72 research outputs found
Deliar Noer: Sebuah Biografi Politik (1951-1999)
Skripsi ini mengkaji tentang kiprah politik Deliar Noer dalam dinamika politik di Indonesia. Penelitian skripsi ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perjuangan politik Deliar Noer dalam dinamika politik di Indonesia dimulai dari tahun 1951 hingga 1999. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah. Metode sejarah terdiri atas pengumpulan sumber (heuristik), kritik sumber (verifikasi), penafsiran (interpretasi) dan penulisan (historiografi). Pada tahap pertama yaitu heuristik, penulis mengumpulkan beberapa sumber penulisan yang terdiri dari sumber primer seperti dua buku otobiografi Deliar Noer yang terdiri dari Aku Bagian Ummat Aku Bagian Bangsa dan buku 80 Tahun Deliar Noer, sumber primer lainnya seperti koran kompas dan republika, wawancara dan majalah Media HMI. Untuk sumber sekunder meliputi buku dan jurnal ilmiah. Tahap kedua yaitu verifikasi, dimana sumber-sumber yang telah didapatkan dicek terlebih dahulu apakah sumber tersebut autentik dan dapat dipercaya atau tidak. Tahap ketiga yaitu interpretasi di mana penulis menafsirkan berbagai sumber yang telah diverifikasi untuk selanjutnya diuraikan berdasarkan analisisnya. Tahap terakhir yaitu penulis menyajikan tulisannya dalam bentuk skripsi. Hasil penelitian ini yaitu Deliar Noer mengawali karir politiknya di organisasi HMI pada tahun 1951-1955, menjadi staff ahli politik presiden tahun 1966-1968, menjabat rektor IKIP Jakarta tahun 1967-1974, namun diberhentikan karena konsistensi politiknya yang kerap kali mengkritik kebijakan pemerintah Orde Baru, aktif terlibat dalam memperjuangkan demokrasi, melakukan kritik atas kebijakan Dwifungsi ABRI, menolak penerapan asas tunggal Pancasila dan terakhir mendirikan partai politik tahun 1998, partainya bernama Partai Ummat Islam sebagai ikhtiar terakhir Deliar Noer dalam kancah politik Nasional. Namun, Partai Ummat Islam tidak berhasil meraih suara yang cukup untuk masuk ke parlemen pada pemilu tahun 1999.
The thesis examines the progress of Deliar Noer’s political struggle in political dynamics in Indonesia. The thesis research aims to find out why Deliar Noer was exiled from the world of education by the new order government and to find out how Deliar Noer’s political struggle in political dynamics in Indonesia started from 1951 to 1999. The method used in this research is the historical method. The historical method consists of gathering sources (heuristics), source criticism (verification), interpretation (interpretation), and writing (historiography). In the first stage, namely heuristics, the author collects several sources of writing consisting of primary sources such as Deliar Noer’s two autobiographical books which consist of “I am Part of Ummah, I am Part of the Nation and 80 Years of Deliar Noer’s”. Other primary sources such as Kompas and Republika newspaper, interviews and HMI media magazine. Secondary sources include book’s and scientific journals. The second stage is verification, where the sources that have been obtained are checked first whether the sources are authentic and trustworthy or not. The third stage is interpretation where the writer interprets various sources have been verified to be further described based on the analysis. The last stage is the author present his writing in the form of a thesis. This research is presented in a descriptive-narrative and systematic form by describing Deliar Noer’s political struggle in political dynamic in Indonesia. The results of this study are that Deliar Noer started his political career in the HMI organization from 1951 to 1955, served as a presidential political expert staff from 1966-1968, became the rector of IKIP Jakarta from 1967-1974 where he was later dismissed because of his political consistency in criticizing the policies of the Orde Baru, During the Orde Baru era, Deliar was also active in fighting for democracy, criticizing the dual function of ABRI, rejecting the single principle of Pancasila and finally establishing a political party in 1998, the Partai Ummat Islam as Deliar Noer’s last endeavor in the national political arena. However, the Partai Ummat Islam did not manage to gain enough votes to enter parliament in the 1999 elections.
