E-Journal STF Muhammadiyah Tangerang
Not a member yet
    200 research outputs found

    PENELUSURAN PEMANFAATAN DAN BIOAKTIVITAS TANAMAN MASOYI (Cryptocarya massoy): REVIEW

    Full text link
    Masoyi (Cryptocarya massoy (Oken) Kosterm) adalah tanaman berkayu endemic provinsi Papua, tanaman tersebut menghasilkan minyak atsiri dengan senyawa aktif dengan nama lactone. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui pemanfaatan dan bioaktivitas dari tanaman masoyi. Penelitian ini menggunakan metode studi literature dari hasil penelitian terdahulu yang diklasifikasikan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Dengan kesimpulan tanaman Masoyi memiliki pemanfaatan yang sangat tinggi baik dalam segi Kesehatan sebagai pengobatan beberapa penyakit asma, batuk, cacingan, buang air besar, sakit punggung, dan demam. Tanaman masoyi memiliki kandungan massoialactone C-10 (5,6-dihidro-6-pentil-2H-piran-2-on) mencapai 65% dan C-12 (5,6-dihidro-6-heptil-2H-piran-2-on) sebanyak 17% dan memiliki aktivitas sebagai antibakteri, antiinfeksi, antiinflamasi dan antibiofilm

    MONITORING EFEK SAMPING HEPATOTOKSISITAS OBAT ANTITUBERKULOSIS DI RS X YOGYAKARTA

    Full text link
    Hepatotoksisitas adalah kejadian di mana sel-sel di dalam hati mengalami kerusakan yang diakibatkan oleh senyawa bersifat toksik. Pemakaian obat anti tuberkulosis menjadi salah satu penyebab tersering kejadian hepatotoksisitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya efek samping hepatotoksisitas akibat pemakaian OAT pada pasien tuberkulosis di RS X Yogyakarta pada tahun 2021. Metode penelitian yaitu deskriptif observasional dengan mengukur parameter laboratorium SGOT, SGPT, bilirubin total, dan hemoglobin pada bulan ke 2, 4, dan 6 pengobatan. Subyek adalah pasien tuberkulosis yang menggunakan obat antituberkulosis kriteria 1. Analisis data demografi dan kejadian hepatotoksisitas dilakukan dengan analisis univariat yang disajikan dalam tabel distribusi frekuensi dan diagram menggunakan Microsoft Excel 2016. Hasil penelitian pada 11 pasien tuberkulosis menunjukkan nilai rata-rata SGOT bulan ke 2, 4, dan 6 sebesar 28,88±10,27 U/L, 21,9±4,58 U/L, dan 32,7±41,90 U/L. Nilai rata-rata SGPT bulan ke 2, 4, dan 6 sebesar 20,75±13,37 U/L, 13±5,23 U/L, dan 28,60±56,09 U/L. Kadar rata-rata bilirubin total bulan ke-2, 4, dan 6 diperoleh 0,6±0,18 mg/dL, 0,8±0,35 mg/dL, dan 0,9±0,43 mg/dL. Sedangkan rata-rata nilai hemoglobin bulan ke 2, 4, dan 6 sebesar 13,2±1,56 gr%, 14,08±1,35 gr%, dan 13,67±1,39 gr%. Kesimpulan yang dapat diambil adalah tidak terjadi kenaikan kadar SGOT, SGPT dan bilirubin total serta tidak terjadi penurunan kadar hemoglobin pada tiap bulan pengobatan tuberkulosis

    EKSTRAK METANOLIK BIJI MAHONI (Swietenia mahagoni (L) Jacq) : POTENSI ANTI BAKTERI TERHADAP Shigella flexneri

