1,721,096 research outputs found
Tinjauan Artikel: Potensi Tanaman Lakum (Cayratia Trifolia) Sebagai Imunomodulator
Di masa pandemi ini, masyarakat cenderung mengkonsumsi minuman herbal untuk menjaga sistem imun. Salah satu tumbuhan yang sering digunakan masyarakat lokal sebagai minuman herbal adalah tumbuhan lakum (Cayratia folia). Tumbuhan lakum memiliki berbagai aktivitas antioksidan dan imunomodulator. Kandungan utama tumbuhan lakum adalah flavonoid. Pelarut yang paling banyak digunakan sebagai pelarut ekstrak tumbuhan lakum yaitu etanol, air dan metanol. Pada review ini, data primer dikumpulkan dengan secara online, berupa jurnal nasional maupun jurnal Internasional. Hasil yang didapatkan dari beberapa jurnal dan sumber lainnya dapat diketahui potensi imunomodulator dari tumbuhan lakum
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENGEMBANGAN YOGHURT BUAH LAKUM SEBAGAI ALTERNATIF MINUMAN FUNGSIONAL
Buah lakum (Cayratia trifolia (L.) Domin) adalah tumbuhan yang telah dikenal di Kalimantan Barat yang memiliki banyak potensi khususnya di bidang kesehatan maupun industri. Potensi ini ditunjang dari sisi kandungan buah- buahan yang merupakan sumber zat gizi seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral (Antarlina, 2009) Masyarakat etnis Melayu di Kecamatan Sungai Kunyit Kabupaten Mempawah telah melakukan pemanfaatan buah lakum sebagai pewarna alami dengan nilai indeks pemanfaatan khusus sebesar 0,030 yang berarti 3% pemanfaatan bagian buah adalah sebagai pewarna alami (Prasetyo, 2016).Saat ini Etnis Melayu di Kecamatan Sungai Kunyit telah mengkomersialkan produk olahan dari tumbuhan lakum seperti sirup, dodol dan selai. Aktivitas komersialisasi produk-produk olahan dari tumbuhan lakum biasanya dilakukan oleh ibu-ibu rumah tangga. Mereka melakukan aktivitas tersebut bertujuan untuk menambah dan menunjang pendapatan keluarga (Prasetyo, Linda, Mukarlina, 2015).Soyghurt merupakan produk fermentasi susu kedelai dengan menggunakan bakteri Streptococcus thermophilus dan Lactobacillus bulgaricus yang merupakan spesies mikroba yang esensial dan aktif dalam hubungan simbiotik serta telah umum dipakai dalam proses pembuatan yoghurt. Apabila dilihat dari segi gizinya, soygurt mengandung kadar protein yang lebih tinggi dari yogurt (Hanifah, 2016).Pemanfaatan buah lakum sebagai tambahan produk soyghurt menunjukkan bahwasanya produk tersebut dapat diterima baik secara organoleptik dan memiliki kandungan antioksidan yang tinggi. Sehingga soyghurt buah lakum dapat dimanfaatkan sebagai salah satu minuman fungsional yang berfungsi untuk kesehatan. Selain itu juga dapat mengembangkan pemanfaatan buah lakum lebih luas lagi selain produk sirup, dodol atau selai yang telah ada di wilayah Sungai Kunyit
EKSTRAK METANOL BUAH LAKUM (Cayratia trifolia (L.) Domin) SEBAGAI INDIKATOR ALAMI PADA TITRASI BASA KUAT ASAM KUAT
Buah lakum mengandung pigmen antosianin yang peka terhadap derajat keasaman (pH). Kandungan tersebut membuat buah lakum memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan sebagai indikator alami dalam proses titrasi basa kuat-asam kuat. Ekstraksi pigmen antosianin buah lakum dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut metanol. Ekstrak yang diperoleh kemudian digunakan sebagai indiaktor alami pada titrasi basa kuat-asam kuat. Data yang diperoleh dari hasil titrasi divalidasi dengan hasil titrasi yang dilakukan menggunakan indikator sintetis. Indikator sintetis yang digunakan sebagai pembanding dalam penelitian ini yaitu indikator fenolftalein (pp). Hasil yang diperoleh pada titrasi basa kuat-asam kuat menggunakan ekstrak metanol buah lakum mempunyai rentang pH sebesar 9,81-4,25 menunjukkan perubahan warna yang tajam dengan nilai standar deviasi (SD) yaitu 0,141. Penggunaan indikator fenolftalein (pp) sebagai pembanding menunjukkan reentang pH yaitu 9,83-4,20 dengan nilai SD sebesar 0,036. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak metanol buah lakum layak dijadikan sebagai alternatif pengganti indikator sintetis dalam proses titrasi basa kuat-asam kuat. Kata Kunci: buah lakum, ekstrak metanol buah lakum, indikator, pH, titrasi basa kuat-asam kua
Skrining Fitokimia Berbagai Fraksi Ekstrak Buah Lakum (Cayratia trifolia L.)
