E-Journal STF Muhammadiyah Tangerang
Not a member yet
200 research outputs found
Sort by
Review Artikel : Uji Aktivitas Formulasi Sediaan Lip Balm pada Beberapa Ekstrak Tumbuhan Herbal sebagai Tabir Surya
Gangguan pada bibir seperti kering, pecah-pecah dan kusam salah satu faktor akibat paparan sinar UV matahari yang dapat dicegah dengan penggunaan lip balm. Salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan menggunakan lip balm yang mengandung tabir surya. Efektivitas sediaan tabir surya didasarkan pada nilai Sun Protection Factor (SPF) yang menunjukkan kemampuan produk tabir surya dalam melindungi kulit dari paparan sinar UV. Artikel ini bertujuan untuk melihat potensi aktivitas tabir surya pada formulasi sediaan lip balm dengan beberapa ekstrak tumbuhan herbal pada kulit bibir menjadi salah satu alternatif pengganti lipbalm yang mengandung bahan sintesis. Metode penelitian yang digunakan terdiri dari penelusuran database melalui Pubmed, Science Direct, dan Google Schoolar untuk mengumpulkan data dari berbagai artikel ilmiah yang diterbitkan dalam rentang tahun 2015-2023. Berdasarkan hasil studi literatur ini dapat disimpulkan bahwa dari aktivitas tabir surya pada formulasi sediaan lip balm dengan beberapa ekstrak tumbuhan herbal pada kulit bibir dapat dijadikan salah satu alternatif pengganti lip balm yang mengandung bahan sintesis
Perbandingan Biaya Rill dengan Tarif INA-cbg’s Pada Perawatan Gagal Ginjal
Sejak diberlakukannya sistem Jaminan Kesehatan Nasional dengan tarif INA-CBG’s, pembiayaan pelayanan kesehatan di Indonesia mengalami banyak perubahan. Pemberlakukan Tarif INA-CBG’s menuntut tiap penyedia pelayanan kesehatan untuk memberikan pelayanan yang prima dengan pembiayaan yang efektif dan efisien. Banyak pihak Rumah Sakit yang mengeluhkan perbedaan tarif yang sering kali muncul ketika perawatan pasien. Hal ini tentunya membuat pihak Rumah Sakit mengalami kerugian dan harus menanggung selisih yang ada tanpa harus membebani pasien. Artikel ini bertujuan untuk melakukan tinjauan sistematik terkait perbedaan biaya rill rumah sakit dengan tarif INA-CBG’s pada perawata pasien gagal ginjal kronik. Pencarian artikel selama kurang lebih 2 bulan dimulai dari bulan Juni-Agustus 2020.Penulis menggunakan google scholar dan pubmed dengan kata kunci Gagal Ginjal Kronik, biaya rill, INA-CBG’s, dan JKN untuk membantu dalam pencarian artikel. Artikel dengan jenis original research, terbit dalam kurun waktu 10 tahun terakhir (2010-2020), artikel membahas tentang biaya rill dan INA-CBG’s pada perawatan pasien gagal ginjal kronik merupakan kriteria inklusi. Artikel dengan jenis systematic review, thesis, tidak full text merupakan kriteria eklusi.PRISMA diagram digunakan untuk membantu dalam pemilihan artikel yang sesuai dan memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil Tinjuan Sistematik ini menunjukan bahwa sebesar 66,6% artikel memperlihatkan bahwa biaya rill rumah sakit lebih tinggi dibandingkan klaim INA-CBG’s, sedangkan 38,8% menunjukan biaya rill rumah sakit lebih rendah dibandingkan klaim INA-CBG’s. Faktor LOS, Frekuensi HD, Tingkat keparahan dan Perbedaan tarif RS untuk pembiayaan penyakit gagal ginjal kronik tiap daerah mempengaruhi besarnya perbedaan tarif tersebut.waalaupun sebagian kalangan masih banyak yang menilai sistem JKN dengan INA-CBG’s ini belum efektif diterapkan di Indonesia, tetapi pihak penyedia layanan kesehatan seharusnya mampu untuk menyediakan pelayanan kesehatan yang sesuai dengan berbasis perawatan dan pembiayaan yang rasional
PENGARUH METODE PENGERINGAN SIMPLISIA TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL DAUN KEMUNING(Murraya paniculata (L.) Jack) METODE DPPH
