1,721,019 research outputs found
Nasionalisme novel Amba karya Laksmi Pamuntjak
Abstrak: Pada zaman ini generasi muda adalah tonggak utama suatu negara. Ketika generasi muda mulai tidak peduli terhadap cinta tanah air peranan pendidikan diperlukan untuk menanamkan kembali rasa cinta tanah air salah satunya melalui karya sastra. Nasionalisme merupakan kemauan untuk rela bersatu atas dasar keinginan hati dan dialektika sejarah dan kesamaan visi serta kepentingan masa depan dimana semangat kemanusiaan menjadi landasan dalam diri, yang secara lebih spesifik dalam makna kepribadian Indonesia hal itu terkait dengan nilai-nilai persamaan, keadilan, dan demokrasi yang disertai dengan nilai ketuhanan serta persatuan. Fokus penelitian dalam penelitian ini yaitu: pembahasan nasionalisme pada novel Amba karya Laksmi Pamuntjak, yang dijabarkan menjadi: (1) nilai kebebasan dalam novel Amba karya Laksmi Pamuntjak, (2) nilai kepribadian dalam novel Amba karya Laksmi Pumuntjak, dan (3) nilai prestasi dalam novel Amba karya Laksmi Pamuntjak. Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah Mendeskripsikan pembahasan nasionalisme pada novel Amba karya Laksmi Pamuntjak yang dijabarkan menjadi: (1) Mendeskripsikan nilai kebebasan dalam novel Amba karya Laksmi Pamuntjak, (2) Mendeskripsikan nilai kepribadian dan persatuan dalam novel Amba karya Laksmi Pamuntjak, dan (3) Mendeskripsikan nilai prestasi dalam novel Amba karya Laksmi Pamuntjak. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan semiotik.Hasil penelitian ini representasi nilai: (1) kebebasan memilih hak, (2) kebebasan berpendapat, dan (3) kebebasan bertindak terdapat; (1) bangga memiliki suku, bangsa dan bagasa indonesia, (2) bangga terhadap identitas negara, dan (3) memiliki kebudayaan sesuai sejarah; (1) memiliki cita-cita mensejahterakan negara, (2) memiliki keinginan menjadi bangsa yang besar, dan (3) memiliki keinginan mengabdi kepada negara. Kata Kunci: karya sastra, nasionalisme, kebebasan, kepribadian, prestasi
GAYA BAHASA RETORIS DALAM NOVEL ARUNA DAN LIDAHNYA KARYA LAKSMI PAMUNTJAK
Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan gaya bahasa retoris dalam novel Aruna dan Lidahnya karya Laksmi Pamuntjak. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini berbentuk kata-kata, kalimat, maupun ungkapan-ungkapan yang berhubungan dengan bentuk-bentuk gaya bahasa retoris dalam novel Aruna dan Lidahnya karya Laksmi Pamuntjak. Berdasarkan hasil ananlisis dan pembahasan dapat disimpulkan terdapat gaya bahasa retoris yang ada dalam novel Aruna dan lidahnya karya Laksmi Pamuntjak
CITRA PEREMPUAN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL AMBA KARYA LAKSMI PAMUNTJAK
Penelitian ini bertujuan mengklasifikasikan dan mendeskripsikan citra perempuan tokoh utama dalam novel Amba karya Laksmi Pamuntjak. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode analisis deskriptif dengan kajian pustaka. data penelitian berupa kata, frasa, klausa, kalimat, dan paragraf berupa ujaran atau deskripsi yang menggambarkan adanya citra perempuan pada tokoh utama dalam novel Amba karya Laksmi Pamuntjak. Sumber data penelitian ini yaitu novel Amba karya Laksmi Pamuntjak. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan baca dan catat. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan simpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa citra perempuan dibagi menjadi empat, yaitu (1) citra fisik perempuan, (2) citra psikis perempuan, (3) citra perempuan dalam keluarga dan (4) citra perempuan dalam masyarakat. Citra fisik tokoh Amba tergambarkan sebagai perempuan yang cantik, anggun dan awet muda. Citra psikis tokoh Amba digambarkan sebagai sosok yang berani dalam mengambil keputusan yang terbaik untuk dirinya, ia juga digambarkan sebagai perempuan yang berpendidikan padahal di tahun 50-an perempuan masih jarang sekali yang memikirkan arti penting dari pendidikan, Amba juga merupakan sosok perempuan yang masih menggunakan perasaan, sama seperti perempuan lain, ia juga masih memiliki perasaan cinta dan kasih terhadap sesama. Sedangkan, citra tokoh Amba dalam keluarga digambarkan peranannya sebagai anak, kakak, istri, dan ibu. Citra tokoh Amba dalam masyarakat digambarkan sebagai perempuan yang berani mengambil keputusan untuk melakukan hubungan lebih dekat dengan laki-laki yang dicintainya. Kata kunci: tokoh utama, citra perempuan, nove
Novel Aruna dan Lidahnya Karya Laksmi Pamuntjak: Perspektif Gastrocriticism
Penelitian ini membahas tentang penghadiran makanan dalam karya sastra yang kini tidak hanya digunakan sebagai objek suatu cerita, melainkan sebagai bahan kritik yang sangat mengena. Novel Aruna dan Lidahnya merupakan salah satu novel yang penceritaannya menggunakan latar budaya dan makanan yang sangat kental. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menjelaskan makanan dan kesenangan (perasaan), (2) menjelaskan makanan dan bricolage (seni), (3) menjelaskan makanan dan nama, (4) makanan dan sejarah dalam novel Aruna dan Lidahnya karya Laksmi Pamuntjak. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang menggunakan kalimat yang terdapat pada sumber data, yakni novel Aruna dan Lidahnya karya laksmi Pamuntjak. Perspektif yang digunakan untuk menganalisis novel adalah perspektif gastrocriticism. Gastrocriticism adalah studi mengenai etika seseorang dalam menghargai suatu makanan. Pada studi gastronomi Ronald Tobin, orang dapat melihat bagaimana cara mencari etika metafora gastronomis yang dikodekan dalam literatur untuk menemukan bahwa pada akhirnya daging telah menjadi kata yang ada bahasa tubuh dalam wacana sastra.
Kata Kunci: Sastra, kuliner, dan gastrocriticis
KODE HERMENEUTIK PADA NOVEL ARUNA DAN LIDAHNYA KARYA LAKSMI PAMUNTJAK : (KAJIAN SEMIOTIKA ROLAND BARTHES)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara objektif tentang aspek kode hermeneutik kajian semiotika Roland Barthes. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bersifat kualitatif. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah novel Aruna dan Lidahnya karya laksmi Pamuntjak. Metode Penelitian yang digunakan adalah Penelitian Deskripsi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kode-hermeneutik yang muncul dalam novel Aruna dan Lidahnya karya Laksmi Pamuntjak yaitu, 1) Enigma dan kisah yang ada di dalamnya membentuk sebuah ketegangan yang berasal dari kisah cinta Aruna dengan tokoh-tokoh yang ada didalamnya. 2) Enigma (teka-teki )mengenai makna “ Lidahnya” dalam novel Aruna dan Lidahnya karya Laksmi Pamuntjak sesuai realitas dapat di artikan bahwa makna lidah adalah sebuah alat yang digunakan Aruna untuk mencicipi berbagai makanan pada saat kunjungan kerja
An Analysis of Figurative Language in Poems by Laksmi Pamuntjak
