E-Journal STF Muhammadiyah Tangerang
Not a member yet
    200 research outputs found

    ANALISIS HARAPAN DAN KEPERCAYAAN KONSUMEN APOTEK TERHADAP PERAN APOTEKER DI WILAYAH SEPATAN KABUPATEN TANGERANG

    Full text link
    Harapan dan Kepercayaan konsumen merupakan modal untuk mengembangkan  suatu usaha, termasuk apotek. Dalam bisnis apotek fungsi atau peran apoteker sangat dibutuhkan. Pharmaceutical care atau asuhan kefarmasian merupakan bentuk optimalisasi peran yang dilakukan oleh apoteker terhadap pasien dalam melakukan terapi pengobatan. Penelitian ini  bertujuan untuk mengetahui harapan dan kepercayaan konsumen yang dilayani dan tidak dilayani oleh apoteker. Objek penelitian yaitu konsumen yang dilayani dan tidak dilayani oleh apoteker menggunakan purposive sampling. Alat penelitian berupa kuesioner yang berisi pertanyaan terdiri dari 4 bagian, yaitu karakteristik, pendahuluan, harapan dan kepercayaan. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan statistik dengan bantuan program SPSS 25. Hasil penelitian dari harapan menunjukkan terdapat perbedaan  harapan antara konsumen yang dilayani dan tidak dilayani oleh apoteker, dilihat dari nilai rata-rata harapan konsumen yang dilayani oleh apoteker mengharapkan pelayanan lebih dari apoteker. Data  kepercayaan menunjukkan tidak terdapat perbedaan kepercayaan antara konsumen yang dilayani dan tidak dilayani oleh apoteker, seperti informasi mengenai obat non resep, harga yang tertera diresep dokter, saran mengonsumsi obat, produk-produk herbal, efek samping obat, dan saran mengenai penyakit ringan

    UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOL 70% DAUN JAHE MERAH (Zingiber officinale Roscoe) SEBAGAI DIURETIK PADA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus Norvegicus) GALUR SPRAGUE DAWLEY

    Full text link
    Pemanfaatan tanaman sebagai obat tradisional telah banyak digunakan di Indonesia. Ekstrak etanol 70% daun jahe merah (Zingiber officinale Roscoe) mengandung senyawa aktif seperti tanin, minyak atsiri, gingerol serta flavonoid. Penelitian ini bertujuan mengetahui metabolit sekunder serta aktivitas diuretik ekstrak etanol 70% daun jahe merah. Pembuatan ekstrak daun jahe merah menggunakan metode maserasi yang diujikan pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus) galur Sprague Dawley. Hewan uji dibagi menjadi 5 kelompok yaitu ektsrak dosis I: 40 mg/200 gBB, dosis II: 80 mg/200 gBB, dosis III: 160 gBB, kontrol positif (suspensi furosemid 0,72 mg/200 gBB), kontrol negatif (suspensi Na CMC 0,5%). Pengujian efek diuretik dilakukan dengan mengukur volume urin yang dilakukan selama 6 jam dan pada jam ke 24. Data yang diperoleh dianalisis dengan SPSS oneway ANOVA. Hasil uji Statistik menunjukkan bahwa kelompok dosis III dan kontrol positif tidak terdapat perbedaan yang bermakna dengan nilai p=0,074 >0,05. Hal ini menunjukan bahwa tidak terdapat perbedaan efek diuretik yang signifikan antara kelompok positif dengan dosis III. Sehinga dosis ekstrak etanol 70% daun jahe merah yang paling optimal memberikan efek diuretik adalah dosis III dengan dosis 160 mg/200 gBB tikus serta kandungan metabolit sekunder yang terkandung yaitu Flavonoid, tannin dan Saponi

    ANALISIS TINGKAT PENGETAHUAN TENAGA TEKNIS KEFARMASIAN TERHADAP PENGELOLAAN OBAT DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT DR. SITANALA KOTA TANGERANG

