Jurnal Online Poltekkes Kemenkes Pontianak
Not a member yet
    742 research outputs found

    Analisis Formulasi Enteral Bubuk Berbasis Tepung Tempe Dan Tepung Wortel Sebagai Inovasi Untuk Pasien Stroke

    No full text
    Penyakit stroke adalah penyebab utama kematian dan kecacatan di seluruh dunia. Salah satu intervensi gizi yang penting adalah pemberian formula enteral, yang dapat dibuatdaribahanpanganlokalsepertitempedanwortel.Penelitianinibertujuan untuk mengkaji aspek organoleptik, kandungan gizi, dan viskositas padaformula enteral bubuk berbasis tepung tempe dan tepung wortel. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan tiga perlakuan: F1 (22:7), F2 (17:12), dan F3(19:10).AnalisisstatistikyangditerapkanmeliputiujiOneWayAnovauntuk variabel energi, lemak, dan karbohidrat, serta uji Kruskal-Wallis untuk variabel proteindanujiorganoleptik.Hasilpenelitianmenunjukkanperbedaansignifikan pada uji organoleptik (aroma: p=0.000; rasa: p=0.000), viskositas (daya alir: p=0.006),dankandungangizi(energi:p=0.007;karbohidrat:p=0.029)denganp 0.05. Formulasi dengan uji organoleptik terbaik terdapat pada F2, sedangkan formula dengan densitas energi tertinggi terdapat pada F

    Hubungan Asupan Vitamin B6, Asam Folat, dan Vitamin B12 dengan Demensia pada Pra Lansia di Posbindu Kecamatan Driyorejo Gresik

    No full text
    Demensia menyerang sekitar 50 juta orang di seluruh dunia, yang mencakup sekitar 5% dari populasi lansia global. Diperkirakan jumlah individu yang mengalami demensia akan mengalami peningkatan signifikan mencapai sekitar 82 juta pada tahun 2030. Angka ini diproyeksikan akan terus meningkat hingga mencapai 152 juta pada tahun 2050. Masa pra lansia merupakan masa krusial untuk dilakukan intervensi yang dapat menurunkan risiko demensia di usia lanjut. Tujuan dari kajian ini adalah untuk mengeksplorasi dan menganalisis hubungan asupan vitamin B6, asam folat, dan vitamin B12 dengan demensia pada individu pra lansia di Posbindu Kecamatan Driyorejo, Gresik. Adapun penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan desain penelitian cross-sectional yang melibatkan 88 individu pra lansia di Posbindu Kecamatan Driyorejo, Gresik. Pengumpulan data tentang asupan zat gizi vitamin B6, asam folat, dan vitamin B12 dilakukan dengan menggunakan kuesioner SQ-FFQ (Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire). Sementara itu, penilaian terhadap demensia dilaksanakan dengan menggunakan instrumen MMSE (Mini Mental State Examination). Temuan dari penelitian ini mengindikasikan asupan vitamin B6 cukup pada 61,4% responden, sedangkan 38,6% mengalami defisiensi. Asupan asam folat cukup pada 6,8% responden, sedangkan 93,2% mengalami defisiensi. Asupan vitamin B12 cukup pada 15,9% responden, dan 84,1% mengalami defisiensi. Hasil dari uji chi-square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara asupan vitamin B12 (p = 0,034) dengan demensia, sementara tidak ada hubungan yang signifikan yang ditemukan antara asupan vitamin B6 (p = 0,762) dan asam folat (p = 0,333) dengan demensia

    Intervensi Nesting dan Pemberian Posisi Pada Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) Terhadap Perubahan Suhu Tubuh dan Berat Badan

