E-Journal STF Muhammadiyah Tangerang
Not a member yet
200 research outputs found
Sort by
IDENTIFIKASI POTENSI INTERAKSI OBAT PADA PASIEN SKIZOFRENIA DI RUMAH SAKIT JIWA NAIMATA KUPANG
Skizofrenia merupakan salah satu penyakit gangguan jiwa berat dan bersifat kronis sehingga penderita skizofrenia harus menggunakan obat golongan antipsikotik dalam jangka waktu yang panjang bahkan seumur hidup. Pasien skziofrenia biasanya menggunakan > 2 jenis obat, sehingga dapat berisiko menimbulkan interaksi obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran interaksi obat pada terapi pasien skizofrenia di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Naimata Kupang. Penelitian ini merupakan penelitian observasional, penyajian data secara deskriptif dan pengambilan data secara retropektif serta dianalisis secara kuantitatif. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis data rekam medis pasien skizofrenia di RSJ Naimata Kupang Periode Juli-Desember 2020 yang memenuhi kriteria inklusi. Jumlah populasi pada penelitian ini sebanyak 500 pasien dengan sampel sebanyak 100 pasien. Hasil analisis menunjukkan adanya potensial interaksi obat pada penggunaan obat antipsikotik dengan antipsikotik seperti pada penggunaan haloperidol dengan klorpromazin (96%). Selain itu, pada interaksi obat antipsikotik dengan non-antipsikotik terjadi potensial interaksi obat pada penggunaan haloperidol dengan triheksifenidil (43%). Penelitian ini menunjukan berdasarkan analisis tingkat keparahan interaksi sesama obat antipsikotik maupun dengan obat lain pada pasien skizofrenia menunjukkan persentase tertinggi terdapat pada tingkat keparahan sedang sebesar 94% dan tingkat keparahan berat sebesar 6%
EFEKTIVITAS TANAMAN PEPAYA (Carica papaya L.) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA : A NARRATIVE REVIEW
Tanaman pepaya (Carica papaya L.) memiliki potensi terhadap proses penyembuhan luka meliputi luka lecet, luka sayat, luka bakar, luka tusuk. Proses penyembuhan luka memiliki 3 fase proses yaitu fase inflamasi, fase proliferasi, dan fase maturasi. Studi ini bertujuan untuk memberikan differensiasi bentuk literature farmasi khususnya pada pengobatan luka serta meningkatkan pemanfaaatan tanaman papaya (Carica papaya L.) menjadi sediaan obat herbal terstandar atau bahkan fitofarmaka dimasa yang akan datang. Artikel ini membahas tentang efektivitas tanaman pepaya (Carica papaya L.) terhadap penyembuhan luka melalui sebuah narrative review, dari database Google Scholar yang terbit 5 tahun terakhir (2016-2020). Hasil review 10 paper dinyatakan bahwa tanaman pepaya (Carica papaya L.) mengandung berbagai macam senyawa antara lain enzim papain, saponin, flavonoid yang berperan terhadap proses penyembuhan luka. Data dalam review menunjukkan bahwa pemberian tanaman pepaya (Carica papaya L.) yang meliputi bagian getah, batang, biji, dan daun mempunyai efektivitas yang baik terhadap proses penyembuhan luka dan memiliki aktivitas antibakteri penyebab infeksi luka
EDUKASI VAKSIN COVID-19 DAN SOSIALISASI HERD IMMUNITY PADA MASYARAKAT TANAH BARU, DEPOK
Awal mula terdeteksi adanya pasien COVID-19 di Indonesia berasal dari daerah Depok. Informasi ini kemudian berkembang dan merambah ke berbagai wilayah di Indonesia. Jumlah orang yang terpapar di Indonesia semakin hari semakin meningkat. Salah satu cara untuk mencegah semakin meluasnya penyebaran pandemi ini yaitu dengan pemberian vaksin. Vaksin tidak hanya memberikan perlindungan bagi orang-orang yang divaksinasi, tetapi juga bagi masyarakat luas dengan mengurangi penyebaran penyakit dalam suatu populasi. Rantai penularan dapat terputus jika tercapai kekebalan kelompok (Herd Immunity). Edukasi tentang Vaksin dan sosilalisasi herd immunity dilakukan pada masyarakat Tanah Baru, Depok. Metode untuk mengukur keterserapan materi edukasi dan sosialisasi maka dilakukan pre-test dan post-test sebelum dan sesudah pelaksanaan edukasi dan sosialisasi. Pada populasi menunjukkan selisih skor pengetahuan sesudah dan sebelum edukasi dan sosialisasi adalah antara 75,3 dan 92,8