Keywords: Deliar Noer, chairman of HMI, rector of IKIP Jakarta, Partai Ummat Isla
K.H. NOER ALIE DALAM PENDIRIAN KABUPATEN BEKASI PASCA NEGARA PASUNDAN TAHUN 1950
PUTRI ARDIANI. K.H. Noer Alie dalam Pendirian Kabupaten Bekasi Pasca Negara Pasundan Tahun 1950. Skripsi. Jakarta: Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Jakarta, 2024.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merekonstruksi serta melihat bagaimana peran dari Noer Alie, seorang pejuang dari Bekasi dalam rangka pembentukan Kabupaten Bekasi pasca bubarnya Negara Pasundan. Melalui penelitian ini, penulis berusaha menrekonstruksi keterlibatan Noer Alie dalam perubahan nama dari Kabupaten Jatinegara menjadi Kabupaten Bekasi. Penelitian ini akan berfokus pada Noer Alie yang bukan hanya sebagai pejuang dari Ujungmalang namun juga sebagai salah satu pencetus Panitia Amanat Rakyat dan juga gagasan pemisahan wilayah Bekasi. Adapun batasan temporal pada penelitian ini adalah antara bulan Maret 1950 sampai bulan Agustus 1950. Bulan Maret 1950 dipilih karena pada tanggal 25 Maret, Negara Pasundan resmi dibubarkan setelah mendapat desakan dari masyarakat. Sementara Agustus 1950 dipilih karena pada bulan tersebut wilayah Kabupaten Bekasi merupakan wilayah yang termasuk dalam Negara Pasundan, Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah yang terdiri dari empat langkah, yaitu heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah Noer Alie memiliki peran dalam pendirian Kabupaten Bekasi. Peran ini tercermin dalam pergerakan Noer Alie dalam mengedukasi masyarakat Bekasi untuk tetap setia pada Republik. Selain dalam pendirian Kabupaten Bekasi, Noer Alie juga memiliki peran dalam pembentukan Panitia Suara Amanat Rakyat Bekasi. Adapun pendirian Kabupaten Bekasi ini dimaksudkan untuk memutus hubungan dengan Belanda dan memberikan dukungan bagi Republik Indonesia.
Kata Kunci: Noer Alie, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Jatinegara, Negara Pasundan, 1950.
PUTRI ARDIANI. K.H. Noer Alie in the Establishment of Bekasi Regency after the Pasundan State in 1950. Thesis. Major in History Education, Faculty of Social Sciences, Jakarta State University, 2024.
The aim of this research is to reconstruct and see the role of Noer Alie, a fighter from Bekasi in the formation of Bekasi Regency after the dissolution of the Pasundan State. Through this research, the author tries to reconstruct Noer Alie's involvement in changing the name from Jatinegara Regency to Bekasi Regency. This research will focus on Noer Alie who was not only a fighter from Ujungmalang but also as one of the originators of the People's Mandate Committee and also the idea of separating the Bekasi region. The temporal limit for this research is between March 1950 and August 1950. March 1950 was chosen because on March 25, the Pasundan State was officially dissolved after receiving pressure from the community. Meanwhile, August 1950 was chosen because in that month the Bekasi Regency area is an area included in the Pasundan State. The method used in this research is the historical method which consists of four steps, namely heuristics, criticism, interpretation and historiography. The results obtained from this research are that Noer Alie had a role in the establishment of Bekasi Regency. This role is reflected in Noer Alie's movement in educating the people of Bekasi to remain loyal to the Republic. Apart from establishing Bekasi Regency, Noer Alie also played a role in forming the Bekasi People's Mandate Voice Committee. The establishment of Bekasi Regency was intended to break ties with the Netherlands and provide support for the Republic of Indonesia.
