Jurnal Online Poltekkes Kemenkes Pontianak
Not a member yet
    742 research outputs found

    Sensitivity of Torch Ginger and Basil Extracts Against Candida sp. from Vaginal Discharge Samples

    Full text link
    Pathological vaginal discharge is a common infection among women, often caused by the fungal species Candida albicans. The increasing resistance to synthetic antifungal agents such as ketoconazole has prompted the need for alternative herbal therapies. This study aimed to identify the presence of Candida albicans in vaginal swab samples from female D4 TLM UNAIC students an to assess the antifungal activity of combined extracts of kecombrang flower (Etlingera elatior) and basil leaves (Ocimum basilicum) prepared using the infusion method. An experimental design was used with the well diffusion method to measure inhibition zones at extract concentration of 50%, 70%, and 90%. The results showed that 31% of the 48 samples tested positive for Candida albicans. Macroscopically, the colonies appeared white to cream, convex, and had a characteristic yeast odor, while microscopic examination revealed blastospores. The positive control group using ketoconazole exhibited strong antifungal activity with an inhibition zone diameter of 23 mm. In contrast, the combined infusion extracts at all tested concentration (50%, 70%, and 90%) showed no inhibition zones (0 mm), indicating an absence of antifungal activity. The conclusions of this research are the infusion extraction method was ineffective in isolating active antifungal compounds from the tested plants under the conditions of this study.

    Identifikasi Cacing Hati (Fasciola spp.) Pada Hati Dan Cairan Empedu Kambing Di Warung Sate

    Full text link
    Infeksi cacing hati (Fasciola spp.) yang menyerang hewan ternak seperti kambing, sapi, domba, dan kerbau perlu diwaspadai, karena hewan ternak banyak dijadikan olahan makanan. Hewan ternak dijadikan olahan makanan karena rasanya lezat dan memiliki kandungan protein hewani yang tinggi. Terutama pada kambing yang dijadikan bahan baku di warung sate, sate kambing sering kali disajikan dalam keadaan setengah matang karena terksturnya yang empuk sehingga banyak diminati masyarakat. Namun adanya hati kambing dalam olahan sate setengah matang menjadi risiko infeksi cacing hati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya infeksi Fasciola spp. pada hati dan cairan empedu kambing di warung sate. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan jumlah 16 sampel yang memenuhi kriteria ekslusi dan inklusi. Sampel penelitian diperiksa secara makroskopis dan mikroskopis. Hasil dari pemeriksaan diperoleh 2 sampel hati (25%) positif mengandung cacing Fasciola spp. dan 1 sampel cairan empedu (12,5%) positif mengandung telur cacing Fasciola spp.  Dari hasil tersebut dapat disimpulkan adanya infeksi Fasciola spp. pada sate

    Analisis Ketahanan Pangan Di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2020 – 2024

    Full text link
    Food security develops with the concept of ensuring that every individual and at all times can access food as the staple food needed both physically and economically. Food and nutritional security is the fourth pillar in the strategy to accelerate stunting prevention. The 2020 Food Security Index (FSI) of Provinsi Kepulauan Bangka Belitung is in the resilient category with an index of 71.21. In 2021 it has increased to 73.22 (resistant category). From 2022 to 2024 there will be a decrease respectively to 71.71, 71.14 and 70.21. This research aims to analyze the food security situation in Provinsi Kepulauan Bangka Belitung from 2020 to 2023 which includes aspects of food availability, accessibility and utilization. This research is a literature study using secondary data. The food security situation in Provinsi Kepulauan Bangka Belitung is seen based on the aspects of food availability, food acessibility and food utilization. The food availability aspect is at very vulnerable status. The food accessibility aspect is at very food secure status. The food utilization aspect is at a stable status with indicators that are still not optimal, namely the average length of schooling for women of more than 15 years and the prevalence of stunting

