18 research outputs found
KEBUTUHAN HUMANISTIK TOKOH UTAMA DALAM NOVEL PENGANTIN REMAJA KARYA KEN TERATE
Kebutuhan Humanistik merupakan kebutuhan manusia yang saling berhubungan satu sama lain dengan tujuan memberikan kepuasan lahir maupun batin manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) kebutuhan fisiologis, (2) kebutuhan akan rasa aman, (3) kebutuhan akan rasa memiliki-dimiliki dan akan kasih sayang, (4) kebutuhan harga diri dan penghargaan, dan (5) kebutuhan akan aktualisasi diri tokoh utama dalam novel Pengantin Remaja karya Ken Terate. Sumber data penelitian ini adalah novel Pengantin Remaja karya Ken Terate yang duterbitkan oleh penerbit PT Gramedia Pustaka Utama Jakarta pada tahun 2022. Pengumpulan data dengan menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif dengan pendekatan psikologi sastra serta menggunakan teknik baca dan catat. Dengan langkah-langkah sebagai berikut: Membaca secara keseluruhan novel Pengantin Remaja karya Ken Terate sebagai sumber data utama untuk mendapatkan pemahaman yang baik dan membaca beberapa penelitian yang berkaitan dengan judul penelitian sebagai sumber data pendukung. Hasil penelitian menunjukan bahwa adanya data kebutuhan fisiologis yang berupa: makan, minum, tempat tinggal, seks dan oksigen. Kemudian dilanjutkan oleh kebutuhan akan rasa aman, kebutuhan akan rasa memiliki-dimiliki dan akan kasih sayang, kebutuhan akan harga diri dan penghargaan dan kebutuhan akan aktualisasi diri. Tokoh utama dalam novel Pengantin Remaja karya Ken Terate telah terpenuhi. Kesimpulan yang dapat peneliti tarik ialah bahwa manusia harus memenuhi kebutuhan fisiologisnya terlebih dahulu sebelum memenuhi kebutuhan ke tingkat yang lebih tinggi. Jika kebutuhan dasar belum terpenuhi, maka kebutuhan selanjutnya akan terhambat.Kata Kunci : Psikologi Sastra, Kebutuhan Humanistik, Tokoh Utama
NILAI PERJUANGAN TOKOH UTAMA PADA NOVEL SAVANNA DAN SAMUDRA KARYA KEN TERATE SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN AJAR SASTRA DI SMA
Nilai perjuangan merupakan suatu keberhasilan seseorang dalam berusaha menghadapi tantangan atau permasalahan hidup. Untuk menghadapi tantangan tersebut harus melalui usaha atau perjuangan yang dilakukan. Salah satu novel yang banyak mengandung nilai perjuangan yaitu novel Savanna dan Samudra karya Ken Terate. Pada tokoh Savanna, banyak sekali digambarkan tentang perjuangan hidupnya dalam menghadapi cobaan. Perjuangannya tersebut meliputi rela berkorban, menghargai, persatuan, semangat pantang menyerah, dan juga kerja sama. Mengingat nilai perjuangan tokoh yang dilalui Savanna ini begitu banyak, maka novel tersebut bisa menjadi sebagai sarana penanaman nilai-nilai perjuangan pada peserta didik. Oleh karena itu peneliti memilih penelitian nilai perjuangan tokoh utama pada novel Savanna dan Samudra sebagai Alternatif Bahan Ajar Sastra di SMA. Adapun fokus penelitian ini adalah 1) bagaimana wujud unsur intrinsik dan ekstrinsik dalam novel Savanna dan Samudra karya Ken Terate? 2) bagaimana wujud nilai perjuangan tokoh utama pada novel Savanna dan Samudra karya Ken Terate? dan 3) bagaimana analisis nilai perjuangan tokoh utama pada novel Savanna dan Samudra karya Ken Terate sebagai alternatif bahan ajar sastra di SMA?
Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan struktural genetik. Sumber data berupa novel Savanna dan Samudra karya Ken Terate serta narasumber seorang guru Bahasa Indonesia. Data dalam penelitian ini berupa narasi, dialog, dan monolog tokoh yang mengarah pada bentuk nilai perjuangan tokoh utama serta transkrip wawancara yang telah dilakukan. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah baca catat, sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis teks.