Keywords: Noer Alie, Bekasi Regency, Jatinegara Regency, Pasundan State, 1950
Analisis Tindak Tutur Pada Lakon Sumur Tanpa Dasar Karya Arifin C. Noer
Penelitian terhadap analisis tindak tutur pada lakon Sumur Tanpa Dasar Karya Arifin C. Noer merupakan sebuah tindakan yang menunjukkan makna atau arti oleh penutur bahasa pada saat komunikasi berlangsung. Tindak tutur terdiri atas tindak tutur lokusi, tindak tutur ilokusi, dan tindak tutur perlokusi. Metode dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Bentuk penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah Lakon Sumur Tanpa Dasar Karya Arifin C. Noer. Data dalam penelitian ini adalah kutipan-kutipan tentang Lakon Sumur Tanpa Dasar Karya Arifin C. Noer. Teknik Pengumpulan data dalam penelitian ini adalah studi dokumenter. Hasil deskripsi data dan analisis data disimpulkan tindak tutur pada Lakon Sumur Tanpa Dasar Karya Arifin C. Noer terdapat 108 tuturan yang meliputi: pertama, tindak tutur lokusi terdapat 15 tuturan. Kedua, tindak tutur ilokusi terdapat 80 tuturan. Ketiga tindak tutur perlokusi terdapat 13 tuturan. Ketiga jenis bentuk tindak tutur tersebut, tuturan yang paling banyak ditemukan adalah tuturan ilokusi. Kata kunci: Tindak Tutur (Lokusi, Ilokusi, Perlokusi), Lakon Abstrack: Research on analysis of speech act at work Basic play is well Without Arifin C. Noer is an act of meaning or significance by speakers of the languange at the time of the communication. Speech act consists of locutions speech act, illocutionary speech acts, and perlokusi speech acts. The author examines the speech act play is well Without Basic work Arifin C. Noer. In particular the authors examine speech acts consisting of locutions speech acts, illocutionary speech acts and speech acts perlokusi. This study aims to describe the analysis of speech acts at work Basic play is well Without Arifin C. Noer. The method in this research is descriptive method. Forms of research is qualitative research. Source of data in this study is Theme of Basic Work Well Without Arifin C. Noer. The data in this study were all quotations of play is well Without Basic work Arifin C. Noer. Data collection techniques in this research is the study of the documentary. The description of the data and data analysis concluded the speech act play is well Without Basic work Arifin C. Noer there are 108 utterances that include: first, the speech act locutions are 15 utterances. Secondly, there are 80 illocutionary speech act utterances. Perlokusi third speech acts there are 13 utterances. These three types form the speech act, speech is most commonly found illocutionary speech
KONSEP PENDIDIKAN KH. NOER ISKANDAR SQ DALAM MENGEMBANGKAN PONDOK PESANTREN
Islamic boarding schools as one of the faith-based education, also function as Islamic religious broadcasters. Islamic boarding schools have a high level of integrity with sekitamya and become a moral show for the general public. The science studied is inseparable from religious teachings, meaning that all events that occur are considered to have a relationship with religious teachings. The educational institution built by kiayai Noer Iskandar SQ is the Asshiddiqiyah Islamic Boarding School which is an Islamic educational institution and a religious social institution. In its capacity as an Educational, Religious, and Community institution, Asshiddiqiyah Islamic Boarding School always exists in developing its educational concept and remains committed as a stronghold of the Islamic shiar struggle. The method that the author used in this study is the qualitative method. The reason researchers use this is because in this paper, the author wants to provide, explain, describe the concept of pesantren education thought developed by KH. Noer Iskandar SQ who critically, or describes a phenomenon, an event, or an event of social interaction in pesantren. Therefore, this type of qualitative research is descriptive, by collecting field data and existing literature. The difference between one type and another lies in the purpose and strategy of discovery.
