Jurnal Online Poltekkes Kemenkes Pontianak
Not a member yet
    742 research outputs found

    PENGARUH PEMBERIAN POSISI HEAD-OF-BED ELEVATION 300 TERHADAP PENINGKATAN SATURASI OKSIGEN PADA PASIEN DENGAN ANCAMAN GAGAL NAPAS ET CAUSA KETOASIDOSIS DIABETIKUM (KAD) DI INTENSIVE CARE UNIT (ICU)

    Full text link
    Latar Belakang: Masalah kesehatan utama di dunia dan di Indonesia saat ini adalah penyakit tidak menular (PTM). Salah satu penyakit kronis dengan perawatan panjang adalah diabetes mellitus. Salah satu komplikasi akibat dari Diabetes Militus adalah ketoasidosis diabetikum (KAD). KAD merupakan salah satu penyebab terjadinya penurunan saturasi oksigen yang dapat menyebabkan terjadinya gagal napas. Oleh karena itu, perlu penanganan yang tepat untuk mencegah terjadinya gagal napas. Tujuan Penelitian ini Untuk mengetahui pengaruh pemberian posisi head-of-bed elevation 300 terhadap peningkatan saturasi oksigen pada pasien dengan ancaman gagal napas et causa ketoasidosis diabetikum (KAD) di ICU RSUD dr. Abdul Aziz Singkawang Tahun 2024. Metode Penelitian ini Desain penelitian yang digunakan quasi eksperimental dengan bentuk pretest – posttest control group desain. Sampel berjumlah 26 orang dengan kelompok intervensi sebanyak 13 orang dan kelompok kontrol sebanyak 13 orang. Pada kelompok intervensi diberikan posisi head-of-bed elevation 30o . Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat peningkatan saturasi oksigen setelah diberikan posisi head-of-bed elevation 30o dengan menggunakan uji statistic Wilcoxon dan didapatkan nilai P-value = 0.001 (P<0.05) maka Ha diterima dan Ho ditolak. Berdasarkan uji mann-whitney yang dilakukan pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol, didapatkan hasil signifikasin 0,000 (P<0.05) maka dapat disimpulkan bahwa ha diterima dan ho ditolak yang artinya terdapat perbedaan hasil antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol Kesimpulan penelitian ini adalah ada pengaruh pemberian posisi head-of-bed elevation 300 terhadap peningkatan saturasi oksigen pada pasien dengan ancaman gagal napas et causa ketoasidosis diabetikum (KAD) di ICU RSUD dr. Abdul Aziz Singkawang Tahun 2024

    Identification of Fungal Agents Causing Onychomycosis in Elderly at Banjar Dinas Batang, Bali

    Full text link
    Onikomikosis merupakan infeksi jamur pada kuku yang sering terjadi pada lansia akibat faktor usia, lingkungan lembap, dan kebersihan yang kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis jamur penyebab onikomikosis dan mengevaluasi karakteristik infeksi pada lansia di Banjar Dinas Batang, Karangasem, Bali. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan observasional dan pemeriksaan kultur jamur. Sebanyak 30 lansia dipilih melalui purposive sampling dan dilakukan pengambilan sampel kuku untuk pemeriksaan laboratorium menggunakan media Sabouraud Dextrose Agar serta pewarnaan lactophenol cotton blue. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa 2 dari 30 sampel (6,67%) positif terinfeksi jamur, dengan spesies dominan Trichophyton mentagrophytes. Mayoritas responden perempuan (57%) menunjukkan angka infeksi lebih tinggi dibandingkan laki-laki (43%). Faktor risiko utama meliputi kebersihan personal yang buruk dan paparan lingkungan lembap. Temuan ini mendukung studi sebelumnya bahwa lingkungan tropis dan usia lanjut berkontribusi terhadap peningkatan prevalensi onikomikosis. Meskipun prevalensinya rendah, infeksi ini tetap berisiko menurunkan kualitas hidup lansia. Oleh karena itu, edukasi kebersihan kuku dan pemeriksaan berkala sangat dianjurkan untuk pencegahan. Penelitian ini juga merekomendasikan penggunaan metode diagnostik molekuler pada studi lanjutan untuk meningkatkan akurasi identifikasi jamur penyebab onikomikosis.

