604 research outputs found

    Perancangan Sistem Informasi Akademik Berbasis Web Pada Rumah Musik Karsono

    No full text
    Rumah Musik Karsono merupakan suatu badan usaha yang bergerak dalam dunia pendidikan bagi orang-orang yang hobi atau suka dengan musik. Dimana didalamnya terdapat berbagai jenis kegiatan akademik yang menjadi tanggungjawab para pengelola Rumah Musik Karsono. Dalam kegiatannya masih terdapat kesalahan dalam pencatatan data siswa, pembayaran, jadwal, dan nilai bagi siswa karena sistem yang masih manual. Untuk mendukung kegiatan akademik tersebut, diperlukan suatu sistem yang menunjang kelancaran dalam melakukan kegiatan akademik di Rumah Musik Karsono. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membantu menyelesaikan masalah yang sedang terjadi di lembaga tersebut dengan merancang sebuah sistem informasi. Kegunaan dari penelitian yang penulis lakukan adalah dapat menambah wawasan dalam merancang sistem informasi dan dapat mengimplementasikan ilmu yang didapatkan kedalam praktek kehidupan secara nyata. Pendekatan kasus di Rumah Musik Karsono menggunakan metode deskriptif, yaitu suatu metode dengan tujuan untuk membuat gambaran secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat pada suatu objek penelitian tertentu. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Pengembangan sistem ini, penulis menggunakan metode pengembangan sistem Prototype paradigma dengan teknik pengumpulan data yang digunakan, yaitu wawancara dan observasi. Metode pendekatan sistem menggunakan metode pendekatan berorientasi objek, yaitu Use Case Diagram, Activity Diagram, Sequence Diagram, Collaboration Diagram, Class Diagram, Component Diagram, dan Deployment Diagram. Implementasi dan rancangan program menggunakan bahasa pemrograman PHP dengan database MySql. Sistem Informasi Akademik Berbasis Web ini diharapkan dapat mempermudah dan membantu pendaftar dalam melakukan pendaftaran tanpa harus datang langsung ke Rumah Musik Karsono dan dapat memperoleh informasi mengenai hal-hal yang berhubungan siswa dan pengajar, serta memudahkan pula petugas dalam melakukan proses kegiatan akademik

    PSIKOANALISIS SIGMUND FREUD DALAM CERPEN SENTIMENTALISME CALON MAYAT DAN INSOMNIA KARYA SONY KARSONO

    Full text link
    Cerpen merupakan sebuah akronim dari kata cerita pendek, yaitu salah satu jenis karya sastra yang menyajikan cerita yang singkat, padat, dan jelas dengan ruang pengembangan tokoh yang relatif terbatas karena unsur-unsur pembangun ceritanya yang terpusat pada satu cerita, sehingga memberikan kesan tunggal dalam cerita. Pada cerpen Sentimentalisme Calon Mayat dan Insomnia karya Sony Karsono, tokoh yang dihadirkan pada cerpen tersebut memiliki aspek psikologis yang unik dalam memengaruhi tindakan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepribadian pada tokoh cerpen Sentimentalisme Calon Mayat dan Insomnia Karya Sony Karsono menggunakan teori psikoanalisis Sigmund Freud. Metode yang digunakan dalam menganalisis cerpen ini ialah metode penelitian kualitatif dengan teknik simak catat. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat 4 tokoh dalam cerpen Sentimentalisme Calon Mayat dan 3 tokoh pada cerpen Insomnia karya Sony Karsono, yang didominasi oleh struktur kepribadian id pada masing-masing cerpen.