Pondok pesantren sebagai salah satu pendidikan berbasis agama, juga berfungsi sebagai lembaga penyiaran agama Islam. Pondok pesantren memiliki tingkat integritas yang tinggi dengan sekitamya dan menjadi rnjukan moral bagi masyarakat umum. Ilmu yang dipelajari tak pemah terpisahkan dari ajaran agama, artinya semua peristiwa yang terjadi dipandang memiliki hubungan dengan ajaran agama.. Lembaga Pendidikan yang dibangun oleh kiayai Noer Iskandar SQ adalah Pondok Pesantren Asshiddiqiyah yang merupakan sebuah lembaga pendidikan Islam dan lembaga sosial keagamaan. Dalam kapasitasnya sebagai lembaga Pendidikan, Keagamaan, dan Kemasyarakatan, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah senantiasa eksis dalam mengembangkan konsep Pendidikannya dan tetap pada komitmennya sebagai benteng perjuangan syiar Islam. Metode yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah metode kualiltatif. Alasan peneliti menggunakan ini adalah karena dalam tulisan ini, penulis ingin memberikan, menerangkan, mendeskripsikan konsep pemikiran pendidikan pesantren yang dikembangkan oleh KH. Noer Iskandar SQ yang secara kritis, atau menggambarkan suatu fenomena, suatu kejadian, atau suatu peristiwa interaksi sosial yang ada di pesantren. Oleh karena itu, jenis penelitian kualitatif bersifat deskriptif, dengan mengumpulkan data lapangan dan ada kepustakaan. Perbedaan antara tipe yang satu dengan yang lain terletak pada tujuan dan strategi penemuannya.
 
PENGGUNAAN BIOMASSA Aspergillus niger SEBAGAI BIOSORBEN Cr(lll) (Using of Aspergillus niger As Iosorbent of Chromium (III))
Pencemaran logam berat krom (Cr) menjadi masalah penting saat ini. Metode alternatif untuk mengatasi pencemaran Cr adalah biosorpsi, yaitu menggunakan biomassa sebagai biosorben. Aspergillus niger merupakan salah satu spesies yang dapat digunakan sebagai biosorben untuk mengikat logam bcrat. A. niger mudah dibiakkan pada medium agar, ekonomis dan aman bagi lingkungan. Penclitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan biomassa A. Niger sebagai biosorben Cr(lll). Biosorpsi Cr(lll) dilakukan pada variasi pH, konsentrasi dan waktu kontak. Proses recovery dilakukan dengan mctodc batch dan kolom. Pencucian biomassa pada proses recovery menggunakan HCI. Gugus fungsi biomassa sebelum dan sesudah interaksi dengan Cr(lll) dianalisis dengan spektroskopi inframerah Hasil penelitian menunjukkan bahwa pH optimum adsorpsi terjadi pada pH=5. Konsentrasi logam terbaik pada 10,0 ppm dengan kapasitas adsorpsi sebesar 0,155 mg ion Cr(III)/g biomassa. Sedang waktu optimum adsorpsi terjadi pada I jam pertama. Recovery Cr(lII) dengan metode kolom sebesar 60,23% scdangkan dcngan metode batch sebesar 33,42%. Hasil analisis gugus fungsi menunjukkan adanya peran gugus hidroksil, gugus karboksil, dan disulfida dalam biomassa yang berinteraksi dengan Cr(lll)
Analisis Ikon, Indeks, dan Simbol Semiotika Karakter Juki dalam Naskah Sumur Tanpa Dasar Karya Arifin C. Noer
The theory of semiotics was first coined by two experts, namely Ferdinand de Saussure and Charles Sanders Peirce. In this research, the author uses descriptive qualitative method with Peirce's semiotic approach. The object of this research is the play Sumur Tanpa Dasar by Arifin C. Noer. Sumur Tanpa Dasar is a play that was first performed in 1964 in Yogyakarta. The results show that Juki's character depicts deep symbols about the absurdity of life, time travel, complicated relationships, and thirst for freedom. Of the three forms of signs, icons are found the most. This research makes a new contribution by examining Sumur Tanpa Dasar from the point of view of Peirce's semiotics, which was previously analyzed more with structural approaches and literary psychology. This research is relevant for the development of literature, philosophy, and art studies, as well as a reference for similar research in the future.ABSTRAK
Pendekatan semiotika oleh Charles Sanders Peirce masih sangat jarang digunakan dalam penelitian sastra. Oleh karena itu, pada penelitian ini, penulis menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekaran semiotika Peirce terhadap naskah drama berjudul Sumur Tanpa Dasar karya Arifin C. Noer. Penelitian ini memfokuskan kajian semiotika ikon, indeks, dan simbol terhadap karakter Juki. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakter Juki menggambarkan ikon visual yang mengancam stabilitas kehidupan, dominasi dan otoritas, indeks kebebasan, mandor sebagai status sosialnya, simbol dari kritik moral, kebebasan pribadi, dan simbol keberanian. Penelitian ini memberikan kontribusi baru dengan mengkaji Sumur Tanpa Dasar dari sudut pandang semiotika Peirce, yang sebelumnya lebih banyak dianalisis dengan pendekaan struktural dan psikologi sastra. Penelitian ini relevan untuk pengembangan kajian sastra, filsafat, dan seni, serta menjadi rujukan bagi penelitian serupa di masa depan.
