E-Journal STF Muhammadiyah Tangerang
Not a member yet
    200 research outputs found

    ANALISIS TIMBAL (PB) PADA LIPSTIK YANG BEREDAR DI PASAR CIKUPA DENGAN METODE INDUCTIVELY COUPLED PLASMA OPTICAL EMISSION SPECTROMETRY (ICP-OES)

    Full text link
    Lipstik merupakan salah satu produk kosmetik yang paling populer digunakan oleh wanita untuk memberikan warna pada bibir dan melembabkannya. Namun, perlu diingat bahwa lipstik dapat menjadi tidak aman jika terkontaminasi dengan logam berat seperti timbal (Pb). Kontaminasi ini dapat terjadi ketika lipstik terpapar oleh logam berat tersebut dan dapat berbahaya bagi kesehatan jika tertelan melalui makanan atau minuman yang dikonsumsi. Timbal memiliki kemampuan membuat bibir tampak halus dalam waktu yang relatif singkat, tetapi jika kadar timbal melebihi batas aman yang ditetapkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), yaitu ≤20 mg/kg, maka dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui kandungan dan kadar timbal dalam lipstik yang beredar di pasar. Dalam penelitian ini, dilakukan analisis kandungan timbal (Pb) pada lipstik kosmetik yang dijual di Pasar Cikupa menggunakan metode Inductively Coupled Plasma Optical Emission Spectrometry (ICP-OES) dengan panjang gelombang 220,353 nm. Sebanyak empat sampel lipstik yang tidak terdaftar di BPOM diambil sebagai objek penelitian. Sampel yang digunakan di preparasi dengan Destruksi Basah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menggunakan metode ICP-OES, tidak terdeteksi adanya logam berat timbal (Pb) pada keempat sampel lipstik tersebut. Hasil penelitian ini memberikan nilai r = 0,9998, yang menunjukkan tingkat keakuratan yang tinggi dalam mengukur kadar timbal. Rata-rata kadar logam Pb pada lipstik 01 - 04 adalah 3,30 mg/kg ± 0,36; -1,70 mg/kg ± 0,08; -1,70 mg/kg ± 0,09; -1,23 mg/kg ± 0,44. Penelitian ini menunjukkan bahwa keempat sampel lipstik yang tidak terdaftar di BPOM dan diuji menggunakan metode ICP-OES tidak mengandung logam berat timbal. Meskipun demikian, penting untuk tetap berhati-hati dan memastikan bahwa lipstik yang digunakan telah melewati uji keamanan yang sesuai dan terdaftar di BPOM agar dapat menghindari potensi bahaya bagi kesehatan

    FORMULASI DAN UJI EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN PASTA GIGI EKSTRAK ETANOL 70% DAUN KEJI BELING (Strobilanthes crispa L Blume) TERHADAP BAKTERI Streptococcus mutans

    Full text link
    Daun keji beling (Strobilanthes crispa L Blume) merupakan tanaman yang memiliki kandungan alkaloid, flavonoid, tanin dan saponin yang berfungsi sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antibakteri sediaan pasta gigi ekstrak etanol 70% daun keji beling (Strobilanthes crispa L Blume) terhadap bakteri Streptococcus mutans. Bahan yang digunakan dalam pembuatan pasta gigi adalah ekstrak etanol 70% daun keji beling dengan berbagai  konsentrasi K(-), K(+), (F1 1,5%), (F2 3%), dan (F3 4,5%). Semua formula sediaan pasta gigi diuji mutu fisikokimia (organoleptik, homogenitas, pH, tinggi busa dan viskositas) serta aktivitas antibakteri. Hasil skrining fitokimia ekstrak daun keji beling mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, saponin, dan tanin yang mempunyai mekanisme sebagai antibakteri. Hasil evaluasi fisik sediaan menyatakan bahwa semua sediaan pasta gigi memenuhi persyaratan mutu fisik yaitu berwarna hijau,berbentuk semi solid,berbau khas ekstrak daun keji beling  dengan nilai pH 7-8, viskositas 75,90-89,34cPs, tinggi busa 5,3-9,6 cm . Hasil pengujian antibakteri menunjukkan bahwa sediaan pasta gigi ekstrak daun keji beling  pada formula 1 memiliki daya hambat sebesar 13,6 dengan kriteria sedang, formula 2 dengan daya hambat sebesar 12,7 dengan kriteria sedang, formula 3 memiliki daya hambat terhadap bakteri Streptococcus mutans dengan diameter hambat sebesar 19,5 mm dengan daya hambat dengan kriteria kuat

