Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN
Not a member yet
    344 research outputs found

    Analisis Hubungan Lama Penggunaan Kontrasepsi Hormonal Terhadap Risiko Kejadian Obesitas Di Puskesmas Pal III Pontianak

    Get PDF
    Alat kontrasepsi yang masih menjadi pilihan pada peserta KB aktif adalah kontrasepsi hormonal. Kontrasepsi ini mengandung preparat estrogen dan progesteron. Penggunaan kontrasepsi hormonal dalam jangka waktu yang lama dapat menimbulkan efek samping diantaranya meningkatnya berat badan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh lama penggunaan kontrasepsi hormonal terhadap risiko kejadian obesitas di Puskesmas Pal III Pontianak. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan penelitian potong lintang (cross sectional) bersifat analitik. Populasi dalam penelitian ini adalah akseptor aktif pengguna kontrasepsi hormonal di Puskesmas Pal III Pontianak pada bulan Januari hingga Juni 2020. Teknik pengambilan sampel ialah purposive sampling dengan jumlah sampel yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 40 akseptor. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis chi-square. Hasil analisis antara lama penggunaan kontrasepsi hormonal dengan risiko obesitas memiliki hubungan yang bermakna dengan nilai P=0,000. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara lama penggunaan kontrasepsi hormonal dengan risiko obesitas. Kata Kunci : Kontrasepsi hormonal, lama penggunaan, risiko obesita

    Gambaran Tingkat Pengetahuan Swamedikasi Nyeri Haid (Dismenore) Pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura

    Get PDF
    Nyeri haid merupakan penyakit ringan yang dapat dilakukan swamedikasi oleh individu. Namun, pengetahuan masyarakat tentang swamedikasi nyeri haid beragam. Hal ini dipengaruhi oleh faktor karakteristik masyarakat. Mahasiswi sebagai calon tenaga kesehatan pastinya lebih mengetahui cara melakukan tindakan swamedikasi dengan benar agar tidak terjadinya medication error. Tujuan penelitian ini yaitu untuk melihat gambaran tingkat pengetahuan swamedikasi nyeri haid (dismenore) pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura. Metode penelitian yaitu deskriptif observasional dengan rancangan potong lintang (cross sectional). Responden berjumlah 300 orang yang merupakan mahasiswi aktif Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura angkatan 2021, 2020, 2019 dan 2018. Teknik pengambilan sampel menggunakan quota sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura memiliki pengetahuan yang baik (80,33%). Jurusan yang memiliki tingkat pengetahuan baik adalah mahasiswi Farmasi (84,37%), Keperawatan (77,41%) dan Pendidikan Dokter (77,21%). Kesimpulan dari penelitian adalah Tingkat pengetahuan swamedikasi nyeri haid (dismenore) pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura adalah baik

    UJI FARMAKOGNOSI KOMBINASI EKSTRAK ETANOL DAUN BUAS-BUAS (Premna serratifolia L.) DAN KAYU SECANG (Caesalpinia sappan L.)

    Get PDF
    Buas-buas (Premna serratifolia L.) dan secang (Caesalpinia sappan L.) merupakan tanaman yang berpotensi sebagai obat tradisonal. Buas-buas memiliki khasiat sebagai obat namun belum banyak masyarakat yang mengenal tanaman ini. tumbuhan ini dapat bermanfaat sebagai antioksidan, antikanker, antivirus, antijamur dan antibakteri. Kulit kayu secang secara tradisional dapat digunakan untuk meredakan kejang ataupun sebagai antinflamasi/pembengkakan. Pembuatan ektrak etanol daun buas-buas dan kayu secang menggunakan metode maserasi bertingkat. Ekstrak yang didapat akan dihitung hasil rendemen dan uji skrining fitokimia. Hasil dari penelitian diperoleh % rendemen ekstrak etanol daun buas-buas (Premna serratifolia L) adalah 4,104% dan kayu secang (Caesalpinia sappan L) sebesar 1,751%. Kombinasi Ekstrak etanol daun buas-buas (Premna serratifolia L) dan kayu secang (Caesalpinia sappan L) mengandung senyawa tanin, flavonoid, fenol, saponin, terpenoid