    Full text link
    ABSTRACTThe application of nesting interventions and positioning are efforts that can be made to increase weight and maintain body temperature stability in low birth weight (LBW) infants. This study aims to identify nursing care with the application of nesting and positioning interventions in improving body temperature stability and weight in LBW infants in the perinatology ward of Dr. Soedarso General Hospital, Pontianak. The design of this study is a descriptive study using case study results with a nursing care process approach. There were two cases of LBW infants who received nesting and positioning interventions. Nursing care was provided for 3 days. There was an increase in weight in both LBW infants after the application of nesting and positioning interventions for 3 days. In the first case, the infant with hypothermia experienced a change in body temperature within normal limits. Nesting and positioning interventions are effective and can be provided to LBW infants to help increase weight and maintain body temperature stability. The infants appears comfortable in the nesting position and can adapt to the position given. Nesting intervention and positioning are independent nursing actions that are easy to perform and can be applied to low birth weight infants.Keywords : Low birth weight (LBW) infants,  Nesting, Nursing Care, and Positioning ABSTRAKPenerapkan intervensi nesting dan pemberian posisi adalah upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan berat badan dan mempertahankan kestabilan suhu tubuh pada bayi berat badan lahir rendah (BBLR). Penelitian ini untuk mengidentifikasi asuhan keperawatan dengan penerapan intervensi nesting dan pemberian posisi dalam meningkatkan kestabilan suhu tubuh dan berat badan bayi BBLR di ruang perinatologi RSUD dr. Soedarso Pontianak. Desain penelitian ini adalah descriptive study menggunakan studi kasus dengan pendekatan proses asuhan keperawatan. Terdapat 2 kasus bayi BBLR yang mendapat intervensi nesting dan posisi. Asuhan keperawatan dilaksanakan selama 3 hari. Terdapat peningkatan berat badan pada kedua bayi BBLR setelah dilakukan penerapan intervensi nesting dan pemberian posisi selama 3 hari. Pada kasus pertama bayi dengan hipotermia mengalami perubahan suhu tubuh dalam batas normal. Intervensi nesting dan posisi efektif dan dapat diberikan pada bayi BBLR untuk membantu meningkatkan berat badan dan mempertahankan kestabilan suhu tubuh. Bayi tampak nyaman dalam nesting dan dapat beradaptasi dnegan posisi yang diberikan. Intervensi nesting dan pemberian posisi merupakan tindakan keperawatan mandiri, mudah dilaksanakan dan dapat diterapkan pada bayi BBLR.Kata Kunci : Asuhan keperawatan, Bayi BBLR, Nesting, dan Posis

    Daya Hambat Sediaan Deodoran Spray Minyak Atsiri Kulit Jeruk Bali Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus

    Full text link
    Deodoran spray adalah sediaan kosmetika yang digunakan untuk menyerap keringat dan menutupi bau badan. Bau badan merupakan masalah yang cukup penting, bau badan ini dapat ditimbulkan karena kurang menjaga kebersihan badan dan adanya aktivitas bakteri Staphylococcus aureus. Jeruk bali memiliki senyawa metabolit sekunder terpenoid. Senyawa metabolit sekunder tersebut dapat dimanfaatkan sebagai agen antibakteri pada sediaan deodoran spray. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis perbedaan sediaan deodoran spray minyak atsiri kulit jeruk bali pada konsentrasi 3%, 6% dan 9% dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini berbentuk Quasi Experimental Design, populasi pada penelitian ini adalah sediaan deodoran spray minyak atsiri kulit jeruk bali dengan menggunakan teknik sampling purposive. Sampel yang digunakan adalah sediaan deodoran spray minyak atsiri kulit jeruk bali konsentrasi 3%, 6% dan 9% yang dibuat 9 kali pengulangan pada masing- masing perlakuan, sehingga total sampel yang digunakan untuk 3 kelompok perlakuan tersebut adalah 27 sediaan deodoran spray yang diuji kekuatan antibakterinya dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dengan menggunakan metode difusi cakram Kirby-Bauer. Hasil uji daya hambat sediaan deodoran spray minyak atsiri kulit jeruk bali terhadap bakteri Staphylococcus aureus didapatkan rata-rata zona hambat pada konsentrasi 3% sebesar 7,1 mm, konsentrasi 6% sebesar 7,9 mm dan konsentrasi 9% sebesar 8,7 mm. Dari hasil analisis data uji Friedman diperoleh p-value 0,000 < α 0,05. Sehingga terdapat perbedaan antara setiap konsentrasi sediaan deodoran spray minyak atsiri kulit jeruk bali terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus

    GAMBARAN KADAR UREUM DAN KREATININ PENDERITA GANGGUAN JIWA YANG MENDAPAT TERAPI OBAT ANTIPSIKOTIK DI RSKD DUREN SAWIT JAKARTA TIMUR

    Full text link
    Gangguan jiwa masih menjadi masalah sosial dan kesehatan yang jumlahnya masih banyak di Indonesia khususnya di Jakarta. Banyak dari penderita gangguan jiwa belum memiliki akses terhadap perawatan efektif dan juga banyak yang mengalami stigma dan diskriminasi. Gangguan jiwa umumnya ditandai dengan kerusakan emosi, pikiran dan perilaku, oleh karena itu penderita gangguan jiwa akan mendapatkan terapi obat antipsikotik untuk mengurangi gejala kekambuhan, namun konsumsi obat dengan dosis besar dan jangka waktu yang lama dapat berpengaruh terhadap penurunan sistem fungsi ginjal yang ditandai dengan kenaikan kadar ureum dan kreatinin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar ureum dan kreatinin penderita gangguan jiwa yang mendapat terapi obat antipsikotik di RSKD Duren Sawit. Metode penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif dengan mengambil 110 data sekunder dari catatan rekam medik di RSKD Duren Sawit periode Januari 2023 – April 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar penderita gangguan jiwa adalah laki-laki (73%) dengan rentang usia 21-40 tahun (51%), penderita gangguan jiwa sebagian besar sudah mengkonsumsi obat lebih dari 6 tahun (52%), penderita gangguan jiwa sebagian besar mengkonsumsi jenis obat antipsikotik atipikal (92%). Hasil penelitian dapat disimpulkan dari 110 penderita gangguan jiwa kadar ureum sebagian besar masih normal (77%) dan hasil penelitian kadar kreatinin sebagian besar juga kadarnya masih normal (82%).Gangguan jiwa masih menjadi masalah sosial dan kesehatan yang jumlahnya masih banyak di Indonesia khususnya di Jakarta. Banyak dari penderita gangguan jiwa belum memiliki akses terhadap perawatan efektif dan juga banyak yang mengalami stigma dan diskriminasi. Gangguan jiwa umumnya ditandai dengan kerusakan emosi, pikiran dan perilaku, oleh karena itu penderita gangguan jiwa akan mendapatkan terapi obat antipsikotik untuk mengurangi gejala kekambuhan, namun konsumsi obat dengan dosis besar dan jangka waktu yang lama dapat berpengaruh terhadap penurunan sistem fungsi ginjal yang ditandai dengan kenaikan kadar ureum dan kreatinin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar ureum dan kreatinin penderita gangguan jiwa yang mendapat terapi obat antipsikotik di RSKD Duren Sawit. Metode penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif dengan mengambil 110 data sekunder dari catatan rekam medik di RSKD Duren Sawit periode Januari 2023 – April 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar penderita gangguan jiwa adalah laki-laki (73%) dengan rentang usia 21-40 tahun (51%), penderita gangguan jiwa sebagian besar sudah mengkonsumsi obat lebih dari 6 tahun (52%), penderita gangguan jiwa sebagian besar mengkonsumsi jenis obat antipsikotik atipikal (92%). Hasil penelitian dapat disimpulkan dari 110 penderita gangguan jiwa kadar ureum sebagian besar masih normal (77%) dan hasil penelitian kadar kreatinin sebagian besar juga kadarnya masih normal (82%)

    PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG GIZI TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN GIZI PADA ANAK USIA SEKOLAH