Figurative language is used to beautify literary work, especially poems. It can make the poems more exciting and unique. But some readers cannot identify the figurative language used in poetry. The poem's readers will read, analyze, and interpret poetry without considering the use of figurative language. The research objectives were to explain the kinds of figurative language used in selected poems by Laksmi Pamuntjak and the use of figurative language in Laksmi Pamuntjak's poems. This is qualitative research with content analysis. This approach offered to analyze data by choosing some poems by Laksmi Pamuntjak, reading the poems, identifying the figurative language used in the poems, then analyzing the figurative language used in the poems. In analyzing figurative language in Laksmi Pamuntjak's poems, the researcher grouped them based on the figurative language used in each poem. In analyzing data, the researcher analyzed every figurative language found in the poems and the last drawing conclusion based on the result of the data analysis. This research revealed figurative language in every selected poem by Laksmi Pamuntjak. The figurative languages used in the poems vary. Each poem had characteristics, so the use of figurative language was also diverse. This research will give readers advantages, especially the lectures and the college students. There is hope that more research will analyze figurative language in poetry and other literary works
REPRESENTASI NILAI FEMINIS TOKOH AMBA DALAM NOVEL AMBA KARYA LAKSMI PAMUNTJAK (Sebuah Analisis Wacana Sara Mills dan Nilai Pendidikan Karakter)
Abtract
Amba Novel waspublished on September 2012. AppearingAmbanovel had positive comments of art beneficiary. In height society appreciation to Amba novel making the novel included national best seller novel rating. This research had purposes (1) How to asses Amba\u27s figure feminist in Amba novelby Laksmi Pamuntjak? (2) How to introduce Amba novel byLaksmi Pamuntjakas feminist discourse?(3) What kind of education’s characters points that consist onAmba novelby Laksmi Pamuntjak?This research used deskriptive approach in qualitative research. Reality sources of discourse analized based on corpus data on Amba Novel by Laksmi Pamuntjak which focus on feminist discourse analized was developed by Sara Mills. Result of this research showed (1) feminist values of Amba’sfigure on Amba novel by laksmi pamuntjak can be seen by ambas’s characters who smart and forward thinking, both of value was represented by laksmi pamuntjak through Amba’s figure so that women had right similarity. Feminist value could by catecorized as liberal feminist. (2) Amba novel by laksmi pamuntjak is made as feminist discourse through Sara Mills discourse analysis consept, it could by seen by gender representation which descirbet on Amba novel. (3) most of education character values were found on Amba novel, religious, discipline, creative, and social caring.
Key Word: Amba novel, Feminist Discourse analysis, Character education
REPRESENTASI PEREMPUAN DALAM ANTOLOGI CERPEN KITAB KAWIN KARYA LAKSMI PAMUNTJAK: KAJIAN FEMINISME EKSISTENSIALIS
Antologi cerpen Kitab Kawin karya Laksmi Pamuntjak menghadirkan banyak sekali dinamika kehidupan perempuan di dalam dunia perkawinan yang berhasil menentukan eksistensinya sendiri. Oleh karenanya, penelitian ini bertujuan untuk 1) mendeskripsikan upaya yang dilakukan oleh tokoh-tokoh perempuan dalam mewujudkan eksistensinya, 2) mendeskripsikan representasi tokoh-tokoh perempuan yang terdapat pada antologi cerpen Kitab Kawin karya Laksmi Pamuntjak dengan perspektif feminisme eksistensialis Simone de Beauvoir. Kualitatif deskriptif adalah metode yang digunakan dalam penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca dan catat. Data berasal dari sumber primer, yakni antologi cerpen Kitab Kawin karya Laksmi Pamuntjak cetakan kedua yang diterbitkan oleh penerbit Gramedia Pustaka Utama pada Juli 2021. Teknik analisis data dilakukan dengan metode kualitatif. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, ditemukan tujuh data yang berkaitan dengan upaya tokoh perempuan dalam mewujudkan eksistensinya, yakni penolakan terhadap keliyanan, penentangan stereotipe tentang perempuan dalam lembaga pernikahan, dan menegasikan mitos biologis perempuan. Ditemukan juga delapan data mengenai representasi perempuan dalam antologi cerpen Kitab Kawin karya Laksmi pamuntjak, yakni perempuan yang berkesadaran, serta perempuan yang sesuai karakteristik ideal berdasarkan feminisme eksistensialis Simone de Beauvoir seperti perempuan independen dengan cara bekerja, memiliki intelektualitas, dan merdeka dalam menentukan pilihan hidupnya
