Jurnal Online Poltekkes Kemenkes Pontianak
Not a member yet
742 research outputs found
Sort by
Aktivitas Hepatoprotektor Ekstrak Akar Pecut Kuda (Stachytarpheta jamaicensis) Terhadap Mencit Terinduksi Paracetamol
Tanaman pecut kuda (Stachytarpheta jamaicensis) merupakan salah satu gulma yang banyak digunakan oleh masyarakat di pedalaman Kalimantan Barat untuk pengobatan malaria, demam dan hepatitis. Masyarakat selalu menggunakan rebusan akar untuk pengobatan tradisional. Penelitian ini akan mengungkapkan aktivitas hepatoprotektor ekstrak etanol akar pecut kuda dengan variasi pengeringan dan maserasi. Sampel akar pecut kuda dilakukan pengeringan secara kering angin dan oven pada suhu 35oC. Proses ekstraksi dilakukan secara maserasi, sokletasi dan perkolasi. Semua ekstrak etanol dilakukan pengujian fitokimia serta kadar total fenolik dan flavonoid. Ekstrak etanol dengan kadar total fenolik dan flavonoid terbaik dilakukan uji aktivitas hepatoprotektor terhadap mencit yang diinduksi parasetamol 500 mg. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol akar pecut kuda yang dilakukan pengeringan kering angin dan ekstraksi secara maserasi menunjukkan aktivitas hepatoprotektor terbaik yaitu pada dosis 100 mg/100 g BB menunjukkan SGPT 112,3±2,11 (U/L) dan SGOT 90,4±1,31 (U/L) dengan pembanding curliv 50 mg/100 g BB yang menunjukkan SGPT 109,2±1,91 (U/L) dan SGOT 72,8±1,62 (U/L). Hasil ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol akar pecut kuda potensial sebagai hepatoprotektor. Skrining fitokimia menunjukkan bahwa metabolit sekunder golongan fenolik dan flavonoid berperan penting dalam aktivitas hepatoprotektor tersebut
ANALISIS SEDIAAN FOOT SPRAY EKSTRAK ETANOL DAUN BELIMBING WULUH TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus
The appearance of foot odor is due to the emergence of sweat in the apocrine glands which contain organic ingredients such as the amino acid leucine. Bacteria on the feet have the degrading enzyme leucine dehydrogenase which will degrade the amino acid leucine in sweat into isovaleric acid which is an odorous compound. Foot spray is a foot odor removal product that dries faster and is easier to use. Starfruit leaves contain alkaloids, flavonoids, saponins, tannins and terpenoids as antibacterials. This research aims to explain the size of the inhibition zone formed in five formulas to inhibit Staphylococcus aureus bacteria. This research uses a Quasi Experiment design. The sample used was foot spray of starfruit leaf extract with five treatments, namely formula I (concentration 10%), formula II (concentration 20%), formula III (concentration 30%), formula IV (concentration 40%) and formula V (concentration 50%) with 5 replications so that the number of samples used was 25 samples which were tested for strength against Staphylococcus aureus using the diffusion method. Based on the results of the inhibition test, the inhibition zone formed in formula I was an average of 9.2 mm (moderat), formula II was 10.6 mm (moderat), formula III was 11.4 mm (stronge), formula IV was 12 mm (stronge) and formula V was 12.6 mm (stronge). From the results Friedman test, it was found that p value = 0.002 < α 0.05 so that there were differences in foot spray preparations of ethanol extract of starfruit leaves formulas I, II, III, IV and V against Staphylococcus aureus
HUBUNGAN TINGKAT KONSUMSI MAKANAN KEMASAN DENGAN STATUS GIZI SISWA DI SMPN 1 PASONGSONGAN
