Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN
Not a member yet
    344 research outputs found

    UJI EFEK PENYEMBUHAN LUKA SALEP KOMBINASI EKSTRAK ETANOL DAUN SIRIH HIJAU (Piper betle L.) DAN MINYAK CENGKEH (Syzygium aromaticum L.) KONSENTRASI 10% PADA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR METODE DRESSING DEBRIDEMENT

    Get PDF
    The wound is missing or damaged part of body tissue. This condition can be caused by sharp or blunt force trauma, changes in temperature, chemical, explosive, electric shock, or animal bites. One factor to consider in wounds healing is infection. Infection can be minimizedby providing nutrients and moist environmental conditions to restore the continuity of anatomyand function of damaged tissue in a short time. The aim of this study was to determine the wound healing activity of cream combination of green betel leaf (Piper betle L.) and clove oil (Syzgium aromaticum L.) with a concentration of 10% with various variations in accelerating the wound healing process of stage II rat dressing nondebridement method. Salve preparations were formulated using Olei Iecoris bases made with three variations of the ratio of active substances, namely F1 (25:75), F2 (50:50) and F3 (75:25). The combination ointmentwas applied to the wound and quantified by the area of the wound using the Macbiophotonic Image J program to obtain the Area Under Curve (AUC) value and analyzed statistically usingSPSS22. The highest average AUC value is, F3 (75:25) of 987,10 % × days. The results of the analysis showed that the group gave significantly different results. The physical test results show that all formulas have good physical properties. Keyword : Wound healing, Piper betle L., syzgium aromaticum L. Dressing, Debridemen

    STABILITY TEST OF PROTEIN LEVELS IN PREPARATIONS FREEZE DRY CAPSULES WATER PHASE COK FISH EXTRACT (Channa Striata)USING THE LOWRY METHOD

    Get PDF
    Ikan gabus (Channa striata) merupakan salah satu ikan yang memiliki kandungan protein yang tinggi. Tetapi sebagian besar masyarakat kurang menyukai ikan gabus, karena rasa dan baunya yang amis. Oleh karena itu, digunakan alternatif untuk mengatasi masalah tersebut dengan cara memproses fase air ekstrak ikan gabus menggunakan metode pengeringan beku/Freeze dry (lyophilization) dan dikemas dalam sediaan kapsul. Sediaan kapsul digunakan karena kepraktisannya untuk memberikan kenyamanan bagi konsumen dan dapat menutupi bau amis dari ikan gabus selain itu cangkang kapsul berfungsi untuk menjaga bahan aktif dari pengaruh lingkungan sehingga diharapkan bisa menjaga stabilitasnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui stabilitas kadar protein freeze dry fase air ekstrak ikan gabus yang dibuat dalam bentuk sediaan kapsul setelah disimpan selama 28 hari dengan suhu 30oC dan kelembaban 75%. Pengukuran kadar protein dilakukan pada hari ke 0, 3, 7, 14, 21, dan 28 untuk kemudian dianalisis dengan metode Lowry. Berdasarkan hasil uji kadar protein sediaan kapsul freeze dry fase air ekstrak ikan gabus (Channa striata) yang diuji selama 28 hari mengalami ketidakstabilan, dimana penurunan kadar yang signifikan dimulai dari hari ke-7 sedangkan sediaan yang tidak dikapsul mengalami ketidakstabilan dimulai dari hari ke-7. Stabilitas sediaan kapsul tidak ada perbedaan yang signifikan dibandingkan dengan sediaan yang tidak dikapsul

    ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN PSIKOTROPIKA DENGAN METODE ABC, EOQ, DAN BUFFER STOCK DI RUMAH SAKIT JIWA SUNGAI BANGKONG PONTIANAK

    Get PDF
    The shortage and excess of pharmaceutical preparations in hospitals can occur if they are not appropriately managed. The purpose of this research: (1) Describe the grouping of psychotropic drugs that fall into group A, group B, and Group C based on their investment value, (2) Calculating the number of psychotropic drugs to be ordered through calculations using the EOQ method, (3) Calculating the ideal amount of buffer stock to avoid stock-outs for psychotropic drugs. This research is an observational study with a descriptive cross-sectional design. Data collection was carried out retrospectively using a financial database at the Sungai Bangkong Mental Hospital. The data collected includes a list of names of psychotropic drugs, the number of uses of psychotropic drugs, and the price of psychotropic drugs. The results of this study: (1) Classification of psychotropic drugs using the ABC method. Group A psychotropic drugs, namely injection diazepam 5 mg/ml, and lorazepam 2mg. Group B psychotropic drugs, namely clobazam 10 mg and Diazepam 5 mg. Group C psychotropic drugs, namely alprazolam 0.5 mg, and Diazepam 2 mg mg. (2) The calculation results using the EOQ method, the optimum number of orders for injection diazepam 5 mg/ml, and lorazepam 2mg which belongs to group A is 572- 73074 items. (3) Determination of the buffer stock obtained for the total stock for diazepam injection, namely 184 vials, lorazepam 2 mg 4,612 tablets, clobazam 10 23.800 tablets, diazepam 5 mg 15,129 tablets, alprazolam 0,5 mg 13,099 tablets, and diazepam 2 mg 17.158 tablets. Keywords: inventory control, psychotropic drugs, ABC method, EOQ method, buffer stock method

