1,757,126 research outputs found

    ANALISA THREE POINT LIGHTING PADA FILM CERITA SI JOKO

    No full text
    Three point lighting adalah prinsip dasar yang menjadi dasar pemahaman mengenai mengatur posisi/ penempatan lampu, arah cahaya, dan intensitas cahaya dalam produksi sebuah film yang terdiri dari; key light/ cahaya utama, fill-in light/ cahaya pengisi, dan back light/ cahaya belakang. Jika memposisikan/ menempatkan lampu tidak sesuai dengan prinsip three point lighting pencahayaan akan menjadi tidak sempurna dan cendrung memberikan kesan flat/ datar, meposisikan pencahayaan asal terang saja tidak akan memberikan fokus perhatian terhadap objek yang akan direkam. Dari permasalahan dan kendala mahasiswa dalam memposisikan pencahayaan pada produksi sebuah film menjadi daya tarik peneliti untuk meneliti lebih jauh teori prinsip dasar three point lighting dalam produksi sebuah film dengan menampilkan skema penempatan lampu di dalam setiap scene pada film Cerita Si Joko yang menceritakan tentang perjalanan driver Gojek dalam mengantarkan sebuah paket sehingga mahasiswa lebih mudah mengerti dan memahami penempatan atau memposisikan lampu yang baik dan benar sesuai dengan skema penempatan lampu Berdasarkan gambaran latar belakang masalah di atas, maka dirumuskan permasalah yang ingin dipecahkan yaitu bagaimanakah penempatan lampu yang baik dan benar sesuai dengan teori three point lighting pada film Cerita Si Joko? Guna dapat mendeskripsikan analisa three point lighting pada film Cerita Si Joko ini, maka peneliti menggunakan metodologi kualitatif. Peneliti memerlukan strategi untuk dapat mengungkapkan makna-makna yang tersembunyi hingga bias yang muncul dalam peristiwa tersebut. Dalam proses pengumpulan data, peneliti secara langsung terjun ke lapangan, karena mengamati secara langsung bagaimana penerapan three point lighting dalam produksi sebuah film. Hasil dan luaran yang dicapai yaitu sinopsis film, naskah film, kemudian dilanjutkan membahas tata cahaya per scene atau per adegan dalam film Cerita Si Joko dan dilengkapi pula dengan sketsa atau berupa gambar penempatan lampu, kamera, dan posisi talent pada setiap scene atau pengadegan. Kata Kunci : Three point lighting, Film Cerita Si Jok

    INTEGRATED DESEASE MANAGEMENT FOR CHILI FARMING IN BREBES AND MAGELANG - CENTRAL JAVA: SOCIAL ECONOMIC IMPACTS

    No full text
    This study aims to analyze the impact of an integrated disease management (IDM) on chilli. Chili disease control technologies that include crop barrier with corn and Crotalaria, and compost tea have been introduced to farmers in Magelang and Brebes. A qualitative approach was used to assess and estimate the socio-economic impact of agricultural research. The study was conducted in 2011. The results showed that based on land use chili, the net economic benefits generated was relatively low. There were only a few farmers who have adopted the technology on chili peppers. Furthermore, the survey also illustrates that three years after its introduction in 2007 the technology status at farm level was just at consciousness phase. Learning of this fact, a thorough evaluation of the technology on chili pepper should be done immediately. Research institutions which have developed the technology should encourage bottom-up initiatives and build a shared commitment to complete the implementation of a clear strategic plan. The adoption of the strategic plan should include the integration of research activities with promotional activities for example by revitalizing participatory approaches to awareness of farmers.</p

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    CEO-JOKO. Johtaminen muutoksessa

    Full text link
    Johtajan ja johtajuuden rooli yritysten kilpailukyvyn ja työhyvinvoinnin edistäjänä on korostunut työelämän muuttuessa yhä enemmän rutiininomaisten tehtävien suorittamisesta kohti moniulotteista ongelmanratkaisua. Työtä tehdään verkostoissa ajasta ja paikasta riippumatta, digitalisaatio valtaa alaa ja tiedonkäsittely on yhä keskeisempi osa muuttuvaa työtä. Muutokset edellyttävät johtajilta uudenlaista otetta sekä valmiutta myös itsensä johtamiseen. CEO-JOKO Johtaminen muutoksessa -julkaisu käsittelee JOKO-johtajuuden uudet suunnat hankkeen toteuttamia johtamiskoulutuksia. Hankeasiantuntijat ja johtamisen neljä asiantuntijaa arvioivat omasta näkökulmastaan johtamisen tulevaisuuden haasteita ja pohtivat millaista johtamisosaamista tarvitaan tulevaisuudessa. Julkaisussa arvioidaan myös CEO-JOKO –johtamiskoulutuksen tuloksia ja vaikutuksia sekä annetaan suosituksia ja parannusehdotuksia tulevaisuutta silmällä pitäen

    Kegelisahan eksistensial Joko Pinurbo: sebuah tanggapan pembaca

    Full text link
    Kehadiran penyair Joko Pinurbo dengan karya-karyanya mendapat tanggapan pembaca yang luas di tanah air. Puisi-puisinya memiliki karakteristik tersendiri yang kontradiksif antara pilihan katanya yang nyeleneh dan sikap kepenyairannya yang cenderung serius dan filosofis. Makalah ini merupakan sebuah tinjauan terhadap karya-karya Joko Pinurbo sebagai sebuah tanggapan. Tanggapan beberapa ahli sastra juga ikut didiskusikan di sini. Melalui pembacaan terhadap beberapa tanggapan, makalah ini mengungkap 1) Kecenderungan Puisi Mbeling dalam puisi-puisi Joko Pinurbo; 2) Penggunaan Bahasa dan Persoalan Sehari-hari dalm puisi-puisi Joko Pinurbo; 3) Refleksi Keagamaan dalam puisi-puisi Joko Pinurbo, dan 4) Kegelisahan Eksistensial dalam puisi-puisi Joko Pinurb

