E-Journal STF Muhammadiyah Tangerang
Not a member yet
    200 research outputs found

    PERSEPSI DAN PEMAHAMAN MASYARAKAT TERHADAP TERAPI WASIR: Review

    Full text link
    Hemorrhoids is a condition characterized by inflammation and swelling of the veins around the anus originate from the hemorrhoidal plexus. Hemorrhoids can also be caused by prolonged constipation and diarrhea, frequent lifting of heavy weights, pregnancy or postpartum, and obesity. Based on Basic Health Research data in 2015, hemorrhoids were around 5.7% or 12.5 million people of the total population in Indonesia. The aim of this journal review is to determine the level of public knowledge regarding the treatment of hemorrhoids. The method used in this journal review is collecting research articles from 10 journals from Google Scholar, Pubmed, Scopus and ResearchGate sites. A total of 2,213 repondesnts and an average of 49.1% of respondents had good knowledge about hemorrhoids and their treatment. Treatments of hemorrhoids in Indonesia generally that is often used is  Ambeven and Venaron

    ANALISIS PENYIMPANAN DAN PEDSITRIBUSIAN VAKSIN DI INSTALASI FARMASI KABUPATEN LEBAK TAHUN 2023

    Full text link
    Vaksin adalah zat atau senyawa atau unsur biologis yang tersusun dari kuman baik yang telah mati, masih hidup tetapi dilemahkan, masih untuh bagiannya yang  merupakan toksin mikroorganisme yang diolah membentuk toksoid atau protein rekombinan yang telah dicampur dengan zat lainnya, yang diberikan kepada sesorang akan menimbulkan kekebalan yang spesifik secara aktif terhadap penyakit infeksi tertentu. Instalasi Farmasi Kabupaten Lebak betanggung jawab terhadap pelaksanaan terlaksananya penyimpana dan pendistribusian vaksin yang merata dan teratur secara tepat waktu kepada unit pelayanan kesehatan dasar, yang sangat rentan terhadap berbagai masalah dan kendala. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis penyimpanan dan pendistribusian vaksin di Instalasi Farmasi Kabupaten Lebak Tahun 2023. Penelitian ini menggunakan metode observasional yang bersifat deskriptif dengan teknik mengumpulkan data dengan wawancara mendalam, pengisian form cheklis dan observasi. Hasil penelitian menunjukan pada saat observasi dan wawancara bahwa perolehan presentase katagori keadaan lemari es 100%, dari katagori pemeliharaan sarana cold chain (rantai dingin) perolehan presentase 100%, dan indikator dari katagori penyimpanan dan pendistribusian perolehan presentase 100% dinyatakan sudah sesuai dengan Fasyankes Tahun 2021

    PENETAPAN KADAR FLAVONOID TOTAL EKSTRAK ETANOL DAUN KEMANGI (OCIMUM BASILICUM VAR. ANISATUM BENTH.) DENGAN MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOMETRI UV-VIS

    Full text link
    Kemangi merupakan salah satu tanaman yang berasal dari daerah tropis, dan berasal dari keluarga Lamiaceae. Penelitian sebelumnya menyebutkan bahwa daun kemangi mengandung senyawa metabolit sekunder berupa flavonoid, tanin, steroid/terpenoid, alkaloid, saponin. Flavonoid merupakan senyawa polifenol yang memiliki aktivitas biologi seperti antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar flavonoid total yang terdapat pada ekstrak etanol daun kemangi dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Langkah-langkah yang perlu dilakukan pada penelitian ini yaitu pertama dilakukan pengumpulan daun kemangi untuk dijadikan serbuk simplisia. Langkah selanjutnya serbuk simplisia daun kemangi dimaserasi dengan etanol 70% untuk mendapatkan ekstrak kental. Setelah didapatkan ekstrak kental, kemudian dilakukan pengujian secara kualitatif dan kuantitatif. Pada uji kualitatif ekstrak etanol daun kemangi dilakukan menggunakan reaksi tabung untuk mengidentifikasi adanya flavonoid. Pada uji penetapan kadar flavonoid total menggunakan larutan standar kuersetin, kadar flavonoid total dianalisis menggunakan spekrofotometri UV-Vis. Hasil analisis kualitatif pada ekstrak etanol daun kemangi dinyatakan positif terhadap flavonoid. Hasil analisis kuantitatif dengan spektrofotometri UV-vis didapatkan panjang gelombang maksimum 442 nm. Diperoleh persamaan regresi linear yaitu 0,0721x+0,0114 dengan koefisien korelasi (r) adalah 0,996. Hasil analisis kuantitatif kadar rata-rata flavonoid pada ekstrak etanol daun kemangi yaitu 9,42025±0,002936% (b/b)