    UJI EFEK PENYEMBUHAN LUKA SALEP KOMBINASI FASA AIR EKSTRAK IKAN GABUS (CHANNA STRIATA) DAN MADU KELULUT (TRIGONA SP.) PADA TIKUS JANTAN GALUR WISTAR METODE DRESSING NON-DEBRIDEMENT

    Get PDF
    Pengobatan luka dengan bahan alam merupakan cara yang umum digunakan oleh masyarakat, satu dari sekian banyaknya obat yang terdapat di alam yang bisa digunakan adalah ekstrak ikan gabus (Channa striata) dan madu kelulut (Trigona sp.). Ikaan Gabus (Channa striata) memiliki protein, lemak tak jenuh omega-3 dan omega-6 untuk mempersingkat cara pemulihan luka. Madu kelulut (Trigona sp.) memiliki muatan gula yang signifikan sehingga osmolaritas meningkat, dampaknya edema bisa dihambat akibatnya tingkat inflamasi dapat dipercepat. Percobaan ini bermaksud menentukan sifat fisik serta pengaruh pemulihan luka pada produk yang digabungkan dengan fasa air ikan gabus dan madu kelulut beserta madu tunggal. Teknik dressing non debridement diaplikasikan dengan cara pemakaian luar untuk tikus jantan dengan luka gawat tahap II. Sediaan salep diaplikasikan pada luka dan daerah luka dihitung memakai aplikasi Macbiophotonic Image J guna mencapai hasil akhir Area Under Curve (AUC) lalu diamati memakai SPSS25. Sediaan salep kombinasi fasa air dan madu kelulut mempunyai efektivitas penyembuhan luka ditikus putih jantan jalur wistar dengan teknik dressing non-debridement lebih bagus dari sediaan yang ada di pasaran. Wound treatment with natural ingredients is a technique that is commonly used by the community, one of the many drugs found in nature that can be used is snakehead fish extracct (Channa striata) and kelulut honey (Trigona sp.). Cork Fish (Channa striata) has protein, omega-3 and omega-6 unsaturated fats to shorten the way wound healing. Kelulut honey (Trigona sp.) has a significant sugar content so that the osmolarity increases, the impact of edema can be inhibited so that the level of inflammation can be accelerated. This experiment intends to determine the physical properties and the effect of wound healing on the product combined with the aqueous phase of snakehead fish and kelulut honey and single honey.technique The non-debridement dressing was applied externally to male rats with stage II critical wounds. The ointment preparation was applied to the wound and the wound surface was calculated using the Macbiophotonic Image J to achieve the final result Area Under Curve (AUC) and then observed used SPSS25. The preparation of the ointment combination of water phase and honey kelulut has the effectiveness of wound healing in Wistar male white rats with a non-debridement dressing which is better than the preparations on the market

    Analisis Perbedaan Tekanan Darah pada Akseptor Wanita Usia di Atas 30 Tahun Pengguna Kontrasepsi Hormonal di Puskesmas Pal III Pontianak

    Get PDF
    Kontrasepsi digunakan untuk mencegah kehamilan. Penggunaan kontrasepsi hormonal seperti pil dan suntik memiliki risiko mengalami peningkatan tekanan darah yang berisiko hipertensi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan usia, lama penggunaan, dan jenis kontrasepsi terhadap risiko terjadinya hipertensi pada akseptor pengguna kontrasepsi hormonal di Puskesmas Pal III Pontianak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian observasional bersifat analitik dengan rancangan penelitian potong lintang (cross sectional). Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 67 akseptor. Data diperoleh dari rekam medis akseptor pengguna kontrasepsi hormonal periode Januari-Desember 2020. Analisis data menggunakan microsoft excel dan SPSS uji chi-square. Hasil penelitian ini terjadi peningkatan tekanan darah sistolik dan diastolik pada akseptor pengguna kontrasepsi hormonal suntik KB 3 bulan dan pil KB kombinasi. Analisis Chi-square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia (p=0,115; OR=2,771; Cl 95%=0,804-9,546), lama penggunaan (p=0,058; OR=1,317; Cl 95%=1,133-1,531), dan jenis kontrasepsi (p=0,267; OR=1,983; Cl 95%= 0,584-6,734) terhadap risiko kejadian hipertensi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah risiko kejadian hipertensi pada akseptor pengguna kontrasepsi hormonal tidak dipengaruhi oleh faktor usia, lama penggunaan, dan jenis kontrasepsi

