiknya padat dan tidak dapat diprediksi. Salah satu cara untuk memonitor volume trafik kendaraan bermotor tersebut adalah dengan menggunakan multistatic radar. Multistatic radar adalah sistem radar yang memisahkan penempatan beberapa transmitter dan receiver di lokasi yang berbeda. Sistem radar pasif ini bekerja berdasarkan radiasi gelombang yang dipancarkan oleh transmitter secara kontinyu, sinyal tersebut dipantulkan oleh objek dan diterima di receiver. Sinyal pantulan yang diterima di receiver adalah sinyal yang telah berubah frekuensi, amplitudo, dan fasanya akibat pengaruh dari kecepatan dan arah pergerakan dari objek relatif terhadap transmitter, dan posisi dari objek relatif terhadap transmitter dan receiver. Informasi perubahan frekuensi, amplitudo, dan fasa ini digunakan untuk memperkiraan jenis, kecepatan, dan arah pergerakan dari objek.Berdasarkan hasil analisa dapat disimpulkan bahwa sinyal yang diterima oleh receiver memiliki karakteristik amplitudo, frekuensi, dan beda fasa tersendiri. Karakteristik tersebut sangat dipengaruhi oleh setiap perubahan keadaan kanal pada selang waktu tertentu, dimana keadaan kanal ini dipengaruhi oleh jenis dan mobilisasi setiap objek. Keakurasian sistem ini dalam menerima sinyal pantul dari titik yang dimodelkan adalah 37.5%, dengan requirement ketidakstbilan osilator maksimummum adalah 80 Hz.Kata Kunci : -ABSTRACT: Along with the raising of people mobilization level, at present time, transportation is become one of primary needs to overcome distance and valuable time. In this situation, the producers of vehicles are gaining their products to fulfill the needs. And along with the easiness of having credit, cause more people are able to have their own vehicles. As a result, the volume of vehicles are raising day by day. But unfortunately the increase of vehicles volume are not supported by proper infrastructure increase. Thus the traffic jam problem are become worse day by day.The solution to overcome the situation are with road extension or road optimazing. Road extension requires much funds, while road optimazing requires less efficient funds than road extension. But road optimizing needs a tool that could monitor the traffic volume of road. One of the tools which can be used for volume traffic monitoring is multistatic radar. Multistatic radar is radar system that separates the location of the transmitter’s and the receiver’s at different places. This passive radar system operates with electromagnetic wave radiation, which is transmitted continually by the transmitter; then those transmitted signals are reflected by objects and received by the receiver. Those reflected signals, which are received by the receiver, are signals that have changed in frequency, amplitude and phase as a result of objects radial velocity and motion direction relative to the transmitter, and position of the objects relative to transmitter and receiver as well. In the end, those alterations information is used for estimating the type, velocity, and motion direction of objects.According to the result of simulation analysis, it can be concluded that each received signals which are received by the receiver have their own characteristic in frequency, amplitude, and phase due to the condition of the channel where the condition of the channel are depend on the type and motion of each objects. The accuracy of the modeled system in receiving the reflected signals is 37.5%, while the maximum oscillator instability requirement is 80 HzKeyword:

    METODE PEMBELAJARAN INDEX CARD MATCH (ICM) MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peningkatan hasil  belajar Pendidikan Kewarganegaraan siswa kelas XI IPA  SMA Swasta Al Washliyah 3 Medan, dan untuk mengetahui bagaimana hasil belajar siswa  setelah menerapkan metode pembelajaran Index Card Match (ICM)  di kelas Xi IPA SMA Swasta Al Washliyah 3 Medan Tahun Pembelajaran  2017-2018. Subjek dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri yang langsung melakukan proses  pembelajaran dengan metode pembelajaran Index Card Match (ICM) , dan objek penelitian ini adalah siswa  kelas XI IPA yang berjumlah 25 orang. Berdasarkan hasil penelitian pada siklus I nilai rata –rata hasil belajar siswa  adalah 63 ,00 dengan tingkat ketuntasan belajar secara klasikal  24%,  Dan pada siklus II  nilai rata-rata hasil belajar siswa  meningkat menjadi 81  serta ketuntasan belajar  88% yang mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II. Adapun yang menjadi hasil dari penelitian dengan hasil belajar siswa pada siklusII lebih meningkat dari siklus I. Hasil ini menunjukkan  bahwa terdapat peningkatan hasil belajar siswa  dengan menggunakan metode pembelajaran Index Card Match (ICM)

