1,722,743 research outputs found
Bung karno dan revolusi mental tahun 2017
Revolusi mental pada hakikatnya adalah sebuah ajakan perubahan, perbaikan menuju kebaikan dan meninggalkan segala penyakit mentalitas yang menggerogoti anak bangsa, baik di masyarakat maupun kalangan pemerintahan. Revolusi mental menururt bung karno menghendaki manusia indonesi untuk keliaran, koboian, kemesuman, keinlanderaan, dan menjadi manusia indonesia yang seluruhnya dan seutuhnya jadi manusia pembina.Buku ini menguak dan menjlentrehkan revolusi mental dengan melihat sisi - sisi humanisme bung karno melalui ucapan, tindakan, dan kehidupan keseharian sang penyambung lidah rakyat indonesia.iv, 378 hlm, 21 x 14,1 c
Pemanfaatan Layanan Koleksi Khusus Bung Karno di UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno Blitar-Jawa Timur
ABSTRAK Syarifah, Shafira Nur. 2017. Pemanfaatan Layanan Koleksi Khusus Bung Karno di UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno Blitar-Jawa Timur. Tugas Akhir, Program Studi D3 Perpustakaan, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Muakibatul Hasanah, M.Pd., Kata Kunci : perpustakaan kepresidenan, layanan koleksikhusus Bung Karno Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan pemanfataatan layanan Koleksi Khusus Bung Karno di UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno. Penelitian ini berfokus pada (1) latar belakang pemustaka yang memanfaatkan layanan koleksi khusus Bung Karno, (2) sistem layanan Koleksi Khusus Bung Karno, (3) bentuk pemanfaatan layanan koleksi khusus Bung Karno oleh pemustaka, dan (4) faktor yang memengaruhi ketertarikan pemustaka memanfaatkan layanan koleksi khusus Bung Karno. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metodepenelitian deskriptif. Data penelitian berupa deskriptifdarilatar belakang pemustaka, sistem layanan Koleksi Khusus Bung Karno, bentuk pemanfaatan layanan Koleksi Khusus Bung Karno oleh pemustaka dan faktor yang memengaruhi ketertarikan pemustaka untuk memanfaatkan layanan koleksi khusus Bung Karno. Sumber data berasal daripetugas layanan koleksi khusus Bung Karno, dan pemustakalayanan koleksi khusus Bung Karno UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara, dokumentasi dan observasi. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap reduksi data dengan memilih data yang dibutuhkan sesuai rumusan masalah, penyajian data (data display) untuk mendapatkan data yang lebih sistematis, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian, Perpustakaan Porklamator Bung Karno menyediakan layanan koleksi khusus Bung Kano. Latarbelakang pemustaka layanan koleksi khusus Bung Karno meliputi(1) pelajar berusia 16-18 tahun, berasal dari daerah Blitar dan Trenggalek, (2) mahasiswa berusia 20-23 tahun, berasal dari daerah Tulungagung, Surabaya, Yogyakarta dan Blitar, (3) pegawai, porli/TNI beusia 24-26 tahun, berasal dari daerah Tulungagung, Surabaya dan Malang, dan (4) umum berusia 22-25 tahun, berasal dari daerah Kediri dan Pare. Sistem layanan koleksi khusus Bung Karno menerapkan sistem tertutup.Bentuk pemanfaatan layanan koleksi khusus Bung Karno oleh pemustaka meliputi: (1) membaca, (2) penelitian, mahasiswa tugas akhir sering mengambil penelitian dengan fokus subjek Bung Karno (3) diskusidan (4) mengkajihal-hal yang berkaitandengan Bung Karno. Faktor yang mempengaruhitingkat pemanfaatan koleksi khusus Bung Karno adalah koleksi pada layanan lengkap, fasilitasnya mewadahi dan pustakawannya memiliki kompetensi. Berdasarkan hasil penelitian diatas, saran yang dapat dikemukakan untuk meningkatkan pemanfaatan layanan Koleksi Khusus Bung Karno yaitu (1) diharapkan kepada pemustaka agar dapat mengimplementasikan semangat juang dan cinta tanah air dari Bung Karno, (2) seyogyanya pustakawan dapat menguasai konten buku-buku di layanan koleksi khusus Bung Karno, sehingga mampu memberikan alternalif pilihan buku-buku lain kepada pemustaka. Dan pustakawan juga dapat memahami tata letak buku-bukunya sehingga dapat lebih cepat dalam melayani pemustaka, (3) seyogyanya koleksi di layanan Koleksi Khusus Bumg Karno pengadaan koleksinya dilakukan secara rutin, agar pemustaka layanan Koleksi Khusus Bung Karno meningkat, (4) seyogyanya pustakawan yang berkompeten diberi hadiah dan penilaian dari instansi, agar pustakaawan dapat meningkatkan kompetensinya.
