E-Journal STF Muhammadiyah Tangerang
Not a member yet
200 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU SWAMEDIKASI COMMON COLD BERDASARKAN DATA SOSIODEMOGRAFI: Review
Common cold merupakan penyakit Self-limiting disease yang disebabkan oleh virus. Menurut hasil Survei Demografi Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara pada tahun 2018 menunjukan jumlah common cold berjumlah 6.271 kasus. Sedangkan pada tahun 2019 jumlah penderita common cold berjumlah sekitar 6.502 kasus dan pada tahun 2020 jumlah penderita common cold mencapai 6.688 kasus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan data sosiodemografi dengan tingkat pengetahuan masyarakat mengenai swamedikasi penyakit common cold. Metode yang digunakan adalah systematic review menggunakan skema PRISMA (Preffered Reporting Itemss for Systematic Reviews and Meta-analyses). Berdasarkan hasil review bahwa terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dan perilaku swamedikasi Common cold berdasarkan data sosiodemografi dengan kategori hubungan yang lemah
GAMBARAN PENGGUNAAN DOSIS METADON PASIEN PROGRAM TERAPI RUMATAN METADON (PTRM) DI UPT PUSKESMAS CIBODASARI TANGERANG PERIODE JANUARI-DESEMBER 2022
Metadon merupakan obat yang digunakan untuk membantu pengguna berhenti menggunakan heroin dan diganti dengan metadon yang diberikan dengan takaran yang disesuaikan agar pengguna tidak mengalami gejala putus obat (sakaw), takaran dikurangi biertahap sielama jangka waktu tiertientu hingga akhirnya pienggunaan dapat dihientikan. Tujuan pienielitian ini untuk miengietahui Dosis Mietadon yang digunakan pada Pasiien Program Tierapi Rumatan Mietadon (PTRM) Di UPT Puskiesmas Cibodasari Tangierang Pieriodie Januari-Diesiembier 2022. Pienielitian ini mienggunakan mietodie dieskriptif diengan mienganalisis data siecara rietrospiektif. Data yang dipierolieh dianalisis bierdasarkan karaktieristik pasiien, dan pienggunaan dosis mietadon. Dari hasil pienielitian pada pada 8 pasiien yang mienjalankan Tierapi Rumatan Mietadon yang ditieliti didapatkan bahwa untuk dosis awal tierapi yaitu rientang 15-30 mg/hari. Dosis rumatan tierkiecil yaitu 5 mg/hari, dosis rumatan tierbiesar yaitu 205 mg/hari dan untuk rata-rata dosis rumatan siebiesar 91,42 mg/har
IDENTIFIKASI DRUG RELATED PROBLEMs (DRPs) POTENSI INTERAKSI OBAT PADA PENGUNAAN TERAPI ANTIDIABETES DI RUMAH SAKIT St. CAROLUS BORROMEUS KUPANG
Diabetes mellitus (DM) merupakan salah satu gangguan sindrom metabolik yang ditandai dengan peningkatan konsentrasi glukosa darah akibat resistensi kerja insulin, sekresi insulin yang tidak mencukupi, atau disebabkan karena keduanya. DM yang tidak terkontrol dapat menyebabkan kerusakan, disfungsi dan kegagalan berbagai organ sehingga penggunaan obat antidiabetik adalah intervensi medis yang paling umum digunakan. Pasien DM harus selalu mengonsumsi obat sepanjang hidupnya untuk membantu meningkatkan kualitas hidup, namun hal ini dapat menyebabkan terjadinya permasalahan dalam terapi biasa disebut Drug Related Problem (DRP). Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui gambaran potensi interaksi obat pada penggunaan antidiabetes pada pasien terdiagnosa DM tipe 2. Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional dengan rancangan analisis deskriptif dan bersifat retrospektif. Penelitian menggunakan data rekam medis pasien terdiagnosa DM tipe 2 dengan jumlah populasi sebanyak 50 data pasien dan sampel sebanyak 45 data pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan untuk pola penggunaan obat antidiabetes menggunakan kombinasi antidiabetik oral dengan insulin dan juga kombinasi sesama insulin. Penggunaan kombinasi ini sudah sesuai karena diberikan pada pasien dengan penyakit penyerta. Data gambaran interaksi antidiabetes menunjukkan terjadi interaksi pada penggunaan sesama golongan antidabetik oral berdasarkan mekanisme di fase farmakokinetik dengan tingkat keparahan moderate yang dapat menyebabkan terjadinya peningkatan efek hipoglikemik.