    Distribusi Karakteristik Pasien Skizofrenia Di Rumah Sakit Jiwa Daerah Sungai Bangkong Pontianak

    No full text
    Latar belakang: Terapi utama yang dapat diberikan kepada pasien gangguan jiwa skizofrenia ialah antipsikotik dan antidepresan. Terapi dengan kombinasi ini bermanfaat untuk menobati gejala negatif dan positif dan juga meningkatkan fungsionalitas dan kualitas hidup pasien skizofrenia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan obat antidepresan dan antipsikotik berdasarkan karakteristik pasien di Rumah Sakit Jiwa Sungai Bangkong Pontianak periode Januari-Desember 2020. Metode: Penelitian ini menggunakan desain potong lintang (cross-sectional). Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam tabel. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik penggunaan obat terbanyak adalah berjenis kelamin laki-laki (60%), perempuan (40%), usia dewasa akhir (40%) dan diagnosis paranoid sebanyak 38 kasus (95%). Kesimpulan: Penggunaan obat terbanyak pada laki-laki, usia dewasa akhir dan diagnosis paranoid

    ANALISIS PERBEDAAN TEKANAN DARAH PADA AKSEPTOR WANITA USIA SUBUR PENGGUNA KONTRASEPSI HORMONAL DAN NONHORMONAL DI PUSKESMAS PAL III PONTIANAK

    Get PDF
    Akseptor penggunaan kontrasepsi hormonal dan nonhormonal memiliki kemampuan yang sama dalam mencegah kehamilan. Disisi lain, kedua jenis kontrasepsi ini memiliki risiko yang sama dalam meningkatkan tekanan darah. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan usia, lama pemakaian, jenis kontrasepsi terhadap peningkatan tekanan darah akseptor di Puskesmas Pal III Pontianak. Metode yang digunakan merupakan penelitian observasional dengan rancangan studi kohort retrospektif bersifat analitik. Pengumpulan data menggunakan data akseptor baru pengguna kontrasepsi hormonal dan nonhormonal selama bulan Juli 2019-Desember 2020. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu teknik purposive sampling dengan jumlah sampel yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 41 akseptor. Metode pengumpulan data diambil dari rekam medis. Analisis data dilakukan menggunakan analisis chi-square. Hasil penelitian diperoleh bahwa persentase peningkatan tekanan darah sistolik dan diastolik akseptor pengguna kontrasepsi hormonal dengan lama pemakaian >1 tahun sebesar 4,57% dan 4,43% sedangkan persentase pada pengguna kontrasepsi nonhormonal sebesar 4,38% dan 4,27%. Pada akseptor kontrasepsi hormonal dengan lama pemakaian <1 tahun persentase peningkatan tekanan darah sistolik dan diastolik sebesar 4,25% dan 2,83% sedangkan pada kontrasepsi nonhormonal peningkatan tekanan darah sebesar 2,18% dan 2,17%. Jenis kontrasepsi dan usia (?35 tahun dan <35 tahun) memiliki hubungan signifikan terhadap peningkatan tekanan darah, nilai p secara berturut p = 0,035 dan (p = 0,024 dan p = 0,045). Hasil penelitan ini dapat disimpulkan bahwa peningkatan tekanan darah dipengaruhi oleh faktor usia dan jenis kontrasepsi. Kata Kunci: kontrasepsi hormonal, kontrasepsi nonhormonal, tekanan darah

    Optimasi Formula Sabun Organik Sebagai Scrub Kombinasi VCO, Palm Oil, Dan Olive Oil Menggunakan Metode Simplex Lattice Design