Pemanfaatan Koleksi Khusus Bung Karno di UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno
ABSTRAK Putri, Iva Yuana. 2017. Pemanfaatan Koleksi Khusus Bung Karno di UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Muakibatul Hasanah, M.Pd, (II) Drs. Darmono, M.Si. Kata Kunci: pemanfaatan, koleksi khusus Bung Karno Koleksi khusus Bung Karno merupakan koleksi yang berkaitan dengan Bung Karno. Koleksi khusus Bung Karno perlu diteliti pemanfaatannya karena koleksi ini merupakan fokus utama pada perpustakaan tersebut, namun pengunjung ruang koleksi khusus sangat sedikit. Tujuan penelitian skripsi ini untuk mendeskripsikan (a) tingkat pemanfaatan koleksi khusus Bung Karno di UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno, (b) latar belakang pemustaka yang memanfaatkan koleksi khusus Bung Karno di UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno, dan (c) faktor-faktor yang memengaruhi tingkat pemanfaatan koleksi khusus Bung Karno di UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengunjung perpustakaan, dengan mengambil sampel secara insidental (kebetulan). Instrumen yang digunakan berupa angket dan pedoman wawancara. Kegiatan analisis data yaitu editing, mengelompokkan data berdasarkan rumusan masalah, dan tabulasi. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh tiga simpulan sebagai berikut. Pertama, tingkat pemanfaatan koleksi khusus Bung Karno masih rendah. Intensitas kunjungan ke bagian koleksi khusus masih jarang (74%). Frekuensi penggunaan koleksi khusus Bung Karno 1-2 kali dalam satu bulan (81%), dengan waktu yang digunakan selama 1-2 jam (55%). Alasan responden tidak memanfaatkan karena tidak tahu letak koleksi khusus dan informasi yang dicari tidak ada di koleksi khusus (34%). Kedua, latar belakang pemustaka yang memanfaatkan koleksi khusus Bung Karno lebih dari setengah responden adalah perempuan, sisanya laki-laki. Sebagian besar responden (94%) berumur 14-29 tahun, sisanya berumur 30-60 tahun. Lebih dari setengah responden (52%) memiliki pendidikan SMA, sisanya S1 dan SMP. Dilihat dari status pekerjaan, lebih dari setengah responden (55%) masih pelajar, sisanya mahasiswa, guru/dosen, pekerjaan lainnya, dan pegawai. Sebagian besar responden (84%) berasal dari daerah Blitar, sisanya dari luar Blitar. Lebih dari setengah responden (58%) merupakan anggota perpustakaan, sisanya non anggota perpustakaan. Ketiga, faktor-faktor yang memengaruhi tingkat pemanfaatan koleksi khusus Bung Karno yaitu faktor internal (kebutuhan, motif, dan minat) dan faktor eksternal (kelengkapan koleksi, keterampilan pustakawan dalam melayani, dan ketersediaan fasilitas). Faktor internal yang memengaruhi pemanfaatan koleksi khusus Bung Karno: faktor kebutuhan, kurang dari setengah responden (34%) memanfaatkan koleksi khusus Bung Karno untuk kebutuhan menambah pengetahuan pada bidang tertentu, sisanya untuk memenuhi kebutuhan lainnya; faktor motif pemanfaatan, lebih dari setengah responden (53%) bermotif untuk mengerjakan tugas sekolah/kuliah, sisanya untuk mengisi waktu luang, tertarik dengan isi yang disajikan, dan penelitian; faktor minat pemanfaatan, sebagian kecil responden (24%) berminat pada subjek sejarah, sisanya biografi Bung Karno, abstrak, jurnalisme, pepatah, ilmu sosial (politik dan ekonomi), agama, dan kesusasteraan. Faktor alasan, kurang dari setengah responden (45%) memilih subjek yang diminati karena terkait dengan tugas yang sedang dikerjakan, sisanya untuk menambah ilmu pengetahuan, mengetahui lebih dalam tentang Bung