    Kontak Serumah dan Kejadian Penularan Tuberkulosis di Pontianak Barat

    Full text link
    Tuberkulosis adalah penyakit menular disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Penyakit Tuberkolosis paru ditularkan melalui udara (droplet nuclei), saat penderita batuk, bersin atau berbicara, kuman TB paru yang berbentuk droplet akan bertebaran di udara. Kontak serumah dengan penderita tuberkulosis aktif berisiko tertular dibandingkan dengan yang tidak kontak dengan penderita tuberkulosis paru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui risiko penularan TB paru pada orang yang kontak serumah meliputi lama kontak dan tidur sekamar dengan penderita di wilayah kerja Puskesmas Perumnas II Kecamatan Pontianak Barat. Metode penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan menggunakan teknik pengambilan sampel yaitu total sampling.  Jumlah sampel sebanyak 77 responden yang tinggal serumah dengan penderita tuberkulosis paru yang masih aktif berobat di wilayah kerja Puskesmas Perumnas II Kecamatan Pontianak Barat, 2024. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara, kunjungan rumah dan pemeriksaan laboratorium BTA secara mikroskopis. Hasil analisis menunjukkan dari 77 responden yang memiliki kontak dengan penderita ≥ 8 jam sebanyak 37 responden (48,1%) dan didapatkan 4 responden yang hasil BTA (+). Lama kontak dengan prevalensi sebanyak (10,8%) dan tidur sekamar dengan prevalensi sebanyak (36,3%). Maka disimpulkan bahwa terdapat  penularan TB Paru pada orang yang kontak serumah dengan penderita di Wilayah Kerja Puskesmas Perumnas II Kecamatan Pontianak Barat

    Evaluasi Robustness Metode Deteksi Cepat Berbasis MPN untuk Legionella pneumophila terhadap Gangguan Mikroflora Non-Target pada Sampel Air dari Menara Pendingin

    Full text link
    Legionellosis is an infection caused by Legionella pneumophila, commonly transmitted through artificial water systems such as cooling towers. Early detection of this pathogen is crucial, particularly in high-risk facilities. This study aimed to assess the robustness of a rapid detection method based on the Most Probable Number (MPN) principle, focusing on the effectiveness of pretreatment in reducing interference from non-target microorganisms. A total of 30 positive trays from Legiolert™ tests were subcultured on Tryptic Soy Agar (TSA) to identify any surviving non-target microbes. Robustness was defined by the proportion of trays without non-target microbial growth. Results showed a robustness rate of 93.33%, with full robustness (100%) observed in low and moderate microbial load groups, and 75% in the high-load group. A non-parametric binomial test using SPSS was performed to evaluate the statistical significance of the deviation from the robustness cut-off. The resulting p-value was 0.446 (p > 0.05), indicating no statistically significant difference. These findings demonstrate that the Legiolert™ method maintains reliable performance even in complex sample matrices, supporting its use in routine water quality monitoring in accordance with Indonesian Ministry of Health Regulation No. 2 of 2023

    Identifikasi Kandungan Zat Besi Produk Es Krim Berbahan Buah Bit Sebagai Pencegahan Anemia

    Full text link
    Buah bit merupakan salah satu buah yang mengandung zat besi yang cukup tinggi dibandingkan buah naga atau melon. Penambahan buah bit pada es krim merupakan salah satu alternatif pangan fungsional untuk meningkatkan kadar zat besi yang dapat berperan dalam mencegah anemia. Anemia adalah kondisi yang ditandai oleh jumlah sel darah merah kadar hemoglobin yang lebih rendah dari kadar normal dalam darah. Pada remaja putri dikatakan anemia apabila kadar hemoglobin <12 g/dl. Metode: Penelitian ini adalah true experiment dengan Rancangan Acak Lengkap dengan pengulangan dua kali. Terdapat empat variasi penambahan buah bit pada es krim buah bit yaitu 0%, 15%, 30%, dan 45%. Kadar zat besi dianalisis menggunakan One Way Anova dilanjutkan uji LSD sebagai post Hoc Test. Hasil Penelitian: Kadar zat besi rata – rata pada es krim buah bit variasi 0% yaitu 1,127 mg; 15% yaitu 1,867 mg; 30% yaitu 2,532 mg; dan 45% yaitu 3,219 mg. Variasi penambahan buah bit memiliki perbedaan yang jelas terhadap kadar zat besi (p-value = 0,000). Ada pengaruh variasi penambahan buah bit terhadap kadar zat besi pada es krim buah bit