Status gizi merupakan refleksi asupan yang berasal dari konsumsi makanan sumber energi, karbohidrat, protein, dan lemak secara keseluruhan. Konsumsi makanan tinggi kalori namun rendah kandungan zat gizi seperti makanan kemasan dapat mempengaruhi status gizi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat konsumsi makanan kemasan dengan status gizi siswa di SMPN 1 Pasongsongan. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan metode pengambilan data menggunakan convenience sampling. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa SMPN 1 Pasongsongan dengan jumlah sampel sebanyak 58 siswa. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan lembar SQ-FFQ untuk tingkat konsumsi makanan kemasan serta pengukuran tinggi badan dan berat badan secara aktual menggunakan microtoise dan timbangan digital untuk status gizi. Analisis bivariat diuji dengan uji korelasi spearman rho. Rata-rata konsumsi energi, karbohidrat dan lemak dari makanan kemasan responden berada dalam kategori tinggi (>25%). Status Gizi mayoritas responden berada pada kategori gizi baik (63,8%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara tingkat konsumsi makanan kemasan dengan status gizi siswa di SMPN 1 Pasongsongan (p-value >0,05)
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN SCABIES PADA SANTRI
Penyakit scabies adalah penyakit yang disebabkan oleh tungau yang mengakibatkan kerusakan pada kulit dan gangguan kenyamanan akibat rasa gatal. Banyak faktor yang berkontibusi terjadinya kejadian scabies pada santri di Pondok. Penyakit scabies ini dapat mempengaruhi kenyamanan aktifitas dalam menjalani kehidupan sehari-hari diantaranya penderita mudah lelah dan gelisah karena rasa gatal, perasaan malu karena timbulnya scabies dan dapat mempengaruhi penampilannya, penderita merasa terganggu dalam proses belajar, prestasi belajar menurun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian scabies di Pondok Pesantren X Kabupaten Malang. Desain penelitian menggunakan korelasional melalui pendekatan cross sectional. Penelitian ini melibatkan 90 santri yang diambil secara simple random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner dan observasi langsung. Analisis data menggunakan uji Chi square. Hasil penelitian ini menunjukkan hubungan antara faktor pengetahuan tentang scabies, perilaku personal hygiene dan kondisi sanitasi lingkungan dengan kejadian scabies terdapat hubungan yang signifikan (p= 0,000).Penelitian ini dapat disimpulkanbahwa semakin rendah tingkat pengetahuan tentang scabies, perilaku personal hygiene dan kondisi sanitasi lingkungan maka semakin tinggi angka kejadian scabies.Peneliti menyarankan untuk mencegah penularan scabies maka perlu meningkatkan pengetahuan tentang scabies, perilaku personal hygiene dan kondisi sanitasi lingkungan santri
HUBUNGAN BEBAN KELUARGA DAN USIA ONSET SKIZOFRENIA DENGAN KEKAMBUHAN PASIEN SKIZOFRENIA DI RUMAH SAKIT JIWA PROVINSI KALIMANTAN BARAT
Skizofrenia termasuk dalam gangguan jiwa berat yang ditandai dengan terganggunya kemampuan menilai realita, bersifat kronis, sering kambuh atau berulang yang memerlukan pengobatan jangka panjang. Kekambuhan pada skizofrenia dapat dipengaruhi oleh beberapa hal diantaranya beban keluarga dan usia onset skizofrenia. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan beban keluarga dan usia onset skizofrenia terhadap kekambuhan pasien dengan skizofrenia. Metode: desain penelitian kuantitatif deskriptif korelasi menggunakan purposive sampling dengan sampel 52 responden, menggunakan analisa Spearman’s Rank Test. Hasil: Dari 52 responden didapatkan beban keluarga yang bernilai sedang terdapat 27 responden (51,9%), dan usia onset skizofrenia paling banyak pada kategori First Episode Skizofrenia sebanyak 36 orang (69,2%). Berdasarkan Uji Spearman’s Rank Test diperoleh hasil p-value beban keluarga= (0,000<0,05) yang berarti terdapat hubungan. Hasil p-value usia onset = (0,001<0.05) yang berarti terdapat hubungan. Kesimpulan: terdapat hubungan antara beban keluarga dan usia onset skizofrenia terhadap kekambuhan pasien skizofrenia. Diharapkan keluarga selalu memperhatikan dan mendukung dalam upaya merawat anggota keluarga skizofreni