Karno, dan sekadar membaca untuk mengisi waktu luang. Faktor cara pemanfaatan, setengah responden (50%) memanfaatkan koleksi dengan cara mencatat informasi di dalamnya, sisanya membaca di tempat dan berdiskusi. Faktor eksternal yang memengaruhi pemanfaatan koleksi khusus Bung Karno: lebih dari setengah responden memberikan respon baik pada kelengkapan koleksi khusus dengan rata-rata 67,25%, keterampilan pustakawan dalam melayani dengan rata-rata 54%, dan ketersediaan fasilitas dengan rata-rata 55,5%. Berdasarkan kesimpulan tersebut, maka diberikan saran kepada pustakawan dan pengelola perpustakaan. Kepada pustakawan disarankan agar (1) lebih sering melakukan promosi koleksi khusus Bung Karno ke daerah Blitar maupun luar Blitar, terutama ke lembaga pendidikan agar koleksi khusus Bung Karno lebih dikenal masyarakat luas, (2) memberikan bimbingan pemustaka kepada anggota maupun non anggota perpustakaan, (3) meningkatkan pelayanan yang diberikan kepada pengunjung perpustakaan. Kepada pengelola disarankan agar menyediakan koleksi khusus yang dibutuhkan oleh masyarakat, seperti subjek sejarah karena paling banyak diminati
Total Bung Karno : Serpihan Sejarah yang Tercecer
"Sajian buku ini saya katakan \u27enteng berisi\u27. Narasi yang runtut dengan gaya bahasa yang ringan, membuat saya percaya buku ini tidak saja memuaskan kerinduan para Sukarnois senior, tetapi juga mampu menjangkau segmen Sukarnois muda. Pilihan topik yang ringan, sangat menonjolkan sisi humanisme seorang Sukarno. Terlebih bahwa berbagai topik yang diangkat, banyak yang belum diketahui oleh masyarakat umum, atau bahkan sama sekali belum diketahui oleh generasi muda Indonesia pada umumnya."
- Sukmawati Soekarnoputri, Putri Bung Karno
TOTAL BUNG KARNO ini menjlentreh-kan kepada kita tentang Bung Karno sebagai manusia dengan banyak dimensinya yang selama ini masih banyak tercecer dan belum banyak dipublikasikan. Dengan membaca buku ini kita bisa terharu pada ketulusan Bung Karno, bisa tersenyum pada kejenakaan Bung Karno, bisa kagum pada kecerdasan Bung Karno, bisa sedih atas penderitaan Bung Karno, bisa kecewa atas sikap tertentu dari Bung Karno, bisa optimis atas masa depan dari visi dan langkah Bung Karno. Di atas semua itu, akhirnya, kita akan mendecak kagum sambil mengatakan, "Kita bangga pada Bung Karno dan kita rindu pada pemimpin seperti Bung Karno."
- Mahfud MD, Ketua Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia periode 2008-2013
"Buku Total Bung Karno ini menurut saya adalah salah satu dari sekian banyak publikasi yang menguak sejarah Bung Karno. Penulisnya, Mas Roso Daras, mampu menceritakan sosok pemimpin besar dengan gaya bahasa yang ringan, mudah dimengerti namun sarat akan makna serta pesan moral di dalamnya. Serpihan-serpihan sejarah di buku ini, akan mengubah pemahaman generasi muda bangsa ini mengenai sosok Bung Karno secara utuh.
- Bambang Pamungkas, Tokoh muda sepak bola Indonesia
Perancangan Destination branding Gelora Bung Karno
Gelora Bung Karno merupakan suatu kawasan yang saat ini tidak hanya sekadar
fasilitas olahraga dan arena multifungsi. Melainkan monumen spektakular dan
cagar budaya yang masih aktif sebagai ruang pubik. Menjadi kawasan yang aktif
sebagai ruang publik tentu menguntungkan Gelora Bung Karno untuk terhindar dari
keterbengkalaian. Namun di sisi lain, masyarakat menjadi cenderung melihat
Gelora Bung Karno sebatas fasilitas. Akibatnya, aktivitas mereka menyebabkan
Gelora Bung Karno rentan terhadap kerusakan, seperti vandalisme dan perusakan.