    Perbandingan Orientasi Nilai Budaya Tokoh Protagonis Pada Dongeng Joko Kendhil, Joko Tarub, Dan Bandung Bondowoso

    Full text link
    Penelitian ini dilaksanakan untuk menjawab tiga persoalan pokok. Pertama bagaimanakah karakterisasi masing-masing tokoh protagonis pada ketiga dongeng yang diteliti. Kedua bagaimanakah orientasi nilai-budaya masing-masing tokoh. Dan ketiga apakah amanat utama yang terdapat pada masing-masing dongeng tersebut berkaitan dengan karakter dan orientasi nilai-budaya tokoh-tokoh protagonisnya. Tujuan penelitian ini ialah untuk memperoleh gambaran umum persamaan dan perbedaan karakter serta orientasi nilai-budaya tokoh-tokoh protagonis pada ketiga dongeng yang diteliti, untuk selanjutnya menemukan amanat yang terdapat pada masing-masing dongeng. Selain itu penelitian ini juga dilaksanakan untuk menggali nilai-nilai budaya yang dapat dikembangkan dalam kerangka pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dari ketiga dongeng di atas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif-kualitatif Ada pun langkah langkah yang dilakukan dalam penelitian ini adalah: 1) menentukan objek penelitian. Sebagai objek penelitian adalah dongeng Joko Kendhil. Joko Tarub, dan Joko Bandung Bondowoso. 2) menganalisis objek penelitian dengan memanfaatkan teori karakterisasi tokoh dalam cerita rekaan dan kerangka orientasi nilai-budaya yang ditulis Kluckhohn. 3) menyimpulkan dan menyusun laporan. Tokoh Joko Kendhil dikarakterisasikan memiliki bentuk fisiologis yang berubah-ubah. Secara sosiologis Joko Kendhil berasal dari keturunan bansawan yang memilih tinggal di tempat terpencil. Secara psikologis tokoh Joko Kendhil memiliki perwatakan datar (a flat character), selalu dikarakterisasikan sebagai tokoh yang baik tidak berubah dari awal sampai akhir cerita. Tokoh Joko Tarub dikarakterisasikan secara fisiologis tampan dan kuat. Secara sosiologis ia juga keturunan ningrat, tetapi sejak kecil dibuang orang tuanya ke hutan. Secara psikologis tokoh Joko Tarub dikarakterisasikan sebagai tokoh bulat (a round character). Pada masa mudanya ia digambarkan sebagai pemuda yang cerdas, licik, dan tidak peduli dengan orang lain. Ketika sudah tua tokoh Joko Tarub dikarakterisasikan sebagai tokoh yang baik, mumpuni, dan menjadi seorang ayah dan guru yang baik. T:Jkoh Joko Bandung Bondowoso dikarakterisasikan secara fisiologis tampan, gagah dan kuat. Secara sosiologis tokoh Bnadung Bondowoso adalah orang biasa yang dapat mencapai kedudukan tinggi (menjadi raja). Secara psikologis, tokoh Joko Bandung dikarakterisasikan sebagai tokoh bulat (a round character)

    PERANCANGAN GAME 2 DIMENSI TENTANG JOKO TINGKIR

    No full text
    ABSTRAK   Zulianto, Ade. 2015. Perancangan Game 2 Dimensi Tentang Joko Tingkir. Tugas Akhir, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang: (I) Andy Pramono S.Kom, M.T, (II) Joko Samodra, S.Kom   Kata Kunci: Joko Tingkir, Game 2 Dimensi   Dirancangnya Game 2 Dimensi Tentang Joko Tingkir ini adalah agar cerita tersebut tidak hilang ditelan perkembangan zaman dan cerita tersebut dapat dikenal kembali oleh generasi muda dan disebarluaskan keseluruh Indonesia. Perancangan ini juga menunjukkan bahwa cerita rakyat juga bisa dijadikan dasar ataupun ide untuk membuat karya yang tidak kalah dengan perkembangan zaman. Berdasarkan perancangan Game 2 Dimensi tentang “Joko Tingkir” yang menceritakan tentang kisah Joko Tingkir ini dapat ditarik kesimpulan bahwa game joko tingkir yang dibuat dapat mengangkat cerita rakyat joko tingkir. Sehingga media game  menjadi alternatif lain untuk mengenalkan cerita rakyat joko tingkir. Setelah dilakukan proses uji coba game joko tingkir pada 5 laptop dengan spesifikasi yang berbeda-beda. Dari semua proses dalam Game yang digunakan sebagai acuan penilaian. Diketahui dari 5 laptop yang digunakan untuk uji coba, 4 laptop berjalan lancar dan 1 laptop yang berjalan tersendat. Berdasarkan proses uji coba diatas dapat diketahui bahwa spesifikasi minimal untuk bisa menjalankan game joko tingkir ini dengan lancar, adalah Intel Core i3, Nvidia Geforce 1 GB dan RAM 2 G

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
    corecore