PENGARUH BABY SPA TERHADAP KENAIKAN BERAT BADAN BAYI USIA 3-6 BULAN
Neonatus adalah bayi baru lahir sampai usia mengalami pematangan organ. Pertumbuhan adalah adanya perubahan dalam jumlah akibat pertambahan sel dan pembentukan protein baru sehingga meningkatkan jumlah dan ukuran sel diseluruh bagian tubuh. Salah satu metode non farmakologi untuk membantu proses kenaikan berat badan bayi yaitu melakukan Baby Spa. Jenis penelitian ini menggunakan rancangan pre-eksperimental, dengan one group pretest-posttest design. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling, sampel penelitian ini ibu bersalin sebanyak 21 sampel. Kelompok intervensi melakukan Baby Spa. Pengumpulan data primer dengan melakukan wawancara dengan menggunakan kuisioner dan berat badan dinilai dengan menggunakan timbangan. Uji statistik yang digunakan yaitu uji wilcoxon. Hasil analisis diperoleh p value sebesar 0,000 (p<0.05) yang bermakna adanya pengaruh Baby SPA terhadap peningkatan berat badan bayi sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Saran bagi bidan perlu mengembangkan promosi dan edukasi tentang baby spa kepada masyarakat khususnya orang tua bayi untuk meningkatkan berat badan bayinya
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH PADA REMAJA PUTRI
Kelompok usia remaja merupakan salah satu populasi yang paling besar di dunia. Di usia remaja merupakan usia yang beresiko terhadap masalah kesehatan. Salah satu penyakit yang cukup rentan di derita oleh remaja adalah Anemia. Untuk mengatasi kejadian anemia pada remaja salah satu cara yaitu dengan pemberian tablet tambah darah. Pemberian tablet tambah darah umumnya diberikan pada Anak sekolah menengah. Faktor faktor yang berhubungan dengan konsumsi tablet tambah darah pada siswa, faktor antara lain Usia, Frekuensi konsumsi tablet tambah darah, Pengetahuan, Sikap, dukungan keluarga, dan dukungan teman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan Konsumsi tablet Tambah darah pada siswi Kelas VII di SMP Negeri 3 Kediri. Penelitian ini menggunakan metode Cross Sectional dan tek nik pengambilan sampel Simple Random Sampling dengan jumlah responden sebanyak 177 Responden. Dengan uji analisis menggunakan Uji Regresi Logistik Ganda. Hasil Penelitian didapatkan bahwa sikap dengan p-value 0,001 < α dengan nilai OR 2,601 dan pengetahuan dengan nilai p-value 0,001 < α dengan nilai OR 1,601 merupakan faktor yang mempengaruhi dan komsumsi tablet tambah darah pada siswi kelas VII di SMP Negeri 3 Kediri
BERAT BADAN LAHIR RENDAH DI KALIMANTAN BARAT BERDASARKAN ASPEK SOSIAL DEMOGRAFI
BBLR adalah kejadian bayi lahir hidup dengan berat badan kurang dari 2500 gram. BBLR menjadi salah satu indikator terjadinya kematian bayi dan stunting. AKB Provinsi Kalimantan Barat masih berada diatas angka nasional dan menempati posisi kedua tertinggi di Pulau Kalimantan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variabel yang memengaruhi kejadian BBLR di Kalimantan Barat. Sumber data yang digunakan adalah data Susenas Maret 2023. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dan analisis regresi logistik biner menggunakan variabel wilayah tempat tinggal, jumlah ART, usia perkawinan pertama ibu, pendidikan tertinggi ibu, dan kondisi sanitasi rumah tangga terhadap kejadian BBLR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah tempat tinggal dan pendidikan ibu signifikan memengaruhi kejadian BBLR di Kalimantan Barat tahun 2023. Rumah tangga yang tinggal di desa memiliki kecenderungan 1,62 kali lebih tinggi untuk mengalami kejadian BBLR dibandingkan dengan rumah tangga yang tinggal di kota. Rumah tangga dengan tingkat pendidikan ibu yang tidak sekolah atau tidak tamat SD cenderung mengalami kejadian BBLR sebesar 1,939 kali dibandingkan dengan rumah tangga dengan pendidikan ibu yang lebih tingg