Oleh sebab itu, dibutuhkan destination branding untuk menambah nilai pada Gelora
Bung Karno agar masyarakat mulai memandang Gelora Bung Karno sebagai
bangunan bersejarah. Metode yang digunakan dalam perancangan destination
branding adalah wawancara, kuesioner, studi pustaka, dan forum group discussion
untuk mendapatkan data-data yang digunakan sebagai acuan perancangan konsep
komunikasi Gelora Bung Karno. Perancangan destination branding ini merupakan
salah satu langkah mengedukasi, menanamkan rasa cinta, dan meningkatkan
kepedulian masyarakat terhadap bangunan serta mendatangkan pengunjung baru
Gelora Bung Karno
MITOS BUNG KARNO ING KOMPLEKS WISATA MAKAM BUNG KARNO KUTHA BLITAR
ABSTRAK Mitos yaiku crita kang asipat suci lan nduweni wujud simbolik. Salah siji mitos kang misuwur lan isih dipercaya ing Kutha Blitar yaiku mitos ngenani Ir. Sukarno utawa Bung Karno. Adhedhasar andharan kasebut, panliten iki nduweni underan, yaiku (1) Kepriye mula bukane mitos Bung Karno ing KWMBK Kutha Blitar, (2) Mitos apa wae kang ana ing KWMBK?, (3) Kepriye fungsi kang kinandut sajrone mitos Bung Karno ing KWMBK?, lan (4) Kepriye persepsi masyarakat tumrap mitos Bung Karno ing KWMBK?. Tujuwan panliten iki ngandharake underan panliten kasebut. sss Paedah saka panliten iki kanggo pamaca supaya asil panliten iki bisa menehi informasi ngenani sejarah, fungsi, tradhisi lan kapitayan, sarta persepsi masyarakat ngenani Mitos Bung Karno. Kanggo panulis, supaya bisa nambah kawruh ngenani folklor kang ana ing dhaerahae dhewe. Kanggo panliti liyane, supaya bisa dadi referensi sajrone panlitene sing bacute sarta bisa dadi semangat sajrone nglakoni panliten folklor. Paedah kanggo pamrentah Kutha Blitar, mligine ing babagan kabudayan lan pariwisata supaya bisa didadekake bahan dhokumentasi lan bisa ngrembakakae folklor ing Kutha Blitar. Dene kanggo masyarakat sakupenge KWMBK supaya bisa dadi sumber informasi ngenani Mitos Bung Karno ing KWMBK Kutha Blitar sarta minangka sumber dhokumentasi piwulang tumrap bocah-bocah. Panliten iki nggunakake tintingan folklor. Konsep folkor Danandjaja kanggo ngudhari wujud folklor, fungsi/pigunane mitos nggunakake konsep Bascom, teori semiotik miturut Pierce, banjur ngenani resepsi saka masyarakat nggunakake konsep saka Lantini. Panaliten iki nggunakake ancangan kualitatif kanthi metodhe deskriptif. Metodhe lan teknik ngumpulake dhata kanthi cara observasi, wawancara, dokumentasi lan kuesioner. Tatacarane ngolah lan nganalisis dhata yaiku nggunakake transkrip dhata, verifikasi dhata, identifikasi, kondifikasi, penafsiran lan ngandharake dhata adhedhasar undering panaliten lan menehi dudutan saka asiling panaliten. Mitos Bung Karno ing KWMBK Kutha Blitar iki ngasilake dudutan yaiku mula bukane mitos Bung Karno adhedhasar pangrembakane KWMBK, mitos Bung Karno kang ana ing KWMBK diperang dadi loro adhedhasar wujude yaiku mitos ngenani pribadine Bung Karno lan mitos ngenani benda-benda kang ana ing KWMBK, fungsi/pigunane mitos Bung Karno yaiku kanggo sarana pangesahan pranata lan lembaga kabudayan, sarana pendhidhikan, lan piranti kanggo meksa lan ngawasi supaya aturan ing bebrayan tetep bisa diugemi. Pungkasane babagan persepsi masyarakat ngenani mitos Bung Karno ing KWMBK kang nduweni pangaribawa gedhe tumrap bidhang pariwisata lan ekonomi saengga mitos Bung Karno ing KWMBK perlu dijaga supaya terus bisa ngundhakake kawigatene wisatawan. Tembung wigati: folklor, mitos, kompleks wisata Makam Bung Karno
Pertumbuhan tanaman bambu hias (Dracaena sanderiana) dengan Intensitas naungan yang berbeda dan berbagai media tanam