    UJI SITOTOKSISITAS MICROTETRAZOLIUM(MTT) HASIL DEGRADASI GLUKOMANNAN SECARA ENZIMATIS β-MANNANASE DAN IRRADIASI GAMMA PADA SEL RAW 264.7

    Full text link
    Glukomanan adalah polisakarida hemiselulosa dengan rantai glukosa dan mannosa. Glukomannan mempunyai banyak manfaat dalam bidang kesehatan, seiring dengan besarnya manfaat glukomanan perlunya ditetapkan dosis yang aman untuk digunakan. MTT banyak digunakan untuk menguji aktivitas metabolisme sel dan menyimpulkan proses sekunder atau keadaan sel seperti viabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan konsentrasi batas aman penggunaan glukomannan serta glukomanan hasil degradasi enzim dan irradiasi gamma pada sel RAW 264.7. Metode pengujian menggunakan uji sitotoksisitas MTT. Hasil viabilitas dari dosis 200 µg/mL pada semua sample ≤ 88%, dosis 100 µg/mL pada semua sample ≤ 98%, dan dosis 50 µg/mL pada semua sample ≤ 120,5%. Kesimpulan yang didapat bahwa hasil viabilitas yang berada pada rentang 80 – 100% diperoleh pada konsentrasi 50 µg/mL, sehingga konsentrasi penggunaan glukomanan dan hasil degradasi glukomanan yang aman ditetapkan pada konsentrasi 50 µg/mL. 

    FERRIC REDUCING ABILITY EKSTRAK DAUN JOMBANG (Taraxacum officinale F.H Wigg) PADA LOKASI BERBEDA DI INDONESIA

    Full text link
    Jombang (Taraxacum officinale F.H Wigg) merupakan tanaman obat yang kaya akan berbagai nutrisi dan zat aktif biologis, dan senyawa polifenolnya dianggap bertanggung jawab atas aktivitas biologis pada efek antioksidan, anti-inflamasi dan antitumor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan pada jombang yang diambil dari lokasi Tawangmangu dan Batu. Uji antioksidan dilakukan dengan menggunakan metode FRAP (Ferric Reducing Antioxidant Power). Hasil penetapan total kadar fenolik masing-masing sebesar 29,62±0,53 mgGAE/g pada ekstrak etanol 50% Tawangmangu dan 21,57±0,69 mgGAE/g pada ekstrak etanol 50% Batu. Aktivitas antioksidan yang tertinggi diperoleh pada ekstrak daun jombang yang diperoleh dari Tawangmangu dengan nilai IC50 34,81± 0.07 ppm. Persentase inhibisi pada kedua ekstrak tidak menunjukkan perbedaan signifikan baik (p>0,05)

    AKTIVITAS ANTIPIRETIK EKSTRAK RIMPANG BENGLE (Zingiber purpureum Roxb) PADA TIKUS PUTIH JANTAN YANG DIINDUKSI DENGAN VAKSIN DTP-HB-Hib