    Full text link
    Penyakit infeksi bakteri merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi. Tingginya angka kejadian disentri basiler di Indonesia merupakan akibat dari infeksi bakteri genus Shigella. Salah satu tumbuhan yang sering digunakan sebagai bahan obat tradisional di Indonesia yaitu biji mahoni (Swietenia mahagoni (L) Jacq). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antibakteri ekstrak metanolik biji mahoni terhadap Shigella flexneri. Ekstraksi pada penelitian ini menggunakan metode maserasi. Ekstrak yang didapat dibuat empat variasi konsentrasi (20%, 40%, 60% dan 80%) yang digunakan sebagai sampel untuk pengujian aktivitas antibakteri. Pengujian aktivitas antibakteri pada penelitian ini menggunakan metode difusi agar. Analisis kandungan senyawa alkaloid dan flavonoid yang diduga memiliki aktivitas antibakteri secara kualitatif menggunakan metode kromatografi lapis tipis (KLT). Hasil uji aktivitas antibakteri menunjukan bahwa ekstrak metanolik memiliki aktivitas antibakteri yang baik terhadap Shigella flexneri yang ditunjukkan dengan terdapatnya zona hambat berupa area bening pada biakan agar. Zona hambat pada konsentrasi ekstrak terendah 20% adalah 8,1 mm sampai konsenstrasi tertinggi 80% adalah 20,2 mm. Hasil uji analisis KLT menunjukan bahwa ekstrak metanolik biji mahoni memiliki kandungan senyawa alkaloid dengan ditunjukannya bercak berwarna coklat jingga pada sinar tampak setelah penambahan pereaksi Dragendorff dengan nilai Rf 0,77 dan flavonoid dengan bercak berwarna kuning pada sinar tampak setelah penambahan pereaksi Sitoborat dengan nilai Rf 0,48

    UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAUN BIOLA (Ficus Lyrata Warb.)

    Full text link
    Radikal bebas merupakan salah satu faktor penyebab penyakit degeneratif dalam tubuh meningkat. Paparan radikal bebas yang berlebihan membuat tubuh membutuhkan antioksidan dari luar. Daun biola (Ficus lyrata Warb.) memiliki aktivitas antioksidan. Tujuan penelitian untuk menentukan aktivitas antioksidan ekstrak, fraksi dan subfraksi daun biola dengan metode peredaman 2,2-difenil-1-pikrilhidrazil (DPPH). Metode ektraksi dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Fraksinasi dilakukan dengan cara ekstrasi cair-cair menggunakan tiga pelarut dengan tingkat kepolaran meningkat, yaitu n-heksana, etil asetat, dan air-etanol, serta di pantau dengan kromatografi lapis tipis (KLT) dan di uji aktivitas antioksidan. Fraksinasi terpilih disederhanakan dengan kromatografi kolom sistem elusi gradient dan diuji aktivitas antioksidan. Hasil aktivitas antioksidan yang paling kuat ditunjukkan oleh fraksi etil asetat dengan nilai IC50 sebesar 9,31±0,304 µg/ml

    REVIEW: AKTIVITAS IMUNOMODULATOR EKSTRAK HERBA MENIRAN (Phyllanthus niruri L.)

    Full text link
    ABSTRAK Benda asing yang masuk kedalam tubuh secara molekuler atau selular dapat menimbulkan berbagai macam penyakit yang merugikan, sehingga diperlukan senyawa yang dapat meningkatkan sistem pertahanan atau kekebalan tubuh untuk mengenali benda-benda asing atau sel abnomal yang merugikan tubuh kita. Imunomodulator adalah suatu senyawa yang dapat meningkatkan fungsi sistem imun pada manusia. Fungsi dari imunodulator adalah untuk memperbaiki sistem imun tubuh dengan cara mengembalikan fungsi sistem imun. Herba meniran (Phyllanthus niruri) merupakan tanaman obat potensial yang memiliki potensi dimanfaatkan sebgai imunomodulator. Aktivitas imunomodulator dari tanaman meniran diperoleh dari kandungan senyawa flavonoid. Tujuan artikel review ini dilakukan untuk melihat potensi imunomodulator dari herba meniran. Review artikel ini dibuat dengan metode studi literatur dari kumpulan jurnal-jurnal nasional maupun jurnal internasional. Berbagai penelitian yang telah diperoleh menunjukan bahwa ektrsk herba meniran memiliki potensi sebgai peningkat imunitas tubuh alami karena memiliki senyawa yang berperan yaitu senyawa flavonoid seperti kuersetin, kuersitrin, isokuersitrin, astragalin, dan rutin yang berfungsi sebagai imunomodulator. Kata Kunci: Imunomodulator, Phyllanthus niruri, Flavonoi

    PROGRAM BANK SAMPAH SEBAGAI PENGELOLAAN SAMPAH DAN EKONOMI MASYARAKAT DI DESA WANGUREJO KECAMATAN BANYUURIP KABUPATEN PURWOREJO