    UJI AKTIVITAS ANALGETIK EKSTRAK ETANOL 70% DAUN DADAP SEREP (Erythrina subumbrans (Hassk.) Merr.) PADA MENCIT PURIH JANTAN GALUR GALUR DEUTSCHLAND DENKEN YOKEN

    Full text link
    Daun dadap serep (Erythrina subumbrans (Hassk.) Merr.) merupakan tanaman yang digunakan secara turun menurun oleh masyarakat. Kandungan senyawa yang terdapat pada daun dadap serep salah satunya yaitu flavonoid yang mempunyai aktivitas biologis sebagai analgetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas analgetik, dosis optimal, dan perbandingannya dengan kontrol positif dari ekstrak etanol 70% daun dadap serep. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan penelitian acak lengkap. Metode yang digunakan untuk uji analgetik yaitu dengan metode geliat. Hewan uji yang digunakan yaitu mencit putih jantan galur Deutschland Denken Yoken (DDY), umur 2-3 bulan, berat 20-30 gram. Mencit dibagi menjadi 5 kelompok, yaitu kelompok I sebagai kontrol negatif menggunakan Na-CMC 0,5%, kelompok II sebagai kontrol positif menggunakan ibuprofen, kelompok III, IV dan V sebagai kelompok perlakuan ekstrak etanol 70% daun dadap serep dengan dosis 5,6 mg/20 gBB, 11,2 mg/20 gBB, dan 22,4 mg/20 gBB. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara statistik dengan one way ANOVA. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa dosis ekstrak etanol 70% daun dadap serep dapat memberikan aktivitas sebagai analgetik terhadap mencit dan dosis optimal sebagai analgetik yaitu pada dosis 22,4 mg/20 gBB mencit. Berdasarkan data hasil uji aktivitas analgesik dianalisis dengan metode one way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji post hoc diperoleh hasil p ≤ 0,05 yang menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan terhadap jumlah geliat mencit pada kelima kelompok sehingga dapat disimpulkan ekstrak daun dadap serep memiliki aktivitas analgetik tetapi aktivitasnya masih lebih besar kelompok kontrol positif

    EFEKTIVITAS TANAMAN INAI (Lawsonia inermis L.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN DAN ANTIBAKTERI

    Full text link
    Indonesia merupakan negara yang memiliki bebagai macam tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Salah satu tanaman yang dapat dijadikan obat tradisional adalah tanaman inai. Tanaman inai (Lawsonia inermis L.) merupakan suatu tanaman yang termasuk dalam keluarga Lythraceae, biasanya tumbuh di daerah yang tropis dan subtropics, misalnya di Negara Persia, Arab, Turki, Yahudi dan Indonesia. Di Indonesia sendiri masih sedikit informasi mengenai potensi tanaman inai (Lawsonia inermis L) sebagai antioksidan dan antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai efektivitas tanaman inai (Lawsonia inermis L) sebagai antioksidan dan antibakteri melalui artikel yang terkait. Penelitian yang dilakukan yaitu berupa literature review demikian metode yang digunakan berupa pengumpulan artikel terkait menggunakan mesin pencari seperti Google Schoolar, Sciencedirect dan Pubmed. Tanaman inai efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri dengan zona hambat 26.1mm. Lawsonia inermis juga memiliki aktivitas sebagai antioksidan dengan efektivitas IC50 sebesar 4.8µg/ml. Tumbuhan L. Inermis memiliki efktivitas yang tinggi sebagai antioksidan dan antibakteri sehingga dapat berpotensi untuk dikembangkan menjadi suatu produk

    FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS PERTUMBUHAN RAMBUT TERHADAP KELINCI JANTAN SEDIAAN HAIR TONIC EKSTRAK ETANOL 96% DAUN PANDAN WANGI (Pandanus amaryllifolius Roxb.)