    Hidroponik: Skala rumah tangga/ Karsono Sudibyo

    No full text
    vii+ 64 hal : 23,5 c

    Penerapan model pembelajaran react (relating, experiencing, applying, cooperating, transfering) untuk meningkatkan keterampilan menulis teks nonfiksi peserta didik kelas V C sekolah dasar

    Full text link
    The purpose of this research is to improve nonfiction text writing skills at V C students of Djama’atul Ichwan Elementary School by REACT learning model. This research uses Classroom Action Research (CAR) method. The research was conducted in three cycles. Each cycle consists of one meeting. There are four stages that are passed in each cycle. The stages are a) planning, b) implementation of actions, c) observation, and d) reflection. The subject of this research was a teacher and 22 students of class V C. Data in this reseacrh were collected through interview, tests, observations, and documentations. The data then tested foe validity by data triangulation and techniques triangulation. Miles & Huberman interactive analysis is used as a data analysis technique in this research. The minimum completeness criteria for Indonesian subjects was 75. The results showed classical completeness in the first cycle was 52,38%, increased again to 80,95% in the second cycle, and in the third cycle the clasical completeness was 86,36%. Based on the results obtained, it can be seen that the application of the REACT learning model can improve the nonfiction text writing skills of elementary school students in Surakarta in the 2019/2020 school year

    Preserving of Information Value in Oral Tradition of Minangkabau society, West Sumatera, Indonesia

    Full text link
    Minangkabau society is very well known of their oral tradition named kaba babarito that expresses a message from one to others orally. Oral tradition of Minangkabau is very strong in many aspects of life, for example the tradition of maota di lapau (chatting on lapau), which is one way for men in Minangkabau to communicate and socialize. All forms of oral tradition in Minangkabau society contains of various information values such as, religion valuable information, information of historical value, customs and public practices information, information that has the values of local wisdom in the daily life of the community, as well as genealogical information or descendant of a family in the community. All of the information are received, developed, and derived to future generations through a wide variety of oral tradition, known by the Minangkabau society. These include various forms of oral tradition in a traditional ceremony which tend to be formal, oral traditions relating to the association in people's daily life, oral tradition of mantra, and the oral tradition in the form of performing arts. However, the issues raise at this time, oral tradition has begun to be abandoned and forgotten by the Minangkabau society. In addition due to the metanarrative discourse that create the public opinion such local culture is less meaningful,rapid information and communication technology development and the lack of any transfer in oral tradition affect the existence of oral tradition in Minangkabau society. Documentation and information centers, such as libraries, archives institution, as well as museum has a moral responsibility to identify, collect, preserve and actualize the oral tradition, particularly the information contained in the oral tradition. Preservation of knowledge in oral tradition is one step into the collective responsibility of government and society in preservation, storage, and the actualization of the oral tradition

    Acculturation Chinese Symbol on Madura Batik Motif

    Full text link
    Page Header Logo Asian Social Science User Username Password Remember me Journal Content Search Search Scope Browse By Issue By Author By Title Other Journals Font Size Make font size smaller Make font size default Make font size larger Information For Readers For Authors For Librarians Current Issue Atom logo RSS2 logo RSS1 logo Home About Login Register Search Current Archives Announcements Recruitment Editorial Team Submissions Index Contact Other Journals Publisher Home > Vol 12, No 4 (2016) > Karsono Acculturation Chinese Symbol on Madura Batik Motif Ong Mia Farao Karsono, Lintu Tulistyantoro Abstract This study has two chief purposes. Firstly, to introduce the Madurese Batik from Indonesia which has not yet been widely studied, and secondly, to show the acculturation of the Chinese culture in the motif of Madurese Batik. Research method employed in this study was descriptive qualitative, because our topic involves cultural and humanity sciences. The writers interview batik makers from the towns of Pamekasan, Tanjung Bumi, Sumenep, and Sampang, as research informants. We take two batik makers as representatives of each town. The four towns are selected because those towns are the centers of batik in Madura. To crosscheck the information obtained from the batik makers, also interview two collectors of Madurese batik who have good knowledge of Madurese batik. The data from the interviews and the photographic documentation of Madurese batiks are sorted and then analyzed by relating them to the theories about Madurese culture, acculturation process, and Chinese culture. The discussions and conclusions of the analyses correspond with the hypotheses proposed at the beginning of the study, which states that there are acculturations of the symbols on Madurese Batik motifs, which can be seen in the paintings of phoenix, butterfly, fish, bamboo trees on the batik, and that the acculturation process occurs naturally without conscious knowledge of the Madurese

    Gaya bahasa, pengimajian, dan tema puisi dalam Sajak-Sajak Bulan karya Karsono H. Saputro