    Full text link
    Background: Balanced nutrition is a daily food arrangement that contains various nutrients of the type and amount that are in accordance with the needs of the body. Elementary school children (SD) are children aged 6-12 years, Growth and development of children really need adequate nutrition so that there are no deviations in the growth and development of children, Factors that can affect a person's nutrition are diet. Diet is closely related to the type, amount and composition of food consumed every day. Fulfillment of good food for children will affect the nutritional status of children. Purpose: To determine the effect of nutrition health education on the level of nutritional knowledge of school children. Methods: Pre-experimental with “one group pre-test and post-test design”. Sample selection using total sampling technique with a total sample size of 30 respondents. The instrument used was a questionnaire and the data analysis test used the Wilcoxon test. Results: Based on the results of this study, the p value of 0.000 ≤ 0.05 means that Ha is accepted and Ho is rejected. Conclusion: The level of knowledge is influenced by health education that can increase or improve knowledge and understanding of nutrition, especially in children

    PERMAINAN ULAR TANGGA SEBAGAI MEDIA MENINGKATKAN PENGETAHUAN DEMAM BERDARAH DENGUE

    Full text link
    ABSTRACTEducation to children needs to be simple, easy to understand, and done in a fun atmosphere. One of them is the snakes and ladders game. The snakes and ladders game is an educational game that can be an appropriate media for education. Throught this game, children are expected to get the right and correct knowledge about Dengue Hemorrhagic Fever (DHF). Appropriate and correct knowledge is very important and necessary in preventing DHF. The purpose of this study was to identify the increase in students’ knowledge in an effort to prevent DHF throught snakes and ladders game. This study used a quasy experimental method with one group pretest-posttest design, with data collection techniques using simple random sampling. Data were collected in January 2025 at SMP Negeri 01 nanga Taman using a questionnaire and the snakes and ladders game. The sample in this study amounted to 82 respondens, and analyzed using the Wilcoxon test. The result of this study indicate that there is a significant effect on student knowledge before and after the snakes and ladders game with a p value <0.05. In this study, the snakes and ladders game has an effect on students’ knowledge in preventing DHF. Keywords : The Snake and Ladders Game, Knowledge, DHF  ABSTRAKEdukasi kepada anak perlu dilakukan secara sederhana, mudah dipahami, dan dilakukan dalam suasana yang menyenangkan. Salah satunya adalah dengan permainan ular tangga. Permainan ular tangga merupakan permainan edukatif yang dapat menjadi media penyuluhan yang tepat. Melalui permainan ini anak diharap mendapatkan pengetahuan yang tepat dan benar tentang demam berdarah dengue (DBD). Pengetahuan yang tepat dan benar sangat penting dan diperlukan dalam mencegah terjadinya DBD. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi peningkatan pengetahuan siswa dalam upaya mencegah terjadinya DBD melalui permainan ular tangga. Penelitian ini menggunakan metode quasy ekperimen dengan rancangan penelitian one group pretest-posttest design, dengan tehnik pengamnilan data secara simple random sampling. Data dikumpulkan pada bulan Januari 2025 Di SMP Negeri 01 Nanga Taman dengan menggunakan kuesioner dan dilakukan permainan ular tangga. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 82 responden, dan dianalisis mengunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pada pengetahuan siswa sebelum dan sesudah dilakukan permainan ular tangga dengan nilai p<0,05. Pada penelitian ini permainan ular tangga berpengaruh terhadap pengetahuan siswa dalam mencegah terjadinya DBD.  Kata Kunci : Permainan Ular Tangga; Pengetahuan; DB