    OPTIMASI PEMBUATAN GRANUL INSTAN EKSTRAK HERBA PEGAGAN (CENTELLA ASIATICA) DENGAN BAHAN PENGISI MALTODEKSTRIN

    Get PDF
    Granul instan merupakan gumpalan partikel yang berbentuk tidak merata. Terdapat dua metode dalam pembuatan granul instan yaitu granulasi kering dan granulasi basah. Maltodekstrin sering digunakan dalam pembuatan granul instan. Pegagan (Centella asiatica) merupakan zat aktif yang bermanfaat bagi tubuh manusia seperti meningkatkan sistem imun, memperlancar peredaran darah, penyembuh luka, meningkatkan kemampuan belajar dan mengingat. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat metode pencampuran maltodekstrin sebagai bahan pengisi granul instan ekstrak pegagan (Centella asiatica). Pada penelitian ini dilakukan dengan dua metode. Metode 1 bahan dicampurkan dan dibasahi dengan etanol. Metode 2 ekstrak dan PVP dilarutkan dengan etanol, kemudian ditambahkan bahan pengisi. Hasil granul yang dihasilkan pada metode 1 berbentuk granul yang terdapat banyak fines dan tidak homogen. Hasil uji organoleptis pada metode 2 yaitu berbentuk granul yang homogen. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa metode pencampuran bahan dapat mempengaruhi karakteristik granul instan pegagan (Centella asiatica)

    ANALISIS HUBUNGAN DOSIS DAN NILAI RETENSI TERAPI METADON BAGI PENGGUNA NARKOTIKA SUNTIK DI PROGRAM TERAPI RUMATAN METADON RUMAH SAKIT JIWA DAERAH SUNGAI BANGKONG PONTIANAK SKRIPSI

    Get PDF
    Latar belakang: Program Terapi Rumatan Metadon (PTRM) di Indonesia merupakan bagian dari upaya nasional untuk pengendalian dan pencegahan infeksi HIV/ AIDS, yang sering dikenal dalam strategi pengurangan dampak buruk atau harm reduction. Tujuan penelitian ini ialah untuk menganalisis hubungan antara dosis dan nilai retensi pada pasien pengguna narkotika suntik yang aktif dalam PTRM di Rumah Sakit Jiwa Sungai Bangkong, Pontianak.. Metode: Penelitian observasional dengan rancangan penelitian studi kohort retrospektif bersifat analitik. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara consecutive sampling yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 14 pasien. Pengambilan data rekam medik pasien meliputi data karakteristik pasien ( nama, alamat, usia ) dan data penggunaan obat ( dosis dan retensi ). Hasil: Hasil penelitian yang didapat menunjukan 78,6% pasien pada dosis ?30 mg/hari, 71,4% pasien pada dosis ?80 mg/hari dan nilai retensi 64,3%. Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara dosis dan nilai retensi metadon di PTRM dengan dosis awal p=0,505 dan dosis rumatan rata-rata p=0,580. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini bahwa tidak terdapat hubungan antara dosis dan nilai retensi pada pasien PTR

    Tingkat Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Praktek Pemusnahan Obat pada Masyarakat Kota Pontianak

    Get PDF
    Pemusnahan obat merupakan kegiatan penyelesaian terhadap obat-obatan yang tidak terpakai karena kadaluarsa, rusak, ataupun mutunya sudah tidak memenuhi standar. Tujuan dilakukan pemusnahan ini ialah untuk melindungi masyarakat dari bahaya yang disebabkan oleh penggunaan obat yang tidak memenuhi persyaratan mutu keamanan dan kemanfaatan, selain itu pemusnahan juga bertujuan untuk menghindari pembiayaan seperti biaya penyimpanan, pemeliharaan, penjagaan atas obat atau perbekalan kesehatan lainya yang sudah tidak layak untuk dipelihara. Penelitian ini merupakan penelitian observasional non eksperimental menggunakan rancangan studi potong lintang (cross sectional) yang bersifat deskriptif dengan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner dalam bentuk google form kepada masyarakat Kota Pontianak. Sampel yang diperoleh sebanyak 117 responden. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei -Juni 2021. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan pemusnahan obat pada masyarakat di Kota Pontianak termasuk dalam kategori baik yaitu sebanyak 61 responden dengan persentase 52,13% dan tingkat perilaku pemusnahan obat pada masyarakat di Kota Pontianak termasuk dalam kategori kurang yaitu sebanyak 87 responden dengan persentase 74,35%