    Full text link
    Pengelolaan obat di rumah sakit merupakan rangkaian kegiatan yang menyangkut fungsi-fungsi manajemen meliputi; pemilihan, perencanaan, pengadaan, penerimaan, penyimpanan, pemusnahan, pengendalian, dan pencatatan pelaporan yang didasarkan oleh Permenkes 72 tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian Rumah Sakit. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan Tenaga Teknis Kefarmasian (TTK) terhadap pengelolaan obat di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Sitanala Kota Tangerang, mengetahui adanya korelasi antara tingkat pengetahuan TTK dengan pengalaman lama bekerja TTK di RSUP Dr. Sitanala Kota Tangerang, dan mengetahui adanya korelasi antara tingkat pengetahuan TTK dengan penempatan kerja TTK di masing-masing Instalasi Farmasi Rumah Sakit (IFRS) di RSUP Dr. Sitanala Kota Tangerang. Penelitian ini dilakukan di semua IFRS RSUP Dr. Sitanala Kota Tangerang pada bulan Oktober hingga Desember 2022. Populasi pada penelitian ini digunakan teknik total sampling yaitu seluruh TTK yang bekerja di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Sitanala Kota Tangerang sebanyak 20 TTK. Analisis yang digunakan yakni dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tingkat pengetahuan TTK tergolong dalam kategori baik dengan persentase 85%. Terdapat hubungan yang signifikan mengenai tingkat pengetahuan TTK dengan pengalaman lama bekerja TTK (p=0,003, p0,05)

    AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DARI KULIT ARI BIJI KOPI ROBUSTA (Coffea canephora) DALAM FORMULASI SEDIAAN GEL

    Full text link
    Kulit ari (Silver skin) biji kopi merupakan bagian yang sering terbuang saat proses penggilingan biji kopi. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak kulit ari biji kopi robusta dari Lampung Barat menjadi sediaan kosmetik gel antioksidan. Kulit ari biji kopi robusta (KAK) diperoleh dari limbah hasil penggilingan petani di Lampung Barat. KAK kemudian diekstraksi dengan pelarut etanol dan diskrining secara fitokimia. Ekstrak etanol KAK (eKAK) kemudian dievaluasi aktivitas antioksidannya dan diformulasikan dalam sediaan gel (GeKAK). GeKAK kemudian dievaluasi mutu dan sensori oleh panelist (uji hedonic). Hasil penelitian menunjukan bahwa rendemen KAK 2,37%, terdapat kandungan senyawa fenolik, dan tidak terdapat kandungan senyawa flavonoid. Uji Aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH menunjukan nilai IC50 eKAK dan kontrol positif (asam askorbat) berturut-turut 99.78 ppm dan 2.06 ppm. Berdasarkan nilai IC50 tersebut ektrak kulit ari biji kopi memiliki aktivitas antioksidan kuat karena memiliki nilai IC50 0.05)

    UJI KANDUNGAN TIMBAL (Pb) PADA DAUN BAWANG PREI (Allium porrum L) YANG DITANAM DI SEPANJANG JALAN PADANG PANJANG BUKITTINGGI SECARA SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM

    Full text link
    Padatnya jalur kendaraan yang berada di sepanjang jalan Padang Panjang - Bukittinggi merupakan salah satu penyumbang kontaminasi logam berat seperti timbal (Pb) pada tanaman yang tumbuh disekitar daerah tersebut. Salah satu tanaman yang banyak ditanam adalah daun bawang prei. Dalam mengkonsumsi bawang prei sebagian masyarakat ada yang mencuci sebentar ataupun tidak mencuci sama sekali daun bawang preinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya cemaran timbal pada daun bawang prei yang ditanam sepanjang jalan Padang Panjang - Bukittinggi dengan metoda Spektrofotometer Serapan Atom yang dilakukan uji di Balai Riset dan Standarisasi Industri Padang. Sampel diambil secara acak pada tiga lokasi lahan yang menanam bawang prei dengan masing-masing lokasi dijadikan 2 sampel uji dengan variasi tidak dicuci dan dicuci. Hasil pemeriksaan diperoleh  kandungan timbal pada lokasi pertama, kedua dan ketiga sebelum dicuci secara berurutan adalah 0,251 mg/kg, 0,147 mg/kg dan 0,0377 mg/kg. Sedangkan untuk sampel setelah dicuci pada lokasi pertama, kedua dan ketiga adalah 0,0683 mg/kg, 0,0917 mg/kg dan 0,167 mg/kg. Dari hasil analisis semua sampel daun bawang prei mengandung timbal baik sebelum dicuci maupun setelah dicuci namun masih dalam kategori aman untuk dikonsumsi karena masih berada dibawah ambang batas yang ditetapkan SNI 7387-2009 yaitu 0,5 mg/kg

    PENELUSURAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI (Staphylococcus aureus) DARI TUMBUHAN OBAT DI PULAU KALIMANTAN