Berdasarkan hasil analisis data diperoleh simpulan, nilai perjuangan tokoh utama yang terkandung pada novel Savanna dan Samudra karya Ken Terate terdapat 13 data nilai rela berkorban, 17 data nilai menghargai, 17 data nilai persatuan, 20 data nilai semangat pantang menyerah, dan 12 data nilai kerja sama. Hasil penelitian juga menunjukkan jika nilai-nilai perjuangan tokoh utama dalam novel tersebut dapat dijadikan sebagai bahan ajar pada pembelajaran sastra di SMA terkait mengapresiasi teks fiksi dan nonfiksi
ANALISIS NILAI-NILAI PENDIDIKAN PADA NOVEL “PENGANTIN REMAJA KEN TERATE” SEBAGAI ALTERNATIF MATERI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS XII DI SMA
ABSATUL NURHASSYANAH (2023) : ANALISIS NILAI-NILAI PENDIDIKAN PADA NOVEL “PENGANTIN REMAJA KEN TERATE” SEBAGAI ALTERNATIF MATERI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS XII DI SMA
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data dalam bentuk nilai-nilai pendidikan yang
terdapat dalam novel Pengantin Remaja Karya Ken Terate dan Mendeskripsikan nilai-nilai
pendidikan alternatif materi pembelajaran Bahasa Indonesia kelas XII berbentuk novel Pengantin
Remaja Karya Ken Terate. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis isi dengan
pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi dan
mencatat. Analisis terdiri dari tiga unsur yaitu: reduksi data, penyajian data, penarikan
kesimpulan. Teknik Analisis terdiri dari tiga unsur yaitu: reduksi data, penyajian data, penarikan
kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel ini memiliki nilai-nilai pendidikan,
seperti nilai pendidikan nilai pendidikan religius, Jujur, Toleransi , Disiplin, Kerja Keras, Kreatif,
Mandiri, Demokratis, Rasa Ingin Tahu, Semangat Kebangsaan, Cinta Tanah Air, Menghargai
Prestasi, Bersahabat/Komunikatif, Cinta Damai, Gemar Membaca, Peduli Lingkungan, Peduli
Sosial, Tanggung Jawab dan relevansi nilai-nilai pendidikan pada novel” pengantin remaja karya
ken terate” sebagai alternatif materi pembelajaran bahasa indonesia di SMA kelas XII. Dengan
demikian, analisis pada novel dapat dijadikan sebagai bahan pembelajaran yang efektif bagi
siswa/i SMA. Terutama dapat membantu siswa mengembangkan keterampilan membaca dan
menulis baik menulis sastra maupun kebahasaan.
Kata Kunci: Bentuk Nilai-nilai Pendidikan, Alternatif Nilai-nilai Pendidikan, Materi
Pembelajara
INTERAKSI SOSIAL TOKOH UTAMA REMAJA DALAM TEENLIT NADA CINTA MARCELLA KARYA KEN TERATE (ANALISIS SOSIOLOGI KARYA SASTRA)
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) bentuk interaksi sosial, (2) faktor yang memengaruhi bentuk interaksi sosial, (3) unsur-unsur fiksi yang menunjukkan interaksi sosial tokoh utama remaja dalam teenlit Nada Cinta Marcella karya Ken Terate.
Objek penelitian ini adalah teenlit Nada Cinta Marcella karya Ken Terate. Penelitian difokuskan pada permasalahan yang berkaitan dengan interaksi sosial tokoh utama remaja beserta faktor pembentuknya yang dipahami dan dikaji berdasarkan perspektif sosiologi karya sastra. Data diperoleh dengan teknik pengumpulan data, yakni teknik baca catat. Kemudian dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif yang meliputi perbandingan data, kategorisasi, penyajian data, dan inferensi. Keabsahan data diperoleh melalui validitas (semantis) dan reliabilitas (interrater dan intrarater) untuk memperkuat hasil dan pemahaman mengenai fokus masalah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) bentuk interaksi sosial dalam teenlit Nada Cinta Marcella merepresentasikan interaksi remaja dengan teman dekatnya, sebagai orang yang lebih didengarkan dibanding keluarganya. (2) Faktor yang paling memengaruhi bentuk interaksi sosial adalah faktor imitasi, yaitu dengan meniru pola hidup dari majalah-majalah remaja. (3) Unsur-unsur fiksi yang terdapat dalam teenlit menunjukkan interaksi sosial pada remaja perkotaan dengan golongan sosial menengah ke atas
Analisis struktural novel My Friends, My Dreams karya Ken Terate
Penelitian yang berjudul Analisis structural novel My Friends, My Dreams karya Ken Terate ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan tema, latar penokohan dan gaya bahasa khususnya pemakaian kata dalam novel My Friends, My Dreams. Sedangkan manfaat penelitian adalah untuk menambah pengetahuan peneliti mengenal novel dan pembaca atau masyarakat mengenai novel, terutama novel karya pengarang muda dan pembaca dan untuk mendapatkan pengalaman menganalisis tema, latar, penokohan, dan gaya bahasa khususnya pilihan kata sebuah novel dan memberikan motivasi kepada peneliti selanjutnya untuk mengadakan penelitian tentang karya sastra khusunya novel.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Dalam penelitian ini, dihasilkan data deskriptif berupa kata-kata, frase, kalimat, ataupun paragraf yang dikutif dari novel My Friends , My Dreams yang mendukung aspek-aspek yang diteliti, yaitu tema, latar penokohan, dan gaya bahasa khusunya pemakaian kata dan ungkapan. Penelitian itu tergolong penelitian kepustakaan, karena dalam memperoleh data, peneliti melakukan kaji pustaka.