Daunkemuningmerupakantanaman yang mengandungantioksidanalamidenganmetabolitsekunder flavonoid. Flavonoid dan antioksidan merupakan senyawa yang tidak tahan tehadap panas, suhu yang tinggi menyebabkan kemampuan antioksidan untuk menghambat radikal bebas berkurang. Penelitianinibertujuanuntukmengidentifikasipengaruhperbedaanmetodepengeringansimplisiapadaaktivitasantioksidanekstraketanoldaunkemuning, dan mengidentifikasimetodepengeringan yang menghasilkanaktivitasantioksidan paling tinggi.Pengeringansimplisiadilakukandenganmetodesinarmatahari, oven, dan angin-angin. Analisa data memanfaatkan one-way ANOVA dan uji lanjut Duncan. Hasil uji aktivitasantioksidanekstraketanoldaunkemuningmetode pengeringansinarmatahari IC50 319,29 ppm, oven 357,94 ppm, dan angin-angin 307,96 ppm.Metodepengeringansimplisiatidakmenunjukkanpengaruhsignifikanpadaaktivitasantioksidanekstraketanoldaunkemuning, dan metodepengeringansimplisiadenganaktivitasantioksidan yang paling tinggiyaitupengeringanangin-angin. Metodepengeringan yang tepatdapatmenjagakandunganantioksidandalamsimplisiadaunkemuningsehinggadapatbermanfaat bagikesehatan
STUDI LITERATUR REVIEW : PAPARAN DARI BERBAGAI JENIS PENGHARUM RUANGAN TERHADAP KESEHATAN MANUSIA
Pengharum ruangan adalah salah satu bahan kimia rumah tangga yang paling umum digunakan. Keamanan penggunaan pengharum ruangan semakin dipertanyakan, terutama zat yang terkandung di dalamnya. Bahan pengharum ruangan dianggap berdampak negatif pada kesehatan seperti ganguan pernapasan, reaksi alergi, dan berbagai gejala tidak spesifik seperti sakit kepala, iritasi hidung, mata, dan lain-lain. Penelitian ini menggunakan pendalaman yang sistematis dengan mengulas serta meriview beberapa jurnal yang didapatkan melalui pencarian google atau google scholar, PubMed, Science and Innovation Record (SINTA) dan sumber lainnya. Hasilnya yaitu berbagai jenis pewangi ruangan seperti gel dan spray dapat menimbulkan masalah kesehatan di antaranya penipisan otot jantung, perubahan pada lapisan otak, menurunkan viabilitas sel epitel paru-paru. Dapat disimpulkan bahwa paparan zat yang terkandung di dalam berbagai jenis pengharum ruangan dapat menimbulkan masalah kesehatan
ANALISIS PENYIMPANAN DAN PENDISTRIBUSIAN OBAT YANG BAIK DI INSTALASI FARMASI RSUP Dr. SITANALA TANGERANG
Penyimpanan adalah suatu kegiatan menyimpan dan memelihara dengan cara menempatkan obat-obatan pada tempat yang dinilai aman dari pencurian serta gangguan fisik yang dapat merusak mutu obat. Pendistribusian obat adalah suatu rangkaian kegiatan dalam rangka pengeluaran dan pengiriman obat, terjamin keabsahan tepat jenis dan jumlah secara merata dan teratur untuk memenuhi kebutuhan unit-unit pelayanan kesehatan. Tujuan Penelitian ini untuk menganalisis penyimpanan dan pendistribusian obat yang baik di Instalasi Farmasi RSUP Dr. Sitanala Tangerang. Penelitian ini menggunakan metode observasional yang bersifat deskriptif dengan teknik pengumpulan data dengan wawancara mendalam, pengisian form ceklis dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyimpanan obat di Instalasi Farmasi RSUP Dr. Sitanala 90% sudah sesuai dengan Standar Pelayanan Farmasi Rumah Sakit berdasarkan Permenkes Nomor 72 Tahun 2016. Pendistribusian obat RSUP Dr. Sitanala di Instalasi Farmasi Gudang 58%, Instalasi Farmasi Rawat Jalan 66% dan Instalasi Farmasi Rawat Inap 75% sudah sesuai dengan Standar Pelayanan Kefarmasian Rumah Sakit berdasarkan Permenken Nomor 72 Tahun 2016
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL KUNYIT (Curcuma domestica Val.) DAN EKSTRAK ETANOL BAWANG PUTIH TUNGGAL (Allium sativum L.) TERFERMENTASI