    PENGARUH PIJAT OKSITOSIN DALAM MENURUNKAN KECEMASAN IBU NIFAS PRIMIPARA DI KOTA DEPOK

    Full text link
    Latar Belakang: Ibu nifas primipara rentan mengalami kecemasan akibat perubahan fisiologis, psikologis, dan adaptasi terhadap peran baru yang apabila tidak ditangani dapat menghambat pemulihan serta memengaruhi kualitas interaksi dengan bayi. Pijat oksitosin dapat merangsang hormon oksitosin untuk memberikan efek relaksasi, meningkatkan kenyamanan, dan memperkuat ikatan emosional antara ibu dan bayi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pijat oksitosin terhadap kecemasan ibu nifas primipara di Kota Depok. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan Randomized Controlled Trial (RCT). Subjek penelitian ibu nifas primipara yang memenuhi kriteria inklusi sejumlah 32 orang dengan teknik pengambilan sampel Consecutive sampling dan dilakukan alokasi randomisasi untuk menentukan kelompok intervensi (diberikan pijat oksitosin) dan kelompok kontrol (tidak diberikan pijat oksitosin). Pengukuran kecemasan menggunakan kuesioner Zung’s Self-Rating Anxiety Scale. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan uji Mann Whitney. Hasil: Terdapat perbedaan yang bermakna antara skor kecemasan sebelum dan sesudah intervensi dengan nilai p 0.000 (p<0.05) juga terdapat perbedaan yang bermakna antara penurunan skor kecemasan pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan nilai p 0.000 (p<0.05). Kesimpulan: Pijat oksitosin berpengaruh signifikan terhadap penurunan skor kecemasan pada ibu nifas primipara di Kota Depok

    HUBUNGAN FREKUENSI LATIHAN FISIK DENGAN INTENSITAS DISMENORE PRIMER DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNESA

    Full text link
    Latar Belakang: Dismenore primer merupakan nyeri haid (menstruasi) yang terjadi tanpa adanya kelainan. Latihan fisik merupakan serangkaian gerakan tubuh yang dirancang, disusun, dan dijalankan secara berulang untuk meningkatkan dan memaksimalkan kesehatan fisik seseorang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan frekuensi latihan fisik dengan intensitas dismenore primer di FK Unesa. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif desain cross-sectional. Populasi 115 mahasiswi Fakultas Kedokteran. Sampel penelitian dihitung menggunakan rumus slovin dan diperoleh 112 sampel, dengan metode purposive sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner yang berisi karakteristik responden, frekuensi latihan fisik, dan skala intensitas nyeri dengan NRS (Numeric Rating Scale) kombinasi FPS (Faces Pain Score). Metode analisis yang digunakan adalah uji Spearman Rank dengan nilai p-value <0,05. Hasil: Hasil uji statistik Spearman menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara frekuensi latihan fisik dengan intensitas dismenore primer, dengan nilai p < 0,05. Koefisien korelasi sebesar -0,598** mengartikan hubungan antara kedua variabel tersebut kuat. Tanda (**) menunjukkan korelasi tersebut signifikan pada tingkat signifikansi 0,01. Koefisien korelasi bernilai negatif (-0,598), yang berarti hubungan antara kedua variabel tersebut bersifat berlawanan arah. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang kuat antara frekuensi latihan fisik dengan intensitas dismenore primer pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Surabay

    FAKTOR KETIDAKPATUHAN MASYARAKAT TERHADAP PROTOKOL KESEHATAN COVID-19

    Full text link
    Pandemi  COVID-19  menuntut semua orang untuk secara disiplin menerapkan protokol kesehatan 3M, yaitu memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Namun tidak semua orang mematuhi aturan tersebut dan akan berdampak pada kenaikan penularan covid-19. Ketidakpatuhan masyarakat ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Tujuan  penilitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan ketidakpatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan COVID-19. Desain penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi  penelitian yaitu masyarakat Dusun Sanggrahan Desa Kasembon Kabupaten Malang dengan teknik pemilihan sampel  probability sampling, besar sampel penelitian adalah 80 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner secara online selama 1 bulan. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini berupa analisis bivariate menggunakan uji spearman-rho untuk mencari hubungan variabel independen yaitu pengetahuan, sikap, fasilitas, sarana kesehatan dan dukungan keluarga dengan variabel dependen yaitu ketidakpatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan COVID-19. Disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan pada faktor pendukung dan pendorong dengan ketidakpatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan COVID-19. Hasil analisis bivariat pada indikator fasilitas dan sarana kesehatan yaitu 0.006 < 0.05,dan faktor dukungan keluarga nilai sig. 0.002 < 0.05 Saran peneliti di masyarakat dibutuhkan kesadaran dan pemahaman yang baik pentingnya melaksanakan protokol sehingga dapat memutus rantai penularan COVID-19

    605

    full texts

    742

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Poltekkes Kemenkes Pontianak
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