    Analisis Faktor Tingkat Kepatuhan Minum Obat Anti Tuberkulosis Pada Pasien TB Paru Rawat Jalan Di Puskesmas Perumnas 1 Kota Pontianak Tahun 2021

    Get PDF
    Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang menginfeksi paru-paru dan merupakan penyakit yang diakibatkan oleh bakteri mycobacterium tuberculosis. Sebagian besar penderita dengan tuberkulosis mengalami permasalahan yang cukup krisis akibat tidak patuh dalam pengobatan dan dapat menimbulkan berbagai permasalahan baru. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat mempengaruhi tingkat kepatuhan minum obat anti tuberkulosis pada pasien TB paru di Puskesmas Perumnas 1. Metode penelitian yang digunakan merupakan metode kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional dengan menggunakan kuesioner, besarnya sampel sebanyak 50 responden. Hasil penelitian ini didapatkan faktor yang paling berpengaruh adalah PMO dengan (p value=0,000 dengan kekuatan hubungan 0,56, dediksi petugas (p value=0,009) dengan kekuatan hubungan 0,345, Tingkat Pendidikan (p value= 0,011) dengan kekuatan hubungan 0,338, Status Pekerjaan (p value= 0,002) dengan kekuatan hubungan 0,405, Pengetahuan ( p value= 0,004) dengan kekuatan hubungan 0,373. Kesimpulan dari penelitian ini faktor-faktor yang sangat berpengaruh adalah faktor PMO sehingga perlu di tingkatkan lagi PMO agar kepatuhan minum obat menjadi semakin baik. Kata Kunci : Anti tuberkulosis, Tingkat Kepatuhan Minum Obat,Tuberkulosis ABSTRACT Tuberculosis is an infectious disease that infects the lungs and is a disease caused by the bacterium Mycobacterium tuberculosis. Most patients with tuberculosis experience problems that are in accordance with the crisis due to non-adherence in treatment and can cause new problems. This study aims to determine the factors that can affect adherence to taking anti-tuberculosis drugs in pulmonary TB patients at Perumnas 1 Public Health Center. The research method used is a quantitative method using a cross sectional design using a questionnaire, the number of samples is 50 respondents. The results of this study showed that the most influential factors were PMO with (p value = 0.000 with relationship strength 0.56, officer dedication (p value = 0.009) with relationship strength 0.345, Education level (p value = 0.011) with relationship strength 0.338, Status Occupation (p value = 0.002) with relationship strength 0.405, Knowledge (p value = 0.004) with relationship strength 0.373. The conclusion from this study is that the most influential factors are PMO factors, so PMO needs to be increased so that medication adherence becomes better. Keywords: Anti-tuberculosis, Drug Compliance Level, Tuberculosi

    Evaluasi Penggunaan Atibiotik pada Pasien Rawat Jalan Diabetes Melitus Tipe 2 dengan Komplikasi Ulkus Diabetikum di RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Pontianak

    Get PDF
    Ulkus diabetikum merupakan salah satu komplikasi kronik dari penyakit diabetes mellitus. Ulkus diabetikum dapat berkembang menjadi infeksi karena masuknya kuman atau bakteri dan adanya gula darah yang tinggi menjadi tempat yang strategis untuk pertumbuhan kuman. Untuk mencegah serta mengatasi masalah infeksi pada ulkus diabetikum diperlukan pengobatan yang tepat, salah satunya yaitu menggunakan terapi antibiotika. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat mengakibatkan tidak tercapainya tujuan terapi dan meningkatkan resiko terjadinya resistensi antibiotik. Tujuan dilakukanya penelitian ini adalah untuk mengetahui pola penggunaan antibiotik pada pasien diabetes melitus tipe 2 dengan komplikasi ulkus diabetikum serta kerasionalan dalam penggunaannya. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional yang bersifat deskriptif dengan teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Sampel yang diperoleh berjumlah 33 data rekam medis yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik pasien penderita diabetes melitus tipe 2 dengan komplikasi ulkus diabetikum paling banyak terjadi pada perempuan (60,61%) dibandingkan laki-laki (39,39%), paling banyak terjadi pada rentang usia 55–64 tahun (60,61%) dengan tingkat keparahan paling banyak pada derajat III (52,94%). Pola penggunaan antibiotik yang paling banyak digunakan adalah antibiotik dengan terapi tunggal (92,50%) dibandingkan dengan antibiotik kombinasi (7,50%). Antibiotik tunggal yang paling banyak digunakan yaitu levofloksasin (22,50%). Evaluasi ketepatan penggunaan antibiotik yaitu tepat indikasi (100%), tepat obat (85%), tepat dosis (79,06%), dan tepat interval waktu pemberian (88,37%)