PENGEMBANGAN FORMULASI DAN EFEKTIVITAS SABUN CAIR WAJAH EKSTRAK BIJI ALPUKAT (Persea americana Mill) SEBAGAI ANTIJERAWAT TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus
ABSTRAKBiji alpukat (Persea americana Mill)memiliki kandungan metabolit sekunder berupa alkaloid, flavonoid, tanin dan saponin yang berkhasiat sebagai antibakteri. Ekstrak biji alpukat (Persea americana Mill) diformulasikan dalam bentuk sabun cair wajah untuk mempermudah pengaplikasian. Sabun cair wajah ekstrak biji alpukat (Persea americana Mill) dapat digunakan untuk mencegah timbulnya jerawat yang disebabkan Bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi fisik sediaan sabun cair wajah dari ekstrak biji alpukat (Persea americana Mill) dan aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Metode pembuatan ekstrak biji alpukat (Persea americana Mill) dibuat dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Selanjutnya, diformulasikan menjadi sediaan sabun cair wajah yang terdiri dari 4 formula sabun cair wajah dengan variasi konsentrasi yaitu F1(0%), F2(10%), F3(15%), dan F4(20%) lalu dilakukkan evaluasi fisik sediaan meliputi pemeriksaan organoleptis (warna, bau, bentuk), penentuan nilai pH, tinggi busa, viskositas, pengujian homogenitas dan uji hedonik serta dilanjutkan pengujiaan aktivitas antibakteri sabun cair wajah dengan metode difusi sumuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sabun cair wajah yang dihasilkan berbentuk kental, berwarna coklat kemerahan, berbau khas biji alpukat, menghasilkan pH sebesar 7, 6,9, 6,7 dan sabun cair ekstrak biji alpukat (Persea americana Mill) memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN LOTION EKSTRAK ETANOL 70% DAUN KEJI BELING (Strobilanthes crispa (L.) Blume) DENGAN METODE DPPH
Daun Tanaman keji beling (Strobilanthes crispa (L.) Blume memiliki kandungan flavonoid, alkaloid dan tanin. Kandungan senyawa flavonoid yang terdapat pada daun keji beling diketahui dapat berperan sebagai antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik lotion dan pada konsentrasi berapakah sediaan lotion ekstrak etanol 70% daun keji beling (Strobilanthes crispa (L.) Blume) mempunyai aktivitas paling optimal sebagai antioksidan. Jenis penelitian ini yaitu penelitian secara eksperimental dengan analisis secara deskriptif. Pembuatan ekstrak daun keji beling dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Bahan aktif yang digunakan dalam pembuatan lotion adalah ekstrak daun keji beling (Strobilanthes crispa (L.) Blume) dengan variasi konsentrasi F0 0%, FI 1%, FII 2%, FIII 3% dan FIV (Kontrol positif). Semua formula sediaan lotion diuji evaluasi fisik meliputi (pengamatan organoleptis, homogenitas, viskositas, pH, daya sebar, daya lekat, tipe emulsi o/w atau w/o dan hedonik) serta pengujian aktivitas antioksidan. Hasil evaluasi fisik sediaan menyatakan bahwa semua sediaan lotion memenuhi persyaratan mutu fisik yaitu berwarna hijau kecoklatan, berbentuk kental, berbau khas ekstrak daun keji beling, homogen,viskositas 3887– 6017 cps, pH 5,1- 6,9, daya sebar 5,6-5,9 cm, daya lekat 5,9-6,4 detik, tipe lotion o/w (minyak dalam air) dan tes hedonik menunjukkan bahwa responden menyukai warna yang menarik, bau harum, dan tekstur dari lotion. Kesimpulan Ekstrak daun keji beling dapat dibuat sedian lotion dengan berbagai macam konsentrasi. Aktivitas antioksidan lotion ditentukan dengan menghitung nilai IC50. Aktivitas antioksidan lotion pada konsentrasi 1%, 2% dan 3% mempunyai nilai IC50 berturut-turut 151,64 ppm; 101,61 ppm; dan 84,57 ppm
PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG PEMANFAATAN TANAMAN OBAT KELUARGA DALAM UPAYA MENJAGA DAYA TAHAN TUBUH DI MASAPANDEMI COVID-19 KEPADA IBU-IBU PKK KELURAHAN GLADAK ANYAR PAMEKASAN