    Full text link
    Penelitian gaya bahasa, pengimajian, dan tema puisi dalam Sajak-sajak Bulan ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan gaya bahasa, pengimajian, dan tema puisi-puisi Sajak-Sajak Bulan karya Karsono H. Saputro. Penelitian ini tergolong dalam penelitian deskriptif kualitatif. Data berupa kata, larik, dan bait yang dikutip dari puisi Hasil penelitian (1) gaya bahasa yang digunakan (a) simile, (b) metafora , (c) personifikasi, (d) sinekdoke, (e) hiperbola,, (2) pengimajian yang digunakan (a) pengimajian visual, (b) pengimajian auditif, (c) pengimajian taktil, (3) tema yang digunakan (a) dua belas tema cinta kasih pria dan wanita, (b) enam tema kemanusiaan, (c) satu tema ketuhanan, dan (d) tema keadilan sosia

    Unsur Hegemoni dalam Cerita Sun Pin vs Bang Koan

    No full text
    UNSUR HEGEMONI DALAM CERITA SUN PIN VS BANG KOAN Ong Mia Farao Karsono* [email protected] Jurusan Sastra Tionghoa Universitas Kristen Petra Surabaya Abstrak Makalah ini bukan menganalisis novel dari segi strategi perang yang selalu dibicarakan masyarakat, tetapi mengaplikasikan teori konsep hegemoni Marxis dan hegemoni Gramsci ke dalam alur cerita. Novel yang digunakan adalah kisah riwayat hidup tokoh Sun Pin. Dalam novel Sun Pin vs Bang Koan ini selalu terjadi peristiwa-peristiwa yang sarat dengan konsep hegemoni Marxis maupun hegemoni Gramsci. Hegemoni Marxis merupaan hegemoni kekerasan yang terjadi pada negara Jin terhadap negara tetangga; tokoh Sun Cho terhadap tokoh Pek Ki; tentara Pek Ki terhadap tentara Sun Cho; perdana menteri terhadap warganya. Sementara itu hegemoni Gramsci merupakan hegemoni tidak mengandung unsur kekerasan, melainkan mengandung unsur kesadaran diri sendiri. Hegemoni Gramsici ini terjadi pada tugas panglima perang raja; peraturan negara terhadap rakyatnya; Sun Pin melakukan perintah si bocah kecil; peraturan perguruan terhadap muridnya; peraturan perguruan terhadap muridnya; instruksi sang guru terhadap muridnya. Bagian bab satu penindasan itu jelas-jelas merupakan sebuah kekerasan dan pembunuhan yang menunjukkan hegemoni dari konsep Marxis.Cerita yang mengisahkan peristiwa-peristiwa yang dialami Sun Pin dan Bang Koan di bab dua menunjukkan juga hegemoni, tetapi sudah bukan lagi berupa kekerasan melainkan sudah berupa penguasaan ideologi atau kesadaran moral seseorang. Hegemoni dengan menguasaai kesadaran moral seseorang inilah yang termasuk dalam kategori hegemoni dari konsep Gramsci. Kata-kata kunci: Hegemoni Marxis hegemoni Gramsci Sun Pin Bang Koa

    ANALISIS KEPUASAN PENGGUNA E-RAPOR MENGGUNAKAN METODE END-USER COMPUTING SATISFACTION (EUCS)