Lakum fruit (Cayratia trifolia L.) is one of the plant which is predicted to have antioxidant activity. The aim of present study is to investigate the presence of phytoconstituents in the different fractions like ethyl acetate, methanol and n-hexane of lakum fruit extract. The fruit was extracted using methanol solvent. The result of fractionations showed that the ethyl acetate fraction have yield of 19,7%, while the methanol fraction have yield of 16,8% and the n-hexane fraction have yield of 2,26%. The ethyl acetate and methanol fractions were showing alkaloids and phenolic compounds, while n-hexane fraction only show alkaloids
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK KLOROFORM BUAH LAKUM (Cayratia trifolia) DENGAN METODE DPPH (2,2-DIFENIL-1-PIKRILHIDRAZIL)
Antioksidan merupakan senyawa atau molekul yang dapat mencegah terjadinya prosesoksidasi yang disebabkan oleh radikal bebas. Buah lakum (Cayratia trifolia) merupakan salah satutanaman yang berpotensi sebagai antioksidan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitasantioksidan dari buah lakum menggunakan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil). Simplisiabuah lakum dimaserasi dengan pelarut kloroform dan ekstrak yang dihasilkan diuji skriningfitokimia. Hasil dari skrining fitokimia ekstrak menunjukkan hasil positif mengandung flavonoid,alkaloid, steroid, tanin dan fenolik. Uji pendahuluan dilakukan secara KLT dengan metode DPPHmenggunakan fase diam silika gel 60 Fdan fase gerak kloroform dan metanol (1:4). Hasilnyadiperoleh 2 spot berwarna kuning setelah disemprot pereaksi DPPH dengan nilai Rf sebesar 0,68dan 0,76. Uji aktivitas antioksidan menggunakan spektrofotometri UV-Vis menunjukkan bahwaekstrak memiliki aktivitas antioksidan yang lemah dengan nilai IC254sebesar 651,643 ?g/mL,sedangkan vitamin C sebagai kontrol positif memiliki aktivitas antioksidan yang kuat dengan nilaiIC50sebesar 2,971 ?g/ml.50Kata Kunci: Aktivitas antioksidan, DPPH, Buah lakum, Ekstrak kloroform
Yoghurt Fortified Formulation of Lakum Fruit (Cayratia trifolia (L.) Domin) Extract as an Antioxidant
Lakum (Cayratia trifolia (L.) Domin) contains a lot of anthocyanin. Anthocyanin in Lakum fruit has a high stability if stored at low temperatures, acidic conditions, and without light. The acidic product such as yogurt can provide an optimum condition for anthocyanin stability and antioxidant activity. The purpose of this study was to optimize yogurt formulation fortified by lakum fruit extract as an antioxidant according to the requirements of the Indonesian National Standard (SNI). Lakum fruit extract was formulated in yogurt with various concentrations at 0%, 5%, 7.5% and 10%. Evaluations were carried out including tests of physical, chemical and microbiological properties and anthocyanin test and antioxidant of yogurt. The results showed that the yogurt formula fortified lakum fruit extract at 7.5% concentration resulted highest anthocyanin stability and antioxidant activity that fulfilled SNI requirements and the preferred level of respondents' preference with anthocyanin levels of 53.35±1.04 mg/L, antioxidant activity 69.15±0.24%, t90 7.97 days, total of lactic acid bacteria (LAB) 48.2x107 colony/gram, fat 3.72±0.03%, pH 3.87±0.03, total acid 0.83±0.06%, viscosity 639.07±2.06 cP, protein of 4.90±0.11%, hedonic test, 6.88 (like), and organoleptic purple (5), the distinctive aroma of lakum fruit (4.95), sour taste (4.85), fine texture (4.9) and slightly liquid viscosity (4.85)