    Full text link
    Kalimantan merupakan salah satu pulau di Indonesia yang memiliki keanekaraman hayati yang tinggi, di hutan Kalimantan juga tumbuh berbagai macam pohon yang berpotensi sebagai obat. Bakteri Staphylococcus aureus merupakan salah satu bakteri pathogen yang dapat menyebabkan berbagai macam penyakit seperti impetigo, selulitis, dan bisul. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Mengetahui efek antibakteri dari tumbuhan obat yang ada di Kalimantan terhadap bakteri S. aureus dan untuk mengetahui senyawa antibakteri yang terkandung dalam tumbuhan obat di Kalimantan.  Penelitian ini menggunakan metode studi literature dari hasil penelitian terdahulu yang diklasifikasikan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Dari hasil review artikel didapatkan 20 tumbuhan di pulau Kalimantan berhabitus pohon yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri S. aureus, tumbuhan tersebut mengandung metabolit sekunder seperti flavonoid, tannin, fenol, saponin, alkaloid, triterpenoid dan steroid. Kesimpulan tumbuhan yang memiliki daya hambat bakteri S. aureus dengan kategori sangat kuat adalah ekstrak daun manga bacang  dengan diameter zona hambat 13,42 mm pada konsentrasi ekstrak 31,25 mg/mL.  Oleh karena itu ekstrak daun mangga bacang berpotensi untuk dikembangkan sebagai pengobatan  bakteri S. aureus

    HUBUNGAN KEPATUHAN TERAPI HEMODIALISIS DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK

    Full text link
    Gagal ginjal adalah penyakit yang disebabkan oleh kerusakan fungsi ginjal yang ditandai dengan penurunan Glomerolus Filtration Rate (GFR) yang kurang dari 60% dan disertai dengan adanya peningkatan kadar urea dan kreatinin serum. Pengobatan pada pasien penyakit ginjal kronis yang paling umum adalah terapi Hemodialisis. Kualitas hidup yang baik menjadi salah satu indikator keberhasilan terapi hemodialisis yang dilakukan. Tujuan dari review artikel ini untuk mengetahui hubungan terapi hemodialisis dengan kualitas hidup pasien pasien gagal ginjal kronik. Metode yang digunakan yang digunakan dalam penyusunan artikel ini yaitu studi literature review. Data yang dikumpulkan dengan mengakses database online dengan penelusuran elektronik pada google scholar berdasarkan PICO, didapatkan 3 artikel yang memiliki titik akhir sama. Hasil review artikel didapatkan pasien yang tidak patuh melakukan terapi hemodialisa memiliki kualitas hidup yang kurang baik. Pasien yang tidak patuh mayoritas mempunyai kualitas hidup kurang baik karena pasien merasa bosan, durasi waktu yang cukup lama dan kurangnya dukungan dari keluarga sehingga membuat pasien tidak termotivasi menjalani terapi hemodialisa. Rata-rata pasien yang patuh sebanyak 61,3%, dan pasien yang memiliki kualitas hidup yang baik sebanyak 44,86%

    Uji Efektivitas Pertumbuhan Rambut Sediaan Emulsi Kombinasi Ekstrak Etanol Daun Mangkokan (Polyscia Scutellaria) dan Pandan Wangi (Pandanus Amarylifolius Roxb), pada Kelinci Jantan (Oryctolagus Cuniculus)

    No full text
    Kerontokan rambut merupakan suatu gangguan atau kelainan dimana rambut terlepas dari kulit kepala ataupun kulit tubuh sehingga mengganggu berbagai fungsi biologis rambut terhadap tubuh (Stephani et al., 2018). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kombinasi sediaan emulsi ekstrak etanol daun mangkokan dan daun pandan wangi pada perbandingan konsentrasi 50:50, 70:30, 80:20 dan untuk mengetahui konsentrasi optimal dari kombinasi ekstrak etanol daun mangkokan dan daun pandan wangi yang mempunyai efektivitas sebagai penumbuh  rambut pada punggung kelinci jantan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Tanaka.Penelitian ini membuat 3 formula sampel dengan bahan aktif  kombinasi ekstrak etanol daun mangkokan dan daun pandan wangi dengan perbandingan konsentrasi 50:50, 70:30, 80:20, konsentrasi 0% tanpa bahan (kontrol negative), dan kontrol positif (Sediaan penumbuh rambut yang mengadung  minoxidil 2%) dengan kontrol base emulsi.  Perlakuan dilakukan setiap hari dengan volume pengolesan 1 ml setiap konsentrasi selama 14 hari. Berdasarkan hasil yang diperoleh menunjukan bahwa pada kelompok I dengan nilai rata-rata kontrol positif dan  formula II adalah sama yaitu sebesar 1,99 mm. Hal ini menunjukan formula II memiliki efektivitas yang sama dengan kontrol positif. Pada kelompok II dengan nilai rata-rata kontrol positif dan  formula II adalah sama yaitu sebesar 1,98 mm. Hal ini menunjukan formula II memiliki efektivitas yang sama dengan kontrol positif. Sedangkan pada kelompok III dengan nilai rata-rata kontrol positif dan  formula II adalah sama yaitu sebesar 1,96 mm. Hal ini menunjukan formula II (70:30) memiliki efektivitas yang optimal pada punggung kelinci jantan hampir sama dengan kontrol positif