    ANALISIS PENGARUH PENERAPAN AIRLINES SERVICE QUALITY, PERCEIVED VALUE, CORPORATE IMAGE TERHADAP CUSTOMER TRUST DAN CUSTOMER LOYALTY PENUMPANG GARUDA INDONESIA DI BANDAR UDARA SULTAN ISKANDAR MUDA BANDA ACEH

    No full text
    ABSTRAKAbstrak karya akhir diserahkan kepada Panitia Komisi Ujian untuk mendapatkan Gelar Magister Manajemen pada Program Pascasarjana Universitas Syiah Kuala Banda AcehANALISIS PENGARUH PENERAPAN AIRLINES SERVICE QUALITY, PERCEIVED VALUE DAN CORPORATE IMAGE TERHADAP CUSTOMER TRUST DAN CUSTOMER LOYALTY PENUMPANG GARUDA INDONESIA DI BANDAR UDARA SULTAN ISKANDAR MUDA BANDA ACEHOleh:MUHAMMAD IRFANNIM : 1509200020027Konsentrasi : Manajemen PemasaranPembimbing Pertama:Prof. Dr. Abdul Rahman Lubis, M.ScPembimbing Kedua: Dr. Syafruddin Chan, SE, MBATujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan airlines service quality, perceived value dan corporate image terhadap customer trust dan customer loyalty penumpang Garuda Indonesia di Bandar Udara Sultan Iskandar Muda Banda Aceh. Sampel yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 170 orang yang diambil menggunakan metode non-probability sampling dengan teknin purposive sampling yang lebih spesifik yaitu random sampling. Data yang dikumpulkan dengan menggunakan metode pembagian kuesioner dan wawancara langsung. Selanjutnya setelah data diperoleh maka dianalisa dengan menggunakan alat analisa data SEM (Structural Equation Modelling) Amos dan SPSS Versi 22.Variabel yang paling dominan berpengaruh adalah variable Corporate Image terhadap Customer Trust. Dalam meningkatkan Customer Trust dan Customer Loyalty penumpang Garuda Indonesia di Bandar Udara Sultan Iskandar Muda Banda Aceh maka airlines service quality, perceived value dan corporate image dipandang perlu untuk dilakukan perbaikan. Berdasarkan kondisi yang terjadi dilapangan, penelitian ini menghasilkan rekomendasi untuk perbaikan pelayanan penerbangan dimasa yang akan datang.Kata Kunci : Airlines Service Quality, Perceived Value, Corporate Image, Customer Trust, Customer Loyalt

    Relationship between circulating levels of IFN‐γ, IL‐10, CXCL9 and CCL2 in pulmonary and extrapulmonary tuberculosis is dependent on disease severity

    No full text
    Protection against Mycobacterium tuberculosis infection is dependent on T cell and macrophage activation regulated by cytokines. Cytokines and chemokines produced at disease sites may be released into circulation. Data available on circulating cytokines in tuberculosis (TB) is mostly on pulmonary TB (PTB) with limited information on extrapulmonary disease (EPul-TB). We measured interferon-gamma (IFN-γ), interkeukin-10 (IL-10), CXCL9 and CCL2 in sera of patients ( n = 80) including; PTB ( n = 42), EPul-TB ( n = 38) and BCG vaccinated healthy endemic controls (EC, n = 42). EPul-TB patients comprised those with less severe (LNTB) or severe (SevTB) disease. Serum IFN-γ, IL-10 and CXCL9 levels were significantly greater while CCL2 was reduced in TB patients as compared with EC. IFN-γ was significantly greater in PTB as compared with LNTB ( P = 0.002) and SevTB ( P = 0.029). CXCL9 was greater in PTB as compared with LNTB ( P = 0.009). In contrast, CCL2 levels were reduced in PTB as compared with LNTB ( P = 0.021) and SevTB ( P = 0.024). A Spearman’s rank correlation analysis determined a positive association between IFN-γ and IL-10 (rho = 0.473, P = 0.002) and IFN-γ and CXCL9 (rho = 0.403, P = 0.008) in the PTB group. However, in SevTB, only IFN-γ and CXCL9 were positively associated (rho = 0.529, P = 0.016). Systemic levels of cytokines are reflective of local responses at disease sites. Therefore, our data suggests that in PTB increased IFN-γ and CXCL9 balanced by IL-10 may result in a more effective cell mediated response in the host. However, elevated inflammatory chemokines CXCL9 and CCL2 in severe EPul-TB without concomitant down modulatory cytokines may exacerbate disease related pathology and hamper restriction of M. tuberculosis infection. [ABSTRACT FROM AUTHOR]Peer reviewedfinal article publishe
    corecore