    Full text link
    Penumpukan sampah yang terjadi perlu adanya penanganan serius sebagai upaya untuk meminimalisirkan permasalahan yang ada. Salah satu upaya penanganan sampah dapat dilakukan dengan diterapkannya program bank sampah. Tujuan dari penulisan kajian ini yaitu  untuk mendeskripsikan: 1) program bank sampah di Desa Wangunrejo, 2) efektivitas program bank sampah terhadap pengelolaan sampah di Desa Wangunrejo, 3) efektivitas program bank sampah terhadap ekonomi masyarakat di Desa Wangunrejo. Penulisan kajian ini berjenis kualitatif deskriptif dengan mangambil studi kasus sosial masyarakat. Subjek dari kajian ini adalah seluruh masyarakat Desa Wangunrejo, Kecamatan Banyuurip, Kabupaten Purworejo. Penulisan kajian ini mengahasilkan bahwa: 1) program bank sampah yang diterapkan di Desa Wangunrejo sudah berjalan cukup baik, 2) program bank sampah sudah cukup efektif dalam pengelolaan sampah masyarakat, 3) program bank sampah sudah cukup efektif dalam membantu ekonomi masyarakat

    EVALUASI PENGGUNAAN OBAT KEMOTERAPI PADA PASIEN KANKER PAYUDARA DI RUMAH SAKIT UMUM KABUPATEN TANGERANG

    Full text link
    Kanker payudara merupakan pertumbuhan yang tidak normal dari sel-sel jaringan tubuh yang berubah menjadi tumor ganas, jaringan payudara tersebut terdiri dari kelenjar susu (kelenjar pembuat ASI), saluran kelenjar (saluran ASI) dan jaringan penunjang payudara. Salah satu pengobatan yang diberikan untuk penderita kanker payudara adalah kemoterapi. Kemoterapi adalah obat-obatan sitostatik yang bekerja dengan cara menghambat pertumbuhan dan penyebaran sel kanker atau bahkan dapat melenyapkan sel kanker. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pola penggunaan obat kemoterapi yang digunakan pada pasien kanker payudara dan evaluasi pengobatan yang ditinjau dari parameter tepat obat, tepat lama pemberian dan tepat interval waktu. Penelitian ini termasuk jenis penelitian observasional dengan pengambilan data dilakukan secara dekskriptif. Pengambilan sampel sebanyak 22 pasien dengan metode total sampling. Hasil penelitian evaluasi pola penggunaan obat kemoterapi pada terapi tunggal Navelbine (50%) dan Docetaxel (50%) dan terapi kombinasi TA (Taxane-Doxorubicin) (50%), ACT TC (Docetaxel- Carboplatin) (40%) dan Cyclophospamide-Doxorubicin-Vinkristin (10%). Evaluasi tepat obat (100%), tepat lama pemberian (86%) dan tepat interval waktu (9%). Kesimpulan penelitian ini penggunaan obat kemoterapi yang paling banyak digunakan adalah terapi kombinasi. Penggunaan obat kemoterapi juga belum memenuhi kriteria tepat lama pemberian dan tepat interval waktu

    FORMULASI DAN UJI MUTU FISIK MASKER GEL KOMBINASI EKSTRAK ETANOL HERBA PEGAGAN (Centella asiatica (L.) Urb.) DAN NIASINAMIDA DENGAN VARIASI KARBOMER

    Full text link
    Pegagan (Centella asiatica (L.) Urb.) merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai kosmetika. Herba pegagan mengandung senyawa triterpenoid saponin salah satunya asiatikosida yang berkhasiat sebagai antioksidan yang dapat membantu pertumbuhan kolagen pada kulit dengan maksud mengurangi keriput dan menghilangkan bintik hitam pada wajah. Niasinamida adalah vitamin B3 yang dapat memberikan efek pencerah dan pelembab pada kulit. Masker gel merupakan salah satu kosmetika dengan bentuk sediaan setengah padat yang aman digunakan pada kulit yang berjerawat, selain itu masker gel mudah merata apabila dioleskan pada kulit, memberikan sensasi menyejukkan, dan tidak menimbulkan bekas di kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formula masker gel kombinasi ekstrak etanol herba pegagan dan niasinamida yang memiliki mutu fisik yang baik dan untuk mengetahui stabilitas selama penyimpanan. Penelitian ini bersifat eksperimental yang dilakukan di laboratorium dan bertujuan sebagai pengembangan yaitu dibuat sediaan masker gel dan diuji mutu fisik dari sediaan tersebut. Pengujian yang dilakukan meliputi organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, dan uji sineresis yang kemudian dianalisis dengan cara deskriptif. Proses pembuatan ekstrak kental herba pegagan dilakukan dengan metode maserasi. Masker gel dibuat dengan kombinasi ekstrak kental herba pegagan dan niasinamida dengan variasi karbomer 1%, 1,5%, dan 2% kemudian diuji mutu fisiknya selama 4 minggu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sediaan masker gel kombinasi ekstrak etanol herba pegagan  dan niasinamida dengan variasi karbomer 1% (formula 1) dan 1,5% (formula 2) menghasilkan mutu fisik yang baik dilihat dari pengujian organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, dan uji sineresis, serta formula 1 dan 2 tersebut stabil selama penyimpanan 4 minggu