    EDUKASI GIZI TERKAIT ZAT GIZI MAKRO, MIKRO DAN CAIRAN PADA ATLET HANDBALL DI KOTA PALEMBANG

    Full text link
    Kegiatan edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap atlet handball di Kota Palembang terkait asupan zat gizi makro dan mikro serta cairan. Edukasi gizi dilakukan pada 27 atlet handball di tiga sekolah menengah atas di Kota Palembang menggunakan metode ceramah dan media edukasi berupa powerpoint dan leaflet. Pengukuran pengetahuan dan sikap dilakukan sebelum dan sesudah edukasi menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan sikap atlet setelah edukasi. Sebelum edukasi, sebagian besar atlet memiliki tingkat pengetahuan yang cukup (71,4%) dan sikap yang baik (67,9%). Setelah edukasi, mayoritas atlet memiliki pengetahuan yang baik (66,7%) dan sikap yang sangat baik (22,3%) serta baik (77,7%). Hal ini menegaskan bahwa edukasi gizi efektif dalam meningkatkan pemahaman dan sikap positif atlet terhadap pentingnya asupan gizi seimbang. Edukasi gizi berperan penting dalam mendukung kesehatan dan performa atlet, sehingga program edukasi gizi sebaiknya terus dilakukan untuk memastikan para atlet mendapatkan asupan gizi yang optimal

    PKM KELOMPOK PEMBINAAN KESEJAHTERAAN KELUARGA (PKK) DALAM EDUKASI MANFAAT BUAH JAMBU HUTAN (Bellucia Pentamera Naudin) SEBAGAI BAHAN MAKANAN PREBIOTIK BAGI BALITA STUNTING DI KECAMATAN SUNGAI AMBAWANG KABUPATEN KUBU RAYA

    Full text link
    Anak yang stunting dapat mengalami peradangan kronis dari usus kecil, yang disebut enteropati lingkungan pediatric atau Pediatric Enterophaty  Environment (PEE) yang menyebabkan terhambatnya. penyerapan  zat gizi yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Intervensi untuk dapat mengatasi permasalahan tersebut antara lain dengan memberikan makanan yang dapat memperbaiki usus dalam mengabsorbsi zat gizi serta dapat meningkatkan sistem imunitas. Hasil penelitian yang dilakukan pada tentang analisis kandidat pangan lokal buah jambu hutan (Bellucia Pentamera Naudin) sebagai sumber prebiotik menunjukkan bahwa buah jambu hutan (Bellucia Pentamera Naudin) yang ditambahkan ke dalam yogurt mempunyai daya hambat yang lebih baik terhadap pertumbuhan bakteri Esterichia Coli  dibandingkan yogurt murni. Hasil penelitian tersebut menjadi dasar untuk melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan memberikan edukasi kepada masyarakat terkait manfaat buah jambu hutan sebagai salah satu alternatif pangan lokal  yang dapat digunakan sebagai sumber prebiotik bagi saluran cerna. Kegiatan melibatkan tim penggerak PKK yang merupakan garda terdepan dalam menggerakkan masyarakat khususnya bagi ibu yang mempunyai balita dan sebagai pendamping dalam memberikan layanan dan edukasi untuk perbaikan gizi di lingkungannya. Lokasi kegiatan dipusatkan di Desa Mega Timur Kecamatan Sungai Ambawang dengan kondisi geografis merupakan wilayah tanah gambut dengan buah jambu hutan yang tersedia cukup banyak di wilayah tersebut. Bentuk kegiatan yang  dilaksanakan adalah edukasi kepada tim pengerak PKK di Desa Mega Timur Kecamatan Sungai Ambawang dengan waktu pelaksanaan selama 8 bula

    EFFECT OF EMOTIONAL SUPPORT, WORK ENGAGEMENT, AND LIFE SATISFACTION ON RESILIENCE AND ITS IMPACT ON PSYCHOLOGICAL WELL-BEING IN NURSES