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERHASILAN PROGRAM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI DI RSU MITRA SEJATI KOTA MEDAN

    Full text link
    Pencegahan infeksi terkait pelayanan kesehatan (HAIs), merupakan aspek penting dalam pelayanan kesehatan di rumah sakit. Program Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) di Indonesia wajib dilaksanakan untuk mengurangi risiko penyebaran infeksi nosokomial. Pada RSU Mitra Sejati Kota Medan tahun 2022, angka kejadian infeksi terkait pelayanan kesehatan (HAIs) tercatat sebesar 2-4%, sementara secara nasional, prevalensi HAIs di Indonesia berkisar antara 6-16% sesuai laporan Kemenkes. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan program PPI di RSU Mitra Sejati Kota Medan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan rancangan cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah 88 perawat pelaksana, dengan pengambilan sampel menggunakan teknik total populasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitas memiliki p-value sebesar 0,000, pelatihan sebesar 0,001, dukungan manajemen sebesar 0,002, dan dukungan pimpinan sebesar 0,000. Variabel dengan pengaruh paling signifikan adalah sikap perawat, yang ditunjukkan oleh odds ratio sebesar 2,463 dan p-value 0,000. Faktor-faktor tersebut secara parsial memiliki hubungan yang signifikan terhadap keberhasilan program PP

    HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI, STATUS EKONOMI, DAN CARA PERSALINAN DENGAN RISIKO KEJADIAN DEPRESI POSTPARTUM PADA IBU NIFAS

    Full text link
    Latar Belakang: Depresi post partum merupakan gangguan mood non psikotik pada ibu postpartum yang terjadi dalam 4 sampai dengan 6 minggu setelah seorang perempuan melahirkan.Penyebab terjadinya depresi postpartum dikelompokkan secara biologis, psikologis, resiko obstetric, demografis, serta budaya. Tujuan: untuk mengetahui gambaran kejadian depresi postpartum pada ibu nifas, serta mengetahui hubungan dukungan suami, status ekonomi, dan cara persalinan dengan kejadian depresi postpartum pada ibu nifas di Ruang Kebidanan RSUD Malingping Tahun 2024. Metode: metode pengumpulan data menggunakan cross sectional menggunakan Kuantitatif. Lokasi Penelitian di Ruang Kebidanan RSUD Malingping. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu nifas hari kedua sampai hari ketujuh dan sampel sebanyak 66 responden dengan teknik sampling insidental. Cara pengumpulan data  menggunakan lembar kuesioner Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) dan Post Partum Social Quisionere (PSSQ). Analisis data Univariat sampai bivariat menggunakan statistic deskriptif, frekuensi karakteristik penelitian dan uji chi square, Hasil: berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa uji statistic Chi-square pada tingkat kepercayaan 95 % dengan α = 0,05, diperoleh Asymp.sig dukungan suami (0,002), status ekonomi (0,018), dan cara persalinan (0,003) < α (0,05). Kesimpulan: ada hubungan dukungan suami, status ekonomi, dan cara persalinan dengan risiko kejadian depresi postpartum pada ibu nifas di ruang kebidanan RSUD Malingping tahun 202

    Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Konsumsi Sayur dan Buah pada Remaja