Dari analisis yang dilakukan diperoleh hasil sebagai berikut Tema novel My Friends, My Dreams adalah persahabatan beserta permasalahannya. Dalam novel tersebut pengarang hendak menyampaikan pesan bahwa persahabatan sejati akan terjalin apabila di antara sahabat ada kemauan utuk saling memahami dan mengerti karakter masing-masing.
Latar: (a) Peristiwa-peristiwa penting dalamnovel My Friends, My Dreams terjadi pada tahun 2004, (b) Peristiwa-peristiwa dalam cerita terjadi di Jogjakarta, tepatnyadi tempat ketiga tokoh utama bersekolah, tempat tinggal Marcella, dan kos Joy. (c) Cerita dalam novel ini terjadi di kalangan masyarakat menengah ke atas, terpelajar, dan masyarakat biasa/sederhana.
Penokohan: Dalam novel My Friends , My Dreams terdapat tiga tokoh utama yaitu Marcella, Joy, dan Wening. Sedangkan tokoh tambahan yang menonjol fungsinya adalah tokoh Devon, Tyas sahabat Joy dalam latihan teater, Andy adik Marcella, mama dan bapak Marcella, bapak kepala sekolah, bapak dan mama Joy , Galang ketua osis, dan paklik dan bulik Wening . Tokoh utama Marcella digambarkan berwatak tidak sabar, boros, keras, tetapi dia mau membantu teman yang sedang mendapat masalah, pengertian, pintar, modern, sedia dan lincah. Joy di luar watak kerasnya dan menyembunyikan sesuatu dari temannya, ia juga jujur, bias berdamai, sabar, mau memberikan saran pada temannya, pengertian , tidak cengeng , mandiri, dan bias diajak kerja sama. Sementara Wening berwatak dingin , ramah, sabar, memiliki rasa sopan santun tinggi, mau memberikan saran, rendah diri, kuper, memiliki tekad kuat untuk mendamaikan sahabatnya yang sedang mendapatkan masalah. Tokoh-tokoh tambahan yaitu tokoh Devon digambarkan berwatak ramah dan santai, tokoh Tyas adalah berwatak pengosip, Andy berwatak kekanak-kanakan , mama dan bapak Maecella berwatak ramah dan perhatian kepada anak-anak, bapak kepala sekolah pengertian, namun pelupa, bapak dan mama Joy berwatak sayang dan pengertian. Galang berwatak baik serta sabar, sedangan paklik dan bulik berwatak sopan, jujur serta perhatian. Penggambaran tokoh dan perwatakan dalam novel My Friends, My Dreams cenderung secara dramatic, artinya pengarang tidak secara eksplisit mendeskripsikan sikap, sifat, dan perilaku tokoh , melainkan lebih banyak menyajikan melalui dialog antar tokoh dalam cerita.
Gaya bahasa yang digunakan pengarang, selain kata-kata dalam percakapan sehari-hari lengkap dengan istilah gaul remaja masa kini, menonjol juga penggunaan bahasa asing yaitu bahasa Inggris yang disiapkan pengarang di antara dialog-dialog di dalam novel tersebut.
Kenyataan menunjukkan bahwa novel-novel remaja, termasuk novel My Friends, My Dreams karangan Ken Terate, digemari para remaja. Dengan membaca novel, para siswa yang pada umumnya juga para remaja, bias meningkatkan pemahaman mereka terhadap sastra. Di sisi lain, hal itu dapat meningkatkan apresiasi sastra mereka.