ANALISIS RISIKO KANDUNGAN TRIKLOSAN PADA AIR SUSU IBU DENGAN MENGGUNAKAN METODE GC-MS
Triklosan adalah senyawa dioksin yang digunakan sebagai bahan pengawet dan antimikroba pada produk perawatan pribadi, kosmetik, tekstil, dan pengolahan makanan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kadar triklosan dalam ASI di wilayah Banten dan sekitarnya. Hingga 8 sampel ASI dikumpulkan untuk dianalisis keberadaan triklosan dengan gas chromatography mass spectrometry. Konsentrasi diamati pada delapan sampel yang diuji, dengan konsentrasi terendah 15 × 10-6% dan konsentrasi tertinggi 11 × 10-5%. Berdasarkan data yang terkumpul, seluruh persentase triklosan dalam ASI tidak melebihi batas maksimal penggunaan triklosan sebesar 0,3% sesuai Peraturan BPOM No 23 Tahun 2019. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu 30 responden aman dalam penggunaan produk PKRT dan kosmetik yang mengandung triklosan.
UJI AKTIVITAS HEPATOPROTEKTOR EKSTRAK ETANOL 70% BLACK GARLIC TUNGGAL TERFERMENTASI 30 HARI DIINDUKSI CCL4 DENGAN PARAMETER HISTOPATOLOGI
Fungsi hati yaitu melakukan metabolisme berbagai zat kimia yang masuk ke dalam tubuh, sehingga menyebabkan hati menjadi sangat rentan terhadap kerusakan. Kerusakan pada hati tercatat menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Asia Pasifik. Peran aktioksidan didapatkan melalui tanaman yang mengandung senyawa hepatoprotektif/senyawa hepatoprotektor. Salah satu tanaman yang digunakan untuk mencegah kerusakan hati yaitu Black garlic. Black garlic tunggal merupakan tanaman hasil fermentasi dari bawang putih tunggal yang dipanaskan dengan suhu 70°C dengan kelembaban 90%. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental laboratorium karena dilakukan secara langsung terhadap sampel yang akan diujikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas hepatoprotektor ekstrak etanol 70% Black garlic tunggal terfermentasi 30 hari yang diinduksi CCl4 dengan parameter histopatologi dan mengetahui dosis ekstrak etanol 70% Black garlic tunggal yang paling efektif sebagai hepatoprotektor dengan parameter histopatologi pada mencit putih (Mus muscullus) yang diinduksi dengan karbon tetraklorida (CCl4). Hewan uji dibagi menjadi 6 kelompok yang terdiri dari kelompok I (dosis 2,8 mg/20gBB mencit), kelompok II (dosis 5,6 mg/20gBB mencit), kelompok III (dosis 8,4 mg/20 gBB mencit) yang diberikan ekstrak etanol 70% Black garlic tunggal, kelompok IV (Curcuma FCT 0,052 mg/20 gBB mencit) sebagai kontrol positif, kelompok V (Na CMC 1%) sebagai kontrol negatif , dan kelompok VI (Na CMC 1% tanpa diinduksi CCl4) sebagai kontrol normal. Diberikan perlakuan selama 8 hari dan 2 jam setelah pemberian ekstrak, hewan uji diinjeksi karbon tetraklorida (CCl4) dengan dosis tunggal sebesar 0,009 ml/kg BB secara intraperitoneal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% Black garlic tunggal dengan dosis 2,8 mg/20 gBB mencit memiliki aktivitas hepatoprotektor yang lebih efektif dibandingkan dengan dosis 5,6 mg/20 gBB mencit dan dosis 8,4 mg/20 gBB mencit dengan parameter histopatologi hati mencit jantan putih (Mus muscullus) yang diinduksi karbon tetraklorida (CCl4)
PENGEMBANGAN FORMULASI DAN EVALUASI FISIK SEDIAAN GEL HAND SANITIZER MINYAK ATSIRI BUAH ADAS (Foeniculum vulgare Mill) SEBAGAI ANTIBAKTERI Staphylococcus aureus