EKSTRAKSI DAN UJI STABILITAS ZAT WARNA ALAMI DARI BUAH LAKUM (Cayratia trifolia (L.) Domin)
Lakum (Cayratia trifolia (L.) Domin) memiliki buah yang bewarna ungu kehitam-hitaman yang diduga berasal dari antosianin. Penelitian ini dilakukan untuk mengekstraksi, menentukan golongan pigmen dan menguji stabilitas zat warna alami dari buah lakum. Ekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut air yang divariasikan suhu dan etanol yang divariasikan konsentrasi. Ekstrak optimum diuji flavonoid dan uji antosianin serta diuji stabilitasnya terhadap pengaruh suhu, cahaya, pH dan oksidator dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Hasil ekstraksi optimum pelarut air pada 70oC dan pelarut etanol 60%. Golongan pigmen buah lakum adalah antosianin. Uji stabilitas menunjukkan penyimpanan pada suhu 30 oC dan 15 oC selama 2 hari menurunkan absorbansi ekstrak air sebesar 19,21 % dan 18,29 % dan ekstrak etanol sebesar 13,69 % dan 5,48 %. Penyinaran matahari selama 6 jam menurunkan absorbansi ekstrak air dan etanol sebesar 10,96 % dan 10,35 %. Penyinaran lampu 25 watt selama 48 jam menurunkan absorbansi ekstrak air dan etanol sebesar 5,18 % dan 5,64 %. Penambahan pH 1-2 meningkatkan absorbansi dan menurun pada pH 3-6. Penambahan oksidator H2O2 0,1 % selama 6 jam menurunkan absorbansi ekstrak air dan etanol sebesar 21,69 % dan 57,65 %. Antosianin buah lakum stabil pada suhu rendah, kondisi asam dan tanpa cahaya. Kata kunci : Lakum (Cayratia trifolia (L.) Domin), antosianin, ekstraksi
Optimasi Komposisi Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus pada Yogurt Terfortifikasi Buah Lakum (Cayratia trifolia (L.) Domin) sebagai Antibakteri terhadap Escherichia coli
Optimasi komposisi Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus pada yogurt terfortifikasi buah lakum (Cayratia trifolia (L.) Domin) sebagai antibakteri terhadap Escherichia coli telah dilakukan. Yogurt dibuat dengan memfermentasikan susu bubuk full cream dengan penambahan variasi kultur bakteri L. bulgaricus dan S. thermophilus, serta penambahan ekstrak buah lakum. Proses fermentasi sangat bergantung pada kultur bakteri yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi optimal bakteri L. bulgaricus dan S. thermophilus pada yogurt terfortifikasi buah lakum sebagai antibakteri pada E. coli. Penelitian dilakukan dengan cara memvariasikan komposisi bakteri L. bulgaricus dan S. thermophilus pada yogurt buah lakum. Analisis terhadap yogurt buah lakum dilakukan dengan pengujian stabilitas keasaman, pH, kadar antosianin dan aktivitas daya hambat terhadap bakteri E.coli. Analisis data dilakukan dengan menggunakan MANOVA (Multivariate Analysis of Variance). Hasil penelitian menunjukan bahwa yogurt buah lakum dengan kombinasi L. bulgaricus dan S. thermophilus 2:1 (v/v) memberikan stabilitas yang baik selama penyimpanan dengan nilai keasaman yang meningkat dan pH yang turun. Kadar antosianin dalam yogurt selama penyimpanan mengalami penurunan dan yogurt plain (tanpa penambahan ekstrak buah lakum) dengan kombinasi L. bulgaricus dan S. thermophilus 2:1 (v/v) memiliki daya hambat terhadap bakteri E. coli dengan nilai yang paling tinggi.