    Full text link
    ANALISIS KEPUASAN PENGGUNA E-RAPOR MENGGUNAKAN METODE END-USER COMPUTING SATISFACTION (EUCS) RANDI KARSONO MURTI NIM: 11553102924 Tanggal Sidang: 05 Juli 2021 Periode Wisuda: Program Studi Sistem Informasi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Jl. Soebrantas, No. 155, Pekanbaru ABSTRAK SMPN 1 Dumai telah menerapkan E- Rapor untuk mempermudah guru dalam mengelola nilai rapor siswa. Sistem rapor ini telah digunakan sejak tahun 2017. Hal yang mendasari penelitian ini adalah masih adanya beberapa orang guru yang merasa kesulitan menggunakan E-Rapor dikarenakan penginputan nilai tidak dapat dilakukan langsung pada sistem, melainkan guru harus mendownlad format nilai terlebih dahulu dalam bentuk excel kemudian jika terjadi kesalahan dalam penginputan nilai pengguna harus mengimport file nilai kembali kedalam sistem. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan pengguna E-Rapor di lihat dari lima variabel yang terdapat dalam End-User Computing Satisfaction (EUCS) yaitu isi (content), keakuratan (accuracy), bentuk (format), kemudahan penggunaan (ease of use) dan ketepatan waktu (timeliness). Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa pengguna E-rapor Puas dalam menggunakan OPAC sebesar 74,60% yang termasuk ke dalam kategori setuju yang berarti E-rapor memberikan kepuasan kepada pengguna. Dari ke lima variabel EUCS yang memiliki pengaruh terbesar terhadap kepuasan pengguna yaitu variabel format sebesar 78,7% yang berarti tampilan yang menarik pada e-rapor dapat meningkatkan kepuasan pengguna dan variabel yang memiliki pengaruh terendah terhadap kepuasan pengguna yaitu variabel accuracy sebesar 70,6%. Kata Kunci: EUCS, E-rapor, Kepuasan Pengguna, SMPN 1 Dumai

    PENERAPAN PENDEKATAN GENERATIVE LEARNING DENGAN STRATEGI PEER LESSONS UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI DIMENSI TIGA DI KELAS X3 SMA NEGERI 1 NGEMPLAK BOYOLALI TAHUN AJARAN 2012/2013

    Full text link
    ABSTRAK Lorena Dara Putri Karsono . P ENERAPAN PENDEKATAN GENERATIVE LEARNING DENGAN STRATEGI PEER LESSONS UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIF AN DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI DIMENSI TIGA DI KELAS X3 SMA N EGERI 1 NGEMPLAK BOYOLALI TAHUN AJARAN 2012/2013 . Skripsi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta. Oktober 2013. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keaktifan dan hasil belajar siswa dengan menggunakan pendekatan generative learning dengan st r ate gi peer lessons di kelas X3 SMA Negeri 1 Ngemplak Boyolali . Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, tindakan, observasi, da n refleksi. Subyek penelitian ini adalah siswa X3 SMA Negeri 1 Ngemplak Boyolali tahun aj aran 2012/2013 yang berjumlah 27 siswa. Sumber data pada penelitian ini diperoleh berdasarkan informasi dari guru dan siswa. Teknik pengumpulan data adalah dengan obse rvasi, tes, dokumentasi, dan wawancara. Teknik analisis data adalah dengan analisis deskriptif. Validasi data dari keaktifan belajar siswa dengan menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian menyimpulkan dengan pelaksanaan tindakan kelas melalui pendekatan generative learning dengan staretgi peer lessons pada sub pokok bahasan menentukan kedudukan, jarak dan besar sudut yang melibatkan titik, garis dan bidang dalam ruang dimensi tiga dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika. Hal ini didasarkan pada hasil tes dan observasi. Dari h asil observasi pada siklus I diperoleh rata - rata per sentase keaktifan siswa mencapai 59,62 % dengan visual activities 76,86 %, oral activities 56,80 %, wri ting activities 69,14 % dan motor activities 49,04 %. Pada siklus II men galami peningkatan rata - rata per senta se keaktifan siswa sebesar 21,73 % menjadi 86,54 % dengan visual activities 88,89 %, oral activities 88,43 %, writing activities 88,23 % dan motor activities 80,56 %. Sedangkan dari hasil tes unit I, per sentase hasil belajar siswa sebesar 62,96 % dan pada siklus II persentase hasil belajar siswa me ngalami peningkatan sebesar 33,34 % menjadi 96,30 %. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan pendekatan generative learning dengan staretgi peer lessons dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa kelas X3 SMA Negeri 1 Ngemplak Boyolali tahun ajaran 2012/2013. Kata kunci : Pendekatan generative learning dengan st r ate gi peer lessons , keaktifan belajar siswa, hasil belajar siswa
    corecore