TP PKK Kelurahan Gladak Anyar merupakan ibu rumah tangga yang ingin produktif secara ekonomi. Salah satu program PKK lainnya yang sedang berjalan saat ini adalah GERUMTA (Gerakan Satu Rumah Satu Toga). Beberapa warga telah memanfaatkan pekarangan rumahnya untuk menanam berbagai tanaman obat seperti jahe, temulawak, kunyit, dan kencur. Dalam pelaksanaan program GERUMTA ini masyarakat Gladak Anyar masih banyak yang belum mengetahui pemanfaatan tanaman obat seperti jahe, kunyit, temulawak, dan kencur. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pemanfaatan TOGA kelompok ibu-ibu PKK dari Kelurahan Gladak Anyar Pamekasan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan mengenai pemanfaatan TOGA untuk kesehatan dan pelatihan pembuatan minuman herbal instan. Evaluasi dilakukan dengan memberikan kuisioner sebelum dan sesudah kegiatan. Berdasarkan hasil evaluasi didapatkan bahwa ada peningkatan pengetahuan setelah diberikan penyuluhan dan pelatihan yaitu nilai rata-rata sebelum kegiatan adalah 52,3±9,6 menjadi 91,2±8,4 setelah kegiatan sehingga terjadi peningkatan sebesar 38,9
KAJIAN PERESEPAN ANTIBIOTIKA PADA PASIEN DEWASA DI PUSKESMAS TANAH KAMPUNG KOTA SUNGAI PENUH TAHUN 2020
Penyakit infeksi masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang penting, khususnya di negara berkembang.Obat yang paling banyak digunakan pada infeksi yang disebabkan oleh bakteri yaitu antibiotika.Intensitas penggunaan antibiotika yang relatif tinggi dapat menimbulkan berbagai permasalahan dan merupakan ancaman bagi kesehatan terutama resistensi bakteri, resistensi ini bisa saja terjadi akibat ketidakrasionalan dalam peresepan antibiotika. Maka dari itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peresepan antibiotika pada pasien dewasa di Puskesmas Tanah Kampung Kota Sungai Penuh Tahun 2020 telah dilakukan secara tepat dan sesuai dengan standar yakni tepat dosis, frekuensi dan lama pemberian. Penelitian ini dilakukan secara deskriptif dengan data retrospektif.Pengambilan sampel dilakukan dari bulan April-Mei 2021.Data yang diambil adalah resep antibiotika pada pasien dewasa.Peresepan dikaji berdasarkan jenis kelamin, jenis antibiotika, antibiotika kombinasi, jenis penyakit, dosis, frekuensi dan lama pemberian. Hasil penelitian didapat sebanyak 295 pasien mendapatkan antibiotika, dengan 5 jenis antibiotika yang digunakan yaitu amoxicillin 73,90%, ciprofloxacin 20,68%, oxytetracyclin 2,37%, clindamycin 2,03%, dan chloramphenicol 1,02%. Pasien mendapatkan antibiotika kombinasi sebanyak 7 resep.Semua peresepan memenuhi ketepatan dosis dan frekuensi dan sebanyak 6 peresepan tidak memenuhi ketepatan lama pemberian
EDUKASI PENYALAHGUNAAN OBAT DI KALANGAN REMAJA SMA NEGERI 1 CIKANDE
Dalam melakukan pencegahan terhadap suatu penyakit pihak kesehatan merekomendasikan obat untuk menanganinya. Namun, beberapa kalangan terutama pada kalangan remaja melakukan penyalahgunaan obat untuk kepentingan kesenangan pribadi. Penyalahgunaan obat ini dapat berakibat fatal bagi penggunanya karena dapat merusak sistem saraf. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada kalangan remaja terhadap dampak penyalahgunaan obat bagi kesehatan tubuh serta memberikan motivasi kepada remaja agar selalu berpikiran dan berperilaku positif dalam segala kegiatan. Metode pelaksanaan dengan memberikan penyuluhan terhadap dampak penyalahgunaan obat yang dilaksanakan pada hari Senin, 20 Januari 2020 yang bertempat di SMA Negeri 1 Cikande. Kegiatan dihadiri oleh 20 siswa kelas XII IPA-2 yang memberikan respon positif terhadap kegiatan penyuluhan. Dari hasil pengabdian rerata persentase pengetahuan dan pemahaman siswa mengenai penyalahgunaan obat sebesar 77% kriteria baik sekali, 20% kriteria baik, dan 4% kriteria biasa. Antusiasme siswa dalam kegiatan pengabdian terlihat pada tingkat kepuasan siswa sebesar 85% sangat puas, 10% puas, dan 5% merasa cukup puas. Kegiatan ini memberikan dampak peningkatan dan pemahaman yang signifikan bagi siswa dalam memahami manfaat dan kegunaan obat sehingga masa depan siswa dapat bermanfaat bagi kehidupan agama, bangsa, dan negara
FORMULASI DAN EVALUASI KRIM EKSTRAK ETANOL BERAS MERAH (ORYZA NIVARA L.)