REPRESENTASI KULINER DALAM KEHIDUPAN POSMODERN PADA NOVEL ARUNA DAN LIDAHNYA KARYA LAKSMI PAMUNTJAK
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan jenis-jenis kuliner yang terdapat dalam novel, dan 2) mendeskripsikan representasi kuliner dalam menggambarkan kehidupan posmodern pada novel Aruna dan Lidahnya karya Laksmi Pamuntjak. Penelitian ini menggunakan analisis sosiologi sastra menurut Ian Watt yang menyatakan bahwa karya sastra adalah cerminan masyarakat. Sumber data adalah novel Aruna dan Lidahnya karya Laksmi Pamuntjak. Hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, novel Aruna dan Lidahnya karya Laksmi Pamuntjakmenunjukkan masyarakat posmodern yang direpresentasikan melalui kuliner, yaitu kuliner tradisional, kuliner multikultural, dan kuliner kontemporer. Kedua, berdasarkan analisis sosiologi sastra melalui jenis-jenis kuliner dalam novel, terdapat empat kategorisasi kehidupan posmodern yang tergambar dalam novel Aruna dan Lidahnya karya Laksmi Pamuntjak, yaitu kuliner membentuk masyarakat konsumtif, kuliner menjadi simbol dan prestise sosial, kuliner menjadi gaya hidup, dan kuliner sebagai internalisasi nilai-nilai sosial
Hasrat Tokoh Amba dalam Novel Amba Karya Laksmi Pamuntjak (Kajian Psikoanalisis Jacques Lacan)
ABSTRAK
Ayu Wahyuni, 2017 “Hasrat Tokoh Amba dalam Novel Amba Karya Laksmi Pamuntjak (Kajian Psikoanalisis Jacques Lacan)”. Skripsi, Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Sastra, Universitas Negeri Makassar, (Dibimbing oleh Muhammad Rapi Tang dan Juanda)
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasrat tokoh Amba dalam novel Amba karya Laksmi Pamuntjak pada tahap pembentukan diri manusia, meliputi tahap nyata, tahap imajiner dan tahap simbolik.
Penelitian ini adalah penelitian pustaka dan merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah novel Amba karya Laksmi Pamuntjak.
Data yang diperoleh dari sumber data berupa kata, kalimat, dan ungkapan yang mengandung hasrat dari tokoh Amba pada tahap pembentukan diri. Teknik analisis data dilakukan dengan mengklasifikasi dan mengelompokkan data yang berupa hasrat pada tahap nyata , tahap imajiner, dan tahap simbolik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa jenis hasrat yang dimiliki oleh tokoh Amba pada tahap pembentukan dirinya. Pada tahap nyata terdapat adanya dua macam hasrat dalam diri Amba yaitu hasrat akan perhatian dan hasrat akan seksualitas, pada tahap imajiner terdapat dua macam hasrat dalam diri Amba yaitu hasrat akan pengakuan dan hasrat akan keunggulan, dan pada tahap simbolik terdapat tiga macam hasrat dalam diri Amba yaitu hasrat untuk memiliki, hasrat untuk menjadi dan hasrat untuk hidup.
Saran yang dapat di simpulkan berdasarkan penelitian ini yaitu, (1) bagi mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, diharapkan dapat mengkaji dan meneliti Novel Amba karya Laksmi Pamuntjak dengan metode kajian yang berbeda sebagai wujud pengembangan ilmu pengetahuan di bidang Bahasa dan Sastra Indonesia, (2) Teori psikoanalisis dari Jacques Lacan di harapkan dapat digunakan untuk mengkaji karya sastra lainnya
- …