ABSTRAKTanaman adas (Foeniculum vulgare Mill) mempunyai banyak kegunaan pada bidang industri dan bidang pangan. Salah satu senyawa yang aktif Anethol sebagai komponen utama dengan kandungan 54,39 % memberikan hasil yang spesifik dari minyak atsiri buah adas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi fisik dengan membuat sediaan gel hand sanitizer dan uji antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini dilakukan dengan cara eksperimental, dimana dibuat beberapa konsentrasi yaitu 10%, 15%, dan 20% serta dilakukan evaluasi fisik dan pengujian antibakteri pada sediaan gel hand sanitizer. Berdasarkan hasil penelitian evaluasi fisik gel menunjukkan tetap stabil, sedangkan nilai pH tetap 6.Semakin tinggi konsentrasi semakin khas aroma dari minyak adas. Uji antibakteri dilakukan dengan metode agar disc method terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Pada pengujian antibakteri dibagi menjadi dua tahap, uji antibakteri pada sediaan Gel dan Minyak Atsiri Buah Adas. Kesimpulan dalam penelitian ini bahwa pada minyak atsri terbentuk zona hambat 6,95 mm. dan pada sediaan gel hand sanitizer tidak terbentuknya zona hambat.Kata kunci :Tanaman Adas, Anethol,Staphylococcus aureus ABSTRACTFennel plants (Foeniculum vulgare Mill) have many funcation in the industrial and food fields. One of the active compounds anethol as the main component containing 54.39% gives a specific result form fennel fruit essential oil. The objective of the research is to know the physical evaluation by making gel hand sanitizer preparations and antibacterial test against Staphylococcus aureus bacteria. This research was conducted in an experimental manner, where several concentraions were made, namely 10%, 15%, 20%. Physical evaluation and antibacterial testing were carried out on gel hand sanitizer preparations.Based on the results of the research, the physical evaluation of the gel showed that it remained stable, while the pH value remained 6. The aroma of fennel oil is getting higher. In antibacterial test used the agar disc methode on the Staphylococcus aureus bacteria. Antbacterial testing was divided into two stages, antibacterial tests on the preparation of fennel fruit gel and essential oil. The conclusion in this research is that atsiri oil has formed a inhibition zone of 6.95 mm and in the gel hand sanitizer preparation no inhibition.Keyword : Fennel plants, Anethol, Staphylococcus aureus
Toksisitas Akut Ekstrak Etanol Daun Dadap Serep (Erythrina subumbrans) Terhadap Embrio Ikan Zebra (Danio rerio)
Dadap Serep (Erythrina subumbrans) merupakan tanaman daerah tropis dan subtropis yang tersebar di China, India, Sri Lanka, Myamar, Thailand, Laos, Vietnam, Malaysia, Indonesia dan Filipina, kandungan senyawa metabolit yang dimiliki tanaman dadap serep antara lain alkaloid, flavonoid, steroid dan saponin. Penggunaan ikan zebra dalam pengujian toksisitas merupakan salah satu model hewan yang sedang berkembang di Indonesia, kemiripian gen yang terdapat pada ikan zebra dengan manusia relatif tinggi berkisar 70%, sehingga menunjukkan bagaimana efek paparan zat toksik pada manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai LC50 ekstrak daun dadap serep terhadap embrio ikan zebra (Danio rerio) dengan memberikan infromasi mengenai keamanan dan toksisitas dari ekstrak daun dadap serep terhadap embrio ikan zebra (Danio rerio). Pengujian toksisitas embrio ikan zebra dilakukan berdasarkan protokol penelitian OECD No. 236 tahun 2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi yang digunakan dalam pengujian yaitu 100 ppm, 50 ppm, 25 ppm, 12,5 ppm dan 6,25 ppm tingkat kelangsungan hidup embrio ikan zebra mengalami peningkatan konsentrasi yang akan meningkatkan kematian terhadap embrio. Nilai LC50 ekstrak etanol daun dadap serep terhadap embrio ikan zebra termasuk kedalam kategori agak toksik yaitu 39,048 ppm.