    EVALUASI PENYIMPANAN DAN DISTRIBUSI OBAT NARKOTIKA DAN PSIKOTROPIKA DI RUMAH SAKIT JIWA SUNGAI BANGKONG PONTIANAK

    Get PDF
    Penyimpanan dan distribusi obat narkotika memiliki perlakuan yang berbeda dengan obat-obat lainnya, penyimpanan serta distribusi obat narkotika dan psikotropika harus mengikuti ketentuan yang berlaku yang berlaku dapat agar mempertahankan dan memastikan mutu obat. Tujuan dari penelitian ini melihat ketepatan dalam penyimpanan dan distribusi obat narkotika dan psikotropika di rumah RSJ Sungai Bangkong Pontianak berdasarkan dengan pemenkes dan CDOB yang terdapat dalam BPOM. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan penelitian potong lintang (cross sectional) yang bersifat deskriptif. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa rumah sakit jiwa sungai bangkong penyimpanan dan distribusi obat narkotika dan psikotropika menghasilkan persentase yang baik dengan persentase terendah 94,73% serta minimnya penyimpangan atau hambatan dalam penerapan prosedur, Tidak terjadi penyimpangan dalam penerapan distribusi narkotika serta psikotropika dan Ketepatan penyimpanan dan distribusi obat narkotika dan psikotropika di rumah Rumha Sakit Jiwa Sungai Bangkong Pontianak berdasarkan dengan pemenkes Nomor 3 Tahun 2015 dan CDOB yang terdapat dalam BPOM Nomor HK.03.1.34.11.12.7542 Tahun 2012 sangat tinggi dimana pada ditribusi obat narkotika dan psikotropika mencapai 100%. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa penyimpanan dan distribusi narkotika dan psikotropika di Rumah sakit jiwa Sungai Bangkong telah mengikuti ketentuan dari permenkes n

    Formulasi minuman serbuk instan kombinasi jahe (Zingiber officinale Rosc) dan kunyit (Curcuma domestica Val.) dengan variasi gula pasir dan gula merah

    Get PDF
    Jahe (Zingiber officinale Rosc) dan kunyit (Curcuma domestica Val.) merupakan jenis tanaman herbal yang sangat bermanfaat bagi kesehatan. Pengembangan minuman fungsional jahe dan kunyit agar lebih praktis dapat dikemas dalam bentuk serbuk instan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sifat fisik dan tingkat kesukaan masyarakat pada minuman serbuk instan kombinasi rimpang jahe dan kunyit dengan penggunaan gula pasir (F1) dan variasi gula pasir dengan gula merah 3:1 (F2). Minuman serbuk instan dibuat menggunakan metode kristalisasi gula. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan gula pasir dan variasi gula pasir dengan gula merah pada F1 dan F2 mempengaruhi karakteristik sifat fisik minuman serbuk instan dengan nilai pH, kadar air, indeks pengetapan, waktu alir dan sudut diam pada F1 masing-masing sebesar 6,52; 0,39%; 12,37%; 14,27 g/detik; dan 28,3?, sedangkan pada F2 masing-masing sebesar 6,12; 1,61%; 5,27%; 8,93 g/detik; dan 31,25?. Tingkat kesukaan masyarakat terhadap F1 dan F2 menunjukkan perbedaan yang signifikan pada warna dan aroma, namun tidak berbeda signifikan pada rasa

    333

    full texts

    344

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