    Full text link
    Rimpang Bengle (Zingiber purpureum Roxb) secara empiris berkhasiat sebagai pengobatan demam. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk membuktikan efek antipiretik ekstrak etanol rimpang bengle terhadap tikus putih jantan yang diinduksi dengan vaksin DTP-HB-Hib.Penelitian ini menggunakan 25 ekor tikus putih jantan yang dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan yaitu, kontrol negatif (CMC Na dosis 5 ml/kg BB), kontrol positif (Paracetamol 45 mg/kg BB) dan kelompok perlakuan ekstrak etanol rimpang bengle (dosis 37,5 mg, 75 mg, dan 150 mg/kg BB). Tikus diinduksi demam dengan menggunakan vaksin DTP-HB-Hib dosis 1 ml/kg BB secara intramuskular. Suhu tubuh diukur dengan menggunakan termometer digital melalui rektal, suhu diukur setiap 30 menit selama 120 menit setelah pemberian peroral, kemudian diperoleh data T0, Tdemam dan pengukuran suhu tubuh tiap waktu. Data tersebut kemudian digunakan untuk menghitung AUC dan data perhitungan rata-rata AUC dianalisis dengan uji Shapiro wilk dan uji One way Anova.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan kimia yang ada di dalam ekstrak etanol rimpang bengle yang memiliki efek antipiretik yaitu senyawa flavonoid golongan (flavonol dan auron), minyak atsiri, alkaloid, tanin, triterpenoid, dan saponin. Hasil pengukuran penurunan suhu tubuh menunjukkan ekstrak etanol rimpang bengle memiliki efek antipiretik yang paling efektif yaitu dosis 150 mg/kg BB dibandingkan dengan kontrol negatif CMC Na.Kata kunci: Antipiretik, Zingiber pupureum Roxb, Vaksin DTP-HB-Hi

    TINGKAT KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP PELAYANAN INFORMASI OBAT DI APOTEK X KABUPATEN TANGERANG

    Full text link
    Pemberian informasi obat memiliki peranan penting dalam rangka memperbaiki kualitas hidup pasien dan menyediakan pelayanan bermutu bagi pasien. Salah satu indikator yang digunakan untuk mengevaluasi kualitas pelayanan pada apotek adalah dengan mengukur tingkat kepuasan pelanggan. Kepuasan pasien menggunakan jasa apotek dapat digunakan sebagai tolok ukur untuk melihat seberapa besar keberhasilan pelayanan yang telah diberikan oleh tenaga kefarmasian di apotek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan informasi obat di Apotek X Kabupaten Tangerang. Metode penelitian yaitu deskriptif observasional dengan kuesioner yang diberikan kepada 98 responden yang mencakup 5 dimensi tingkat kepuasan yang terdiri dari 10 pertanyaan yang sudah ditentukan. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat kepuasan yaitu pada dimensi kehandalan (reliability) 92,1% responden dinyatakan sangat puas, pada dimensi berwujud (tangible) 89,2% responden dinyatakan sangat puas, pada dimensi empati (emphaty) 87,2% responden dinyatakan sangat puas, pada dimensi jaminan (assurance) 86,7% responden dinyatakan sangat puas, dan pada dimensi ketanggapan (responsiveness) 85,5% responden dinyatakan sangat puas. Dapat disimpulkan bahwa pelayanan informasi obat  di Apotek X Kabupaten Tangerang didapatkan hasil rata-rata 88,1% yang artinya pelanggan merasa sangat puas

    OPTIMASI DAN EVALUASI SEDIAAN LIP-BALM EKSTRAK ASETON KULIT BUAH DELIMA (Punica granatum L)