Tubuh dilindungi dari kerusakan oksidatif yang disebabkan oleh radikal bebas melalui penggunaan antioksidan. Salah satu sumber alami antioksidan yang telah banyak diteliti adalah kunyit (Curcuma domestica Val.) dan bawang putih tunggal (Allium sativum L.). Kunyit, dengan senyawa aktifnya yaitu kurkumin, telah lama dikenal dalam pengobatan tradisional karena sifat antioksidannya. Bawang putih tunggal yang telah difermentasi menunjukkan peningkatan aktivitas antioksidan dibandingkan dengan bentuk segarnya. Bawang putih yang telah difermentasi, dikenal juga sebagai black garlic, mengandung senyawa aktif seperti S-allyl cysteine (SAC) yang memiliki potensi antioksidan lebih tinggi dibandingkan bawang putih segar. Kombinasi ekstrak kunyit dan bawang putih tunggal yang telah difermentasi dapat memberikan manfaat sinergis yang lebih besar dibandingkan penggunaan salah satu bahan saja. penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi sinergis dari kombinasi kedua ekstrak tersebut dengan melihat aktivitas antioksidannya. Aktivitas antioksidan ekstrak ditentukan dengan metode penangkalan radikal 2,2 diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH). Hasil menunjukkan bahwa ekstrak etanol black garlic dan kunyit memiliki IC50 masing-masing ekstrak etanol black garlic yaitu 92,25 µg/mL; ekstrak etanol kunyit yaitu 28,71 µg/mL; kombinasi ekstrak etanol black garlic dan ekstrak etanol kunyit dengan perbandingan 1:1 yaitu 60,95 µg/mL; dan asam askorbat yaitu 5,39 µg/mL. Penelitian ini mengkonfirmasi bahwa ekstrak etanol kunyit memiliki aktivitas antioksidan yang lebih tinggi dibandingkan dengan ekstrak etanol black garlic, namun tidak lebih tinggi daripada asam askorbat sebagai kontrol positif
ANALISIS KESESUAIAN RESEP BERDASARKAN FORMULARIUM NASIONAL DI PUSKESMAS KABUPATEN TANGERANG TAHUN 2023
Formularium Nasional (Fornas) adalah daftar obat yang disusun oleh komite nasional yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan yang disediakan serta digunakan sebagai acuan penggunaan obat dalam jaminan kesehatan nasional. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kesesuaian resep berdasarkan Fornas di puskesmas Kabupaten Tangerang Tahun 2023. Desain penelitian mix-method yaitu analisis kuantitatif dengan menghitung kesesuaian resep dari data sampling 440 lembar resep tahun 2023 dan analisis kualitatif dengan wawancara pada apoteker di tiap puskesmas serta penanggungjawab pengadaan obat Dinas Kesehatan di Kabupaten Tangerang. Diperoleh 1.019 resep obat yang sesuai dengan Fornas 2023 dari 1.519 total resep obat pada 440 lembar resep obat. Seluruh puskesmas memperoleh obat yang tidak sesuai dengan Fornas dari pengadaan obat Dinas Kesehatan, dan terdapat 43% puskesmas yang juga melakukan pengadaan obat yang tidak sesuai fornas secara mandiri. Hal tersebut akibat belum adanya sosialiasi Fornas oleh Dinas Kesehatan (75%), Permintaan penulis resep (32%), tidak adanya pemantauan dari instansi terkait (5%) dan persaingan dengan FPKTP swasta (2%). Pengadaan obat yang tidak sesuai Fornas oleh Dinas Kesehatan disebabkan oleh permintaan puskesmas. Dinas Kesehatan belum pernah melakukan sosialisasi serta pemantauan dan evaluasi penerapan Fornas di puskesmas. Persentase kesesuaian resep obat dengan Fornas 2023 di puskesmas Kabupaten Tangerang sebesar 67%, dengan kategori cukup sesua
AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAUN MURBEI (Morus alba L.) PADA MODEL HEWAN RESISTENSI INSULIN YANG DIINDUKSI PAKAN TINGGI LEMAK DAN FRUKTOSA