ANALISIS LOGAM TIMBAL DAN TEMBAGA PADA MATA AIR DI DESA CITOREK DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETER SERAPAN ATOM
Air sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup khususnya sebagai air minum. Tubuh mengandung air lebih dari 60%. Sumber air dari alam terkadang dicemari oleh sampah, limbah dan logam berat yang berasal dari kegiatan pertanian, perindustrian dan pertambangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan logam berat timbal dan tembaga pada Mata Air di kawasan Desa Citorek. Metode dalam penelitian ini menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA). Penelitian ini menggunakan 3 sampel mata air yang diambil dari tiga titik lokasi yaitu MA1,MA2, dan MA3. Hasil penelitian menunjukkan kadar logam tembaga yang diperoleh pada sampel mata air secara berurutan sebesar 0,007 mg/L. Hasil kadar logam timbal yang diperoleh pada sampel mata air secara berurutan sebesar -0,9409 mg/L; -1,3269 mg/L; dan -1,3164 mg/L. Hasil yang didapat dari penelitian ini yaitu kadar logam tembaga tidak melebihi ambang batas yang ditetapkan oleh SNI 2012 yaitu 0,01 mg/L. Sehingga air masih layak dikonsumsi. Sedangkan pada hasil analisis kadar timbal pada sampel air tidak terkandung logam timbal Berdasarkan SNI 2012 kadar logam timbal pada air batas maksimum cemaran logam yaitu 0,05 mg/L
EFEK PEG 6000 TERHADAP HIGROSKOPISITAS ERDOSTEIN DAN KARAKTERISASINYA
Higroskopisitas suatu senyawa obat maupun polimer farmasi sangat penting, terutama berhubungan dengan karakteristik fisikokimia dan stabilitas dari bahan dalam suatu campuran. Beberapa penelitian menunjukkan adanya fenomena saling mempengaruhi antara bahan aktif obat dengan polimer ketika dicampurkan, sehingga perlu dilakukan karakterisasi suatu campuran obat dengan polimer untuk mengetahui bagaimana mekanisme yang terjadi dalam suatu campuran. Penelitian ini bertujuan mengkarakterisasi secara mikromolekular senyawa polimer PEG 6000 saat dicampurkan dengan erdostein, sehingga memberikan gambaran sifat fisikokimia campuran yang terjadi. Pencampuran erdostein dengan PEG 6000 menggunakan metode penguapan pelarut, kemudian dilakukan karakterisasi secara kristalografi menggunakan XRPD dan pemindaian titik leleh menggunakan DSC serta pengujian higroskopisitas melalui uji static vapor sorption. Dari penelitian didapatkan hasil bahwa, adanya penambahan PEG 6000 pada rasio konsentrasi yang semakin tinggi dalam campuran dengan erdostein menyebabkan penurunan kristalinitas campuran, penurunan titik leleh PEG 6000 dan erdostein, serta peningkatan absorpsi air pada pengujian dalam kelembaban tinggi. Dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi jumlah PEG 6000 dalam campuran dengan erdostein menyebabkan penurunan kristalinitas campuran, penurunan titik leleh erdostein dan peningkatan absorpsi kelembaban pada padatan
ANTIFUNGI Candida albicans YANG DIISOLASI DARI ORGAN INTIM WANITA PEKERJA SEKSUAL TERHADAP PRODUK BIOTEKNOLOGI FARMASI BERUPA FORMULASI DAN SEDIAAN SABUN MANDI KOMBUCHA BUNGA TELANG
Wanita yang bekerja sebagai PSK (Pekerja Seks Komersial) memiliki potensi terserang penyakit kulit dan kelamin yang dapat disebabkan salah satu nya oleh patogen penyebab keputihan. Salah satu patogen penyebab keputihan yang terjadi pada organ intim wanita adalah fungi yang berjenis Candida albicans. Penelitian sebelumnya telah terbukti bahwa formulasi dan sediaan sabun mandi cair yang berbahan aktif larutan fermentasi kombucha bunga telang berkolerasi secara positif sebagai produk bioteknologi farmasi dalam menghambat pertumbuhan Candida albicans, namun kebaruan penelitian ini adalah sampel yang digunakan sebagai obyek penelitian (Candida albicans) berasal dari hasil isolasi organ intim Wanita yang berstatus kerja sebagai PSK, sehingga penelitian ini bertujuan untuk melihat kemampuan daya hambat pada produk bioteknologi farmasi dalam bentuk formulasi dan sediaan sabun mandi cair berbahan aktif larutan fermentasi kombucha bunga telang dalam menghambat pertumbuhan Candida albicans. Metode penelitian yang digunakan dalam studi ini bersifat eksperimental laboratorium dengan cara membuat formulasi dan sediaan sabun mandi yang berbahan aktif larutan fermentasi kombucha bunga telang pada konsentrasi gula 20%, 30%, dan 40%. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini berupa ANOVA One Way dilanjut dengan analisis pos hoc. Hasil penelitian telah terbukti bahwa sabun mandi kombucha bunga telang pada konsentrasi gula sebesar 20% berdasarkan nilai p masing masing <0,05 meyatakan tidak berbeda nyata dengan 30% namun berbeda nyata dengan 40% sebagai produk bioteknologi farmasi dan antifungi Candida albicans yang diisolasi dari organ intim Wanita PSK