    Full text link
    Kulit buah delima ( Punica granatum L) merupakan bagian dari buah delima yang sering tidak termanfaatkan. Penelitian terkait bagian kulit buah delima menunjukkan adanya kandungan flavonoid, dan polifenol yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak aseton dari kulit buah delima menjadi sediaan lip-balm. Penelitian ini dilakukan menggunakan ekstrak aseton yang dihasilkan dari proses maserasi simplisia kulit buah delima kering. Pemastian kandungan fitokimia dari ekstrak aseton kulit buah delima menunjukkan ekstrak aseton mengandung senyawa fitokimia golongan flavonoid, tannin dan saponin. Ekstrak diformulasikan menjadi sediaan lip-balm sebagai zat aktif dengan konsentrasi 0% (F0), 4,5% (F1), 9% (F2), dan 13,5% (F3). Evaluasi sediaan dilakukan secara fisik meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, daya dan daya lekat. Hasil yang didapatkan menunjukkan secara organoleptis setiap formula memiliki tekstur dan aroma yang sama, dengan peningkatan intensitas warna coklat seiring dengan konsentrasi ekstrak. Evaluasi homogenitas menunjukkan ketidakhomogenan terjadi pada formula F3. Meskipun begitu, evaluasi lainnya yang meliputi pH, daya sebar dan daya lekat menunjukkan setiap formula  telah memenuhi syarat. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa formula lip-balm terbaik pada konsentrasi F1 (4,5%) dan F2 (9%)

    HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA PADA PASIEN HIV DENGAN KEPATUHAN DALAM MENGKONSUMSI OBAT ARV KOMBINASI FDC DI RSUD BANYUMAS

    Full text link
    HIV yaitu semacam virus yang membuat sel darah putih yang mengakibatkan pengurangan ketahanan pada keadaan jasmani. ODHA mendapatkan perawatan dari kesehatan yaitu obat Antiretroviral  (ARV) yang harus diminum seumur hidup. Kepatuhan pasien HIV dalam terapi ARV adalah salah faktor yang utama pada  keberhasilan pengobatan HIV. Dukungan keluarga diharapkan dapat membantu keberhasilan pasien HIV dalam melewati pengobatan ARV. Tujuan  penelitian  yaitu untuk memahami hubungan antara dukungan keluarga pada  kepatuhan dalam mengkonsumsi obat ARV kombinasi FDC. Metode dalam penelitiaan ini digunakan analisis statistik Chi Square. Hasil analisis statistik chi square ditemukan sebesar p-value 0.054 sama halnya dengan tidak ada hubungan antara dukungan keluarga terhadap pasien Human Immunodeficiensy Virus dalam hal kesungguhan meminum obat Antiretroviral kombinasi FDC. Tingginya pasien mengkonsumsi obat ARV kombinasi FDC dalam tingkat kepatuhan bisa disebabkan faktor lain seperti dukungan tenaga kesehatan ataupun fasilitas kesehatan terkait, selain itu ada pula beberapa faktor yang mendukung kepatuhan yang berawal dari kemauan pribadi yaitu keinginan untuk hidup, membaik dengan penyakit yang dimiliki, menganggap obat seperti nutrisi dan percaya kepada kepercayaan

    GAMBARAN PERENCANAAN DAN PENGADAAN OBAT DI INSTALASI FARMASI RSUP DR. SITANALA TANGERANG TAHUN 2022

    Full text link
    Perencanaan dan pengadaan obat merupakan aspek yang paling penting dalam memenuhi kebutuhan obat di suatu pelayanan kesehatan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sistem perencanaan dan pengadaan obat di RSUP Dr. Sitanala Tangerang Tahun 2022. Penelitian ini dilakukan ini dilakukan secara Non Experimental dengan menggunakan desain pendekatan berupa Deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan baha perencanaan dan pengadaan obat di Instalasi Farmasi RSUP Dr. Sitanala sudah sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan No. 72 Tahun 2016. Metode perencanaan obat di Instalasi Farmasi RSUP Dr. Sitanala menggunakan metode konsumsi. Metode pengadaan yang dilakukan di RSUP Dr. Sitanala menggunakan pengadaan menggunakan sistem E-katalog sesuai dengan kebutuhan. Kekosongan obat terjadi di RSUP Dr. Sitanala disebabkan karena beberapa faktor diantaranya keterlambatan anggaran turun dari pemerintah dan buffer stok yang sudah habis serta ekpedisi pengiriman obat yang tidak bisa diprediksi.

    163

    full texts

    200

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal STF Muhammadiyah Tangerang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