    Full text link
    Metabolit sekunder yang terkandung dalam daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.) memiliki aktivitas pertumbuhan rambut. Kerontokan rambut dapat diatasi menggunakan sediaan topikal seperti sediaan hair tonic bermanfaat baik untuk kesehatan rambut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Konsentrasi ekstrak daun pandan wangi yang paling optimal pada sediaan hair tonic sebagai penumbuh rambut. Bahan yang digunakan  dalam pembuatan sediaan hair tonic adalah ekstrak etanol 96% daun pandan wangi dengan F I 10%, FII 20% dan F III 30%. Hasil skrining fitokimia ekstrak etanol daun pandan wangi  mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, terpenoid. Data hasil uji aktivitas pertumbuhan rambut dianalisis menggunakan One-Way Anova menunjukkan adanya perbedaan bermakna antar perlakuan (0,000)>p(0,05).  Uji statistik Pos Hoc menggunakan LSD. Pada Kontrol Positif terdapat perbedaan bermakna dengan FI 10%, FII 20%, Kontrol Negatif dan Kontrol Normal. Hasil pengujian sediaan hair tonic ekstrak daun pandan wangi memiliki kemampuan meningkatkan pertumbuhan panjang rambut kelinci pada FI 10% 4,2 mm, F II 20% 4,2 mm, F III 30% 4,4 mm, kontrol positif 4,2 mm, kontrol negatif 4,1 mm dan kontrol normal 3,4 mm

    NANOEMULSI EKSTRAK DAUN PEPAYA SEBAGAI ANTIMALARIA: NARRATIVE REVIEW

    Full text link
    Resistensi artemisinin berpotensi menghambat tatalaksana Malaria. Oleh karena itu, obat herbal kini berpeluang menjadi secondary treatment dalam kasus ini. Pengembangan obat tersebut perlu diinisiasi, hanya saja, studi pendahuluan dalam bentuk narrative review tentang obat ini masih terbatas. Metode narrative review ini menggunakan kriteria inklusi yaitu artikel dari jurnal Internasional yang terpublikasi dalam rentang waktu 2015 – 2020 dari Google Scholar, PubMed dan Semantic Scholar. Kata kunci yang digunakan adalah Antimalarial, Solvent Fractions, Papaya, Plasmodium; Nanoemulsion, Formulation, Oral Delivery; Antimalarial, Carica papaya, Plasmodium; Activity, Ethyl Acetate Fraction, Compared to Others, Plasmodium Falciparum. Hasil narrative review ini menunjukkan bahwa uji hambat parasitemia fraksi etil asetat ekstrak daun pepaya menunjukkan hasil positif sehingga dapat digunakan sebagai zat aktif antimalaria. Di samping itu, Tween 80, Solutol dan Poloxamer 188 dengan perbandingan 1:1:1 serta PEGylated phospholipid 0,25% juga dapat digunakan untuk formulasi nanoemulsi. Kesimpulannya adalah apabila ditemukan resistensi antimalaria pada pasien, nanoemulsi fraksi etil asetat ekstrak daun pepaya dapat digunakan sebagai alternatif antimalaria (P. falciparum)

    FORMULASI DAN EVALUASI FISIK SEDIAAN OVULA NANOEMULSI MINYAK ATSIRI DAUN CENGKEH (Syzygium aromaticum L.)

    Full text link
    Cengkeh merupakan salah satu bahan alam yang dapat dimanfaatkan dalam bidang kesehatan. Minyak atsiri yang terkandung pada tanaman cengkeh adalah senyawa eugenol, memiliki efek sebagai antikanker dan antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sediaan nanoemulsi yang mengandung minyak daun cengkeh dengan karakterstik yang baik kemudian dijadikan sediaan ovula. Pembuatan nanoemulsi minyak cengkeh 5% dengan tween 80 sebagai surfaktan dan PEG 400 sebagai kosurfaktan. Nanoemulsi minyak cengkeh dievaluasi ukuran globul, nilai PDI dan zeta potential. Nanoemulsi dibuat menjadi ovula dengan konsentrasi nanoemulsi 5% dengan variasi konsentrasi basis PEG 400 dan PEG 6000 kemudian dilakukan evaluasi fisik ovula meliputi organoleptis, homogenitas, keseragaman bobot, dan waktu hancur. Hasil penelitian menunjukan nanoemulsi minyak daun cengkeh dengan komposisi minyak cengkeh 5%, tween 80 25%, dan PEG 400 15% memenuhi persyaratan karakterisasi nanoemulsi, ukuran globul sebesar  77,73±4,72 nm, nilai PDI sebesar 0,39±0,02 dan zeta potential -0,13±0,04, dan stabil tanpa adanya pemisahan fase. Hasil yang paling baik pada ovula adalah pada formula 2 dengan perbandingan kosentrasi basis 50:50 karena sediaan ovula tidak terlalu keras, tidak mudah rapuh, sediaan homogen, keseragaman bobot memenuhi persyratan kolom A (5%) dan kolom B (10%) dan waktu hancur selama 19,49±00,32. Hasil evaluasi fisik pada formula 2 dinyatakan memenuhi persyaratan fisik ovula

    UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL BUAH CANTIGI UNGU (Vaccinium varingiaefolium Miq.) DENGAN METODE DPPH

    Full text link
    Cantigi (Vaccinium varingiaefolium Miq.) merupakan salah satu tanaman yang memiliki aktivitas antioksidan yang cukup tinggi. Namun potensi yang terkandung di dalamnya belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakterisasi buah Cantigi yang dibuat simplisia kering dan dimaserasi menggunakan etanol 70% yang diasamkan dengan HCl 1% menjadi ekstrak kental. Penapisan fitokimia dan pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazil). Berdasarkan penelitian ini, maserasi ekstrak menghasilkan rendemen sebesar  23,6% . Pada proses Penapisan fitokimia didapatkan hasil positif pada flavonoid, saponin, tannin, dan steroid. Aktivitas antioksidan (IC50) menggunakan metode DPPH dengan hasil 387,0349 ppm (sangat lemah) dikarenakan penggunaan simplisia kering yang mempengaruhi kadar antioksidan buah Cantigi

    STUDI INTERAKSI SENYAWA BAKU PEMBANDING DARI ANDALAS SITAWA FITOLAB TERHADAP KLEBSIELLA PNEUMONIAE DENGAN IN SILICO

    Full text link
    Bakteri, virus dan mycoplasma dapat menyebabkan pneumonia. Klebsiella pneumoniae adalah penyebab umum infeksi resisten antimikroba pada pasien rawat inap. Miroba ini secara alami resisten terhadap penisilin. Pnemoniae dapat disebabkan oleh bakteri, virus dan mycoplasma. Bakteri Klebsiella pneumoniae mampu menginfeksi dan memperparah pasien yang terkena penyakit COVID-19. Bakteri ini telah resisten terhadap antibiotik. Dilakukan metode molecular docking untuk memprediksi interaksi antara klebsiella pneumoniae dan senyawa bahan alam yang terdapat pada database andalas sitawa yaitu Alpha Mangostin, Andrographolide, Asiaticoside, Catechin. Curcumin, Deoxyelephantopin, Ethyl methoxycinnamate, Hydroxychavicol, Piperine dan Plumbagin. Perangkat lunak yang digunakan dalam simulasi yaitu Autodock Vina. Optimasi geometri dilakukan dengan MMFF94 untuk senyawa bahan alam. Dari hasil diperoleh senyawa yang memiliki energi bebas gibbs yang terbaik adalah Asiaticoside dengan energi -10.22 (kcal/mol). Asiaticoside memiliki interaksi pada asam amino yaitu Ikatan Hidrogen pada asam amino Asn79, Arg151 selanjutnya Ikatan Van der walls pada Ile152, Met156, dan Ser156. Ikatan Pi-Alkyl pada asam amino Tyr125, His195 dan ikatan Alkyl pada asam amino Arg155. Simulasi dinamika molekul senyawa Asitiacoside dengan protein fluktuasi terbesar pada residu asam amino 245-248 yaitu Leusine, Tyrosine, Phenylalanine, dan Glutamine dengan rentang fluktuasi 3,2169-3,2525 n

    GAMBARAN PENGENDALIAN OBAT DI GUDANG FARMASI KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG TAHUN 2022

    Full text link
    Mutu pelayanan yang dilakukan oleh gudang farmasi sangat berdampak terhadap puskesmas dan juga pada kepuasan pasien yang berkunjung ke Puskesmas tersebut. Salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap mutu pelayanan di gudang farmasi yaitu pengendalian obat yang dilakukan digudang farmasi. Pengendalian obat perlu dilakukan agar dapat mencegah terjadinya kekurangan/kekosongan obat (stock out), kelebihan obat (over stock), dan pembelian obat secara cito (segera). Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui Gambaran Pengendalian Obat di Gudang Farmasi Kabupaten Sidenreng Rappang Tahun 2022. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat dekskriktif analitik. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan Teknik Non Random (Non Probability) Sampling dengan metode purposive sampling. Informan dalam penelitian ini terdiri dari staff gudang farmasi dan kepala penanggung jawab Gudang Farmasi di kabupaten sidenreng Rapppang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengendalian persediaan obat di Gudang Farmasi Kabupaten Sidenreng Rappang sudah cukup efektif dan sesuai dengan peraturan pemerintah

    163

    full texts

    200

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal STF Muhammadiyah Tangerang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