Resistensi insulin ialah keadaan sensitivitas insulin berkurang dan merupakan faktor pemicu terjadinya diabetes melitus tipe 2. Terjadinya resistensi insulin dimasa kini banyak diakibatkan dari gaya hidup tidak sehat seperti banyak mengkonsumsi makanan manis dan makanan berlemak tinggi terutama makanan yang mengandung asam lemak bebas. Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan gambaran aktivitas ekstrak etanol daun murbei (Morus alba L.) pada model hewan resistensi insulin yang diinduksi pakan tinggi lemak dan fruktosa. Penelitian dilakukan secara in vivo terhadap tikus jantan galur Wistar. Hewan uji dibagi kedalam 6 kelompok yang terdiri dari kontrol normal, induksi, pembanding (Metformin 45 mg/KgBB), serta kelompok ekstrak etanol daun murbei dosis 200 mg/KgBB, 400 mg/KgBB dan 600 mg/KgBB. Pengujian dilakukan selama 42 hari dengan penginduksi pakan tinggi lemak dan fruktosa 1800 mg/KgBB. Parameter yang diukur yaitu kadar glukosa darah dan tes toleransi insulin. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol daun murbei dapat meningkatkan sensitivitas insulin pada dosis efektif pada dosis 400 mg/KgBB
REVIEW ARTIKEL : PEMANFAATAN LIMBAH RAMBUT JAGUNG SEBAGAI BAHAN TAMBAHAN PANGAN
Jagung (Zea mays ssp. Mays) merupakan salah satu komoditas penting dalam ketahanan pangan, terutama sebagai sumber karbohidrat utama setelah beras dan gandum. Selain biji jagung, bagian lain dari tanaman ini, seperti rambut jagung, sering kali diabaikan meskipun memiliki potensi besar dalam kesehatan. Rambut jagung kaya akan senyawa antioksidan dan bioaktif seperti flavonoid, saponin, dan ß-sitosterol yang berperan dalam menurunkan kolesterol dan melawan radikal bebas. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur untuk mengkaji pemanfaatan rambut jagung sebagai bahan pangan fungsional. Hasil menunjukkan bahwa rambut jagung dapat digunakan untuk pengolahan makanan sehat, seperti teh herbal dan tepung, serta memiliki potensi untuk memberdayakan masyarakat dengan meningkatkan keterampilan dan pendapatan melalui pelatihan pengolahan rambut jagung. Pemanfaatan limbah ini berkontribusi pada pengurangan limbah pertanian sekaligus memberikan peluang usaha berkelanjutan
FORMULASI SEDIAAN GEL HAND SANITIZER MINYAK ATSIRI DAUN CENGKEH (Syzygium aromaticum L.) SEBAGAI ANTIBAKTERI TERHADAP STAPHYLOCOCCUS EPIDERMIDIS
Khasiat antimikroba dan antijamur minyak atsiri daun cengkeh (Syzygium aromaticum L.) disebabkan oleh kandungan eugenol sebesar 61,55%. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Iffani Fardan (2018), khasiat antibakteri eugenol telah terkonfirmasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas fisik gel pembersih tangan daun cengkeh, khasiat antibakteri terhadap staphylococcus epidermidis, dan konsentrasi minyak atsiri yang ideal. Metode eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pembuatan sediaan gel dengan tiga konsentrasi (1%, 10%, dan 20%). Semua sediaan gel diuji secara fisik untuk mengetahui organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, dispersi, daya lekat, dan sifat antibakteri. Sediaan gel antibakteri dari semua formulasi yang diuji lulus uji fisik dengan nilai yang sangat baik, menunjukkan karakteristik yang diinginkan: warna krem, tekstur semipadat, bau cengkeh, homogenitas, kisaran pH 5,62 hingga 5,68, viskositas 2044 hingga 3680 cPs, dispersi 6,12 hingga 6,82 cm, dan adhesi 06,09 hingga 06,85 detik. Studi antibakteri telah menunjukkan bahwa, dibandingkan dengan F1, F2, dan K-, F3 memiliki aksi antibakteri yang paling efektif, dan zona penghambatannya yang berukuran 13,3 mm (kuat) memiliki kekuatan terbesar. Dengan nilai p kurang dari 0,05, uji SPSS menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik antara formulasi tersebut.Kata Kunci: Antibakteri, Gel, Minyak Atsiri Daun Cengkeh, Staphylococcus epidermidi