Optimization of composition of Lactobacillus bulgaricus and Streptococcus thermophilus in yoghurt fortified by lakum fruit (Cayratia trifolia (L.) Domin) extract as an antibacterial against Escherichia coli was investigated for the first time in this research. Yoghurt was made by fermenting milk with several compositions of L. bulgaricus and S. thermophilus as starter cultures and also adding lakum fruit extract as an antibacterial against E. coli. The fermentation process was depended on the bacterial culture used. The aim of the research was to determine the optimal composition of L. Bulgaricus and S. thermophilus bacteria in lakum fruit yoghurt as an antibacterial against E. coli. The research was done by making variation of composition of L. bulgaricus and S. thermophilus bacteria culture in lakum fruit yoghurt. Lakum fruit yoghurt was analysed with acidity stability test, pH, anthocyanin level and inhibitory activity against E. coli. The data analysis was done with MANOVA (Multivariate Analysis of Variance). The results showed that lakum fruit yoghurt with composition of L. bulgaricus and S. thermophilus 2:1 (v/v) had a good stability with increased acidity dan decreased pH. The value of anthocyanin in lakum fruit yogurt decreased and plain yoghurt (without lakum fruit extract) with composition of L. bulgaricus and S. thermophilus 2:1 (v/v) gave the highest inhibitory value against E. coli
SKRINING FITOKIMIA PENETAPAN KADAR TOTAL FLAVONOID EKSTRAK ETANOL DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN TANAMAN LAKUM AIR (LUDWIGIA HYSSOPOLIA)
Padi merupakan salah satu sumber pangan utama yang pertumbuhannya sering terganggu oleh gulma, yang dapat menurunkan hasil panen hingga 50% melalui persaingan nutrisi, air, cahaya, serta menjadi tempat persembunyian hama. Namun lakum air diketahui memiliki kandungan metabolit sekunder seperti flavonoid , alkaloid, fenol, dan senyawa antioksidan pada ekstrak etanol tanaman lakum air (Ludwigia hyssopolia), yang berpontesi dimanfaatkan sebagai herbisida alami ramah lingkungan oven dengan suhu 60o C. Metode ekstraksi yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode maserasi dengan menggunkan pelarut etanol 96% selama 5 hari pada seluruh bagian tanaman lakum air yang dikeringakan. Analisis metabolit sekunder dilakukan melalui uji kualitatif ( flavonoid, alkaloid, fenol ) dan kuantitatif, dengan penetapan kadar total flavonoid menggunkan spektrofotometri Uv-Vis. Aktivitas antioksidan diuji menggunakan metode DDPH dengan panjang gelombang yang sudah ditentukan 517nm untuk menentukan nilai IC50 (Sihombing et al., 2018). Hasil uji kualitatif positif pada flavonoid, alkaloid, dan fenol, dengan kadar total flavonoid signifikan mencapai 25-30% berat kering. Aktivitas antioksidan ekstrak lakum air mencapai IC50 4,6238 μg/ml, lebih kuat dibandingkan vitamin C ( IC50 33,84 μg/ml ), mendakan potensi tinggi sebagai antiosidan alami. Ekstrak etanol lakum air kaya metabolit sekunder bermanfaat, mendukung pemanfaatanya sebagai herbisida selektif pada lahan padi untuk mengantikan pestisida sintetis. Penelitian lanjutan di lapangan diperlukan untuk validasi efektivitas, keamanan, dan aplikasi skala besar
Kemampuan Tumbuhan Lakum Air (Ludwigia octovalvis) sebagai Biofiltrator Kandungan Organik di Wilayah Perairan