    FORMULASI SABUN PADAT EKSTRAK ETANOL DAUN SIRIH MERAH (Piper crocatum)

    Full text link
    Daun sirih merah (Piper crocatum) merupakan salah satu tanaman herba yang memiliki banyak khasiat diantaranya adalah sebagai antibakteri. Potensi antibakteri daun sirih merah tersebut dapat dikembangkan manjadi beberapa produk, salah satunya adalah sabun padat. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formula sabun padat yang baik dari minyak VCO dengan penambahan ekstrak etanol daun sirih merah. Metode yang digunakan merupakan metode eksperimental dengan mengkombinasikan ekstrak daun sirih merah sebagai zat berkhasiat. Dari 560 g simplisia daun sirih merah kering didapatkan ekstrak sebanyak 63,206 g dengan rendemen 11,28%. Ekstrak yang didapat kemudian diformulasi menjadi sabun padat dengan konsentrasi ekstrak 0% (F0), 1 % (FI), 2% (FII) , dan 3 % (FIII). Evaluasi fisik yang dilakukan terhadap 4 formula meliputi uji organoleptik, uji pH, uji kadar air, dan uji stabilitas busa. Hasil pengujian menunjukan organoleptis dan pH memenuhi standar persyaratan mutu sabun padat yang telah ditetapkan SNI 3532-2016

    PENGARUH KONSENTRASI NANO-PARTIKEL PERAK HASIL BIOSINTESIS DEKOKTA KULIT MANGGIS TERHADAP MUTU FISIK SEDIAAN SERUM

    Full text link
    Kulit manggis (Garcinia mangostana L.) mengandung α-mangostin yang dapat membiosintesis AgNP, dikarakterisasi dengan UV-Vis untuk mengetahui optical properties dan PSA untuk mengetahui distribusi ukuran partikel. Nanoperak diformulasikan dalam bentuk serum AgNP dalam 4 formula dengan variasi konsentrasi AgNP. Sediaan disimpan selama 14 hari untuk mengetahui pengaruh dari waktu penyimpanan. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis AgNP dari larutan AgNO3 dengan menggunakan bioreduktor dekokta kulit manggis serta mengetahui pengaruh konsentrasi AgNP terhadap mutu fisik serum meliputi organoleptis, pH, viskositas, dan homogenitas. Penelitian ini menggunakan desain true experimental yang menghasilkan data kualitatif dan kuantitatif. Analisis kuantitatif dengan metode Shapiro-Wilk Test, uji ANOVA dua arah (α = 0,05), dan analisis Post Hoc dengan uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara perbedaan variasi konsentrasi zat aktif AgNP, terhadap mutu fisik serum. Selain itu, pengaruh dari waktu penyimpanan selama 14 hari tidak mempengaruhi stabilitas sarum. Dekokta kulit kulit mampu membiosintesis AgNP dengan karakteristik ï¬ 439-441 nm dan distribusi ukuran 110,1 ± 4,33 nm. Variasi konsentrasi AgNP dalam serum mampu mempengaruhi mutu fisik sediaan baik organoleptis, pH, dan viskositas, serta tidak mempengaruhi homogenitas. Keempat formula dengan zat aktif AgNP hasil biosintesis memenuhi kriteria serum yang baik dengan waku penyimpanan 14 hari

    163

    full texts

    200

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal STF Muhammadiyah Tangerang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