ABSTRACT The goal of this research was to study the growth of Dracaena sanderiana plants with different shade intensities and different composition of plant media. The research was carried out in Sukorejo village, Karangrejo sub-district, Tulungagung, East Java and Physiology and Plant Breeding Laboratory, Diponegoro University, from January to April 2018. The basic design used in this research was a split plot design. 3 x 3 with 4 replications. The main plot factor was shade intensity : 0%, 50% and 70%, and the subplot factor was different composition of plant media (soil, husks, chicken manure; soil, husks, cow manure; soil, husks and goat manure). The results showed that the treatment of the difference in the composition of the planting media had a significant effect on the parameters of plant height, while the shade treatment had a significant effect on the chlorophyll parameters b. The best planting media was obtained in the composition with cow manure compared to the composition of chicken manure and goat manure. The highest chlorophyll content was obtained in 50% shade conditions. In the parameters of the number of leaves, leaf length, number of roots, fresh weight and chlorophyll a were not significantly different in all treatments. ABSTRAK Penelitian bertujuan mengkaji pertumbuhan tanaman Dracaena sanderiana dengan berbaga intensitas naungan yang berbeda dan komposisi media tanam yang berbeda. Penelitian dilaksanakan di lahan desa Sukorejo, kecamatan karangrejo, Tulungagung, Jawa Timur dan laboratorium Fisiologi dan Pemuliaan Tanaman, Universitas Diponegoro, Semarang dari bulan Januari sampai April 2018. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terpisah 3x3 dengan dasar Rancangan Acak Lengkap dengan 4 ulangan. Petak utama adalah intensitas naungan 0%, 50% dan 70%, dan anak petak adalah perbedaan komposisi media tanam (tanah, sekam, kotoran ayam; tanah, sekam, kotoran sapi; tanah, sekam dan kotoran kambing). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada perlakuan perbedaan komposisi media tanam memberikan pengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman, sedangkan pada perlakuan naungan memberikan pengaruh nyata pada parameter khlorofil b. Media tanam terbaik didapatkan pada komposisi dengan kotoran sapi dibandingkan dengan komposisi kotoran ayam dan kotoran kambing. Pada kondisi naungan 50% didapatkan kandungan khlorofil tertinggi dibandingkan kondisi tanpa naungan dan naungan 70%. Pada parameter jumlah daun, panjang daun, jumlah akar, berat basah dan khlorofil a tidak berbeda nyata pada semua perlakuan. Kata kunci : Dracaena sanderiana, khlorofil b, komposisi, naunga
Bung Karno di bunuh tiga kali
Buku ini mengungkapkan kenyataan tragis yang di alami Bung Karno dan sejarah Bung Karno, yang mengalami pembunuhan secara berulang-ulang. Dan buku ini juga memaparkan tanggapan putra-putrinya Bung Karno terhadap usaha pembunuhan karakter terhadap ayah mereka
Strategi Preservasi Koleksi Khusus Bung Karno di UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno Kota Blitar,
Perpustakaan sebagai salah satu pusat informasi, bertugas mengumpulkan, mengolah dan menyajikan koleksi untuk dapat dimanfaatkan oleh pengguna secara efektif dan efisien. Koleksi yang dimiliki perpustakaan diharuskan untuk mengadakan preservasi agar koleksi dapat digunakan dalam jangka waktu yang relatif lama. Hal tersebut dimaksudkan agar koleksi terhindar dari kerusakan, atau setidaknya diperlambat proses kerusakannya, sekaligus mempertahankan kandungan fisik dan informasinya. UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno merupakan perpustakaan yang melaksanakan kegiatan preservasi tersebut, yaitu dengan cara pelestarian dalam bentuk fisik dan pelestarian dalam bentuk informasi dengan alih media. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan strategi preservasi koleksi khusus Bung Karno dan mendeskripsikan tantangan yang dihadapi dalam kegiatan preservasi koleksi khusus Bung Karno. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskripsif dengan pendekatan kualitatif. Adapun fokus penelitian ini mengacu pada strategi preservasi koleksi khusus dan tantangan yang dihadapi dalam kegiatan preservasi koleksi khusus Bung Karno. Strategi preservasi koleksi khusus Bung Karno dilakukan oleh pihak UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno dengan 2 cara pelestarian. Pelestarian dalam bentuk fisik dan pelestarian dalam bentuk informasi. Pelestarian dalam bentuk fisik berupa kegiatan fumigasi, deasidifikasi, laminasi, enkapsulasi, dan bleaching. Sedangkan untuk pelestarian dalam bentuk informasi berupa kegiatan alih media yaitu dengan transformasi digital. Strategi preservasi koleksi khusus Bung Karno pun juga mengalami beberapa tantangan yang dihadapi, diantaranya ialah mengenai penetapan kebijakan, pembinaan sumber daya manusia, sarana prasarana, dan teknik yang digunakan dalam kegiatan preservasi koleksi khusus Bung Karno di UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno Kota Blitar. UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno masih terkendala dalam kegiatan preservasi, hal tersebut dapat dilihat dari kurangnya pengalih media, kurangnya narasumber untuk kegiatan preservasi, ruangan preservasi yang masih belum representatif, dan penggunaan AC pada layanan koleksi khusus yang masih belum dimaksimalkan. Oleh sebab itulah dibutuhkan perekrutan tenaga baru untuk pengalih media dan narasumber. Pembangunan ruangan untuk kegiatan preservasi juga perlu segera dilaksanakan, dan untuk penggunaan AC pada layanan koleksi khusus agar dinyalakan 24 jam, apabila terkendala daya yang besar maka dapat menggunakan cara alternatif yaitu dengan memaksimalkan penggunaan genset
STRATEGI PELESTARIAN KOLEKSI KHUSUS TENTANG BUNG KARNO DI UPT PERPUSTAKAAN PROKLAMATOR BUNG KARNO BLITAR JAWA TIMUR
ABSTRAK Oktavian, Dena Tri. 2016. Strategi Pelestarian Koleksi Khusus tentang Bung Karno di UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno Blitar Jawa Timur. Tugas Akhir, Prodi Perpustakaan, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Muakibatul Hasanah, M.Pd, (II) Drs. Darmono, M,Si. Kata Kunci: pelestarian, strategi pelestarian, koleksi khusus Objek penelitian adalah kebijakan, implementasi dan hambatan pelestarian koleksi khusus Bung Karno di UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kebijakan pelestarian koleksi khusus Bung Karno, bentuk implementasi kegiatan pelestarian koleksi khusus Bung Karno dan hambatan yang dihadapi dalam melakukan pelestarian koleksi khusus Bung Karno di UPT perpustakaan Proklamator Bung Karno. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, sedangkan metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Data penelitian berupa deskriptif kebijakan, implementasi, dan hambatan pelestarian koleksi khusus Bung Karno. Sumber data penelitian dengan Kepala bidang pengembangan dan pelestarian bahan pustaka, konservator dan pengalih media UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno.pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik wawancara dan teknik observasi langsung terkait dengan rumusan masalah. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh hasil penelitian: Pertama, UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno sudah memiliki kebijakan dalam kegiatan pelestarian yang tertulis dalam SK Kepala Perpusnas RI Nomer 04 Tahun 2005 dan SK Kepala Perpustakaan Proklamator Bung Karno Tentang Kebijakan Umum Perpustakaan Proklamator Bung Karno yang berada di bawah tanggung jawab Kepala Perpustakaan Nasional RI dan Kepala UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno. Isi kebijakan pelestarian tersebut mencakup: (1) prinsip pelestarian, (2) pelestarian berwujud pelestarian fisik dan pelestarian informasi, (3) pelestarian fisik terdiri dari kegiatan fumigasi, konservasi (penjilidan, enkapsulasi, perawatan dan perbaikan), dan (4) pelestarian informasi terdiri dari reproduksi dan digitalisasi. Kedua, UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno memiliki strategi yang dilakukan untuk melindungi dan memperbaiki koleksi intinya dengan (1) pelestarian preventif koleksi khusus (kesiapan terhadap bencana alam, pengaturan intensitas cahaya, pengaturan temperatur, pengaturan kelembaban udara, dan keamanan koleksi khusus) (2) pelestarian koleksi khusus (penjilidan, enkapsulasi, deasidifikasi, fumigasi, dan transformasi digital). Ketiga, hambatan yang menjadi permasalahan dalam kegiatan pelestarian di UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno yaitu, (1) pendanaan kegiatan pelestarian, (2) sumber daya manusia, dan (3) sarana prasarana kegiatan pelestarian
- …