Perairan merupakan elemen penting bagi kehidupan manusia, hewan, dan tumbuhan. Pentingnya perairan ini membuat sumber daya air justru sering dihadapkan dengan penurunan kualitas air. Salah satu penyebabnya berasal dari bahan organik berlebih yang dapat menjadi polutan seperti nitrat (NO3-) dan fosfat (PO₄³⁻). Suatu upaya yang bisa dilakukan dalam mengelola polutan tersebut adalah menggunakan biofiltrasi. Biofiltrasi merupakan metode pengolahan limbah atau polutan secara biologis sehingga kandungan polutan yang ada di suatu wilayah tersebut menjadi berkurang. Biofiltrasi dapat dilakukan dengan menggunakan tumbuhan. Salah satunya adalah Lakum Air (Ludwigia octovalvis). Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan dari tumbuhan Lakum Air (L. octovalvis) sebagai biofiltrator dalam menyerap kandungan organik nitrat (NO3-) dan fosfat (PO₄³⁻). Dalam pelaksanaannya, tumbuhan Lakum Air (L. octovalvis) ditanam pada media tanam air dengan penambahan kandungan organik berupa nitrat (NO3-) dan fosfat (PO₄³⁻). Konsentrasi yang ditambahkan adalah hasil dari uji pendahuluan berupa Range Finding Test (RFT) yaitu sebesar 10 mg/L. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan, tumbuhan Lakum Air (L. octovalvis) sebagai biofiltrator kandungan organik nitrat (NO3-) mempunyai rata-rata efisiensi penurunan 0% selama 2 minggu waktu kontak dan 0.5% selama 4 minggu waktu kontak. Adapun sebagai biofiltrator kandungan organik fosfat (PO₄³⁻), tumbuhan ini memiliki rata-rata efisiensi penurunan 35% dengan 2 minggu waktu kontak dan 58% dengan 4 minggu waktu kontak. Tumbuhan Lakum Air (L. octovalvis) mampu menyerap nitrat (NO3-) dengan rata-rata sebesar 2.99 mg/L dalam 2 minggu waktu kontak dan 5.92 mg/L dalam 4 minggu waktu kontak. Serta mampu pula menyerap fosfat (PO₄³⁻) dengan rata-rata sebanyak 4.72 mg/L selama 2 minggu waktu kontak dan 6.66 mg/L selama 4 minggu waktu kontak. Tumbuhan Lakum air (L. octovalvis) tidak mengalami kematian dan tetap menunjukkan produktivitas pertumbuhannya hingga masa akhir waktu pengamatan.
================================================================================================================================
Water is an important element for human, animal and plant life. So, water resources often face a decrease in quality. One of the causes comes from excess organic matter which can become pollutants such as nitrate (NO3-) and phosphate (PO₄³⁻). One effort that can be done in managing these pollutants is to use biofiltration. Biofiltration is a method of treating waste or pollutants biologically so that the pollutant content in an area is reduced. Biofiltration can be done using plants. One of them is Lakum Air (Ludwigia octovalvis). Therefore, this study aims to determine the ability of the Lakum Air plant (L. octovalvis) as a biofiltrator in absorbing the organic content of nitrate (NO3-) and phosphate (PO₄³⁻). In its implementation, Lakum Air plants (L. octovalvis) were planted in water growing media with the addition of organic content in the form of nitrate (NO3-) and phosphate (PO₄³⁻). The concentration added is the result of a preliminary test in the form of a Range Finding Test (RFT), which is 10 mg/L. From the research results obtained, the Lakum Air (L. octovalvis) as a biofiltrator for organic nitrate content (NO3-) has a removal efficiency of 0% for 2 weeks of contact time and 0.5% in 4 weeks of contact time. As a biofiltrator for the organic content of phosphate (PO₄³⁻) this plant has a removal efficiency of 35% with 2 weeks of contact time and 58% for 4 weeks of contact time. Lakum Air (L. octovalvis) plants were able to absorb nitrate (NO3-) of 2.99 mg/L in 2 weeks of contact and 5.92 mg/L in 4 weeks of contact. As well as being able to absorb phosphate (PO₄³⁻) as much as 4.72 mg/L with 2 weeks of contact time and 6.66 mg/L in 4 weeks of contact time. Lakum air plants (L. octovalvis) did not experience death and continued to show their growth productivity until the end of the observation period
- …