    Full text link
    Psychological well-being is very important in the nursing profession, given the high levels of stress, emotional workload, and service demands that nurses face. Factors such as emotional support, work engagement, and life satisfaction are believed to contribute to the formation of resilience which has an impact on psychological well-being. This study aims to analyze the influence of emotional support, work engagement, and life satisfaction on resilience, and its impact on the psychological well-being of nurses at Graha Bunda Hospital. A quantitative approach was used with a survey method, involving a total of 67 nurses as respondents. Data analysis was conducted using the Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) method. The results showed that emotional support (T = 5.122; p < 0.001) and work engagement (T = 3.731; p < 0.001) had a significant positive effect on resilience, while life satisfaction (T = 1.484; p = 0.138) had no significant effect. On the psychological well-being variable, emotional support (T = 3.910; p < 0.001), life satisfaction (T = 2.401; p = 0.017), and resilience (T = 3.999; p < 0.001) have a significant effect, while work engagement has no significant effect (T = 1.006; p = 0.315). These findings suggest that emotional support and engagement in work play an important role in building nurses' mental resilience, which further improves psychological well-being. Although life satisfaction contributes directly to psychological well-being, its effect is not mediated by resilience. This study contributes to the development of organizational interventions that strengthen emotional support and work engagement as strategies in improving nurses' psychological well-being, particularly in high-risk work environment

    PIJAT ENDHORPHINE MEMPERCEPAT PROSES INVOLUSI UTERI

    Full text link
    Latar Belakang: Involusi uterus yang kuat mampu mencegah komplikasi perdarahan pasca perslainan yang merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas ibu di seluruh dunia. Salah satu cara untuk merangsang pelepasan hormon oksitosin adalah dengan melakukan pijat endorfin. Pijat endorfin merupakan  sentuhan  ringan  yang dapat merangsang pengeluaran hormon endorfin sehingga memberikan efek relaksasi dan nyaman pada tubuh melalui permukaan kulit serta merangsang pelepasan hormon oksitosin yang dapat merangsang kontraksi rahim. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai efektivitas pijat endhorphine terhadap involusi uterus. Metode : Penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian quasy eksperimen dengan menggunakan pendekatan pre-test post-test control group design. Subjek penelitian adalah 30 ibu nifas yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok intervensi dan kelompok kontrol, masing-masing berjumlah 15 orang, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi dilakukan selama 7 hari. Instrumen dalam penelitian ini adalah lembar observasi involusi uterus, pita ukur dan SOP pijat endorphine. Hasil : Analisis data dilakukan menggunakan uji Mann-Whitney untuk membandingkan hasil pengukuran antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Hasil uji menunjukkan nilai p = 0,004 (p < 0,05), yang mengindikasikan adanya perbedaan yang signifikan secara statistik antara kedua kelompok. Temuan ini menunjukkan bahwa pijat endorfin berpengaruh terhadap percepatan involusi uterus pada ibu nifas. Simpulan : Terdapat pengaruh pijat endhorphine terhadap proses percepatan involusi uter