Oleh karena itu, peneliti menyarankan hal-hal sebagai berikut: (1) Guru pangajar sastra hendaknya menyertakan novel-novel remaja sebagai alternative bahan pengajaran sastra, di samping novel-novel sastra yang tercantum dalam silabus kurikulum, (2) Motivasi membaca para siswa khususnya membaca karya sastra hendaknya ditumbuhkan melalui membaca novel-novel remaja yang memiliki daya tarik yang kuat bagi mereka, dan (3) Penelitian berikutnya hendaknya lebih memberikan perhatian pada penelitian novel-novel remaja, karena dengan penelitaian yang dilakukan, hasil penelitian terhadap novel-novel remaja tersebut bias menjadi dasar kritik bagi novel-novel remaja, yang selanjutnya diharapkan dapat meningkatkan kualitas karya para penulis novel remaja
Masalah Sosial dan Nilai Moral dalam Novel Pengantin Remaja Karya Ken Terate
Penelitian ini berawal dari karya sastra berupa novel yang mengangkat masalah sosial yang terjadi di masyarakat. Karya sastra dapat menjadi salah satu media yang mencerminkan berbagai peristiwa yang terjadi dan dituangkan dalam bentuk tulisan. Novel yang mengangkat mengenai masalah sosial akan memberikan nilai moral yang dapat diambil dari pemeran atau tokoh. Atas dasar permasalahan tersebut, peneliti melakukan penelitian dengan tujuan untuk mendeskripsikan masalah sosial dan nilai moral dalam novel Pengantin Remaja karya Ken Terate. Penelitian tersebut berjenis kualitatif dengan mendeskripsikan data menggunakan teknik pengumpulan data yaitu baca dan catat. Kemudian, teknik analisis data dengan model Miles dan Hubberman serta teknik penyajian data dilakukan secara informal. Penelitian ini ditemukan data masalah sosial berupa kemiskinan, kejahatan, disorganisasi keluarga, masalah generasi muda dalam masyarakat modern, pelanggaran terhadap norma-norma masyarakat, dan total berjumlah 53 data. Kemudian, terdapat empat wujud masalah sosial yang tidak ditemukan data yaitu peperangan, masalah kependudukan, masalah lingkungan hidup, dan birokrasi. Penelitian ini juga ditemukan data yang menunjukkan nilai moral berupa hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan diri sendiri, hubungan manusia dengan orang lain dalam lingkup sosial, dan berjumlah 51 data. Penelitian tersebut menunjukkan novel yang diteliti diangkat dari permasalahan yang terjadi dimasyarakat terutama lingkup keluarga dan memberikan nilai moral untuk peduli atau berbuat baik pada orang lain dengan berbagai cara
GAYA HIDUP DALAM TEENLIT INDONESIA: KAJIAN SEMIOTIKA TERHADAP NOVEL MY FRIENDS MY DREAM KARYA KEN TERATE DAN GLAM GIRLS KARYA NINA ARDIANTI
Abstract: Teenlit as a part of popular literature is chosen for research with the aim of describing (1) picture of teen characters in Teenlit novels, (2) the forms of tenenage characters meaning in popular culture novels. Novels My Friends My Dream by Ken Terate published by Gramedia in 2005, Glam Girls by Nina Ardianti published by Gagas Media in 2008, are the objects of this study were analyzed by semiotic analysis method of Roland Barthes. This research showed that both of the novels also reveal show adolescents make sense of popular culture, through adolescence metropolitan lifestyle that characterized the consumption patterns of adolescents such as shopping at the mall, a teen trendsetters and have a career related to the popular world as social capital in their relationships. The pattern of consumption in adolescents experienced, indicate the change of lifestyle as a form of adaptation which is characterized by the appearance of a symbolic form of representing a popular teenager
Analisis Kecepatan Tendangan Sabit Pada Atlet Remaja Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate SMA Negeri 1 Soko Kabupaten Tuban
The purpose of the study was to determine speed of sickle kicks performed by young pencak silat athletes at Soko 1 Public High School, Tuban Regency, Persaudaraan Setia Hati Terate. A survey-based quantitative descriptive study was the focus of this investigation. 25 youth martial arts athletes from the Persaudaraan Setia Hati Terate martial arts college research that the authors use. Seeing from the population under 100 samples, only about 25 people were used as samples. In this study author used descriptive analysis of percentage to Obtain sickle kick speed test result for data analysis. Men's right leg crescent kick scored 82.35 percent as "good" and 17.64 percent as "enough", while men's left leg crescent kick scored 58.82 percent as "good" and 41.17 percent as "enough". The women's left leg sickle kick had a good category of 62.50 percent and 37.50 percent sufficient, while the women's right leg sickle kick had a good category of 87.50 percent and 12.50 percent sufficient. The results showed that the speed of the sickle kick performed by the young pencak silat athletes of the Persaudaraan Setia Hati Terate SMA Negeri 1 Soko, Tuban Regency, was classified as satisfactory. Right foot sickle kick has the highest percentage of kick speed among male and female pencak silat athletes.Keywords: Speed, Sickle Kick, and Persaudaraan Setia Hati Terate Pencak Silat Kic