    Get PDF
    Sabun padat merupakan produk kebutuhan masyarakat sehari-hari untuk membersihkan tubuh. Sabun padat adalah sabun yang berasal dari bahan-bahan alam yang lebih aman digunakan terutama untuk kulit sensitif dan meminimalisir efek samping. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimasi formula dari sediaan sabun organik kombinasi VCO, Palm Oil, dan Olive Oil sebagai Scrub menggunakan metode Simplex Lattice Design. Respon yang digunakan adalah pH dan kadar air. Metode pembuatan sabun menggunakan metode dingin dan proses pemadatan sabun selama 2 minggu. Berdasarkan software Design Expert 7.0.0 metode Simplex Lattice Design, diperoleh 13 run kombinasi VCO, Palm Oil, dan Olive Oil. Formula optimum diperoleh pada formula dengan komposisi perbandingan dengaan nilai desirability mendekati 1. Evaluasi sifat fisik formula optimum meliputi uji organoleptis, tinggi busa, pH, dan kadar air. Analisis data menggunakan One Sample T-Test. Berdasarkan hasil penelitian, evaluasi pH dan kadar air pada 13 run sabun organik memiliki pH 9-11 dan kadar air 0,21%-0,83%. Berdasarkan analisis software Design Expert, diperoleh formula optimum sabun organik dengan perbandingan komponen VCO 31,70 %, Palm Oil 31,72 % dan Olive Oil 26,57 %. Sabun organik formula optimum memiliki karakteristik warna putih kekuningan dengan butiran scrub yang berasal dari bubuk kopi berwarna coklat kehitaman, tekstur kasar, bau khas kopi, pH 10,77 ± 0,15, kadar air 0,67% ± 0,19, dan tinggi busa 8,9 mm ± 5,57. Analisis statistik menunjukkan bahwa evaluasi formula hasil prediksi dan hasil percobaan tidak berbeda signifikan (p>0,05)

    KAJIAN TINGKAT EKONOMI DAN TINGKAT KESADARAN MANDIRI TERHADAP RENDAHNYA KUNJUNGAN PESERTA AKTIF KB SELAMA COVID-19 DI PAL III PUSKESMAS PONTIANAK

    Get PDF
    Selama pandemi COVID-19, pengguna kontrasepsi menghadapi masalah untuk pergi ke pusat kesehatan dan rumah sakit dalam melakukan kunjungan rutin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji hubungan antara tingkat ekonomi, dan tingkat kesadaran mandiri dengan frekuensi kunjungan ke Puskesmas Pal III untuk penggunaan kontrasepsi pada masa pandemi COVID-19. Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan strategi analitik cross sectional. Metode quota sampling digunakan dalam penelitian ini. Peserta KB aktif di Puskesmas Pal III Pontianak diberikan survey berupa google form. Saat pendapatan mereka mengalami penurunan, 278 responden (77,7%) memilih untuk berhenti menggunakan kontrasepsi, dan 190 responden (52,6%) memilih untuk berhenti menggunakan kontrasepsi ketika pendapatan mereka menurun. Selama COVID-19, diketahui tidak ada hubungan dari tingkat kesadaran diri dengan frekuensi kunjungan peserta KB di Puskesmas Pal III Pontianak. Kata kunci: Kajian Faktor penurunan kunjungan KB, COVID-19, Kontraseps

    DETEKSI PERESEPAN OBAT YANG TIDAK TEPAT PADA PASIEN LANSIA RAWAT JALAN DI KLINIK PENYAKIT DALAM RSUD SULTAN SYARIF MOHAMAD ALKADRIE

    Get PDF
    Abstract Background: Elderly patient are particularly susceptible to the occurrence of potentially inappropriate drug prescriptions or Potentially Inappropriate Medication (PIM). Objective: The purpose of this study was to examine the inaccuracy of prescription drugs in the elderly using Beer's 2019 criteria. Method: The research method used in this study was an observational method with a descriptive cross-sectional design. 138 prescriptions met the inclusion criteria at the Internal Medicine Clinic. Results: The results showed that the elderly who received the prescription was in the age range of 60-69 years (73.2%), male gender (54%), and had comorbidity (77.5%). Of the 138 prescriptions for elderly patients, 117 prescriptions for elderly patients experienced PIM incidence (84.78%). Conclusion: The conclusion of this study is that the elderly are at risk for receiving inappropriate drug prescriptions. Keywords: Elderly, Beer’s Criteria 2019, PIM Abstrak Pendahuluan: Pasien lanjut usia (lansia) sangat rentan untuk terjadinya peresepan obat yang tidak tepat atau Potentially Inapproriate Medication (PIM). Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengkaji ketidaktepatan peresepan obat pada lansia dengan menggunakan kriteria Beer’s 2019. Metode: Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasional dengan rancangan potong lintang yang bersifat deskriptif. Resep yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak pada 138 resep pasien lansia di Klinik Penyakit Dalam RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Pontianak. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa lansia yang menerima resep berada pada rentang usia 60-69 tahun (73,2%), jenis kelamin laki-laki (54%), dan memiliki komorbid (77,5%). Dari 138 resep pasien lansia terdapat 117 resep pasien lansia mengalami kejadian PIM (84,78%). Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini bahwa lansia memiliki risiko untuk menerima resep obat yang tidak tepat

    333

    full texts

    344

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