    UJI DAYA HAMBAT Propinobacterium acnes PADA PRODUK BIOTEKNOLOGI FARMASI SEDIAAN SABUN WAJAH KOMBUCHA BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L)

    Full text link
    Propinobacterium acnes merupakan salah satu bakteri yang dapat menyebabkan terjadinya jerawat pada bagian wajah. Sabun wajah yang berbahan aktif larutan fermentasi kombucha bunga telang secara positif berkolerasi dalam menghambat pertumbuhan bakteri penyebab jerawat yaitu Propinobacterium acnes. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulasi dan sediaan sabun wajah yang berbahan aktif larutan fermentasi kombucha bunga telang pada konsentrasi 20%, 30%, dan 40%. Metode penelitian ini dilakukan secara eksperimental laboratorium yaitu dengan cara menyiapkan sediaan sabun wajah yang telah beredar dipasaran sebagai kontrol positif, membuat basis sabun wajah tanpa zat aktif sebagai kontrol negatif, dan membuat basis sabun wajah yang berbahan aktif larutan fermentasi kombucha bunga telang pada konsentrasi 20%, 30%, dan 40%. Metode difusi cakram merupakan salah satu cara untuk menghambat pertumbuhan bakteri Propinobacrterium acnes dari masing-masing sediaan sabun wajah. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah ANOVA satu jalur dan uji lanjut berupa analisis pos hoc. Hasil penelitian ini berdasarkan uji ANOVA satu jalur dengan masing-masing nilai p yang dihasilkan kurang dari 0,05 dan juga analisis pos hoc dapat disimpulkan bahwa sediaan sabun wajah yang berbahan aktif larutan fermentasi kombucha bunga telang pada konsentrasi 40% berbeda nyata dengan konsentrasi 20% dan 30% sebagai antibakteri Propinobacterium acnes. Namun tidak berbeda nyata dengan kontrol positif. Konsentrasi 40% merupakan konsentrasi terbaik diantara dua perlakuan dan kedua pembanding baik kontrol positif maupun negatif dengan rata-rata diameter zona hambat yang dihasilkan adalah sebesar 15,60 mm dan masuk dalam kategori kuat

    HUBUNGAN SOSIODEMOGRAFI DAN PERSEPSI TERHADAP TINGKAT KEPERCAYAAN MASYARAKAT PADA OBAT TRADISIONAL DAN KIMIA SINTESIS DI DESA SUKAMANTRI PASAR KEMIS KABUPATEN TANGERANG

    No full text
    Obat tradisional adalah obat yang digunakan untuk mengobati penyakit selama bertahun-tahun dapat mengandung ramuan yang terbuat dari tumbuhan, hewan, mineral, sediaan galenik, obat sintetik obat yang dibuat dari bahan buatan dan digunakan, direkomendasikan oleh para profesional medis untuk mengobati penyakit. Karakteristik sosiodemografi, faktor sosial, masalah ekonomi, masalah budaya, dan psikologis berperan dalam keputusan. Selain mengidentifikasi faktor persepsi yang paling berpengaruh terhadap tingkat kepercayaan masyarakat dalam menggunakan obat tradisional atau bahan kimia sintetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara sosiodemografi dengan persepsi dan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap obat tradisional dan obat kimia sintetik. Penelitian ini dilakukan pada Masyarakat Desa Sukamantri, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang bulan November 2022 dengan jumlah responden sebanyak 100 responden. Pengumpulan data menggunakan metode Purposive Sampling. Teknik analisis yang digunakan uji Chi Square. Hasil menunjukkan adanya hubungan antara usia dan pendapatan seseorang dengan seberapa besar mereka mempercayai pengobatan tradisional dan obat sintetik. Selain itu, terdapat keterkaitan antara pandangan masyarakat yang mempertimbangkan aspek sosial, ekonomi, budaya, dan psikologis, dengan tingkat kepercayaan terhadap pengobatan tradisional dan obat sintetik. Faktor budaya paling berperan untuk tingkat kepercayaan masyarakat pada obat tradisional dan faktor ekonomi untuk tingkat kepercayaan masyarakat pada obat kimia sintesis

    163

    full texts

    200

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal STF Muhammadiyah Tangerang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