Hubungan Nilai Kreatinin dan Ureum Terhadap Kadar Hemoglobin Pada Pasien Penyakit Ginjal Kronis di Rumah Sakit Palang Merah Indonesia Bogor
Gagal ginjal kronik (GGK) di Indonesia meningkat seiring bertambahnya usia dan tertinggi pada usia ≥ 75 tahun dimana prevalensi pada laki-laki lebih tinggi dari perempuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan nilai kreatinin dan ureum terhadap kadar hemoglobin pada penderita penyakit ginjal kronis di RS PMI Bogor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan desain penelitian observasi melalui hasil pemeriksaan laboratorium untuk melihat adanya hubungan antar masing-masing variabel. Sampel yang digunakan sebanyak 50 pasien laki-laki dan perempuan berusia 44-65 tahun. Metode analisis yang digunakan adalah menggunakan SPSS 20. Hasil pengujian didapat 39 orang (78 %) nilai hemoglobin 4,2-8,0 g/dL dan 11 orang (22 %) nilai hemoglobin 8,1-12,0 g/dL. Hasil pemeriksaan kreatinin paling banyak 26 orang (52 %) pada nilai kreatinin 7,1-10,0 mg/dL dan 24 orang (48 %) pada nilai kreatinin 2,0-7,0 mg/dL. Hasil pemeriksaan ureum diperoleh 25 orang (50 %) nilai ureum 71-100 mg/dL dan sebanyak 25 orang (50 %) nilai ureum 101-150 mg/dL. Terdapat hubungan yang signifikan nilai kreatinin terhadap kadar hemoglobin (r = 0,414 dan p value 0,003) dan ada hubungan yang signifikan nilai ureum terhadap hemoglobin (r = 0,435 dan p value 0,002). Disarankan melakukan penelitian lanjutan dengan parameter pemeriksaan lainnya untuk mendiagnosa penyakit ginjal kronik dan ditingkatkan promosi kesehatan kepada masyarakat tentang pola hidup sehat untuk mencegah terjadinya penyakit ginjal
HUBUNGAN MENGKONSUMSI TABLET BESI TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN PADA IBU HAMIL TRIMESTER DUA DI PUSKESMAS SIANTAN TENGAH KELURAHAN SIANTAN TENGAH
Anemia adalah penurunan kapasitas darah dalam membawa oksigen karena jumlah sel darah merah yang kurang dari normal bisa disebabkan kehilangan banyak darah (Parulian et al., 2016). Anemia kehamilan disebut potensi membahayakan ibu dan anak, karena itulah anemia memerlukan perhatian serius dari semua pihak yang terkait dalam pelayanan kesehatan (Pratiwi & Fatimah, 2019). Beberapa penelitian melaporkan bahwa pemberian tablet Fe dapat meningkatkan kadar hemoglobin serta mengurangi kejadian anemia pada ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan kadar hemoglobin ibu hamil trimester dua sebelum dan sesudah mengkonsumsi tablet Fe di Puskesmas Siantan Tengah Kelurahan Siantan Tengah. Metode yang digunakan dalam peneltian ini adalah metode Automatic Hematology Analyzer. Sampel yang diencerkann dengan larutan elektrolit dialirkan melalui micro-apertura yang telah terkalibrasi. Hasil penelitian hasil uji normalitas bahwa nilai p-value bernilai 0,108 dan 0,200 dimana lebih besar bila dibandingkan taraf signifikansi 0,05, sehingga data berdistribusi normal. Hasil pengujian homogenitas nilai signifikansi bernilai 0,983 dimana lebih besar dibandingkan 0,05, data tersebut memiliki varians yang sama (homogen). Kesimpulan dari penelitian yang telah dilakukan terdapat perbedaan kadar hemoglobin pada ibu hamil trimester dua sebelum dan sesudah mengkonsumsi tablet Fe di Puskesmas Siantan Tengah Kelurahan Siantan Tengah dengan hasil uji diketahui nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,0, maka Ho diterima. Bahwa ada perbedaan rata-rata antara hasil pemeriksaan pertama dan persamaan kedua