Kata kunci: Peirce, semiotika, sumur tanpa dasar
ABSTRACT
The semiotic approach by Charles Sanders Peirce is still very rarely used in literary research. Therefore, in this research, the author uses a descriptive qualitative method with Peirce's semiotic approach to the drama script entitled Sumur Tanpa Dasar by Arifin C. Noer. Noer. This research focuses on the semiotic study of icons, indexes, and symbols of Juki's character. The results show that Juki's character depicts visual icons that threaten the stability of life, domination and authority, index of freedom, foreman as his social status, symbol of moral criticism, personal freedom, and symbol of courage. This research makes a new contribution by examining Sumur Tanpa Dasar from the point of view of Peirce's semiotics, which was previously analyzed more with a structural approach and literary psychology. This research is relevant for the development of literature, philosophy, and art studies, as well as a reference for similar research in the future.
Keyword: Peirce, semiotics, bottomless wel
ADSORPSI FOSFAT (PO43-) MENGGUNAKAN SELULOSA PURUN TIKUS (Eleocharis dulcis) TERMODIFIKASI HEKSADESILTRIMETILAMMONIUM BROMIDA (HDTMABr)
Kajian preparasi, modifikasi dan uji adsorpsi selulosa purun tikus (Eleocharis dulcis) asal Handel Bakti, Kalimantan Selatan terhadap senyawa anionik fosfat (PO43-) telah dilakukan. Modifikasi selulosa dilakukan dengan rekayasa permukaan menggunakan surfaktan kationik heksadesiltrimetilamonium bromida (HDTMABr). Selulosa hasil modifikasi dianalisis menggunakan spektroskopi FTIR (Fourier Transform Infrared) dan derajat substitusi (DS) ditentukan dengan metode titrasi. Parameter adsorpsi yang dipelajari meliputi penentuan pH optimum, waktu kontak dan kapasitas adsorpsi dari sampel selulosa terhadap fosfat (PO43-). Hasil penelitian menunjukan bahwa selulosa termodifikasi surfaktan kationik merupakan adsorben yang baik untuk mengadsorpsi fosfat (PO43-) dengan derajat substitusi sebesar 1,24. Adsorpsi optimum dicapai pada pH 3 dan waktu kontak 60 menit pada selulosa dan 15 menit pada selulosa termodifikasi. Adsorpsi fosfat (PO43-) mengikuti isoterm Langmuir dengan kapasitas adsorpsi (qm) untuk selulosa, Sel-HDTMA-1 dan sel-HDTMA-2 berturut-turut sebesar 2,36 mg/g, 16,95 mg/g dan 20,83 mg/g
Kajian Termodinamika Adsorpsi Hibrida Merkapto-Silika dari Abu Sekam Padi Terhadap Ion Co(II)
Abstrak
Telah dilakukan penelitian tentang kajian termodinamika adsorpsi hibrida merkapto-silika dari abu sekam padi terhadap ion Co(II). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kapasitas dan energi adsorpsi hibrida merkapto-silika (HMS) dan silika gel (SG) terhadap ion Co(II). Pada penelitian ini, silika gel dibuat menggunakan natrium silikat dari abu sekam padi. Selanjutnya, senyawa organik 3-(trimetoksisilil)-1-propantiol diimobilisasi pada SG menghasilkan HMS. Adsorben dikarakterisasi menggunakan difraktometer sinar-X dan spektrofotometer FTIR. Larutan Co(II) kemudian dikontakkan dengan SG dan HMS pada variasi pH, waktu, dan konsentrasi awal. Hasil penelitian kapasitas adsorpsi yang diperoleh HMS hampir tiga kali lebih besar dibandingkan dengan SG, dengan besarnya kapasitas adsorpsi masing-masing yaitu 250,00 mg/g dan 90,91 mg/g. Sedangkan energi adsorpsi yang diperoleh adalah 51,69 KJ/mol untuk SG, dan 23,65 KJ/mol untuk HMS.