    KEPUASAN PENGGUNAAN GINGER PATCH DALAM UPAYA PENURUNAN NYERI PADA IBU BERSALIN KALA I

    Full text link
    Latar belakang: Nyeri persalinanmerupakan kondisi fisiologis, namun apabila tidak ditangani akan memicu pelepasan hormon ketokolamin yang dapat menyebabkan stress. Manajemen nyeri secara nonfarmakologi dengan menggunakan ginger patch dapat dilakukan untuk penurunan nyeri persalinan. Upaya penurunan nyeri tersebut dapat mempengaruhi persepsi ibu tentang persalinan dan kepuasan ibu. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kepuasan ibu bersalin dalam menggunakan ginger patch sebagai upaya penurunan nyeri pada kala I fase aktif persalinan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain experimental study with control group. Penelitian dilaksanakan di 4 PMB Wilayah Kota Tasikmalaya. Teknik sampling menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 40 ibu bersalin pada tiap kelompok. Subjek sesuai kriteria diberikan intervensi pada dengan menggunakan ginger patch selama kala I fase aktif persalinan, dipasang 1 kali pada titik di area atas simfisis pubis dan area lumbo sacralis selama 30 menit, sedangkan kelompok kontrol mendapatkan asuhan sesuai standar. Pengambilan data kepuasan ibu bersalin diukur saat 2 jam postpartum dengan menggunakan instrumen Pain Treatment Satisfaction Scale (PTSS). Hasil : Terdapat perbedaan kepuasan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol (p=0.000). Rata-rata skor kepuasan pada kelompok intervensi lebih tinggi  (8.8) dibandingkan kelompok kontrol (6.9), terdapat perbedaan kepuasan. Kesimpulan: Ginger patch dapat meningkatkan kepuasan ibu bersalin dalam pengurangan nyeri persalina

    PENGARUH AKUPRESUR GALLBLADDER 21 TERHADAP TINGKAT KECEMASAN IBU PRE-OP SECTIO CAESAREA DI RUANG BERSALIN RSUD TABANAN

    No full text
    Kecemasan ibu pre-op Sectio Caesarea perlu ditangani untuk meningkatkan kesejahteraan ibu dan janin. Kecemasan dapat ditangani dengan teknik akupresur GB-21. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh akupresur GB-21 terhadap tingkat kecemasan ibu pre-op SC di ruang bersalin RSUD Tabanan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain eksperimental semu (quasi experimental) non equivalent control group design. Pendekatan dengan pretest-posttest design with control. Sampel pada penelitian ini adalah ibu hamil yang akan menjalani proses SC sebanyak 30 orang yang berada di Ruang Bersalin RSUD Tabanan, serta memenuhi kriteria inklusi dan kriteria eksklusi. Teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan uji Mann Whitney. Waktu penelitian dilakukan pada tanggal 1 November  sampai  30 November 2023. Hasil penelitian didapatkan perbedaan nilai p value (Asym. Sig. 2 tailed) antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol adalah 0,000 yang artinya ada pengaruh pemberian akupresur GB-21 terhadap tingkat kecemasan ibu pre-op SC di Ruang Bersalin RSUD Tabanan. Terapi non farmakologi ini diharapkan dapat memberi manfaat bagi pasien yang mengalami kecemasan salah satunya kecemasan ibu pre-op SC

    APPLICATION OF UTAUT 3 MODEL TO PREDICT EMR ACCEPTANCE BY NURSES

    Full text link
    The implementation of an Electronic Medical Record (EMR) system plays an important role in improving the efficiency and quality of nursing services in hospitals. However, the level of user acceptance, especially nurses, is often a major challenge in its implementation. This study aims to analyze the factors that influence EMR acceptance by nurses at Graha Bunda Hospital using the Unified Theory of Acceptance and Use of Technology 3 (UTAUT3) approach. The method used is quantitative with an explanatory survey design. The study population included all active nurses at Graha Bunda Hospital, totaling 67 people, who were used as respondents through the total sampling technique. Data were collected through questionnaires and analyzed using the Partial Least Square (PLS) method with the help of SmartPLS software. The results of the analysis show that the variables of performance expectancy (β = 0.287; p < 0.05), effort expectancy (β = 0.224; p < 0.05), social influence (β = 0.231; p < 0.05), facilitating conditions (β = 0.265; p < 0.05), hedonic motivation, leadership and management, regulation and policy, technology readiness, and security & privacy have a significant influence on behavioral intention and use behavior. Moderating variables such as age, work experience, and level of volunteerism strengthen some of the relationships between variables. This study suggests that perceived usefulness, ease of use, organizational support, and technology readiness are key factors in EMR adoption. Hospitals need to focus on strengthening training, improving digital infrastructure, and creating a technology-based work culture to encourage optimal sustainability of EMR us

    605

    full texts

    742

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Poltekkes Kemenkes Pontianak
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