Antiaging adalah sediaan untuk menghambat proses degeneratif dan timbulnya tanda penuaan kulit. Beras merah (Oryza Nivara L.) memiliki kandungan antosianin yang bertindak sebagai antioksidan alami efektif untuk mencegah penuaan dini. Tujuan penelitian, untuk memformulasikan ekstrak beras merah dalam bentuk sediaan krim dengan variasi konsentrasi 2,5%, 5% dan 10% dan kemudian dilakukan evaluasi fisik krim yang meliputi uji organoleptis, homogenitas, daya sebar, pH, viskositas. Uji organoleptis (bau khas oleum rosae, tekstur semi padat, warna F0 putih, F1 putih sedikit kemerahan, F2 merah muda dan F3 merah muda matang), hasil homogenitas menunjukkan sediaan homogen. Hasil uji daya sebar pada F0 6,73±0,25; F1 6,93±0,12; F2 6,10±0,36; F3 6,53±0,50 menunjukkan bahwa F2 berbeda nyata dengan F1. Hasil uji pH pada F0 7,64±0,12; F1 7,23±0,03; F2 7,18±0,02; F3 7,22±0,01 menunjukkan F1, F2, F3 berbeda nyata dengan F0. Hasil uji viskositas pada F0 2760±91,65 cP; F1 2.747±23,09 cP; F2 2.853±50,33 cP; F3 2.880±87,18 Cp menunjukkan semua formula tidak ada yang berbeda nyata. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak beras merah dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan krim dan memenuhi persyaratan evaluasi karakteristik fisik krim. Dari analisis data uji daya sebar, pH, dan viskositas, formula terbaik adalah F1
FORMULASI DAN UJI EFEKTIVITAS ANTIOKSIDAN HANDBODY LOTION EKSTRAK ETANOL 70% BUAH MENTIMUN (Cucumis sativus L.) DENGAN METODE DPPH
Mentimun (Cucumis sativus L.) merupakan bahan alami yang dapat digunakan sebagai kesehatan untuk mengatasi permasalahan pada kulit kecantikan dan dimanfaatkan sebagai antioksidan. Metabolit sekunder yang dimiliki buah Mentimun tersebut seperti flavonoid, saponin, dan alkaloid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai IC50 pada ekstrak buah mentimun menggunakan metode DPPH. Jenis penelitian ini yaitu secara eksperimental. Pembuatan ekstrak buah mentimun dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. ekstrak buah mentimun diformulasikan dalam empat formula sediaan handbody lotion dengan konsentrasi F0 0%, FI 0,5%, F2 1%, F3 1,5% dan F4 dengan Vitamin C 1% sebagai kontrol positif. Uji evaluasi fisik menunjukkan hasil yang memenuhi persyaratan fisik lotion (organoleptis, homogen, daya sebar, daya lekat, viskositas, pH, tipe lotion dan uji hedonik). Aktivitas antioksidan handbody lotion  ekstrak buah mentimun dengan konsentrasi 0,5%, 1% dan 1,5% mempunyai nilai IC50 berturut-turut 101,019 ppm; 95,656 ppm; dan 91,657 ppm. Kesimpulan penelitian ini yang memiliki aktivitas antioksidan paling tinggi yaitu formula ke tiga dengan konsnetrasi 1,5% sebesar 91,657 ppm