    No full text
    Masa remaja adalah proses peralihan dari masa kanak-kanak menuju usia dewasa yang ditandai dengan berbagai perubahan fisik, mental, dan sosial. Remaja memerlukan asupan zat gizi yang cukup, baik dari segi kualitas maupun kuantitas, untuk mendukung pertumbuhannya. Salah satunya adalah vitamin dan mineral yang diperoleh dari sayur dan buah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan konsumsi sayur dan buah pada remaja. Penelitian dilaksanakan dari bulan Januari sampai April 2025 di SMA Kristen Mercusuar Kupang. Responden dalam penelitian ini sebanyak 121 orang. Variabel bebas yang diteliti adalah jenis pekerjaan dan tingkat pendidikan orang tua, serta pengetahuan gizi remaja. Data penelitian diuji menggunakan uji chi-square. Hasil uji statistik menemukan ada hubungan antara pekerjaan ayah dengan konsumsi sayur (p-value = 0,005), sedangkan variabel-variabel yang tidak berhubungan dengan konsumsi sayur dan buah, yaitu pengetahuan gizi, pendidikan orang tua dan pekerjaan ibu. Remaja perlu dukungan orang tua agar mampu memenuhi konsumsi sayur dan buah dalam sehari

    Deteksi Gen blaZ pada Staphylococcus aureus Isolat Urine Pasien ISK Menggunakan Metode Real-Time PCR

    Full text link
    Urinary tract infection (UTI) is one of the most common bacterial infections and is often caused by various types of bacteria. In recent years, the prevalence of Staphylococcus aureus in UTI cases has increased, along with rising resistance to antibiotics, particularly the β-lactam group such as penicillin. This study aimed to detect the blaZ gene, which plays a role in penicillin resistance in S. aureus isolated from the urine of UTI patients. The study was conducted from November 2024 to May 2025 using a descriptive quantitative design. A total of 100 urine samples from UTI patients were obtained from RSPAL Dr. Ramelan Surabaya. Bacterial identification was carried out at the Microbiology Laboratory of RSPAL Dr. Ramelan using the Vitek 2 Compact system. Phenotypic resistance testing against penicillin G was performed at the Bacteriology Laboratory of the Department of Medical Laboratory Technology, Poltekkes Kemenkes Surabaya using the Kirby-Bauer disc diffusion method. Genotypic detection of the blaZ gene was conducted using the Real-Time PCR method at the Molecular Biology Laboratory. The results showed that out of five Staphylococcus aureus isolates phenotypically resistant to penicillin G, only three isolates (60%) were positive for the blaZ gene. These findings indicate that penicillin resistance in S. aureus is not solely mediated by the blaZ gene and highlight the importance of molecular surveillance of β-lactam resistance genes in clinical isolates

    METODE CERMIN UNTUK MENGURANGI LAMA PERSALINAN KALA II DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS CIBEUREUM KOTA TASIKMALAYA

    Full text link
    Pendahuluan: Persalinan yaitu proses servik membuka, turunya janin menuju jalan lahir. Jumlah ibu bersalin di Puskesmas Cibeureum 184 orang tahun 2022 dengan lama waktu persalinan kala II rata rata 45 menit – 90 menit dan kejadian partus lama 19 orang. Salah satu tindakan yang diberikan yaitu metode cermin persalinan. Ibu diberi kesempatan untuk melihat keaadan perkembangan pengeluaran bayinya sehingga tingkat emosional ibu menjadi lebih terbangun dan termotivasi untuk mengedan sehingga proses persalinan dapat berlangsung lebih cepat.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh metode cermin terhadap lama persalinan kala II di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Cibeureum Kota Tasikmalaya.Metode: Penelitian menggunakan metode Quasi Eksperiment dengan desain two group pretest posttest. Jumlah responden 32 responden yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu intervensi 16 orang diberikan metode cermin dan kontrol 16 orang tidak diberikan metode cermin. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Analisa data digunakan uji mann-whitney karena data tidak berpasangan berdistribusi tidak normal.Hasil penelitian: lama persalinan kala II kelompok eksperimen yang menggunakan metode cermin nilai rata-rata 19,56 menit dan kelompok kontrol yang tidak menggunakan metode cermin nilai rata-rata 62,81 menit. Uji Mann-Whitney menunjukkan ada pengaruh metode cermin terhadap lama persalinan kala II (p=0.000).Kesimpulan: Ada pengaruh metode cermin terhadap lama persalinan kala II di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Cibeureum Kota Tasikmalaya

    605

    full texts

    742

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Poltekkes Kemenkes Pontianak
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