Kata kunci : sekam padi, hibrida merkapto-silika, adsorpsi, ion Co(II)
Abstract
A research on the study of the thermodynamics of adsorption mercapto-silica hybrid from rice husk ash to the ions Co (II) has been done. This study aims to determine capacity and energy adsorption of hybrid mercapto-silica (HMS) and silica gel (SG) to the ions Co (II) . In this study, silica gel was made using sodium silicate from rice husk ash. Furthermore, the organic compound 3-(trimethoxysilil )-1-prophantiol immobilized on SG to HMS produced. Adsorbents were characterized using X-ray diffraction and FTIR spectrophotometer. Solution of Co (II) is then contacted with the SG and HMS at the variation of pH, time , and initial concentration. The results obtained by HMS adsorption capacity is almost three times larger than the SG, the magnitude of adsorption capacity of each is 250.00 mg / g and 90.91 mg / g . While the adsorption energy obtained is 51.69 KJ / mol for SG , and 23.65 KJ / mol for HMS.
Keywords : rice husk, mercapto-silica hybrid , adsorption , ion Co(II
Adsorpsi Pb2+ dan Zn2+ pada Biomassa Imperata cylindrica
Metode alternatif untuk mengatasi pencemaran logam berat adalah biosorpsi menggunakan biomassa sebagai adsorben. Telah dilakukan penelitian kajian adsorpsi campuran Pb2+ dan Zn2+ pada biomassa Imperata cylindrica sebagai adsorben. Tujuan penelitian adalah mengetahui kemampuan biomassa mengadsorpsi Pb2+ dan Zn2+. Preparasi biomassa dilakukan dengan aktivasi menggunakan asam nitrat dan amonium hidroksida. Adsorpsi dilakukan dengan sistem batch. Parameter yang diukur adalah pH optimum, waktu kontak optimum, kapasitas adsorpsi dan recovery ion logam. Analisis kadar logam dilakukan dengan menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom (AAS). Hasil penelitian menunjukkan pH optimum adsorpsi Pb2+ dan Zn2+ masing-masing pada pH 5 dan pH 6. Waktu kontak optimum adsorpsi Pb2+ dan Zn2+ masing masing pada 40 menit dan 30 pertama. Kapasitas adsorpsi Pb2+ dan Zn2+ pada konsentrasi awal 10 ppm masing-masing adalah 90,95% dan 43,60%. Recovery Pb2+ dan Zn2+ masing-masing 84,45% dan 57,13%
KAJIAN BIOSORPSI BIOMASSA BEKATUL TERHADAP TIMBAL(II)
Telah dilakukan penelitian kajian biosorpsi biomassa bekatul terhadap Pb(II). Biomassa bekatul didapatkan langsung dari pabrik penggilingan padi yang bertempat di Kecamatan Batang Alai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan. Kajian pH dan waktu optimum dilakukan untuk mengetahui kemampuan biosorpsi Pb(II) oleh biomassa bekatul. Di samping itu juga dilakukan recovery Pb(II) yang sudah diikat oleh biomassa bekatul. Kemampuan biosorpsi dan recovery dikaji pada bekatul tak terimobilkan dengan menggunakan metode Batch dan bekatul terimobilkan dengan menggunakan metode kolom. Hasil penelitian menunjukkan pada pH 5 dan selang waktu 15 menit bekatul dapat mengikat Pb(II) secara maksimal, dimana diperoleh kemampuan biosorpsi bekatul tak terimobilkan 3,96 mg Pb(II)/g biomassa dan bekatul terimobilkan 5,25 mg Pb(II)/g biomassa. Kemampuan recovery Pb(II) dari bekatul tak terimobilkan berkisar antara 63,35 – 84,36% dan untuk bekatul terimobilkan berkisar antara 98,48 – 99,88%
- …
